cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm_stmik@royal.ac.id
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Published by Smart Education
ISSN : 26154307     EISSN : 26153262     DOI : -
Journal of Science and Social Research is accepts research works from academicians in their respective expertise of studies. Journal of Science and Social Research is platform to disclose the research abilities and promote quality and excellence of young researchers and experienced thoughts towards Change for Development. The journal releases on February and July.
Arjuna Subject : -
Articles 3,645 Documents
INKONSISTENSI PENERAPAN KONSEP PENYERTAAN (MEDEPLEGEN) BERDASARKAN PERATURAN HUKUM DI INDONESIA Samueli Waruwu; Edi Yunara; Fajar Khaify Rizky
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5865

Abstract

Abstract: This research examines the inconsistency in the application of the concept of participation (medeplegen) based on legal regulations in Indonesia. Indonesia as a state of law (rechtsstaat) requires consistency in the application of legal norms, including criminal law. However, in practice, there are often inconsistencies in the application of participation regulations as stipulated in Article 55 of the Criminal Code (KUHP) in conjunction with Article 20 of the National Criminal Code (KUHP Nasional) of 2023. This study uses normative legal research methods with statutory and case approaches. The results of the research indicate that first, the juridical provisions regarding the concept of participation in the criminal law system include several forms: pleger (person who commits), doen pleger (person who causes another to commit), medepleger (person who participates in committing), and uitlokker (person who incites). Second, the inconsistency in applying the concept of participation occurs due to differences in interpretation between law enforcers, lack of clear guidelines in distinguishing forms of participation, and the transition period between the old Criminal Code and the National Criminal Code of 2023. This research recommends the need for technical guidelines from the Supreme Court and intensive socialization regarding the implementation of participation provisions in the new national criminal law. Keywords: Participation, Medeplegen, Criminal Law, Inconsistency, National Criminal Code Abstrak: Penelitian ini mengkaji inkonsistensi penerapan konsep penyertaan (medeplegen) berdasarkan peraturan hukum di Indonesia. Indonesia sebagai negara hukum (rechtsstaat) menghendaki konsistensi dalam penerapan norma hukum, termasuk hukum pidana. Namun dalam praktiknya, seringkali terjadi inkonsistensi dalam penerapan regulasi penyertaan sebagaimana diatur dalam Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 20 KUHP Nasional Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, ketentuan yuridis konsep penyertaan dalam sistem hukum pidana mencakup beberapa bentuk: pleger (orang yang melakukan), doen pleger (orang yang menyuruh melakukan), medepleger (orang yang turut serta melakukan), dan uitlokker (orang yang menganjurkan). Kedua, inkonsistensi penerapan konsep penyertaan terjadi karena perbedaan penafsiran antaraparat penegak hukum, tidak adanya pedoman yang jelas dalam membedakan bentuk-bentuk penyertaan, serta masa transisi antara KUHP lama dengan KUHP Nasional 2023. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pedoman teknis dari Mahkamah Agung dan sosialisasi intensif mengenai implementasi ketentuan penyertaan dalam hukum pidana nasional yang baru. Kata Kunci: Penyertaan, Medeplegen, Hukum Pidana, Inkonsistensi, KUHP Nasional
THE IMPLEMENTATION OF DISCOVERY LEARNING METHOD IN EXTENSIVE READING PROGRAMS TO BOOST READING MOTIVATION AND COMPREHENSION Sufiana Sufiana; Riski Zulkarnain; Nove Kurniati Sari; Oasis D’Arafah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5866

Abstract

Abstract: The persistent challenge of low reading motivation and comprehension among English as a Foreign Language (EFL) learners necessitates innovative pedagogical interventions. This study investigates the implementation of Discovery Learning Method within extensive reading programs as a means to enhance both reading motivation and comprehension among Indonesian university students. Employing a Classroom Action Research (CAR) design conducted over two iterative cycles, the research involved 31 undergraduate students enrolled in an English Class. Data were collected through pre- and post-tests, reading motivation questionnaires, classroom observations, and reflective journals. The intervention integrated Discovery Learning principles—stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, and generalization—into extensive reading sessions where students autonomously selected reading materials and constructed meaning through guided discovery. Quantitative findings revealed substantial improvements across both cycles: mean reading comprehension scores increased from 53.87 (Cycle I) to 73.55 (Cycle II), while reading motivation scores rose from 65.3 to 81.2. Qualitative data indicated enhanced student engagement, increased autonomous learning behaviors, and improved critical thinking skills. The study demonstrates that Discovery Learning Method, when systematically integrated into extensive reading programs, creates a synergistic effect that simultaneously addresses motivational and cognitive dimensions of reading. These findings contribute to the theoretical understanding of constructivist approaches in L2 reading pedagogy and offer practical implications for curriculum designers and English language educators seeking evidence-based strategies to foster meaningful reading engagement in EFL contexts. Keywords: Discovery Learning, Extensive Reading, Reading Motivation, Reading Comprehension, Classroom Action Research, EFL Pedagogy, Constructivist Learning Abstrak: Tantangan yang berkelanjutan berupa rendahnya motivasi dan pemahaman membaca pada pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) menuntut adanya intervensi pedagogis yang inovatif. Penelitian ini menginvestigasi implementasi Metode Discovery Learning dalam program membaca ekstensif sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman membaca mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus iteratif dan melibatkan 31 mahasiswa pada kelas bahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, angket motivasi membaca, observasi kelas, serta jurnal reflektif. Intervensi penelitian mengintegrasikan prinsip-prinsip Discovery Learning—stimulasi, perumusan masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi—ke dalam sesi membaca ekstensif, di mana mahasiswa secara mandiri memilih bahan bacaan dan mengonstruksi pemahaman melalui proses penemuan yang terarah. Temuan kuantitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kedua siklus: rata-rata skor pemahaman membaca meningkat dari 53,87 (Siklus I) menjadi 73,55 (Siklus II), sedangkan skor motivasi membaca meningkat dari 65,3 menjadi 81,2. Data kualitatif mengindikasikan adanya peningkatan keterlibatan mahasiswa, berkembangnya perilaku belajar mandiri, serta peningkatan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menunjukkan bahwa Metode Discovery Learning, ketika diintegrasikan secara sistematis dalam program membaca ekstensif, menghasilkan efek sinergis yang secara simultan mengakomodasi dimensi motivasional dan kognitif dalam aktivitas membaca. Temuan ini berkontribusi terhadap penguatan pemahaman teoretis mengenai pendekatan konstruktivis dalam pedagogi membaca bahasa kedua serta memberikan implikasi praktis bagi perancang kurikulum dan pendidik bahasa Inggris yang mencari strategi berbasis bukti untuk menumbuhkan keterlibatan membaca yang bermakna dalam konteks EFL. Kata Kunci: Discovery Learning, Membaca Ekstensif, Motivasi Membaca, Pemahaman Membaca, Penelitian Tindakan Kelas, Pedagogi EFL, Pembelajaran Konstruktivis
IMPLEMENTASI KEHARUSAN DUKUNGAN KELUARGA PADA PROGRAM IMUNISASI DASAR TERHADAP BAYI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2023 TENTANG KESEHATAN DI KABUPATEN KAMPAR Rita Anggarini; Yeni Triana; Miftahul Haq
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5867

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of mandatory family support in the basic immunization program for infants based on Law Number 17 of 2023 concerning Health in Kampar Regency, as well as to identify obstacles and proposed solutions. The background of this research is the non-significant coverage of Complete Basic Immunization (IDL) in Kampar Regency, which poses risks to infant health, where family support is a key determinant in immunization schedule compliance. The research method employed is sociological (empirical) legal research using a statute approach and a case approach. Primary data were obtained through interviews with informants from the Kampar Regency Health Office, Community Health Centers (Kuok, Bangkinang, Salo), and families who do not support the immunization program. The results indicate that the implementation of Law Number 17 of 2023 in Kampar Regency faces obstacles such as low family understanding of legal and health responsibilities, as well as constraints from working parents who delegate childcare to others who pay less attention to immunization schedules. The efforts undertaken include enhancing education by health workers to increase family awareness, ensuring legal and health protection for infants in accordance with the legislative mandate Keyword: Family Support, Basic Immunization, Law Number 17 of 2023, Infant Health, KamparRegency. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi keharusan dukungan keluarga pada program imunisasi dasar terhadap bayi berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan di Kabupaten Kampar, serta mengidentifikasi hambatan dan upaya pemecahannya. Latar belakang penelitian ini adalah belum signifikan cakupannya angka Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Kabupaten Kampar yang berisiko pada kesehatan bayi, di mana dukungan keluarga merupakan faktor determinan utama dalam kepatuhan jadwal imunisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum sosiologis (empiris) dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Puskesmas (Kuok, Bangkinang, Salo), serta keluarga yang tidak mendukung program imunisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi UU Nomor 17 Tahun 2023 di Kabupaten Kampar menghadapi hambatan berupa rendahnya pemahaman keluarga mengenai tanggung jawab hukum dan kesehatan, serta kendala orang tua yang bekerja sehingga pengasuhan diserahkan kepada pihak lain yang kurang memperhatikan jadwal imunisasi. Upaya yang dilakukan mencakup peningkatan edukasi oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran keluarga agar tercipta perlindungan hukum dan kesehatan bagi bayi sesuai mandat undang-undang. Kata kunci: Dukungan Keluarga, Imunisasi Dasar, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, Kesehatan Bayi, Kabupaten Kampar
SISTEM PAKAR PENDETEKSI PENYAKIT KULIT MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYES CLASSIFIER Abidin Azhar; Azrai Sirait
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5868

Abstract

Abstract: One application of artificial intelligence in the healthcare sector is the development of expert systems capable of emulating the reasoning process of medical experts in diagnosing diseases based on observed symptoms. Skin diseases are common health problems caused by various factors, including fungal, bacterial, viral, parasitic infections, and immune system disorders. The identification of skin diseases generally requires direct consultation with a medical specialist. However, in practice, several obstacles remain, such as patients’ reluctance to seek medical consultation, limited access to healthcare services, long distances to medical facilities, and relatively high consultation and treatment costs. Through artificial intelligence, computers can perform tasks previously limited to humans, including decision-making processes modeled on human reasoning. One method that can be applied is the Naïve Bayes Classifier. Therefore, this study proposes an expert system for the early diagnosis of skin diseases using the Naïve Bayes Classifier method to provide a fast and efficient alternative solution for preliminary identification. Keywords: expert system, skin disease, naïve bayes classifier, artificial intelligence, diagnosis. Abstrak: Salah satu penerapan kecerdasan buatan dalam bidang kesehatan adalah pengembangan sistem pakar yang mampu meniru cara berpikir seorang ahli dalam mendiagnosa penyakit berdasarkan gejala yang muncul. Penyakit kulit merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang umum terjadi dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi jamur, bakteri, virus, parasit, maupun gangguan sistem imun. Proses identifikasi penyakit kulit pada umumnya memerlukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai kendala, seperti rasa malu pasien untuk berkonsultasi, keterbatasan akses layanan kesehatan, jarak lokasi praktik dokter yang relatif jauh, serta biaya pemeriksaan dan pengobatan yang cukup tinggi. Dengan kecerdasan buatan komputer dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh manusia, dan Manusia dapat menjadikan komputer sebagai pengambil keputusan berdasarkan cara kerja otak manusia dalam mengambil keputusan. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Metode Naive Bayes Classfifier. Penyakit kulit dapat disebabkan oleh jamur, virus, kuman, parasit hewani, infeksi bakteri dan lain-lain. Mengidentifikasi penyakit kulit biasanya kita harus ke dokter, namun masih mengalami kendala dalam menangani pengidentifikasi penyakit hal itu terkadang dipengarui oleh masyarakat terkadang merasa malu untuk mengkonsultasikan penyakit kulitnya ke dokter karena tanda-tanda penyakit kulit sudah mulai tampak, biaya konsultasi dan obat yang tergolong mahal, lokasi praktek dokter jauh. Kata kunci: sistem pakar, penyakit kulit, naïve bayes classifier, kecerdasan buatan, diagnosa.
PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, RISIKO BISNIS, DAN FREE CASH FLOW TERHADAP KEBIJAKAN DEVIDEN DENGAN LIKUIDITAS SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI Wahyu Tiska Diana; Erma Setiawati; Fatchan Achyani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5871

