cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9" : 25 Documents clear
Peran Protein Klotho Dan Asam Lemak Omega-3 Dalam Patogenesis Dan Terapi Penyakit Alzheimer: Tinjauan Literatur Apriyanto, Apriyanto; Jalal, Fasli; Mukhta, Diniwati; Edison, Rizki Edmi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.20495

Abstract

Penyakit Alzheimer (AD) merupakan gangguan neurodegeneratif progresif yang ditandai oleh penurunan fungsi kognitif, memori, dan perubahan perilaku, serta belum tersedia terapi kuratif yang efektif. Kompleksitas patogenesis AD yang mencakup akumulasi beta-amiloid (Aβ), stres oksidatif, dan neuroinflamasi mendorong pencarian strategi terapeutik baru yang menargetkan berbagai jalur molekuler secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran protein Klotho dan asam lemak omega-3 rantai panjang sebagai agen neuroprotektif potensial dalam pencegahan dan penanganan AD. Metode yang digunakan berupa tinjauan literatur naratif berdasarkan artikel ilmiah yang diperoleh melalui pencarian sistematis di berbagai basis data ilmiah internasional antara Januari 2019 hingga Maret 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa protein Klotho berperan penting dalam menekan neuroinflamasi melalui jalur NLRP3/caspase-1, menstimulasi autofagi, serta meningkatkan pembersihan Aβ melalui pengaruh terhadap transporter di sawar darah otak. Asam lemak omega-3 seperti DHA (docosahexaenoic acid) dan EPA (eicosapentaenoic acid) memberikan efek neuroprotektif melalui mekanisme peningkatan integritas sawar darah otak, pengurangan stres oksidatif, dan perbaikan fungsi glifatik otak. Beberapa uji klinis juga menunjukkan bahwa kombinasi intervensi metabolik mampu meningkatkan fungsi kognitif dan struktur otak pada pasien AD. Dari hasil ini bahwa pendekatan multi-targeted yang mencakup Klotho, omega-3, dan aktivator metabolik menunjukkan prospek signifikan sebagai strategi terapi neurodegeneratif yang lebih efektif dan holistik terhadap Alzheimer.
Metastasis Kanker Caecum Dari Kanker Rektum Primer : Laporan Kasus Daffa, Kelvin Wilbent; Raharjo, Suryo Wahyu
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.20173

Abstract

Seorang wanita usia 29 tahun datang dengan diare kronis disertai tinja berdarah. Kolonoskopi dan biopsi mengonfirmasi adenokarsinoma rektum. Pasien menjalani reseksi rektum dengan ileostomi diikuti kemoterapi adjuvan. Pada evaluasi lanjutan ditemukan massa di sekum melalui pencitraan dan kolonoskopi, dan hasil histopatologi menegakkan diagnosis adenokarsinoma metastatik. Pasien kemudian menjalani hemikolektomi kanan serta penutupan stoma. Kanker kolorektal merupakan salah satu keganasan tersering, dengan rektum sebagai lokasi primer yang cukup umum. Metastasis biasanya mengenai organ ekstra-abdomen, sedangkan penyebaran ke segmen kolorektal lain, seperti sekum, sangat jarang. Metastasis kolorektal metakronik didefinisikan sebagai metastasis yang muncul setelah terapi kuratif pada tumor primer. Meskipun metastasis ekstra-abdomen lebih sering pada kanker rektum, metastasis antar-segmen kolorektal merupakan fenomena yang jarang. Kasus ini menekankan pentingnya surveilans komprehensif dengan pencitraan, kolonoskopi, dan penanda tumor untuk mendeteksi pola kekambuhan yang tidak biasa. Kanker kolorektal dapat bermetastasis ke segmen kolon lain, meskipun jarang. Kewaspadaan klinisi saat follow-up penting untuk memungkinkan deteksi dini pola metastasis yang tidak lazim sehingga tata laksana dapat segera diberikan dan hasil klinis lebih baik.
Hubungan Asupan Lemak Dengan Persentase Lemak Tubuh Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Jambi Azairin, Laura Prima; Suzan, Raihanah; Kusdiyah, Erny; Amalia, Fenny
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.20252

Abstract

Obesitas terus meningkat secara global, dengan prevalensi di Indonesia naik dari 10,5% (2007) menjadi 23,4% (2023), yang meningkatkan risiko penyakit kronis. Asupan lemak berlebihan menjadi faktor utama, sehingga pengelolaannya sangat penting. Penelitian ini meneliti hubungan antara asupan lemak dan persentase lemak tubuh pada 101 mahasiswa kedokteran di Universitas Jambi dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh melalui kuesioner food recall dan pengukuran persentase lemak tubuh. Hasil menunjukkan semua laki-laki memiliki asupan lemak normal, sedangkan perempuan memiliki asupan lemak yang kurang. Persentase lemak tubuh perempuan berada dalam kategori sehat, sementara laki-laki masuk kategori over fat. Uji Spearman Rank Correlation menunjukkan tidak ada hubungan signifikan pada laki-laki (P = 0,250), tetapi ada hubungan signifikan pada perempuan (P = 0,047).
Perbandingan Efektivitas Jus Alpukat (Persea americana Mill) Dan Jus Wortel (Daucus carota) Terhadap Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di Klinik Nurhayati Limbangan Kabupaten Garut Hidayat, Syabila Zahra Putri; Nency, Aprilya; Sari, Agustina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.20465

Abstract

Dismenore atau nyeri haid merupakan masalah umum yang terjadi di seluruh wanita usia reproduksi yang menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas. Berdasarkan laporan kunjungan pasien usia remaja di Klinik Nurhayati Limbangan bulan Oktober 2024 terdapat 8 remaja yang berkunjung dengan keluhan dismenore. Salah satu cara non obat-obatan yang digunakan dengan menggunakan jus buah atau sayuran seperti jus wortel dan jus alpukat yang memiliki kandungan nutrisi untuk menurunkan intensitas nyeri dismenorea. Tujuan penelitian untuk mengetahui tentang Perbedaan Efektivitas Jus Alpukat (Persea Americana Mill) dan Jus Wortel (Daucus Carota) terhadap Intensitas Nyeri Dismenore pada Remaja Putri di Klinik Nurhayati Limbangan Kabupaten Garut Tahun 2025. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan membandingkan 2 remaja putri yang mengalami nyeri dismenore primer. Salah satu diberikan intervensi jus alpukat, satu lagi diberikan intervensi jus wortel dan diamati dengan skala NRS (Nominal Rating Scale). Hasil penelitian responden yang diberikan intervensi jus wortel memiliki penurunan intensitas nyeri lebih cepat dari skala nyeri 9 (berat) menjadi 0 (tidak nyeri) dibandingkan dengan responden yang diberikan jus alpukat dari skala 9 (berat) menjadi 2 (ringan). Kesimpulan jus wortel dan jus alpukat efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Saran petugas tenaga kesehatan dapat mengimplementasikan intervensi jus wortel dan alpukat untuk membantu mempercepat penurunan tingkat nyeri Dismenore serta dapat meningkatkan pengetahuan lebih lanjut.
Pola Resistensi Antibiotik Pasien Infeksi Pneumonia Nosokomial: Tantangan Dalam Pengelolaan Infeksi Di RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung Sadli, Nurul Kamilah; Halimah, Eli; Winarni, Rina; Widyatmoko, Leonardus
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.19748

Abstract

Infeksi Hospital-Acquired Pneumonia (HAP) dan Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi nosokomial yang sering terjadi pada pasien rawat inap, terutama setelah tindakan intubasi, dan dapat menyebabkan perpanjangan lama rawat inap serta peningkatan mortalitas sehingga memerlukan tatalaksana antibiotik yang tepat. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional retrospektif bertujuan menggambarkan pola penggunaan antibiotik, pola resistensi, dan profil bakteri penyebab pneumonia nosokomial serta hubungannya terhadap luaran klinis lama rawat inap dan mortalitas di RSUP Dr. Hasan Sadikin periode 2019–2021. Teknik pengambilan sample dilakukan dengan total sampling, sehingga diperoleh 46 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa patogen terbanyak adalah Acinetobacter baumannii (31%), Klebsiella pneumoniae (26%), Pseudomonas aeruginosa (14%), Stenotrophomonas maltophilia (12%), dan Escherichia coli (7%). Regimen antibiotik yang paling sering digunakan adalah kombinasi seftazidim + levofloksasin (34%) dan meropenem + levofloksasin (30%). Beberapa antibiotik β-laktam (ampisilin-sulbaktam, seftazidim, sefepime, meropenem) menunjukkan tingkat resistensi terhadap A. baumannii, K. pneumoniae, P. aeruginosa, dan E. coli (0%–91%), dan terhadap antibotik florokuinolon (40-100%), sedangkan tigesiklin tetap menunjukkan tingkat resistensi relatif rendah terhadap A.baumannii (17%), K. pneumoniae (32%) dan E. coli (0%). Infeksi yang disebabkan oleh A.baumannii dan S. maltophilia, serta isolat Carbapenem-Resistant A.baumannii (CR-Ab), Carbapenem-Resistant K. pneumoniae (CR-Kp) dan Extended-Spectrum Beta-Lactamase (ESBL), berkaitan secara signifikan terhadap lama rawat inap.
Indwelling Pleural Catheter in Recurrent Pleural Effusion Due To Congestive Heart Failure: A Case Report Saputra, Tetra Arya; Wibowo, Adityo
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.20318

Abstract

Pleural effusion commonly appears in congestive heart failure (CHF), caused by raised pulmonary capillary pressure and impaired lymphatic drainage, often resulting in respiratory distress and reduced quality of life. This case report presents the use of an indwelling pleural catheter (IPC) for recurrent pleural effusion in CHF unresponsive to standard therapy. A 42-year-old man with acute decompensated CHF and bilateral pleural effusions presented with worsened dyspnea. Initial thoracentesis and diuretic therapy failed to resolve the effusion, leading to IPC placement for ongoing drainage. IPC insertion resulted in marked symptom improvement, effective fluid management, and shorter hospital stay. The patient was able to continue outpatient care and experienced no major complications. This case demonstrates that IPCs can provide safe and effective symptom control in CHF-related pleural effusions when conventional treatment is inadequate. Individualized strategies, including the use of IPC, may enhance quality of life and reduce hospitalizations in patients with effusions caused by heart failure.
Efektifitas Pemberian Daun Katuk Dan Buah Kurma Terhadap Kelancaran Asi Pada Ibu Menyusui Actaviani, Apri Herna; Jayatmi, Irma; Syarah, Maryam; Rahayu, Dwi; Hadizah, Linny; Indriani, Octa Amalia; Oktaviani, Dhini; Sari, Putri Fitria
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.20180

Abstract

Pemberian air susu ibu sangat penting bagi tumbuh kembang yang optimal baik fisik maupun mental dan kecerdasan bayi. Masalah yang sering terjadi pada ibu nifas dalam menyusui salah satunya adalah ASI yang tidak lancar atau keluarnya hanya sedikit, penyebab utama kegagalan dalam proses menyusui sering disebabkan beberapa hal yang menghambat pemberian ASI ekslusif. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Pemberian Daun Katuk dan Buah Kurma terhadap Kelancaran ASI pada Ibu Menyusui di PMB I Kota Bogor Tahun 2025. Desain penelitian menggunakan pendekatan Study Case Literature Review kepada dua kelompok sampel ibu menyusui sebanyak 6 orang di PMB I Bogor. Kelompok 1 diberikan konsumsi Daun Katuk dan kelompok 2 diberikan konsumsi Buah Kurma. Pengkajian dilakukan pada kedua kelompok di hari pertama, hari ke–4 dan hari ke–7 meliputi pemeriksaan fisik dan evaluasi hasil pompa ASI. Berdasarkan hasil penelitian perbandingan efektifitas kelancaran ASI terdapat perbedaan peningkatan produksi ASI dimana kelompok 1 yaitu ibu menyusui yang diberikan konsumsi sayur daun katuk mengalami peningkatan lebih besar terkait kelancarani ASI dibandingkan dengan kelompok 2 ibu menyusui yang diberikan buah kurma. Sehingga ibu dapat mengimplementasikan pemberian sayur katuk sebagai upaya meningkatkan kelancaran ASI pada ibu menyusui.
Uji Kualitatif Kandungan Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) Nurkhalika, Rachmi; Thursina, Cut Syarifa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.21934

