cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa Lt. 5 Gedung B Jl. Urip Sumohardjo Km.4 Makassar Indonesia 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277286     DOI : https://doi.org/10.35965/eco.v21i1
Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
Multiple Large Shareholder dan Gender Terhadap Kebijakan Dividen Melalui Investment Opportunity Set Pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia Udyono, Udyono; Manda, Darmawati; Rajaman, Rajaman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Interaksi Investment Opportunity Set Terhadap Hubungan Multiple Large Shareholder dan Gender pada kebijakan dividen perusahaan manufaktur di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan mengambil data dari laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yaitu www.idx.co.id. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purposive sampling sehingga jumlah sampel yang digunkan yaitu berjumlah 53 dengan 159 data observasi.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Analisis Regresi Linear Berganda dan Moderate Regression Analisis (MRA) dengan menggunakan bantuan SPSS yang diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau hipotesis yang telah dirumuskan dalam penelitian ini serta digunakan untuk menguji hubungan variabel Multiple Large Shareholder dan Gender terhadap Kebijakan Dividen dengan Investment Opportunity Set sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Multiple Large Shareholder berpengaruh negatif sinifikan terhadap Kebijakan Dividen dan Gender berpengaruh positif signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Selain itu, Hasil penelitian dengan uji Moderate Regression Analisis (MRA) menunjukkan bahwa Investment Opportunity Set memoderasi hubungan antara Multiple Large Shareholder dengan Kebijakan Dividen selain itu Investment Opportunity Set juga memoderasi hubungan antara Gender dengan Kebijakan Dividen. This research aims to determine the interaction of the Investment Opportunity Set on the Relationship between Multiple Large Shareholders and Gender in the Dividend Policy of Manufacturing Companies in Indonesia. This research uses secondary data by taking data from annual reports and financial reports of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange, namely www.idx.co.id. The sampling technique in this research is purposive sampling so that the number of samples used is 53 with 159 observation data. The data analysis technique in this research uses Multiple Linear Regression Analysis and Moderate Regression Analysis (MRA) tests using the help of SPSS which is directed to answer the formula The problem or hypothesis that has been formulated in this research is used to test the relationship between the Multiple Large Shareholder and Gender variables on Dividend Policy with the Investment Opportunity Set as a moderating variable in manufacturing companies in Indonesia. The results of this research indicate that Multiple Large Shareholders have a significant negative effect on Dividend Policy and Gender has a significant positive effect on Dividend Policy. Apart from that, the results of research using the Moderate Regression Analysis (MRA) test show that the Investment Opportunity Set moderates the relationship between Multiple Large Shareholders and Dividend Policy. Apart from that, the Investment Opportunity Set also moderates the relationship between Gender and Dividend Policy.
Penanaman Karakter Peduli Sosial dan Lingkungan Melalui Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Masita, St.; Nurdin, Nurdin; Saripuddin, Saripuddin; Putera, Wahyudi; Maidin, Andi Muh Rusdi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana peran guru dalam menanamkan sikap sosial siswa pembelajaran ilmu pengetahuan Alam dan Sosial UPT SPF SD Inpres Perumnas Kota Makassar, (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat penanaman karakter peduli sosial siswa melalui pembelajaran IPAS, (3) mengetahui bagaimana penanaman sikap disiplin, toleransi, kerjasama, atau gotong royong, tanggung jawab, dan percaya diri siswa melalui yang pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data ini dengan pedoman wawancara yang dibagikan pada narasumber penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa, serta orang tua diUPT SPF SD Inpres Perumas Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Peranan guru yang dilakukan guru di sekolah untuk perkembangan sikap sosial siswa, saat menjalankan berbagai peran sebagai pengajar, informator, organisator, motator, pengarah, fasilitator, mediator,dan serta evaluator, terlebih lagi guru adalah seorang teladan pendidik yang menjadi tokoh panutan, dan identifikasi siswa (i) dan lingkungannya. (2) Faktor pendukung orang tua dan guru juga menjadi penghambat dalam menanamkan sikap sosial pada siswa, di era modern saat ini gadget juga merupakan penghambat bagi siswa dalam berinteraksi dan juga penghambat dalam menanamkan sikap sosial kepada siswa, karena gadget dapat membuat siswa menjadi seorang yang indidualis dan tidak mau bergaul kepada teman-teman sebayanya. (3) Menanamkan sikap sosial melalui pembelajaran di kelas IPAS sangatlah baik guru dilakukan menumbuhkan sikap sosial apalagi di dalam pembelajaran IPAS banyak terdapat materi-materi yang cocok untuk guru dalam menanamkan sikap sosial. This study aims to( 1) To find out how the role of teachers in instilling students' social attitudes in learning natural and social sciences UPT SPF SD Inpres Perumnas Makassar City,(2) To find out the supporting and inhibiting factors in instilling students' social character through IPAS learning, (3) To find out how the cultivation of discipline, tolerance, cooperation, or mutual cooperation, responsibility, and self-confidence of students through IPAS learning. This research uses descriptive qualitative research. This data collection technique uses interview guidelines distributed to the sources of this research, namely the principal, teachers, and students, as well as parents at SPF SD Inpres Perumas Makassar. The results showed that, 1) The role of teachers carried out by teachers in schools for the development of students' social attitudes, while carrying out various roles as teachers, informators, organisers, motivators, directors, facilitators, mediators, and evaluators, moreover teachers are role models of educators who become role models, and identification of students (i) and their environment. 2) Supporting factors for parents and teachers are also an obstacle in instilling social attitudes in students, in today's modern era gadgets are also an obstacle for students in interacting and also an obstacle in instilling social attitudes in students, because gadgets can make students become individualists and do not want to mingle with their peers. 3) Instilling social attitudes through learning in IPAS classes is very good for teachers to do to foster social attitudes, especially in IPAS learning there are many materials that are suitable for teachers to instil social attitudes.
Analisis Keterampilan Pemecahan Masalah Fisika Peserta Didik dalam Pembelajaran Menggunakan Virtual Laboratory Kelas X IPA SMA Negeri 13 Gowa Herman, Nurul Muthmainnah
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keterampilan pemecahan masalah fisika peserta didik saat menggunakan virtual laboratory dalam pembelajaran di kelas X IPA SMA Negeri 13 Gowa. Penelitian ini menggunakan metode  survei dengan menggunakan analisis deskriptif.  Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPA SMAN 13 Gowa dengan jumlah peserta didik sebanyak 33 orang. Keterampilan pemecahan masalah diukur berdasarkan keterampilan peserta didik dalam beberapa aspek, diantaranya aspek keterampilan pemetaan masalah, keterampilan matematik dan penguasaan angka, keterampilan ruang dan grafik, serta keterampilan estimasi dan proksimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik dalam hal pemecahan masalah secara menyeluruh berada dalam kategori baik dengan rerata persentasenya adalah 71,06%.  This research aims to measure students' physics problem solving skills when using virtual laboratories in learning in class X Science at SMA Negeri 13 Gowa. This research uses a survey method using descriptive analysis. The sample for this research was students of class X Science at SMAN 13 Gowa with a total of 33 students. Problem solving skills are measured based on students' skills in several aspects, including aspects of problem mapping skills, mathematical skills and mastery of numbers, space and graphics skills, as well as estimation and proximation skills. The research results show that students' skills in terms of overall problem solving are in the good category with an average percentage of 71.06%.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Fisika Ditinjau Dari Minat Belajar Peserta Didik Kelas XI SMAN 9 Makassar Wahid, Syamsul
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3905

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suatu perlakuan terhadap sampel penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi experimental dengan menggunakan desain postest non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMAN 9 Makassar yang berjumlah 140 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI MIA 1 dengan jumlah peserta didik 35 orang dan XI MIA 2 dengan jumlah peserta didik 34 orang. Berdasarkan analisis deskriptif didapatkan bahwa skor rata-rata hasil belajar fisika peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah sebesar 22.03 dan standar deviasinya 2.57, sedangkan skor rata-rata hasil belajar fisika yang diajar secara konvensional adalah sebesar 20.74 dan standar deviasinya 2.40. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar fisika yang signifikan antara yang diajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan yang diajar secara konvensional pada peserta didik, (2) terdapat perbedaan hasil belajar fisika yang signifikan antara yang diajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan yang diajar dengan pembelajaran konvensional pada peserta didik untuk kelompok yang memiliki minat belajar tinggi yang minat belajar rendah, (3) terdapat interaksi antara model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan minat belajar dalam mempengaruhi hasil belajar fisika. The aim of this research was to determine the effect of providing treatment on the research sample. This research is a quasi experimental that use posttest nonequivalent control group design. The population in this research is all of the students at class XI that has 140 students. The sample consist of class XI MIA 1 that has 35 students and class XI MIA 2 that has 34 students. The descriptive analysis showed that the average score of physics learning outcomes that taught by guided inquiry learning model is 22.03 and its deviation standard is 2.57, while the average score of physics learning outcomes of students that taught by conventional learning is 20.74 and its deviation standard is 2.40. The proving of hypothesis uses significance standard 5%. The results of inferential analysis showed that: (1) there is the difference of significant physics learning outcomes between the students that taught by guided inquiry learning and the students that taught by conventional teaching, (2) there is the difference of significant physics learning outcomes between the students that taught by guided inquiry learning and the students taught by conventional teaching for the high learning interest group and the low learning interest group, (3) there is the interaction between guided inquiry learning model with learning interest to influence physics learning outcomes.
Analisis Kelayakan Usaha Gula Aren di Desa Papaloang Kabupaten Halmahera Selatan Fatmawati, Mila; Basuki, Natal; Ridwan, Hasan; Mahmud, Haris
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3906