Abstract

Abstract: This study was conducted to analyze the effect of managerial ownership, business risk level, and free cash flow on dividend policy, incorporating liquidity as a moderating variable in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2014–2023 period. Purposive sampling was used to select 12 manufacturing companies, resulting in a total of 88 data observations during the study period. The analytical methods used included multiple linear regression and moderated regression analysis (MRA), processed using SPSS version 26 software. The results indicate that managerial ownership and free cash flow have no effect on dividend policy, while business risk is shown to influence dividend policy. Furthermore, liquidity is shown to moderate the relationship between managerial ownership and dividend policy. However, liquidity is unable to act as a moderating variable in the relationship between business risk and dividend policy and between free cash flow and dividend policy. Keywords: Managerial Ownership, Business Risk, Free Cash Flow, Dividend Policy, Liquidity Abstrak: Dilaksanakannya riset ini guna mengkaji pengaruh kepemilikan manajerial, tingkat risiko bisnis, serta free cash flow pada kebijakan dividen dengan memasukkan likuiditas yang menjadi variable pemoderasi pada entitas manufaktur yang tercatat di BEI pada 2014–2023. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, maka didapati 12 entitas manufaktur terpilih dengan total 88 data observasi selama periode penelitian. Metode analisis yang diterapkan diantaranya regresi linier berganda dan analisis regresi moderasi (MRA) yang diolah dengan software SPSS versi 26. Temuan uji menyatakan jika kepemilikan manajerial dan free cash flow tidak mempunyai dampak pada kebijakan dividen, sementara risiko bisnis terbukti berdampak pada kebijakan dividen. Selain itu, likuiditas terbukti berperan dalam memoderasi hubungan antara kepemilikan manajerial dan kebijakan dividen. Namun, likuiditas tidak mampu bertindak menjadi variable pemoderasi dalam hubungan antara risiko bisnis dan kebijakan dividen maupun antara free cash flow dan kebijakan dividen. Kata Kunci : Kepemilikan Manajerial, Risiko Bisnis, Free Cash Flow, Kebijakan Dividen, Likuiditas
MEKANISME DAN HAMBATAN PENYELESAIAN PERKARA PIDANA MELALUI KEADILAN RESTORATIF Johannes Bagus Pranowo; Markoni Markoni; Helvis Helvis; I Made Kantikha; Tuti Elawati
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5872

Abstract

Abstract: The renewal of the Indonesian Criminal Procedure Code (New KUHAP) marks a paradigm shift in criminal law enforcement by integrating restorative justice as an integral part of the criminal procedure system. This approach is explicitly regulated in Articles 83 to 87 of the New KUHAP, which provide opportunities for resolving criminal cases through agreements between victims and offenders at the stages of inquiry, investigation, prosecution, and court examination. This study applies the criminal justice system theory to analyze the integration of authority among law enforcement institutions, as well as restorative justice theories proposed by Howard Zehr, Tony F. Marshall, Muladi, and Barda Nawawi Arief to assess the orientation toward victim and offender restoration in criminal case resolution. The research employs a normative legal method using statutory and conceptual approaches, examining the New KUHAP along with relevant regulations issued by the Indonesian National Police, the Attorney General’s Office, and the Supreme Court. The findings indicate that the New KUHAP establishes a more systematic, structured, and binding restorative justice framework, including mechanisms for terminating inquiry, investigation, and prosecution under the supervision of prosecutors and courts. The study concludes that the effective implementation of restorative justice depends not only on legal norms but also on institutional harmonization, the readiness of law enforcement officials, and the active participation of both victims and offenders. Keywords: Criminal Justice System, Restorative Justice. Abstrak: Pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP Baru) menandai perubahan paradigma penegakan hukum pidana di Indonesia dengan mengintegrasikan keadilan restoratif sebagai bagian dari mekanisme hukum acara pidana. Hal ini tercermin dalam Pasal 83 sampai Pasal 87 KUHAP Baru yang membuka ruang penyelesaian perkara pidana melalui kesepakatan antara korban dan pelaku pada tahap penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga persidangan. Penelitian ini menggunakan teori sistem peradilan pidana untuk menganalisis keterpaduan kewenangan antar lembaga penegak hukum serta teori keadilan restoratif dari Howard Zehr, Tony F. Marshall, Muladi, dan Barda Nawawi Arief untuk menilai orientasi pemulihan dalam penyelesaian perkara pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui kajian terhadap KUHAP Baru serta peraturan Kepolisian, Kejaksaan, dan Mahkamah Agung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHAP Baru membentuk kerangka keadilan restoratif yang lebih sistematis, terstruktur, dan mengikat dengan mekanisme penghentian perkara di bawah pengawasan penuntut umum dan pengadilan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan keadilan restoratif bergantung pada harmonisasi antar lembaga, kesiapan aparat, dan partisipasi aktif korban serta pelaku. Kata kunci: Keadilan restoratif, Sistem Peradilan Pidana
IMPLEMENTASI WHATSAPP BOT DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI KELURAHAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN KEPUASAN PENGGUNA Arda Fernanda; Eka Gustina Sari; Ridwan Yusuf
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5873

Abstract

Abstract: Administrative services at the village level that are still conducted manually often cause various problems, such as long queues, limited service hours, and poorly documented administrative records. This study aims to implement a WhatsApp Bot in village administrative services as an effort to improve service efficiency and user satisfaction. The research employs a descriptive quantitative approach with an applied research design. The system development method used is Rapid Application Development (RAD), which consists of requirement planning, system design, construction, and implementation stages. The developed system is named the Village Administrative Service Information System based on WhatsApp Bot (SI TEJO) and was implemented in Tejo Agung Village. The results show that the implementation of SI TEJO was able to reduce the average service time from approximately ±30 minutes in the manual system to ±10 minutes. In addition, the user satisfaction survey results indicate a very high level of acceptance, with the majority of respondents giving positive assessments of ease of use, service speed, and system convenience. Therefore, SI TEJO has proven to be effective in improving the efficiency and quality of village administrative services and is feasible to be implemented sustainably. Keywords: administrative services, WhatsApp Bot, information system, user satisfaction, RAD Abstrak: Pelayanan administrasi kelurahan yang masih dilakukan secara manual sering menimbulkan permasalahan, seperti antrean panjang, keterbatasan waktu pelayanan, serta pencatatan administrasi yang kurang terdokumentasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan WhatsApp Bot dalam pelayanan administrasi kelurahan sebagai upaya meningkatkan efisiensi pelayanan dan kepuasan pengguna. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian terapan (applied research). Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Rapid Application Development (RAD) yang meliputi tahapan perencanaan kebutuhan, perancangan sistem, konstruksi, dan implementasi. Sistem yang dikembangkan diberi nama Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Kelurahan berbasis WhatsApp Bot (SI TEJO) dan diimplementasikan di Kelurahan Tejo Agung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SI TEJO mampu menurunkan rata-rata waktu pelayanan dari ±30 menit pada sistem manual menjadi ±10 menit. Selain itu, hasil survei kepuasan pengguna menunjukkan tingkat penerimaan yang sangat baik, dengan mayoritas responden memberikan penilaian positif terhadap kemudahan penggunaan, kecepatan pelayanan, dan kenyamanan sistem. Dengan demikian, SI TEJO terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan administrasi kelurahan serta layak diterapkan secara berkelanjutan. Kata kunci: pelayanan administrasi, WhatsApp Bot, sistem informasi, kepuasan pengguna, RAD
PENGUKURAN BEBAN KERJA PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN PASCA PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI INSTALASI REKAM MEDIS RSUD KABUPATEN TANGERANG Kurnia Tisna Ikaningsih; Tria Saras Pertiwi; Hosizah Hosizah; Nauri Anggita Temesvari
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5874

