cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2020): December" : 10 Documents clear
Pengaruh Penggunaan Kulit Lidah Buaya sebagai Disinfektan Alami terhadap Daya Hambat Bakteri di Ruang Penampungan Susu Eulis Tanti Marlina; Ellin Harlia; Yuli Astuti Hidayati; Deden zamzam Badruzzaman; Wowon Juanda
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i2.31798

Abstract

Kulit daun lidah buaya merupakan limbah yang berasal dari industry minuman  kesehatan berupa jelly yang berbahan baku gel lidah buaya.  Kandungan senyawa aktif berupa antibakteri pada kulit daun lidah buaya dapat dimanfaatkan sebagai disinfektan alami untuk menyucihamakan ruangan penampungan susu.  Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan konsentrasi infusa kulit lidah buaya, yaitu P1 = concentration 50%, P2% = 75%, dan P3 = 100%, setiap perlakuan  masing-masing diulang sebanyak 6 kali.  Metode pembuatan larutan disinfektan alami asal kulit daun lidah buaya melalui teknik infundasi.  Ruangan penanpungan susu yang diuji meliputi dinding, lantai dan meja, sedangkan uji kekuatan hambat infusa kulit daun lidah buaya terhadap bakteri total asal ruang penampungan susu menggunakan metode difusi sumur agar.  Data penelitian dianalisis menggunakan Anova dan Uji Tukey.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona hambat tertinggi pada konsentrasi infusa kulit lidah buaya 100 % dan 75% masing-masing 6,15 mm dan  7,65 mm pada lantai, sedangkan konsentrasi 25% menghasilkan zona hambat paling rendah yakni 2,75 mm.  Penurunan jumlah total bakteri di ruang penyimpanan susu tertinggi pada konsentrasi 100% baik pada dinding, lantai dan meja  di ruang penampungan susu.  
Body Condition Score (BCS), Tingkat Laktasi dan Hubungannya dengan Produksi Susu Sapi Perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) Imelda Siska; Yoshi Lia Anggrayni1
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i2.30922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan BCS dan Tingkat Laktasi pada sapi perah terhadap produksi susu. Pelaksanaan penelitian ini pada tanggal  9 April sampai 8 Mei 2019. Penelitian ini menggunakan sapi perah sedang laktasi dengan jumlah 60 ekor sapi perah Peranakan Frisien Holstein (PFH). Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan untuk melihat hubungan menggunakan analisis regresi dan korelasi. Parameter yang diamati adalah BCS, produksi susu, hubungan antara BCS dengan Produksi Susu dan hubungan tingkat laktasi dengan produksi susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata BCS sapi perah di Koperasi Mersi adalah 2,64 ± 0,28 dan rata-rata produksi susu 12,62 ± 6,76 liter/ekor/hari. Hubungan BCS dengan Produksi susu menghasilkan Persamaan Y = 18.23 – 1.81 X dan nilai korelasi 0.42 dengan nilai keeratan sedang. Hubungan tingkat laktasi dan produksi susu menghasilkan persamaan Y = 1,70- 0,06X dan nilai korelasi 0,28 dengan kategori rendah. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara BCS dan tingkat laktasi terhadap  produksi susu.
Pengaruh level tapioka dan lama fermentasi terhadap kadar tanin dan mineral pada silase kulit pisang kepok Theresia Nur Indah Koni; Tri Anggarini Yuniwaty Foenay
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i2.29894

Abstract

The aim of this research was to determine the effect of tapioca level and fermentation length on the content of calcium, phosphor, and tannin in silage from kepok banana peels. This research used ses factorial completely randomized design (4x3) consist of two factors, namely level of tapioca starch (5, 10, 15%) and fermentation length (7,14, 21 and 28 days) with three replication for each factors. The results of the research showed that tapioca level had significant effect (P<0,05) on the content of moisture, calcium, phosphor and tannin. Fermentation length had significant effect (P<0,05) on moisture and tannin  content, but had no effect on calcium and phosphor content. Interaction between treatments had significant effect (P<0,05) on moisture and tannin content. The best treatment combination in reducing tannin content was 10% tapioca inclusion and 21 days of fermentation length
Pengaruh Fermentasi Campuran Bungkil Inti Sawit dan Onggok (FBISO) Sebagai Pengganti Jagung dalam Pakan Terhadap Karakteristik Vili Usus Ayam Pedaging Alfita Yan Kusuma
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i2.30899

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perlakuan terbaik dari penggunaan fermentasi campuran bungkil inti sawit dan onggok (FBISO) sebagai pengganti jagung dalam pakan terhadap karakteristik vili usus halus ayam pedaging. Materi penelitian menggunakan ayam pedaging, jagung, bungkil inti sawit (BIS), onggok, bekatul, konsentrat ayam pedaging, Aspergillus oryzae, Saccharomyces cerevisiae, dan Cellulomonas sp. Metode yang digunakan yaitu percobaan lapang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan: P0= pakan kontrol tanpa substitusi menggunakan FBISO (0% dalam pakan), P1            = pakan dengan substitusi jagung menggunakan FBISO sebesar 16,67% (10% dalam pakan), P2= pakan substitusi menggunakan FBISO 33,33% (20% dalam pakan), P3= pakan substitusi menggunakan FBISO 50% (30% dalam pakan), P4= pakan substitusi menggunakan FBISO 66,67% (40% dalam pakan), P5= pakan substitusi menggunakan FBISO 83,33% (50% dalam pakan), P6= pakan substitusi menggunakan FBISO 100% (60% dalam pakan). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan terbaik untuk lebar vili terdapat pada P1 (207,06±3,22 µm) yaitu penggunaan FBISO sebanyak 10% dalam pakan, namun tinggi vili (638,73±17,13 µm), kedalaman kripta (187,83±7,86 µm) dan luas permukaan vili (1142,02±34,74 µm2/vili) illeum terdapat pada P2 yaitu penggunaan FBISO sebanyak 20% dalam pakan ayam pedaging.Kata Kunci: Ayam pedaging, bungkil inti sawit, karakteristik vili usus, onggok
Karakteristik Produksi Ayam Tukong: Plasma Nutfah Ayam Lokal di Kalimantan Barat Yuli Arif Tribudi; Ahmad Tohardi; Ardi Libra Ryadi
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i2.30461

Abstract

Ayam Tukong merupakan salah satu jenis ayam lokal yang berasal Kalimantan Barat dan merupakan sumber daya genetik unggas lokal Indonesia yang sangat potensial dikembangkan. Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik produksi ayam Tukong sebagai upaya dasar dalam pengelolaan plasma nutfah ayam lokal di wilayah Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Juli 2020 di Laboratorium Peternakan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Materi yang digunakan adalah adalah 7 ekor ayam Tukong yang terdiri atas 2 ekor jantan dan 5 ekor betina. Parameter yang diamati ciri khas ayam Tukong secara kualitatif dan kuantitatif (bobot badan dan bentuk tubuh), umur pertama kali bertelur, produksi telur, berat telur, warna telur, fertilitas, daya tetas dan bobot tetas. Ayam Tukong dari ukuran tubuh, warna bulu dan bentuk telur tidak berbeda jauh dengan ayam lokal lainnya. Perbedaan spesifik yang dimiliki ayam Tukong daripada ayam lokal lainnya yaitu tidak terdapat tungging/pangkal ekor atau ”brutu” yang biasanya terdapat di bagian ujung tulang belakang sehingga menyebabkan ayam Tukong tidak mempunyai bulu ekor. Bobot badan pada ayamTukong jantan sebesar 1,65±0,82kg sedangkan pada ayam betina sebesar 1,42±0,55 kg. Jumlah produksi telur ayam Tukong  mencapai 9,45±1,22 butir/ekor dengan berat telur 40,37±5,05 g. Fertilitas telur ayam Tukong adalah 73,51% dengan daya tetas sebanyak 81,42% dan bobot tetas sebesar 26,89±2,73 g.
Penampilan Reproduksi Sapi Betina F1 Persilangan Bali dan Pesisir di Kabupaten Padang Pariaman amirul ichsan ichsan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i2.27099

