cover
Contact Name
Tanzil
Contact Email
tanzil.atjeh@gmail.com
Phone
+6285371610085
Journal Mail Official
lsamaaceh@gmail.com
Editorial Address
LSAMA Jl. T. Nyak Arief No. 101, Lamnyong, Banda Aceh, 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora
ISSN : 23382341     EISSN : 25979175     DOI : https://doi.org/10.47574/kalam.v9i1.101
Jurnal KALAM is published by Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA) in Banda Aceh. Its focus is to publish research articles in Islamic studies and society twice a year. Its scope consists of (1) Islamic theology; (2) Islamic law; (3) Islamic education; (4) Islamic mysticism and philosophy; (5) Islamic economics and politics; (6) Study of tafsir (Quran exegesis) and hadith; and (7) Islamic art and history.
Articles 127 Documents
Manajemen Majelis Adat Aceh Di Kabupaten Bireuen: Peran, Fungsi, Dan Implementasi Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Adat Maisura; Maimun Abdurrahman Amin; Umar Dani
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 14 No. 1 (2026): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/kalam.v14i1.346

Abstract

The Aceh Customary Council (MAA) is a traditional institution that plays a crucial role in maintaining, preserving, and developing the traditional values ​​of the Acehnese people in accordance with Islamic law. In Bireuen Regency, the MAA plays a strategic role in strengthening cultural identity and maintaining social harmony. This study aims to analyze the management of the MAA in Bireuen Regency, focusing on its role, function, and implementation in preserving traditional values. This research uses a descriptive qualitative approach through literature review and document analysis related to traditional institutions. The analysis is based on management functions, including planning, organizing, implementing, and monitoring. The results indicate that the management of the MAA in Bireuen Regency has been quite effective. In terms of planning, the MAA systematically develops a traditional preservation program. In terms of organization, the MAA coordinates with the local government, traditional leaders, and community organizations. In implementation, various activities, such as customary dispute resolution, socialization of traditional values, and community development, have been carried out sustainably. Meanwhile, the supervisory function is carried out to ensure that the implementation of customary practices remains in accordance with Islamic law and social norms. However, several challenges remain, such as limited human resources, minimal budget support, and the influence of globalization on the younger generation. Therefore, institutional strengthening and program innovation are needed to ensure that customary preservation remains relevant in the modern era.
Analisis Faktor Daya Tarik Dakwah Ustazah Halimah Alaydrus Di Youtube Mila Thahira Siregar; Hasan Basri M. Nur; Fakhruddin
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 14 No. 1 (2026): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/kalam.v14i1.347

Abstract

The development of digital technology has changed the pattern of da'wah from face-to-face to online media-based, including da'wah models without showing the preacher's face. This research is motivated by the dominance of visual aspects in digital da'wah, especially on the YouTube platform, amidst the phenomenon of da'wah that does not display the physical representation of the communicator. This study aims to analyze the attractiveness of Ustazah Halimah Alaydrus' da'wah delivered without facial visuals, and to understand how the message remains effective and attractive to the audience. The method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques through video content analysis based on the categories of faith, morals, and worship, as well as in-depth interviews with purposively selected audiences. Data analysis uses an interactive model that includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that the appeal of da'wah does not depend on the visual aspect, but rather on the credibility of the communicator which includes expertise, trustworthiness, and non-physical attractiveness. Soft delivery, the use of simple language, and appropriate voice intonation can create deep emotional and spiritual engagement. Audiences also demonstrated positive responses, including increased understanding, emotional engagement, and positive changes in attitudes. Thus, preaching without physical representation has proven effective as an alternative communication model in the digital age.
Optimalisasi Dana Zakat dan Implikasinya terhadap Kesejahteraan Kaum Dhuafa di Kota Banda Aceh Ahmad Hazim Fakhri; Fithriady Ilyas; Hafiizh Maulana
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 13 No. 1 (2025): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/kalam.v13i1.299

