cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa Lt. 5 Gedung B Jl. Urip Sumohardjo Km.4 Makassar Indonesia 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277286     DOI : https://doi.org/10.35965/eco.v21i1
Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
Eksplorasi Kesiapan Pegawai dalam Mengimplementasikan Core Values Ber-AKHLAK Pada Aparatur Sipil Negara Lidiasari, Melisa; Sukmawati, Anggraini; Syafitri, Utami Dyah
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan individu untuk berubah dalam mengimplementasikan core values BerAKHLAK berdasarkan variabel; organizational culture (OC), perceived organizational support (POS) dan work engagement (WE) di Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Cilacap dan Kantor Distrik Navigasi Kelas III Cilacap. Metodologi yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei terhadap 152 responden yang dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) – Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel POS dan WE berpengaruh positif dengan p-value (<0,05) pada kesiapan indvidu unruk berubah, sedangkan OC tidak berpengaruh positif dengan p-value (>0,05) pada kesiapan indvidu unruk berubah. Kesimpulannya, faktor POS dan WE perlu diprioritaskan sebagai variabel yang mempengaruhi kesiapan indvidu unruk berubah. This research aims to analyses the individual readiness to change (IRC) in implementing the core values of BerAKHLAK based on variables; organizational culture (OC), perceived organizational support (POS) and work engagement (WE) at the Cilacap Class II Harbour Master and Port Authority Office and the Cilacap Class III Navigation District Office. Quantitative methodology was used by collecting data through a survey of 152 respondents who were analysed using Structural Equation Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS). The results of the analysis showed that the variables POS and WE had a positive effect with p-value (<0.05) on IRC, while OC had no positive effect on p-value (>0.05) on IRC. In conclusion, POS and WE factors need to be prioritized as variables that influence an IRC.
Karakteristik Lingkungan Pemukiman Kumuh di Sayolo 3 Kampung Tanjung Kabupaten Sorong Selatan Lestari, Uun; Shyiang Sri, Putri Meira
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4002

Abstract

Distrik Teminabuan merupakan distrik di Kabupaten Sorong Selatan dengan penduduk terbanyak baik berasal dari penduduk asli maupun bagi pendatang. Distrik ini memiliki masyarakat dengan pendidikan rendah, berpenghasilan kurang serta tidak memiliki keterampilan. Terbatasnya keuangan masyarakat dan kebiasaan transit ini menyebabkan kampung tersebut semakin bertambah kumuh. Selain itu disfungsi lahan menghasilkan permukiman kumuh yang akan berefek pada kualitas dan kuantitas berbagai hal, yang berkaitan dengan keadaan sarana, prasarana serta keadaan bangunan di wilayah permukiman kumuh tersebut. Memikirkan pentingnya kondisi tersebut, akhirnya patut dilakukan identifikasi berkaitan karakteristik permukiman kumuh di daerah Sayolo 3 Kampung Tanjung dalam menghadapi masalah-masalah yang terdapat di Sayolo 3 kampung Tanjung dengan tujuan untuk mengkaji secara menyeluruh berbagai keadaan serta karakteristik secara terperinci yang dimiliki  permukiman kemudian diperoleh arahan yang cermat maupun efektif.  Penelitian ini adalah penelitian dekriptif serta pemilihan lokasi berdasarkan pada pertimbangan bahwa wilayah tersebut memerlukan perhatian dan bantuan serta kebijakan dari pemerintah setempat agar mereka dapat hidup dengan layak. Hasil penelitian ini berupa fisik bangunan, sarana prasarana, status lahan, ekonomi serta sosial budaya masih sangat rendah sehingga masih dibutuhkannya bantuan yang berasal dari pemerintah. Oleh karena itu, Sayolo 3 Kampung Tanjung membutuhkan penanganan serta pengendalian baik dengan komprehensif maupun berkesinambungan. Teminabuan District is a district in South Sorong Regency with the largest population both from native residents and immigrants. This district has people with low education, low income and no skills. Limited public finances and transit habits have caused the village to become increasingly slum. Apart from that, land dysfunction produces slum settlements which will have an effect on the quality and quantity of various things, related to the condition of facilities, infrastructure and the condition of buildings in the slum settlement area. Considering the importance of these conditions, it is finally appropriate to identify the characteristics of slum settlements in the Sayolo 3 Kampung Tanjung area in dealing with the problems found in Sayolo 3 Kampung Tanjung with the aim of thoroughly examining the various conditions and detailed characteristics of the settlements and then obtaining appropriate directions. careful and effective. This research is descriptive research and the location selection is based on the consideration that the area requires attention, assistance as well as policies from the local government so that they can live properly. The results of this research in the form of physical buildings, infrastructure, land status, economic and social culture are still very low so that assistance from the government is still needed. Therefore, Sayolo 3 Kampung Tanjung requires handling and control both comprehensively and continuously.
Analisis Kehilangan Air Pada Saluran Irigasi Sekunder Salulemo 4 Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara Indrajaya, Indrajaya; Rusida, Rusida; Idrus, Andi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4187

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kehilangan air pada jaringan irigasi sekunder salulemo 4 Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara. Data diperoleh dari dokumentasi yang tersedia dan hasil wawancara dengan pejabat/petugas yang relevan dengan tujuan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan teknik observasi lapangan dan studi literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit air yang di dapatkan pada saluran sekunder Salulemo 4 dengan panjang saluran 1.050 meter sebesar 0.580 m3/det, sedangkan kehilangan air secara keseluruhan pada saluran irigasi sekunder Salulemo 4 dengan panjang saluran 1.050 meter sebesar 5,952%. The aim of this research is to determine water loss in the secondary irrigation network of Salulemo 4, Baebunta District, North Luwu Regency. Data was obtained from available documentation and the results of interviews with officials/officers relevant to the objectives of this research. The research method used is field observation techniques and literature study. The results of the analysis show that the water discharge obtained in the Salulemo 4 secondary canal with a channel length of 1,050 meters is 0.580 m3/sec, while the overall water loss in the Salulemo 4 secondary irrigation canal with a channel length of 1,050 meters is 5.952%.
Analisis Perbandingan Kuat Tekan Beton Antara Campuran Agregat Kasar Batu Pecah (Split) dan Agregat Kasar Batu Alam Sungai Noling Adriansyah, Muhammad Rafdy; Yusril, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan agregat kasar batu pecah (split) dan agregat kasar batu alam yang berasal dari sungai noling, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan sebagai campuran beton. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan melakukan uji kuat tekan beton di laboratorium. PPengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur beton 3, 7, dan 28 hari menggunakan silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm dengan mutu beton yang direncanakan yaitu K-250. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton yang menggunakan campuran agregat kasar batu pecah lebih tinggi dibandingkan dengan campuran agregat kasar batu alam. Adapun nilai kuat tekan beton dengan menggunakan campuran agregat kasar batu  pecah didapatkan pada umur 3 hari 184,381 kg/cm2, 7 hari 221,489 kg/cm2, dan 28 hari 257,437 kg/cm2, sedangkan kuat tekan beton menggunakan campuran agregat kasar batu alam sungai noling pada umur 3 hari 178,583 kg/cm2, 7 hari 197,137 kg/cm2, dan 28 hari 251,639 kg/cm2 yang mana kedua campuran agregat kasar tersebut  mampu memenuhi kuat tekan rencana. This research was conducted to compare coarse crushed stone aggregate (Split) and natural stone coarse aggregate from the noling river, Luwu Regency, South Sulawesi as a concrete mixture by conducting concrete compressive strength tests in the laboratory. Concrete compressive strength test were carried out at concrete ages of 3, 7, and 28 days using cylinders with a diameter of 150 mm and a height of 300 mm with the planned concrete quality K-250. The results of the research show that the compressive strength of concrete using a mixture of coarse crushed stone aggregate is higher than mixture of coarse natural stone aggregate. The compressive strength value of concrete using a coarse crushed stone aggregate mixture was obtained at 3 days 184,381 kg/cm2, 7 days 221,489 kg/cm2, and 28 days 257,437 kg/cm2 while the compressive strength of concrete using a coarse aggregate mixture of noling river natural stone at 3 days 178,583 kg/cm2, 7 days 197,137 kg/cm2, dan 28 days 251,639 kg/cm2 where both coarse aggregate mixtures are able to meet the planned compressive strength.
Pengaruh Penggunaan Pasir Pantai Amassangan terhadap Kuat Tekan Beton: Studi Kasus: Pasir Pantai Amassangan Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara Sudirman, Sudirman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4189

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasir pantai Amassangan, serta untuk mengetahui nilai kuat tekan beton yang menggunakan pasir pantai bila dibandingkan dengan beton yang menggunakan pasir sungai Masamba. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui serangkaian eksperimen terhadap beberapa benda uji yang menggunakan pasir pantai, dan benda uji yang menggunakan pasir sungai. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari sesuai dengan SNI 1974:2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasir pantai Amassangan (yang tidak dicuci) memiliki kadar lumpur 1,200% dengan modulus kehalusan 2.419, sedangkan pasir sungai Masamba memiliki kadar lumpur hanya 1.333% dengan modulus kehalusan 2.351. Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan dan pengetahuan mengenai pemanfaatan pasir pantai Amassangan sebagai bahan pengganti pasir sungai, serta dapat menjadi bahan referensi dalam bidang struktur. This research aims to identify the characteristics of Amassangan beach sand, and to know the value of compressive strength of concrete using beach sand, compared to concrete  using Masamba river sand. This research uses a quantitative method through a series of experiments on several sylindrical testing concrete using beach sand, and testing concerete using river sand. Compressive strength testing was carried out at the age of 28 days, in accordance with SNI 1974:2011. Study results show that characteristics of the Amassangan beach sand (before being washed) has mud content of 1,200% with a fineness modulus of 2,419, while that of Masamba river sand has a mud content of only 1,333% with a fineness modulus of 2,351. The results of this research are expected to privide insight and knowledge on the use of Amassangan beach sand as a substitute for river sand, and hopefully these can be used as reference, particularly in the field of structure. 
Analisis Kinerja Operasi dan Pemeliharaan Saluran Irigasi Sekunder (D.I) Malenggang Desa Puty Kecamatan Bua Kabupaten Luwu Ramadhan, Syahrul
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4190

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja operasi dan pemeliharaan saluran irigasi sekunder (D.I) Malenggang Desa Puty Kecamatan Bua Kabupaten Luwu. Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan kuantitatif baik data primer maupun data sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kinerja operasi jaringan irigasi Malenggang cukup baik, dengan hasil penilaian beberapa indikator seperti tingkat kecukupan air, tingkat ketepatan pemberian air, dan faktor lain seperti ketepatan pemberian air yang memperlihatkan bahwa kinerja operasional jaringan irigasi Malenggang berjalan dengan cukup baik. Untuk Kinerja pemeliharaan jaringan irigasi Malenggang dikategorikan kurang baik dengan tidak terjaganya kondisi kebersihan jaringan irigasi serta belum maksimalnya peran dari petugas struktural jaringan irigasi begitupun masyarakat dalam pengoperasian dan pemeliharaan jaringan irigasi The aim of this research is to find out how the operation and maintenance performance of the secondary irrigation canal (D.I) Malenggang, Puty Village, Bua District, Luwu Regency. The research method used is a quantitative approach, both primary data and secondary data. The results of the analysis show that the operational performance of the Malenggang irrigation network is quite good, with the results of assessing several indicators such as the level of water adequacy, the level of accuracy of water delivery, and other factors such as the accuracy of water delivery which shows that the operational performance of the Malenggang irrigation network is running quite well. The maintenance performance of the Malenggang irrigation network is categorized as poor, with the cleanliness of the irrigation network not being maintained and the role of structural officers of the irrigation network as well as the community not being maximized in the operation and maintenance of the irrigation network
Analisis Kebutuhan Prasarana Dasar Kawasan Permukiman Desa Cenning Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara Widarna, Widarna; Indrajaya, Indrajaya; Fathussalam, Andi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan prasarana dasar permukiman Desa Cenning Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara. Dari hasil penelitian maka dapat di ketahui bahwa Desa Cenning saat ini memiliki jalan sepanjang 20.000 m dengan kondisi jalan beton sepanjang 7.000 m merupakan jalan proros Desa Cenning, dan sisanya 13.000 m masih berupa perkerasan (kerikil) dan tanah. kebutuhan prasarana drainase Desa Cenning dengan mengikuti pola rencana pengembangan jaringan jalan yaitu dari panjang 20.000 m masih dibutuhkan pengembangan prasarana drainase kurang lebih 16,500 m, Prasarana air bersih yang ada di Desa Cenning ada dua sumber yaitu PAMSIMAS sebanyak 288 KK sedangkan yang menggunakan air tanah dalam (artesis) sebanyak 581 KK. Prasarana sanitasi yang dimiliki sebagian masyarakat adalah tangki septik, prasarana persampahan dilakukan masih dengan cara  konvensional. This research aims to analyze the basic residential infrastructure needs of Cenning Village, West Malangke District, North Luwu Regency. From the research results, it can be seen that Cenning Village currently has 20,000 m of roads, with 7,000 m of concrete road being the Cenning Village main road, and the remaining 13,000 m still in the form of pavement (gravel) and soil. The need for drainage infrastructure in Cenning Village follows the road network development plan pattern, namely from a length of 20,000 m, there is still a need to develop drainage infrastructure of approximately 16,500 m. The clean water infrastructure in Cenning Village has two sources, namely PAMSIMAS for 288 families, while the one that uses deep ground water (artesian) as many as 581 families. The sanitation infrastructure owned by some communities is a septic tank, waste infrastructure is still carried out using conventional methods
Potensi Pengembangan Prasarana Dasar Objek Wisata Alam Bonglo Desa Bonglo Kecamatan Bastem Utara Kabupaten Luwu Panggau, Elha; Indrajaya, Indrajaya; Baharuddin, Andi Fathussalam
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4192

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan objek wisata alam Bonglo Desa Bonglo Kecamatan Bastem Utara Kabupaten Luwu. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan studi literatur. melalui pendekatan kualitatif baik data primer maupun data sekunder yang selanjutnya dideskripsikan dalam bentuk kalimat-kalimat yang sesuai dengan pokok masalah yang diteliti. Teknik analisis data menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) pengembangan objek wisata alam melalui dukungan pemerintah pusat dan provinsi, (2) lokasi yang strategis dan mudah di akses menjadikannya lokasi tujuan bagi wisatawan lokal dan mancanegara, (3) pengembangan lahan yang luas menjadi perkebunan, peternakan, dan pertanian diikuti dengan terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal, dan (4) pengembangan sarana peristirahatan bersinergi dengan promosi keparawisataan The aim of this research is to determine the strategy for developing the Bonglo natural tourist attraction, Bonglo Village, North Bastem District, Luwu Regency. The research method used uses a qualitative approach with observation techniques and literature study. through a qualitative approach, both primary data and secondary data which are then described in the form of sentences that are appropriate to the main problem being studied. The data analysis technique uses SWOT analysis. The results of the analysis show that (1) the development of natural tourist attractions through the support of the central and provincial governments, (2) the strategic and easy-to-access location makes it a destination for local and foreign tourists, (3) the development of large areas of land into plantations, livestock and agriculture is followed by opening employment opportunities for local communities, and (4) developing resting facilities in synergy with tourism promotion
Kuat Tekan Beton Menggunakan Sampah Plastik sebagai Pengganti Agregat Kasar Damayanti A, Rezki; Sudirman, Sudirman; Amin, Michail
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sampah plastik sebagai pengganti agregat kasar pada kuat tekan beton yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan sampah plastik berjenis Polyethylene Terephtalate (PET) yang dapat ditemukan pada botol air minuman. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif eksperimental, pembuatan sampel beton dan pengujian kuat tekan dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Andi Djemma. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kuat tekan yang dihasilkan dari beton berbahan plastik sebesar 9,57 MPa, nilai ini mengalami penurunan sebesar 53,81% dari kuat tekan beton berbahan agregat alami sebesar 20,72 MPa. Berat isi beton berbahan plastik yang diperoleh sebesar 1645 kg/m3, nilai ini dapat dikategorikan kedalam beton ringan. Beton berbahan plastik ini dapat digunakan untuk elemen struktur ringan dan elemen nonstruktural pada bangunan. Beton ini tidak disarankan untuk penggunaan struktur-struktur utama karena kuat tekannya belum terpenuhi yakni sebesar 17 MPa.   This research aims to determine the effect of plastic waste as a substitute for coarse aggregate on the compressive strength of the concrete produced. This research uses polyethylene terephthalate (PET) plastic waste which can be found in water bottles. The research method used was quantitative experimental, making concrete samples and testing compressive strength carried out at the Structure and Materials Laboratory of Andi Djemma University. The results of this research show that the compressive strength produced from concrete made from plastic is 9.57 MPa, this value has decreased by 53.81% from the compressive strength of concrete made from natural aggregate of 20.72 MPa. The density of plastic concrete obtained was 1645 kg/m3, this value can be categorized as lightweight concrete. This plastic-based concrete can be used for light structural elements and non-structural elements in buildings. This concrete is not recommended for use in main structures because its compressive strength has not been met, namely 17 MPa.
Pemanfaatan Fly Ash Amp PT. Piranti Jagad Raya Sebagai Filler Perkerasan AC-BC Alvin, M.; Jusmidah, Jusmidah; Fathussalam, Andi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perkerasan AC-BC. dengan penambahan fly ash amp sebagai filler. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen. Dari hasil  penelitian maka dapat di ketahui bahwa variasi perkerasan AC-BC laston yaitu 0%, 2%, 4% dan 6% degan parameter Stabiltas, Flow, Vim, Vma, Vfb, Kepadatan, dan Penyerapan. Mharsall Quontiet mengungkapkan bahwa pada Variasi 2% yang tidak masuk dalam spesifikasi yaitu vim, vfb, stabiltas dan flow dengan nilai vim 6,371%, vfb 59,484%, stabilitas 772,262 kg, flow 1,1 mm, dan di variasi 4% yang tidak masuk dalam spesifikasi yaitu vfb dan flow degan nilai vfb 62,351%, flow 1,9 mm. sedangkan yang masuk dalam spesifikasi yaitu nilai vim 3-5%, vfb 65% , stabilitas 800-1800 kg, flow 2-4 mm. Pada variasi 2% yaitu dibagian vim, vfb, stabilitas dan flow dan juga variasi 4% yaitu pada bagian vfb dan flow tidak memenuhi spesifikasi pada laston AC-BC. This research aims to determine the characteristics of AC-BC pavement. with the addition of fly Ash junior high as filler. The type of research carried out was quantitative with experimental methods. From the research results, it can be seen that the variations in AC-BC Laston pavement are 0%, 2%, 4% and 6% with the parameters Stability, Flow, Vim, Vma, Vfb, Density, Absorption and Mharsall Quontiet revealed that the variation is 2% which are not included in the specifications, namely vim, vfb, stability and flow with a vim value of 6.371%, vfb 59.484%, stability 772.262 kg, flow 1.1mm, and in the 4% variation which is not included in the specifications, namely vfb and flow with a vfb value of 62.351 %, flow 1.9 mm. while what is included in the specifications is a vim value of 3-5%, vfb 65%, stability 800-1800 kg, flow 2-4 mm. The 2% variation, namely in the vim, vfb, stability and flow section and also the 4% variation, namely in the vfb and flow section, does not meet the specifications in Laston AC-BC.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025 Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025 Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025 Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024 Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024 Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023 Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023 Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023 Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022 Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022 Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022 Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021 Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021 Vol. 21 No. 1 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 1, Januari - April Tahun 2021 Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019 Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019 Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019 Vol. 18 No. 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Januari-April 2018 Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018 Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018 Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017 Vol. 17 No. 2 (2017): Vol 17 No 2 (2017): Mei-Agustus 2017 Vol. 17 No. 1 (2017): Vol 17 No 1 (2017): Januari-April 2017 Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016 Vol. 16 No. 2 (2016): Ecosystem Vol. 16 No 2, Mei - Agustus 2016 Vol. 16 No. 1 (2016): Ecosystem Vol 16 No 1, Januari-April 2016 More Issue