cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa Sastra dan Budaya
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
NOMINA DEVERBAL DALAM BAHASA JAWA BANYUMAS Bagiya Bagiya Bagiya
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/btr.v4i07.4114

Abstract

Abstract: In Javanese Banyumas language, it is found a change of verbal becoming nominal so called nominal deverbal. The affixes maker of transposition from verb to noun in Javanese Banyumas language are: prefix pe- and peN-, sufix –an, confix pa-an, peN-an, and ke-an.     Abstrak: Dalam bahasa Jawa Banyumas ditemukan proses perubahan kelas kata dari verba menjadi nomina yang disebut nomina deverbal. Afik pembentuk nomina deverbal dalam bahasa Jawa Banyumas dapat berupa: prefiks pe- dan peN-, sufiks –an, konfiks pa-an, peN-an, dan ke-an.
UPAYA PENYULUHAN PEMBENTUKAN GENERASI MUDA ANTINARKOBA MELALUI PERTUNJUKAN SENI KETOPRAK Favorita Kurwidaria; Budi Waluyo; Astiana Ajeng Rahadini; Dewi Pangestu Said
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.273 KB) | DOI: 10.37729/btr.v4i8.4157

Abstract

ABSTRACT: Nowadays, narcotics has been a critical problem in Indonesia. It is proven by the vast number of drug abuse cases handled by the National Narcotics Board (BNN). Drug abuse is a great threat, for it brings so much detriment for the abusers both physically and psychologically. Preventing attempt is a must to hinder people from drug abuse. One of the attempts is to build a free-drugs generation through ketoprak. Ketoprak is a traditional Javanese theatrical performing art with setting that usually depicts the ancestral lives and with gamelan and tembang as the background music. The deep traditionality of ketoprak does not make it rigid. The performance can be presented based on the actual events instead, so the moral values can affect the modern people stronger. The appealing performance of ketoprak can also be an effective medium of socialization about drug-abusing detriment rather than the conventional ones.Keywords: narcotics, narcotics-free generation, ketoprakABSTRAK: Dewasa ini, peredaran narkoba di Indonesia sudah berada pada level bahaya. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kasus penyalahgunaan narkoba yang berhasil diungkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Penggunaan narkoba di kalangan masyarakat sangat meresahkan. Narkoba banyak memberi dampak negatif bagi penggunanya, baik fisik maupun psikis. Perlu adanya langkah pencegahan agar masyarakat terhindar dari bahaya narkoba. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan pembentukan generasi muda antinarkoba melalui pertunjukan seni ketoprak. Ketoprak adalah salah satu hasil kebudayaanJawa yang disajikan dalam bentuk pertunjukan sandiwara tradisional. Latar yang diambil dalam pertunjukan ketoprak acapkali menggambarkan kehidupan masyarakat pada jaman dahulu dengan iringan irama gamelan dan tembang. Meskipun terkesan tradisional, pertunjukan ketoprak tidak bersifat kaku. Pertunjukan yang disajikan dapat dikaitkan dengan kejadian-kejadian aktual sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat modern. Pertunjukan ketoprak dikemas dengan setting yang sangat menarik sehingga lebih efektif digunakan sebagai sarana penyuluhan dibandingkan dengan cara konvensional.Kata kunci: narkoba, generasi antinarkoba, ketoprak.
REALISASI FONEM VOKAL BAHASA INDONESIA Mohammad Fakhrudin; Bagiya Bagiya
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.252 KB) | DOI: 10.37729/btr.v4i8.4158

Abstract

Abstract: This research aims at describing the realization of all vowel phonemes in Indonesia language. It is expected that this research will be advantageous to all of the Indonesia language speakers, particularly to the teachers and students. Moreover, the findings of this research are also expected to be inspiring to the linguists in Indonesia to do research more comprehensively. The research approach used in this research is qualitative-descriptive. The data were collected using recording, listening, and noting technique. The data that are suitable with this research are noted in data-noting form. The instrument used in this research is the researcher himself, equipped with recorder and data-noting form. The data-noting form is the saved in the hard disc. Then, the data are analysed using distributional method with minimal pair technique and replacement technique. The results of analysis are presented using informal technique. According to this research, it can be concluded that (1) the realization of vowel in Indonesia language consists of two types, i.e. (a) following the rules, and (b) violating the rules; and (2) the violation of vowel realization is found in vowels /i/, /u/, and /o/ in closed position and also in derivative words. The violation is also found in acronym. The violation of vowel realization /u/ is found in the acronym of Indonesia original words. Meanwhile, the violation of vowel realization /e/ and /ә/ not only causes meaning differences, but also does not cause meaning differences. Vowel / ә /, realized with [ε], can cause meaning differences. There are also vowels in open syllable that are followed by different vowels can produce gliding sound and also can produce [?]. In conversation, poem or song lyrics, and also in certain words, vowel /ә/ can disappear.Keyword: realization of vowel phonemes, the languageAbstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan realisasi fonem vokal bahasa Indonesia.Melalui penelitian ini, diharapkan diperoleh temuan yang berguna bagi penutur bahasa Indonesia, terutama pendidik dan peserta didik. Di samping itu, temuan ini pun diharapkan menginspirasi para pakar linguistik untuk meneliti lebih komprehensif. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik rekam, simak, dan catat. Data yang sesuai dengan masalah penelitian ini dicatat dalam form pencatat data. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah peneliti sendiri dilengkapi dengan perekam dan form pencatat data. Form pencatat data itu disimpan dalam hard disc. Selanjutnya, data tersebut dianalisis dengan metode distribusional dengan teknik pasangan minimal. Hasil analisis disajikan dengan teknik informal. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa (1) realisasi vokal bahasa Indonesia terdiri atas dua macam, yakni (a) sesuai dengan kaidah dan (b) menyimpang kaidah; dan (2) penyimpangan realisasi vokal terdapat pada vokal  /i/, /u/, dan /o/ pada posisi tutup dan pada kata turunan. Penyimpangan pun terjadi pada akronim. Penyimpangan realisasi vokal /u/ terjadi pula pada singkatan kata asli Indonesia. Penyimpangan realisasi vokal /e/ dan /ә/ ada yang menimbulkan perbedaan makna, tetapi ada pula yang tidak menimbulkan perbedaan makna. Vokal /ә/ jika direalisasikan dengan [ε] dapat menimbulkan perbedaan makna. Ada vokal pada suku buka yang diikuti vokal yang berbeda dapat menimbulkan bunyi peluncur dan ada pula yang menimbulkan [?]. Dalam percakapan, teks puisi, atau lagu, pada kata-kata tertentu, vokal /ә/ dapat hilang.Kata kunci: realisasi fonem vokal, bahasa Indonesia
DESKRIPSI IMPLIKATUR FENOMENA MEME DI INSTAGRAMDAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS ANEKDOT Ririn Setyorini
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.377 KB) | DOI: 10.37729/btr.v4i8.4159

