cover
Contact Name
Jurnal Kesehatan Perintis
Contact Email
ojs.perintis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fwartisa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN PERINTIS
ISSN : 23559853     EISSN : 26224135     DOI : 10.33653
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Helath Journal) is published and imprinted by LPPM STIKes Perintis Padang. We published 2 times a year every Juny and Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 249 Documents
Aktivitas Krim Ekstrak Etil Asetat Pelepah Pisang Ambon (Musa acuminta Colla) Sebagai Antibakteri Penyebab Jerawat (Propionibacterium acnes) Tatambihe, Naomi Azazya; Yuhara, Novena Adi; Rawar, Ellsya Angeline
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1112

Abstract

Propionibacterium acnes merupakan salah satu bakteri yang menyebabkan jerawat. Pelepah pisang merupakan bagian tanaman pisang yang sering tidak dimanfaatkan dan biasanya menjadi limbah. Ekstrak pelepah pisang ambon (Musa acuminata Colla) mengandung senyawa tanin yang memiliki potensi antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dan stabilitas krim antijerawat ekstrak pelepah pisang ambon serta mengetahui aktivitas antijerawat terhadap Propionibacterium acnes. Pelepah pisang ambon diekstraksi melalui metode maserasi dengan menggunakan pelarut etil asetat kemudian dibuat 4 sediaan krim yang diuji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan viskositas sebelum dan sesudah uji cycling test selama 3 siklus, serta dilakukan uji antibakteri dengan metode sumuran, data zona hambat dilakukan uji One-Way ANOVA dan uji Duncan untuk mengetahui apakah ada perbedaan signifikan dari setiap formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim dinilai memiliki stabilitas yang baik pada F1, F2, F3 dilihat dari uji organoleptis sediaan yang berbentuk lembut, berwarna putih kecoklatan, homogen, pH masuk dalam rentang (4,5-8,0), daya sebar (5-7 cm), daya lekat dan viskositas dibawah 40.000 cps. Hasil zona hambat yang didapatkan F1 sebesar 14,33 mm, F2 sebesar 15,20 mm, F3 sebesar 16,483 mm dan F4 sebesar 17,2 mm dengan nilai hasil uji One-Way ANOVA p-value <0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan. Hasil uji Duncan menyajikan secara berurutan zona hambat dari yang terendah hingga yang tertinggi. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, F1 memiliki mutu fisik yang baik dikarenakan memenuhi semua syarat mutu fisik.
Pemberian Ekstrak Asam Kandis terhadap Penurunan Glukosa Darah pada Tikus yang Diinduksi Aloksan sari, Rita permata; Diki Juliandi, Muhammad; Verdian Putra, Fuji; Endra Pratama, Yudha; Sintia Angraini, Dinda
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1113

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronis akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Penggunaan bahan alami sebagai alternatif pengobatan diabetes semakin menarik perhatian, salah satunya adalah ekstrak etil asetat buah asam kandis Garcinia parvifolia (Miq.) Miq), yang diketahui memiliki kandungan bioaktif dengan potensi antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian ekstrak Asam Kandis terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus yang diinduksi aloksan. Dalam penelitian ini, tikus jantan Wistar dibagi menjadi lima kelompok: kelompok kontrol negative (pemberian pakan standar, kontrol positif (diabetes yang diinduksi aloksan tanpa perlakuan), dan tiga kelompok perlakuan yang menerima dosis berbeda dari ekstrak Asam Kandis (40 mg, 80 mg dan 160mg). Kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer pada hari ke-0 (sebelum induksi aloksan), hari ke-7 setelah pemberian aloksan, dan pada hari ke-14, setelah pemberian ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Asam Kandis dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus yang diinduksi aloksan dibandingkan dengan kelompok kontrol positif. Efek penurunan glukosa darah terlihat lebih signifikan pada dosis rendah (40 mg) yang diberikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak Asam Kandis memiliki potensi sebagai agen antidiabetes yang efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah.
Deteksi Kesehatan Mental dengan Gangguan Menstruasi Remaja Gen Z Winengsih, Ecih; Lubis, Tika; Khofiati, Khofiati; Rahmah, Nazwa Nisrina
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1114

