cover
Contact Name
Aida Ratna Wijayanti
Contact Email
aidaratna.Bd@gmail.com
Phone
+6281233677836
Journal Mail Official
hsj@umpo.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Ponorogo Jl. Budi Utomo No 10 Ronowijayan Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Health Sciences Journal
ISSN : 25981188     EISSN : 25981196     DOI : 10.24269/hsj.v6i1.1150
Core Subject : Health,
Health Sciences Journal adalah jurnal mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dengan alamat website http://studentjournal.umpo.ac.id/ . Jurnal ini memuat bidang kesehatan yaitu keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada Bulan April dan Oktober. Jurnal ini mewadahi kreativitas mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam menuliskan artikel ilmiah hasil tugas akhir mereka.
Articles 186 Documents
EFEKTIFITAS PENERAPAN KOMPRES HANGAT DALAM PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN HIPERTENSI Muslimah, Vanesya Isnaya; Nurhidayat, Saiful; Sukamto, Filia Icha
Health Sciences Journal Vol. 9 No. 1 (2025): Health Science Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v9i1.3449

Abstract

Terdapat beberapa tanda gejala yang dialami penderita hipertensi, salah satunya adalah nyeri. Nyeri yang muncul biasanya dirasakan pada tengkuk dan kepala. Perubahan pada struktur aliran darah dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, yang mengakibatkan penurunan distribusi oksigen ke otak. Hal ini menyebabkan dinding pembuluh darah menekan serabut saraf pada otot leher, sehingga menimbulkan rasa nyeri di tengkuk dan kepala. Studi ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan masalah keperawatan nyeri akut di Ruang Aster RSUD Dr. Harjono Ponorogo.. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan pada pasien hipertensi yang mengalami nyeri akut, yang mencakup pengkajian, perumusan diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Asuhan keperawatan dilakukan selama 6 hari, mulai dari tanggal 21 hingga 26 Mei 2024. Implementasi yang dilakukan meliputi penerapan kompres hangat untuk mengurangi nyeri pada pasien hipertensi, yang diberikan selama 5 hari dengan frekuensi satu kali sehari. Dari proses keperawatan ini, data pengkajian menunjukkan bahwa skala nyeri awal klien adalah 5. Setelah dilakukan kompres hangat selama 5 hari, nyeri yang dirasakan klien berangsur-angsur berkurang. Hal ini ditunjukkan dari data subjektif seperti klien yang melaporkan bahwa nyeri telah berkurang, dengan skala nyeri menurun menjadi 1, nafsu makan membaik, dan pola tidur menjadi lebih baik. Asuhan keperawatan pada klien hipertensi dengan masalah keperawatan nyeri akut diharapkan dapat menjadi gambaran bagi penderita hipertensi khususnya dengan nyeri akut agar dapat menerapkan kompres hangat secara mandiri ketika nyeri tersebut timbul
EFEKTIVITAS PENERAPAN POSISI SEMI FOWLER DALAM MENGATASI POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS Muslimah, Vanesha Awaliya; Purwanti, Lina Ema
Health Sciences Journal Vol. 9 No. 1 (2025): Health Science Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v9i1.3450

Abstract

Penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) merupakan penyakit paru kronis yang berlangsung lama dan ditandai dengan penurunan aliran udara pada saluran napas. Penurunan oksigen di arteri dapat menyebabkan sesak napas. Berkurangnya oksigen pada pasien PPOK dapat menyebabkan masalah keperawatan berupa ketidakefektifan pola napas, akibat ekspirasi dan inspirasi paru-paru yang tidak adekuat. Studi kasus ini memiliki tujuan untuk melakukan asuhan keperawatan pada klien PPOK dengan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan pada klien PPOK dengan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif dengan melakukan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosis, intervensi, implementasi serta evaluasi keperawatan. Proses asuhan keperawatan dilakukan selama 7 hari dari tanggal 21 Mei hingga 27 Mei 2024. Intervensi yang diberikan berupa penerapan posisi semi fowler untuk mengurangi sesak pada klien PPOK. Penerapan posisi semi fowler berlangsung selama 6 hari dan dilakukan 1 hari satu kali. Dari adanya proses keperawatan tersebut diperoleh hasil bahwa setelah dilakukan pemberian posisi semi fowler selama 6 hari sesak yang dirasakan oleh klien PPOK berangsur menurun, hal tersebut dapat dilihat dari data subjektif seperti klien mengatakan sudah tidak sesak baik dalam kondisi duduk atau berbaring. Asuhan keperawatan pada klien PPOK dengan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif diharapkan dapat menjadi gambaran bagi penderita PPOK khususnya dengan pola nafas tidak efektif agar dapat menerapkan posisi semi fowler secara mandiri ketika sesak napas timbul
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANEMIA DENGAN KEBERHASILAN TERAPI PASIEN HEMODIALISA DI RS dr. SOEPRAOEN MALANG Maharani, Rizma Feby; Sekti, Beta Herilla; Fitri, Aldesra
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2353

Abstract

Penyakit ginjal kronik ialah penyakit tak menular yang dapat mengancam nyawa juga penyakit serius dengan pasien terbanyak di Indonesia pada prevalensi sebesar 0,38% dari seluruh penduduk Indonesia. Pasien penyakit ini dapat mengalami komplikasi seperti anemia dan hipertensi ketika sedang menjalani hemodialisa. Komplikasi anemia yang terjadi disebut dengan anemia renal yang harus diperhatikan dengan serius agar dapat mencapai keberhasilan terapi yang didukung oleh kepatuhan pasien dalam minum obat. Penelitian ini memiliki tujuan dalam mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat anemia dengan keberhasilan terapi padi pasien hemodialisa di RS dr. Soepraoen Malang. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif non eksperimental dengan metode pendekatan cross sectional. Responden yang diambil sebanyak 65 pasien yang didapatkan melalui teknik purposive sampling. Didapatkan hasil bahwa mayoritas pasien memiliki kepatuhan minum obat anemia yang tinggi (60%) dan keberhasilan terapi yang baik (52,3%). Hubungan dari tingkat kepatuhan minum obat anemia dan keberhasilan terapi ini dianalisis melalui uji statistik Spearman rank dan mendapatkan hasil ρ = < 0,001 dan r = 0,884. Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan searah yang sangat kuat antara tingkat kepatuhan minum obat anemia dengan keberhasilan terapi pada pasien hemodialisa di Rumah Sakit dr. Soepraoen Malang. Disarankan kepada pasien hemodialisa agar selalu menjaga kepatuhan minum obat untuk mempertahankan keberhasilan terapi yang optimal
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI FINGER HOLD TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA IBU POST OPRASI SECTIO CAESAREA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT (Studi Kasus Di Ruang Siti Walidah RSUM Ponorogo) Laily, Heny Mahirotul; Ernawati, Hery
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2385

Abstract

Nyeri merupakan suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang bersifat subjektif. Studi Kasus ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi relaksasi finger hold terhadap penurunan intensitas nyeri pada Ibu post oprasi sectio caesarea dengan masalah keperawatan nyeri akut. Asuhan Keperawatan  dilakukan  pada Ny.M post sectio caesarea dengan masalah keperawatan nyeri akut di RSU Muhammadiyah Ponorogo ruang Siti Walidah pada tanggal 24 Juli – 28 Juli 2023. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pengumpulan data dengan wawancara dan pemeriksaan fisik, dengan intervensi utama berupa pemberian  terapi finger hold. Pada hasil pengkajian keperawatan yang dilakukan ketika pasien post 6 jam  operasi Sectio Caesarea pasien mengalami nyeri akut. Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mengatasi masalah yaitu tehnik nonfarmakologis dengan terapi relaksasi finger hold, implementasi dilakukan selama 5 hari berturut – turut  dan yang melakukan terapi ialah suami dilakukan 3x dalam sehari dengan durasi 15 menit. Evaluasi akhir pada hari ke 5 terjadi penurunan sekala nyeri yang di rasakan pada hari pertama skala 5 dan nyeri turun menjadi skala 1. Asuhan keperawatan pada pasien post sectio caesarea dengan nyeri akut diharapkan dapat memberikan acuan dalam melakukan penanganan pasien post section ceasare yang mengalami nyeri akut, dengan melakukan terapi nonfarmakologis relaksasi finger hold yang mudah dilakukan oleh suami atau orang terdekat, yang dapat memberikan relaksasi dan ketenangan yang dapat memicu pengeluaran hormon endorphin sehingga nyeri yang muncul akan berkurang
ASUHAN KEPERAWATAN LANSIA PADA PASIEN RHEUMATOID ARTHRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI KRONIS MENGGUNAKAN TERAPI KOMPRES HANGAT JAHE MERAH Eko, Saugi Apang; Wijaya, Arif; Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Roni, Faishol; Wahdi, Achmad
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2508

Abstract

Rheumatoid Arthritis merupakan pienyakit autoimun yang dapat tierjadi kariena tubuh disierang olieh systiem kiekiebalan tubuhnya siendiri yang  miengakibatkan pieradangan dalam waktu lama pada siendi dan mienyiebabkan nyieri. Rhieumatoid Arthritis adalah suatu pienyakit yang dapat mienyierang bierbagai usia dan jienis kielamin. Untuk mielaksanakan dan  miembahas asuhan kiepierawatan kliien yang miengalami Rhieumatoid arthritis diengan Nyieri Kronis. Diesain pienielitian ini studi kasus diengan piendiekatan prosies kiepierawatan pada 2 partisipan. Asuhan kiepierawatan dilaksanakan sielama 7 hari bierturut-turut diengan intierviensi kompries hangat jahie mierah sietiap pasiien. Nyieri awal pasiien piertama yaitu skala 6, sietalah dibieri tindakan kompries jahie mierah skala nyieri bierkurang mienjadi 2 dan nyieri awal pasiien kiedua yaitu 5, sietielah dibieri tindakan kompries jahie mierah skala nyieri bierkurang mienjadi 1. Kompries hangat jahie mierah iefiektif untuk miengatasi nyieri kronis siehingga dapat dijadikan siebagai altiernatif tierapi non farmakologis pada lansia diengan Rhieumatoid Arthritis
STUDI KASUS REBUSAN JAHE DAN AKUPRESUR PERIKARDIUM 6 PADA IBU HAMIL TM 1 UNTUK PENURUNANAN MUAL MUNTAH DI PMB Y GARUT Fadillah, Willya Rizky; Ciptiasrini, Uci; -, Hidayani; Simanjuntak, Rudi
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2512

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Garut pada tahun 2021 jumlah kasus mual muntah pada kehamilan sekitar 14,2% dari 29.771 ibu hamil. Salah satu metode guna menanggulangi masalah mual muntah tersebut yaitu dengan diberikan air rebusan jahe selain itu cara lainnya dengan  pemberian pijat akupresur perikardium 6 sehingga efektif dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil. Tujuan: untuk memberikan asuhan kebidanan efektifitas rebusan jahe dan akupresur perikardium 6 terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil trimester 1 Metodologi: Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus Hasil Penelitian: Ny. D sebelum diberikan rebusan jahe mengalami rasa mual muntah atau tidak nyaman pada perut kurang dari 1 jam dan mengalami muntah muntah 2 kali, setelah diberikan rebusan jahe tidak merasa mual atau tidak nyaman pada perut dan tidak mengalami muntah muntah. Ny. B sebelum diberikan akupresur perikardium 6 mengalami rasa mual muntah atau tidak nyaman pada perut kurang dari 1 jam dan mengalami muntah muntah 2 kali, setelah diberikan akupresur perikardium 6 tidak merasa mual atau tidak nyaman pada perut dan tidak mengalami muntah muntah. Kesimpulan: pemberian rebusan jahe lebih cepat dalam mengatasi mual muntah pada ibu hamil dibandingkan dengan pemberian akupresure perikardium 6 
SASARAN KESELAMATAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP: STUDI KASUS PELAKSANAAN PATIENT SAFETY Fitri, Lailatul; Kamil, Hajjul; Yuswardi, Yuswardi; Yusuf, Muhammad; Mahdarsari, Mayanti
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2532

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan keselamatan pasien merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang serius. Menurut Komite Nasional Keselamatan Pasien yang terdapat di dalam Sistem Pelaporan dan Pembelajaran Keselamatan Pasien Nasional (SP2PKN), di Indonesia terus terjadi peningkatan dalam pelaporan insiden sebanyak 11% pada tahun 2015-2019. Perilaku perawat dan kemampuan perawat dalam melaksanakan sasaran keselamatan pasien sangat berperan dalam meningkatkan keselamatan pasien. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sasaran keselamatan pasien di ruang rawat inap bagian saraf. Pengambilan sampel melalui metode Accidental sampling dengan jumlah 22 perawat. Alat pengumpulan data berupa lembar observasi diadopsi dari Sundoro, Rosa dan Risdiana tahun 2016. Analisa Data menggunakan statistik deskriptif untuk menentukan frekuensi dan persentase. Hasil studi kasus menunjukkan penatalaksanaan sasaran keselamatan pasien secara keseluruhan dengan menerapkan 6 sasaran keselamatan pasien masih belum optimal (95,5%), Namun, secara detail pelaksanaan sasaran keselamatan pasien pada setiap variabel didapatkan hasil yang sudah optimal yaitu sasaran mengidentifikasi pasien dengan benar (90,9%), sasaran memastikan lokasi pembedahan yang benar, prosedur yang benar, pembedahan pada pasien yang benar (86,4%), sasaran mengurangi resiko infeksi akibat perawatan kesehatan (59,1%), sedangkan yang belum optimal yaitu sasaran meningkatkan komunikasi efektif (86,4%), sasaran meningkatkan keamanan obat-obatan yang harus diwaspadai (72,7%), dan sasaran mengurangi resiko cedera pasien akibat jatuh (77,3%). Diharapkan pihak rumah sakit dapat memberikan perhatian dan supervisi berkelanjutan secara periodik dalam upaya meningkatkan pelaksanaan sasaran keselamatan pasien oleh perawat di ruang rawat inap.
PREVALENSI PREEKLAMPSIA DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU BERSALIN Rohaeni, Erni; Simanjuntak, Herlina Herlina
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2590

Abstract

Preeklampsia merupakan gangguan kehamilan yang dapat berlangsung hingga masa nifas ditandai dengan hipertensi, edema, dan proteinuria. Kejadian preeklampsia menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia. Angka kejadian preeklampsia di Indonesia tahun 2020 adalah sebesar 9,4%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang ada di RS Sentra Medika Tahun 2022 sebanyak 594 responden dengan cara total sampling dilaksanakan di RS Sentra Medika Cikarang bulan September – November 2023. Analisis menggunakan univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2022 yaitu usia ibu (p=0,000), paritas (p=0,000), IMT (p=0,000), kehamilan gemeli (p=0.000), riwayat preeklampsia (p=0.000), pendidikan (p=0.000), umur kehamilan (p=0.000). Dari semua variabel yang diteliti semua terdapat hubungan dengan kejadian preeklampsia di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2022. Saran dengan adanya penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam menurunkan resiko preeklampsia pada ibu bersalin khususnya di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2022
ANALISIS PROTEIN DALAM SOYGHURT EDAMAME SEBAGAI MAKANAN PENDAMPING ALTERNATIF PENDERITA STUNTING Rusdianto, Rusdianto; Amaliyah, Tsabitah; Nurrahma, Yoan Melly; Mardhiyyah, Lailatul; Ash-Shiddieqiey, Muh Nu’man; Saputri, Anastasya Eka
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i2.2608

