cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kelautan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
Pengaruh Penambahan Tepung Biji Turi Hasil Fermentasi pada Pakan Komersial Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Rambo -; Ayi Yustiati; Yayat Dhahiyat; Rita Rostika
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.466 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis optimum penambahan tepung biji turi hasil fermentasi pada pakan komersial untuk meningkatkan laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai dengan Oktober 2017 di Hachery Gedung Perikanan dan Ilmu Kelautan  Universitas Padjadjaran. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan dosis penambahan tepung biji turi hasil fermentasi pada pakan komersial yang terdiri dari perlakuan tanpa penambahan tepung biji turi (0%) , 1%, 2%, 3% dan perlakuan 4% sebagai pakan uji yang bertujuan untuk meningkatkan laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung biji turi hasil fermentasi pada pakan komersial berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ikan nila. Penambahan tepung biji turi hasil fermentasi dengan dosis sebanyak 3% menghasilkan rata-rata laju pertumbuhan harian ikan nila tertinggi yaitu 3,51% selama 40 hari.  
Laju Pengosongan Lambung Ikan Mas (Cyprinus carpio) dan Ikan Nila (Oreochoromis niloticus) Irfan - Zidni; Eddy - Afrianto; Izza - Mahdiana; Heti - Herawati; Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. IX No. 2 /Desember 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.334 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk pengosongan lambung benih ikan nila dan benih ikan mas sebagai dasar manajemen pemberian pakan pada stadia benih. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih ikan nila dan benih ikan mas dengan ukuran 5-7 cm. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif dengan membandingkan 2 jenis benih ikan pada pengamatan waktu 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, dan 24 jam. Parameter yang diamati pada penelitian diantaranya adalah bobot tubuh ikan, bobot usus yang berupa makanan, bobot usus tanpa isi, bobot isi usus, panjang usus, pH lambung dan usus, dan suhu media air. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pH lambung benih ikan nila sebesar 5,8 yang bersifat basa,  sedangkan rata-rata pH lambung pada benih ikan mas sebesar 6,7 hampir mendekati netral serta pH usus pada kedua benih ikan bersifat mendekati netral. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bawha semakin lama waktu pengamatan, maka bobot usus isi makanan, bobot usus tanpa makanan, dan bobot isi usus semakin rendah.
Variabilitas Lapisan Termoklin Terhadap Kenaikan Mixed Layer Depth (MLD) di Selat Makassar Maria F Hutabarat; Noir Primadona Purba; Sri Astuty; Mega Laksmini Syamsudin; Anastasia R.T.D Kuswardani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1535.601 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi suhu, MLD, variabilitas ENSO, dan arus yang mempengaruhi lapisan termoklin di Selat Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis temporal dan spasial serta deskriptif komparatif sehingga menghasilkan output berupa profil suhu vertikal. Suhu rata-rata pada kedalaman 0-500 m mencapai 25,8 dengan kisaran suhu 6,64-33,81. Pada tahun 2015 lapisan termoklin terbentuk pada kedalaman 50-400 m dengan kisaran suhu 9-28. Pada tahun 2016 lapisan termoklin mulai terbentuk pada kedalaman 50-300 m dengan kisaran suhu 9-27. Kedalaman MLD pada daerah tenggara Selat Makassar lebih tinggi. Kekuatan arus terkuat terjadi selama musim Barat dengan kecepatan rata-rata 0,06 m/s kearah selatan dan barat. El Nino terjadi pada November 2014 sampai Mei 2016 dengan El Nino terkuat pada 2015 menyebabkan nilai MLD kecil yaitu sebesar 50,30 m. Pada Agustus sampai Desember 2016 terjadi La Nina yang menyebabkan nilai MLD meningkat.
Efektivitas Penambahan Spirullina platensis sebagai Sumber Immunostimulan Dalam Pakan Ikan Koi (Cyprinus carpio) Rocella - Viernanda; Yuli - Andriani; Rosidah - -; Ujang - Subhan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. IX No. 2 /Desember 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.567 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juli 2017 di Hatchery Ciparanje Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Spirullina platensis dalam pakan yang efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan koi (Cyprinus carpio). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu penambahan Spirullina platensis sebanyak 0%, 2 %, 4%, 6%, 8% kedalam pakan. Penelitian ini dilakukan selama 40 hari pemeliharaan dan dilanjutkan dengan uji viabilitas menggunakan stres salinitas sebesar 15 ppt. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah leukosit, jumlah eritrosit, pertumbuhan, uji salinitas dan kualitas air. Hasil pengamatan jumlah leukosit, jumlah eritrosit, uji viabilitas dan kualitas air dianalisis secara deskriptif sedangkan pertumbuhan dianalisis menggunakan uji F. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan Spirullina platensis 4% kedalam pakan menampakkan hasil terbaik dengan jumlah eritrosit dan jumlah leukosit yang paling tinggi yaitu 3.936.667 sel/mm3 dan 426.400 sel/ml dengan lama kematian 73 menit.
ANALISIS SANITASI DAN HIGIENEUNIT PENGOLAHAN IKAN KEP.01/MEN/2007 (STUDI KASUS PENGOLAHAN OTAK-OTAK BANDENG DI UKMP JUWITA FOOD BANDUNG) Fevi Nuryanti; Junianto -; Walim Lili
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.149 KB)

Abstract

Kondisi sanitasi higiene suatu usaha pangan menentukan keamanan produk.Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan sanitasi dan higiene serta menganalisis cemaran mikrobiologis pada pengolahan otak-otak bandeng di UKMP Juwita Food Bandung. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi tempat pengolahan UKMP Juwita Food Bandung menggunakan lembar penilaian kelayakan unit pengolahanikan (Modifikasi KEP.01/MEN/2007) terhadap praktek sanitasi higiene pekerja, peralatan pengolahan, bahan baku, dan produk jadi, serta pengujian mikrobiologi di laboratorium BPMHP Tangerang.Secara keseluruhan kebersihan dan kelengkapan produksidi UKMP Juita Food ini sudah cukup baik, hail uji mikrobiologi menunjukan kedua bahan baku dengan sebelum pencucian dan sesudah pencucian didapatkan hasil angka lempeng total sebanyak 1,2 x 105 koloni/g dan 1,0 x 105 koloni/g sedangkan pada produk otak-otak bandeng dihasilkan sebanyak 3,8 x 104koloni/g . Hasil dari pengujian bakteri Escherchia coli pada kedua bahan baku setelah dan sebelum pencucian yaitu < 2 MPN/g dan pada produk otak-otak bandeng < 3MPN/g, sedangkan untuk hasil pengujian Salmonella dinyatakan negatif.
Uji Efektivitas Bio Filter Dengan Tanaman Air Untuk Memperbaiki Kualitas Air pada Sistem Akuaponik Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Bastian Hartanto Damanik; Herman Hamdani; Indah Riyantini; Heti Herawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.734 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian dilakukan untuk menentukan jenis tumbuhan air yang paling efektif dalam memperbaiki kualitas air pada budidaya sistem akuaponik ikan lele Sangkuriang yaitu menurunkan konsentrasi nitrogen anorganik seperti amonia (NH3) , nitrit (NO2) dan nitrat (NO3).  Metode penelitian yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan dan menggunakan sistem akuaponik empat tingkat.  Perlakuan pada penelitian ini adalah jenis tanaman air (kangkung darat, pakcoy, selada dan bayam merah). Ikan Lele Sangkuriang yang dibudidayakan berukuran 3 inch sebanyak 200 ekor pada bak tandon.  Penelitian dilaksanakan selama empat minggu.  Analisa data persentase penurunan nitrogen anorganik menggunakan metode deskriptif.  Tanaman kangkung darat memiliki nilai efektivitas penyerapan nitrogen anorganik paling tinggi , khususnya mereduksi amonia bebas dan nitrit serta pertumbuhan yang paling cepat dari pada ketiga tanaman uji lainnya ( Pakcoy, Selada dan Bayam Merah)  
POTENSI SUMBERDAYA LAMUN SEBAGAI PENUNJANG EKOWISATA DI PULAU MENJANGAN BESAR, KEPULAUAN KARIMUN JAWA Aini Iftinaan K J; Donny Juliandri Prihadi; Mochamad Untung Kurnia Agung; Wahyuniar Pamungkas
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.728 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui potensi biofisik ekosistem lamun sebagai penunjang kegiatan ekowisata di Pulau Menjangan Besar dengan menghasilkan nilai kesesuaian ekowisata sebagai lamun penunjangnya, menghasilkan nilai daya dukung kawasan ekowisata lamun, dan untuk mengetahui presepsi dan partisipasi masyarakat di Pulau Menjangan Besar Kepulauan Karimun Jawa terhadap peluang daya dukung ekosistem lamun sebagai penunjang ekowisata. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Mei 2017 di Pulau Menjangan Besar, Kepulauan Karimun Jawa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi, yaitu pengambilan data di lapangan dan studi literatur. Bobot penentuan kesesuaian ekowisata lamun yang digunakan adalah kesesuaian menurut Yulianda, 2007.  Adapun beberapa parameter yang di amati adalah tutupan lamun, jenis lamun, jenis ikan, kecerahan, suhu, kedalaman, kecepatan arus, jenis substrat, salinitas, sarana dan prasarana, aksesibilitas, dan melihat respon dari masyarakat. Data hasil survey lapangan kemudian diolah menggunakan software microsoft excel 2010 dan ArcGis 10.1 yang hasilnya akan disandingkan dengan kriteria kesesuaian wilayah untuk kegiatan Ekowisata pada ekosistem lamun. Berdasarakan hasil pengamatan dan pengolahan data, secara keseluruhan Pulau Menjangan Besar termasuk kedalam kriteria “Sesuai” dengan perhitungan nilai dari stasiun 1 sampai dengan stasiun 4 yaitu: 64 %, 64 %, 66 %, 66 %. Untuk perhitungan daya dukung kawasan kegiatan ekowisata lamun di Pulau Menjangan besar untuk kegiatan snorkling mencapai 113 orang di setiap harinya. Hasil presepsi, sikap, dan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan ekowisata sendiri adalah menyetujui dan akan berpartisipasi dalam kegiatan ekowisatan pada ekosistem lamun.
Struktur Komunitas Makroinvertebrata Di Wilayah Pantai Berkarang Karapyak Pesisir Pangandaran Nendra Suhendra; Herman Hamdani; Zahidah . .; Asep Sahidin
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 1/Juni 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.277 KB)

Abstract

Kawasan pesisir merupakan suatu ekosistem yang di dalamnya terjadi interaksi yang kompleks sehingga timbul masalah yang kompleks dan memerlukan pemecahan secara holistik. Organisme penghuni wilayah pesisir salah satunya adalah makroinvertebrata. Makroinvertebrata relatif mudah diidentifikasi dan toleran terhadap perubahan lingkungan perairan. Kondisi lingkungan seperti substrat dasar dan kedalaman dapat menggambarkan variasi bagi keberadaan struktur komunitas makroinvertebrata, sehingga dijumpai perbedaan jenis pada daerah yang berbeda. Riset ini bertujuan untuk menentukan struktur komunitas makroinvertebrata pada wilayah Pantai Berkarang Karapyak Pesisir Pangandaran. Riset ini dilaksanakan di Pantai Karapyak, Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran pada bulan Januari-Maret 2018. Metode yang digunakan adalah metode survey (non-eksperimental), dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta analisis spasial menggunakan Similarity. Hasil riset menunjukan komposisi makroinvertebrata terdiri dari 59 spesies yang terdiri dari 6 filum dan 8 kelas. Kelimpahan makroinvertebrata paling tinggi didapatkan pada stasiun 3 dengan jumlah 2012 Ind/. nilai Indeks Keanekaragaman yakni stasiun 1 (3,86) termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan  stasiun 2 (2,61) dan stasiun 3 (2,15) termasuk kategori sedang. Indeks keseragaman pada stasiun 1 (0,92) dan stasiun 2 (0,8) termasuk kategori tinggi, sedangkan stasiun 3 (0,44) termasuk kategori rendah. Berdasarkan analisis similarity stasiun 2 dan 3 memiliki kemiripan atau membentuk satu kelompok yang sama berdasarkan parameter fisik dan kimiawi perairan dengan nilai similarity yakni 98,34.
Identifikasi Kapang Pada Dendeng Daging Lumat Nila Dengan Penggunaan Anti Kapang Lidah Buaya Dyah Hafizha Nadhira; Junianto . .; Evi Liviawaty; Nia Kurniawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 1/Juni 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.076 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran serta Laboratorium Jasa Uji Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjajaran pada bulan Agustus-November,2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi untuk mengetahui sejauh mana pengaruh anti kapang terhadap jenis dan pertumbuhan kapang yang terdapat pada dendeng daging lumat ikan nila. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai antikapang pada dendeng adalah lidah buaya (Aloe vera L). Beberapa kandungan zat penting dalam gel lidah buaya diantaranya saponin dan antraquinon yang mempunyai sifat antifungi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan dua perlakuan. Perlakuan pertama adalah dendeng daging lumat ikan nila tanpa anti kapang lidah buaya, dan perlakuan kedua adalah dendeng daging lumat ikan nila dengan anti kapang lidah buaya.Pengambilan dan pengujian sampel dilakukan pada hari yang sama dengan hari dendeng ikan selesai dibuat. Pengamatan dilakukan enam hari hingga jamur terlihat secara makroskopis pada permukaan dendeng.  Parameter yang diamati meliputi identifikasi kapang, perhitungan jumlah kapang, kadar air dan pengukuran derajat keasaman.Hasil peneliian menunjukan bahwa kapang yang terdapat pada dendeng daging lumat ikan nila adalah jenis Penicillium sp. Pengaplikasian anti kapang lidah buaya pada dendeng daging lumat ikan nila berhasil menghambat pertumbuhan kapang Penicillium sp. secara signifikan dimulai dari hari pertama hingga hari keenam dengan jumlah kapang 3,7 x 107  cfu/g.
Fortifikasi Tepung Tulang Cakalang Sebagai Sumber Kalsium Terhadap Tingkat Kesukaan Kerupuk Gendar Fauzi Rachmansyah; Evi Liviawaty; Achmad Rizal; Nia Kurniawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. IX No. 1 /Juni 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.354 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase tepung tulang cakalang sebagai sumber kalsium pada kerupuk gendar yang paling disukai panelis. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Juli 2017 di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, sedangkan uji kimia (uji kadar air dan uji kalsium) bertempat di Laboratorium Teknologi Pangan Fakultas Teknik Universitas Pasundan. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan lima perlakuan penambahan tepung tulang cakalang dan tepung tapioka, yaitu 0%:100%; 2,5%;97,5%; 5%:95%; 7,5%:92,5% dan 10%;90% dengan 20 orang panelis semi terlatih sebagai ulangan. Parameter yang diamati adalah uji fisik (rendemen tepung tulang cakalang, rendemen kerupuk mentah, dan tingkat kemekaran), uji kimia (kadar air, kadar kalsium kerupuk gendar untuk perlakuan kontrol dan paling disukai), uji hedonik (uji kesukaan) berdasarkan karakteristik organoleptik yang meliputi kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa kerupuk gendar. Tingkat penerimaan terhadap kerupuk gendar dianalisis dengan metode statistik non parametrik Friedman kemudian dilanjutkan dengan uji Bayes untuk mengetahui kerupuk gendar dengan perlakuan terbaik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung tulang cakalang pada kerupuk gendar untuk semua perlakuan masih disukai, akan tetapi perlakuan 7,5% menghasilkan kerupuk gendar yang lebih disukai dibandingkan perlakuan lainnya, dengan nilai kesukaan terhadap kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa masing-masing 7 (suka); 7 (suka); 9 (sangat suka); dan 9 (sangat suka); kadar air 1,99% dengan kandungan kalsium sebesar 0,81%.  

Page 3 of 27 | Total Record : 263