cover
Contact Name
Aida Ratna Wijayanti
Contact Email
aidaratna.Bd@gmail.com
Phone
+6281233677836
Journal Mail Official
hsj@umpo.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Ponorogo Jl. Budi Utomo No 10 Ronowijayan Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Health Sciences Journal
ISSN : 25981188     EISSN : 25981196     DOI : 10.24269/hsj.v6i1.1150
Core Subject : Health,
Health Sciences Journal adalah jurnal mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dengan alamat website http://studentjournal.umpo.ac.id/ . Jurnal ini memuat bidang kesehatan yaitu keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada Bulan April dan Oktober. Jurnal ini mewadahi kreativitas mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam menuliskan artikel ilmiah hasil tugas akhir mereka.
Articles 186 Documents
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI FINGER HOLD TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA IBU POST OPRASI SECTIO CAESAREA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT (Studi Kasus Di Ruang Siti Walidah RSUM Ponorogo) Laily, Heny Mahirotul; Ernawati, Hery
Health Sciences Journal Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2385

Abstract

Nyeri merupakan suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang bersifat subjektif. Studi Kasus ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi relaksasi finger hold terhadap penurunan intensitas nyeri pada Ibu post oprasi sectio caesarea dengan masalah keperawatan nyeri akut. Asuhan Keperawatan  dilakukan  pada Ny.M post sectio caesarea dengan masalah keperawatan nyeri akut di RSU Muhammadiyah Ponorogo ruang Siti Walidah pada tanggal 24 Juli – 28 Juli 2023. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pengumpulan data dengan wawancara dan pemeriksaan fisik, dengan intervensi utama berupa pemberian  terapi finger hold. Pada hasil pengkajian keperawatan yang dilakukan ketika pasien post 6 jam  operasi Sectio Caesarea pasien mengalami nyeri akut. Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mengatasi masalah yaitu tehnik nonfarmakologis dengan terapi relaksasi finger hold, implementasi dilakukan selama 5 hari berturut – turut  dan yang melakukan terapi ialah suami dilakukan 3x dalam sehari dengan durasi 15 menit. Evaluasi akhir pada hari ke 5 terjadi penurunan sekala nyeri yang di rasakan pada hari pertama skala 5 dan nyeri turun menjadi skala 1. Asuhan keperawatan pada pasien post sectio caesarea dengan nyeri akut diharapkan dapat memberikan acuan dalam melakukan penanganan pasien post section ceasare yang mengalami nyeri akut, dengan melakukan terapi nonfarmakologis relaksasi finger hold yang mudah dilakukan oleh suami atau orang terdekat, yang dapat memberikan relaksasi dan ketenangan yang dapat memicu pengeluaran hormon endorphin sehingga nyeri yang muncul akan berkurang
PENGARUH PEMBERIAN PIJAT TUI NA TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN DAN PENAMBAHAN BERAT BADAN BALITA STUNTING Maulida, Husna; Sutrisna, Eka
Health Sciences Journal Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2654

Abstract

Latar Belakang: Pijat Tui Na merupakan salah satu metode alternatif dari cina dengan menggunakan sentuhan (pijat) pada titik meredian yang dapat mengatasi kesulitan makan pada balita Stunting dengan memperlancar peredaran darah pada limfa dan pencernaan serta meningkatkan daya absorpsi zat gizi, sehingga memberikan efek positif secara fisik untuk peningkatan berat badan balita stunting. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat Tui Na terhadap peningkatan nafsu makan dan penambahan berat badan pada balita stunting di wilayah Kerja Puskesmas Blang Cut. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan Quasy eksperimental dengan desain Pre and Post test with control group. Populasi yang digunakan adalah seluruh balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Blang Cut, dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive sampling yang terdiri dari kelompok ekperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan penyebaran kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji Paired T Test. Hasil Penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan rata-rata nafsu makan pada kelompok perlakuan sebelum dilakukan pijat Tui Na adalah 1,32 dan setelah dilakukan pijat Tui Na rata-rata 1,52. Sedangkan pada kelompok kontrol, rata-rata nafsu makan sebelum sebesar 1,56 dan sesudah sebesar 1,48, terdapat perbedaan nafsu makan sebesar 0,2 pada kelompok perlakuan dan 0,08 pada kelompok kontrol. Sedangkan rata-rata berat badan pada kelompok perlakuan sebelum dilakukan pijat adalah 10,47 kg dan setelah dilakukan pijat Tui Na rata-rata adalah 10,54 kg. Ada kenaikan berat badan pada kelompok perlakuan sebelum dan sesudah pijat Tui Na sebesar 0,07 kg dan pada kelompok kontrol sebesar 0,04 kg. Kesimpulan: Berdasarkan hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian pijat Tui Na terhadap peningkatan nafsu makan dan berat badan balita stunting
HUBUNGAN METODE BABY LED WEANING DENGAN KEJADIAN TERSEDAK (CHOKING) PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI PONKESDES AENG SAREH M, Rikhly Faradisy; Nikmah, Nurun; Hidamansyah, Murfi
Health Sciences Journal Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2621