Abstract

ABSTRACT : This study aims to describe the conversational implicatures contained in memes that uploaded by the Dagelan. Dagelan - Asikin aja lagiii at Instagram. The type of this research was descriptive qualitative with the subject of research discourse contained in memes that uploaded by Dagelan’s account .  Dagelan - Asikin aja lagiii in Instagram and object in the form of implicatur discourse contained in memes that uploaded by Dagelan’s account / :Dagelan - Asikin aja lagiii at Instagram. The data analysis technique was  pragmalinguistik method that was describing the implied meaning (implicatur conversation) contained in memes that uploaded by the account / Chant / Dagelan - Asikin aja lagiii in Instagram. The results of this study are; (1) Description of the memes in the Dagelan’s account / Dagelan - Asikin aja lagii that used the implicatures as a means to express something, insinuate, respond, appeal, invite, and criticize to certain parties in order for the targeted parties to understand and reflect on what he has done. (2) The implicature in this research can be implicated as a learning resource on anecdotal text learning in high school.Keywords: context, implicatur, meme, learning.ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikatur percakapan yang terdapat dalam meme yang diunggah oleh akun Dagelan/ :Dagelan – Asikin aja lagiii di Instagram. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian wacana yang terdapat pada meme yang diunggah oleh akun Dagelan/ :Dagelan – Asikin aja lagiii di Instagram dan osbjek berupa wacana implikatur yang terdapat pada meme yang diunggah oleh akun Dagelan/ :Dagelan – Asikin aja lagiii di Instagram. Teknik analisis data menggunakan metode pragmalinguistik yaitu mendeskripsikan makna yang tersirat (implikatur percakapan) yang terdapat dalam meme yang diunggah oleh akun Dagelan/ :Dagelan – Asikin aja lagiii di Instagram. Hasil penelitian ini adalah; (1) Deskripsi meme dalam akun Dagelan/ :Dagelan – Asikin aja lagiii yang menggunakan implikatur sebagai sarana untuk menyatakan sesuatu, menyindir, menanggapi, menghimbau, mengajak, dan mengkritik kepada pihak-pihak tertentu dengan tujuan agar pihak-pihak yang menjadi sasaran implikatur mengerti dan merefleksikan apa yang telah dilakukannya.(2) Implikatur dalam penelitin ini dapat diimplikasikan sebagai sumber belajar pada pembelajaran teks anekdot di SMA.Kata kunci: konteks, implikatur, meme, pembelajaran.
PAKET MENU MAKANAN KEMBUL BUJANA ( BANCAAN ) DI ERA GLOBALISASI SEBAGAI SARANA PELESTARIAN KULINER PENDIDIKAN KARAKTER Sawitri Sawitri
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.863 KB) | DOI: 10.37729/btr.v4i8.4160

Abstract

ABSTRACT: Culture is inseparable from human beings creating fashion, art, house, vehicle and even food (meal). Diverse meals can be called culinary. Java has an unaccountable number of culinary products and forms from the sweet to the spicy and salty ones. Javanese people have culinary characterizing commonality and mutual cooperation (kegotongroyongan) by upholding local wisdom. Local areas have their own typical culinary. This article discussed Javanese typical culinary called kembul bujana often called bancaaan. Bancaan serves as the expression of gratitude to God. Bancaan is served for birth, syukuran, bersih desa, house establishment, job promotion, graduation, wedding or even reunion ceremonies, and etc. Kembul bujana is no longer held at house, yard, or ritual place. In globalization age, in fact, there is a cultural phenomenon in which the culture formerly considered as usual rite now is used for community’s practical purposes intended to economic factor. In this age, kembul bujana is used as the menu in restaurant and hotel, and those enjoying it come from upper middle class of society to billionaire. Its objective is different, no longer for rite purpose but emphasizing on uniqueness or art, and determining the position of package users and consumers such as socialite, rich employer, and urban people with well-established economy. Kembul bujana contains character education value that could be used as life tenets: commonality, mutual cooperation, not discriminating ethnic, race and religion, and tolerance. The life tenet teaches us that all human beings are equal before Almighty God, only his/her alms and goodness distinguish them.Keywords: Culture, package, meal, globalization age, character educationABSTRAK : Budaya tidak akan lepas dari manusia yang menciptakan dari pakaian, kesenian, rumah, kendaraan bahkan makanan. Makanan yang beraneka ragam dapat dikatakan kuliner. Jawa memiliki hasil dan bentuk kuliner dengan jumlah yang tidak terhitung dari selesa yang manis sampai pedas bahkan rasa gurih.Masyarakat Jawa mempunyai kuliner yang mencirikan kebersamaan bahkan kegotong royongan dengan menjunjung kearifan lokal. Daerah memiliki kuliner khas sendiri-sendiri. Diungkap dalam artikel ini merupakan kuliner khas Jawa berupa kembul bujana sering dikatakan bancaan. Fungsi bancaan pengucapan syukur kepada Tuhan. Bancaan untuk upacara kelahiran, syukuran, bersih desa, pendirian rumah, naik pangkat, kelulusan selesai kuliah, pernikahan bahkan reuni teman sekolah, teman kerja dll. Tempat diadakannya kembul bujana tidak lagi di rumah, di pelataran, tempat ritual. Pada era globalisasi ternyata ada fenomena budaya terjadinya perkembangan budaya yang awalnya dianggab hal biasa cenderung ritual sekarang untuk kebutuhan praktis masyarakat yang ditujukan untuk faktor ekonomi. Pada era sekarang kembul bujana digunakan untuk menu pada restoran, di hotel dan yang menikmati kalangan dari menengah sampai milyader. Tujuan juga berbeda tidak lagi ritual melainkan menitikberatkan segi keunikan atau seni. Menentukan posisi dari pengguna dan pengkomsumsi paket juga. Kaum sosialita, pengusaha kaya cenderung masyarakat kota dengan ekonomi mapan. Kembul bujana mengandung nilainilai pendidikan karakter yang dapat digunakan sebagai ajaran hidup, yaitu: pendidikan karakter kebersamaan, kegotong royongan, tidak membedakan suku, ras dan agama, toleransi. Ajaran hidup di hadapan Tuhan Yang Maha Esa manusia sama yang membedakan amal kebaikannya.Kata kunci: Budaya, paket, makanan, era globalisasi, pendidikan karakter
IDEOLOGI KAWIRYAN HAMENGKU BUWANA VII DALAM SERAT SAPTASTHA Afiliasi Ilafi; Bani Sudardi; Supana Supana
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.72 KB) | DOI: 10.37729/btr.v4i8.4161

