cover
Contact Name
Jurnal Kesehatan Perintis
Contact Email
ojs.perintis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fwartisa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN PERINTIS
ISSN : 23559853     EISSN : 26224135     DOI : 10.33653
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Helath Journal) is published and imprinted by LPPM STIKes Perintis Padang. We published 2 times a year every Juny and Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 249 Documents
Uji Aktivitas Antihiperglikemia Ramuan Tradisional Pada Tikus Jantan yang Diinduksi Aloksan afrianti, Ria; Ifmaily, Ifmaily; Putri, Wika
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1026

Abstract

Tanaman bawang putih, jahe merah dan lemon merupakan tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional, salah satunya sebagai obat diabetes melitus, dan juga cuka apel yang merupakan hasil fermentasi apel juga terbukti dapat menurunkan kadar gula darah. Penggunaan di masyarakat banyak menggunakan campuran bahan tersebut dalam bentuk ramuan yang sudah di olah sebagai pengobatan pada penyakit degenerative. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan pengaruh pemberian ramuan tradisional pada tikus yang diinduksi aloksan untuk mengetahui dosis efektif dari ramuan tradisional yang dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus hiperglikemia. Jenis penelitian adalah eksperimental yang menggunakan tikus putih jantan sebagai hewan percobaan yang berjumlah 18 ekor, terbagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan kelompok pemberian ramuan tradisional dengan volume 0,1 mL, 0,15 mL dan 0,2 mL dan kelompok pembanding (Glibenklamid). Pemberian larutan uji dilakukan selama 7 hari setelah di induksi dengan aloksan dan pengukuran dilakukan pada hari ke-3 dan ke-7 setelah pemberiaan sediaan uji. Hasil penelitian menunjukkan nilai persentase penurunan kadar glukosa darah kelompok 3 (83,33%), kelompok 4 (84,07%), kelompok 5 (86,04%) dan pembanding (glibenklamid) (90,10%). Ramuan tradisional terbukti dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus jantan yang diinduksi aloksan berdasarkan hasil anova dua arah dimana p<0,05. Ramuan tradisional ini bersifat sebagai preventif dan pilihan obat alternatif dalam menurunkan kadar glukosa darah.
Cookies Ikan Lele (Clarias gariepinus) dengan Penambahan Labu Kuning (Cucurbita moschata) terhadap Kandungan Zat Gizi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Balita Stunting Laila, Wilda; Adfar, Tika Dwita; Ermilia, Shery
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1027

Abstract

Kondisi stunting di Provinsi Sumatera Barat berdasarkan data SSGI (Studi Status Gizi Indonesia) 2021 yaitu 23,3%. Cookies ikan lele dengan penambahan labu kuning merupakan salah satu produk inovasi pangan fungsional yang mengandung banyak nutrisi dan zat gizi seperti protein dan kalsium dan dapat di jadikan sebagai makanan tambahan bagi balita terutama balita stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan cookies ikan lele (clarias gariepinus), dengan penambahan labu kuning (cucurbita moschata), terhadap kandungan zat gizi PMT balita stunting. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) yaitu 1 kontrol dan 3 perlakuan dengan 2 kali ulangan yang dilakukan pada bulan Mei – Agustus 2022, dengan pengamatan mutu organoleptik (menggunakan formulir uji hedonik) dengan 25 orang panelis. Analisa zat gizi (kadar protein menggunakan metode kjedahl dan kadar kalsium menggunakan spektrofotometri XRF) hasil data mutu organoleptik diolah di spss (uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Man Whitney pada taraf 5%). Hasil uji organoleptik didapatkan perlakuan yang paling disukai oleh panelis pada perlakuan B122 cookies ikan lele dengan penambahan labu kuning 50 g dengan indikator penelitian berdasarkan kesukaan terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil analisa kadar protein pada perlakuan B122 (22,31 %), kadar kalsium pada perlakuan B122 (41,00 %). Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk mengamati masa simpan produk dan menganalisa semua nilai zat gizi.
Asupan Magnesium, Kalsium dan Vitamin D dengan Premenstrual Syndrome Jelmila, Sri Nani; Hasni, Dita; Liana, Nana
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1031

Abstract

Premenstrual sindrom (PMS) sering terjadi pada fase luteal siklus menstruasi pada wanita usia subur. PMS memberikan dampak terhadap produktivitas, kesehatan mental dan kualitas hidup penderitanya. PMS dapat mempengaruhi prestasi belajar pada mahasiswi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan asupan magnesium, kalsium dan vitamin D dengan premenstrual sindroma. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan design cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 100 orang yang merupakan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Sampel diambil secara consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini didapatkan 62% responden dengan asupan magnesium kurang, 93% responden dengan asupan kalsium kurang, 94% responden dengan asupan vitamin D kurang dan 69% responden mengalami PMS ringan. Hubungan asupan magnesium dengan PMS didapatkan nilai p=0,48, hubungan asupan kalsium dengan PMS didapatkan nilai p=0,86 dan hubungan asupan vitamin D dengan PMS didapatkan nilai p=0,72. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar responden dengan asupan magnesium, kalsium dan vitamin D kurang. Responden terbanyak mengalami PMS ringan. Tidak terdapat hubungan asupan magnesium, kalsium dan vitamin D dengan PMS.
Durasi Perebusan terhadap Kadar Zink Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius) Arza, Putri Aulia; Oktavaindra, Surya
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1033

Abstract

Daun pepaya jepang (Chaya leaf) merupakan salah satu jenis sayuran lokal yang kaya zat gizi terutama zink, akan tetapi pengolahan yang tepat harus dipertimbangkan untuk mengurangi kehilangan kandungan zink. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh durasi perebusan terhadap kadar zink daun pepaya jepang. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen, daun pepaya jepang direbus pada suhu 100°C dengan waktu 5 menit, 10 menit, 15 menit. Selanjutnya daun pepaya diperiksa kadar zink menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) yang dilakukan di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Padang. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah daun pepaya jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan zink daun pepaya jepang segar yaitu 9,20 mg/kg. Perebusan selama 5 menit meningkatkan kandungan zink daun pepaya jepang menjadi 9,62 mg/kg, akan tetapi pada perebusan selama 10 menit dan 15 menit menurunkan kandungan zink daun papaya jepang menjadi 8,72 mg/kg dan 6,10 mg/kg dengan p value 0,002 masing-masing secara berurutan. Disarankan untuk merebus daun pepaya jepang tidak lebih dari 15 menit untuk mempertahankan kandungan zink dari daun pepaya jepang.
Aktivitas Antibakteri Fraksi N-Heksan, Etil Asetat, N-Butanol Daun Jambu Mete (Annacardium occidentale) terhadap Bakteri Penyebab Ulkus Diabetik (Staphylococcus aureus dan Escherichia coli) Wahyukurnia, Pilar Tesalonika; Yuhara, Novena Adi; Atmaja, Sarah Puspita
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1039

Abstract

Daun jambu mete (Anacardium occidentale L.) mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minimum dan perbedaan zona hambat 5%, 10%, 20% ekstrak, fraksi n-heksan, etil asetat dan n-butanol daun jambu mete pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Metode fraksinasi yang digunakan adalah metode partisi. Ekstrak dan fraksi daun jambu mete dilakukan pengujian konsentrasi hambat minimum (KHM) dengan metode dilusi padat. Hasil KHM dilanjutkan dengan pengujian konsentrasi bunuh minimum (KBM). Dilakukan penapisan senyawa fitokimia dan kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) antar konsentrasi ekstrak, fraksi etil asetat, n-butanol daun jambu mete terhadap diameter zona hambat pertumbuhan bakteri uji. Rata-rata terkuat diameter zona hambat bakteri S.aureus pada ekstrak 20% (14,5mm), fraksi etil asetat 20% (13,3mm), fraksi n-butanol 20% (12,23mm). Pada bakteri E.coli yaitu 20% ekstrak (10,6mm), fraksi etil asetat (15,3mm), fraksi n-butanol (9mm). Konsentrasi 5% ekstrak, fraksi etil asetat, n-butanol memiliki nilai KHM, namun tidak memiliki nilai KBM pada kedua bakteri uji. Fraksi n-heksan tidak memiliki zona hambat terhadap kedua bakteri uji. Kesimpulan dari penelitian ini fraksi N-Heksan tidak memiliki zona hambat terhadap pertumbuhan kedua bakteri, namun ekstrak, fraksi etil asetat dan n-butanol daun jambu mete mampu menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus dan E.coli dibandingkan kontrol negatif. Zona hambat yang dihasilkan tidak lebih kuat dibandingkan kontrol positif, kecuali pada fraksi etil asetat 20% memiliki diameter zona hambat sedikit lebih besar dan berbeda namun tidak signifikan (p>0,05) dibanding kontrol positif (15,33mm vs 15mm) terhadap bakteri E.coli.
Terapi Dzikir terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien Infark Miokard Akut Di Ruangan Cardiovasculer Care Unit Putra, Aldo Yuliano Mas; Melani, Melani; Suryati, Ida; Wartisa, Feny
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1058

Abstract

Pravelensi penyakit jantung coroner di Indonesia tahun 2013 sebesar 0,5% atau diperkirakan 883.447 orang, sedangkan bedasarkan diagnosis dokter dokter/ gejala sebesar 1,5% atau diperkirakan sekitar 2.650.340 orang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap penurunan nyeri pada pasien infark miokard akut di ruangan CVCU RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif Quasy Exsperimen One Grup Pretest Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini ada 10 responden, pengambilan sampel dengan teknik Accidental Sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan diolah menggunakan komputerisasi dengan menggunakan uji paired T test. Hasil uji statistik didapatkan p value 0,000, artinya ada perbedaan rata-rata skala nyeri setelah terapi dzikir pada pasien infark miokard akut di ruangan CVCU RSUD Dr. Adnaan Wd Payakumbuh. Diharapkan hasil penelitian dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk petugas instansi kesehatan dan dapat dipraktekan pada pasien Infark miokard akut terkait dengan masalah penelitian ini, sehingga dapat menambah dan meningkatkan pelayanan kesehatan khusunya pada pasien jantung dalam upaya penurunan nyeri, dan untuk pasien agar dapat melalukannya secara mandiri atau didamping keluarga.
Formulasi Sediaan Hair Tonic Kombinasi Fraksi Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dan Lendir Bekicot (Lissachatina fulica) sebagai Penumbuh Rambut Astuti, Sabrina Tri; Hardiyati, Iin; Fajar, In Rahmi Fatria
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1059

Abstract

Rambut memiliki peran yang signifikan dalam menentukan penampilan fisik seseorang. Kondisi rambut yang sehat dan indah dapat meningkatkan rasa percaya diri, sementara masalah seperti kerontokan rambut seringkali menjadi sumber kekhawatiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi fraksi n-Butanol dan Etil Asetat dari ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dengan fraksi lendir bekicot (Lissachatina fulica) dalam sediaan hair tonic terhadap pertumbuhan rambut. Metode penelitian melibatkan ekstraksi etanol 70% dari daun binahong yang kemudian difraksinasi menggunakan n-Butanol dan Etil Asetat(1;1), serta ekstraksi lendir bekicot menggunakan etanol 96%. Hair tonic diformulasikan dalam tiga perbandingan zat aktif untuk menciptakan Formulasi I (1:1), Formulasi II (1:2), dan Formulasi III (2:1) masing masing sebanyak 100 mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formulasi II menunjukkan pertumbuhan rambut terpanjang dengan efektivitas terbaik pada tikus putih (Rattus norvegicus) pada hari ke-14. Pengkombinasian fraksi n-Butanol dan Etil Asetat dari daun binahong dengan lendir bekicot dalam sediaan hair tonic memberikan hasil yang signifikan dalam mempercepat pertumbuhan rambut. Hal ini mengindikasikan potensi besar dari bahan alami tersebut sebagai alternatif perawatan rambut yang aman dan efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan produk-produk perawatan rambut yang berbasis pada bahan alami, serta mendorong penelitian lebih lanjut terkait penggunaan bahan-bahan alami dalam industri kecantikan.
Kombinasi Totok Wajah, Rebusan Jahe dan Vitamin B6 terhadap Mual Muntah Ibu Hamil Trimester I Noftalina, Elsa; Rosita, Desy; Mardiati, Rini
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1060

Abstract

Mual muntah merupakan salah satu ketidaknyamanan yang dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama yang terjadi hampir 50% ibu hamil. Berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi mual muntah pada masa kehamilan bisa dilakukan secara farmakologis, komplementer atau mengkombinasikan keduanya. Beberapa penggunaan terapi komplementer oleh bidan dalam mengatasi mual dan muntah ibu hamil diantaranya yaitu terapi pijat, obat herbal, tehnik relaksasi, suplemen nutrisi, aromaterapi, homeopati akupresur dan akupunktur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kombinasi totok wajah, rebusan jahe dan vitamin B6 terhadap mual muntah ibu hamil trimester I. Desain penelitian yang digunakan metode eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan NonEquivalent Pretest and Posttest with Control Group Design. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil yang mual dan muntah kategori ringan sampai berat namun tidak dirawat inap di Puskesmas. Jumlah sampel sebanyak 30 responden yang terdiri dari 10 responden totok wajah, 10 responden rebusan jahe, 10 responden yang hanya mengonsumsi vitamin B6. Sampel diambil dengan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data mual muntah yaitu menggunakan kuesioner Rhodes Indes Nause, Vomiting and Retching (RINVR). Analisis data yang digunakan yaitu Wilcoxon dan Kruskal Wallis. Terdapat perbedaan frekuensi mual muntah ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan ketiga intervensi. Terdapat perbedaan median yang signifikan antar ketiga intervensi, dimana kombinasi totok wajah dan vitamin B6 memiliki nilai beda median lebih tinggi dibandingkan dengan rebusan jahe dan vitamin B6. Ketiga intervensi dapat mengurangi frekuensi mual muntah ibu hamil trimester I dan memiliki perbedaan median yang signifikan dalam mengurangi frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I
Perbandingn Jumlah Eritrosit, Trombosit Mode Whole Blood dan Prediluted Menggunakan Hematology Analyzer Murtitono, Murtitono; Astuti, Tri Dyah; Solikah, Monika Putri
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1062