Abstract

Permasalahan yang terjadi saat ini adalah terkait dengan kesehatan mental remaja dan gangguan siklus menstruasi. Terdapat 90% remaja Gen Z mengalami permasalahan kesehatan mental (gangguan kecemasan, stres, depresi dll) yang berdampak pada gangguan siklus menstruasi (dismenore, menorrhagia, metorrargia dll). Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan kesehatan mental dengan gangguan siklus menstruasi Remaja Gen Z di SMAN 1 Rancaekek. Studi ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 69 remaja putri yang dipilih proporsionat random sampling. Identifikasi terhadap kesehatan mental remaja menggunakan instrument SRQ-29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapah hubungan antara kesehatan mental dengan gangguan menstruasi yang dialami remaja putri dengan nilai p=0,017. maka terdapat hubungan antara mental health remaja Gen Z dengan kejadian gangguan menstruasi Kesimpulan Kesehatan mental yang tidak stabil atau terganggu dapat mempengaruhi kesehatan fisik seperti gangguan menstruasi.
Pemberian Ekstrak Methanol Trichosanthes cucumerina terhadap Kadar SGOT dan SGPT pada Tikus Ulkus Diabetikum Sahwahita, Milanisti Naurah; Astuti, Tri Dyah; Ratih, Woro Umi
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/4k6yb202

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan komplikasi seperti ulkus diabetikum dan keruskan hati, yang ditandai dengan peningkatan SGOT dan SGPT. Terapi obat oral dapat menimbulkan efek samping, sehingga penggunaan tanaman herbal Trichosanthes cucumerina menjadi alternatif. Trichosanthes cucumerina mengandung senyawa antioksidan flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, carotenoid, alkaloid, dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak methanol Trichosanthes cucumerina terhadap kadar SGOT dan SGPT pada tikus ulkus diabetikum. Manfaat penelitian ini untuk membuktikan bahwa Trichosanthes cucumerina sebagai tanaman alternatif yang memiliki efek hepatoprotektif yang didapatkan dengan ekstraksi menggunakan pelarut methanol. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan desain pre and post nonequivalent control group dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan adalah 30 tikus putih (Rattus norvegicus) dibagi menjadi lima kelompok, yaitu tiga kelompok perlakuan diberi ekstrak dengan dosis 125, 250, dan 500 mg/kgBB, dengan dua kelompok kontrol. Kontrol positif (metformin 150mg/kgBB dan amoxcillin 4mg/kgBB) dan kontrol negatif. Masing-masing kelompok diberi perlakuan selama 14 hari. Pemeriksaan SGOT dan SGPT menggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis Thermo Scientific Genesys 150. Data berdistribusi normal dan dianalisis dengan uji One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan kadar SGOT dan SGPT setelah pemberian ekstrak methanol Trichosanthes cucumerina pada tikus ulkus diabetikum (p<0,05). Penurunan terjadi pada seluruh dosis ekstrak yang diberikan. Dosis 500mg/kgBB menjadi dosis paling optimal, karena kandungan senyawa antioksidan yang bersifat hepatoprotektor. Efek hepatprotektor diduga berasal dari senyawa seperti flavonoid, saponin, dan triterpenoid.
Pemberian Ekstrak Methanol Trichosanthes cucumerina terhadap Kadar Glukosa dan Prothrombine Time (PT) pada Tikus Ulkus Diabetikum Permana, Riski Aditya; Astuti, Tri Dyah; Shafriani, Nazula Rahma
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/16e50427

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menimbulkan komplikasi seperti ulkus diabetikum yang berujung gangguan koagulasi dan memengaruhi keseimbangan hemostasis, sehingga penderita berada dalam kondisi hiperkoagulasi. Gangguan penyembuhan luka pada kondisi ini berkaitan dengan kadar glukosa darah tinggi dan hiperkoagulasi yang ditandai dengan pemendekan PT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak metanol Trichosanthes cucumerina terhadap kadar glukosa darah dan PT pada tikus putih (Rattus novergicus) ulkus diabetikum, sedangkan manfaat penelitian ini untuk mengetahui antidibetes dan anti inflamasi pada ekstrak metanol Trichosanthes cucumerina. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain pre test and post test one group design dan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 30 tikus jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu tiga kelompok perlakuan (125, 250, dan 500 mg/KgBB) dan dua kelompok kontrol yaitu kontrol positif diberi metformin 150 mg/KgBB dan amoxicillin 4 mg/KgBB, sedangkan kontrol negatif tidak diberi perlakuan. Pemeriksaan  kadar  glukosa  menggunakan alat Point of care test dan PT menggunakan  alat Coagulatian Analyzer semi-otomatis MD Pacific TS6000. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak pare belut menurunkan kadar glukosa darah dan menormalkan PT secara signifikan (p<0,05). Dosis 500 mg/KgBB paling efektif menurunkan glukosa darah, sementara dosis 125 mg/KgBB efektif dalam menormalkan PT. Kesimpulan penelitian ini yakni ekstrak pare belut berpengaruh signifikan terhadap kadar glukosa dan PT pada tikus ulkus diabetikum.
Kontrasepsi Hormonal terhadap Jumlah Koloni Candida sp. pada Urine Ibu Rumah Tangga Cahyanti, Eva; Qurrohman, Muhammad Taufiq
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/59d9bz98

Abstract

Candida sp. merupakan sekelompok fungi yang dapat menyebabkan kandidiasis dengan infeksi jamur bersifat oportunistik. Salah satu faktor predisposisi yang mempengaruhi pertumbuhan Candida sp. adalah kontrasepsi hormonal yang dapat mengubah keseimbangan flora normal vagina. Hormon estrogen dalam kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan glikogen di sel epitel vagina yang mendukung pertumbuhan candida. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kandidiasis vulvovaginalis yang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan urine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kontrasepsi hormonal terhadap jumlah koloni Candida sp. pada urine ibu rumah tangga. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu 24 sampel urine pengguna kontrasepsi suntik 1 bulan dan 24 sampel urine pengguna kontrasepsi pil kombinasi dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan kultur urine pada media CHROMagar-Candida dihitung jumlah koloni Candida sp. dan dinyatakan candiduria ? 10-4 CFU/mL. Hasil penelitian menunjukkan adanya candiduria pada 5 urine pengguna kontrasepsi suntik 1 bulan dan 3 pil kombinasi, sedangkan 19 urine pengguna suntik 1 bulan dan 21 pil kombinasi tidak mengalami candiduria. Data uji fisher’s exsac diperoleh nilai p-value adalah  0,701 (p > 0,05) sehingga H0 tidak ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kontrasepsi hormonal dengan jumlah koloni Candida sp. pada urine ibu rumah tangga. Penelitian selanjutnya disarankan  untuk melibatkan variabel metabolik dan imunologis, serta kultur swab vagina untuk membedakan sumber kontaminasi atau infeksi saluran kemih. 
Peran Vitamin dan Mineral terhadap Status Gizi Bayi: Studi pada Anak Usia 6–11 Bulan di Kota Padang Rusdi, Faza Yasira; Helmizar, Helmizar
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/en3m3a94

Abstract

Malnutrisi pada anak masih menjadi permasalahan gizi di Sumatera Barat. Asupan vitamin dan mineral merupakan salah satu faktor penentu malnutrisi pada anak. Vitamin dan mineral berperan pada proses-proses metabolisme dan daya tubuh pada anak yang selanjutnya dapat mempengaruhi status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan vitamin dan mineral dengan status gizi anak usia 6 – 11 bulan di Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional pada 77 anak usia 6 – 11 bulan di Kota Padang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2023. Data karakteristik ibu dan karakteristik anak dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner. Data asupan vitamin dan mineral anak didapatkan dari wawancara food recall 2x24 jam. Status gizi anak didapatkan melalui pengukuran langsung berat badan dan tinggi badan anak. Analisis statistik yang digunakan adalah Korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p<0,05 dan CI 95%. Ada hubungan antara asupan vitamin A dengan BB/TB, asupan vitamin D dan zink dengan TB/U, dan asupan vitamin A dan zink dengan BB/u pada anak usia 6 – 11 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo, Andalas, Belimbing dan KPIK. Nilai korelasi yang didapatkan adalah positif dengan kekuatan lemah. Hal ini menandakan masih ada faktor lain yang mungkin ikut mempengaruhi status gizi anak. Tenaga gizi puskesmas diharapkan dapat memberikan edukasi gizi kepada ibu/pengasuh anak mengenai pemberian makan anak yang adekuat baik asupan zat gizi makro maupun zat gizi mikro.
Analisis Case Control: Paparan Asap Rokok Ibu Hamil terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Aziza, Neri; Nursal, Dien Gusta Anggrani; Triana, Vivi; Ramadani, Mery; Putri, Anggela Pradiva
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/eaqd7212

Abstract

Ibu hamil yang terpapar asap rokok sebagai perokok pasif berisiko mengalami komplikasi kehamilan, salah satunya adalah BBLR yang menjadi penyebab utama kematian bayi. Kondisi ini memerlukan perhatian karena berkaitan dengan peningkatan angka kesakitan dan kematian neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian BBLR di Kota Padang. Penelitian dilakukan pada Januari–Juli 2024 dengan desain case control, menggunakan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 102 responden, yaitu 51 bayi BBLR (kasus) dan 51 bayi BBLN (kontrol), di Puskesmas Lubuk Begalung dan Pegambiran Kota Padang. Data diperoleh melalui kuesioner dan rekam medis, lalu dianalisis menggunakan uji univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil menunjukkan bahwa paparan asap rokok berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR (OR=3,429), demikian pula dengan variabel confounding umur kehamilan (OR=4,839) dan status gizi ibu (OR=10,323). Analisis multivariat menunjukkan ibu hamil perokok pasif memiliki risiko 11,5 kali lebih tinggi melahirkan bayi BBLR setelah dikontrol dengan variabel usia ibu, paritas, pekerjaan, umur kehamilan, dan status gizi (OR=11,59). Penelitian ini menyimpulkan bahwa paparan asap rokok pada ibu hamil secara signifikan meningkatkan risiko BBLR, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi, pemantauan kehamilan, dan intervensi gizi.
Butterfly Hug: Terapi Sederhana untuk Meredakan Kecemasan Ibu Menjelang Persalinan Novianti, Rima; Faddila, Syifa Pramudita; Ningsih, Witri Wahyu
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/5yp0jq46

Abstract

Kecemasan yang tidak ditangani saat persalinan, dapat menyebabkan kontraksi tidak efektif dan memperlama proses persalinan. Hal ini meningkatkan risiko partus lama, nyeri lebih hebat, dan tindakan medis seperti operasi caesar. Kecemasan juga berdampak pada janin, seperti risiko gawat janin dan skor APGAR rendah. Untuk mengatasi kecemasan tersebut salah satunya menggunakan terapi butterfly hug. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi butterfly hug terhadap tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan di RSUD Karawang. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang akan melakukan persalinan di ruang bersalin RSUD Karawang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experiment pretest and posttest one group design. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling sebanyak 19 responden, Intervensi dilaksanakan satu kali pertemuan dengan durasi minimal 10 menit. Teknik butterfly hug terbukti dapat memberikan efek relaksasi instan melalui stimulasi bilateral yang mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, sehingga mampu menurunkan respons stres secara cepat. Metode yang peneliti gunakan untuk mengukur tingkat kecemasan dengan menggunakan kuesioner Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai t hitung sebesar 9,748 > t tabel (2,101) dan nilai sig sebesar 0,000 < ? = 0,05 sehingga disimpulkan bahwa Ada pengaruh yang signifikan terapi butterfly hug terhadap tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi proses persalinan. Saran bagi ibu hamil yang akan menghadapi persalinan dapat menggunakan tehnik butterfly hug untuk mengatasi kecemasan.
Media Video dalam Peningkatan Perilaku Pemberian Makanan Bayi Dan Anak Ahriyasna, Risya; Masri, Erina; Yanti, Rahmita
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/25j64w37

Abstract

Pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) sangat penting dalam masa 1000 hari pertama kehidupan. Keberhasilan pemberian makan bayi dan anak berkaitan dengan pengetahuan, sikap dan praktik ibu baduta sehingga perlu pemberian edukasi untuk meningkatkannya. Media edukasi sangat mempengaruhi efektifita dalam penerimaan informasi, dimana media audio visual biasanya lebih menarik jika dibandingkan dengan media audia ataupun visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai perbedaan pengaruh edukasi gizi dengan media video dan leaflet terhadap pengethauan, sikap dan praktik pemberian makanan bayi dan anak di desa Gunung Labu Kabupaten Kerinci. Penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan rancangan pretest-posttest two group design. Jumlah sampel sebanyak 60 orang, 30 orang intervensi dengan media video dan 30 intervensi media leaflet dengan kriteria. Penelitian dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis data untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji Wilcoxon dan untuk melihat perbedaan kedua media menggunkan uji Mann and Whitney. Hasil penelitian menunjukan intervensi mengunakan media video rerata pengetahuan sebelum 5,3 dan sesudah 8, rerata sikap sebelum 30,1 dan sesudah 40,1, rerata praktik sebelum 2,17 dan sesudah 4,43. Intervensi dengan media leaflet rerata pengetahuan sebelum 4,9 dan sesudah 5, rerata sikap sebelum 29 dan sesudah 40,37, rerata praktik sebelum 1,8 dan sesudah 4,07. Media video memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan dan sikap dibanding media leaflet (p=0,001) dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan media video dan leafket terhadap parktik ibu baduta (p=0,915). Kesimpulannya adalah media video memiliki pengaruh lebih baik dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu baduta dibanding dengan media leaflet.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 8 No 1 (2021): JUNI 2021 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 7 No 2 (2020): DESEMBER 2020 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 7 No 1 (2020): JUNI 2020 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 3 No 1 (2016): JUNI 2016 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 3 No 2 (2016): DESEMBER : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 6 No 2 (2019): DESEMBER 2019 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 6 No 1 (2019): JUNI 2019 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 5 No 2 (2018): DESEMBER 2018 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 5 No 1 (2018): JUNI 2018 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis'S Health Journal) Vol 4 No 2 (2017): DESEMBER 2017 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 4 No 1 (2017): JUNI 2017 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 2 No 2 (2015): DESEMBER 2015 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) More Issue