Abstract

Abstract: Workload is the accumulation of tasks and responsibilities that must be carried out by employees or staff in accordance with the targets set by their supervisors within a specific period of time. The transition from a manual system to an electronic system has the potential to affect the workload of Medical Record and Health Information (MRHI) personnel. This study aims to measure the workload of MRHI staff after the implementation of Electronic Medical Records (EMR) in the Medical Records Department, using job analysis and workload analysis methods based on Regulation of the Ministry of Administrative and Bureaucratic Reform (KEMENPAN RB) No. 1 of 2020. This is a descriptive study with a purposive sampling approach, involving 10 out of 34 MRHI staff with a D3-level education. Data were collected through interviews and direct observation.The results show that the workload for new outpatient registration is 4 minutes, returning outpatients 3 minutes, inpatients 13.4 minutes, and self-registration via APM 5 minutes—requiring 16 staff. Assembling takes 10 minutes per medical record, requiring 2 staff; outpatient coding takes 1 minute and inpatient coding 3.5 minutes per record, requiring 3 coders. Filing and distribution take 6 and 5 minutes per record respectively, requiring 6 staff. Retention and digitization of active and inactive records take 10 minutes per record, requiring 5 staff. Reporting requires 15,240 minutes in total, with 3 reporting staff. Analysis of EMR completeness requires 15 minutes per record, needing 2 expert MRHI staff, while EMR monitoring requires 3 expert MRHI staff. The total workforce required is 35 skilled MRHI personnel and 5 expert MRHI professionals. Keyword: Electronic Medical Records, Workload, Medical Record and Health Information, Job Analysis Abstrak: Beban kerja merupakan akumulasi tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh karyawan atau petugas sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh atasan dalam periode waktu tertentu. Transisi dari sistem manual ke sistem elektronik berpotensi mempengaruhi beban kerja Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) Penelitian ini bertujuan untuk mengukur beban kerja PMIK pasca penerapan RME di Instalasi Rekam Medis menggunakan metode analisis jabatan dan analisis beban kerja sesuai Peraturan KEMENPAN RB No. 1 Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan purposive sampling, melibatkan 10 orang dari total 34 petugas di instalasi rekam medis dengan pendidikan D3 PMIK. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa beban kerja pendaftaran rawat jalan pasien baru 4 menit,pasien lama 3 menit untuk pasien rawat inap 13,4 menit sedangkan APM 5 menit dibutuhkan sebanyak 16 petugas, Beban kerja assembling 10 menit/BRM dibutuhan 2 tenaga assembling, Beban kerja koding pasien rawat jalan 1 menit , koding rawat inap 3,5 menit/BRM di butuhkan 3 tenaga koding, beban kerja filling 6 menit/ BRM dan distribusi 5 Menit/BRM memerlukan 6 petugas, Beban kerja petugas retensi dan alih media berkas rekam medis in akif dan aktif 10 menit/BRM dan dibutuhkan 5 tenaga, Beban kerja pelaporan 15.240 menit kebutuhan tenaga pelaporan 3 petugas , beban kerja analisa kelengkapan rekam medis elektronik 15 menit/RME di butuhkan 2 tenaga PMIK ahli dan monitoring rekam medis elektroni k sebanyak 3 tenaga PMIK ahli, total kebutuhan tenaga PMIK adalah 35 tenaga PMIK terampil dan 5 orang PMIK ahli. Kata Kunci: Rekam Medis Elektronik, Beban Kerja, Perekam Medis dan Informasi Kesehatan, Analisis Jabatan
ILUSI KOMPETENSI DALAM PENGGUNAAN AI CODING ASSISTANT: INTERPRETASI DESKRIPTIF KETERGANTUNGAN KOGNITIF MAHASISWA INFORMATIKA DALAM PENYELESAIAN TUGAS PEMROGRAMAN Eiffeilin Gracia Mario Lie; Caronwin Lim; Ikhwan El Akmal Pakpahan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5875

