cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa Lt. 5 Gedung B Jl. Urip Sumohardjo Km.4 Makassar Indonesia 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277286     DOI : https://doi.org/10.35965/eco.v21i1
Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 532 Documents
Pengaruh Perendaman Air Payau dan Air Tawar Terhadap Mutu Beton F’c 20 Mpa Patrio, Patrio; Sudirman, Sudirman; Amri, Michail
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4195

Abstract

Keberagaman Indonesia membuat beton terkadang menjadi sulit untuk dilakukan perawatan, khususnya pada bangunan air yang lebih rumit pembangunannya dalam perawatan beton. Beton kadang kala sering mengalami perendaman air baik yang bersifat payau maupun tawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh kuat tekan pada perendaman menggunakan air payau dan air tawar terhadap mutu beton f’c 20 Mpa. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur dan pengujian laboratorium. Dari penelitian ini diketahui bahwa perendaman dengan menggunakan air payau memberi pengaruh penurunan kuat tekan beton, hal ini dapat dilihat dari kuat tekan rata-rata beton dengan perendaman dengan menggunakan air tawar yang mencapai 22,025 Mpa, Sedangkan air payau hanya mencapai 20,822 Mpa. Hal ini disebabkan karena air payau mengandung zat padat berupa garam yang dapat mempengaruhi penurunan kuat tekan pada beton dan keterlambatan proses perawatan (curring) mengakibatkan dehidrasi pada beton sehingga mengalami penurunan kuat tekan pada beton. Indonesia's diversity means that concrete can sometimes be difficult to maintain, especially for water structures where concrete maintenance is more complicated to construct. Concrete sometimes experiences water immersion, both brackish and fresh. This research aims to determine the comparison of the effect of compressive strength during immersion using brackish water and fresh water on the quality of concrete f'c 20 Mpa. The research method used is a quantitative method with experimental research methods and data collection techniques are carried out using literature studies and laboratory testing. From this research it is known that soaking using brackish water has an effect on reducing the compressive strength of concrete, this can be seen from the average compressive strength of concrete when soaking using fresh water which reaches 22.025 Mpa, while brackish water only reaches 20.822 Mpa. This is because brackish water contains solid substances in the form of salt which can affect the decrease in compressive strength of the concrete and delays in the curing process (curring) result in dehydration of the concrete resulting in a decrease in the compressive strength of the concrete.
Penggunaan Serat Bambu sebagai Bahan Tambah Pada Beton Kartina, Kartina; Sudirman, Sudirman; Fikri, Muh
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4196

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bambu terhadap beton normal. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis kuantitatif dengan eksperimen tentang penggunaan serat bambu sebagai bahan tambah pada pembuatan beton normal. Dari hasil penelitian pada ketiga kondisi dengan benda uji kubus dapat disimpulkan beton normal umur 28 hari dengan berat rata-rata 8,265 kg/m3 dengan nilai kuat tekan rata-rata yang diperoleh 27,244 Mpa. Sedangkan untuk campuran beton serat bambu 3% dengan berat rata-rata 7,991 kg/m3 dan beton serat bambu 5% dengan berat rata-rata 8,006 kg/m3 memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 24,444 Mpa dan 22,533 Mpa. Penambahan serat bambu pada campuran beton berpengaruh pada kuat tekan beton dimana beton dengan tambahan serat bambu mengalami penurunan nilai kuat tekan, dibandingkan dengan beton normal tanpa serat bambu. Dari hasil penelitian kuat tekan beton dengan penambahan serat bambu secara keseluruhan mencapai mutu yang direncanakan. The aim of this research is to determine the effect of adding bamboo fiber to normal concrete.  The research method used is quantitative with experiments on the use of bamboo fiber as an additional material in making normal concrete.  From the results of research on the three conditions with cube test objects, it can be concluded that normal concrete is 28 days old with an average weight of 8.265 kg/m3 with an average compressive strength value of 27.244 Mpa.  Meanwhile, the 3% bamboo fiber concrete mixture with an average weight of 7.991 kg/m3 and 5% bamboo fiber concrete with an average weight of 8.006 kg/m3 have an average compressive strength of 24,444 Mpa and 22,533 Mpa.  The addition of bamboo fiber to the concrete mixture has an effect on the compressive strength of the concrete where concrete with the addition of bamboo fiber experiences a decrease in compressive strength values, compared to normal concrete without bamboo fiber.  From the research results, the compressive strength of concrete with the addition of bamboo fiber overall reached the planned quality.
Penggunaan Etabs V.19 Dalam Perancangan Struktur Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Andi Djemma Pakiding, Patricia Novia Glory; Sudirman, Sudirman; Amin, Michail
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4197

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis model perancangan struktur rencana bangunan gedung Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik Universitas Andi Djemma. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data yang terdiri dari data primer dan sekunder, kemudian dilakukan input beban kerja ke dalam program Etabs. Dari hasil analisa struktur dapat diketahui bahwa struktur gedung Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik Universitas Andi Djemma mampu dalam menahan beban-beban luar yang bekerja. Model struktur dianalisa dalam bentuk 3d model yang diberikan beban luar serta asumsi-asumsi perancangan yang sesuai dengan SNI, kemudian didapatkan output berupa gaya-gaya dalam yang digunakan dalam mendesain tulangan struktur. The aim of this research is to analyze the structural design model for the building plan for the Integrated Laboratory Building, Faculty of Engineering, Andi Djemma University. The research method used is a quantitative method. This research began with data collection consisting of primary and secondary data, then workload input was carried out into the Etabs program. From the results of the structural analysis, it can be seen that the structure of the Integrated Laboratory building, Faculty of Engineering, Andi Djemma University, is capable of withstanding external loads. The structural model is analyzed in the form of a 3D model that is given external loads and design assumptions in accordance with SNI, and then the output is obtained in the form of internal forces that are used in designing structural reinforcement.
Strategi Pengembangan Air Baku Desa Pantilang Kecamatan Basse Sangtempe Utara Kabupaten Luwu Wijaya, Riska; Indrajaya, Indrajaya; Haerianti, Haerianti
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4198