Abstract

Banda Aceh has great zakat potential. The distribution of zakat from Baitul Mal Banda Aceh City is assumed to be able to help the poor in improving their welfare. However, what still needs to be considered is whether the distribution can provide welfare for the poor. Therefore, more specific study is needed regarding the optimization of collection, distribution, and the implications for the welfare of the poor. This research used Soft System Methodology which was carried out at Baitul Mal Banda Aceh City and involved amil, commissioners, poor people and zakat experts. The results of this research show that there are still several challenges in optimizing zakat management including zakat collection, public awareness, regulations and zakat distribution. Meanwhile, to be able to optimize the management of zakat funds, new steps and strategic plans are needed that are designed from the results of this research in collecting, distributing and empowering zakat funds.   Banda Aceh memiliki potensi zakat yang besar. Distribusi zakat dari Baitul Mal Kota Banda Aceh diasumsikan mampu membantu masyarakat miskin dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Namun, yang masih perlu diperhatikan adalah apakah distribusi tersebut benar-benar dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat miskin. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang lebih spesifik mengenai optimalisasi pengumpulan, pendistribusian, dan implikasinya terhadap kesejahteraan masyarakat miskin. Penelitian ini menggunakan Soft System Methodology yang dilakukan di Baitul Mal Kota Banda Aceh dan melibatkan amil, komisioner, masyarakat miskin, serta pakar zakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa tantangan dalam optimalisasi pengelolaan zakat, termasuk dalam hal pengumpulan zakat, kesadaran masyarakat, regulasi, dan pendistribusian zakat. Sementara itu, untuk dapat mengoptimalkan pengelolaan dana zakat, diperlukan langkah-langkah baru dan rencana strategis yang dirancang berdasarkan hasil penelitian ini dalam aspek pengumpulan, pendistribusian, dan pemberdayaan dana zakat.
Nuansa Filosofis dalam Tafsir Al-Qur’an Tb Muhammad Zuhal Wardhana; R. Edi Komarudin; Abdul Kodir; Rohanda Rohanda
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 13 No. 1 (2025): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/kalam.v13i1.305

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penafsiran al-Qur’an dalam nuansa filosofis. Penelitian ini bermaksud untuk menjawab masalah bagaimana peranan filsafat dalam penafsiran al-Qur’an dan apa saja yang mesti diperhatikan dalam penafsiran melalui pendekatan filsafat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi filsafat dalam memberikan perspektif kritis dan metodologis pada ilmu tafsir, serta untuk mengidentifikasi batasan dan syarat yang harus dipenuhi dalam penggunaan pendekatan filsafat agar tetap sesuai dengan prinsip-prinsip otentik penafsiran al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan filsafat ilmu yang menyoroti hubungan antara filsafat dan penafsiran teks agama. Sumber data yang digunakan meliputi literatur klasik dan modern yang relevan dengan tema filsafat dan tafsir al-Qur’an. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menelaah dan menganalisis dokumen, kitab tafsir, dan karya-karya filsafat yang berkontribusi pada pemahaman teks al-Qur’an. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik content analysis, yang menekankan pada penafsiran mendalam terhadap konsep-konsep filsafat dalam tafsir, serta bagaimana konsep tersebut dapat diaplikasikan tanpa mengaburkan makna asli teks al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat memberikan perspektif kritis, metodologis, dan sistematis dalam penafsiran al-Qur’an, terutama dalam memahami konteks historis dan rasionalitas ayat-ayat tertentu. Namun, penerapan filsafat dalam tafsir memerlukan penguasaan yang mendalam terhadap ilmu tafsir, kaidah bahasa Arab, dan prinsip-prinsip syariat agar tidak menyimpang dari makna otentik. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya integrasi antara filsafat dan ilmu tafsir dalam pengembangan metode penafsiran yang lebih kaya, khususnya dalam menghadapi tantangan pemahaman al-Qur’an dalam konteks keilmuan modern. This study examines the interpretation of the Qur'an within a philosophical framework. The research aims to address the role of philosophy in interpreting the Qur'an and the key considerations in employing a philosophical approach to Qur'anic exegesis. The objective of this research is to explore the contribution of philosophy in providing a critical and methodological perspective on Qur'anic interpretation and to identify the limitations and requirements for utilizing a philosophical approach to ensure adherence to the authentic meaning of the Qur'anic text. The method applied in this context research is library research, employing a philosophy of science approach that highlights the relationship between philosophy and the interpretation of religious texts. The data sources include classical and modern literature relevant to the themes of philosophy and Qur'anic exegesis. Data collection techniques involve reviewing and analyzing documents, tafsir works, and philosophical texts contributing to the understanding of the Qur'an. The collected data were analyzed using content analysis techniques, focusing on an in-depth interpretation of philosophical concepts in Qur'anic exegesis and how these concepts can be applied without distorting the original meaning of the Qur'anic text. The study's findings indicate that philosophy provides a critical, methodological, and systematic perspective in interpreting the Qur'an, particularly in understanding the historical context and rationality of certain verses. However, applying philosophy in exegesis requires a deep mastery of tafsir sciences, Arabic linguistic rules, and shari'ah principles to avoid deviations from the authentic meaning. The implications of this research highlight the importance of integrating philosophy and tafsir sciences in developing richer interpretative methods, especially in addressing the challenges of understanding the Qur'an in the context of modern science.    
Proses dan Etika Mujadalah dalam Al-Qur’an sebagai Pendekatan Komunikasi Dakwah Fakhri Yusuf; Yusran Nasir; Rasyidah; Siti Maisarah; Jailani Ahmad
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 13 No. 1 (2025): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/kalam.v13i1.306

Abstract

This paper aims to find out the mujadalah communication approach in the Al-Qur'an. In writing, a qualitative descriptive communication approach is used with content analysis. The information collection method or technique uses library research, where library research is investigate is the movement of collecting materials related to inquire about beginning from books, journals, literature and other publications. There are two sources of data, namely primary data comes from the Al-Qur'an and Tafsir, and secondary data comes from books and other publications. The research results show that the word mujadalah comes from the Arabic "Jādala", while the fi'il mudhari' means "Yujādilu", "Mujadalah" which means to argue or debate and can also be interpreted as discussion or dialogue. The Qur'an regulates the ethics of mujadalah or discussion, including in Surah An-Nahl (125), Surah Al-Hajj (3), and Surah Al-Ankabut (46). The interpretation of this verse gives rise to the ethics of carrying out discussions or debates, namely by good wisdom, including good delivery procedures, polite language, arguments based on science and facts, and respecting the dignity of the discussion partner so that communication goals can be achieved and provide positive feedback. Penelitian ini mengkaji konsep mujadalah dalam Al-Qur’an sebagai basis nilai etika komunikasi Islam, serta relevansinya dalam komunikasi modern, termasuk pada platform digital dan media sosial. Dengan menggunakan metode studi pustaka (library research), pendekatan tafsir, komunikasi Islam, etika Islam, dan hermeneutika, penelitian ini menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan mujadalah, di antaranya QS. An-Nahl: 125, QS. Al-Hajj: 3, dan QS. Al-Ankabut: 46. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mujadalah dalam Al-Qur’an bukan sekadar debat, tetapi dialog persuasif yang menekankan hikmah, kejujuran, kesopanan, penghargaan terhadap lawan bicara, serta argumentasi berbasis ilmu. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip komunikasi efektif, karena mendukung terciptanya komunikasi yang diterima, dipahami, dan membangun umpan balik yang positif. Penerapan nilai mujadalah sangat relevan dalam ruang publik digital untuk menghadapi tantangan komunikasi di era informasi, termasuk dalam upaya mencegah disinformasi, ujaran kebencian, dan konflik daring. Penelitian ini merekomendasikan internalisasi nilai mujadalah dalam praktik dakwah, pendidikan, dan komunikasi sosial, baik di ruang konvensional maupun digital.
Transformasi Pakaian Adat Perkawinan Aceh Pasca Pemberlakuan Syariat Islam Sebagai Bentuk Adaptasi Budaya di Era Global Ade Raudhatul Izzah; Munawiah Abdullah; Anwar Daud; Husaini Husda
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 13 No. 2 (2025): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/kalam.v3i2.321

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang transformasi pakaian adatperkawinan Aceh pasca pemberlakuan syariat Islam, faktor pendorong berubahnya  pakaian adat perkawinan Aceh, dan respon masyarakat terhadap perubahan pakaian adat perkawinan Aceh. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan informan dari kalangan penata rias, perancang busana, dan tokoh masyarakat di Banda Aceh dan Aceh Besar, juga diperoleh dari artikel, dan buku,data dianalisis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkanbahwa pasca pemberlakuan Islam banyak terjadi perubahan dalam bentuk, motif, warna dan cara penggunaan pakaian adat Aceh, terjadi penyesuaian agar bisa tetap sejalan dengan nilai-nilai kesopanan dan ajaran agama, perubahan ini dipengaruhi oleh arus globalisasi, penerapan syariat Islam,dan kemajuan industri mode yang semakin pesat dan modern. Tanggapan masyarakat umumnya menerima perubahan tersebut selama nilai-nilai adat istiadat, dan syariat Islam masih tetap terjaga.  
Teori Percakapan Dalam Perspektif Islam dan Ilmu Komunikasi Wardana Wardana
Kalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora Vol. 13 No. 2 (2025): Agama dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Studi Agama dan Masyarakat Aceh (LSAMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47574/kalam.v13i2.325

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi teori percakapan dalam perspektif Islam dan ilmu komunikasi modern untuk membangun kerangka komunikasi yang komprehensif, etis, dan transformatif. Percakapan dipahami sebagai fenomena interaksi yang tidak hanya bersifat linguistik, tetapi juga simbolik, sosial, dan spiritual. Perspektif Islam menekankan prinsip qaulan (sadida, baligha, layyina, ma’rufa, dan karima) serta syura sebagai dasar kejujuran, kelembutan, musyawarah, dan tanggung jawab moral dalam komunikasi. Sementara itu, teori percakapan modern dianalisis melalui paradigma positivistik, interpretif, dan kritis, dengan fokus pada Conversation Analysis dan Conversation Theory yang menyoroti struktur interaksi dan konstruksi makna bersama. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan kajian literatur, jurnal, tesis, dan dokumen relevan. Hasil penelitian menunjukkan adanya keselarasan antara etika komunikasi Islam dan mekanisme percakapan modern, seperti pergiliran bicara, mendengarkan aktif, dan perbaikan ujaran. Integrasi kedua perspektif ini memperkaya analisis komunikasi dan praktik percakapan yang adil, manusiawi, dan bermakna.

Page 13 of 13 | Total Record : 127