Abstract

ABSTRACT: Hamengku Buwana VII is the King of Yogyakarta styled as Sinuwun Sugih. This title is awarded due to his leadership, which increases the revenue from establishment of sugar mills. His ideology in terms of leadership struck the sympathy of his subjects, especially that Hamengku Buwana VII implements the philosophy of Kawiryan in various ways, thus enhancing his image. There is one ancient manuscript that portrays this kawiryan nature of the king, whenever he faced events that haven't been seen before. The Kawiryan nature makes the people so sympathetic towards him. This writing aims to find out what is the content of Serat Saptastha and how the text portrays the Kawiryan nature of the King. This writing uses the methodology of qualitative research with content analysis and literature study for data collection techniques. This writing based its theory from the works Antonio Gramsci, the theory of hegemony. The results of this study indicate that the Serat Saptastha was written in 1921, the end of Hamengku Buwana VII's reign. Further, Kawiryan ideology shows that Hamengku Buwana VII succeeded in winning his people's hearts, even long after the end of his reign, his leadership quality is the one that people remember until now.Keywords: Ideology, Kawiryan, Serat SaptasthaABSTRAK: Hamengku Buwana VII merupakan raja Yogyakarta yang mendapatkan sebutan Sinuwun Sugih. Sebutan tersebut disematkan karena pada masa kepemimpinnya banyak mendapatkan pundi-pundi pendapatan dari pendirian pabrik gula. Ideologinya dalam hal kepemimpinannya menempatkan Hamengku Buwana VII mendapatkan tempat dihati rakyat banyak, terlebih bahwa Hamengku Buwana VII menerapkan sifat kawiryan dalam berbagai hal, sehingga menambah citra bagi Hamengku Buwana VII. Terdapat salah satu naskah kuno yang menceritakan bagaimana sikap kawiryan raja yakni Hamengku Buwana VII dalam mendapati beberapa peristiwa yang tidak dialami oleh raja sebelum-sebelumnya. Sikap kawiryantersebut membuat rakyatnya begitu simpatik terhadap dirinya. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui apa isi dari teks Serat Saptastha dan bagaimana sikap kawiryanHamengku Buwana VII yang tertuang dalam isi teks Serat Saptastha.  Metode yang digunakan berupa metode kualitatifdengan analisis isi dan teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan. Serta teori yang digunakan berupa teori hegemoni dari Antonio Gramsci. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Serat Saptastha ditulis pada tahun 1921, tahun tersebut menunjukkan tahun berakhirnya masa kepemimpinan Hamengku Buwana VII. Selain itu, ideologi kawiryan menunjukkan bahwa Hamengku Buwana VII menempatkan dirinya di hati rakyatnya, bahkan berakhirnya masa kepemimpinan Hamengku Buwana VII, sosok kepemimpinannya terus saja terkenang hingga sekarang.Kata Kunci: Ideologi, Kawiryan, Serat Saptastha
UPAYA MENINGKATKAN PENGEMBANGAN BAHASA ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK ‘AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL NOMPOREJO I KELOMPOK B MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA GAMBAR Suyoto Suyoto; Sri Wahyuningsih
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.4 KB) | DOI: 10.37729/btr.v4i8.4162

Abstract

ABSTRACT: The purpose of this study is to improve language skills with image media in ABA NOMPOREJO TK I Group B. Storytelling is a simple telling of an experience or event with a sequence. Through the activity of telling the ability to imagine the child will be due to the emergence of creativity. Images are a form of universal communication expression known to a wide audience. Through pictorial story is expected readers can easily receive information and description of the story to be conveyed. Improvement of this study using Classroom Action Research method, which is one of the research conducted by teachers to improve the quality of learning in its class. The author performs four procedures namely planning, implementation, observation and reflection. From the implementation of learning the author using the observation instrument sheet to obtain learning outcomes recognize the language of children through the method of storytelling with the media images in cycle I and cycle II. The result of the research shows that the improvement of knowing the language of children through the storytelling method with the picture of the initial condition that developed as expected 15% increases to an average of 65% in cycle I and on average 30% in cycle II. Because it can be concluded that through the method of storytelling with the media images can improve the ability to recognize the language of children.Keywords: know the language, storytelling, media imagesABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan bahasa dengan media gambar di TK ABA NOMPOREJO I Kelompok B. Bercerita adalah menceritakan pengalaman atau kejadian secara sederhana dengan urut. Melaui kegiatan bercerita kemampuan berimajinasi anak akan karena timbulnya kreativitas. Gambar adalah suatu bentuk ekspresi komunikasi universal yang dikenal khalayak luas. Melalui cerita bergambar diharapkan pembaca dapat dengan mudah menerima informasi dan diskripsi cerita yang hendak disampaikan. Perbaikan pembelajaran ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas, yaitu salah satu penelitian yang dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelasnya. Penulis melaksanakan empat prosedur yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Dari pelaksanaan pembelajaran penulis menggunakan lembar intrumen pengamatan untuk memperoleh hasil pembelajaran mengenal bahasa anak melalui metode bercerita dengan media gambar pada siklus I maupun siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan mengenal bahasa anak melalui metode bercerita dengan gambar dari kondisi awal yang berkembang sesuai harapan 15% meningkat menjadi rata-rata 65% pada siklus I dan rata-rata 30% pada siklus II. Oleh karena dapat disimpulkan bahwa melalui metode bercerita dengan media gambar dapat meningkatkan kemmpuan mengenal bahasa anak.Kata Kunci: mengenal bahasa, bercerita, media gambar
TINDAK TUTUR ILOKUSI DAN IMPLIKATUR KONVENSIONAL DALAM MEME POLITIK DI INDONESIA (SUATU KAJIAN PRAGMATIK) Taufiq Khoirurrohman
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.038 KB) | DOI: 10.37729/btr.v4i8.4163

Abstract

Abstract: This study examines the illocutionary speech acts and implicature contained on political meme in Indonesia. The general picture, this study discusses how the form and implicature illocutionary speech contained in the Indonesian political meme. This study aims to provide, illustrate, describe, and explain the phenomenon of the research object. Based on the results of studies focused on 15 images of political meme in Indonesia, found the use of illocutionary speech acts which include: expressive speech acts, commissive, assertive, and directive. In this study also examines conventional implicature contained in the meme. Keywords: illocutionary speech acts, conventional implicature, meme.Keyword: illocution, implicatures, memesAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan, mengtuturkan, menguraikan, dan menjelaskan fenomena pada objek penelitian. Penelitian ini mengkaji tindak tutur ilokusi dan implikatur yang terdapat pada meme politik di Indonesia.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi.Data berupameme politik yang beredar di masyarakat melalui media sosial dan memiliki arti implikatur.Berdasarkan hasil kajian yang membahas 15 tuturan meme politik di Indonesia, ditemukan penggunaan tindak tutur ilokusi yang meliputi: tindak tutur ekspresif, komisif,asertif,dan direktif.Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan pragmatik bahasa Indonesia yang ditunjukkan dari makna implikatur dari sebuah meme.Kata kunci : ilokusi, implikatur, meme.
BUDAYA KONSUMEN PADA CERITA CINTA INDONESIA:45 CERPEN TERPILIH Winda Dwi Hudhana
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.023 KB) | DOI: 10.37729/btr.v4i8.4164

