cover
Contact Name
I Gusti Agung Paramita
Contact Email
vidyawertta@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vidyawertta@unhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
ISSN : 08527776     EISSN : 26557282     DOI : -
Core Subject : Education,
Vidya Wertta Journal published by the Religion and Culture Fakulty of the Indonesian Hindu University. Publish twice a year, on April and October. The focus and reach of issues raised in the Vidya Wertta Journal include religion, philosophy, religious and cultural law.
Arjuna Subject : -
Articles 166 Documents
KAJIAN NILAI ESTETIS PADA KARYA SENI PERTUNJUKAN PRATITI WANA KERTHI I Gede Gusman Adhi Gunawan
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pratiti Wana Kerthi adalah sebuah karya Peed Aya (pawai) yang disajikan pada pembukaan Pesta Kesenian Bali XLIII tahun 2021. Karya ini terinspirasi dari fungsi pohon sebagai sumber kehidupan. Pratiti Wana Kerthi secara ethimologi bermakna memuliakan pohon, membangun simponi harmoni semesta raya menuju kehidupan yang sejahtera dengan jiwa yang maha sempurna. Karya ini dikemas dan disajikan secara virtual dengan memadukan berbagai tekhnik sinematografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai estetika yang terdapat dalam karya Peed Aya Pratiti Wana Kerthi. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian kualitatif yakni bersifat deskriptif analitis. Teori yang digunakan untuk membedah karya adalah teori estetika. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pratiti Wana Kerthi sebagai karya seni pertunjukan memiliki nilai estetis yang dapat diamati dari tiga aspek utama yakni, wujud, bobot, dan penampilannya. Dari aspek wujud, karya ini memiliki bentuk perpaduan antara sajian pawai dengan pertunjukan sinematografi. Struktur karya ini dibingkai oleh narasi mulai dari penciptaan hutan (taru reka), fungsi hutan sebagai obat (ubud, ubad, urip), fungsi hutan sebagai sumber kesejahteraan (kertahita penglipuran), fungsi hutan sebagai sumber kesucian (sudhaning besakih), dan pelestarian hutan (nyiwi wana). Bobot karya ini tersirat dalam pesan karya yakni pentingnya memuliakan pohon sebagai sumber kehidupan. Dan aspek estetis karya ini tampak dari penyajian karya dengan berbagai keindahan kostum, properti, ekspresi, serta kemasan sinematografi.
PANDANGAN DUNIA DAN KARAKTERISTIK KEBUDAYAAN BALI I Wayan Budi Utama; I Gusti Agung Paramita
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berupaya mencermati pandangan dunia Bali yang berpengaruh pada pembentukan karakteristik kebudayaan Bali, serta pergeseran-pergeseran yang terjadi di dalamnya. Berdasarkan pengamatan selama ini, dan pembacaan atas berbagai sumber tentang Bali, penulis melihat pandangan dunia Bali tidaklah jauh berbeda dengan pandangan dunia Jawa. Setidaknya ada tiga pandangan dunia yang bisa dicermati yakni pertama sintesis (kesatuan), kedua dualistik dan ketiga hierarkis. Tiga pandangan dunia ini membentuk yang namanya struktur-struktur dalam kebudayaan Bali. Pandangan dunia yang sintesis menyajikan kelenturan kultural dan keterbukaan tak terbatas terhadap segala sesuatu yang akan diserap ke dalam sistem nilai dan budaya setempat, pandangan dunia yang dualistik menyajikan dinamika serta penerimaan yang sadar akan perbedaan, bahkan konflik selama dapat dijaga keseimbangannya, dan pandangan dunia yang hierarkis menyajikan suatu sistem yang canggih di mana segala sesuatu diberikan tempat sesuai fungsinya.
TRAGEDI DALAM BUKU PROSA LIRIK CALON ARANG: KISAH PEREMPUAN KORBAN PATRIARKI KARYA TOETI HERATY Gusti Ngurah Teguh Arya Saputra; I Wayan Dauh; Ni Nyoman Sri Winarti
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prosa Lirik Calon Arang karya Toeti Heraty merupakan karya sastra feminism atau feminime writing. Kecendrungan sastra feminime writing adalah mengangkat tema tentang tubuh dan perempuan sebagai subyek sosial budaya dan cenderung mendekonstruksi teks-teks tradisional. Salah satunya adalah pembelaan pengarang terhadap tokoh Calon Arang yang selama ini bagi pengarang diberi stigma tradisional sebagai perempuan jahat. Melalui tokoh yang digambarkan secara bebas ini, peneliti mencoba meneliti lebih dalam hubungan prosa lirik Calon Arang. Adapun rumusan masalah yang diangkat adalah: (1) Bagaimanakah tragedi dalam Prosa Lirik Calon Arang : Kisah Perempuan Korban Patriarki Karya Toeti Heraty? Adapun teori yang digunakan untuk membedah persoalan adalah tragedi Nietzschean untuk menganalisa alur cerita yang terkandung dalam prosa lirik Calon Arang, menganalisa dua tokoh yaitu Calon Arang dan Mpu Baradah serta menghubungkan figur Calon Arang terhadap kebudayaan Bali. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) teks prosa lirik Calon Arang tidak hanya sebuah teks feminime writing saja melainkan didaalmnya tersimpan tragedi. Calon Arang sebagai sebuah figur yang mewakili kebuasan, keliaran, dan kemabukan, dan pemberontakan sedangkan Mpu Baradah sebagai counter-figure merupakan tokoh yang memiliki visi, misi kehidupan yang teratur, mewah dan harmonis.
REFLEKSI TOKOH FIRDAUS DALAM NOVEL “PEREMPUAN DI TITIK NOL” PADA KEHIDUPAN PEREMPUAN DI BALI Desak Nyoman Seniwati; Ni Ketut Sukiani; I Gusti Ayu Ngurah
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berupaya menggambarkan refleksi antara tokoh Firdaus dalam Novel Perempuan di Titik Nol dengan kehidupan perempuan di Bali yang mengalami bias gender karena menganut sistem patriarki. Peneliti melihat perempuan Bali terjerat dalam mitos-mitos yang dibuat untuk membatasi dirinya. Para perempuan Bali juga mengalami peran kerja ganda yang meskipun mereka tidak merasa terbebani tetapi mereka tetap merasakan tekanan. Penelitian ini menggunakan teori wacana dan gender. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan Teknik interpretatif. Hasil penelitian yang didapatkan adalah ada persamaan secara umum yang terletak pada pencarian jati diri dengan mengandalkan diri sendiri tanpa identitas yang diberikan dan dibentuk oleh pihak lain, sebagaimana Firdaus yang menemukan nilai dirinya untuk menjadi pelacur, di Bali perempuan mencapai jati dirinya bisa dalam hal kesenian, pengetahuan, politik dan lain sebagainya yang dapat mereka masuki. Perbedaan antara tokoh Firdaus dan perempuan Bali terletak pada keyakinan dan bagaimana sistem budaya patriarki itu dijalankan yang tidak sesuai satu sama lain. Sehingga untuk mengikis bias gender diperlukan mindset perempuan itu sendiri dan faktor eksternal yaitu sosial-budaya, adat istiadat, negara, dan masyarakat itu sendiri untuk menghargai dan memberikan kesempatan kepada perempuan.
PERTOBATAN WIBISANA DALAM NOVEL RAHWANA KISAH RAHASIA KARYA ANAND NEELAKANTAN TINJAUAN ETIKA RENE GIRARD I Nyoman Sudanta; Ida Bagus Ngurah; I Gede Sarjana Putra
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini meneliti sosok Wibisana dengan judul Pertobatan Wibisana Dalam Novel Rahwana Kisah Rahasia Karya Anand Neelakantan Tinjauan Etika Rene Girard. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan, sedangkan untuk menganalisis data digunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pertobatan Wibisana dalam Epos Ramayana, adalah pertobatan intelektual dan pertobatan religius. Pertobatan intelektual yang dimaksud adalah Wibisana sedari masa anak-anak tekun mempelajari Weda tanpa pernah berpaling sedikitpun. Apapun yang terjadi di Alengka, atas persoalan kerajaan, Wibisana selalu menawarkan jalan keluar melalui cara-cara kitab suci Weda. Pertobatan religius Wibisana dimulai saat naik tahta menggantikan Rahwana dengan mengatakan bahwa saati dirinya mulai berkuasa, memerintah menggunakan cara-cara yang ada di dalam kitab suci Weda. Pertobatan religius ini ditandai dengan pengakuan kepada Sri Rama sebagai Awatara Wisnu, sebagai perwujudan Tuhan yang menitis di bumi. Dengan demikian, seluruh rakyat Alengka harus mengikuti kebudayaan Weda.
EKSISTENSI MITOS CUNTAKA WUKU WATUGUNUNG DI DESA TARO, KECAMATAN TEGALALANG, KABUPATEN GIANYAR I Nyoman Ranem; Ni Putu Candra Prastya Dewi
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v5i2.3356

Abstract

Sebagai upaya untuk kebertahanan dan pelestarian budaya lokal, mitos cuntaka wuku Watugunung di Desa Taro sebagai media penting dalam menyampaikan ide, rasa, nilai, pengetahuan, adat, kebiasaan yang ada dalam masyarakat. Peningkatkan sradha dan bhakti tercermin dalam kepercayaan dan keyakinan masyarakat dalam mentaati perintah dan larangan dalam mitos cuntaka wuku Watugunung. Kesadaran toleransi masyarakat tercermin dalam sikap saling menghormati yang didasari konsep manyama braya. Mitos cuntaka wuku Wartugunung sebagai warisan budaya dan jati diri masyarakat Desa Taro harus dilaksanakan secara berkelanjutan oleh para generasi muda. Fungsi mitos cuntaka wuku Watugunung di Desa Taro: (1) fungsi sosial yaitu sebagai pemersatu dalam menuntun dan mengarahkan masyarakat, (2) fungsi pendidikan pedagogis merupakan proses transformasi pengetahuan dari orang tua kepada anak, (3) fungsi pembentukan karakter yaitu secara mandiri akan membentuk budi pekerti dan akhlak mulia anak, dan (4) fungsi pembentukan etika yaitu sebagai suatu sistem yang mengajarkan sosial kontrol.
ALLAH TRITUNGGAL, TAUHID, DAN FIRMAN ALLAH:: Dialog Kristen dan Muslim Santoso *; Sutrisno *; Bobby Kurnia Putrawan
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v5i2.3357

Abstract

Seringkali perdebatan mengenai Allah Tritunggal, yang menganggap orang Kristen mempercayai adanya tiga Allah, di sisi lain penganut Islam yakin bahwa hanya ada satu Allah (tauhid). Perdebatan ini terjadi karena kesalahpahaman yang mendasar, iman Kristen tidak pernah percaya adanya tiga (atau lebih) Allah, melainkan hanya Allah yang esa. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis konsep Teologis untuk menelaah perbedaan pengertian antara Allah Tritunggal Kristen dan Tauhid Islam, sekaligus meluruskan kesalahpahaman yang sudah, sedang, dan mungkin, akan terjadi. Perbedaan dan variasi tafsir dari para pemuka masing-masing agama seringkali mempertajam masalah ini. Pada akhirnya, dogma Allah Tritunggal bukanlah menjelaskan berapa jumlah Allah, tetapi lebih menjelaskan bagaimana keberadaan Allah yang Esa itu. Itulah pentingnya memahami iman Kristen yang dipercayai sepanjang segala abad.
KEHIDUPAN RELIGIUS PASIEN KANKER KOLOREKTAL DI KLINIK BEDAH DIGESTIF RUMAH SAKIT DAERAH MANGUSADA BADUNG I Wayan Artana; Ni Komang Diantari
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v5i2.3368

Abstract

Jumlah penderita kanker di Bali pada 2013 prevalensinya 1,6 permil meningkat menjadi 1,9 permil di 2018. Kunjungan pasien kanker kolorektal yang menjalani rawat inap dan rawat jalan tahun 2018 sebanyak 802 orang dan tahun 2019 sebanyak 719 orang. Penyakit tersebut menimbulkan masalah fisik dan psiko-sosial-religius-spiritual berupa menyalahkan diri sendiri atau menyalahkan hal-hal yang sakral. Mereka sering menganggap bahwa sakit yang dideritanya merupakan cobaan atau hukuman dari Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengerti dan memahami kehidupan religius pasien kanker kolorectal di klinik bedah digestif RSD Mangusada Badung Studi berjenis kualitatif, metodenya fenomenologi, data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam dan observasi, proses analisis data menggunakan cara interaktif Milles & Haberman, dan alat analisis data yang digunakan adalah teori pertukaran sosial George Homans. Pada penelitian ini ditemukan kehidupan religius dari informan mengalami perubahan dari yang biasanya rajin berdoa dan bersembahyang menjadi jarang bersembahyang setelah menderita kanker kolrectal. Perubahan ini sebagai akibat dari menurunnya kemampuan fisik informan sehingga tidak bisa berdoa ke tempat ibadah, dan hanya dilakukan di tempat tidur karena adanya kantong kolostomi di dinding perut informan. Tenaga kesehatan yang merawat pasien kanker kolorektal sebaiknya lebih mengedukasi mereka akan pentingnya kehidupan religius sebagai motivasi bahwa penyakit ini bisa ditangani.
PELAKSANAAN PENDAFTARAN HAK TANGGUNGAN DALAM PELAYANAN HAK TANGGUNGAN TERINTEGRASI SECARA ELEKTRONIK PADA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN TABANAN I Kadek Adi Surya
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v5i2.3369

Abstract

Pelaksanaan Pendaftaran Hak Tanggungan Dalam Pelayanan Hak Tanggungan Terintegrasi Secara Elektronik Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Tabanan, Pembebanan jaminan Hak Tanggungan wajib didaftarkan di Kantor Pertanahan Nasional, sebagai syarat mutlak lahirnya Hak Tanggungan. Untuk mewujudkan modernisasi pelayanan pertanahan guna meningkatkan indikator kemudahan berusaha dan pelayanan publik kepada masyarakat. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional menerapkan pelayanan pertanahan berbasis elektronik salah satunya melalui Pelayanan Hak Tanggungan Terintegrasi Secara Elektornik, ini terbukti dengan diterbitkannya Permen ATR/BPN No. 9 Tahun 2019 yang kemudian diganti dengan Permen ATR/BPN No. 5 Tahun 2020 tentang Pelayanan Hak Tanggungan Terintegrasi Secara Elektornik yang mulai berlaku sejak diundangkan yaitu tanggal 8 April 2020. Dengan diberlakukannya Permen ATR/BPN No. 5 Tahun 2020 ini maka Permen ATR/BPN No. 9 Tahun 2019 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Penulisan Jurnal ini bertujuan untuk mendapatkan jawaban terhadap Pelaksanaan Pendaftaran Hak Tanggungan Dalam Pelayanan Hak Tanggungan Terintegrasi Secara Elektronik Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Tabanan. Berdasarkan kajian penelitian ini didapat bahwa Pelaksanaan Pendaftaran Hak Tanggungan Dalam Pelayanan Hak Tanggungan Terintegrasi Secara Elektronik Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Tabanan berpedoman pada Petunjuk Teknis Nomor: 2/Juknis-400.HR.02/IV/2020 tentang pelayanan hak tanggungan terintegrasi secara elektronik.
AKSARA ANG-AH DALAM PERSPEKTIF SENI DAN MISTIS I Kadek Sumadiyasa
VIDYA WERTTA : Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Vidya Wertta: Media Komunikasi Universitas Hindu Indonesia
Publisher : FAKULTAS ILMU AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/vw.v5i2.3401

Abstract

Ajaran agama Hindu dan kebudayaan Bali merupakan satu kesatuan utuh tidak bisa terpisahkan. Dalam hal ini dapat diimplementasikan dengan berbagai wujud simbolik keagamaan. Setiap acara aktivitas keagamaan memakai berbagai bentuk simbolik sebagai pengantar obyek kepada Ketuhanan. Wujud simbolik yang berkaitan kebahasaan dan seni dalam Agama Hindu di Bali bisa diwujudkan melalui Aksara Bali. Aksara Bali dibagi menjadi tiga jenis yaitu aksara wreastra, wijaksara/bijaksara dan modre. Penelitian ini membahas aksara Ang-Ah dalam ekspresi kesenian khususnya seni rupa.

Page 10 of 17 | Total Record : 166