cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa Lt. 5 Gedung B Jl. Urip Sumohardjo Km.4 Makassar Indonesia 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277286     DOI : https://doi.org/10.35965/eco.v21i1
Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
Analisis Nilai Kondisi Jembatan Bua I Kabupaten Luwu Amelia, Dinda; Indrajaya, Indrajaya; Sudirman, Sudirman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7964

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai kondisi Jembatan Bua I Kabupaten Luwu berdasarkan pemeriksaan lapangan dengan mengacu pada Pedoman Penilaian Kondisi Jembatan Bridge Management System (BMS). Penelitian ini menggunakan metode survei visual lapangan, dokumentasi kerusakan komponen utama jembatan, dan analisis nilai kondisi setiap elemen sesuai skema penilaian BMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jembatan Bua I memiliki Nilai Kondisi 2 yang termasuk kategori rusak ringan, dengan beberapa elemen memerlukan pemantauan dan pemeliharaan berkala agar kerusakan tidak berkembang menjadi lebih berat. Tindakan yang dibutuhkan meliputi pemeliharaan rutin, perbaikan lokal pada elemen yang rusak, serta pengelolaan drainase dan aliran air di sekitar jembatan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi instansi terkait dalam menyusun prioritas program pemeliharaan jembatan di Kabupaten Luwu dan sekitarnya. This study aims to analyze the condition rating of the Bua I Bridge in Luwu Regency based on field inspections using the Bridge Management System (BMS) Condition Assessment Guidelines. The research applies a field visual survey, documentation of damage to the main bridge components, and analysis of element condition ratings according to the BMS scoring scheme. The results show that Bua I Bridge has a Condition Value (NK) of 2, which is classified as minor damage, with several elements requiring monitoring and periodic maintenance to prevent further deterioration. Required actions include routine maintenance, local repairs on damaged elements, and improved management of drainage and river flow around the bridge. The findings provide practical input for responsible agencies in planning and prioritizing bridge maintenance programs in Luwu Regency and the surrounding area.
Evaluasi Manajemen Waktu Dengan Mengunakan Metode Critical Path Method (CPM) Pada Proyek Pembangunan Penambahan Ruang Puskesmas Lamasi, Kabupaten Luwu Wulan, Try; Jusmidah, Jusmidah; Haerianti, Haerianti
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen waktu pada proyek pembangunan penambahan ruang Puskesmas Lamasi, Kabupaten Luwu dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas-aktivitas kritis yang berpengaruh langsung terhadap durasi penyelesaian proyek. Data penelitian diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi proyek, serta dokumen sekunder berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB), time schedule, laporan mingguan, dan gambar kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total durasi pelaksanaan 170 hari kalender, penerapan metode CPM mampu mengoptimalkan waktu penyelesaian menjadi 160 hari. Terdapat 35 aktivitas yang termasuk ke dalam jalur kritis, sehingga keterlambatan pada salah satu aktivitas berpotensi mempengaruhi penyelesaian proyek secara keseluruhan, dan implikasinya metode CPM dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu perencanaan serta pengendalian waktu pada proyek konstruksi sejenis agar durasi pelaksanaan lebih efisien dan terukur. This study aims to evaluate time management in the construction project for the additional building of the Lamasi Public Health Center in Luwu Regency using the Critical Path Method (CPM). This method is used to identify critical activities that directly affect the project completion duration. The research data were obtained through field observations, project documentation, and secondary documents such as the Bill of Quantities (BoQ), time schedule, weekly reports, and working drawings. The results show that from a total implementation duration of 170 calendar days, the application of CPM is able to optimize the completion time to 160 days. There are 35 activities included in the critical path, so delays in any of these activities have the potential to affect the overall project completion, implying that CPM can be utilized as a planning and time control tool for similar construction projects to achieve a more efficient and measurable duration.