Abstract

Metode Baby Led Weaning adalah metode pemberian MPASI dimana bayi yang memimpin penyapihan dan menekankan bayi untuk memilih makanan dan makan menggunakan tangannya sendiri secara mandiri. Kejadian tersedak bisa saja terjadi ketika metode ini diberikan. Tersedak merupakan penyebab utama ke 4 kematian. Tersedak adalah sumbatan pada jalan nafas karena tertelan benda asing seperti makanan atau mainan. Tujuan penelitian ini untuk mengalisis apakah ada hubungan antara Metode Baby Led Weaning dengan kejadian tersedak pada bayi usia 6-12 bulan di Ponkesdes Aeng Sareh Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Sampelnya sejumlah 10 orang dengan menggunakan cara Purposive sampling. Variabel bebasnya yaitu Metode Baby Led Weaning, variabel terikatnya yaitu kejadian tersedak (Choking). Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Dianalisis menggunakan analisis statistik uji Chi-Square dengan menggunakan Tingkat signifikasi α 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 responden (100%) memiliki kategori baik dalam melakukan Metode Baby Led Weaning. Responden tidak mengalami kejadian tersedak dimiliki 9 responden (90%),1 responden (10%) yang mengalami kejadian tersedak(Choking). Tidak ada hubungan antara Metode Baby Led Weaning dengan kejadian tersedak(Choking) pada bayi usia 6-12 bulan (ƿ = 0.644). Kesimpulannya bahwa tidak ada hubungan antara Metode Baby Led Weaning dengan kejadian tersedak (Choking) pada bayi usia 6-12 bulan dikarenakan terdapat beberapa faktor penyebab lainnya seperti cara makan yang baik dan sesuai dengan masa pertumbuhannya. Diharapkan ibu bisa mengajari bayi makan menggunakan tangannya sendiri sebagai stimulasi dini pada tahap perkembanganya.
STUDI KASUS REBUSAN JAHE DAN AKUPRESUR PERIKARDIUM 6 PADA IBU HAMIL TM 1 UNTUK PENURUNANAN MUAL MUNTAH DI PMB Y GARUT Fadillah, Willya Rizky; Ciptiasrini, Uci; -, Hidayani; Simanjuntak, Rudi
Health Sciences Journal Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2512

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Garut pada tahun 2021 jumlah kasus mual muntah pada kehamilan sekitar 14,2% dari 29.771 ibu hamil. Salah satu metode guna menanggulangi masalah mual muntah tersebut yaitu dengan diberikan air rebusan jahe selain itu cara lainnya dengan  pemberian pijat akupresur perikardium 6 sehingga efektif dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil. Tujuan: untuk memberikan asuhan kebidanan efektifitas rebusan jahe dan akupresur perikardium 6 terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester 1 Metodologi: Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus Hasil Penelitian: Ny. D sebelum diberikan rebusan jahe mengalami rasa mual muntah atau tidak nyaman pada perut kurang dari 1 jam dan mengalami muntah muntah 2 kali, setelah diberikan rebusan jahe tidak merasa mual atau tidak nyaman pada perut dan tidak mengalami muntah muntah. Ny. B sebelum diberikan akupresur perikardium 6 mengalami rasa mual muntah atau tidak nyaman pada perut kurang dari 1 jam dan mengalami muntah muntah 2 kali, setelah diberikan akupresur perikardium 6 tidak merasa mual atau tidak nyaman pada perut dan tidak mengalami muntah muntah. Kesimpulan: pemberian rebusan jahe lebih cepat dalam mengatasi mual muntah pada ibu hamil dibandingkan dengan pemberian akupresure perikardium 6 
LITERATURE REVIEW: TERAPI OKUPASI PADA PENDERITA SKIZOFRENIA Rachmawati, Putri Widya; Putri, Fara Kurnia; Izzawati, Julia Nur; Maulana, Nur Afni; Muslikah Tunisak, Zila; Azzahra, Alya Salsabella Nur
Health Sciences Journal Vol 8, No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i2.2673

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan mental yang ditandai oleh gejala seperti halusinasi dan delusi. Gejala-gejala ini dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita skizofrenia. Menurut data WHO (2022), skizofrenia mempengaruhi sekitar 24 juta orang, atau 1 dari 300 orang (0,32%) di seluruh dunia. Kondisi ini dialami oleh 1 dari 222 orang dewasa (0,45%). Gangguan ini sering muncul pada remaja akhir berusia 20 tahun dan lebih umum terjadi pada pria dibandingkan wanita. Salah satu pengobatan yang dilakukan untuk skizofrenia adalah terapi okupasi. Terapi okupasi adalah layanan kesehatan yang memanfaatkan berbagai aktivitas untuk meningkatkan kemandirian bagi individu dengan gangguan fisik atau mental. Tujuannya adalah memperbaiki kualitas hidup dan membantu individu berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari, yang dapat mengurangi gejala seperti halusinasi pada pasien skizofrenia. Penelitian ini dilakukan dengan metode literature review.
PENERAPAN LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) CYLINDRICAL GRIP TERHADAP KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS ATAS PADA PENDERITA STROKE NON HEMORAGIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK Purwanti, Lina Ema; Novianti, Andhika Alfa
Health Sciences Journal Vol 8, No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i2.2693

Abstract

Impaired physical mobility is a result of blocked blood vessels due to stroke. Functions lost due to motor disorders in stroke patients result in extremity dysfunction, there by reducing muscle strength. A form of management to restore muscle strength in non-hemorrhagic stroke patients is Range of Motion (ROM) Cyindrical Grip which is useful for improving the ability to move joints normally to increase muscle mass. Nursing care for Mrs. R with nursing problems with physical mobility disorders is carried out in the KH. Ahmad Dahlan Room RSU Muhammadiyah of Ponorogo for 6 days from 28 July to 02 August 2023. The method used is a case study with a nursing process approach. The results of the assessment showed that the client experienced weakness in the left limb and a history of hypertension. The nursing action taken to overcome the problem is by implementing the ROM Cylindrical Grip exercise. It can be concluded that the ROM Cylindrical Grip can increase the muscle strength of the upper extremities in non-hemorrhagic stroke sufferers. After doing 2 x 10 minutes of exercise for 5 days, the muscle strength of the upper extremities in non-hemorrhagic stroke sufferers increased from 0 to 1. The results of this study, if the ROM Cylindrical Grip was carried out periodically and continuously, resulted in gripping muscle strength in non-hemorrhagic stroke sufferers increase.Keyword: Impaired Physical Mobility, Muscle Strength, ROM Cylindrical Grip, Non Hemorrhagic Stroke
PENGARUH PIJAT NAFSU MAKAN TERHADAP BERAT BADAN PADA BALITA STUNTING Yuriati, Putri; Trisnawati, Yeti; Mulyandari, Ani
Health Sciences Journal Vol 8, No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i2.2765

Abstract

Stunting menjadi masalah gizi kronis pada balita karena anak akan lebih rentan terhadap penyakit dan ketika dewasa lebih berisiko untuk mengidap penyakit degeneratif. Penyebab stunting tidak hanya jumlah konsumsi tetapi juga pada pola pemberian makan balita secara keseluruhan yang kurang atau tidak mencukupi kebutuhan karena kurangnya nafsu makan. Pijat menjadi salah satu terapi komplementer yang banyak dipilih orang tua saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Pijat Nafsu Makan terhadap Berat Badan Balita Stunting di wilayah Kerja Puskesmas Mekar Baru Kelurahan Batu IX. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimen pre test dan post test. Sampel   dalam penelitian ini adalah balita stunting usia 1-5 tahun yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mekar Baru Kelurahan Batu IX. Pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 30 balita yang dibagi menjadi  dua kelompok yang mendapat pijat nafsu makan dan yang tidak. Analisis univariat digunakan untuk menguraikan data. Uji analisis bivariat menggunakan uji independent t test. Hasil penelitian bahwa terdapat beda rerata pada kelompok eksperimen yaitu 0,50 kg artinya ada perubahan berat badan setelah dilakukan pijat nafsu makan, dimana terdapat kenaikan berat badan sebesar 0.10 kg setelah diberikan pijat nafsu makan pada kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa adanya kenaikan berat badan yang lebih besar pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol. Hasil uji t independen mejelaskan bahwa pijat nasfu makan berpengaruh terhadap berat badan balita dengan sig= 0,00. Disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara pemberian pijat nafsu makan terhadap berat badan balita stunting.
HUBUNGAN KEPERCAYAAN DAN PERILAKU PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI Asmarani, Tuty -; Ilmiah, widia shofa
Health Sciences Journal Vol 8, No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i2.2926