Abstract

Phaleria macrocarpa mengandung banyak senyawa bioaktif yang sering manfaatkan untuk pengobatan tradisional. Identifikasi senyawa pada buah mahkota dewa diperlukan untuk mengetahui metabolit sekunder yang ada didalamnya. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan cara soxhletasi menggunakan pelarut etanol 96% untuk menghasilkan ekstrak buah mahkota dewa dan dilanjutkan dengan uji kualitatif serta kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil penelitian pada ekstrak buah mahkota dewa menunjukkan adanya kandungan flavonoid (warna merah), tanin (warna hijau kehitaman) dan saponin (terbentuk busa stabil serta cincin coklat keunguan) pada uji kualitatif. Hasil uji KLT menunjukkan hal yang sama setelah ekstrak buah mahkota dewa dielusikan pada masing-masing fase gerak dan pereaksi yang dilihat dari bawah sinar UV.
Trend Inhalation Low Flow In General Anesthetic Siswanto, Azhis Abdillah; Riyanto, Refni; Susiyadi, Susiyadi; Damayanti, Irma Putri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.20477

Abstract

Inhalation Low  Flow merupakan  salah  satu  metode  dibidang  anestesi  yang  sering  digunakan  dalam berbagai  tindakan  medis. perkembangan  metode  anestesi  telah  mengalami  berbagai perubahan, perkembangan, dan penyesuaian dari tahun ketahunnya dari  era  penggunaan  eter,  metode  open-drop, metode semi-close dan close system. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan  dan  perbedaan  frekuensi  penggunaan  metode  anestesi  inhalasi low flow di dunia. Desain  penelitian  yang  digunakan  pada  penelitian  ini  adalah  bibliometrix  analysis  yang diolah dengan aplikasi Rstudio dengan sumber data diambil dari data cxabase  PubMed. Pengambilan data dilakukan dengan mencari kata kunci yang sesuai dengan penelitian ini yaitu kunci "Inhalation Low Flow, Low Flow Anesthetic dan General Anesthetic". Dari hasil ekstraksi data Rstudio dengan menganalisis 906 artikel  yang telah dipublikasi dari database pubmed dengan  rentang  waktu  dari  tahun 1993 hingga  2024 di dapatkan hasil Terdapat perkembangan  dan  perbedaan  intensitas penggunaan tiap  tahunnya  di  berbagai  belahan  dunia.  Dapat  dilihat  dari jumlah  artikel yang  dipublikasikan. Amerika  Serikat  adalah  negara  dengan  publikasi  terbanyak dengan  861  artikel. Selain itu, topik yang potensial untuk publikasi dan masih jarang dilakukan, di antaranya ada topik terkait Child, Randomized controlled trails as topic, Adolescent, Coronary angiography dan lain-lain. 
Hubungan Antara Kebisingan Terhadap Gangguan Pendengaran Pada Pekerja Pabrik Beras Sinar Swastika (STK) Kabupaten Konawe Almutadibillah, Almutadibillah; Arifuddin, Andi Tenri Sanna; Surdam, Zulfiyah; Pratama, Ahmad Ardhani; Dahliah, Dahliah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.19878

Abstract

Gangguan pendengaran akibat paparan kebisingan di lingkungan kerja merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada pekerja industri, termasuk di pabrik beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebisingan dan gangguan pendengaran pada pekerja pabrik beras Sinar Swastika (STK), Kabupaten Konawe. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, wawancara, dan pengukuran tingkat kebisingan menggunakan sound level meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja (92,3%) terpapar kebisingan dalam kategori ambang batas bahaya (75–85 dB), dan 7,7% pekerja berada dalam kategori bahaya (>85 dB). Mayoritas pekerja (69,2%) memiliki masa kerja antara 4-6 tahun, dengan jam kerja ≥ 8 jam per hari. Pemeriksaan pendengaran menunjukkan bahwa 76,9% pekerja memiliki pendengaran normal, sementara 23,1% mengalami gangguan tuli sensorineural. Meskipun paparan kebisingan tinggi, analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat kebisingan dan gangguan pendengaran pada pekerja (p-value = 0,584). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun paparan kebisingan di lingkungan kerja tinggi, tidak ditemukan hubungan signifikan antara kebisingan dan gangguan pendengaran. Namun, tetap diperlukan pengawasan terhadap penggunaan alat pelindung pendengaran dan pengendalian kebisingan secara berkelanjutan guna mencegah dampak negatif jangka panjang terhadap kesehatan pekerja.

Page 2 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue