cover
Contact Name
I Gusti Agung Paramita
Contact Email
vidyawertta@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vidyawertta@unhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
ISSN : 08527776     EISSN : 26557282     DOI : -
Core Subject : Education,
Vidya Wertta Journal published by the Religion and Culture Fakulty of the Indonesian Hindu University. Publish twice a year, on April and October. The focus and reach of issues raised in the Vidya Wertta Journal include religion, philosophy, religious and cultural law.
Arjuna Subject : -
Articles 166 Documents
PROSES PENCIPTAAN TABUH KREASI ABDI BUDAYA SEKAA GONG ABDI BUDAYA, BANJAR ANYAR, PEREAN KANGIN, BATURITI, TABANAN I Putu Agus Arthanegara; I Gede Yudarta; Kadek Suartaya
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v7i1.5836

Abstract

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memahami proses penciptaan Tabuh Kreasi Abdi Budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan langkah-langkah yang terdiri dari menyusun rancangan penelitian, menentukan lokasi penelitian, penentuan jenis dan sumber data, menentukan istrumen penelitian, penentuan informan, melakukan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan kajian pustaka, transkrip dan koding data hingga sampai pada tahap analisis hasil penelitian. Sumber data penelitian ini adalah Tabuh Kreasi Abdi Budaya di Banjar Anyar, Perean Kangin, Baturiti, Tabanan. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa proses penciptaan Tabuh Kreasi Abdi Budaya memiliki beberapa tahap yakni perenungan merupakan tahap awal dalam penciptaan, ide kreativitas dalam musik Bali adalah pola pikir yang menggabungkan eksplorasi, konstruktif, multi perspektif, dan penerimaan segala kemungkinan. Penuangan, dalam proses ini dimulai dengan pembukaan menggunakan pola gagenderan, yang kemudian diikuti oleh pengawak, riong, kendang, dan gegambangan sebagai pangecet. Proses pemantapan melibatkan pemantapan pada berbagai aspek musikal, seperti melodi, harmoni, ritme, dinamika, tempo, timbre, dan ekspresi musik.
TATANAN NILAI PAGELARAN WAYANG SAPUH LEGER DALAM KEBUDAYAAN BALI MENURUT AKSIOLOGI MAX SCHELER A.A. Putra Dwipayana; I Gusti Agung Paramita; I Gde Jayakumara
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v7i1.5838

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengungkap persoalan tatanan nilai pagelaran wayang sapuh leger yang sangat kompleks dalam kebudayaan Bali. Pagelaran wayang sapuh leger merupakan sebuah bentuk asimilasi kesenian dan ritual yang diperuntukan untuk seseorang yang lahir pada wuku wayang. Kepercayaan masyarakat Bali terhadap pelaksanaan ini tidak terlepas dari mitos Bhatara Kala yang hendak memangsa Rare Kumara. Kisah ini pula yang secara umum menjadi dasar keyakinan masyarakat Bali untuk melaksanakan pagelaran wayang sapuh leger. Maka dari itu, penelitian ini berupaya mengungkap tatanan nilai yang dipegang oleh masyarakat Bali tentang pagelaran wayang sapuh leger. Perspektif yang digunakan untuk mendekati persoalan ini adalah aksiologi atau tatanan nilai Max Scheler. Hasil dan pembahasan mengenai analisis wayang sapuh leger menurut perspektif Max Scheler menunjukan adanya: nilai kenikmatan, nilai vital, nilai kejiwaan, dan nilai kerohanian, akan tetapi secara prinsip nilai yang menempati posisi puncak hierarki dalam pelaksanaan pagelaran wayang sapuh leger adalah nilai kerohanian sebagai nilai yang mendasari pelaksanaannya.
LUKISAN KELIKI KAWAN STYLE DALAM SENI RUPA HINDU I Kadek Sumadiyasa; I Ketut Suwidiarta; I Gede Satria Budi Utama; Ida Bagus Made Astawa Diputra; I Komang Agus Diana Putra
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v7i1.5899

Abstract

Seni Lukis Keliki Kawan Style di Desa Kelusa Payangan Gianyar merupakan salah satu wujud karya miniatur yang unik. Karya tersebut mengandung nilai-nilai pendidikan seni rupa dan ornamen Hindu yang sangat mendalam. Hanya saja, dalam perkembangannya Seni Lukis Keliki ini mengalami kepunahan sehingga layak dibangkitkan kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai pendidikan seni rupa dan ornamen Hindu dalam Lukisan Keliki Kawan Style. Penelitian ini juga bermanfaat dalam upaya penyusunan kebijakan yang komprehensif, pendalaman keilmuan serta berdaya guna dalam pelestarian seni rupa di Bali.
MELACAK KEPERCAYAAN TERHADAP HANTU PADA PERIODE JAWA KUNO Ida Bagus Ngurah
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v7i1.5901

Abstract

Kehidupan pada masa klasik atau Jawa Kuno yang tergambar dari ragam teks pada masa tersebut tidaklah menunjukan kehidupan perspektif istana, tetapi menggambarkan bagaimana kehidupan bahkan kepercayaan yang beredar di masyarakat pada masa itu. Berangkat dari pemikiran tersebut kepercayaan terhadap ihwal agama dan bahkan hantu juga dapat dijelaskan untuk dapat menggambarkan bagaimana kepercayaan kepada hantu tersebut sampai muncul. Untuk menjawab pertanyaan tersebut diperlukan teori hermeneutik dan metode pengumpulan data yang digunakan yakni kepustakaan, analisis dan pengolahan data. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 1) kepercayaan yang kuat terhadap animisme, 2) peran raja yang sentral, 3) adanya kutukan yang selalau menyertai keberadaan hantu.
DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK MENJADI KARYA SENI DI DESA SUSUT, BANGLI I Wayan Arissusila; I Gede Satria Budhi Utama; I Nyoman Sulaksana
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v7i1.5925

Abstract

Masyarakat Desa Susut, Kabupaten Bangli menggantungkan hidupnya dari sektor peternakan, pertanian dan lainnya. Dengan meningkatnya perekonomian masyarakat Desa Susut, saat itu juga pemakaian plastik ikut meningkat. Pemakaian plastik belum dapat tergantikan sepenuhnya, karena plastik banyak keunggulan di mata masyarakat. Perlu kita ketahui bahwa plastik membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk hancur. Oleh karena itu penggunaan plastik secara terus menerus mengakibatkan pencemaran lingkungan dan berdampak buruk terhadap kesehatan. Dengan banyaknya masalah yang ditimbulkan oleh limbah plastik, tentu diperlukan langkah-langkah untuk menyelamatkan lingkungan hidup misalnya pengurangan menggunakan pemakaian plastik, adanya daur ulang sampah plastik menjadi karya seni. Artikel ini berupaya membahas upaya daur ulang sampah plastik menjadi karya seni di Desa Susut Bangli. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif melalui langkah-langkah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil studi ini sebagai berikut: pengolahan daur ulang sampah plastik diawali dari ide kreatif, eksperimen, adanya bahan plastik, alat dan proses kerja. Karya yang dihasilkan yaitu karya fungsional dan murni seperti dompet, wayang dan lukisan.
PERKAWINAN PADA GELAHANG DAN PERMASALAHANNYA DI DESA ADAT PENGERAGOAN DANGIN TUKAD, KABUPATEN JEMBRANA I Gusti Ayu Ketut Artatik; I Putu Sarjana
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v7i1.5957

Abstract

Perkawinan Pada Gelahang sudah menjadi alternatif pilihan bagi keluarga Bali jika tidak dapat dilangsungkan sistem Purusa maupun Nyentana. Pada Gelahang hadir dengan berbagai opsi yang dapat dipilih demi keuntungan kedua pihak mempelai sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan kedua belah pihak di kemudian hari. Pada jaman sekarang yang semakin modern, sistem ini sesungguhnya telah banyak digunakan walaupun tidak ada perjanjian secara tertulis, tapi dengan toleransi tinggi dari kedua pihak baik Pria maupun Wanita sehingga hampir tidak ada batasan yang benar-benar mengikat terutama pihak wanita di keluarga pengantin pria. Diharapkan sistem ini dapat berkembang sebaik mungkin sehingga menjadi sistem perkawinan yang tidak merugikan sebelah pihak melainkan menjadi sistem yang membangun rasa keharmonisan dan kedamaian dalam kehidupan berkeluarga maupun bermasyarakat.
SENI GEGUNTANGAN DALAM AKTIVITAS KEAGAMAAN UMAT HINDU DI JAKARTA BARAT I Ketut Sukadana; Ida Ayu Arniati; I Nyoman Sudanta; I Gusti Bagus Wirawan
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v7i1.6020

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang aktivitas seni geguntangan dalam keberagamaan umat Hindu di Jakarta Barat. Seni geguntangan mempunyai peran penting bagi upaya pelestarian nilai-nilai budaya, khususnya budaya Bali dalam keberagamaan umat Hindu di Jakarta Barat. Menganalisis peran seni geguntangan dalam menanamkan nilai seni dan agama di kalangan umat Hindu di Jakarta Barat menarik untuk dikaji. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, karena penelitian ini disajikan secara deskriptif analitis interpretatif. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Berdasarkan analisis data, didapatkan hasil penelitian yakni seni geguntangan memiliki peran penting dalam membangkitkan rasa atau emosi keagamaan umat Hindu di Jakarta Barat. Selain itu, pementasan seni geguntangan dalam aktivitas keagamaan merupakan wujud dari pelestarian seni budaya Bali di Kota Metropolitan dan menjadi media interaksi social antar umat Hindu di Jakarta Barat.
PENYUPATAN SAPULEGER UNTUK ANAK KELAHIRAN WUKU WAYANG DI DESA CAHYOU RANDU LAMPUNG Nyoman Sadra; Ida Ayu Surya Wahyuni; Ni Ketut Riska Devi Prawita; I Komang Indra Wirawan
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v7i1.6051

Abstract

Kelahiran anak adalah fenomena menarik di Bali apalagi bila lahir pada hari yang dianggap keramat yaitu pada Wuku Wayang. Dalam keyakinan umat Hindu di Bali, anak yang lahir pada hari keramat tersebut patutlah diupacarai penyupatan (lukatan) yang disebut Sapuh Leger. Penyupatan tersebut dimaksudkan supaya anak yang diupacarai terhindar dari gangguan (buruan) Dewa Kala. Bayuh Oton Sapuh Leger adalah upacara pembersihan diri yang berfungsi sebagai pembersihan secara spiritual. Upacara ini biasanya dilaksanakan pada anak yang baru berumur 7–10 tahun dengan tujuan agar pengaruh, derita dan celaka si anak dapat segera dinetralisir dan tidak terbawa sampai pada waktu dewasa nanti. Menariknya ritual penyupatan ini tidak hanya dilakukan oleh umat Hindu di Bali, melainkan juga umat Hindu di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat Propinsi Lampung.
MODERASI BERAGAMA: KUNCI KESEIMBANGAN DALAM MENGHADAPI RADIKALISASI Ni Made Sukrawati; Ni Kadek Ayu Kristini Putri; Kadek Agus Wardana
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moderasi secara umum merujuk pada pendekatan atau tindakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan atau tengah antara dua ekstrem atau berbagai pandangan yang berbeda. Moderasi dapat diterapkan dalam berbagai konteks, termasuk politik, agama, ekonomi, dan kehidupan sehari-hari. Beberapa prinsip umum moderasi melibatkan upaya untuk menghindari ekstremisme, mempromosikan dialog yang konstruktif, dan mencari solusi yang seimbang dan adil. Menteri Agama mendukung moderasi beragama untuk menciptakan kehidupan yang harmonis antara berbagai agama di wilayah Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus telah menunjukkan bahwa perbedaan antara satu agama dengan agama yang lain semakin jelas terpengaruh oleh elemen mayoritas dan minoritas. Melihat moderasi beragama dari sudut pandang setiap agama pasti akan menghasilkan berbagai perspektif yang lebih fleksibel untuk memerangi keyakinan ekstrim yang berasal dari ajaran agama. Penggalian mendalam tentang moderasi menghasilkan gagasan bahwa paham moderasi beragama telah ditanamkan pada semua agama.
PENGGUNAAN RADIO ONLINE DAN STREAMYARD DALAM PENYULUHAN AGAMA HINDU DI KABUPATEN BANGLI Ida Ayu Ketut Surya Wahyuni; I Gusti Ayu Laksmi Dewi; Ni Kadek Ayu Kristini Putri
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v7i1.6125

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memiliki pengaruh terhadap strategi penyuluhan agama. Sebelum masuk handphone, android ipad dan teknologi informasi lainnya, masyarakat sangat antusias mendengarkan dharmawacana atau ceramah yang diberikan oleh pendharma wacana secara tatap muka (offline). Tapi dengan adanya handphone android yang menyediakan akses penyuluhan agama secara online dan digital, semakin banyak penyuluh agama Hindu menggunakan media tersebut. Salah satunya adalah penyuluh agama Hindu pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli. Dalam memberikan pembinaan umat, para penyuluh pada Kementerian Agama Kabupaten Bangli menggunakan radio online dan stream yard.