Abstract

A newborn with complications is a newborn who has a disease or disorder that can result in disability or death, such as asphyxia, jaundice, hypothermia, neonatal tetanus/infection, birth trauma, BBLR, respiratory distress syndrome and congenital abnormalities, or who are included in the yellow list and red classification on Testing with Integrated Management of Young Infants (MTBM). This study uses a correlational research design with a cross sectional approach and the sample of this study is postpartum mothers who give birth to babies aged 1 – 15 days as many as 30 people using the purposive sampling method where samples are taken based on inclusion criteria. data collection using questionnaires and data in the analysis using frequency distribution with the Chi Square statistical test. In this study, it can be concluded that the result of P-Value .000 which means that there is a relationship of trust and behavior towards umbilical cord care in babies. . It is known that if trust is high, the behavior of umbilical cord care in babies will also be good
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE DI PMB EVA SAFITRI, CANDI SIDOARJO Syu'bah, Afinatus; Rosyidah, Rafhani
Health Sciences Journal Vol 8, No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i2.2768

Abstract

In East Java, especially in Sidoarjo District, the maternal mortality rate in 2022 was 68.90 per 100,000 live births. This figure increased when compared to the realization in 2021, which was 59.69 per 100,000 live births. The highest maternal mortality rate is in the Candi Health Center working area, this occurs because the risk screening carried out on pregnant women is not optimal, including the competence of health workers in handling maternal emergencies and back referrals. Data collection techniques based on subjective and objective data obtained through interviews and direct physical examination. Total midwifery care in pregnancy was 2x because the mother had entered the third trimester, delivery 1x visit, postpartum period 2x visits, LBW 2x visits and family planning 1x visit. At the first visit of pregnancy the mother complained of tightness that was not accompanied by pain, at the second visit the mother complained of lower abdominal pain. In labor care, the mother came with an opening of 4cm with intact amniotic fluid, the baby was born at 13.30 WIB, the delivery process went normally in accordance with the standards of Normal Labor Care (APN). In the postpartum period, the first visit was carried out 6 hours postpartum with maternal complaints of suture wound pain and breast milk still coming out a little, at the second visit the postpartum period was found that breast milk production had increased. The mother has chosen to use IUD contraception which according to the client is a practical long-term contraception because it does not need to be remembered every day. This Continuity Of Care midwifery care takes place physiologically and there is no gap between theory and case.
ANALISIS PROTEIN DALAM SOYGHURT EDAMAME SEBAGAI MAKANAN PENDAMPING ALTERNATIF PENDERITA STUNTING Rusdianto, Rusdianto; Amaliyah, Tsabitah; Nurrahma, Yoan Melly; Mardhiyyah, Lailatul; Ash-Shiddieqiey, Muh Nu’man; Saputri, Anastasya Eka
Health Sciences Journal Vol 8, No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i2.2608

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita sehingga tinggi badannya sangat pendek bagi seusianya Kurangnya asupan gizi, terutama protein, memiliki kaitan langsung dengan kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan protein dalam soyghurt edamame untuk dijadikan makanan pendamping alternatif bagi penderita stunting serta memenuhi standar SNI 2981:2009. Jenis penelitian ini termasuk penelitian empiris yang dilakukan berdasarkan analisis data hasil percobaan di laboratorium. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan variasi perlakuan pada sari edamame, susu skim, serta starter.  Sampel A diberi perlakuan 5 (% b/v) susu skim, 87 (% v/v) sari edamame, dan 3 (% b/v) starter. Sampel B diberi perlakuan 10 (% b/v) susu skim, 80 (% v/v) sari edamame, dan 5 (% b/v starter). Sampel C diberi perlakuan 15 (% b/v) susu skim, 73 (% v/v) sari edamame, dan 7 (% b/v starter). Uji protein dilakukan menggunakan metode Kjeldahl. Perbedaan kombinasi perlakuan menunjukkan pengaruh signifikan terhadap hasil uji protein. Hasil uji protein sampel A sebesar 3.5947%, sampel B sebesar 3.3947%, dan sampel C sebesar 6.8143%. Ketiga perlakuan memenuhi syarat mutu yoghurt menurut SNI 2981:2009, yang menetapkan protein minimal sebanyak 2,7%. Perlakuan terbaik yang potensial sebagai MP-ASI alternatif bagi penderita stunting adalah perlakuan C yang mengandung protein sebesar 6.8143%