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita sehingga tinggi badannya sangat pendek bagi seusianya Kurangnya asupan gizi, terutama protein, memiliki kaitan langsung dengan kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan protein dalam soyghurt edamame untuk dijadikan makanan pendamping alternatif bagi penderita stunting serta memenuhi standar SNI 2981:2009. Jenis penelitian ini termasuk penelitian empiris yang dilakukan berdasarkan analisis data hasil percobaan di laboratorium. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan variasi perlakuan pada sari edamame, susu skim, serta starter.  Sampel A diberi perlakuan 5 (% b/v) susu skim, 87 (% v/v) sari edamame, dan 3 (% b/v) starter. Sampel B diberi perlakuan 10 (% b/v) susu skim, 80 (% v/v) sari edamame, dan 5 (% b/v starter). Sampel C diberi perlakuan 15 (% b/v) susu skim, 73 (% v/v) sari edamame, dan 7 (% b/v starter). Uji protein dilakukan menggunakan metode Kjeldahl. Perbedaan kombinasi perlakuan menunjukkan pengaruh signifikan terhadap hasil uji protein. Hasil uji protein sampel A sebesar 3.5947%, sampel B sebesar 3.3947%, dan sampel C sebesar 6.8143%. Ketiga perlakuan memenuhi syarat mutu yoghurt menurut SNI 2981:2009, yang menetapkan protein minimal sebanyak 2,7%. Perlakuan terbaik yang potensial sebagai MP-ASI alternatif bagi penderita stunting adalah perlakuan C yang mengandung protein sebesar 6.8143%
HUBUNGAN METODE BABY LED WEANING DENGAN KEJADIAN TERSEDAK (CHOKING) PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI PONKESDES AENG SAREH M, Rikhly Faradisy; Nikmah, Nurun; Hidamansyah, Murfi
Health Sciences Journal Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v8i1.2621

Abstract

Metode Baby Led Weaning adalah metode pemberian MPASI dimana bayi yang memimpin penyapihan dan menekankan bayi untuk memilih makanan dan makan menggunakan tangannya sendiri secara mandiri. Kejadian tersedak bisa saja terjadi ketika metode ini diberikan. Tersedak merupakan penyebab utama ke 4 kematian. Tersedak adalah sumbatan pada jalan nafas karena tertelan benda asing seperti makanan atau mainan. Tujuan penelitian ini untuk mengalisis apakah ada hubungan antara Metode Baby Led Weaning dengan kejadian tersedak pada bayi usia 6-12 bulan di Ponkesdes Aeng Sareh Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan. Sampelnya sejumlah 10 orang dengan menggunakan cara Purposive sampling. Variabel bebasnya yaitu Metode Baby Led Weaning, variabel terikatnya yaitu kejadian tersedak (Choking). Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Dianalisis menggunakan analisis statistik uji Chi-Square dengan menggunakan Tingkat signifikasi α < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 responden (100%) memiliki kategori baik dalam melakukan Metode Baby Led Weaning. Responden tidak mengalami kejadian tersedak dimiliki 9 responden (90%),1 responden (10%) yang mengalami kejadian tersedak(Choking). Tidak ada hubungan antara Metode Baby Led Weaning dengan kejadian tersedak(Choking) pada bayi usia 6-12 bulan (ƿ = 0.644). Kesimpulannya bahwa tidak ada hubungan antara Metode Baby Led Weaning dengan kejadian tersedak (Choking) pada bayi usia 6-12 bulan dikarenakan terdapat beberapa faktor penyebab lainnya seperti cara makan yang baik dan sesuai dengan masa pertumbuhannya. Diharapkan ibu bisa mengajari bayi makan menggunakan tangannya sendiri sebagai stimulasi dini pada tahap perkembanganya.