cover
Contact Name
Sosiohumaniora
Contact Email
sosiohumaniora@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosaku_sumah@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Sosiohumaniora
ISSN : 14110911     EISSN : 24432660     DOI : -
Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan menerbitkan Artikel terpilih dibawah lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Arjuna Subject : -
Articles 789 Documents
KONTRIBUSI MEDIA WATCH PADA KEMERDEKAAN PERS INDONESIA DI ERA REFORMASI Djuroto -; Nina Winangsih Syam
Sosiohumaniora Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.587 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v13i2.5515

Abstract

Judul penelitian ”Kontribusi Media Watch Pada Kemer d ekaa Pners Di Era Re formas in” i, bertujuan mengetahui sebe rap jaauh media watch memberikan kontribusi terhadap kemer dekaa pners Indonesia yang telah memperoleh kembali ke b ebasanny as, etelah dalam pemerintahan orde baru, pers merasa dibatasi kebe b asa nny aT.ernyata, sete la hpers memperoleh kembali kebe basanny ay,ang terjadi adalah ber bag akionflik, antara pers dengan pejabat maupun pers dengan masyarakat. Pemberitaan yang disajikan pers cenderung sepihak, tidak melakukan check and rec heck, dan menga baika ncover both side. Kondisi ini ter ja dkiarena kurang pahamnya pengelola media terhadap cara bermedia yang benar, serta kurang ketatnya kon tr oplemberitaan oleh komisi-komisi pengawas media yang telah dibentuk, seperti Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia. Menyi ka pi kondisi ini, mun c ullembaga-lembaga swa d ay amasyara k at(LSM) yang menempat ka dniri sebagai pengawas me d idaengan nama Media Watch. Metode penelitian ini diskriptif kualitatif de nga mn engungkap peris tiw aatau kejadian yang menimpa pers Indonesia di era reformasi. Hasil penelitian menyebutkan media watch memberikan kontribusi dengan menyadar ka npers maupun ma sy araka t, tentang penting ny baermedia yang baik, berupa bim binga tnentang etika pro fe si ke w ar t awnaa nt,atacara pe nyampaia bne ri tyaang sesuai dengan kode etik, serta me n ging atka nb, ahwa pers mempunyai tugas utama seba g aliembaga kontrol so sia yl,ang konstruktif, yang dapat merangsang masyara k autntuk beropini dan ber e ksp re sik,arena dalam sistem demokrasi masyara k amt empunyai hak untuk tahu serta hak untuk berekspresi. Kata kunci : Media Watch, Kemerdekaan Pers, Era Reformasi
PERAMALAN PENJUALAN MINUMAN TRADISIONAL BANDREK DI CV. CIHANJUANG INTI TEKNIK, CIMAHI, JAWA BARAT (Studi Kasus pada Penjualan Bandrek Tahun 2013) Helen A Sianturi
Sosiohumaniora Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.948 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i2.9949

Abstract

Bandrek merupakan minuman tradisional khas Jawa Barat yang terbuat dari berbagai campuran rempah-rempah. Seiring berjalannya waktu dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, saat ini bandrek telahtersedia dalam bentuk kemasan siap saji. Salah satu perusahaan yang memproduksi bandrek kemasan adalah CV. Cihanjuang Inti Teknik yang berlokasi di Cimahi, Jawa Barat. Berdasarkan data penjualan perusahaan selama 3 tahun terakhir diketahui terjadi fluktuasi penjualan bandrek setiap bulannya, sehingga perlu dilakukan peramalan untuk memprediksi penjualan bandrek satu tahun mendatang.Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peramalan penjualan minuman tradisional bandrek untuk satu tahun ke depan dari Juni 2014 hingga Mei 2015 di CV. Cihanjuang Inti Teknik. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif, dengan teknik penelitiannya adalah studi kasus. Analisis kuantitatif digunakan untuk meramalkan penjualan bandrek. Sumber data dan informasi terdiri dari dua jenis yaitu data primer dan data sekunder, yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi literatur. Data yang dipergunakan dalam peramalan adalah data penjualan selama tiga tahun terakhir dari Juni 2011 hingga Mei 2014. Metode yang digunakan untuk meramalkan penjualan adalah metode eksponensial linier, metode dekomposisi, dan metode ARIMA dengan bantuan Microsoft Excel dan Minitab 17. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peramalan dengan ketiga metode tersebut menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Hasil peramalan yang menggunakan metode eksponensial linier menunjukkan bahwa penjualan meningkat 9,6% dengan nilai kesalahan MSE 510966679, yang menggunakan metode dekomposisi, penjualan meningkat 18,6% dengan nilai MSE 1564450485 sedangkan yang menggunakan metode ARIMA (0,1,1), penjualan turun 9,4% dengan nilai MSE 876651753. Hasil ini dapat digunakan perusahaan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan.
THE PANCASILA INDUSTRIAL RELATIONS (THE INDUSTRIAL RELATIONS BASED ON THE INDONESIAN FIVE PRINCIPLES – A PHILOSOPHICAL APPROACH) Soeganda Priyatna
Sosiohumaniora Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i2.5300

Abstract

The Method of the Industrial Relations of every country is different, depending on the influence of the country's principle and philosophy. Therefore, Indonesian Industrial Relations is the reflection of the Indonesian way of life, the Pancasila, means five principles, belief in god, humanity, nationalism, democracy and prosperity. The Pancasila Industrial Relation connects itself to the political system as well as to the national method of the Indonesian people and as a result the aims to be achieved will make similar to the nation's great aim. Beside the five principles, the Pancasila Industrial Relations also contain the Trio Duty ( Tridharma ) which carries three elements that develop into a dynamic relation between an employer and a businessman. The Trio Duty consist of : a. Rumongso handarbeni. The principle of partnership consists of two aspects; namely, partners in production and partners in profit. b. Melu hangrungkebi, the principle of partnership in responsibility . c. Mulat sariro hangrosowani, the principle of self-recognition and instropection. The principles stated above can be achieved through a kind of accomodation within the three elements in the Industrial Relations, namely, the workers, businessmen and, the Government. Keyworlds : industrial relations, pancasila, trio duty, partnership, self recognition, introspection.
EFISIENSI ALOKATIF FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN MAJALENGKA, JAWA BARAT Nurul Risti Mutiarasari
Sosiohumaniora Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i2.9888

Abstract

Tujuan dari penilitian ini ialah (a) menganalisis input faktor apa saja yang berpengaruh terhadap produksi bawang merah (b) menganalisis tingkat alokatif (efisiensi harga) dari input faktor yang digunakan dalam berusahatani bawang merah di Majalengka. Responden petani ditentukan secara sensus yaitu 37 petani lokal bawang merah di Kabupaten Majalengka. Pengumpulan data dilakukan dari bulan September 2015 sampai dengan bulan April 2016. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis fungsi produksi stochastic frontier Cobb-Douglass dan efisiensi alokatif dengan menggunakan pendekatan produk marginal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan, jumlah bibit, dan pestisida merupakan input faktor yang berpengaruh secara nyata terhaddp produksi bawng merah. Untuk hasil analisis efisiensi alokatif menunjukFkan bahwa rata-rata petani bawang merah di Kabupaten Majalengka masih belum efisien, namun dari kelima faktor produksi yang digunakan oleh responden terdapat satu input faktor produksi yang secara alokatif tidak efisien yaitu tenaga kerja. Oleh karena itu, dalam meningkatkan efisiensi alokatif yang berhubungan dengan harga faktor produksi, maka petani perlu diberikan pendampingan untuk dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan. 
STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH YANG BERWAWASAN AGRIBISNIS DI KABUPATEN CIREBON Asep Darmansyah; Siti Herni Rochana; Hamidah -
Sosiohumaniora Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.012 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v13i1.5459

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menyusun strategi pembangunan daerah yang berwawasan agribisnis. Teknik penelitian menggunakan metode studi kasus di Kabupaten Cirebon. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis SWOT. Kesimpulan penelitian yaitu strategi pembangunan daerah Kabupaten Cirebon seyogyanya melakukan strategi agresif, dengan strategi umum meliputi pertumbuhan terkonsentrasi, integrasi horizontal, dan pengembangan pasar dan produk. Sementara strategi operasional pembangunan daerah Kabupaten Cirebon yang berwawasan agribisnis adalah meningkatkan efisiensi pengelolaan usahatani dan agroindustri, meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah, meningkatkan produksi dan mutu produk berdasarkan produk unggulan daerah/wilayah sekaligus memperluas pasar melalui penataan wilayah dan pemanfaatan sarana informasi dan komunikasi, meningkatkan kerja sama program dan proyek lintas sektoral dan lintas wilayah. Rekomendasi hasil penelitian adalah perlu lebih ditingkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pelayanan pertanian di setiap wilayah kegiatan, serta perlu pemberdayaan ekonomi rakyat kecil melalui bantuan pembiayaan usaha mikro.
PENGEMBANGAN KEBIJAKAN KAWASAN EKO-INOVASI (STUDI KASUS KAWASAN PUSAT ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI, KOTA TANGERANG SELATAN) Sri Setiawati -; Hadi Alikodra -; Bambang Pramudya -; Arya Hadi Dharmawan -
Sosiohumaniora Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.904 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i2.7308

Abstract

Secara konsep, strategi dan paradigma yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan,baik pada level makro, meso maupun mikro sudah mampu menggeser paradigam lama seperti paradigmapertumbuhan ekonomi sampai pada tahun 1970 dan paradigma yang menekankanpada aspek pemerataan hasilhasilpembangunan. Namun demikian, dalam tataran implementasi sampai saat ini belum memberikan hasil yangmenggembirakan. Oleh karena itu dalam pertemuan KTT Rio+20 tahun 2012 mendeklarasikan dokumen barupembangunan berkelanjutan dengan judul ”The Future We want”. The Future We Want yang menekankan kepadasemangat bersama walaupun berbeda tanggung jawab, dan menekankan pada pembangunan ekonomi hijau yanglebih dapat diterima oleh para pelaku ekonomi. Kawasan PUSPIPTEK yang memiliki lahan seluas 460 hektarsampai saat ini masih terjaga sebagai kawasan hijau dengan ruang terbuka hijau lebih dari tiga puluh persen.Kawasan PUSPIPTEK memiliki lahan seluas 460 Ha sampai saat ini masih terjaga sebagai kawasan hijau denganruang terbuka hijau lebih dari 30 persen. Berpedoman pada konsep-konsep yang dikembangkan dalam menjadikankawasan menjadi kawasan ekologi , maka Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai sebuah kawasan yangmemiliki 47 Balai / Pusat / laboratorium, industri berbasis teknologi serta sarana pendukung publik dimana didalamnya terdapat 5 institusi meliputi Kementerian Ristek, BPPT, LIPI, Batan serta Kementerian LingkunganHidup dapat dilihat sebagai model eko-inovasi dimana terjadi aliran proses dan produk. Tujuan penelitian adalahmenyusun pengembangan kebijakan eko-inovasi pada kawasan PUSPIPTEK. Selanjutnya untuk mengembangkanmodel pengelolaan eko-inovasi digunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Intrepretative Structural Model(ISM) digunakan untuk pengembangan model kelembagaan eko-inovasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwamodel pengelolaan yang dipilih adalah model pengelolaan partnersip (kemitraan) dimana hal ini sesuai denganharapan pemangku kepentingan di kawasan PUSPIPTEK. Sementara itu, untuk mengembangkan kelembagaaneko-inovasi telah diidentifikasi ada 6 elemen yang memegang peranan penting meliputi; partisipasi pemangkukepentingan, sistem perencanaan, biaya pengelolaan lingkungan, prilaku stakeholder, kualitas SDM dan aturanpengelolaan limbah. Dengan demikian, untuk dapat mengimplementasikan konsep eko-inovasi di kawasanPUSPIPTEK diperlukan restrukturisasi kelembagaan PUSPIPTEK.
PENGADAAN RUMAH MELALUI DANA TAPERUM BERDASARKAN KEPPRES NO. 14 TAHUN 1993 TENTANG TABUNGAN PERUMAHAN PEGAWAI NEGERI SIPIL Yani Pujiwati; Mulyani Djakaria; Betty Rubiati
Sosiohumaniora Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v3i2.5209

Abstract

Pengadaan rumah bagi Pegawai Negeri dapat dilaksanakan dengan penyediaan fasilitas rumah negara, tetapi tidak semua Pegawai Negeri Sipil memperoleh fasilitas tersebut. Keppres No. 14 Tahun 1993 memungkinkan Pegawai Negeri Sipil memperoleh bantuan dana berupa uang muka pembelian rumah yang dibiayai dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah dan sebagian biaya untuk membangun rumah bagi Pegawai Negeri Sipil yang memiliki tanah di tempatnya bekerja. Di dalam penelitian ini dipergunakan metode deskriptif analitis agar diperoleh gambaran yang jelas dan menyeluruh tentang tabungan perumahan Pegawai Negeri Sipil. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan hukum normatif yaitu terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tabungan perumahan Pegawai Negeri Sipil. Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh kesimpulan bahwa memperoleh dana bantuan tabungan perumahan Pegawai Negeri Sipil merupakan hak Pegawai Negeri Sipil dengan terlebih dahulu melaksanakan kewajiban berupa tabungan yang dipotong dari gaji setiap bulan. Perolehan dana ini harus melalui tata cara yang telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kata Kunci : Pengadaan rumah, tabungan perumahan.
DETERMINANT FACTOR ANALYSIS ON COMMUNITY RURAL TOURISM IN INDONESIA Ika Sartika; Ela Lesmanawaty Wargadinata
Sosiohumaniora Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v22i2.23476

Abstract

Mostly the tourist destination in Indonesia found in rural areas and belongs to the local community, who lives with limitations in terms of economy, low infrastructure accessibility, and lack of ability to manage natural resources. The study tries to portray and identify the local context of community-based tourism concepts through academic perspectives. It intended to identify the success factors of community-based tourism management for rural tourism objects in Indonesia. It conducted in five water tourism objects from five different regions, are Umbul Ponggok, Situ Panjalu, Situ Cibulan, Kola Lagundih, and Srigethuk. The research used a quantitative approach with discriminant analysis, data collected from 221 respondents through a questionnaire. The study shows that from the six predictors is that the leadership came as the main factor driving success in its implementation. Leadership plays an important role in grass root tourism management since it conceives to a traditional community. Accordingly, the traditional entities may cultural, socio-economic, structural-administration aspects are, in practice, intertwined.
DETERMINANT FACTOR ANALYSIS ON COMMUNITY RURAL TOURISM IN INDONESIA sartika, ika
Sosiohumaniora Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v22i2.23476

Abstract

Mostly the tourist destination in Indonesia found in rural areas and belongs to the local community, who lives with limitations in terms of economy, low infrastructure accessibility, and lack of ability to manage natural resources. The study tries to portray and identify the local context of community-based tourism concepts through academic perspectives. It intended to identify the success factors of community-based tourism management for rural tourism objects in Indonesia. It conducted in five water tourism objects from five different regions, are Umbul Ponggok, Situ Panjalu, Situ Cibulan, Kola Lagundih, and Srigethuk. The research used a quantitative approach with discriminant analysis, data collected from 221 respondents through a questionnaire. The study shows that from the six predictors is that the leadership came as the main factor driving success in its implementation. Leadership plays an important role in grass root tourism management since it conceives to a traditional community. Accordingly, the traditional entities may cultural, socio-economic, structural-administration aspects are, in practice, intertwined.
THE EXPRESSION OF PIETY THROUGH THE RATIK TOGAK IN THE TAREKAT SURAU SULUK IN RIAU Toni Hartono; Imron Rosidi; Roni Setia Nugraha
Sosiohumaniora Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v22i2.26713

Abstract

Tarekat is piety expression based on spirituality encouragement as Islamic identity in Indonesia. Studies about piety expression is often connected to redicalism or violent movement. In fact, piety expression of Muslims in Indonesia as described in this article can accomodate with local culture. This study examines the existence of Surau Suluk and the tradition of Ratik Togak, which is one of the practices of the Naqsabandiyah tarekat in Rokan Hulu. It is known ‘Negeri Seribu Suluk’, having approximately 122 Surau Suluk. Surau Suluk is a place to undergo religious activities to get closer to God. This study uses qualitative descriptive method employing observation and interview. A phenomenological concept is used to see the religious traditions of followers of the Surau Suluk congregation. The results showed that Surau Suluk in Rokan Hulu is developed by Sheikh Abdul Wahab Rokan. A practice that has become a tradition in the Naqsabandiyah tariqah is Ratik Togak. Ratik means dhikr, a practice in the form of dhikr and forgiveness which is done to find the peak of enjoyment of dhikr. The Togak Ratik is performed at certain religious events in public spaces as an important medium for them to get closer to God. Ratik Togak is a form of social Islamic religious worship. This tradition is special because it has become an icon for Surau Suluk which involves ordinary people. It also gets support from local government. This tradition is a practice for followers of the Naqsabandiyah as a form of their piety with God.

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 1 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2025 Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024 Vol 26, No 2 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2024 Vol 26, No 1 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2024 Vol 25, No 3 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2023 Vol 25, No 2 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2023 Vol 25, No 1 (2023): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2023 Vol 24, No 3 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2022 Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022 Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022 Vol 23, No 3 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2021 Vol 23, No 2 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2021 Vol 23, No 1 (2021): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2021 Vol 22, No 3 (2020): SOSIOHUMANIORA, NOVEMBER 2020 Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020 Vol 22, No 1 (2020): SOSIOHUMANIORA, MARCH 2020 Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019 Vol 21, No 2 (2019): SOSIOHUMANIORA, JULI 2019 Vol 21, No 1 (2019): SOSIOHUMANIORA, MARET 2019 Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018 Vol 20, No 2 (2018): SOSIOHUMANIORA, JULI 2018 Vol 20, No 1 (2018): SOSIOHUMANIORA, MARET 2018 Vol 19, No 3 (2017): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2017 Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017 Vol 19, No 1 (2017): SOSIOHUMANIORA MARET 2017 Vol 18, No 3 (2016): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2016 Vol 18, No 2 (2016): SOSIOHUMANIORA, JULI 2016 Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016 Vol 17, No 3 (2015): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2015 Vol 17, No 2 (2015): SOSIOHUMANIORA, JULI 2015 Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015 Vol 16, No 3 (2014): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2014 Vol 16, No 2 (2014): SOSIIOHUMANIORA, JULI 2014 Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014 Vol 15, No 3 (2013): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2013 Vol 15, No 2 (2013): SOSIOHUMANIORA, JULI 2013 Vol 15, No 1 (2013): SOSIOHUMANIORA, MARET 2013 Vol 14, No 3 (2012): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2012 Vol 14, No 2 (2012): SOSIOHUMANIORA, JULI 2012 Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012 Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011 Vol 13, No 2 (2011): SOSIOHUMANIORA, JULI 2011 Vol 13, No 1 (2011): SOSIOHUMANIORA, MARET 2011 Vol 12, No 3 (2010): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2010 Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010 Vol 12, No 1 (2010): SOSIOHUMANIORA, MARET 2010 Vol 11, No 3 (2009): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2009 Vol 11, No 2 (2009): SOSIOHUMANIORA, JULI 2009 Vol 11, No 1 (2009): SOSIIOHUMANIORA, MARET 2009 Vol 10, No 3 (2008): SOSIIOHUMANIORA, NOPEMBER 2008 Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008 Vol 10, No 1 (2008): SOSIOHUMANIORA, MARET 2008 Vol 9, No 3 (2007): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2007 Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007 Vol 9, No 1 (2007): SOSIOHUMANIORA, MARET 2007 Vol 8, No 3 (2006): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2006 Vol 8, No 2 (2006): SOSIOHUMANIORA, JULI 2006 Vol 8, No 1 (2006): SOSIOHUMANIORA, MARET 2006 Vol 7, No 3 (2005): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2005 Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005 Vol 7, No 1 (2005): SOSIOHUMANIORA, MARET 2005 Vol 6, No 3 (2004): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2004 Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004 Vol 6, No 1 (2004): SOSIOHUMANIORA, MARET 2004 Vol 5, No 3 (2003): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2003 Vol 5, No 2 (2003): SOSIOHUMANIORA, JULI 2003 Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003 Vol 4, No 3 (2002): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2002 Vol 4, No 2 (2002): SOSIOHUMANIORA, JULI 2002 Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002 Vol 3, No 3 (2001): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2001 Vol 3, No 2 (2001): SOSIOHUMANIORA, JULI 2001 Vol 3, No 1 (2001): SOSIOHUMANIORA, MARET 2001 More Issue