Abstract

Pemeriksaan laboratorium yang sering digunakan dalam menunjang diagnosis salah satunya pemerksaan eritrosit dan trombosit. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan dengan metode otomatis hematology analyzer. Alat ini memiliki 2 mode yaitu whole blood dan prediluted. Mode whole blood digunakan ketika sampel darah yang digunakan minimal 1 mL dan mode prediluted digunakan minimal sampel 20 µL (kesulitan dalam pengambilan sampel). Tujuan penelitian untuk membandingkan jumlah eritrosit, trombosit mode whole blood dan prediluted menggunakan hematology analyzer. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel penelitian ini yaitu pasien yang melakukan pemeriksaan darah lengkap di Puskesmas Pengasih II. Sampel dilakukan pemeriksaan menggunakan kedua mode, kemudian data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada parameter eritrosit didapatkan nilai rata rata mode whole blood dan prediluted yaitu 4,5577 dan 4,2397. Nilai sig uji paired t-test yaitu 0,00 (<0,05). Pada parameter trombosit didapatkan nilai rata rata mode whole blood dan prediluted yaitu 291700 dan 278133,33. Nilai sig uji paired t-test yaitu 0,01 (<0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah sel eritrosit, trombosit mode whole blood dan prediluted, namun tidak mempengaruhi interpretasi hasil pemeriksaan.
Formulasi Sediaan Krim Tabir Surya Fraksi N-Butanol Kulit Batang Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Sari, Tisa Mandala; Agustin, Diana; Fatma, Yuli
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i1.1063

Abstract

Paparan sinar UV dapat menimbulkan kerusakan pada kulit sehingga dibutuhkan tabir surya untuk dapat mencegahnya. Kulit batang rambutan diketahui mengandung senyawa flavonoid yang dapat meredam efek buruk dari paparan sinar UV. Tujuan dari penelitian ini membuat formulasi sediaan krim tabir surya fraksi n-butanol kulit batang rambutan (Nephelium lappaceum L.). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Fraksi n-butanol diperoleh dari hasil fraksinasi ekstrak etanol yang diekstraksi menggunakan metode maserasi. Fraksi dievaluasi sehingga diperoleh rendemen, kadar abu, dan kandungan senyawa metabolit sekunder. Formula krim tabir surya fraksi n-butanol kulit batang rambutan yaitu F0 (tanpa fraksi), F1 (1%), F2 (1,5%) dan F3 (2%). Hasil evaluasi ekstrak diperoleh rendemen sebesar 13,17%, kadar abu 0,49% dan positif mengandung flavonoid, fenolik dan saponin. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis dimana masing-masing formula berbentuk setengah padat memiliki bau khas sedangkan pada warna, F0 berwarna putih, F1 berwarna pink muda, F2 berwarna pink sedang dan F3 berwarna pink pekat. Pada uji homogen semua formula menunjukkan tekstur yang homogen. Uji pH pada F0 sebesar 6,81; F1 sebesar 6,76; F2 sebesar 6,77; F3 sebesar 6,81. Semua formula termasuk tipe krim M/A. Uji viskositas menujukkan F0 (4148= cP), F1 (4374 cP), F2 (4527 cP), F3 (4940 cP). Uji stabilitas pada setiap formula menunjukkan hasil yang stabil. Uji iritasi pada setiap formula menunjukkan tidak terjadi eritema dan edema. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, maka formula yang diperoleh memenuhi syarat dalam pembuatan sediaan krim.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 8 No 1 (2021): JUNI 2021 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 7 No 2 (2020): DESEMBER 2020 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 7 No 1 (2020): JUNI 2020 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 3 No 1 (2016): JUNI 2016 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 3 No 2 (2016): DESEMBER : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 6 No 2 (2019): DESEMBER 2019 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 6 No 1 (2019): JUNI 2019 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 5 No 2 (2018): DESEMBER 2018 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 5 No 1 (2018): JUNI 2018 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis'S Health Journal) Vol 4 No 2 (2017): DESEMBER 2017 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 4 No 1 (2017): JUNI 2017 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 2 No 2 (2015): DESEMBER 2015 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) More Issue