Abstract

Gula aren adalah komoditi yang dihasilkan dari tanaman aren. Gula aren sudah dikenal masyarakat sejak dulu. Gula aren dihasilkan dari penyadapan nira aren yang selanjutnya disaring dan dimasak kemudian mengental. Berdasarkan tujuannya untuk mengetahui penerimaan dan pendapatan serta mengetahui seberapa layak usaha gula aren maka penelitian ini dilaksanakan di Desa Papaloang Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatfi dan penentuan lokasi menggunakan Purposive Sampling dengan pertimbangan Desa Papaloang merupakan salah satu sentra produksi gula aren di Kecamatan Bacan Selatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata pendapatan usaha gula aren di Desa Papaloang Sebesar Rp. 62.699.740. dengan nila R/C Ratio 3,94, B/C Ratio 2,94, BEP harga Rp.8, BEP Produksi 176.813 gram dan BEP penerimaan Rp.5.658. Palm sugar is a commodity produced from the palm plant. Palm sugar has been known to the public for a long time. Palm sugar is produced from tapping palm sap which is then filtered and cooked and then thickened. Based on the aim to find out revenue and income and find out how feasible the palm sugar business is so this research was conducted in Papaloang Village, South Bacan District, South Halmahera Regency. Determination of the location using purposive sampling with the consideration that Papaloang Village is one of the centers of palm sugar production in South Bacan District. The results showed that the average palm sugar business income in Papaloang Village was Rp. 62,699,740. with tilapia R/C Ratio 3.94, B/C Ratio 2.94, BEP price Rp.8, BEP Production 176.813 grams and BEP receipts Rp.5.658.
Kajian Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sorong Tahun 2012 - 2032 Madaul, Rafhul Ahmad; Ibal, La
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3907

