cover
Contact Name
I Gusti Agung Paramita
Contact Email
vidyawertta@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vidyawertta@unhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
ISSN : 08527776     EISSN : 26557282     DOI : -
Core Subject : Education,
Vidya Wertta Journal published by the Religion and Culture Fakulty of the Indonesian Hindu University. Publish twice a year, on April and October. The focus and reach of issues raised in the Vidya Wertta Journal include religion, philosophy, religious and cultural law.
Arjuna Subject : -
Articles 166 Documents
MODAL BUDAYA DAN SPIRITUAL DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DESA MANGGISARI JEMBRANA Ida Ayu Arniati; Ida Bagus Ngurah; Ida Bagus Sadu Gunawan
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Manggisari memiliki potensi alam, sosial dan budaya yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Selain memiliki lahan perkebunan yang subur dan udara yang sejuk, Desa Manggisari memiliki tebing-tebing yang sangat indah dipandang mata. Selain itu, di desa ini terdapat beberapa potensi wisata seperti misalnya Bunut Bolong, Batu Palungan dan Air terjun. Hanya saja selama ini, potensi wisata ini belum dikembangkan dengan baik. Artikel ini berupaya untuk mengeksplorasi berbagai potensi yang dimiliki Desa Manggisari dan persoalan yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan pariwisata berbasis alam, budaya dan spiritualitas.
UPACARA PANGLUKATAN SAMPET SORONG DI DESA PAKRAMAN TEGAL BELODAN KECAMATAN TABANAN KABUPATEN TABANAN Desak Nyoman Seniwati; Ni Ketut Sukiani
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v6i2.4967

Abstract

Ajaran agama Hindu mamandang bahwa yadnya merupakan korban suci, yakni korban suci yang dilandasi oleh kesucian hati, ketulusan dan tanpa pamrih. Salah satu tujuan yadnya adalah untuk membersihkan lahir dan bathin serta memelihara secara rohaniah hidup manusia, mulai dari terwujudnya jasmani di dalam kandungan sampai akhir hidup manusia itu. Dalam penerapannya pada kehidupan masyarakat Hindu di Bali, yadnya sangat dipengaruhi oleh adat dan tradisi. Seperti halnya yadnya dalam bentuk Upacara Panglukatan Sampet Sorong di Desa Pakraman Tegal Belodan, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan. Studi ini berupaya mengangkat panglukatan Sampet Sorong dalam perspektif agama dan kebudayaan. Upacara Penglukatan Sampet Sorong itu dilakukan dengan tujuan yang sangat positif, yakni menjadikan seseorang lebih sukses dalam hidupnya, yakni bisa hidup hemat, pandai dalam pelajaran, cakap, cerdas dan terampil serta sehat jasmani. Kata kunci: upacara, panglukatan, sampet sorong
PEREMPUAN DAN BENCANA: KERENTANAN, RESPON, DAN INISIASI PEREMPUAN DALAM MENGHADAPI BENCANA Listyowati *; Mia Siscawati
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v6i2.4975

Abstract

Sebagian besar perempuan dan anak, penyandang disabilitas, dan lansia terutama dari kalangan miskin, etnik minoritas, dan atau dari kelompok minoritas sosial lainnya memiliki risiko lebih tinggi dalam bencana. Satu kelompok perempuan bisa mengalami dampak bencana yang berbeda dengan kelompok perempuan lainnya karena situasi ekologis-sosial-budaya-ekonomi-politik yang berbeda. Kerentanan perempuan dan anak dari berbagai kelompok sosial, termasuk kelompok marjinal, lebih banyak dipengaruhi oleh dimensi gender yang berkelindan dengan berbagai dimensi sosial lainnya. Perempuan nelayan di wilayah pesisir memiliki situasi yang lebih rentan. Di tengah-tengah kerentanan yang terbentuk secara sosial, para perempuan mengembangkan respon dan inisiatif dalam menghadapi bencana. Artikel ini menelusuri sejumlah penelitian terdahulu yang memberi perhatian utama pada gender dan bencana, khususnya bagaimana dimensi gender berkelindan dengan berbagai dimensi sosial memberikan kontribusi bagi terbentuknya kerentanan perempuan dalam bencana, sekaligus mendorong perempuan untuk mengembangkan berbagai respon dan inisiatif tanggap bencana.
IMPLIKASI SOSIO YURIDIS PADA KASUS PENCABUTAN PENJOR DI DESA ADAT TARO, KABUPATEN GIANYAR Made Gede Arthadana; I Putu Sarjana
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjor dalam ajaran Agama Hindu merupakan simbol dari gunung yang memberikan keselamatan dan kesejahteraan. Pasal 1 ayat (6) Peraturan Gubernur Bali Nomor 25 Tahun 2020 Tentang Fasilitas Perlindungan Pura, Pratima, dan Simbol Keagamaan menyebutkan upaya mencegah maupun menanggulangi terhadap kerusakan, pengerusakan, pencurian, penodaan, serta penyalahgunaan Pura, Pratima, dan Simbol Keagamaan. Pasal 1 ayat (9) menyebutkan Simbol Keagamaan adalah semua atribut, konsep, dan/atau penanda sebagai perwujudan ajaran Agama Hindu untuk lebih mudah menghayati dan mengamalkan Agama Hindu. Frase perwujudan ajaran agama Hindu dan mengamalkan Agama Hindu merupakan entitas sebagai ajaran untuk umat beragama yang tidak boleh untuk dirusak atau ternoda oleh sikap arogansi. Adapun rumusan masalah yang didapat yaitu mengapa terjadi kasus pencabutan penjor di Desa Adat Taro, Kabupaten Gianyar, Bagaimana proses penyelesaian kasus pencabutan penjor di Desa Adat Taro, Kabupaten Gianyar dan Bagaimana implikasi socio yuridis pada kasus pencabutan penjor di Desa Adat Taro, Kabupaten Gianyar.
EFEKTIVITAS PERATURAN NOMOR 50 TAHUN 2011 TERHADAP KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA NASIONAL KINTAMANI, DANAU BATUR DAN SEKITARNYA I Made Dwija Suastana
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Kepariwisataan Nasional 2010 – 2025, Pariwisata sebagai suatu sektor kehidupan, telah mengambil peran penting dalam pembangunan perekonomian bangsa-bangsa di dunia, khususnya dalam 2 (dua) dekade terakhir, yang ditunjukkan dengan meningkatnya kesejahteraan ekonomi bangsa-bangsa di dunia yang semakin baik dan maju. jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris. Masalah dalam penelitian ini bagaimana pelaksanaan PP No 50 Tahun 2011 Terhadap Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kintamani – Batur Dan Sekitarnya dan Bagaimana Akibat hukumnya terhadap kultur masyarakat di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Kintamani-Danau Batur dan sekitarnya. KSPN menjadi fokus pengembangan pariwisata sesuai amanat pada PP Nomor 50 Tahun 2011 tentang RIPPARNAS, untuk itu perlu dilakukan Perancangan Kawasan Strategis Pariwisata.Pelaksanaan PP No.50 Tahun 2011 masih belum efektif karena masyarakat di kawasan Kintamani-Danau Batur dan sekitarnya masih banyak yang belum mengetahui dan dengan diberlakukannya KSPN di Kintamani-Danau Batur dan sekitarnya, mengakibatkan terjadinya perubahan peta kawasan dimana kultur masyarakat sebelum ditetapkannya sebagai KSPN, masih banyak yang melakukan penambangan galian C secara liar dan tata kota masih semrawut. Setelah ditetapkan sebagai KSPN, Kawasan Kintamani-Danau Batur dan sekitarnya sudah mulai tertata dan tidak diperbolehkan lagi ada penambangan galian C secara liar.
ANALISA TENTANG KONSEP DAN TEORI NEGARA HUKUM DI INDONESIA Ni Made Uttari Ivani Ardianthi; Cokorde Istri Dian Laksmi Dewi
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya, negara hukum memiliki konsep the rule of law yang berarti negara dalam menjalankan fungsinya harus berdasarkan asas hukum. Maka, setiap anggota atau yang termasuk dalam warga negara, harus taat dan mengakui supremasi hukum itu sendiri. Namun, konsep dari negara hukum tidak hanya terbatas pada hal tersebut. Negara hukum juga memiliki konsep nomocracy yang secara etimologis berasal dari kata nomos yang bermakna norma dan kratien yang memiliki arti kekuasaan. Karena itu, istilah dari nomokrasi dapat dimaknai bahwa hukum menjadi dasar dari setiap tindakan pemerintah maupun rakyat, yang menjadi bagian dari negara yang utuh. Hal itu memaknai bahwa yang menjadi pemimpin sesungguhnya dari negara adalah hukum itu sendiri. Namun dalam praktiknya sering kekuasaan melampaui dari hukum itu sendiri, bahkan kekuasaan merupakan hukum itu sendiri. Hal ini terjadi ketika penguasa memanfaatkan hukum untuk memenuhi hasrat kekuasaannya.
KEMUNCULAN MUSIK METAL DAN KOMUNITAS METAL DI KOTA DENPASAR, BALI Pandu Sukma Demokrat
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v7i1.5794

Abstract

Perkembangan signifikan musik metal di Indonesia ditandai pasca hadirnya grup musik metal internasional untuk konser di Indonesia yaitu Metallica dan Sepultura. Dekade 1990-an merupakan penanda mulai terjangkitnya anak muda Indonesia akan musik metal. Terutama di kota-kota besar. Virus musik metal menyebar hingga ke Kota Denpasar, Bali yang benar-benar dirasakan mulai tahun 1990. Kala itu terdapat program radio yang memutar musik khusus metal yang intens setiap hari yang memengaruhi anak-anak muda hingga menjadi pecinta musik metal. Dari situ mulai muncul komunitas-komunitas musik metal di Kota Denpasar, Bali hingga muncul grup-grup musik metal yang beragam. Wawancara untuk kebutuhan penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Ditambah observasi di beberapa tempat berlangsungnya konser yang dihadiri pelaku-pelaku skena metal terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan beragam grup musik dengan ciri khas masing-masing muncul dan saling membawa energi segar untuk keberlangsungan musik metal di Kota Denpasar, Bali.
KARAKTER SRIKANDI SEBAGAI SIMBOLISASI KETANGGUHAN SEORANG PEREMPUAN Ni Ketut Riska Dewi Prawita; Ni Kadek Vina Martha Widiyanti; I Ketut Suda; I Gusti Bagus Wirawan; Ida Kade Suarioka; Ida Bagus Made Sadu Gunawan
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji simbolisme yang terkandung dalam karakter Srikandi Mahabharata, menerangi makna yang lebih dalam dan interpretasi alegoris. Tujuan studi ini adalah untuk menjelaskan makna simbolis dari karakteristik, perbuatan, dan hubungan Srikandi dalam cerita epik tersebut untuk memberikan pencerahan pada dimensi tematik dan filosofis Mahabharata yang lebih besar. Studi literatur yang digunakan dalam pendekatan pengumpulan data proyek ini berfokus pada peran Srikandi dalam simbolisme dan analisis karakter Mahabharata. Hasil penelitian ini adalah bahwa Srikandi, tokoh dari Mahabharata, mewakili keuletan perempuan. Dia menunjukkan keberanian, keuletan, dan kemampuan yang tak tergoyahkan untuk melewati batasan sosial sepanjang epik. Interaksi Mahabharata dengan tokoh lain semakin menonjolkan ketabahan Srikandi. Dia mengganggu peran tradisional yang diharapkan dimainkan oleh perempuan dengan menentang struktur patriarki dan mempromosikan kesetaraan gender. Keberadaannya dalam epik berfungsi sebagai metafora untuk ketabahan dan tekad yang dibutuhkan untuk memberontak terhadap norma sosial.
KRAMA NGAREP SEBAGAI ORGAN UTAMA DALAM STRUKTUR PEMERINTAHAN TATA LUNGGUH DI DESA BALI AGA PEDAWA BULELENG Kadek Rama Ari Prasetya; I Ketut Kaler; Aliffiati *
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v7i1.5800

Abstract

Dalam masyarakat Pedawa, model pemerintahan adat mauluapad disebut dengan tata lungguh. Walaupun di dalam pemerintahan adatnya sendiri telah masuk tata cara yang lebih modern, pemerintahan adat di Pedawa masih bertahan hingga kini secara simbolis dan kedudukannya sebagai sebuah identitas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Sumber data yaitu sumber data primer melalui observasi partisipasi dan wawancara, serta sumber data sekunder melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bentuk dan mekanisme dari sistem pemerintahan tradisional tata lungguh. Selain itu, terdapat beberapa syarat individu mendapatkan statusnya didalam pemerintahan tata lungguh. Berdasarkan kedudukan dan status, keanggotaan di dalam pemerintahan tata lungguh, krama wed Pedawa terbagi atas kategori krama ngarep, krama sampingan dan krama baki. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peranan krama ngarep sebagai organ terdepan dalam struktur pemerintahan serta sebagai unit perwakilan kuren (nuclear family) dalam dewan desa tata lungguh
KOMUNIKASI NONVERBAL PADA TRADISI NYEKAR MENJELANG PERAYAAN WAISAK DI DESA GUNUNG KELIR KABUPATEN KULON PROGO Sudarto *
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v7i1.5807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait Komunikasi Non Verbal pada Tradisi Nyekar menjelang Perayaan Waisak. Serta mendeskripsikan terkait sejarah dan rangkaian acara pada Tradisi Nyekar. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi pada interaksi simbolik. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi data dan analisis menggunakan etnografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam sejarah tradisi nyekar menjelang perayaan Waisak sudah berlangsung sejak lama dan masih dilestarikan. Rangkaian acara tradisi nyekar diawali dengan menyiapkan sesajen di rumah masing-masing selanjutnya ke makam untuk membacakan paritta (doa-doa) dan tabur bunga, tradisi nyekar merupakan ungkapan bhakti keluarga kepada leluhur. Komunikasi non verbal tradisi nyekar terdapat pada proses pembacaan paritta dengan bersikap anjali sebagai bentuk penghormatan kepada Tri Ratna (Buddha, Dhamma dan Sangha).