Abstract

ABSTRACT: Teenage stories are the arrows spread of consumerism. Through short stories can be described teen’s consumptive behavior is a part of modernization. The purpose of this study is to describe and explain the behavior of consumptive teenagers depicted in the collection of short stories Cerita Cinta Indonesia: 45 Terpilih.The research method used is descriptive-interpretative method that describes and interpret data related to consumer culture. The result of research in this is consumer culture which developed in adolescence related with some aspect that is fashion, transportation, food, clothing and activity related to consumer culture like party, cinema and hang out.Key word: consumptive culture, short storyABSTRAK: Cerita remaja merupakan anak panah penyebaran konsumenisme.Melalui cerita pendek dapat digambarkan perilaku konsumtif remaja yang merupakan bagian dari modernisasi.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan menggambarkan perilaku konsumtif remaja yang tergambar pada kumpulan cerita pendek “Cerita Cinta Indonesia: 45 Cerpen Terpilih”.Metode penelitian yang digunakan, yaitudengan metode deskriptifinterpretatif yang mendeskripsikan dan menginterpretasikan data yang berkaitan dengan budaya konsumen.Hasil penelitian dalam penelitian ini, yaitu udaya konsumen yang berkembang pada remaja berkaitan dengan beberapa aspek, yaitu fashion, alat transportasi, pangan, sandang dan kegiatan yang berkaitan dengan budaya konsumen misalnya: pesta, nonton bioskop dan nongkrong.Kata Kunci: budaya konsumen, Cerpen
PEMBELAJARAN MENULIS KREATIF BERBASIS KUANTUM TERBUKTI MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA PBSI DALAM MENULIS KARYA KREATIF Sukirno Sukirno; Suryo Daru Santoso
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.27 KB) | DOI: 10.37729/btr.v4i8.4165

Abstract

Abstract: Learning quantum-based creative writing in PBSI, FKIP University of Muhammadiyah Purworejo enacted to equip students able to conform with the development of knowledge and technology. Quantum learning is tips, instructions, methods, and the whole process can save time to accelerate and optimize student learning outcomes by way of stimulating students  learning through a variety of language skills such as listening, speaking, reading and writing, using the right medium, giving leeway to use student learning style, and wrote repeatedly as a fun learning process. Learning quantum-based creative writing in the PBSI proved able to increase student motivation and learning the results of the PBSI.Keywords: creative writing, learning quantum-basedAbstrak: Pembelajaran menulis kreatif berbasis kuantum di PBSI, FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo diberlakukan untuk membekali mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi. Belajar kuantum adalah kiat-kiat, petunjuk, metode, dan seluruh proses yang dapat menghemat waktu untuk mempercepat dan mengoptimalkan hasil belajar mahasiswa dengan cara membangkitkan semangat belajar mahasiswa melalui berbagai keterampilan berbahasa seperti menyimak, membaca, berbicara, dan menulis, menggunakan media yang tepat, memberikan keleluasaan mahasiswa menggunakan gaya belajar, dan melakukan kegiatan menulis secara berulang-ulang sebagai proses belajar yang menyenangkan. Pembelajaran menulis kreatif berbasis kuantum di PBSI terbukti mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa PBSI.Kata Kunci: pembelajaran menulis kreatif, berbasis kuantum

Page 6 of 23 | Total Record : 224