Abstract

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) memiliki peran penting dalam pembangunan karena berfungsi sebagai pedoman dalam penyusunan dokumen sektoral, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang, serta mewujudkan keterpaduan, keterkaitan, dan keseimbangan perkembangan antar wilayah di Kabupaten Sorong. Selama proses penyusunannya, materi yang dimuat dalam RTRW didasarkan pada keadaan Kabupaten Sorong sebelum tahun 2012 dan perkembangan hingga tahun 2022. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendiskripsikan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Sorong. Metode pengumpulan data dalam penelitian melalui melalui focus group discussion (FGD) dan dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil Kajian peninjauan kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sorong Tahun 2012-2032 memiliki ruang lingkup penelitian yaitu (a) Rencana struktur ruang; (b) Rencana pola ruang wilayah; (c) Penetapan kawasan strategis; (d) Arah pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Urgensi pengaturan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sorong dilatar belakangi masalah-masalah terkait keselarasan antara kebijakan nasional, regional, lokal dan sektoral mengenai penataan ruang di Kabupaten Sorong terutama terkait penyelenggaraan otonomi daerah di bidang penataan ruang, dengan memperhatikan seluruh proses penataan ruang yang meliputi perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Regional Spatial Planning (RTRW) has an important role in development because it functions as a guide in preparing sectoral documents, space utilization and controlling space use, as well as realizing integration, linkage and balanced development between regions in Sorong Regency. During the preparation process, the material contained in the RTRW was based on the situation of Sorong Regency before 2012 and developments until 2022. This research is descriptive research which aims to describe the spatial plan for the Sorong Regency area. The data collection method in the research was through focus group discussions (FGD) and analyzed using qualitative analysis. The results of the review of the Sorong Regency Spatial Planning Plan for 2012-2032 have a research scope, namely (a) Spatial structure plan; (b) Regional spatial pattern plan; (c) Determination of strategic areas; (d) Direction of space utilization and control of space utilization. The urgency of regulating the Revision of the Regional Spatial Plan for Sorong Regency is motivated by problems related to the harmony between national, regional, local and sectoral policies regarding spatial planning in Sorong Regency, especially regarding the implementation of regional autonomy in the field of spatial planning, taking into account the entire spatial planning process which includes planning. spatial planning, space utilization and control of space utilization.
Variasi Abu Terbang dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan Beton Geopolymer Sariman, Syahrul; Setiawan, Arman; Syahrul, Syahlendra; Adum, Adum
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3912

Abstract

Produksi semen semakin meningkat seiring dengan peningkatan pemakaian beton. Hal ini menimbulkan masalah karena untuk setiap ton semen yang diproduksi, akan menimbulkan lebih dari tigaperempat ton CO2 yang dapat meningkatkan pemanasan global. Oleh sebab itu reduksi penggunaan semen harus dilakukan, salah satunya dengan membuat beton tanpa semen. Tahun 1978, Joseph Davidovits menemukan bahwa cairan alkalin bisa mereaksikan silikon (Si) dan alumunium (Al) dalam abu terbang menghasilkan binder untuk merekatkan agregat membentuk beton Geopolymer. Penelitian ini menggunakan beton konvensional dengan menggunakan semen sebagai beton control. Kemudian dibuat beton geopolymer dengan penggunaan  agregat yang sama, dengan  activator (NaOH: Na2SiO3 dengan perbandingan 2:5), membuat campuran dengan menggunakan prekursor -Abu terbang dan Abu sekam padi dengan perbandingan 100%:0%(BG0), 90%:10%(BG1), 80%:20%(BG2) dan 70%:30%(BG3). Selanjutnya dibuat perbandingan Aktivator dan Prekursor 4 : 3. Hasil pengujian kuat tekan pada umur 7 dan 28 hari  menunjukkan bahwa kuat tekan beton normal lebih rendah dibanding BG0 dan tidak berbeda signifikan dengan BG1. Sedangkan ratio hasil tekan 7 dan 28 hari bersesuaian dengan ratio kuat tekan 7 dan 28 hari PBI”71 yakni 0.6. Selanjutnya setiap  penambahan Abu Sekam Padi 10 % untuk menggantikan abu terbang akan menurunkan kuat tekan sebesar 2 - 3 MPa. Cement production is increasing along with the increase in concrete use. This creates a problem because every ton of cement produced will emit more than three-quarters of a ton of CO2 which can increase global warming. Therefore, cement use must be reduced, one of which is by making cement-free concrete. In 1978, Joseph Davidovits discovered that alkaline liquid could react with silicon (Si) and aluminum (Al) in fly ash to produce a binder to bond aggregates to form Geopolymer concrete. This research uses conventional concrete using cement as control concrete. Then geopolymer concrete is made using the same aggregate, with an activator (NaOH: Na2SiO3 with a ratio of 2:5), making a mixture using precursors -fly ash and rice husk ash with a ratio of 100%:0%(BG0), 90%:10 %(BG1), 80%:20%(BG2) and 70%:30%(BG3). Next, a 4:3 comparison of Activator and Precursor was made. The results of compressive strength testing at 7 and 28 days showed that the compressive strength of normal concrete was lower than BG0 and not significantly different from BG1. Meanwhile, the compressive yield ratio of 7 and 28 days corresponds to the compressive strength ratio of 7 and 28 days PBI"71, namely 0.6. Furthermore, each addition of 10% Rice Husk Ash to replace fly ash will reduce the pressure by 2 – 3  MPa..
Penerapan Metode Profile Matching untuk Seleksi Penerima Bantuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah pada Dinas Kopurindag Kabupaten Maros Rahman, Abdul; Utomo, Muhammad Nur Yasir; Yusri, Iin Karmila
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i1.3927

Abstract

Pemerintah Kabupaten Maros memberikan bantuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berupa dana dan pelatihan UMKM kepada pelaku UMKM yang berasal dari Kabupaten Maros. Dalam proses penerimaan bantuan UMKM tersebut masih banyak kendala yang dihadapi oleh petugas UMKM seperti proses seleksi masih membutuhkan waktu lama sehingga sering terjadi keterlambatan penerimaan bantuan UMKM. Selain itu, terdapat juga masalah dalam melakukan seleksi penerima bantuan UMKM, petugas bantuan UMKM masih melakukanya secara konvensional dan belum adanya standar untuk menghitung dalam melakukan proses seleksi dan harus menilai berdasarkan kriteria yang telah ada. Penelitian ini mengajukan solusi seleksi Penerima Bantuan UMKM Pada Dinas Kopurindag Kabupaten Maros menggunakan algoritma Profile Matching. Dalam penerapan algoritma Profile Matching bekerja berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dengan memberikan hasil berupa perangkingan terhadap data pemohon bantuan UMKM. Adapun kriteria yang digunakan dalam penerimaan bantuan UMKM Pemerintah Kabupaten Maros aspek usaha UMKM yaitu: Jumlah Tenaga Kerja, Modal Awal, Lama Usaha, Omset, dan aspek prinsip 5C yaitu Character, Capity, Capital, Collateral, Conditions. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, solusi yang diajukan berhasil meranking 5 dari 20 UMKM untuk mendapatkan bantuan UMKM. The Maros Regency Government provides Micro small and Medium Enterprises (MSME) assistance in the form of funds and MSME training to MSME actors from Maros Regency. In the process of receiving MSME assistance, there are still many obstacles faced by MSME officers, such as the selection process still takes a long time, so there are often delays in receiving MSME assistance. Apart from that, there are also problems in selecting recipients of MSME aid, MSME aid officers still do it conventionally and there are no standards for calculating when carrying out the selection process and have to assess based on existing criteria. This research proposes a solution for selection of MSME Assistance Recipients at the Maros Regency Kopurindag Service using the Profile Matching algorithm. In implementing the Profile Matching algorithm, it works based on predetermined criteria by providing results in the form of ranking data on applicants for MSME assistance. The criteria used in receiving MSME assistance from the Maros Regency Government for the MSME business aspects are: Number of Workers, Initial Capital, Length of Business, Turnover, and aspects of the 5C principles, namely Character, Capity, Capital, Collateral, Conditions. Based on the tests that have been carried out, the proposed solution succeeded in ranking 5 out of 20 MSMEs to receive MSME assistance.
Pengaruh Pakan Flakes Dengan Bahan Dasar Tepung Keong Mas Pomacea canaliculata Terhadap Retensi Protein Dan Feed Convertion Ratio Benih Ikan Nila Oreochromis niloticus Azizah, Fahara Azza; Budi, Sutia; Umar, Nur Asia
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i3.3958

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pakan flakes dengan bahan dasar tepung keong mas terhadap retensi protein dan FCR benih ikan nila. Kegunaan penelitian ini sebagai informasi bagi mahasiswa dan masyarakat pembudidaya ikan tentang pengaruh pakan buatan berbahan tepung keong mas dengan dosis yang berbeda. Rancangan yang digunakan dalam penelitian yaitu (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 ulangan dengan 12 wadah. Ikan yang digunakan dalam penelitian adalah benih ikan nila berukuran 5 cm dan padat penebaran 10 ekor/wadah berukuran 20 Liter sebanyak 12 buah. Perlakuan yang digunakan adalah Perlakuan A Penambahan tepung keong mas 70% Perlakuan B Penambahan tepung keong mas 65% Perlakuan C penambahan tepung keong mas 60% Perlakuan D pakan kontrol Pakan yang diberikan selama pemeliharaan adalah pakan flakes dengan pemberian pakan tiga kali sehari menggunakan metode FR 4%. Data dianalisis terlebih dahulu menggunakan Uji sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat sintasan yang paling tinggi berada pada perlakuan C sebesar dan nilai sintasan terendah yaitu pada perlakuan D sebesar. Penambahan tepung Keong Mas pada pakan ikan Nila memberikan pengaruh yang baik terhadap retensi protein, FCR dan sintasan pada pertumbuhan ikan Nila dibandingkan dengan pakan komersil. The aim of this study was to determine the effect of flakes feed made from golden snail flour on protein retention and FCR of tilapia seeds. The usefulness of this research is as information for students and fish cultivating communities about the effect of artificial feed made from golden snail flour at different doses. The design used in the study was (CRD) which consisted of 4 treatments with 3 replications with 12 containers. The fish used in the study were tilapia seeds measuring 5 cm and a stocking density of 10 individuals/20 liter container of 12 pieces. The treatment used was Treatment A Addition of golden snail flour 70% Treatment B Addition of golden snail flour 65% Treatment C Addition of flour golden snail 60% Treatment D control feed The feed given during maintenance is flakes feed by feeding it three times a day using the 4% FR method. The results of the study can be explained that the FCR or Feed Conversion Ratio in treatments A and C has a good level compared to treatments B and D. The results showed that the highest survival rate was in treatment C and the lowest survival rate was in treatment D. The addition of golden snail flour to ti lapia feed has a good effect on protein retention, FCR and survival on tilapia growth compared to commercial feed.
Pengaruh Modal Terhadap Tingkat Kesejahteraan Petani di Desa Lakapera Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah: Indonesia Novel, Tri Alva; Al Zarliani, Wa Ode; Ajo , Antasalam
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i2.4000

Abstract

Ketersediaan modal menjadi masalah tersendiri terutama untuk petani di daerah perdesaan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh modal terhadap tingkat kesejahteraan petani di Desa Lakapera, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah. Data yang digunakan adalah data hasil wawancara langsung dengan petani dan variabel yang dikumpulkan adalah modal usaha dan pendapatan.  Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh modal terhadap tingkat kesejahteraan petani adalah sebesar 50,7 persen sedangkan sisanya yakni 49,3 persen dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Koefisien regresi X sebesar 5,745 menyatakan bahwa jika modal mengalami kenaikan satu satuan, maka tingkat kesejahteraan petani akan mengalami peningkatan sebesar 5,745 atau 574 persen. Menindaklanjuti temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dapat menjadi gambaran tentang kesejahteraan petani di perdesaan dan menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya. The availability of capital is a problem, especially for farmers in rural areas. This study was conducted with the aim of knowing the effect of capital on the level of welfare of farmers in Lakapera Village, Gu District, Central Buton Regency. The data used were data from direct interviews with farmers and the variables collected were business capital and income.  Data analysis of this study used simple regression analysis techniques. The results of this study indicate that the effect of capital on the level of welfare of farmers is 50.7 percent while the remaining 49.3 percent is influenced by other factors. The regression coefficient X of 5.745 states that if capital increases by one unit, then the welfare level of farmers will increase by 5.745 or 574 percent. Following up on the findings of this study is expected to be a reference can be a picture of the welfare of farmers in rural areas and become a reference for further research.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025 Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025 Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025 Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024 Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024 Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023 Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023 Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023 Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022 Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022 Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022 Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021 Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021 Vol. 21 No. 1 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 1, Januari - April Tahun 2021 Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019 Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019 Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019 Vol. 18 No. 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Januari-April 2018 Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018 Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018 Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017 Vol. 17 No. 2 (2017): Vol 17 No 2 (2017): Mei-Agustus 2017 Vol. 17 No. 1 (2017): Vol 17 No 1 (2017): Januari-April 2017 Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016 Vol. 16 No. 2 (2016): Ecosystem Vol. 16 No 2, Mei - Agustus 2016 Vol. 16 No. 1 (2016): Ecosystem Vol 16 No 1, Januari-April 2016 More Issue