cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
Studi in vitro dan penambatan molekuler senyawa flavonoid pada inducible nitric synthase (iNOS) Recky Patala
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.509 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.15781

Abstract

Beberapa flavonoid, termasuk turunan kuersetin, telah dilaporkan menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap Inducible Nitric Oxide Synthase (iNOS), sebuah isoenzim yang bertanggung jawab dalam pembentukan nitric oxide (NO) baik penghambatan secara in vitro maupun penambatan molekuler. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi dari senyawa flavonoid dan beberapa turunan kuersetin pada iNOS dengan metode in vitro dan penambatan molekuler. Lima senyawa flavonoid menunjukkan aktivitas sebagai antiinflamasi dalam penghambatan iNOS secara in vitro berdasarkan nilai IC50 yang diperoleh, senyawa tersebut diidentifikasi terhadap sel lisat J774A.1 dan RAW 264.7 menggunakan analisis western blot. Kemudian sepuluh turunan kuersetin digunakan sebagai ligan untuk penambatan molekuler. Struktur iNOS diperoleh dari data PDB (http://www.rcsb.org) dan studi penambatan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak penambatan molekuler. Data hasil simulasi berupa Energi ikatan bebas Gibs (ΔGbind) dan ikatan hidrogen pada residu asam amino untuk menganalisis kestabilan interaksi antara ligan dan sisi aktif iNOS. Hasil penambatan molekuler yang diperoleh adalah Energi ikatan bebas Gibs (ΔGbind) yang bernilai negatif, ini menunjukan bahwa reaksi ikatan yang terjadi bersifat spontan atau stabil. 
REVIEW: MANFAAT ANTIOKSIDAN PADA TANAMAN BUAH DI INDONESIA Rani Cyinthia Hani; Tiana Milanda
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.825 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10735

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keragaman tanaman buah. Tingginya keragaman tanaman buah tersebut menghasilkan berbagai manfaat untuk kesehatan, salah satunya antioksidan. Manfaat antioksidan bagi tubuh diantaranya untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas. Pengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak tanaman tertentu dapat dilakukan dengan metode DPPH. Prinsip pengujian ini adalah kemampuan ekstrak untuk bereaksi dengan radikal bebas DPPH sehingga aktivitas radikal bebas tersebut terhambat. Dari empat tanaman buah yang ditinjau, ekstrak buah tomat memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi dibandingkan dengan ekstrak buah jeruk bali, paprika hijau, dan sirsak.Kata Kunci: antioksidan, radikal bebas, DPPH, tanaman 
PERAN SPESIES OKSIGEN REAKTIF PADA INFLAMASI SERTA ANTIOKSIDAN ALAMI SEBAGAI FITOTERAPI KIKI IKRIMA; RIEZKI AMALIA; MUTAKIN MUTAKIN; JUTTI LEVITA
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.32 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22010

Abstract

Radikal bebas merupakan senyawa kimia yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan dalam orbital terluarnya. Radikal bebas yang paling banyak dikenal yaitu spesies oksigen reaktif (SOR) dan spesien nitrogen reaktif (SNR). SOR merupakan mediator yang berperan pada kerusakan intraseluler lipid, protein, karbohidrat, dan asam nukleat. SOR bersifat sangat reaktif karena kondisinya tidak stabil (memiliki elektron yang tidak berpasangan). Stres oksidatif terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara molekul oksidan dan antioksidan sehingga meningkatkan kelebihan produksi SOR, akibatnya terjadi kerusakan jaringan. SOR berperan penting pada patofisiologi inflamasi. Senyawa antioksidan mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi yang menghasilkan radikal bebas, serta memecah rantai berantai yang dapat merusak sel dan jaringan, sehingga antioksidan dapat digunakan sebagai pilihan terapi untuk penyakit inflamasi yang umumnya disebabkan oleh SOR.Kata kunci: antioksidan, flavonoid, peroksidasi lipid, senyawa oksigen reaktif
Potensi Penggunaan Fitokonstituen Tanaman Indonesia sebagai Bahan Aktif Tabir Surya: Review SHEILA PRATIWI; Patihul Husni
Farmaka Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.656 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i4.14581