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan air baku Desa Pantilang Kecamatan Basse Sangtempe Utara Kabupaten Luwu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. data yang dikumpulkan menggunakan wawancara, observasi dll yang kemudian dijelaskan secara deskriptif. Peneliti menggunakan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data untuk memahami potensi, masalah, dan fenomena pengembangan air baku di Desa Pantilang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk strategi yang lebih baik dan relevan untuk digunakan saat ini dalam strategi pengembangan air baku Desa Pantilang Kecamatan Basse Sangtempe Utara Kabupaten Luwu adalah strategi kombinasi kekuatan-peluang dengan mengoptimalkan kekuatan melalui pemanfaatan peluang. The aim of this research is to determine the strategy for developing raw water in Pantilang Village, North Basse Sangtempe District, Luwu Regency. The research method used is a qualitative research method. data collected using interviews, observations etc. which is then explained descriptively. Researchers used interviews and observations as data collection techniques to understand the potential, problems and phenomena of raw water development in Pantilang Village. The results of this research indicate that a better and more relevant form of strategy to be used currently in the raw water development strategy of Pantilang Village, North Basse Sangtempe District, Luwu Regency is a combination of strengths-opportunities strategy by optimizing strengths through exploiting opportunities.
Studi Penggunaan Batu Kapur (Limestone) Sebagai Bahan Agregat Kasar Terhadap Uji Kuat Tekan Beton K-250 : Studi Kasus: Di Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja Fikri, Muhammad; Syahputra, Andri
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimna kekuatan tekan beton yang menggunakan batu kapur sebagai bahan agregat kasar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Hasil pengujian karakteristik untuk agregat kasar batu kapur Tana Toraja diperoleh nilai kadar lumpur 0.56 %, kadar air 2.88 %, berat volume kondisi gembur 1.486 kg/ltr, kondisi padat 1.641 kg/ltr, absorpsi 1,999 %, berat jenis spesifik apparent 2.603, on dry basic 2.475, ssd basic 2.524 dan modulus kekasaran 7.49. Hasil kuat tekan beton untuk sampel kubus diperoleh nilai kuat tekan beton pada umur 3 hari diperoleh 17,33 Mpa, pada umur 7 hari diperoleh 22,11 Mpa dan pada umur 28 hari diperoleh 31,22 Mpa dan hasil pengujian kuat tekan beton untuk agregat kasar batu kapur untuk sampel silinder diperoleh nilai kuat tekan beton pada umur 3 hari diperoleh 15,00 Mpa, pada umur 7 hari diperoleh 19,11 Mpa dan pada umur 28 hari diperoleh 27,88 Mpa. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan menggunakan batu kapur Tana Toraja sebagai bahan agregat kasar untuk sampel kubus dan silinder layak digunakan dalam campuran beton karena memenuhi mutu beton yang direncanakan yaitu K-250. This research aims to analyze the compressive strength of concrete that uses limestone as a coarse aggregate material. This research is quantitative research using experimental methods. The results of the characteristic tests for the Tana Toraja limestone coarse aggregate showed that the mud content was 0.56%, the water content was 2.88%, the bulk weight in the loose condition was 1,486 kg/ltr, the solid condition was 1,641 kg/ltr, the absorption was 1.999%, the apparent specific gravity was 2,603, on dry basic 2.475, ssd basic 2.524 and roughness modulus 7.49. The results of the concrete compressive strength for the cube sample showed that the compressive strength value of the concrete at the age of 3 days was 17.33 Mpa, at the age of 7 days it was 22.11 Mpa and at the age of 28 days it was 31.22 Mpa and the results of the concrete compressive strength test for coarse aggregate limestone for cylindrical samples, the compressive strength value of concrete at 3 days was 15.00 Mpa, at 7 days it was 19.11 Mpa and at 28 days it was 27.88 Mpa. The research results show that concrete using Tana Toraja limestone as a coarse aggregate material for cube and cylinder samples is suitable for use in concrete mixtures because it meets the planned concrete quality, namely K-250.
Analisa Kandungan Proksimat Biobriket Berbahan Baku Limbah Cangkang Sawit Di Kabupaten Paser Kalimantan Timur Vegatama, Meita Rezki; Megawati, Eka; Yuniarti, Yuniarti; Adhiksana, Arief
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4223

Abstract

Kebutuhan energi dalam bentuk bahan bakar di Indonesia saat ini terus meningkat seiring dengan terus bertambahnya kebutuhan tidak hanya di rumah tangga namun juga di dunia Industri. Kebutuhan bahan bakar ini tidak hanya pada bahan bakar minyak dan gas namun juga bahan bakar padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisa proksimat biobriket berbahan baku cangkang sawit yang ada di Kalimantan Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan variasi konsentrasi perekat yaitu 10% dan 5% dari bahan baku. Teknik analisis data kuantitif digunakan dalam penelitian ini, yaitu mengolah hasil penelitian yang didapat dan menginterpretasikan dalam bentuk angka dan grafik dari hasil penelitian yang diperoleh. Adapaun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terpenuhinya nilai kalor sesuai standar SNI dari kedua sampel yang digunakan yaitu 5102,07 kal/g pada sampel A1 dan pada sampel A2 sebesar 5329,84 kal/g. The need for energy in the form of fuel in Indonesia is currently continuing to increase along with the increasing demand not only in households but also in the industrial world. This fuel requirement is not only oil and gas but also solid fuel. This research aims to determine the proximate analysis of biobriquettes made from palm kernel shells in East Kalimantan. The method used in this research is experimental research with variations in adhesive concentration, namely 10% and 5% of the raw material. Quantitative data analysis techniques are used in this research, namely processing the research results obtained and interpreting the research results obtained in the form of numbers and graphs. The results obtained from this research are that the calorific value according to SNI standards for the two samples used is 5102.07 cal/g in sample A1 and in sample A2 it is 5329.84 cal/g
Penatalaksanaan Atresia Koana Unilateral Murdiyantono, Emil Kardani; Perkasa, Muh. Fadjar
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4264

Abstract

Atresia koana adalah tertutupnya salah satu atau kedua rongga hidung posterior oleh membran atau tulang yang tidak normal. Hal ini terjadi karena kegagalan embriologis membran bukal untuk membelah sebelum kelahiran. Insiden atresia koana adalah 1 kasus per 5000–8000 kelahiran. Atresia koana unilateral lebih sering terjadi (75%) dibandingkan atresia koana bilateral. Ada tipe tulang dan tipe membran. Angka kejadian pada wanita dua kali lebih besar dibandingkan pada pria. Obstruksi koana unilateral kadang-kadang tidak menunjukkan gejala saat lahir namun selanjutnya akan menyebabkan obstruksi drainase hidung kronis unilateral pada masa kanak-kanak, sedangkan atresia koana bilateral termasuk keadaan gawat darurat saat kelahiran. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dengan keluhan utama rinorea pada hidung sebelah kiri sejak 6 tahun yang lalu (sejak lahir), terdapat sumbatan hidung. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior, tidak terdapat koana pada rongga hidung kiri. Tes dengan kapas yang diletakkan di depan hidung, tidak terlihat nafas. Dilakukan evaluasi nasoendoskopi, koana kiri tertutup. Pada pemeriksaan CT scan terdapat penyempitan pada rongga hidung sebelah kiri dan ditegakkan diagnosis atresia koana sinistra. Kami membuat koanoplasti dan mempertahankan stent hingga 1 bulan. Penatalaksanaan atresia koana unilateral adalah koanoplasti dilanjutkan dengan pemasangan stent. Tujuan pemasangan stent adalah untuk menjaga patensi koana dan mencegah restenosis pasca operasi. Idealnya stent dipertahankan selama 3 bulan dimana perawatan stent dilakukan setiap hari. Koana atresia is the closure of one or both posterior nasal cavities by an abnormal membrane or bone. It occurs due to embryologic failure of the buccal membrane to divide before birth. The incidence of koana atresia is 1 case per 5000-8000 births. Unilateral koana atresia is more common (75%) than bilateral koana atresia. There are bone type and membrane type. The incidence rate in females is twice as high as in males. Unilateral koana obstruction is sometimes asymptomatic at birth but will subsequently lead to unilateral chronic nasal drainage obstruction in childhood, whereas bilateral koana atresia is an emergency at birth. A 6-year-old boy with a chief complaint of rhinorrhea on the left side of the nose since 6 years ago (since birth), there was nasal obstruction. On anterior rhinoscopic examination, there was no koana in the left nasal cavity. Test with a cotton swab placed in front of the nose, no breath was seen. Nasoendoscopic evaluation was performed, the left coana was closed. On CT scan, there was a narrowing of the left nasal cavity and a diagnosis of koana atresia sinistra was made. We performed coanoplasty and maintained the stent for up to 1 month. The management of unilateral koana atresia is coanoplasty followed by stenting. The aim of stenting is to maintain koana patency and prevent postoperative restenosis. Ideally, the stent is maintained for 3 months with daily stent maintenance.
Perbandingan Hasil Pemeriksaan Morfologi Spermatozoa Manusia Menggunakan Metode Pewarnaan Papanicolaou, Diff Quik, Dan Safranin-Kristal Violet Pada Pasien Infertil di Klinik Telkomedika Ratulangi Makassar Thamrin, Rahmawati; Lukas, Hengky
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4266

Abstract

Pemeriksaan sperma sangat penting dalam mengetahui masalah kesuburan pada pria. Dalam pemeriksaan sperma terdapat pemeriksaan utama yaitu konsentrasi, motilitas dan morfologi. Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan metode pemeriksaan morfologi pada Analisa sperma yaitu motode Papanicolaou, Safranin, dan Diff Quik dalam mengevaluasi morfologi sperma untuk mendapatkan hasil terbaik dalam menilai infertilitas pria. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian laboratorium observasional analitik yang dilakukan pada pasien yang datang ke Klinik Telkomedika pada bulan September 2019 – januari 2020. Penelitian meneliti morfologi spermatozoa dari pada pasien infertil dan diperiksa dengan 3 metode:  Papanicolaou, Saffranin dan Diffquik lalu bandingkan. Hasilnya, total pasien yang diperiksa morfologi spermanya dengan Saffranin dan Diffquik selama lima bulan di Klinik Telkomedika dari bulan September 2019 hingga Januari 2020 sebanyak 90 orang diambil spermanya dan diperiksa morfologi spermanya dengan Metode Papanicolaou, Saffranin dan Diffquik. Hasil analisis statistik menemukan bahwa terdapat signifikansi antara dua metode yang kami uji. Pada kategori panjang dan lebar terdapat perbedaan bermakna p < a antara Diffquik-Saffranin Crystal Violet dan Diffquik-Papanicolaou. Hal serupa juga terjadi pada kategori vakula, melintang, bagian tengah, dan ERC. Pada metode ketiganya menunjukkan perbedaan yang signifikan. Hasil studi menyarankan evaluasi morfologi spermatozoa yang paling tepat adalah dengan menggunakan Saffranin Crystal Violet. Sperm examination is very important in finding out fertility problems in men. In sperm examination, there are main examinations, namely concentration, motility and morphology. This study is to determine the difference in morphological examination methods in sperm analysis, namely Papanicolaou, Safranin, and Diff Quik methods in evaluating sperm morphology to get the best results in assessing male infertility. The research design used was analytical observational laboratory research conducted on patients who came to the Telkomedika Clinic in September 2019 - January 2020. The study examined the morphology of spermatozoa from infertile patients and examined with 3 methods:  Papanicolaou, Saffranin and Diffquik and then compared. As a result, a total of 90 patients who were examined for sperm morphology with Saffranin and Diffquik for five months at the Telkomedika Clinic from September 2019 to January 2020 had their sperm taken and examined for sperm morphology using the Papanicolaou, Saffranin and Diffquik methods. The results of statistical analysis found that there was significance between the two methods we tested.  In the length and width categories, there was a significant difference of p < a between Diffquik-Saffranin Crystal Violet and Diffquik-Papanicolaou. The same was true for the vacuoles, transverse, central, and ERC categories. All three methods showed significant differences. The study results suggest that the most appropriate evaluation of spermatozoa morphology is by using Saffranin Crystal Violet.
Pengaruh Nilai-Nilai Kejujuran dan Kedisiplinan dalam Pembelajaran Terhadap Perilaku Belajar Fisika Peserta Didik Kelas 10 SMA Negeri 9 Makassar Wahid, Syamsul
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4278

Abstract

Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk melihat pengaruh nilai-nilai kejujuran dan kedisiplinan terhadap perilaku belajar fisika peserta didik. Penelitian ini diharapkan membangun kesadaran para peserta didik dan tenaga pendidik akan pentingnya nilai-nilai kejujuran dan kedisiplinan dalam sebuah pembelajaran untuk pengembangan karakter peserta didik kedepannya dan tentunya hal ini akan tercermin dari bagaiamana perilaku dalam belajar terutama di sekolah. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 9 Makassar dengan mengambil sampel dari Peserta didik di Kelas 10. Jumlah sampel dari penelitian ini adalah sebanyak 90 peserta didik. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dalam bentuk deskriptif inferensial. Teknik Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif untuk mengkatagorikan nilai-nilai kejujuran dan kedisiplinan serta perilaku belajar fisika peserta didik dan analisis inferensial yang digunakan untuk membuktikan hipotesis penelitian dengan menggunakan Uji t. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner yang dinilai berdasarkan teknik skoring. Hasil penelitian menunjukkan implementasi nilai-nilai kejujuran dan kedisiplinan berada pada kategori tinggi sementara perilaku belajar fisika peserta didik berada pada kategori sedang.
Urgensi Uji Pemompaan (Pumping Test) pada Kawasan Pertanian Rakyat di Kabupaten Takalar Panguriseng, Darwis; Lahming, Lahming; Ali, Muhammad Yunus
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.4282

Abstract

Dalam sudut pandang keberlanjutan lingkungan sebelum cadangan dalam akuifer dieksploitasi seharusnya dilakukan pumping test, sehingga tindakan pengambilan air tanah tidak akan memberikan dampak negatif terhadap ekosistem. Akan tetapi di kalangan petani tradisional, mereka mengambil air tanah dilakukan kapan dan dimana saja sesuai kebutuhannya dan umumnya pengambilan air tanah dilakukan secara tak terkendali, tanpa mempertimbangkan kapasitas akuifer yang ada. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi akuifer air tanah dangkal yang diekploitasi oleh petani rakyat di Kabupaten Takalar, khususnya di Kecamatan Galesong. Dari pumping test yang dilakukan terhadap 5 unit sumur petani, kesemuanya menunjukkan indikasi bahwa volume air tanah yang mereka ambil sudah melampaui kapasitas akuifer air tanah dangkal di kawasan tersebut. Pembiaran tindakan petani di kawasan tersebut secara drastic telah menurunkan elevasi muka air tanah yang signifikan, yang mana muka air tanah pada awal tahun 1990-an (sebelum eksploitasi akuifer) masih berada pada elevasi –1,00 s/d –2,00 meter, sedangkan kondisi sekarang – 4 s/d – 6 meter di bawah permukaan tanah. Kondisi ini sudah pada taraf kritis, dan telah membutuhkan kehadiran pemerintah daerah untuk mengatur letak dan volume pengambilan air tanah yang berwawasan lingkungan. From an environmental sustainability point of view, before the reserves in the aquifer are exploited, a pumping test should be carried out, so that groundwater extraction will not have a negative impact on the ecosystem. However, among traditional farmers, they extract groundwater whenever and wherever according to their needs and generally groundwater extraction is carried out uncontrolled, without considering the capacity of the existing aquifer. Therefore, this research aims to evaluate the condition of shallow groundwater aquifers exploited by smallholder farmers in Takalar Regency, especially in Galesong District. From pumping tests carried out on 5 farmers' well units, all of them showed indications that the volume of groundwater they extracted had exceeded the capacity of the shallow groundwater aquifer in the area. The inaction of farmers in this area has drastically reduced the groundwater level significantly, where the groundwater level in the early 1990s (before aquifer exploitation) was still at an elevation of –1.00 to –2.00 meters, while the current conditions are – 4 to – 6 meters below the ground surface. This condition is at a critical level, and requires the presence of local governments to regulate the location and volume of groundwater extraction in an environmentally sound manner.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025 Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025 Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024 Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024 Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023 Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023 Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023 Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022 Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022 Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022 Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021 Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021 Vol. 21 No. 1 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 1, Januari - April Tahun 2021 Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019 Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019 Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019 Vol. 18 No. 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Januari-April 2018 Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018 Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018 Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017 Vol. 17 No. 2 (2017): Vol 17 No 2 (2017): Mei-Agustus 2017 Vol. 17 No. 1 (2017): Vol 17 No 1 (2017): Januari-April 2017 Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016 Vol. 16 No. 2 (2016): Ecosystem Vol. 16 No 2, Mei - Agustus 2016 Vol. 16 No. 1 (2016): Ecosystem Vol 16 No 1, Januari-April 2016 More Issue