cover
Contact Name
Jurnal Kesehatan Perintis
Contact Email
ojs.perintis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fwartisa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN PERINTIS
ISSN : 23559853     EISSN : 26224135     DOI : 10.33653
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Helath Journal) is published and imprinted by LPPM STIKes Perintis Padang. We published 2 times a year every Juny and Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 249 Documents
Identifikasi Molekular Bakteri Endofit dari Akar Pauh (Mangifera sumatrana Miq) dan Aktivitas Antimikrobanya Zaunit, Muthia Miranda; Verawati, Verawati; Irwandi, Irwandi; Elfionita, Yolla Sarni
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1067

Abstract

Bakteri endofit merupakan bakteri yang mampu menghasilkan senyawa-senyawa bioaktif yang sama dengan tanaman inangnya. Salah satunya tumbuhan yang potensial adalah pauh (Mangifera sumatrana Miq.). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengisolasi dan menguji aktivitas antimikroba dari bakteri endofit dari akar pauh terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans serta melakukan identifikasi secara molekuler menggunakan gen 16S rRNA terhadap bakteri endofit yang memiliki aktivitas antimikroba terkuat. Hasil penelitian ini didapatkan 4 isolat yaitu AL1, Al2, AD1, dan AD2 yang memiliki karakteristik morfologi berupa bentuk tidak beraturan dan bulat, permukaan timbul datar, tepian nya ada yang bergelombang, bergerigi, dan berserabut, serta warna koloni rata-rata putih susu. Hasil uji aktivitas antimikroba dengan metode Kirby-Bauer terhadap Staphylococcus aureus pada isolat AL1, AD1, dan AD2 maka didapatkan zona hambat sebagai berikut: 11,10 mm, 8,60 mm, dan 8,00 mm. Uji aktivitas terhadap Escherichia coli dan Candida albicans tidak memiliki aktivitas antimikroba. Identifikasi molekuler menunjukkan bahwa isolat AL memiliki aktivitas antimikroba terbesar dan memiliki kemiripan 99,91% dengan Lysinibacillus macrolides.
Pijat Oksitoksin terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas 2-7 Hari Triveni, Triveni; Fitri, Sri Ramadhani; Rahayu, Zikra Afri
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1071

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik untuk bayi yang baru lahir dan merupakan satu – satunya makanan sehat yang diperlukan bayi pada awal – awal kehidupannya. Pengeluaran ASI merupakan rangsangan yang sangat kompleks antara saraf dan bermacam-macam hormone. Agar produksi ASI berjalan dengan lancar, maka diperlukan pengetahuan ibu nifas tentang pijat oksitosin dalam kelancaran ASI. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat oksitoksin terhadap pengeluaran ASI di Klinik Smile Mom and Baby Spa Kota Padang Panjang. Study ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain one group pretest and posttest terhadap 18 orang ibu post partum yang dipilih secara purposive. Intervensi dilakukan pada bulan Agustus 2022 – April 2023 di Klinik Smile Mom and Baby Spa. Analisis data yang digunakan adalah paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pijat oksitoksin berpengaruh bermakna terhadap produksi ASI ibu postpartum dengan nilai P = 0.000. Rerata nilai peningkatan produksi ASI adalah 8,25 cc. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pijat oksitoksin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas.
Kebiasaan Makan pada Balita Stunting di Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Kumalasari, Dian; Wulandari, Umianita Risca
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1075

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan dalam gizi anak, walaupun angka kejadian sudah menurun akan tetapi masih menjadi prioritas masalah dikarenakan pemerintah menetapkan target angka stunting ini sebesar 14% di tahun 2024. Salah satu faktor dari ibu adalah perilaku atau kebiasaan pemberian makan yang kurang baik dimana ibu belum memberikan asupan gizi yang baik dan cukup. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis kebiasaan makan pada anak pada balita stunting. Metode penelitian menggunakan rancangan penelitian case kontrol. Pada penelitian ini variabel independen adalah pola konsumsi makanan, sedangkan variabel dependen stunting. Penelitian ini lakukan di Posyandu wilayah kerja Kecamatan Grogol pada bulan Februari 2024 dengan jumlah responden sebanyak 30 balita stunting dan 30 balita normal. Instrument penelitian menggunakan microtoise klasifikasi status gizi dan kuesioner pola pemberian makanan. Hasil penelitian menunjukkan kebiasaan makan yang tepat memiliki pengaruh yang signifikan (p value 0,04). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kebiasaan makan yang tidak tepat meningkatkan peluang terjadinya stunting.
Aktivitas Antioksidan Masker Gel Peel-off Ekstrak Rimpang Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) Dewi, Irene Puspa; Verawaty, Verawaty; Taslim, Tuty; Sinabutar, Pola Paulina
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1076

Abstract

Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) mengandung senyawa flavonoid yang memiliki daya antioksidan dan dapat dijadikan sediaan masker gel peel-off. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antioksidan masker gel peel-off ekstrak rimpang temu ireng menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Ekstrak rimpang temu ireng diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak rimpang temu ireng dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam pembuatan masker gel peel-off. Metode DPPH digunakan untuk menentukan aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50. Nilai IC50 ekstrak rimpang temu ireng sebesar 746,75?g/mL, nilai IC50 masker gel peel-off ekstrak rimpang temu ireng sebesar 5.569,90?g/mL, dan nilai IC50 vitamin C sebesar 24,65?g/mL. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa masker gel peel-off ekstrak rimpang temu ireng memiliki aktivitas antioksidan berdaya sangat lemah dengan IC50 5.569,90?g/mL.
Keyakinan Diri Ibu Menyusui terhadap Pemberian ASI Eksklusif Sakinah, Restu; Helmizar, Helmizar; Azrimaidaliza, Azrimaidaliza
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1077

Abstract

Kegagalan pemberian ASI eksklusif dapat disebabkan oleh banyak faktor. Rendahnya keyakinan diri ibu menyusui menjadi salah satu faktor yang penting untuk digali kaitannya dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keyakinan ibu menyusui dengan ASI eksklusif. Desain penelitian adalah case control, dengan kelompok kasus adalah ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif sedangkan kelompok control adalah ibu yang gagal memberikan ASI eksklusif . Populasi penelitian ini adalah ibu menyusui yang memiliki anak usia 0-24 bulan di wilayah kerja Puskemas Belimbing, Puskesmas KPIK, Puskesmas Andalas, Puskesmas Kuranji, dan Puskesmas Nanggalo yang berjumlah 217 orang. Berdasarkan perhitungan sampel Lameshow, didapatkan 200 orang ibu hamil yang dikategorikan menjadi kelompok kasus dan kontrol. Hasil penelitian didapatkan ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif sampai anak usia 6 bulan adalah sebanyak 100 ibu (50%). Berdasarkan uji Chi Square, didapatkan hubungan yang signifikan antara keyakinan diri ibu dalam memberikan ASI eksklusif dengan keberhasilan pelaksanaan ASI eksklusif selama 6 bulan (p<0,05). Begitu juga dengan persepsi ibu terhadap kepuasan anak mendapatkan ASI juga berhubungan signifikan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (p<0,05). Oleh karena itu, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keyakinan ibu dengan ASI eksklusif. Dengan adanya kepercayaan diri ibu dan kepuasan anak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan ASI eksklusif.
Ekstrak Air Buah Pepaya Muda (Carica papaya.L) terhadap Gambaran Folikel Sekunder, De Graaf dan Korpus Luteum Ovarium Tikus Betina (Rattus norvegicus) Satria, Okti; Meiriza, Wira
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1081

Abstract

Pepaya mengandung polisakarida, alkaloid, saponin, flavonoid yang diduga mampu mengakibatkan gangguan jalur hipotalamus hipofise yang mengakibatkan gangguan sekresi GnRH yang berpengaruh terhadap pembentukan, perkembangan dan pematangan folikel. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemberian ekstrak air buah pepaya muda (Carica papaya L.) terhadap gambaran folikel sekunder, folikel de graaf dan korpus luteum ovarium tikus betina (Rattus novergicus). Jenis penelitian adalah eksperimental dengan desain Post Test Only Control Group. Jumlah sampel sebanyak 24 ekor tikus betina berumur 12 minggu, berat 200-300 gram, dibagi secara acak dalam 4 kelompok. Setiap kelompok dilebihkan 2 ekor untuk mengantisipasi terjadi kematian, sehingga jumlah seluruh sampel 32 ekor. Kelompok (K-) tanpa diberikan perlakuan. Kelompok (P1) diberi ekstrak air buah pepaya muda 47 mg/200 gr BB. Kelompok (P2) diberi ekstrak air buah pepaya muda 93 mg/200 gr BB. Kelompok (P3) diberi ekstrak air buah pepaya muda 189 mg/200 gr BB. Setelah 20 hari perlakuan, dilakukan perhitungan jumlah folikel sekunder, folikel de graaf dan korpus luteum. Hasil analisis statistik menggunakan uji ANOVA dan Kruskal-Wallis didapatkan tidak ada pengaruh secara sinifikan pemberian ekstrak air buah pepaya muda terhadap jumlah folikel sekunder (p = 0,083), tidak ada pengaruh secara signifikan pemberian ekstrak air buah pepaya muda terhadap jumlah folikel de graaf (p = 0,069), ada pengaruh pemberian ekstrak air buah pepaya muda terhadap jumlah korpus luteum (p= 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian ekstrak air buah pepaya muda tidak berpengaruh terhadap jumlah folikel sekunder dan folikel de graaf, namun berpengaruh terhadap jumlah korpus luteum dengan dosis 189 mg/200 grBB.
Analisis Kadar IgE Atopy Tungau Debu Rumah Pada Pasien Dermatitis Atopik Inderiati, Dewi; Anhar, Citra Amaniah; Puspitasari, Lita
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1083

Abstract

Antibodi Immunoglobulin E (IgE) dibuat oleh sel B dan sel plasma sebagai respon terhadap stimulasi antigenik dan berfungsi dalam mekanisme reaksi alergi. Pemeriksaan Atopy IgE Panel Indonesia merupakan tes semi kuantitatif untuk mendeteksi antibodi manusia terhadap alergen dalam darah. Tungau debu rumah (TDR) berperan sebagai sumber alergen dermatitis atopik (DA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan gambaran kadar IgE Atopy TDR pada pasien DA yang melakukan pemeriksaan di Laboratorium LiderLab, Kota Bekasi, Jawa Barat. Penelitian deskriptif ini menggunakan metode potong lintang. Dalam penelitian yang dilakukan pada 48 pasien dengan diagnosis DA yang melakukan pemeriksaan IgE Atopy berdasarkan resume dokter, ditemukan bahwa jenis kelamin perempuan sebanyak 52,08% dan laki-laki sebanyak 47.92%, kelompok usia terbesar adalah 6-11 tahun sebanyak 18,75%, memiliki riwayat atopik genetik sebanyak 58,33% dan rentang rerata kadar IgEnya 38,47–42,99 KU/l dari 3 spesies tungau yaitu D. pteronyssinus, D.farinae, dan D.microceras. Simpulan dalam penelitian ini adalah kadar IgE tertinggi berasal spesies D.pteronyssinus yang masuk klasifikasi IgE Klas 5 dengan kadar 50 – 100 KU/L. Pada pasien DA disarankan membersihan lingkungan rumah secara rutin dengan menggunakan alat penyedot debu.
Formulasi Ekstrak Bunga Kembang Bulan Tithonia Diversifolia (Hemsley) A. Gray Dalam Sediaan Serum Sunscreen Fitri, Dewi Rahma; Fajar, In Rahmi Fatria; Syafei, Dedri
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1100

Abstract

Salah satu kosmetik yang dapat digunakan untuk melindungi kulit wajah adalah serum. Serum merupakan sediaan cair konsentrat tinggi dengan kemampuan penetrasi lebih dalam menghantarkan bahan aktif ke dalam kulit. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula serum wajah dari ekstrak bunga kembang bulan sebagai antioksidan dan tabir surya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstraksi bunga kembang bulan (Tihthonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) mengunakan etanol 70% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak kental dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dan penentuan nilai Sun Protection Faktor (SPF) menggunakan metode spektrofotometer UV VIS. Nilai SPF dihitung menggunakan metode Mansur. Formula basis serum dilakukan optimasi penggunaan Tween 80 dan Span 80 untuk mendapatkan formula basis terbaik selanjutnya dibuat formula serum sunscreen. Kosentrasi ekstrak bunga kembang bulan berdasarkan nilai IC50 ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak adalah 129, 2 ppm dan nilai SPF ekstrak berturut-turut kosentrasi 100ppm, 200ppm, 300ppm, 400ppm, dan 500ppm adalah 14, 16, 19, 22 dan 33. Hal ini menunjukkan nilai SPF ekstrak bunga kembang bulan masuk kategori maksimal dan ultra. Diperoleh formula basis terbaik adalah kombinasi Tween 80 3,75 dan Span 80 1,25. Hasil diperoleh dari Analisa menggunakan Simple Lattice Desain menggunakan software Desain Expert. Formula serum dibuat menjadi F1, F2 dan F3, dimana F1 adalah basis serum, F2 formula serum dengan kadar ekstrak 1,29 gram dan F3 formula serum dengan kadar ekstrak 2,58 gram. Ketiga formula serum sunscreen mempunyai nilai SPF berturut-turut adalah F1 17, F2 21 dan F3 31. Kesimpulan penelitian ini adalah ketiga formula serum sunscreen mempunyai sifat fisik yang memenuhi persyaratan sediaan topikal yaitu homogen, pH 5, daya sebar 5-7 cm viskositas 1000-7000 cps dan ketiga formula mempunyai nilai SPF dengan kategori proteksi ultra.
Deteksi Gen Jamur Candida albicans pada Saliva Penderita Diabetes Melitus Dengan Metode Polymerase Chain Reaction Sophia, Anggun; Suraini, Suraini; Arhesta, Silvi
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1101

Abstract

Diabetes mellitus is a predisposing factor that increases the risk of oral candidiasis, where the oral cavity of patients becomes an ideal environment for fungal growth due to excess glucose in saliva secretion. This glucose accumulation, along with disturbances in the salivary glands, can trigger the growth of Candida albicans, making it a significant health issue. To accurately detect the presence of Candida albicans, the Polymerase Chain Reaction (PCR) method is used, which allows for the identification of fungal genes with high sensitivity. The aim of this study is to detect the Candida albicans gene in the saliva of women with diabetes mellitus using the Polymerase Chain Reaction method. This research is an analytical study with a cross-sectional design. The samples used in this study are saliva from 10 diabetes mellitus patients experiencing oral pain symptoms. The examination procedures include saliva sample collection, fungal culture testing using Sabouraud Dextrose Agar (SDA), conventional identification, and fungal gene detection using the PCR method. This process includes fungal sample preparation, DNA extraction, DNA amplification, and agarose gel electrophoresis. The results show that 1 respondent tested positive for Candida albicans in the saliva sample, with a percentage of 10%, while 90% were negative. Positive test results were determined through macroscopic analysis of fungal cultures, microscopic examination with Gram staining, and further testing using the germ tube method. The positive sample was then analyzed for fungal gene detection using the PCR method with Internal Transcribed Spacer (ITS), where Candida albicans was detected in the ITS region with a product length of 600 bp.
Isolasi, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Antimikroba Bakteri Asam Laktat dari Biji Kakao Sisa Pencernaan Musang Sebagai Kandidat Probiotik Laila, Wilda; Indrayati, Sri; Zaunit, Muthia Miranda; Harleni, Harleni
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1102

Abstract

Bakteri Asam Laktat (BAL) berperan dalam menyeimbangkan mikrobiota usus dalam sistem pencernaan sehingga berperan sebagai probiotik. Salah satu sumber BAL alami adalah dari biji kakao sisa pencernaan musang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengetahui karakterisasi dari bakteri asam laktat (BAL) dari biji kakao sisa pencernaan musang sehingga dapat diketahui potensinya sebagai kandidat probiotik alami untuk diaplikasikan dalam bidang pangan atau kesehatan. Metode yang digunakan adalah studi eksploratif, dengan bahan yang digunakan adalah sisa pencernaan dari musang yang dikumpulkan dan diisolasi BALnya dengan menggunakan media MRSA + CaCO3 1 %. Selanjutnya dilakukan pengamatan makroskopis dan mikroskopis terhadap isolat yang didapatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh 16 isolat yang di isolasi dari sampel, namun hanya 8 isolat yang dapat dikategorikan sebagai Bakteri asam laktat yang dicirikan merupakan bakteri gram positif dengan uji katalase negatif. Dapat disimpulkan biji kakao sisa pencernaan musang mengandung Bakteri asam laktat yang dapat digunakan sebagai kandidat probiotik.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 8 No 1 (2021): JUNI 2021 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 7 No 2 (2020): DESEMBER 2020 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 7 No 1 (2020): JUNI 2020 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 3 No 1 (2016): JUNI 2016 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 3 No 2 (2016): DESEMBER : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 6 No 2 (2019): DESEMBER 2019 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 6 No 1 (2019): JUNI 2019 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 5 No 2 (2018): DESEMBER 2018 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 5 No 1 (2018): JUNI 2018 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis'S Health Journal) Vol 4 No 2 (2017): DESEMBER 2017 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 4 No 1 (2017): JUNI 2017 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 2 No 2 (2015): DESEMBER 2015 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) More Issue