Abstract

Abstract: The use of AI Coding Assistant in completing programming assignments is becoming increasingly common among informatics students. This technology provides convenience and efficiency, but excessive use has the potential to create an illusion of competence and cognitive dependence. This study aims to describe the level of illusion of competence and cognitive dependence of informatics students in completing programming assignments using AI Coding Assistant. This study uses a descriptive quantitative approach with an instrument, namely a questionnaire distributed to third-semester informatics students at Satya Terra Bhinneka University. Existing data will be analyzed using descriptive statistics to describe the pattern of AI use, perception of self-competence, and the level of cognitive dependence of students. The results of this study are expected to provide an understanding of the impact of AI Coding Assistant on learning programming courses and become a basis for using them in a balanced manner in learning. Keyword: Illusion of Competence, AI Coding Assistant, Cognitive Dependency, Informatics Students, Programming Assignments Abstrak: Kehadiran AI Coding Assistant dalam penyelesaian tugas pemrograman semakin umum di kalangan mahasiswa informatika. Teknologi ini memberikan kemudahan serta efisiensi, namun penggunaan yang berlebihan memiliki potensi untuk menimbulkan ilusi kompetensi dan ketergantungan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat ilusi kompetensi dan ketergantungan kognitif mahasiswa informatika dalam penyelesaian tugas pemrograman menggunakan AI Coding Assistant. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen yaitu kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa informatika semester 3 Universitas Satya Terra Bhinneka. Data yang sudah ada akan dianalisis secara statistik deskriptif untuk menggambarkan pola penggunaan AI, persepsi kompetensi diri, serta tingkat ketergantungan kognitif mahasiswa. Hasil penelitian diharapkan bisa memberikan pemahaman mengenai dampak AI Coding Assistant terhadap pembelajaran mata kuliah pemrograman dan menjadi suatu dasar untuk menggunakannya secara seimbang dalam pembelajaran. Kata kunci: Ilusi Kompetensi, AI Coding Assistant, Ketergantungan Kognitif, Mahasiswa Informatika, Tugas Pemrograman
MODEL PERAMALAN TIME SERIES PREDIKSI MINAT MAHASISWA MENGGUNAKAN DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING Samuel Carlos A. Manalu; Siti Aisyah; Livia Grace Malau; Clara Sinta Uly Manurung; Steven Hikari Hoshi Situngkir; Frainskoy Rio Naibaho; Raja Tama Andri Agus; Amalia Amalia; Muhammad Radhi
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5876

Abstract

Abstract : Changes in prospective students interest in majors university occur dynamically over time, requiring a forecasting method capable of accurately predicting interest trends. This study aims to apply the Double Exponential Smoothing (DES) method to predict the number of prospective students. The research employs a quantitative descriptive-analytical approach using secondary data on student interest from 2023 to 2025. The forecasting process is conducted using smoothing parameters for level (α) and trend (β), both set at 0.9. Furthermore, the accuracy of the forecasting model is evaluated using Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), and Mean Absolute Percentage Error (MAPE). The results indicate that the Double Exponential Smoothing method is effective in capturing the downward trend in student interest. The forecasted number of prospective students for 2026 is estimated at 462 students. Accuracy evaluation yields a MAD value of 98, an MSE of 19,208, and a MAPE of 18.63%, indicating that the forecasting error remains within an acceptable range. Therefore, the results of this study can be used as a supporting basis for strategic decision-making in planning new student admissions, strengthening promotional strategies, and managing academic resources. Keywords: forecasting time series, Double Exponential Smoothing, prediction, Student. Abstrak: Perubahan minat calon mahasiswa terhadap jurusan di perguruan tinggi terjadi secara dinamis dari waktu ke waktu, sehingga diperlukan metode peramalan yang mampu memprediksi tren peminatan secara akurat. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode Double Exponential Smoothing (DES) dalam memprediksi jumlah minat mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif analitis dengan memanfaatkan data sekunder berupa jumlah minat mahasiswa pada tahun 2023–2025. Proses peramalan dilakukan dengan menggunakan parameter pemulusan level (α) dan tren (β) sebesar 0,9. Selanjutnya, tingkat akurasi model dievaluasi menggunakan ukuran kesalahan Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Double Exponential Smoothing dapat menangkap pola tren penurunan jumlah minat mahasiswa secara efektif. Nilai peramalan jumlah peminat pada tahun 2026 diperkirakan sebesar 462 orang. Evaluasi akurasi menghasilkan nilai MAD sebesar 98, MSE sebesar 19.208, dan MAPE sebesar 18,63%, yang menunjukkan bahwa tingkat kesalahan peramalan masih berada dalam batas yang dapat diterima. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu dasar pendukung dalam pengambilan keputusan strategis terkait perencanaan penerimaan mahasiswa baru, penguatan promosi, serta pengelolaan sumber daya akademik. Kata Kunci: forecasting time series, Double Exponential Smoothing, prediksi,Mahasiswa