Abstract

Satu kajian telah dilakukan untuk mencermati penampilan sifat kualitatif dan reproduksi sapi betina F1 persilangan sapi lokal di Padang Pariaman Sumatera Barat. Hasil persilangan jenis sapi Bali dan sapi Pesisir ini dicermati untuk mengidentifikasi sifat  reproduksi ternak sapi silangan. Metode penelitian menggunakan survey. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara kepada peternak sapi persilangan (Bali × Pesisir), dengan bantuan kuesioner. Pengambilan responden dilakukan dengan cara sensus yaitu peternak yang memelihara sapi betina silangan Bali × Pesisir. Sedangkan pemilihan sampel ternak dilakukan dengan metode porposive sampling. Peubah pada kajian ini yaitu sifat reproduksi meliputi Calving Interval, Service per Conseption, dan Service Period. Hasil menunjukan bahwa sifat reproduksi dari sapi betina F1 persilangan Bali × Pesisir seperti Calving interval dan Service periode masih kurang baik. Service per Conception pada sapi Bali × Pesisir di Nagari Ketaping adalah 1,49 ± 0,14 dan 1,52 ± 0,22 untuk Nagari Tapakis. Dengan demikian nilai Service per Conception pada sapi betina persilangan Bali × Pesisir di Nagari Ketaping dan Nagari Tapakis ideal.
Estimasi Emisi Gas Rumah Kaca dan Aplikasi Pemanfaatan Konsorsium Bakteri dari Limbah Peternakan dengan Media Batubara dalam Menghasilkan Biogas Yuli Astuti Hidayati; Eulis Tanti Marlina; K. N. Rahmah; Ellin Harlia
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i2.30595

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengestimasi emisi gas rumah kaca dari populasi ternak ruminansia dan memanfaatkan GRK sebagai energi alternatif, yang terbentuk dari aktivitas konsorsium bakteri dalam limbah ruminansia sebagai starter dengan media batubara. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap: Tahap 1 adalah estimasi emisi gas rumah kaca yang didasarkan pada survei populasi ternak di Kabupaten Sumedang (Jatinangor, Tanjungsari dan Sukasari) menurut metode IPCC 2006. Tahap 2 adalah percobaan skala laboratorium untuk membuktikan pembentukan gas rumah kaca dari sampel limbah ruminansia. Tahap 3 adalah pemanfaatan gas rumah kaca sebagai sumber energi dengan media batubara dan starter konsorsium bakteri dari feses ternak. Sampel untuk penelitian skala laboratorium diperoleh dengan mengaktifasi konsorsium bakteri dari feses ternak yang ditanam di media batubara. Penelitian ini dilakukan sebagai penelitian eksploratif dengan memanfaatkan feses sapi perah, feses sapi potong, feses kerbau yang ditambahkan secara terpisah ke dalam medium 98-5 yang terbuat dari campuran komponen kimia dan diencerkan dengan aquadest dan cairan rumen. Setiap sampel disimpan ke dalam digester anaerobik 250 ml, diinkubasi selama 15 hari, dianalisis dengan Gas Chromatography (GC-A14). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternakan ruminansia menghasilkan gas rumah kaca khususnya CH4 yang berpotensi dapat dikurangi dengan memanfaatkannya sebagai biogas dengan media batubara.
Kualitas Fisik Telur Itik Dengan Sistem Pemeliharaan Semi Intensif dan Intensif Emy Saelan; Aqshan Shadikin Nurdin
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i2.29930

Abstract

Penelitian Kualitas Fisik Telur Itik Dengan Sistem Pemeliharaan Semi Intensif dan Intensif dilaksanakan dikandang Percobaan di Desa Akedaga, Kabupaten Halmahera Timur.  Itik yang digunakan dalam penelitian  sebanyak 60 ekor umur 18 minggu yaitu 30 ekor untuk sistem pemeliharaan semi intensif dan 30 ekor untuk sistem pemeliharaan intensif. Penelitian ini dianalisis dengan Uji t Student  dengan 2 perlakuan dan 15 kali ulangan yaitu Pemeliharaan Semi Intensif  dan Pemeliharaan Intensif.  Hasil penelitian menunjukkan (1) Produksi telur; (2) Bobot telur; (3) Shape Index (SI); (4) Tebal kerabang; dan (5) Warna kuning telur; berbeda nyata (P<0,05) antara sistem pemeliharaan semi intensif dan intensif, namun tebal kerang tidak berbeda nyata (P>0,05) antara sistem pemeliharaan semi intensif dan pemeliharaan intensif. Hasil penelitian dapat disimpulkan sistem pemeliharaan intensif memberikan hasil yang optimal untuk produksi telur dan kualitas fisik dari telur itik.Kata kunci: Semi intensif, intensif, kualitas fisik, telur itik
Fermentabilitas dan Kecernaan Ransum Domba yang Mengandung Kulit Buah Pisang Muli (In Vitro) IMAN HERNAMAN
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i2.31416

Abstract

Kulit buah pisang Muli memiliki potensi sebagai bahan pakan sumber serat pengganti rumput lapang, namun saat ini penggunaannya masih terbatas. Penelitian bertujuan untuk mempelajari penggunaan kulit buah pisang Muli dalam ransum terhadap fermentabilitas dan kecernaan (in vitro). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan ransum yang mengandung 10, 20, 30, dan 40% kulit buah pisang Muli. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan Uji Duncan. Penelitian menghasilkan data yang memberi petunjuk adanya pengaruh nyata (P<0,05) terhadap fermentabilitas dan kecernaan ransum yang mengandung berbagai kulit buah pisang Muli. Penggunaan kulit buah pisang Muli sebanyak 40% menghasilkan VFA, kecernaan bahan kering dan bahan organik yang tertinggi dengan konsentrasi N-NH3 yang terendah yaitu berturut-turut sebesar 161,5 mM, 66,72%, 66,15% dan 1,94 mM. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan kulit buah pisang Muli dapat sebanyak 40% dapat digunakan dalam ransum untuk menggatikan rumput lapang.
Ransum Puyuh Petelur yang Mengandung Bungkil Inti Sawit sebagai Pengganti Bungkil Kedelai Berbentuk Pellet Ditinjau dari Sifat Fisik dan Nutrisi Anwar Efendi Harahap; Khoirunnisa Khoirunnisa; Jully Handoko
Jurnal Ilmu Ternak Vol 20, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v20i2.29829

Abstract

This study aimed to evaluate the physical and nutritional of laying quail diets containing palm kernel cake (PKC) as a substituted for soybean cake in the form of pellets. The research used a completely randomized design with  4 x 2 factorial with 2 replication. Factor A consisting of A0 = Soybean meal 30% + Palm kernel cake 0%; A1 = Soybean meal 20% + Palm kernel cake 10%; A2 = Soybean meal 10% + Palm kernel cake 20% ; A3 = Soybean meal 0% + Palm kernel cake 30% and factor B which consists of B1 = 5% molasses, B2 = 10%. The parameters measured were the physical content of pellets (moisture content, density, stack angle, pile density, pile compaction density) and pellet nutrition (dry matter, crude protein and crude fiber). The results showed that there was an interaction between substituted soybean meal with palm kernel meal by 30% with the addition of 10% molasses which gave the best physical and nutritional of pellets the density, crude protein and crude fiber

Page 1 of 1 | Total Record : 10