cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 784 Documents
Evaluasi Persediaan Obat Pasien JKN dengan Metode ABC di Salah Satu Puskesmas Wilayah Kota Bandung ARIF BUDIMAN; Angga Kautsar; Insan Sunan K; Riza Yuniar
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.777 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.8598

Abstract

Tujuan Program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) ialah mencapai jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi Rakyat Indonesia salah satunya melalui Puskesmas. Puskesmas menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama milik Pemerintah Daerah memiliki peran krusial sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan pusat dan pelayanan kesehatan diwilayahnya. Dalam Pelaksanaannya terdapat dana operasional Puskesmas berasal dari dana kapitasi JKN didalamnya termasuk dana pengadaan dan persediaan obat. Salah satu tugas kefarmasian ialah menjamin ketersediaan dan mengoptimalkan penggunaan obat. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui nilai persediaan dan biaya pemakaian obat pasien JKN di Puskesmas Wilayah Cibeunying Kota Bandung. Penelitian dilakukan menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik pengambilan data secara retrospektif. Analisis data dengan metode Analisis ABC Indeks Kritis untuk melihat nilai persediaan dan pemakaian obat. Data yang digunakan yaitu data primer dari kuesioner nilai kritis obat dan data sekunder diperoleh dari data pemakaian obat LPLPO Puskesmas Wilayah Cibeunying Kota Bandung. Hasil Analisis ABC Indeks Kritis Kelompok A sebanyak 10 (4,78%) item obat, Kelompok B sebanyak 95 (45,45%) item obat dan kelompok C sebanyak 104 (49,76%) item obat. Total biaya pemakaian obat sebesar Rp. 3.019.206.629,- dan penyakit terbanyak adalah Myalgia dengan biaya pemakaian obat sebesar Rp.36.290.261,- hingga Rp.303.011.685,-.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI BEBERAPA EKSTRAK TANAMAN TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS Syara Nur Fitri Balqist; Febrina Amelia Saputri
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.11 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.21917

Abstract

Tanaman telah digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengobati penyakit dan untuk mencegah penyakit. Senyawa aktif metabolit sekunder dari tanaman biasanya bertanggung jawab terhadap sifat biologisnya yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Beberapa tanaman diketahui memiliki khasiat sebagai zat antibakteri. Saat ini banyak data aktivitas antibakteri dari banyak tanaman bersamaan dengan jumlah laporan tentang mikroorganisme patogen yang resisten terhadap zat antimikroba. Infeksi dari Staphylococcus aureus merupakan salah satu masalah kesehatan global yang memerlukan tindakan segera, terutama dari strain yang resisten terhadap beberapa antibiotik. Review ini berfokus pada aktivitas antibakteri beberapa tanaman terhadap S. aureus.
POTENSI PATI ASAL TANAMAN WALUH (Sechium edule ) SEBAGAI ALTERNATIF EKSIPIEN FARMASI RESTIKA ERIA PUTRI; PATIHUL HUSNI
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.003 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12922

Abstract

Pati merupakan salah satu bahan yang banyak manfaatnya, termasuk pada bidang farmasi khususnya sebagai eksipien farmasi dalam formulasi sediaan farmasi. Salah satu sumber pati yaitu dari tanaman waluh pada bagian umbinya dengan kadar pati yang tinggi hingga 136 g/kg berat umbi segar. Karakteristik pati waluh pun dapat dikatakan sebanding dengan pati kentang sehingga diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu sumber pati yang dapat dimanfaatkan sebagai eksipien farmasi.
Farmakoterapi Gangguan Anxietas HILDA VILDAYANTI; Irma Melyani Puspitasari; Rano Kurnia Sinuraya
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.536 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17446

Abstract

Gangguan anxietas merupakan gangguan yang paling umum terjadi yang berkaitan dengan mental, emosional dan perilaku. Gangguan anxietas ditandai dengan kecemasan yang berlebihan dan tidak realistis mengenai suatu hal. Menurut survei epidemiologi, sepertiga penduduk dunia dipengaruhi oleh gangguan anxietas selama masa hidupnya. Penentuan jenis gangguan anxietas diperlukan untuk memastikan pengobatan yang sesuai dengan jenis gangguannya. Review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai perkembangan pengobatan yang digunakan pada penderita gangguan anxietas berdasarkan tipe gangguannya. Sumber data yang digunakan untuk dijadikan referensi pada review artikel ini terdiri dari 20 jurnal ilmiah, 5 textbook, dan 2 website resmi yaitu National Institute of Mental Health dan Ministry of Health. Pengobatan untuk gangguan anxietas mencakup berbagai antidepresan (SSRIs, SNRIs, TCAs, dan MAOIs), anti-anxietas (benzodiazepin dan buspiron), serta β-blockers. Berdasarkan beberapa guideline, SSRIs direkomendasikan sebagai first-line terapi untuk sebagian besar gangguan anxietas.Kata kunci: Gangguan Anxietas, Tipe Anxietas, Farmakoterapi
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) Yenni Puspita Tanjung; Intan Puspitasari
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.056 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.19435

Abstract

Mengkudu (Morinda citrifolia L.) merupakan salah satu tanaman obat yang secara empiris berkhasiat meyembuhkan berbagai macam penyakit. Salah satu kandungan gizi yang paling dominan adalah vitamin C, senyawa tersebut berperan sebagai antioksidan dan membantu melawan radikal bebas yang masuk kedalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan formulasi tablet effervescent ekstrak buah mengkudu terhadap mutu fisik tablet yang dibuat menggunakan metode granulasi terpisah dengan variasi Natrium Bikarbonat sebesar 21,6%, 25,6%, dan 29,6%. Dari ketiga formulasi variasi jumlah Natrium Bikarbonat, formula II menunjukan hasil paling optimum, dengan hasil pengujian kadar air 3,41±0,03%, sudut diam 26,55±1,14oC, kompresibilitas granul 13,58±1,09%, keseragaman ukuran tablet 1,21±0,03cm, keseragaman bobot 516,47±34,31mg, kekerasan tablet 4,95±0,89kg, keregasan tablet 1,57±0,26%, pH 5,67±0,58, dan waktu larut tablet 4 menit 32 detik. Diperlukan pengujian mengenai aktivitas dari senyawa kimia yang dimiliki mengkudu (Morinda citrifolia L)sebagai bentuk rekomendasi penelitian selanjutnya. Kata kunci: Mengkudu, formulasi, tablet effervescent, Natrium Bikarbonat
ETNOFARMASI DAN ULASAN BIOPROSPEKTIF TUMBUHAN OBAT LIAR DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL KAMPUNG ADAT CIKONDANG, KECAMATAN PANGALENGAN, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT REZA ABDUL KODIR; Moelyono Moektiwardoyo; Yoppi Iskandar
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.491 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.11487

Abstract

Tumbuhan liar menyimpan potensi keragaman senyawa bioaktif. Penggunaan tumbuhan liar sebagai obat telah lama dilakukan oleh berbagai masyarakat etnis, termasuk masyarakat etnis Sunda yang tinggal di Kampung Adat Cikondang. Pendataan tumbuhan liar berpotensi obat dapat berkontribusi pada ditemukan berbagai obat baru. Telaah etnofarmasi dan bioprospeksi tumbuhan obat liar Kampung Adat Cikondang bertujuan untuk inventarisasi dan meninjau potensi penemuan obat baru. Penelitian ini dilakukan melalui metode participant observation dan wawancara kepada masyarakat yang dilanjutkan dengan analisis kuantitatif dari tumbuhan tersebut menggunakan use value (UV), relative frequency of citation (RFC), dan relative importance (RI). Tumbuhan dengan nilai tertinggi ditelaah dengan tinjauan pustaka untuk dilihat potensinya sebagai kandidat obat baru. Hasil menunjukkan terdapat 35 jenis dalam 22 suku tumbuhan liar yang digunakan sebagai obat oleh masyarakat Kampung Adat Cikondang. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Eupatorium inulifolium Kunth. (Asteraceae; ki rinyuh) adalah tumbuhan liar paling berpotensi dengan nilai UV, RFC, dan RI berturut-turut 0,5; 0,6; 0,33. Telaah pustaka menunjukkan bahwa E. inulifolium berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat baru seperti kandidat obat kanker. Perlu telaah lebih lanjut mengenai informasi keamaan (toksisitas) penggunaan E. inulifolium sebagai obat.
AKTIVITAS DAN EFEKTIVITAS ANTIDIABETES PADA BEBERAPA TANAMAN HERBAL HANUM FIRDAUSYA; RIEZKI AMALIA
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2026.614 KB) | DOI: 10.24198/jf.v18i1.22467

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah suatu penyakit metabolisme yang ditandai dengan adanya kondisi hiperglikemia dan gangguan metabolism karbohidrat, lemak dan protein. Penyakit ini terjadi akibat adanya gangguan sekresi insulin, gangguan kerja insulin, ataupun keduanya. Prevalensi penyakit diabetes melitus terus mengalami peningkatan di seluruh dunia dan kini disebut sebagai salah satu penyakit yang berpengaruh terhadap kesehatan, termasuk pada pengobatan diabetes mellitus. Review ini akan membahas berbagai jenis tanaman herbal asal Indonesia yang telah teruji secara empiris memiliki aktivitas sebagai antidiabetes.Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Obat Herbal, Tanaman Herbal Antidiabetes
REVIEW: RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA TERAPI PENGOBATAN JERAWAT Winona Madelina; Sulistiyaningsih Sulistiyaningsih
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.311 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17665

Abstract

Acne vulgaris (jerawat) adalah penyakit kulit peradangan kronis dengan patogenesis kompleks, melibatkan kelenjar sebasea, hiperkeratinisasi folikular, kolonisasi bakteri berlebihan, reaksi imun tubuh dan peradangan. Antibiotik memegang peran penting dalam terapi pengobatan jerawat. Pilihan pengobatan didasarkan pada persepsi dokter terkait efikasi, efektivitas biaya atau rasio risiko-manfaat dan jarang mempertimbangkan resistensi bakteri. Antibiotik topikal dan oral secara rutin digunakan untuk mengobati jerawat. Namun, kasus resistensi antibiotik meningkat, dengan banyak negara melaporkan bahwa lebih dari 50% dari strain Propionibacterium acnes tahan terhadap makrolida topikal, membuatnya kurang efektif. Prevalensi P. acnes resisten antibiotik bervariasi di berbagai belahan dunia. Angka prevalensi yang tinggi di antara negara-negara Eropa, dengan resistensi eritromisin ⁄ klindamisin berkisar dari 45% hingga 91% dan resistensi tetrasiklin dari 5% menjadi 26,4% (kecuali Italia dan Hungaria yang memiliki 0%). Di Asia, ada perbedaan besar dalam prevalensi P. acnes resisten antibiotik antara berbagai negara Asia. Misalnya di Jepang, tingkat resisten eritromisin ⁄ klindamicin hanya 4% dan tetrasiklin ⁄ doksisiklin dengan 2%. Di Korea, penelitian terbaru hanya menemukan satu dari 33 strain (3,2%) yang diisolasi resisten terhadap klindamisin dan penulis berpendapat bahwa P. acnes resisten antibiotik belum berkembang cukup baik di Korea.
ARTIKEL REVIEW: UJI AKTIVITAS DAN EFEK FARMAKOLOGI DAUN SALAM (Eugenia polyantha) MOHAMAD NORIHSAN MAT YAACOB
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.341 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17319

Abstract

ABSTRAKDaun salam (Eugenia polyantha) merupa tumbuhan yang kaya dengan khasiat dalam pengobatan. Terdapat pelbagai penelitian yang telah dilakukan untuk membuktikan khasiatnya. Antara aktivitas farmakologi yang ada pada daun salam yang masih dijalankan pengujian adalah antiinflamasi, antikolesterol, antihipertensi, antihiperglikemik, antibakteri, penurun kadar asam urat dan antioksidan. Tanaman salam mengandung tanin, flavonoid, alkaloid, dan minyak atsiri yang terdiri dari sitrat dan eugenol. Minyak atsiri secara umum mempunyai efek sebagai antimikroba, analgesik, dan memberikan pelbagai khasiat kepada manusia. Dengan bukti ilmiah yang cukup, diharapkan tanaman daun salam layak dikembangkan sebagai obat alternatif atau obat pilihan sebagai terapi farmakologi.Kata kunci: farmakologi, daun salam, flavonoid
Aktivitas Kalkon terhadap Reseptor Esterogen β (ER- β) Sebagai Antikanker Payudara secara in vitro dan in silico: Review AVANI CHAIRUNNISA; Dudi Runadi
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.519 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10782

Abstract

Ditemukan aktivitas antikanker pada Eugenia aquea atau jambu air yang telah dibuktikan pada penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas senyawa kalkon yang sebagai antikanker payudara sebelum dilakukan uji secara in vivo. Didapatkan senyawa kalkon dari daun Eugenia aquea, uji aktifitas antikanker senyawa tersebut diidentifikasi dengan dengan penghambatan terhadap cell line MCF-7 menggunakan MTT assay, dan senyawa kalkon untuk menginduksi apoptosis melalui aktivasi poli (adenosine difosfat-ribose) polymerase (PARP) protein juga diselidiki. Senyawa kalkon juga diuji aktivitasnya dengan docking senyawa uji terhadap residu pada reseptor esterogen β (ER- β). Data hasil simulasi berupa nilai energi bebas Gibbs (ΔG) menunjukkan kestabilan interaksi ligand senyawa uji terhadap residu pada reseptor esterogen β (ER- β). Hasil docking menunjukkan senyawa kalkon dan analognya memiliki potensi sebagai antikanker payudara.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue