cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
PRANATA SOSIAL DALAM PERTANIAN : STUDI TENTANG PENGETAHUAN LOKAL PADA MASYARAKAT PETANI DI JAWA BARAT Opan S. Suwartapradja
Sosiohumaniora Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.422 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v12i1.5442

Abstract

Program Pemerintah dalam peningkatan produksi petanian dimulai dari pemasyarakatan Panca Usaha Tani sejak tahun 1970-an. Hasilnya telah mencapai swasembada beras pada tahun 1984, tetapi masih belum menunjukkan stabilitas keberadaan pangan dan pendapatan petani masih tetap termajinalkan. Hal ini tidak hanya terkait dengan harga jual dan sistem pemasaran yang masih tradisional, akan tetapi juga tingginya biaya produksi. Salah satu upaya dalam mengurangi biaya produksi terutama dibidang ketenaga kerjaan dengan memanfaatkan kearifan lokal, yaitu memanfaatkan suatu bentuk kerja sama dalam kehidupan petani, seperti Liliuran/gropyokan/rempugan. Bentuk kerjasama ini telah melembaga dalam kehidupan mereka, tetapi keberadaannya semakin termarjinalkan. Tulisan ini mendeskripsikan, menggambarkan dan atau melukiskan serta memaknai kearifan lokal sebagai suatu bentuk pranata sosial yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat agraris di perdesaan melalui pendekatan kualitatif, yang dapat dipertimbangkan dalam mengaplikasikan program-program pembangunan. Pranata sosial ini merupakan suatu bentuk kerjasama dalam suatu kegiatan yang dilakukan oleh para petani dengan cara bergiliran. Keanggotaannya cukup rasional dan cukup ideal, terkait dengan luasan, pergiliran dan masa tanam, sehingga bagi yang mendapatkan giliran terakhir sesuai dengan jadwal tanam yang serentak dilaksanakan. Dalam bentuk kerjasama ini tidak ada ketentuan yang mengikat dan tidak ada kompensasi. Setiap anggota yang terlibat membayarnya dengan jasa atau tenaga sesuai dengan kegiatan yang dilakukannya. Pranata sosial mengandung kepentingan sosial, eknomi dan budaya. Dari segi sosial, dapat menjaga dan meningkatkan ikatan atau hubungan antar kerabat, teman dan tetangga dan dari segi ekonomi dapat mengurangi biaya produksi. Sedangkan dari segi budaya terkait dengan sistem nilai yang berlaku dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Bentuk kerjasama ini mempunyai arti penting dalam kehidupan petani, terutama yang masih diricikan oleh sifat-sifat tradisional (Post Traditional).
PERILAKU SOSIAL KESEHATAN IBU HAMIL DAN MELAHIRKAN (Studi di Kawasan Perbatasan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang Propinsi Kalimanatan Barat) Hasan Almutahar
Sosiohumaniora Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.158 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i3.5764

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada perilaku kesehatan ibu hamil dan melahirkan dengan studi kasusdi Kawasan Perbatasan. Disini dijelaskan proses kehamilan dan melahirkan, dimana perilaku sosial disinyalirmenggunakan tenaga dukun bersalin (dukun kampung) dari masyarakat lokal.Objek penelitian adalah perilakusosial kesehatan ibu hamil dan melahirkan di Kawasan Perbatasan Kecamatan Seluas, dengan metode diskriptif.Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder dari arsip, dokumen, dan instansi terkait.Penelitianini menjelaskan fenomena perilaku sosial kesehatan ibu hamil dan melahirkan. Sesuai dengan sifat dari objekpenelitian, maka pendekatan penelitian ini adalah kualitatif.Hasil penelitian bahwa perilaku sosial ibu hamilmenunjukan kurangnya upaya dari ibu hamil untuk berkonsultasi dengan bidan desa bahkan pihak puskesmas.Hal ini disebabkan oleh minimnya prasana di wilayah setempat, seperti kondisi jalan yang sulit dijangkau untukmencapai puskesmas dan tempat bidan desa di tingkat kecamatan.Mayoritas masyarakat di kawasan pedesaanterutama di kawasan perbatasan masih mempercayai terhadap mitos yang berkembang di masyarakat. Gejalasosial yang telah membudaya yakni dengan mempercayai bidan kampung atau dukun beranak dapat melakukanpersalinan dengan bantuan roh-roh halus. Dalam kepercayaan ini dimulai dengan memberikan sesajian yangdipercaya dapat memberikan keselamatan ibu saat melahirkan, dan terutama bagi anak yang dilahirkan.Masyarakatdikawasan ini memiliki persamaan pola pikir pelayanan kesehatan antara ibu hamil yang menggunakan jasa bidandesa dan tenaga medis yang berasal dari puskesmas. Disisi lain terungkap perilaku sosial ibu hamil dan melahirkanmasih bergantung terhadap bidan kampung (dukun beranak) yang menggunakan pola-pola tradisional masyarakatlokal (bersahaja).
EVALUASI DAMPAK BERLAKUNYA PP NO. 11 TAHUN 2010 TENTANG PENERTIBAN DAN PENDAYAGUNAAN TANAH TERLANTAR TERHADAP KEBIJAKAN PENGELOLAAN TANAH PERTANIAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA Ida Nurlinda; Yani Pujiwati; Marenda Ishak s
Sosiohumaniora Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.655 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v15i1.5244

Abstract

Penetapan UU No 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan bertujuan untuk mencegah terjadinya alih fungsi tanah pertanian. Data BPS (2010), menunjukkan bahwa 27 ribu hektar tanah pertanian dialihfungsikan untuk kepentingan non pertanian. Berdasarkan hal tersebut, UU No. 41/2009 diharapkan mampu menjadi instrumen pengendalian dalam pemanfaatan tanah. Di lain pihak, munculnya PP No 11 tahun 2010 tentang penertiban dan pendayagunaan tanah terlantar berpotensi terhadap meningkatnya alih fungsi tanah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengevaluasi dampak berlakunya PP No 11 tahun 2010 berkaitan dengan kebijakan pengelolaan tanah pertanian; (2) Menjadi dasar dalam perumusan aturan pelaksanaan PP ; (3) mengkaji efektifitas pelaksanaan program terkait oleh dinas lainnya, dalam rangka mewujudkan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan dengan metode analisis yuridis empiris. Selanjutnya, dilakukan kajian evaluasi lahan dalam rangka menilai produktivitas lahan pertanian dan penyebab rendahnya produktivitas lahan dari tanah-tanah yang terindikasi terlantar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; PP 11/2010 ini tidak efektif dalam melakukan pemberdayaan dan penertiban tanah terlantar. Kedua, kordinasi dalam pelaksanaan PP dinilai kurang memadai antar sesama dinas-dinas yang terkait. Ketiga, perlu dilakukan penelitian guna membuat aturan pelaksanaan terhadap penertiban dan pendayagunaan tanah yang lebih adil dan berkelanjutan.
PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN DI KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH Andi Pitono; Ahmad Averus
Sosiohumaniora Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.299 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i1.11677

Abstract

Rumah sakit sebagai salah satu elemen penting dalam pelayanan publik di bidang kesehatan. Adanya dorongan kemandirian dan persaingan mengakibatkan pelayanan kesehatan ini semakin terasa mahal bagi masyarakat, tidak terkecuali pelayanan rawat inap yang belum memenuhi harapan. Kondisi ini bila terus terjadi dapat berakibat pada pembangunan kualitas sumber daya manusia yang semakin melorot disebabkan oleh keberadaan rumah sakit yang seyogianya menjadi solusi bagi pelayanan kesehatan khususnya rawat inap tapi justru menjadi bagian dari permasalahan pelayanan kesehatan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan terhadap kinerja dalam meningkatkan pelaksanaan pelayanan kesehatan rawat inap di rumah sakit umum. Adapun teori yang digunakan adalah teori pengawasan yang dikemukakan oleh Siagian, sedangkan teori kinerja dikutip dari Prawirosentono, dan teori pelayanan yang disampaikan oleh Sabarguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, serta analisis korelasi productmoment, determinasi dan koefisien korelasi untuk mengetahui pengaruh pengawasan terhadap kinerja perawat dalam meningkatkan pelayanan kesehatan rawat inap di rumah sakit. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengawasan pimpinan rumah sakit berpengaruh terhadap kinerja perawat, namun kinerja perawat kurang berpengaruh terhadap kualitas pelayanan kesehatan rawat inap, ini karenakan para perawat masih mengerjakan tugas lain diluar tugas utama mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berkaitan dengan administrasi di rumah sakit khususnya mengenai pelaksanaan pengawasan dan pengaruhnya terhadap kinerja perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan rawat inap yang terbaik kepada para pasien. 
TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PRODUKSI KEDELAI (GLYSINE MAX (L) MERRIL) DI KECAMATAN CONGGEANG DAN BUAHDUA KABUPATEN SUMEDANG Erna Rachmawati; Endah Djuwendah
Sosiohumaniora Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i1.5389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat penerapan teknologi produksi usahatani kedelai, (2) faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi petani dalam menerapkan teknologi produksi kedelai, dan (3) hubungan antara tingkat penerapan teknologi dengan produktivitas dan pendapatan usahatani kedelai. Metode yang digunakan adalah survey dengan teknik pemilihan responden secara acak sederhana terhadap 40 orang petani kedelai. Teknis analisis data menggunakan analisis R/C ratio, analisis pendapatan dan biaya produksi serta dilakukan analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat penerapan teknologi produksi kedelai termasuk kategori sedang. Komponen teknologi yang paling rendah tingkat penerapannya adalah tata guna air dan yang tertinggi adalah kegiatan panen dan pasca panen. (2) Faktor internal yang mempengaruhi petani dalam menerapkan teknologi produksi kedelai adalah umur, pendidikan, dan pengalaman berusahatani. Sementara faktor eksternalnya adalah luas lahan, status kepemilikan lahan, besarnya modal, intensitas penyuluhan, ketersediaan sarana produksi, dan harga jual. (3) Penerapan teknologi produksi kedelai berhubungan positif dengan produktivitas dan pendapatan. Semakin tinggi penerapan teknologi akan memberikan produktivitas yang tinggi dan pendapatan yang meningkat. Hal ini terlihat dari nilai R/C ratio yang semakin besar sejalan dengan meningkatnya penerapan teknologi produksi kedelai. Kata Kunci: Tingkat penerapan teknologi, faktor-faktor intern-ekstern petani, produktivitas dan pendapatan.
PERSEPSI PETANI TERHADAP INOVASI TEKNOLOGI PESTISIDA NABATI LIMBAH TEMBAKAU (Suatu Kasus pada Petani Tembakau di Kabupaten Sumedang) Pingkan Aditiawati; Mia Rosmiati; Dadang Sumardi
Sosiohumaniora Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.031 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i2.5731

Abstract

Sebagai suatu inovasi, proses adopsi pestisida nabati limbah tembakau membutuhkan suatu prosespemahaman (persepsi) oleh para petani. Suatu inovasi akan diadopsi oleh petani jika mereka mempunyaipersepsi yang baik terhadap inovasi tersebut. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini akan mengkaji bagaimanapersepsi petani terhadap teknologi pestisida nabati limbah tembakau. Penelitian ini dilaksanakan di daerah sentrapengolahan tembakau di Kabupaten Sumedang yaitu di Kecamatan Sukasari dan Tanjungsari. Metode yangdigunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan responden dilakukan secara sensus terhadappetani yang mengikuti pelatihan teknologi pestisida nabati limbah tembakau (40 responden). Persepsi petaniterhadap inovasi teknologi pestisida nabati limbah tembakau dilihat dari indikator sifat inovasi yaitu relativeadvantage, compatibility, complexity, triability, dan observability, kemudian diukur dengan menggunakan skalalikert. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwapersepsi petani terhadap inovasi teknologi pestisida nabati limbah tembakau termasuk kriteria positif. Jika petanimempunyai persepsi yang baik diharapkan proses adopsi inovasi pestisida nabati limbah tembakau oleh petanidapat berjalan secara cepat.Kata Kunci : inovasi teknologi, persepsi, pestisida nabati, sifat inovasi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP DINAMIKA KELOMPOK DAN KAPASITAS PETANI DALAM AGRIBISNIS PADI ORGANIK Sri Wahyuni
Sosiohumaniora Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.311 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i1.8769

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memaparkan : (1) karakteristik petani padi organik, ketersediaan informasi mengenai budidaya padi organik, dan dukungan lembaga penunjang bagi kegiatan agribisnis beras organik, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika kelompok petani padi organik, dan (3) pengaruh dinamika kelompok terhadap kapasitas petani dalam agribisnis beras organik. Penelitian telah dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Karawang, mulai dari Februari sampai April 2015. Terpilih 267 orang responden melalui metode stratified random sampling, responden tersebar 132 orang di Kabupaten Tasikmalaya dan 135 orang di Kabupaten Karawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Petani padi organik pada umumnya berusia produktif, berpendidikan formal dan nonformal rendah, berpengalaman rendah dalam budidaya padi organik dan berlahan sempit. Informasi mengenai budidaya padi organik diperoleh dari pengurus kelompok, penyuluh dan LSM.Informasi tersebut relevan dengan kebutuhan petani dalam budidaya padi organik, sistematis dan mendetail serta mampu mengatasi permasalahan petani. Dinas pertanian, penyuluh, LSM dan koperasi turut memberi dukungan kepada kelompok petani dalam agribisnis beras organik; (2) Ketersediaan informasi mengenai budidaya padi organik dan dukungan lembaga penunjang berpengaruh terhadap kedinamisan kelompok petani padi organik; (3) Dinamika kelompok berpengaruh positif dan signifikan terhadap kapasitas petani dalam budidaya padi organik.
TINJAUAN KRITIS KONSEP DAN APLIKASI TEORI PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL PERS DI DUNIA PERS INDONESIA Rendra Permana
Sosiohumaniora Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v7i3.5357

Abstract

Konsep Pertanggungjawaban Sosial Pers telah mendapatkan pengakuan global selama lebih dari 5 dasawarsa terakhir. Konsep yang didorong secara teoritis oleh hasil Komisi Kebebasan Pers di Amerika pada tahun 1947 itu, adalah hasil dari pemikiran kritis dan antitesa dari konsep dan praktek sistem pers libertarian. Pada hakekatnya, konsep tersebut menginginkan adanya pengakuan dan pengadopsian kewajiban-kewajiban sosial pers kepada publik yang dilayaninya. Tanpa mengacu secara langsung atau tidak langsung, pers Indonesia sebenarnya telah melandaskan diri pada konsep pers yang bebas dan bertanggungjawab. Dengan landasan filosofi dan latarbelakang sejarah yang berbeda, cita-cita ideal dari pertanggungjawaban sosial pers di Indonesia sama dengan konsep yang bersumber Komisi Kebebasan Pers Amerika tersebut. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa sistem pers Indonesia tergolong sistem pers Tanggung Jawab Sosial. Namun setelah reformasi, ternyata banyak pelaku pers Indonesia yang memaknai kebebasan pers itu secara salah kaprah. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor itu adalah dampak dari globalisasi, pengadopsian sistem pasar, dan tidak adanya rujukan bagi insan pers, masyarakat dan pemerintah dalam konsep dan pelaksanaan pers bebas dan bertanggungjawab.
ANALISIS KARAKTERISTIK RESPONDEN DALAM MENUNJANG PENGGALIAN POTENSI BERSUMBERDAYA MASYARAKAT DALAM PENDANAAN KESEHATAN MELALUI ASURANSI KESEHATAN DI KOTA BANDUNG Sharon Gondodiputro
Sosiohumaniora Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i3.5573

Abstract

Pendanaan kesehatan dari Gross Domestic Product tahun 2003 di Indonesia kecil yaitu 3,1%, 64,1% berasal dari masyarakat (74,3% bermekanisme out of pockets payment) dan 35,9% berasal dari pemerintah. Hanya 23,33% penduduk Kota Bandung yang melakukan pendanaan kesehatannya melalui pihak ketiga,sehingga potensi penggalian dana untuk kesehatan masih cukup tinggi. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi karakteristik penduduk yang dapat mendukung pendanaan kesehatan melalui asuransi kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian survey cross-sectional, analisis deskriptif dengan sampel 700 responden, yaitu masyarakat Kota dan belum menjadi peserta asuransi kesehatan. Hasil dan rekomendasi penelitian adalah wanita dapat dijadikan sasaran sosialisasi asuransi kesehatan,sasaran utama pengembangan asuransi kesehatan adalah usia produktif, penyampaian informasi tentang pendanaan kesehatan dilaksanakan dengan cara maupun bahasa yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan SMA ke bawah, penghasilan responden sangat fluktuatif dan tidak menetap sehingga pelaksanaan pengambilan iuran asuransi kesehatan akan menjadi kendala, sebagian besar responden mempunyai tanggungan ≤ 4 orang, semakin banyak jumlah tanggungan sebuah keluarga semakin besar total premi yang harus dibayar, 51,9% responden memiliki rumah sendiri, sehingga dengan terpenuhinya kebutuhan dasar tersebut, maka diasumsikan bahwa seseorang dapat mengalihkan pengeluarannya untuk kebutuhan yang lain termasuk membayar iuran/premi asuransi kesehatan serta 54,6% responden tidak mempunyai kendaraan, sehingga perlu dipikirkan lokasi fasilitas pelayanan kesehatan yang dikontrak oleh badan asuransi serta perhitungan biaya transportasi. Kata Kunci : Pendanaan kesehatan, Asuransi kesehatan, Karakteristik responden
INTEGRASI PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENCIPTAAN KESEMPATAN KERJA SEKTOR PERTANIAN DI INDONESIA Dessy Adriani; Elisa Wildayana
Sosiohumaniora Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.309 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i3.8381

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan kesempatan kerjasektor pertanian. Hasil analisis bermanfaat bagi pemerintah untuk meninjau apakah kebijakan pembangunan ekonomiyang yang dilaksanakan selama ini telah mendukung penciptaan kesempatan kerja baru di sektor pertanian, apakahsektor pertanian masih mampu menciptakan kesempatan kerja baru serta bagaimanaarah pembangunan ekonomisektor pertanian ke depan untuk dapat mendukung penciptaan kesempatan kerja baru. Data yang digunakan adalahdata sekunder tahun 1977-2012 untuk variabel Produk Domestik Bruto dan kesempatan kerja sektor pertanian.Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Analisis data menggunakan model Vector Autoregression (VAR).Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan kesempatan kerja selalu berada di bawah pertumbuhan ekonomiselama kurun waktu 1977-2012 bersifat labor intensivesehingga tidak mendukung penciptaan kesempatan kerjabaru. Pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja sektor pertanian tidak terintegrasi secara sempurna. Hal iniberarti tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian sudah berlebih dari kapasitas penyerapan sektor pertanian.Penciptaan kesempatan kerja baru di sektor pertanian ke depan hanya dapat diarahkan untuk lapangan kerja yangberkaitan dengan industrialisasi pertanian, namun hal ini harus disertai dengan peningkatan kualifikasi tenagakerja pertanian agar sesuai dipekerjakan di sektor industri.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue