cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa Lt. 5 Gedung B Jl. Urip Sumohardjo Km.4 Makassar Indonesia 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277286     DOI : https://doi.org/10.35965/eco.v21i1
Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
Penerapan Teknologi Vermicomposting Dalam Pengelolaan Limbah Pertanian Di Desa Massila Kabupaten Bone Abri, Abri; Alamsyah, Aylee Christine; Sanusi, Sanusi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1249

Abstract

Desa Massila, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memiliki potensi limbah pertanian yang sangat besar. Limbah jerami sering menjadi masalah karena hanya dibakar atau ditimbun sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan, begitu pula limbah peternakan. Pengelolaan limbah pertanian dengan teknologi vermicomposting dapat menghasilkan dua kegiatan sekaligus yaitu usaha budidaya cacing dan usaha pembuatan pupuk kascing. Kegiatan ini diharapkan terwujudnya kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi dengan pemanfaatkan limbah pertanian dan kotoran sapi sehingga menjadi kelompok wirausaha baru yang produktif. Program Kemitraan Masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan, workshop, pelatihan, pembimbingan, pendampingan, dan penerapan aplikasi teknologi tepat guna di lapangan dalam bentuk demplot. Hasil yang telah dicapai dalam pemberdayaan kelompok tani dalam usaha budidaya cacing dan kascing ini ialah (1). Anggota kelompok tani Mamminasae telah mampu melaksanakan dan memiliki keterampilan budidaya cacing tanah dengan tahapan kegiatan: pembuatan rak cacing bersusun, pembibitan, penggantian media, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, pemanenan cacing dan kascing (2). Terbentuknya unit usaha kelompok tani mandiri yang dapat memperoleh tambahan pendapatan, meningkatkan kualitas hidupnya, agar mereka dapat hidup lebih baik, lebih efisien cara hidupnya, lebih sehat fisik dan lingkungannya. (3). Budidaya cacing tanah setiap bulan dapat menghasilkan 10 karung kascing (karung 12 kg) yang dijual dengan harga Rp 20.000/karung X 10 karung = Rp 200.000 untuk luas kandang 8 X 5 m dengan menggunakan rak bersusun.  Sedangkan produksi cacing sendiri setiap bulan dapat menghasilkan cacing sebanyak 10 kg cacing/bulan dengan harga Rp 100.00 X 10 kg = Rp 1.000.000 / bulan + kascing Rp 200.000, sehingga total pendapatan tambahan yang diterima oleh kelompok tani Mamminasae sebesar Rp 1.200.000 Massila village, located at Pattimpeng, Bone Regency of South Sulawesi, produces agricultural wastes that have a lot of potentials. The straw waste used to be a problem because it was only burnt or buried, causing the damages on the environment. That also applies for the waste from farming activities. The implementation of the technology of Vermicomposting could generate two activities at the same time that consists of: 1) the cultivation of worm, and 2) the production of worm-based fertilizer that use the agricultural waste as the media. By these activities, it is expected that the economic empowerment of local citizens can be established through the development of the potentials of agricultural wastes and cows dungs, creating groups of productive local entrepreneurs. This partnership program with citizens is organized by using the methods of socialization, workshops, trainings, supervisory, and the implementation of the appropriate technology in the field that takes form of demonstration plot. The results gained from the empowerment of the groups of farmers in the cultivation of worms and fertilizers can be described in three achievements: 1) the members of the farming groups have gained the ability and skills in conducting the cultivation of earthworms that consists of several steps: the production of the multilevel medium for the worms, seeding, medium replacement, maintenances, the controlling of pest and plant disease, and the harvest of the worms, 2) the establishment of the independent groups of farmers that can produce additional incomes from the activities in order to increase their life’s quality, so that they can live a better life, and in the healthier physical conditions and environments, 3) the cultivation of the earthworms can generate, per month, ten bags of worm fertilizer that have a weight of 12 kg per each, and has a price of Rp.20.000,- per unit. It is sold for ten bags, so it can generate Rp.200.000 in total for the area of 8X5 m of the multilevel cages. In other hand, the production of the earthworms per month itself could generate the worm approximately 10 Kg per month with the price of Rp.100.000 per Kg. If it was sold for 10 Kg (per unit bag), it generates Rp1.000.000 per month. In total, the amount of total revenues gained by the groups of farmers in Mamminasae could reach up to Rp.1.200.000.
Analisis Struktur Pasar Sayuran di Desa Kanreapia Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan Sheyoputri, Aylee Christine Alamsyah; Abri, Abri
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1251

Abstract

Potensi tanaman hortikultura khususnya sayuran yang ada di Kecamatan Tinggimoncong cukup besar bahkan beberapa jenis sayuran seperti kubis, petsai, wortel, bawang daun dan kentang, selain dipasarkan dalam wilayah kabupaten juga dipasarkan sampai ibukota propinsi bahkan di antar pulaukan ke Kalimantan namun demikian sistem pemasarannya masih bersifat tradisional yang berimplikasi pada pendapatan petani sebagai produsen tidak optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji stuktur pasar, saluran distribusi dan margin pemasaran produk usahatani sayur-sayuran yang berada di Desa Karenapia, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2019, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Struktur pasar sayuran yang terbentuk di desa Kanreapia mengarah pada pasar oligopsoni. Struktur pasar di tingkat kabupaten/kota, lebih memgarah pada pasar persaingan sempurna dan diferensiasi. petani sebagai produsen tidak memiliki sarana dan perlakuan pascapanen (standarisasi melalui grading), lemahnya informasi tentang pasar sehingga peranan petani dalam memanfaatkan peluang pasar sangat kecil, skala usaha yang relatif kecil dan usaha tani yang tidak didasarkan atas permintaan pasar, menyebabkan posisi tawar petani sangat lemah, hal ini memungkinkan kehadiran pedagang perantara yang kemudian lebih dominan dalam penentuan harga jual di tingkat petani. Bagian yang diterima petani dari harga yang dibayarkan konsumen untuk beberapa jenis sayuran, rata-rata lebih kecil dibandingkan yang diterima oleh pedagang perantara sehingga sistem pemasaran yang terjadi dinilai kurang efisien bagi petani. The potential of horticultural crops, especially vegetables in the District of  Tinggimoncong is quite considerable. Some types of vegetables such as cabbage, Chinese cabbage, carrots, leeks and potatoes, besides being marketed in the Regency Area, are also marketed to the provincial capital even inter-island to Kalimantan. The marketing system, however, is still traditional, and that makes the income of the farmers as the producers is not optimal. This study aimed to examine the market structures, distribution channels and marketing margins of the vegetable farming products located in Kanreapia village Tinggimoncong District Gowa Regency South Sulawesi. Using a quantitative descriptive approach, it was carried out from April to June 2019. The results showed that the structure of the vegetable market formed in Kanreapia village led to an oligopsony market. The market structure at the Regency/Municipal level was more likely to lead to a perfect competition and differentiation market. Because the farmers as the producers did not have post-harvest treatment and facilities (standardization through grading), and were weak in terms of market information, the role of the farmers in taking the advantages of market opportunities was very small. The relatively small business scales and non-market-demand farming have caused the farmers’ bargaining position very weak, allowing the presence of intermediary traders who in turn are more dominant in determining the selling prices at the farmer level. For several types of vegetables, the share received by the farmers from the price paid by the consumers is, on average, smaller than that received by the intermediary traders. Hence, the marketing system that occurs is considered less efficient for farmers.
Komposit Rumput Laut Dan Surimi Lele Terhadap Mutu Bakso Halik, Abdul; Fatmawati, Fatmawati; Sutanto, Saiman; Laga, Suriana; Ramdanis, Ramdanis
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1255

Abstract

Produksi rumput laut (Eucheuma cottonii) di Sulawesi Selatan meningkat signifikan dan berkontribusi terhadap total produksi di Indonesia. Namun peningkatan produksi belum dimanfaatkan secara maksimal khususnya pada bidang pangan. Fakta ini sangat berkaitan dengan strategi dalam pengololahan pasca panen. Salah satu strategi pengolahan diversifikasi produk pangan yakni membuat bakso dengan surimi ikan lele. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh komposit surimi ikan lele (Clarias) dan bubur rumput laut (Eucheuma cottonii), terhadap mutu bakso. Metode penelitian eksperimen, yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor dan  empat perlakuan, yaitu: faktor A sebagai perlakuan persentase bubur rumput laut (30%, 20%, 10%, dan  0%), sedangkan faktor B sebagai perlakuan persentase surimi lele (45%, 55%, 65%, dan 75%) dengan tiga kali ulangan. Parameter penelitian kadar protein, dan (uji sensorik dengan skalah hedonik) terhadap warna, aroma, tekstur, dan citarasa. Hasil penelitian diperoleh kandar protein bakso terendah 13,02% dan tertinggi 19,95% sehingga semua perlakuan memenuhi Syarat Mutu Bakso Ikan SNI No. 01-3818:2014. Sedangakan perlakuan 10% bubur rumput laut dan 65% surimi uji organoleptik memiliki nilai kesukaan warna (3,95/suka), aroma (3,93/suka), tekstur/kekenyalan (3,93/suka), dan citarasa (4,12/suka). Berdasarkan rerata nilai disimpulkan bahwa uji organoleptik bakso oleh panelis berada pada level suka. The production of seaweed (Eucheuma cottonii) in South Sulawesi increased significantly and contributed to the total production in Indonesia. However, the increase in production has not been used optimally, in the food sector. This fact is closely related to strategies in post-harvest processing. One of the food product diversification processing strategies is the manufacture of meatballs with catfish surimi. The purpose of the study was to analyze the effect of the composite of catfish surimi (Clarias) and seaweed (Eucheuma cottonii), on the quality of meatballs. Experimental research method, using Completely Randomized Design (CRD) with two factors and four treatments, namely: factor A as the percentage treatment of seaweed slurry (30%, 20%, 10%, and 0%), while factor B as the percentage treatment catfish surimi (45%, 55%, 65%, and 75%) with three replications. Research parameters protein content, and (sensory test with hedonic scale) on color, aroma, texture, and taste. The results obtained that the lowest protein content of meatballs was 13.02% and the highest was 19.95% so that all treatments met the Quality Requirements for Fish Meatballs SNI No. 01-3818:2014. Meanwhile, the treatment of 10% seaweed porridge and 65% surimi organoleptic test had a preference value of color (3.95/like), aroma (3.93/like), texture/elasticity (3.93/like), and taste (4.12/like). Based on the average value that the organoleptic test of meatballs by the panelists, was at the level of liking.
Pengembangan Penataan Perparkiran Universitas Hasanuddin Di Fakultas Teknik, Fakultas MIPA Dan Fakultas Farmasi Baharuddin, Andi Fathussalam; Jinca, M. Yamin; Rahim, Jamaluddin
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1256

Abstract

Meningkatnya pemilikan kendaraan bermotor civitas akademika Universitas Hasanuddin mengakibatkan peningkatan permintaan fasilitas parkir mengingat fasilitas parkir merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem transportasi sehingga menimbulkan kesemrawutan perparkiran seperti yang dilihat pada area perparkiran Fakultas Teknik, Fakultas MIPA dan Fakultas Farmasi. Tujuan penelitian ini, yaitu menyusun konsep penataan ruang parkir yang dapat menjelaskan kapasitas ruang parkir efektif ditinjau berdasarkan tata layout bangunan dan kebutuhan parkir Fakultas Teknik, Fakultas MIPA, dan Fakultas Farmasi di Universitas Hasanuddin Tamalanrea, Makassar menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dalam menganalisis karakteristik parkir untuk mengetahui kapasitas parkir, volume parkir, akumulasi parkir, tingkat penggunaan parkir, dan kebutuhan parkir kendaraan roda dua dan roda empat yang keluar-masuk area parkir selama lima hari kerja mulai pukul 06.30 sampai dengan pukul 17.30 dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan sebuah konsep penataan ruang parkir efektif  di lingkungan tiga fakultas di Universitas Hasanuddin (Teknik, MIPA, dan Farmasi) berhasil disusun dengan merekomendasikan penggabungan beberapa lahan parkir menjadi satu area parkir kendaraan roda empat dan sentralisasi parkiran kendaraan beroda dua. The increasing number of vehicles ownership among the Hasanuddin University academic community resulted in increased demand for parking facilities; considering it is an integral part of the transportation system, the steep demands causing parking disorganize as seen in the parking facilities of the Faculty of Engineering, Faculty of Science and Faculty of Pharmacy. This study attempts to propose a parking spaces rearrangement that could describe the effective capacity of parking area from the standpoint of the building layout planning and the parking spaces needs of the Faculty of Engineering, Faculty of Science and Faculty of Pharmacy at the University of Hasanuddin Tamalanrea Makassar. Using descriptive quantitative research method in analyzing the characteristics of parking to determine the capacity of parking, parking volume, accumulated parking, parking usage levels, and the need for parking of the two-wheeled and four-wheeled vehicles entered and exited the parking area for five working days; starting at 06:30 AM until 17.30 PM, resulting a concept of an effective parking spaces rearrangement that encompassing the three faculty of Hasanuddin University (faculty of Engineering, Sciences, and Pharmacy) by recommending the incorporation of several of the parking lot into a four-wheeled vehicle parking areas and centralized parking facilities for two-wheeled vehicles.
Analisis Pengelolaan Keuangan Dalam Menilai Kinerja Keuangan Desa: Studi Pada Desa Bontomanai Kabupaten Gowa Damayanti, Ade; Surianto, Surianto; Sarong, Sumarni; Baso, R
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan Desa Bontomanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) Tahun Anggaran 2016 – 2020 di Desa Bontomanai Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan analisis efisiensi dan analisis efektivitas yaitu menganalisis data target, realisasi belanja dan pendapatan dengan menggunakan rasio efisiensi dan efektivitas. Sedangkan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder berupa laporan realisasi Pelaksanaan APBDesa tahun 2016-2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata – rata tingkat efisiensi pengelolaan keuangan desa Bontomanai berdasarkan Anggaran pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) tahun 2016 – 2020 di Desa Bontomanai Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa kurang efisien, karena setelah dihitung antara realisasi belanja yang dibagi dengan realisasi pendapatan menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas belanja desa lebih besar dibandingkan dengan pendapatan yang diterima oleh desa dengan perolehan presentase efisiensi diatas angka 90%-100% yaitu sebesar 99 % dengan kategori kurang efisien. Sedangkan untuk tingkat efektivitasnya menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan keuangan Desa Bontomanai tahun 2016 100,04% & 2017 (100,07%) artinya sangat efektif, karena memiliki tingkat rasio > 100%, tahun 2018 (98,993% . Artinya total pendapatan yang diterima sepenuhnya telah memenuhi target yang diharapkan Financial management from the Village Revenue and Expenditure Budget (APBDesa) for the 2016 - 2020 Fiscal Year of Bontomanai Village, Bungaya District, Gowa Regency. The data collection method in this study uses descriptive quantitative methods, using efficiency analysis and effectiveness analysis, namely analyzing target data, expenditure realization, and income using efficiency and effectiveness ratios. While the data used are primary data and secondary data in the form of a report on the 2016-2020 APBDesa Implementation. The results of this study indicate that the average value of the efficiency level of Bontomanai village financial management based on the Village Revenue and Expenditure Budget (APBDesa) for 2016 - 2020 in Bontomanai Village, Bungaya District, Gowa Regency is less efficient because after calculating the expenditure realization divided by revenue realization shows that the costs incurred for village expenditure activities are more significant than the income received by the village with the acquisition of an efficiency percentage above the 90%-100% figure, which is 99% in the less efficient category. As for the effectiveness, the level shows that Bontomanai Village's financial management in 2016 100.04% & 2017 (100.07%) means it is very effective because it has a ratio level of > 100% in 2018 (98.993%. This means that the total income received has entirely been meeting the expected target. Revenue Budget, Village Expenditure, Financial Report, Efficiency, Effectiveness.
Performa Dan Metabolit Darah Induk Kambing Bunting Yang Diberi Pakan Suplemen Selama Kebuntingan Murniati, Tati; Muchlis, Ahmad
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1258

Abstract

Ketersediaan nutrisi pada induk baik melalui suplai dari makanan maupun hasil metabolisme induk mempunyai pengaruh sangat luas pada pertumbuhan fetus selama kebuntingan.  Sangat diperlukan upaya perbaikan ketersediaan nutrisi melalui peningkatan sekresi endogen hormon metabolisme dan metabolit penting dan faktor-faktor pertumbuhan lainnya.  Pengetahuan profil metabolik dapat berguna dalam memprediksi masalah metabolik.  Penelitian ini dirancang mengikuti pola factorial  2 x 4 dengan 9 ulangan, sehingga jumlah kambing yang digunakan sebanyak 72 ekor induk kambing, yang terdiri dari kelompok kambing Peranakan Etawa dan kambing Kacang Pemberian pakan selama kebuntingan dibagi dalam 3 perlakuan  induk bunting awal (umur kebuntingan 1 sampai 3 bulan), induk bunting akhir (umur kebuntingan 3 sampai 5 bulan), induk bunting tampa pemberian pakan suplemen dan Induk bunting dengan suplementasi selama kebuntingan.  Pemberian pakan suplemen dapat meningkatkan pertambahan berat badan induk bunting.  Waktu yang optimum pemberian pakan suplemen pada induk bunting memberikan pertambahan berat badan yang tinggi pada umur kebuntingan 1 sampai 3 bulan (awal).  Kandungan glukosa darah dipengaruhi oleh jenis kambing dan umur kebuntingan.  Kandungan glukosa darah tertinggi pada induk yang diberi pakan suplemen selama kebuntingan tetapi tidak berbeda pada kebuntingan awal dan akhir.  Kandungan metabolit darah (urea dan kreatinine) tidak dipengaruhi oleh umur kebuntingan, dan kandungan metabolit darah relatif lebih tinggi pada ternak yang diberi pakan suplemen The availability of nutrients in the mother either through the supply of food or the results of the metabolism of the mother has a very broad influence on the growth of the fetus during pregnancy. It is necessary to improve the availability of nutrients by increasing the endogenous secretion of metabolic hormones and important metabolites and other growth factors. Knowledge of the metabolic profile can be useful in predicting metabolic problems. This study was designed to follow a 2 x 4 factorial pattern with 9 replications, so that the number of goats used were 72 mother goats, consisting of Etawa Peranakan goats and Kacang goats. 3 months), late pregnant women (gestational age 3 to 5 months), pregnant women without supplementation of feed and pregnant women with supplementation during pregnancy. Supplementary feeding can increase the weight gain of pregnant mothers. The optimum time of giving supplementary feed to pregnant mothers gives high weight gain at 1 to 3 months of gestation (early). Blood glucose content is influenced by the type of goat and gestational age. The blood glucose content was highest in broodstock fed supplements during pregnancy but did not differ in early and late pregnancy. The content of blood metabolites (urea and creatinine) was not affected by gestational age, and the content of blood metabolites was relatively higher in livestock fed supplementary diets.
Analisis Evaluasi Kinerja Ride Sourcing Dengan Persepsi Pengguna Yunianti, N.H; Hijriah, Hijriah; Pricilia, Prilly
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1264

Abstract

Transportasi sebagai komponen utama dalam mendukung kelangsungan kehidupan tidak bisa dilepaskan dari aktivitas keseharian manusia. Kedudukan transportasi sebagai penyokong kehidupan manusia mempunyai karakteristik yang berbeda-beda sehingga sangat bersifat spesifik, beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut antara lain kondisi sosial demografis wilayah. Faktor-faktor tersebut memiliki pengaruh terhadap kinerja transportasi di wilayah tersebut. Tingkat kepadatan penduduk akan memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan transportasi melayani kebutuhan masyarakat.  Seiring dengan perkembangan transportasi, perkembangan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan manusia juga semakin berkembang, dan salah satu pengaruh perkembangan teknologi informasi dalam dunia transportasi adalah munculnya platform yang mampu memenuhi kebutuhan sosial masyarakat terhadap transportasi umum, Hal ini tidak lepas dari ketersediaan internet yang luas memberi kita kemampuan untuk berdagang di mana saja dan telah membawa peluang besar di bidang transportasi dan perjalanan. Salah satu moda transportasi publik di Makassar yang saat ini mulai dikelola oleh pihak swasta yang dikenal dengan transportasi berbasis online (Ride Sourcing). Hal inilah yang menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian terhadap penggunaan transportasi online tersebut dalam hal ini Grab Online dengan menganalisis kinerja transportasi online terhadap persepsi masyarakat dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengolahan data dilakukan dengan metode persentase dan secara statistik dengan regresi linier berganda. Berdasarkan hasil pengolahan data maka diperoleh masing-masing koefisien efektivitas sebesar 0.472 dan koefisien efisiensi sebesar 0.479 yang dianalisa dari beberapa indikator yang paling berpengaruh dalam aspek efektivitas adalah indikator nyaman sebesar 0,485 dan indikator tarif / biaya sebesar 0,562 pada aspek efisiensi. Dimana secara keseluruhan, aspek efektivitas dan efisiensi memberikan pengaruh cukup kuat sebesar 71,3% terhadap persepsi masyarakat dalam penggunaan transportasi online (Grab). The Online Transportation Performance Analysis Of User Perceptions With A Statistical Approach. Transportation as a major component in supporting life cannot be separated from human daily activities. The position of transportation as a supporter of human life has different characteristics so very specifically, several factors that influence this include in the region's social demographic conditions. These factors have an influence on transportation performance in the region. The level of population density will have significance for the ability of transportation to meet the needs of the community. Along with the development of transportation, technological developments in various aspects of human life are also increasingly developing, and one of the developments in information technology in the world of transportation is the improvement of a platform that is able to meet the needs of the public for public transportation. One of the modes of public transportation in Makassar which is currently starting to be managed by private parties is known as online-based transportation. Grab Online by analyzing the performance of online transportation on people's perceptions using descriptive qualitative methods. Data processing is done by the method of contribution and statistics with multiple linear regression. Based on the results of data processing, obtained each acquisition coefficient of 0.472 and efficiency coefficient of 0.479, which was analyzed from some of the most beneficial indicators in the aspect of competence in accordance with comfortable indicators of 0.485 and cost / cost indicators of 0.562 based on efficiency aspects. Where overall, the efficiency and efficiency aspects provide a quite strong amount of 71.3% to the public perception in the use of online transportation (GRAB)
Analisis Kapasitas Lentur Balok Beton Tulang Berongga Akibat Perbedaan Kuat Tarik Tulangan Sariman, Syahrul; Irmawaty, Rita
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1302

Abstract

Penelitian ini bertujuan menetapkan karakteristik lentur balok beton tulang berongga akibat perbedaan kuat tarik tulangan.  Dalam penelitian ini  digunakan balok beton bertulang dengan mutu beton f’c=27Mpa dan dimensi  150x350mm, Panjang 3300mm dengan tulangan pokok 3D16mm  dengan kuat leleh fy=475 Mpa (type WS) dan fy=324MPa (type RM). Setiap balok dengan type tulangan yang berbeda  terdiri dari   3 balok yang dibedakan menurut panjang rongganya dan diberi notasi  BR3A,  BR3B dan BR3C.  dengan tinggi rongga tetap : 180mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  variasi rongga  tidak mempengaruhi kapasitas setiap balok  dalam memikul momen. Perbedaan kapasitas momen lentur disebabkan oleh perbedaan kuat tarik baja tulangan. This study aims to determine the flexural characteristics of hollow reinforced concrete beams due to differences in the tensile strength of reinforcement. In this study used reinforced concrete beams  f'c=26.85 MPa and dimensions 150x350mm, length 3300mm.  Bar reinforcement of  3D16mm with fy=475Mpa  (WStype) and fy=324MPa (RMtype). Each beam with a different type of reinforcement consists  of  3  beams that are distinguished by the length of the hollow which is  namely BR3A, BR3B and  BR3C.  with a fixed hollow  height (180mm). The results showed that hollows variations did not affect the carrying capacity of the moment. Different of  capacity  bending moment is caused by the difference in the tensile strength of the reinforcement
Jenis Dan Struktur Tropik Level Ikan Di Danau Tempe Kabupaten Soppeng Propinsi Sulawesi Selatan Umar, Nur Asia; Hatta, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1315

Abstract

Penelitian berjudul Jenis dan Struktur Trofik Level Ikan di Danau Tempe Kabupaten Soppeng Propinsi Sulawesi Selatan yang dilakukan selama 4 bulan penelitian (Februari, maret, April dan Juni) tahun 2017, bertujuan untuk mengetahui transfer energy di perairan Danau tempe berjalan sesuai dengan sistem jejaring makanan dan manfaat penelitian ini untuk pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan yang optimal dan berkelanjutan diperairan Danau Tempe. Hasil penelitian menujukkan bahwa struktur trifik level Beberapa ikan yang tertangkap di perairan Danau Tempe adalah minimum 2 dan maksimum berfarisasi menurut jenis ikan dan waktu pengamatan. Disimpulkan bahwa sumberdaya alam diperairan danau tempe berupa fitoplankton dan zooplankton sebagai produser primer dan consumer primer masih mendukung untuk tingkatan trofik diatasnya yaitu ikan South Sulawesi, which was conducted for 4 months of research (February, March, April and June) in 2017, aims to determine the transfer of energy in the waters of Lake Tempe runs according to the food network system and the benefits of this research for optimal and sustainable management and utilization of fish resources. in the waters of Lake Tempe. The results showed that the trific level structure of some fish caught in the waters of Lake Tempe was a minimum of 2 and a maximum of varying according to the type of fish and the time of observation. It was concluded that the natural resources in the waters of Lake Tempe in the form of phytoplankton and zooplankton as primary producers and primary consumers still support the higher trophic levels, namely fish.
Pengaruh Pembangunan Infrastruktur Terhadap Kinerja Kepala Desa Bontomanai Kecematan Bungaya Kabupaten Gowa Bakri, Muhammad; Zulfikar, A. Iman; Sarong, Sumarni; Baso, R; Jainuddin, Jainuddin
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembangunan infrastruktur terhadap kinerja kepala Desa Bontomanai Kecematan Bungaya Kabupaten Gowa. Pembangunan kadang menjadi tolak ukur suatu kepala pemerintah terhadap kinerjanya. Kepala desa dengan dana desa yang begitu besar sangat besar perlu dipertanyakn jika tidak ada pembangunan yang terjadai. Penelitian ini menggunakan data primer yaitu dengan menyediakan pertanyaan dalam bentuk kuesioner yang dibagikan kepada responden yang merupakan masyarakat yang tersebar dibeberapa dusun lingkup desa Bontomanai. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah Masyarakat di Desa Bontomanai.  Sebanyak 97 kuesioner yang bagikan dan 97 kuesioner yang kembali. Data yang diperoleh kemudian diproses dan dianalisis 97 kuesioner. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur berpengaruh terhadap kinerja kepala Desa Bontomanai. This study aims to examine the effect of infrastructure development on the performance of the head of Bontomanai Village, Bungaya District, Gowa Regency. Development is sometimes a measure of a head of government's performance. The village head with such large village funds needs to be questioned if no development occurs. This study uses primary data, namely by providing questions in the form of a questionnaire which is distributed to respondents who are people who are scattered in several hamlets within the scope of Bontomanai village. Samples were selected using purposive sampling method. Respondents in this study were people in Bontomanai Village. A total of 97 questionnaires were distributed and 97 were returned. The data obtained were then processed and analyzed by 97 questionnaires. The statistical method used to test the hypothesis is simple linear regression analysis. The results of this study indicate that infrastructure development affects the performance of the head of Bontomanai Village.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025 Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025 Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025 Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024 Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024 Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023 Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023 Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023 Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022 Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022 Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022 Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021 Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021 Vol. 21 No. 1 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 1, Januari - April Tahun 2021 Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019 Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019 Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019 Vol. 18 No. 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Januari-April 2018 Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018 Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018 Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017 Vol. 17 No. 2 (2017): Vol 17 No 2 (2017): Mei-Agustus 2017 Vol. 17 No. 1 (2017): Vol 17 No 1 (2017): Januari-April 2017 Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016 Vol. 16 No. 2 (2016): Ecosystem Vol. 16 No 2, Mei - Agustus 2016 Vol. 16 No. 1 (2016): Ecosystem Vol 16 No 1, Januari-April 2016 More Issue