Abstract

Radiasi sinar ultra violet (UV) terpapar pada kulit manusia setiap harinya, hanya saja paparan tersebut tidak dapat terukur ataupun terlihat secara kasat mata. Paparan sinar UV berlebih dapat menyebabkan banyak penyakit kulit seperti sunburn, eritema, bahkan sampai terjadinya kanker kulit. Tabir surya menjadi salah satu sediaan yang ditawarkan industri farmasi untuk menghalau ataupun mengurangi penyerapan sinar UV pada kulit. Dewasa ini, banyak pengembangan sediaan dari bahan alam karena dianggap lebih aman dan memiliki efek samping yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan sintetik. Dalam review ini dibahas mengenai beberapa fitokonstituen dari bahan alam yang memiliki potensi untuk kemudian dapat dikembangkan menjadi bahan aktif sediaan tabir surya.Kata Kunci: fitokonstituen, ultra violet, tabir surya, herbal
ARTIKEL TINJAUAN: AKTIVITAS ANTIKANKER SPONS LAUT KELAS HEXACTINELLIDA PRADITA RIZKI IRIANI
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1203.499 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17555

Abstract

Kanker merupakan salah satu dari enam penyebab kematian utama di seluruh dunia. Saat ini, pengobatan kanker dinilai belum efektif dalam mengobati kanker. Sekitar 70% permukaan bumi terdiri atas lautan yang memiliki organisme-organisme kaya akan senyawa bioaktif dengan efek farmakologis. Salah satu organismenya yakni spons laut (porifera). Spons laut diyakini sebagai sumber penemuan obat sitotoksik dan antikanker terkini karena memiliki beragam metabolit sekunder dengan berbagai struktur kimia. Hexactinellida merupakan salah satu kelas spons laut yang memiliki aktivitas antikanker. Aktivitas antikanker ini dilihat dari senyawa yang terkandung oleh masing-masing spesies serta target molekularnya. Hasil menunjukkan bahwa A. beatrix beatrix dan Pheronema raphanus memiliki aktivitas antikanker.  Kata kunci: kanker, antikanker, spons, hexactinellida
REVIEW STUDI 2,5-HEKSANDION SEBAGAI MOLEKUL TOKSIK DAN BIOMARKER PAPARAN N-HEKSANA kurnia megawati; Yedi Herdiana
Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.314 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i3.10771

Abstract

Pelarut organik seperti n-heksana sering digunakan dalam industri seperti percetakan, perangkat elektron pembersih, lem, pembuatan sepatu, furniture, serta ekstraksi minyak. Di dalam tubuh, n-heksana akan dimetabolisme menjadi 2,5-heksandion. Berdasarkan beberapa penelitian, metabolit ini dapat menyebabkan gangguan berupa polineuropati dan juga apoptosis pada sel ovum. Dalam penelitian lain menyebutkan 2,5-heksandion dapat menjadi biomarker dalam melihat paparan n-heksana. Untuk melihat risiko ini, dapat dilakukan analis kandungan 2,5-heksandion melalui urin dan serum. Metode analisis yang sering digunakan adalah Kromatografi Gas (KG) dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT).Kata Kunci: n-heksana, 2,5-heksandion, polineuropati, apoptosis, KG, KCKT
REVIEW: MOLECULARLY IMPRINTED-SOLID PHASE EXTRACTION (MI-SPE) DALAM ANALISIS KONTAMINAN PANGAN SAQILA ALIFA RAMADHAN; Riezki Amalia
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.437 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22238

Abstract

ABSTRAKKontaminasi dalam bahan pangan dapat menyebabkan terjadinya peristiwa keracunan. Beberapa metode telah dikembangkan untuk preparasi dan analisis kandungan suatu kontaminan dalam bahan pangan. Metode yang umum digunakan dalam preparasi bahan pangan adalah Solid Phase Extraction (SPE). Untuk meningkatkan selektivitas SPE dalam pemurnian sampel, maka digunakan penerapan teknik Molecularly Imprinted Polymer (MIP) dalam sorben SPE. Review ini membahas beberapa aplikasi dari Molecularly Imprinted-Solid Phase Extraction (MI-SPE) dalam analisis kontaminan pangan. Berdasarkan hasil review, MI-SPE dapat digunakan untuk ekstraksi kontaminan pangan seperti akrilamid, bisfenol, melamin, organofosfat, fenarimol, triazin, okratoksin A, ampisilin, tetrasiklin, fluoroquinolon, dan kloramfenikol.Kata Kunci : Pangan, Solid Phase Extraction (SPE), Molecularly Imprinted Polymer (MIP), Molecularly Imprinted-Solid Phase Extraction (MI-SPE) ABSTRACTContamination in food can cause poisoning incident. Several methods have been developed for the preparation and analysis of contaminants in food. The method commonly used in food preparation is Solid Phase Extraction (SPE). To increase the SPE's selectivity in sample purification, the application of Molecularly Imprinted Polymer (MIP) technique in SPE's sorbent was used.  This review discussed several applications of Molecularly Imprinted-Solid Phase Extraction (MI-SPE) in food's contaminants analysis. Based on the review, MI-SPE can be used to purify contaminants in food like acrylamide, bisphenol, melamine, organophosphate, fenarimol, triazine, ochratoxin A, ampicillin, tetracycline, fluoroquinolone, and chloramphenicol.Keywords: Food's contaminants, Solid Phase Extraction (SPE), Molecularly Imprinted Polymer (MIP), Molecularly Imprinted-Solid Phase Extraction (MI-SPE)
AKTIVITAS EKSTRAK CASSIA FISTULA LINN. Tiffany Sabilla Ramadhani; Yedi Herdiana
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.831 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.13304

Abstract

ABSTRAKPenggunaan tumbuhan sebagai salah satu cara untuk mengobati suatu penyakit sudah dilakukan oleh masyarakat pada zaman dahulu. Variasi tumbuhan yang kandungannya dipercaya untuk mengobati penyakit tertentu sudah menjadi kebiasaan orang zaman dahulu. Cassia fistula Linn. merupakan tumbuhan yang dikenal dengan nama Indian Laburnum berasal dari India, Amazon, Sri Langka, Brazil, Afrika, dan China. Dari beberapa penelitian berdasarkan model in vivo maupun in vitro  telah ditemukan bahwa Cassia fistula Linn. memiliki efektifitas terapeutik dan keamanan dalam mengobati suatu penyakit. Penelitian terbaru telah menemukan bahwa Cassia fistula memiliki aktivitas antioksidan, aktivitas antibakteri, antidiabetic, dan antiinflamasi. Tentu dengan aktivitas tersebut Cassia fistula memiliki kandungan metabolit yang luar biasa. Dalam review artikel ini akan dipaparkan berbagai khasiat dan kandungan dari Cassia fistula Linn.Kata kunci : Cassia fistula, Aktivitas antibakteri, antioksidan, Metabolit.
REVIEW: POTENSI TANAMAN MELASTOMATACEAE SEBAGAI ANTIOKSIDAN ROSIDAH Rosidah; Ami Tjitraresmi
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2143.856 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17551

Abstract

AbstrakMelastomataceae merupakan tanaman pantropis yang terdiri dari 163 marga dan 4300 spesies. Diketahui Melastomataceae memiliki kandungan senyawa fenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penulisan review ini adalah untuk membandingkan potensi tanaman-tanaman dari famili  Melastomataceae sebagai antioksidan alami. Metode yang digunakan dalam pengujian ativitas antioksidan adalah dengan menggunakan DPPH dengan nilai IC50 sebagai pembanding. Hasil yang diperoleh diketahui bahwa tanaman dengan famili Melastomataceae berpotensi sebagai antioksidan alami dengan aktivitas tertinggi dimiliki oleh spesies Dichaetanthera africana yang memiliki nilai IC50 terendah yaitu sebesar 0.49 g/ml.Kata kunci: Melastomataceae, antioksidan, DPPH, IC50 
REVIEW: AKTIVITAS ANTIKANKER DARI BERBAGAI METABOLIT SEKUNDER YANG DIISOLASI DARI ANGKAK Amaliah Ihsani; Tiana Milanda
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.616 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.21843

Abstract

Angkak merupakan produk fermentasi beras oleh jamur Monascus sp. Beberapa metabolit sekunder yang terkandung di dalamnya diketahui memiliki aktivitas terhadap berbagai kanker. Untuk mengetahui potensi angkak dan metabolitnya sebagai obat alternatif untuk terapi kanker, maka dilakukan literature review terhadap artikel ilmiah tentang angkak dari berbagai jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Dari literature review yang dilakukan, dapat diketahui bahwa monaskin, monaskopiridin C dan D, monaskuspiloin, monapuripiridin A, monafilon A dan B, monakolin K, serta beberapa senyawa polisakarida memiliki aktivitas terhadap berbagai sel kanker. Hasil penelitian ini masih memerlukan penelitian lanjutan berupa studi klinis skala besar, uji keamanan, optimalisasi kondisi kultur fermentasi atau penggunaan galur Monascus tertentu dalam proses fermentasi.Kata kunci: Angkak, Monascus sp., Antikanker

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue