cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa Lt. 5 Gedung B Jl. Urip Sumohardjo Km.4 Makassar Indonesia 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277286     DOI : https://doi.org/10.35965/eco.v21i1
Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
Analisis Kebutuhan Prasarana Dasar Pada Kawasan Permukiman Desa Pongkeru Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur Baharuddin, Andi Fathussalam
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3790

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan prasarana dasar kawasan permukiman Desa Pongkeru Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur. Jenis penelitian ini digolongkan kedalam penelitian kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis pembobotan, metode ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan prasarana dasar dilokasi penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) jenis jalan lingkungan di Desa Pongkeru adalah aspal dengan panjang 6.722 meter, jalan beton panjang 6.628 meter, (2) jaringan drainase di Desa Pongkeru adalah drainase sekunder kondisi permanen dengan lebar 70-90 cm,  (3) kondisi air bersih di Desa Pongkeru terdapat 96 KK yang sudah terjangkau air yang bersumber dari PDAM dan sisanya memakai air tanah dangkal dan dalam, dan (4) kondisi prasarana persampahan di Desa Pongkeru masih di kelola secara konvensional setiap rumah dengan cara dibakar dan ditanam. The aim of this research is to determine the basic infrastructure needs of the residential area of Pongkeru Village, Malili District, East Luwu Regency. This type of research is classified as quantitative research. The data analysis used is weighting analysis, this method is carried out to determine basic infrastructure needs at the research location. The results of the analysis show that (1) the type of environmental road in Pongkeru Village is asphalt with a length of 6,722 meters, a concrete road with a length of 6,628 meters, (2) the drainage network in Pongkeru Village is permanent secondary drainage with a width of 70-90 cm, (3) the condition clean water in Pongkeru Village, there are 96 families who have access to water sourced from PDAM and the rest use shallow and deep groundwater, and (4) the condition of waste infrastructure in Pongkeru Village is still managed conventionally, every house is burned and planted.
Analisa Perbandingan Harga Satuan Pekerjaan Rangka Atap Baja Ringan dengan Rangka Atap Kayu Fikri, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3792

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan biaya bahan dan biaya tenaga kerja pada pekerjaan rangka atap berbahan baja ringan dan rangka atap berbahan kayu. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Perbandingan biaya harga Satuan pekerjaan antara kuda kuda atap dari bahan baja ringan dengan kuda kuda atap dari bahan kayu pada pekerjaan Pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik Universitas Andi Djemma dengan ukuran panjang 36 meter dan lebar 9 meter digunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bidang Cipta Karya Dan Perumahan Tahun 2023. Adapun harga pekerjaan kuda-kuda baja ringan Rp. 209.993.169,-, pekerjaan pemasangan lisplank GRC Rp. 6.272.847,-, pemasangan konstruksi kuda-kuda konvensional kayu kelas II Rp. 54.880.980,-, pekerjaan Pemasangan konstruksi gordeng kayu kelas II Rp. 52.995.492,-, pasang lisplank kayu kelas II Rp. 12.241.926,-. Kelompok pekerjaan rangka atap berbahan baja ringan, biaya pengadaan bahan Rp. 104.171.487,-, biaya upah tenaga kerja Rp. 112.094.529,- dan jumlah biaya Rp. 120.118.398,-. Untuk kelompok pekerjaan rangka atap berbahan kayu, biaya pengadaan Bahan Rp. 99.579.771,-, biaya upah tenaga kerja Rp. 20.538.627,- dan jumlah biaya Rp. 216.266.016,-. Terdapat selisih harga pekerjaan antara dua jenis kuda kuda atap sebesar Rp. 96.147.618,-, dimana biaya pekerjaan kuda kuda atap berbahan baja ringan lebih mahal. The aim of this research is to determine the difference in material costs and labor costs for light steel roof truss work and wooden roof trusses. This research includes quantitative descriptive research. A comparison of unit work costs between roof trusses made of light steel and roof trusses made of wood for the construction of the Integrated Laboratory Building, Faculty of Engineering, Andi Djemma University with a length of 36 meters and a width of 9 meters is used for the Work Unit Price Analysis (AHSP) in the Creation Sector Works and Housing in 2023. The price for work on light steel trusses is IDR. 209,993,169,-, GRC trim plank installation work Rp. 6,272,847,-, installation of class II conventional wooden truss construction Rp. 54,880,980,-, work on installing class II wooden curtain construction Rp. 52,995,492,-, install class II wooden plank Rp. 12,241,926,-. Light steel roof frame work group, material procurement cost Rp. 104,171,487,-, labor costs Rp. 112,094,529,- and total costs Rp. 120,118,398,-. For the wooden roof frame work group, the material procurement cost is Rp. 99,579,771,-, labor costs Rp. 20,538,627,- and total costs Rp. 216,266,016,-. There is a difference in the price of work between the two types of roof trusses of IDR. 96,147,618,-, where the cost of work on light steel roof trusses is more expensive.
Strategi Pengendalian Dampak Banjir Sungai Songka Pada Kawasan Permukiman di Kelurahan Takkalalla Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo Indrajaya, Indrajaya; Rusida, Rusida; Idrus, Andi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3794

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengendalian banjir pada kawasan permukiman di Kelurahan Takkalala Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo. Metode penelitian  dilakukan dengan teknik observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi . Data diperoleh dari dokumentasi yang tersedia dan hasil wawancara dengan pejabat/petugas yang relevan dengan tujuan penelitian ini. Analisis penelitian dilakukan dengan memanfaatkan data sekunder yang tersedia di instansi teknis terkait, pengumpulan data, kompilasi dan analisis data. Hasil analisis menunjukkan bahwa perhitungan IFAS dan EFAS adalah kuadran 1 atau  SO (Strength Opportunity), dimana nilai dari perhitungan IFAS yaitu 0.58 berada pada sumbu X dan nilai dari perhitungan IFAS yaitu 1.08 yang berada pada sumbu Y maka posisi strategi penanganan banjir di Kelurahan Takkalala berada pada kuadran 1 yang merupakan posisi yang sangat menguntungkan dimana Kelurahan Takkalala memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy) The aim of this research is to determine flood control strategies in residential areas in Takkalala Village, South Wara District, Palopo City. The research method was carried out using field observation techniques, interviews and documentation. Data was obtained from available documentation and the results of interviews with officials/officers relevant to the objectives of this research. Research analysis was carried out by utilizing secondary data available at the relevant technical agencies, data collection, data compilation and analysis. The results of the analysis show that the IFAS and EFAS calculations are quadrant 1 or SO (Strength Opportunity), where the value of the IFAS calculation is 0.58 on the X axis and the value of the IFAS calculation is 1.08 which is on the Y axis, so the position of the flood management strategy in Takkalala Village is in quadrant 1 which is a very profitable position where Takkalala Village has opportunities and strengths so that it can take advantage of existing opportunities. The strategy that must be implemented in this condition is to support aggressive growth policies (growth oriented strategy)
Pengaruh Penambahan Serbuk Arang Kayu Terhadap Kuat Tekan Mortar Sudirman, Sudirman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ‘arang serbuk kayu gergajian’ terhadap kuat tekan mortar, dengan perbandingan penggunaan pasir dan semen 1Pc : 4Ps, dengan suatu rangkain percobaan yang menggunakan bahan tambahan masing-masing sebesar 4%, 8%, 12% dan 18% dari berat semen. Penelitian ini menggunakan motode eksperimen di laboratorium dengan mengacu pada SNI 03-6825-2002. Arang serbuk gergajian digunakan sebagai bahan tambahan terhadap campuran semen dengan FAS 0,48 berupa sampel berbentuk kubus sebanyak 45 buah. Pengujian kuat tekan dilakukan terhadap sampel pada setiap rentan waktu (umur) 3, 7, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan mortar yang normal (1Pc : 4Ps) setelah 28 hari adalah sebesar 115,6 kg/cm, namun dengan penambahan arang serbuk gergajian kayu sebesar 8%, nilai kuat tekannya mengalami peningktan optimum menjadi 142,8 kg/cm (atau naik sebesar 19,04%). This reaserch is aimed to discover additional value of using sawdust powder carcoal to improve ‘compressive strenght of mortar’, by application of proportional mixture 1Pc : 4 Ps, in a series of experiment with additional substance as much as 4%, 8%, 12% and 18% of cement weight consecutively.This research use an experimental method in a laboratoty referring to SNI 03-6825-2002. Sawdust powder carcoal is used as additional ingredient to cement mixture with FAS 0,48 of cube shape amongst 45 sampels. The experiment on ‘compressive strenght of mortar’ was conducted using consecutive lenght of time (age) of 3, 7, and 28 days. The result shows that ‘compressive strenght’ of a normal mortar is 115,6 kg/cm. However, with some additional substance of sawdust powder carcoal as much as 8%, its ‘compressive strenght’ reached an optimum increase into becoming 142,8 kg/cm (or an increase of 19.04%).
Analisis Sektor Pertanian Dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah Pasca Pandemi di Kabupaten Luwu Rosnina, Rosnina; Sumantri, Sumantri; Suryanto, Suryanto
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor basis ekonomi atau unggulan di Kabupaten Luwu periode tahun 2018-2022 dan menganalisis potensi sektor pertanian dalam pertumbuhan ekonomi pasca pandemi di Kabupaten Luwu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis LQ, Shift Share, Typologi Klassen, CR4 dan IHH. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) menurut lapangan usaha atas dasar harga konstan 2010 periode tahun 2018–2022 dari BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor basis atau unggulan merupakan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan; pengadaan listrik dan gas; real estat; administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib; jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Potensi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dalam pertumbuhan ekonomi berdasarkan hasil analisis shift share mengalami laju pertumbuhan yang pesat dibanding sektor lainnya dan memiliki keunggulan kompetitif, selain itu hasil analisis typologi klassen sektor pertanian termasuk dalam sektor maju dan tumbuh pesat dalam Kuadran I. Hasil analisis struktur pasar, sektor pertanian menguasai 48,38 market share karena tidak terlepas dari peran Pemerintah yang memfokuskan pembangunan pada sektor pertanian. This research aims to analyze the economic base or leading sectors in Luwu Regency for the 2018-2022 period and analyze the potential of the agricultural sector in post-pandemic economic growth in Luwu Regency. This type of research is quantitative descriptive using LQ, Shift Share, Klassen Typology, CR4 and IHH analysis. The data used in this research is secondary data; The data comes from GRDP (Gross Regional Domestic Product) according to business fields based on 2010 constant prices for the 2018–2022 period from BPS. The research results show that the basic or leading sectors are the agriculture, forestry and fisheries sectors; procurement of electricity and gas; real estate; government administration, defense and mandatory social security; health services and social activities. The potential of the agricultural, forestry and fisheries sectors in economic growth based on the results of the shift share analysis is experiencing a rapid growth rate compared to other sectors and has a competitive advantage. Apart from that, the results of the Klassen typology analysis of the agricultural sector are included in the advanced sector and are growing rapidly in Quadrant I. Results of the structural analysis market, the agricultural sector controls 48.38 market share because it cannot be separated from the role of the Government which focuses development on the agricultural sector.
Studi Angkutan Sedimentasi Pada Aliran Sungai Tomoni Kabupaten Luwu Timur Ramadhan, Syahrul
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3872

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya muatan sedimen  dan pengaruh sedimentasi terhadap aliran pada Sungai Tomoni Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitaif. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sungai Tomoni memiliki besar muatan sedimen pada aliran sungai sebesar 0,322949 ton/hari pada total keseluruhan titik pengamatan dan kecepatan tertinggi pada setiap titik terjadi pada titik pengamatan ke 4 dengan nilai 1,02 m/s. Sedangkan pengaruh dari tingginya laju sedimentasi pada aliran Sungai Tomoni, (1) penyempitan dan pendangkalan saluran sungai menyebabkan kapasitas tampung sungai terhadap debit banjir menurun, (2) terbentuknya lahan-lahan baru di sekitar aliran sungai yang menyebabkan aliran air semakin terhambat, dan (3) kualitas air sungai menjadi turun (keruh) yang di akibatkan oleh banyaknya kandungan sedimen pada air sungai. The aim of this research is to determine the magnitude of the sediment load and the influence of sedimentation on the flow in the Tomoni River, East Luwu Regency. This research includes quantitative descriptive research. The results of the analysis show that the Tomoni River has a large sediment load in the river flow of 0.322949 tons/day at a total of all observation points and the highest speed at each point occurred at the 4th observation point with a value of 1.02 m/s. Meanwhile, the influence of the high rate of sedimentation on the Tomoni River flow is (1) the narrowing and shallowing of the river channel causing the river's capacity to reduce flood discharge, (2) the formation of new land around the river flow which causes water flow to become increasingly obstructed, and (3) ) the quality of river water decreases (turbid) due to the large amount of sediment in the river water.
Efektivitas Karbon Aktif Kulit Salak Salacca Zalacca (Gaert) Voss Sebagai Bioadsorben Logam Tembaga (Cu) dari Limbah Laboratorium Farmasi Hesty, Hesty Nuur Hanifah; Hadisoebroto, Ginayanti; Dewi, Lisna
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3887

Abstract

Kulit salak (Salacca Zalacca (Gaert) Voss) mengandung selulosa sebesar 25,85%. Selulosa merupakan polisakarida yang mengandung gugus –OH dan –COOH sehingga dapat digunakan sebagai bioadsorben untuk logam berat seperti logam tembaga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakterisasi karbon aktif kulit salak, mengetahui efektivitas karbon aktif kulit salak sebagai bioadsorben logam tembaga. Proses optimasi pH, waktu kontak dan massa ditentukan menggunakan desain uji faktorial dengan aplikasi Design Expert. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif experimental. Hasil karakterisasi karbon aktif kulit salak menunjukkan bahwa karbon aktif kulit salak mempunyai kadar air sebesar 6 %, daya serap terhadap metilen biru sebesar 212, 93 mg/g, ukuran pori-pori karbon aktif kulit salak adalah 2,11 - 5,93 µm. Hasil analisis EDS mengidentifikasi adanya unsur-unsur utama Karbon (C), Oksigen (O), Kalsium (Ca), Kalium (K), Silicon (Si), Natrium (Na), Magnesium (Mg) dengan kandungan karbon sebesar 72,45%. Karbon aktif kulit salak memiliki pH optimum 6, waktu kontak 75 menit, massa 125 mg dengan efektivitas sebesar 98,48%. Dapat disimpulkan bahwa karbon kulit salak dapat digunakan sebagai bioadsorben logam berat tembaga dari limbah laboratorium farmasi karena memiliki efektivitas adsorpsi yang tinggi dan hasil karakterisasinya memenuhi standar yang ditetapkan oleh SNI. Salak peel (Salacca Zalacca (Gaert) Voss) contains 25.85% cellulose. Cellulose is a polysaccharide that contains –OH and -COOH groups so it can be used as a bioadsorbent for heavy metals such as copper. The aim of this research was to determine the characteristics of salak peel activated carbon, to determine the effectiveness of salak peel activated carbon as a bioadsorbent for copper metal. The optimization process for pH, contact time and mass was determined using a factorial test design with the Design Expert application. The type of research carried out was quantitative experimental research. The results of the characterization of salak peel activated carbon show that salak activated carbon has a water content of 6%, the absorption capacity for methylene blue is 212.93 mg/g, the pore size of salak peel activated carbon is 2.11 - 5.93 µm. The results of the EDS analysis identified the presence of the main elements Carbon (C), Oxygen (O), Calcium (Ca), Potassium (K), Silicon (Si), Sodium (Na), Magnesium (Mg) with a carbon content of 72 .45%. Salak activated carbon has an optimum pH of 6, contact time of 75 minutes, mass of 125 mg with an effectiveness of 98.48%. It can be concluded that salak peel carbon can be used as a bioadsorbent for the heavy metal copper from pharmaceutical laboratory waste because it has high adsorption effectiveness and the characterization results meet the standards set by SNI.
Analisis Pengelolaan Dana Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Petani di Kabupaten Maros Musfirah, Andi; Sobirin, Sobirin; Mandala, Satria
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3893

Abstract

Alokasi Dana Desa merupakan satu aspek penting dari sebuah desa untuk menjalankan program-program untuk mengsejahtarakan masyarakat di semua wilayahnya. Pemerintah desa diyakini lebih mampuh melihat prioritas kebutuhan masyarakat dibandingkan pemerintah kabupaten yang secara nyata memiliki ruang lingkup permasalahan yang lebih luas dan rumit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan dana desa terhadap peningkatan pembangunan sumber daya desa. Penelitian ini menggunanakan jenis penelitian lapangan dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif, cara yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: observasi, kuesioner, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model pengembangan pelaksanaan penggunaan dana desa dan pemberdayaan Petani model di kembangkan berdasarkan peningkatan pengetahuan mengenai dana desa yang dilakukan dengan sosialisasi terhadap masyarakat Desa Tompobulu. Peningkatan pengetahuan akan memotivasi masyarakat Desa Tompobulu untuk aktif dan konsisten dalam setiap program dana desa. Peningkatan kualitas perencanaan dalam menyusun program dan rencana anggaran program dana desa dengan mempertimbangkan karakteristik sosial petani yang ada di Desa Tompobulu didampingi oleh tenaga ahli. Peningkatan pengetahuan terhadap program-program yang didanai dana desa akan meningkatkan kepedulian masyarakat Desa Tompobulu  untuk berpartisipasi dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program dana desa.Model pengembangan pelaksanaan penggunaan  dana  desa  ini  dapat  dijadikan referensi bagi upaya peningkatan efisiensi dan daya guna pemanfaatan dana desa pada daerah-daerah yang memiliki karakteristik yang serupa dengan Desa Tompobulu Desa dengan ciri sumber penghidupannya dominan dari sektor pertanian yang ekonominya relatif belum berkembang. Village Fund Allocation is an important aspect of a village to carry out programs to improve the welfare of the community in all its areas. It is believed that the village government is more able to see the priority needs of the community than the district government which actually has a wider and more complex scope of problems. The aim of this research is to determine the management of village funds towards increasing village resource development. This research uses field research with quantitative descriptive research methods, the methods used in this research are: observation, questionnaires, interviews, and documentation. The results showed that the development model for implementing the use of village funds and the farmer empowerment model was developed based on increasing knowledge about village funds which was carried out by outreach to the people of Tompobulu Village. Increased knowledge will motivate the people of Tompobulu Village to be active and consistent in every village fund program. Improving the quality of planning in preparing programs and budget plans for village fund programs by taking into account the social characteristics of farmers in Tompobulu Village accompanied by experts. Increasing knowledge of programs funded by village funds will increase the awareness of the people of Tompobulu Village to participate in and supervise the implementation of village fund programs. an area that has characteristics similar to Tompobulu Village A village with the characteristics of a dominant source of livelihood from the agricultural sector whose economy is relatively underdeveloped.
Pengukuran Pengukuran Tinggi Pohon Menggunakan Klinometer Di Taman Margasatwa Ragunan Bagian Utara Nirmalasari, Nirmalasari; Sihab, Mutia Ayaar; Cheren, Aurel; Dinillah, Rafika; Aidah, Roza Sani; Suryanda, Ade; Azrai, Eka Putri
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.3894

Abstract

Ketinggian pohon adalah faktor yang dapat mempengaruhi kualitas pohon dan memperkirakan berbagai parameter seperti biomassa, cadangan karbon, pertumbuhan pohon, dan sebagainya. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui ukuran tinggi dari beberapa pohon di Ragunan menggunakan alat klinometer yang mana memiliki manfaat juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pohon, termasuk iklim, ketersediaan air dan juga interaksi dengan spesies lain. Metodologi penelitian artikel ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil yang didapatkan adalah Ficus sp. Sebagai pohon paling tinggi, yaitu 18,05 meter dan pohon Syzygium aqueum yang terpendek dengan tinggi 3,3 meter yang dihitung menggunakan phytagoras. Kesimpulannya, semakin tinggi pohon menandakan bahwa lingkungan tersebut memiliki kondisi yang baik untuk tempat tumbuh vegetasi, sehingga kondisi tanah pada pohon Ficus sp. memiliki kondisi tanah yang lebih baik daripada kondisi tanah pada pohon Syzygium aqueum. The height of trees is a factor that can influence tree quality and estimate various parameters such as biomass, carbon reserves, tree growth, and so forth. This article aims to determine the height measurements of several trees in Ragunan using a clinometer, which also serves to identify factors affecting tree growth, including climate, water availability, and interactions with other species. The research methodology of this article employs a quantitative descriptive method. The results indicate that Ficus sp. is the tallest tree, measuring 18.05 meters, while Syzygium aqueum is the shortest at 3.3 meters, calculated using the Pythagorean theorem. In conclusion, taller trees signify that the environment provides favorable conditions for vegetation growth, indicating that the soil conditions for Ficus sp. are superior to those of Syzygium aqueum.
Surrogate Mother: Tinjauan Medis, Bioetik, Humaniora Dan Profesionalisme Abrar, Hanan Khasyrawi; Putra, Bayu Pratama
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan medis, bioetik, humaniora dan profesionalisme terhadap Surrogate mother. Metode penelitian melibatkan wawancara mendalam dengan berbagai pihak terkait, studi kasus kasus konkret, dan penggunaan kuesioner. Hasil penelitian ini menunujukkan bahwa dari aspek medis, surrogate mother dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor pemeriksaan medis untuk memastikan apakah mereka cenderung memiliki kehamilan serta memperhatikan kesehatan ibu pengganti. Dari aspek bioetik, surrogate mother menekankan faktor etik diantaranya, beneficence (kemurahan hati), Non-maleficence (Tidak merugikan), Autonomy (self-determination), Justice (Keadilan). Lebih lanjut pada aspek humaniora, pelaksanaan surrogate mother harus beradasarkan pada ketentuan hukum setiap negara, hak asasi manusia dan kultur budaya. Dalam aspek profesionalisme, surrogate mother menekankan pada etika dan moralitas dalam melaksanakan tanggung jawab. This research aims to analyze medical, bioethical, humanities and professionalism reviews of surrogate mothers. The research method involves in-depth interviews with various related parties, case studies of concrete cases, and the use of questionnaires. The results of this study show that from a medical aspect, surrogate mothers can be carried out by paying attention to medical examination factors to determine whether they are likely to have a pregnancy and paying attention to the health of the surrogate mother. From the bioethical aspect, surrogate mothers emphasize ethical factors including, beneficence (generosity), Non-maleficence (not causing harm), Autonomy (self-determination), Justice (Justice). Furthermore, in the humanities aspect, the implementation of surrogate motherhood must be based on the legal provisions of each country, human rights and culture. In the aspect of professionalism, surrogate mothers emphasize ethics and morality in carrying out their responsibilities.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025 Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025 Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025 Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024 Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024 Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023 Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023 Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023 Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022 Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022 Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022 Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021 Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021 Vol. 21 No. 1 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 1, Januari - April Tahun 2021 Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019 Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019 Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019 Vol. 18 No. 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Januari-April 2018 Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018 Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018 Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017 Vol. 17 No. 2 (2017): Vol 17 No 2 (2017): Mei-Agustus 2017 Vol. 17 No. 1 (2017): Vol 17 No 1 (2017): Januari-April 2017 Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016 Vol. 16 No. 2 (2016): Ecosystem Vol. 16 No 2, Mei - Agustus 2016 Vol. 16 No. 1 (2016): Ecosystem Vol 16 No 1, Januari-April 2016 More Issue