cover
Contact Name
Jurnal Kesehatan Perintis
Contact Email
ojs.perintis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fwartisa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL KESEHATAN PERINTIS
ISSN : 23559853     EISSN : 26224135     DOI : 10.33653
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Helath Journal) is published and imprinted by LPPM STIKes Perintis Padang. We published 2 times a year every Juny and Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Kombinasi Aromaterapi Jahe Dan Pijat Akupresure Titik ST36 Terhadap Penurunan Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Wilfa Muslimah Sihaloho; Septa Dwi Insani; Siti Nazwa Rambe
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/ygbv5v14

Abstract

Mual muntah merupakan keluhan fisiologis yang dialami oleh ibu hamil trimester I, dengan angka kejadian sekitar 12,5% dari seluruh kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi jahe dan pijat akupresure pada titik St36 terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I. Berbagai upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi mual muntah adalah pemberian aromaterapi jahe dan pijat akupresur pada titik ST36 (Zusanli). Penelitian ini menggunakan  metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu hamil trimester I yang mengalami mual muntah dengan menggunakan teknik total sampling. Tingkat mual muntah diukur menggunakan kuesioner Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE-24). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor mual muntah sebelum diberikan intervensi adalah 8,55 dan menurun menjadi 5,40 setelah diberikan intervensi dan didapatkan nilai median pre test 9 dan post test menjadi 5. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dan nilai Z = -3.559b, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian aromaterapi jahe dan pijat akupresur pada titik ST36 terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester I. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa kombinasi aromaterapi jahe dan pijat akupresur pada titik ST36 efektif dalam menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester I. Terapi ini dapat dijadikan sebagai alternatif terapi komplementer yang aman, mudah dilakukan, dan minim efek samping dalam penatalaksanaan mual muntah pada kehamilan.
Status Imunisasi Rutin dengan Kejadian Stunting di Indonesia Raihani Wirdati; Vivi Triana; Mery Ramadani
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/akrhv616

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi sebesar 19,8% pada tahun 2024. Imunisasi berperan dalam mencegah penyakit infeksi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status imunisasi rutin dengan kejadian stunting serta mengidentifikasi faktor perancu dan pemodifikasi efek pada anak usia 24–59 bulan di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain potong lintang menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Sebanyak 164.215 anak usia 24–59 bulan dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Variabel dependen adalah stunting, sedangkan variabel independen utama adalah status imunisasi rutin. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 18,6%. Setelah dikontrol berdasarkan pendidikan ibu, status ekonomi, berat badan lahir, dan kunjungan antenatal care (ANC), anak yang tidak memperoleh imunisasi sama sekali memiliki prevalensi stunting 1,43 kali lebih tinggi (PR = 1,43; 95% CI:1,35–1,51), sedangkan anak yang memperoleh imunisasi sebagian memiliki prevalensi stunting 1,25 kali lebih tinggi (PR = 1,25; 95% CI:1,21–1,29) dibandingkan anak yang memperoleh imunisasi lengkap. Hasil stratifikasi menunjukkan bahwa pendidikan ibu, tempat tinggal, dan berat badan lahir memodifikasi hubungan antara status imunisasi rutin dan kejadian stunting. Status imunisasi rutin berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di Indonesia sehingga peningkatan cakupan dan kelengkapan imunisasi rutin perlu menjadi prioritas dalam upaya pencegahan stunting.
Beban Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit: Studi Cross-Sectional Endra Amalia Amalia; Wisi Prana Dewi; Tanti Anggraini Boti
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/a1q1mw89

Abstract

Beban kerja perawat yang tinggi merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepuasan kerja dan berdampak pada kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan kepuasan kerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Otak Dr. Drs. Muhammad Hatta Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di Gedung Singgalang sebanyak 37 orang. Sampel ditentukan menggunakan teknik total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Pengukuran beban kerja menggunakan Individual Workload Perception Scale–Revised (IWPS-R), sedangkan kepuasan kerja diukur menggunakan Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Likelihood Ratio dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,4% responden mengalami beban kerja berat, sedangkan kepuasan kerja didominasi kategori rendah dan sedang (masing-masing 37,8%). Analisis data menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kepuasan kerja perawat (p < 0,001), di mana semakin tinggi beban kerja yang dirasakan, semakin rendah tingkat kepuasan kerja perawat. Disimpulkan bahwa beban kerja berhubungan signifikan dengan kepuasan kerja perawat. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit perlu mengoptimalkan distribusi beban kerja, rasio perawat-pasien, serta sistem pendukung pelayanan untuk meningkatkan kepuasan kerja perawat dan mutu pelayanan keperawatan.
Nefroprotektif Ekstrak Metanol Trichosanthes cucumerina pada Tikus Permodelan Ulkus Diabetikum Shofy Amri; Tri Astuti; Ismarwati Ismarwati
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/x34erx43

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan gangguan metabolisme yang dapat memicu komplikasi sistemik, termasuk nefropati diabetik yang memengaruhi 20-30% pasien yang berakibat pada penurunan fungsional ginjal. Kondisi ini diidentifikasi melalui abnormalitas filtrasi dan peningkatan kadar ureum dan kreatinin darah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekstrak pare belut (Trichosanthes cucumerina) terhadap kadar ureum dan kreatinin pada tikus putih (Rattus norvegicus) sebagai model ulkus diabetikum melalui perbandingan pretest dan posttest. Penelitian ini menerapkan metode eksperimen murni (true experimental) melalui pendekatan pretest and posttest randomized controlled group dengan menggunakan teknik purposive sampling. Tikus jantan putih sebanyak 30 ekor sebagai subjek penelitian yang terbagi ke dalam lima kategori. Tiga kelompok diberikan perlakuan dosis uji sebesar 125, 250, dan 500 mg/kgBB,  sedangkan dua kelompok lainnya berfungsi sebagai kontrol: kelompok positif menerima metformin 150 mg/kgBB serta amoxicillin 4 mg/kgBB, dan kelompok negatif tidak mendapatkan intervensi apapun. Kadar ureum dan kreatinin baik pretest dan posttest dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis Thermo Scientific Genesys 150. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pare belut (Trichosanthes cucumerina) secara signifikan menurunkan kadar ureum dan kreatinin ditunjukkan dengan analisis one way ANOVA dengan nilai p-value 0,000. Dosis 250 mg/kgBB efektif menurunkan ureum hingga 81,03%, sedangkan dosis 500 mg/kgBB secara optimal menurunkan kreatinin hingga 60%. Pemberian ekstrak pare belut (Trichosanthes cucumerina) secara signifikan menurunkan kadar ureum dan kreatinin pada tikus model ulkus diabetikum, sehingga berpotensi memperbaiki fungsi ginjal pada kondisi tersebut.
Jalur Determinan Anemia pada Ibu Hamil: Pengetahuan, Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe, dan Status Gizi Arnianti Arnianti; Yenni Yenni; Riska Sabriana; Dewi Hastuty; Adeliana Adeliana
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/q4whxw31

Abstract

Anemia maternal masih menjadi masalah utama di dunia, terutama di negara berkembang dan dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor perilaku dan gizi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jalur hubungan langsung dan tidak langsung antara pengetahuan, kepatuhan konsumsi tablet Fe, status gizi maternal, dan anemia maternal pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah Studi analitis cross-sectional (kriteria STROBE) pada 99 ibu hamil di Sulawesi Selatan menggunakan analisis jalur PLS-SEM. Pengetahuan ibu berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (?=0,248, t=2,057, dan ?=0,048) dan kadar hemoglobin (?=0,267, t=2,169, dan ?=0,030). Kepatuhan konsumsi Tablet Fe juga signifikan terhadap Hb (?=0,255, t=2,069, dan ?=0,039). Namun, status gizi (LILA) tidak memiliki hubungan signifikan dengan pengetahuan hemoglobin (?=0,007, t=0,062, dan ?=0,950), begitu pun dengan kadar hemoglobin (?=0,023, t=0,268, dan ?=0,789). Perilaku dan kognitif, serta kepatuhan konsumsi Tablet Fe, memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar hemoglobin dibandingkan dengan jalur status gizi.
Tingkat Stres dan Intensitas Penggunaan Smartphone terhadap Risiko Insomnia pada Mahasiswa Fadhila Zahara Silaen; Habib Maulana; Liza Romadhatul Azahra; Risna Amelia; Shafira Laela Zulfa; Teguh Irawan; Yulis Indriyani
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/bt4df731

Abstract

Tingginya tekanan akademik pada mahasiswa sering kali memicu respons maladaptif dalam bentuk penggunaan smartphone sebagai sarana pelarian diri, yang berpotensi menurunkan kualitas tidur. Fenomena ini kian mengkhawatirkan dengan prevalensi insomnia pada mahasiswa yang mencapai 63,3% serta intensitas penggunaan gadget tinggi yang meningkatkan risiko gangguan tidur hingga 4,5 kali lipat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengelolaan stress terhadap intensitas penggunaan smartphone dan risiko insomnia pada mahasiswa Universitas Pekalongan. Studi kuantitatif ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan Cross-Sectional yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2026. Penelitian ini melibatkan 100 responden mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pekalongan angkatan 2024  yang dipilih melalui metode proportional random sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang meliputi Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk tingkat stress, Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) untuk kecanduan gawai,  serta Insomnia Severity Index (ISI) untuk tingkat keparahan insomnia. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara tingkat stres dengan intensitas penggunaan smartphone (rs = 0,383; p < 0,001), serta hubungan signifikan antara intensitas penggunaan smartphone dengan risiko insomnia (rs = 0,251; p = 0,012). Namun, tidak ditemukan hubungan langsung yang signifikan antara tingkat stres dengan risiko insomnia (p = 0,054). Tingkat stres berkaitan dengan peningkatan intensitas penggunaan smartphone, sedangkan intensitas penggunaan smartphone berkaitan dengan risiko insomnia pada mahasiswa. Edukasi mengenai kebersihan digital dapat dipertimbangkan sebagai upaya pendukung untuk membantu menjaga kualitas tidur mahasiswa.
Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia Remaja Putri: Studi Cross-Sectional Rosa Mesalina; Lili Dariani; Sania Lailatu Rahmi
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/9a344b39

Abstract

Anemia defisiensi zat besi pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di tingkat global dan negara. Menurut World Health Organization (WHO), terdapat sekitar 30% remaja putri mengalami anemia dan 41,7% remaja putri anemia di Bukittinggi. Anemia berdampak serius terhadap kesehatan reproduksi remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian anemia pada remaja putri dan pola menstruasi mereka. Jenis penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Sampel adalah remaja putri SMA 1 dan SMA 3 di Bukittinggi berjumlah 316 responden yang diambil secara cluster random sampling. Variabel yang diukur adalah status anemia dan pola menstruasi menggunakan instrumen kuesioner dan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan alat Easy Touch. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 39,2% remaja putri mengalami anemia, 78,8% remaja putri dengan siklus haid normal, 54,3% lama haid tidak normal dan 88,8% banyaknya haid normal. Hasil uji chi square didapatkan ada hubungan yang signifikan antara siklus menstruasi (p=0,021, PR 1,462) dan banyaknya menstruasi dengan kejadian anemia remaja putri (p=0,045, PR 1,496). Nilai PR >1  menjelaskan bahwa remaja dengan siklus menstruasi dan banyak menstruasi yang tidak normal lebih berisiko mengalami anemia. Kesimpulannya pola menstruasi merupakan determinan anemia remaja putri.

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Perintis Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 8 No 1 (2021): JUNI 2021 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 7 No 2 (2020): DESEMBER 2020 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Perintis Vol 7 No 1 (2020): JUNI 2020 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 3 No 1 (2016): JUNI 2016 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 3 No 2 (2016): DESEMBER : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 6 No 2 (2019): DESEMBER 2019 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 6 No 1 (2019): JUNI 2019 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 5 No 2 (2018): DESEMBER 2018 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 5 No 1 (2018): JUNI 2018 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis'S Health Journal) Vol 4 No 2 (2017): DESEMBER 2017 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 4 No 1 (2017): JUNI 2017 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) Vol 2 No 2 (2015): DESEMBER 2015 : Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal) More Issue