cover
Contact Name
Rochmat Aldy Purnomo
Contact Email
purnomo@umpo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
silogisme@umpo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL SILOGISME : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya
ISSN : 25487809     EISSN : 25276182     DOI : -
Core Subject : Education,
Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya, adalah sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Unmuh Ponorogo) bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember), berisikan enam sampai sepuluh artikel dan menerima artikel di bidang kajian ilmu matematika (pendidikan dan murni) dengan metodologi penelitian yang memenuhi standar yang ditetapkan untuk publikasi. Naskah artikel bisa berasal dari para peneliti, akademisi, praktisi, dan pemerhati bidang ilmu matematika.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2025): Juni" : 7 Documents clear
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAJUAN MASALAH MATEMATIS MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA Widayanti, Evi; Juniati, Dwi; Khabibah, Siti
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v10i1.11082

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah dan pengajuan masalah matematis merupakan dua kompetensi penting yang harus dimiliki oleh calon guru matematika dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah dan pengajuan masalah matematis mahasiswa calon guru matematika. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 3 orang dengan 1 subjek berkemampuan rendah, 1 subjek berkemampuan sedang, dan 1 subjek berkemampuan tinggi. Pemilihan subjek didasarkan pada hasil Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa. Pengambilan data dilakukan dengan metode tes. Analisis datanya menggunakan analisis data kualitatif dengan tiga tahapan yaitu kondensasi data, penyajian data, penarikan dan verifikasi data. Hasil dari peneltian ini menunjukkan bahwa subjek dengan kemampuan rendah dan sedang tidak mampu memecahkan masalah matematis yang diberikan dengan benar sedangkan subjek dengan kemampuan tinggi mampu memecahkan masalah dengan jawaban yang benar. Subjek dengan kemampuan rendah dan sedang mengajukan masalah dengan kategori rendah sedangkan subjek dengan kemampuan tinggi mengajukan masalah dengan kategori sangat tinggi. Temuan ini memberikan gambaran penting bagi pendidik dan program pendidikan guru untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan pengajuan masalah matematis calon guru matematika.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIIIA SMPK ST. PAULUS KARUNI DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATERI FUNGSI Moza, Florida; Juniati, Dwi; Khabibah, Siti
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v10i1.11095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIIIA SMPK St. Paulus Karuni dalam menyelesaikan soal matematika yang dirancang khusus pada materi fungsi. Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan penting dalam pendidikan, khususnya dalam matematika, karena dapat membantu siswa memahami, menganalisis, dan mengevaluasi masalah secara logis. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa. Tes diberikan untuk mengukur pemahaman siswa setelah pembelajaran selesai. Analisis jawaban siswa dilakukan berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis menurut Jacob & Sam (2008): (1) Clarification (memformulasikan masalah secara tepat dan jelas), (2) Assessment (mengajukan pertanyaan atau masalah utama dalam konteks masalah), (3) Inference (memberikan alasan berdasarkan kriteria dan standar yang relevan), dan (4) Strategies (berpikir dan memberikan solusi alternatif secara terbuka). Berdasarkan hasil tes diperoleh sebanyak 13 siswa (56,5%) termasuk kategori baik (80–100), 4 siswa (17,4%) dalam kategori cukup (60–79), dan 6 siswa (26,1%) dalam kategori kurang (0–59). Berdasarkan hasil analisis kemampuan berpikir kritis siswa, hasil menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIIIA dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi fungsi bervariasi, dengan sebagian besar siswa memiliki kemampuan berpikir kritis yang baik. Sebagian besar siswa mampu memenuhi indikator Clarification dan Assessment dengan baik, menunjukkan kemampuan untuk memahami informasi dalam soal dan merumuskan masalah secara tepat. Namun, pada indikator Inference dan Strategies, beberapa siswa masih mengalami kesalahan, terutama dalam melakukan perhitungan dan menyimpulkan persamaan fungsi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL MELALUI TES TERTULIS Anarato, Elsiani; Juniati, Dwi; Khabibah, Siti
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v10i1.11153

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah persamaan linear satu variabel melalui tes tertulis. Latar belakang penelitian ini didasari pentingnya keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi persamaan linear yang banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah 15 siswa kelas VIII A SMP Katolik St. Paulus Karuni yang dipilih secara purposif. Instrumen penelitian berupa soal uraian yang dirancang untuk mengukur empat indikator berpikir kritis menurut Ennis, yaitu memberikan penjelasan sederhana, penjelasan lanjut, mengatur strategi dan taktik, serta menyimpulkan dan mengevaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa terbagi dalam empat kategori, yakni sangat tinggi (7 siswa), tinggi (2 siswa), sedang (3 siswa), dan rendah (3 siswa). Siswa yang masuk kategori sangat tinggi mampu memenuhi hampir seluruh indikator berpikir kritis, sedangkan siswa pada kategori rendah cenderung mengalami kesalahan dalam pemodelan matematika dan tidak melakukan evaluasi hasil. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara tuntutan pembelajaran yang menekankan pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan riil siswa di kelas. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi persamaan linear satu variabel
STUDI GENDER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH MENENGAH: APAKAH ADA KETIMPANGAN? Marhaeni, Nafida Hetty; Nuryadi, Nuryadi; Fajriyah, Rohmatul; Suseno, Bayu; Khuzaini, Nanang
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara gender dan berbagai aspek pembelajaran matematika, mencakup keikutsertaan dalam les tambahan, keterlibatan diskusi, kegemaran terhadap matematika, pemahaman materi, math-anxiety, self-efficacy, kebiasaan belajar, dan minat terhadap matematika; di tingkat sekolah menengah di Kota Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan pendekatan deskriptif-analitik. Populasi penelitian adalah siswa SMP kelas VII negeri dan swasta, dengan sampel 1.328 siswa yang dipilih menggunakan stratified random sampling untuk menjamin keterwakilan sekolah. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis Pearson’s chi-squared menunjukkan bahwa gender tidak berhubungan signifikan dengan keikutsertaan dalam les tambahan, diskusi, kegemaran terhadap matematika, pemahaman materi, math-anxiety, maupun self-efficacy. Sebaliknya, gender memiliki hubungan signifikan dengan kebiasaan bertanya, preferensi terhadap penyajian materi berbasis aplikasi, kebiasaan menuliskan kesimpulan dan informasi pada penyelesaian soal, serta minat terhadap matematika. Secara umum, siswa perempuan lebih aktif bertanya dan lebih terorganisir, sedangkan siswa laki-laki lebih menyukai penyajian berbasis aplikasi serta menunjukkan minat yang lebih tinggi terhadap matematika.Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan pendekatan pembelajaran inklusif yang mempertimbangkan perbedaan gender guna meningkatkan keterlibatan dan efektivitas pembelajaran matematika di tingkat sekolah menengah.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD Wiryanto, Wiryanto; Safirah, Adita Dwi; Mariana, Neni; Masyhud, M. Sulthon
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v10i1.12082

Abstract

Siswa saat ini mengalami penurunan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Hal ini dipicu karena kurangnya penggunaan model pembelajaran yang inovatif dan mengintegrasikan budaya lokal ke dalam proses pembelajaran. Sehingga siswa sulit untuk memahami dan mengaplikasikan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari, dan menyebabkan hasil belajar menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah true experiment dengan posttest-only control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Gununggangsir 1 Kabupaten Pasuruan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes. Instrumen pengumpulan data meliputi pedoman observasi dan tes hasil belajar. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan independent sample t-test. Hasil rata-rata nilai post-test kelompok kontrol sebesar 53.63, sedangkan kelompok eksperimen sebesar 83.5. Analisis data dengan independent sample t test menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel (10,246 > 1,671) dan nilai Sig. 2-tailed 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak, dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model Problem Based Learning dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa sekaligus menghargai keberagaman budaya mereka. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji efektivitas model Problem Based Learning dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching di berbagai jenjang pendidikan dan konteks budaya yang lebih beragam.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TFORMZONE PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Latifah; Ekayanti, Arta; Wahyudi
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v10i1.12486

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan prosedur pengembangan dan kelayakan media pembelajaran TformZone pada materi transformasi geometri untuk meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Prosedur pengembangan terdiri dari lima tahapan: (1) analysis, meliputi analisis kebutuhan, karakteristik siswa, dan materi; (2) design, meliputi penyusunan kerangka, penentuan sistematika, dan instrumen penilaian media; (3) development, meliputi tahap pembuatan media pembelajaran; (4) implementation, meliputi uji coba pada 20 siswa kelas IX dan satu guru matematika; (5) evaluation, meliputi uji kevalidan, uji kepraktisan, dan uji keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan media pembelajaran TformZone valid dengan skor ahli materi 91% dan ahli media 86%. Kepraktisan media berdasarkan respons siswa mencapai 87,125% (sangat praktis) dan guru 77,5% (praktis). Keefektifan media berdasarkan skala Guttman menghasilkan koefisien reprodusibilitas 0,92 dan skalabilitas 0,6465 yang menunjukkan kategori efektif. Dengan demikian, media pembelajaran TformZone memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif, sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa pada materi transformasi geometri.
PROBLEM BASED LEARNING SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Wahyudi; Sumarno; Trinuryono, Sabekti; Herini, Muji; Hidayati, Nurul
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 10 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v10i1.12585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model problem based learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XII pada materi peluang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah 18 siswa kelas XII. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa serta tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Hasil dari kegiatan penelitian ini adalah dengan mengimplementasikan model PBL mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran, yang ditunjukkan adanya perubahan di siklus I dan siklus II. Selain itu, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa untuk menemukan solusi melalui proses berpikir kritis dan reflektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model PBL efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi peluang, karena mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 7