Evaluasi Kebutuhan Air Pada Saluran Sekunder Irigasi di Desa Pangi Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu Wahyuddin, Tesya Rahmatia; Indrajaya, Indrajaya; Tenri, Andi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebutuhan air pada Saluran Sekunder Irigasi Pengkaro yang terletak di Desa Pangi, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu. Latar belakang penelitian didasari oleh kondisi saluran yang mengalami kerusakan struktural, rembesan, serta penumpukan sedimen yang menyebabkan berkurangnya efisiensi penyaluran air. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data primer berupa pengukuran debit, dimensi saluran, serta kecepatan aliran, sedangkan data sekunder mencakup curah hujan, skema jaringan irigasi, dan literatur pendukung. Analisis dilakukan untuk menghitung efisiensi saluran, kehilangan air, evapotranspirasi, curah hujan efektif, hingga kebutuhan air bersih (Net Field Requirement). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi Saluran Sekunder Irigasi Pengkaro hanya sebesar 58,48%, dengan total kehilangan air mencapai 41,52%. Adapun kebutuhan air irigasi tercatat sebesar 0,617 m³/s, sedangkan berdasarkan skema jaringan hanya tersedia 0,397 m³/s. Hal ini menandakan adanya selisih debit sebesar 0,220 m³/s, yang berpotensi menyebabkan kekurangan pasokan air bagi lahan sawah terutama pada periode puncak kebutuhan. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan struktur saluran serta pemeliharaan rutin agar distribusi air dapat lebih optimal dan kebutuhan irigasi pertanian di Desa Pangi dapat terpenuhi secara berkelanjutan. This research aims to evaluate the water requirements of the Pengkaro Secondary Irrigation Canal located in Pangi Village, Bajo District, Luwu Regency. The study was motivated by the poor condition of the canal, which showed structural damage, seepage, and sediment buildup, leading to reduced efficiency of water distribution. The research method involved collecting primary data, including discharge measurements, canal dimensions, and flow velocity, as well as secondary data such as rainfall, irrigation network schemes, and supporting literature. The analysis included calculations of canal efficiency, water losses, evapotranspiration, effective rainfall, and net field water requirements (NFR). The results showed that the efficiency of the Pengkaro Secondary Canal was only 58.48%, with total water loss reaching 41.52%. The irrigation water requirement was 0.617 m³/s, while the available discharge from the network was only 0.397 m³/s. This indicates a deficit of 0.220 m³/s, which may cause water shortages for rice fields, especially during peak demand periods. Therefore, structural improvements and regular maintenance are required to optimize water distribution and ensure sustainable irrigation in Pangi Village.
Pengaruh Limbah Nikel (Slag) Sebagai Bahan Pengganti Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton Fc’ 20 Mpa Cendrasari, Andi Utin; Sudirman, Sudirman; Indrajaya, Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah nikel (slag) sebagai bahan pengganti agregat halus pada kuat tekan beton. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Eksperimen yang dilakukan adalah penggunaan limbah nikel (slag) sebagai pengganti agregat halus dalam campuran beton. Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm yang diuji pada umur 7 dan 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian, nilai kuat tekan beton tanpa slag nikel (beton normal) pada umur 7 hari sebesar 20,16 Mpa, sedangkan kuat tekan beton menggunakan slag nikel dengan umur yang sama sebesar 20,36 Mpa. Adapun pada umur 28 hari, nilai kuat tekan beton tanpa slag nikel (beton normal) sebesar 20,25 Mpa sedangkan nilai kuat tekan beton menggunakan slag nikel sebesar 20,78 Mpa. Berdasarkan hasil uji kuat tekan ini, terjadi peningkatan kuat tekan dari beton tanpa slag nikel (beton normal) ke beton yang menggunakan slag nikel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa slag nikel dapat dijadikan alternatif sebagai bahan pengganti agregat halus untuk meningkatkan kuat tekan beton. This study aims to determine the effect of nickel waste (slag) as a substitute for fine aggregate on the compressive strength of concrete. The research method used was quantitative, using experimental methods. The experiment involved the use of nickel waste (slag) as a substitute for fine aggregate in concrete mixes. This study used cylindrical specimens with a diameter of 10 cm and a height of 20 cm, tested at 7 and 28 days. The results showed that the compressive strength of concrete without nickel slag (normal concrete) at 7 days was 20.16 MPa, while the compressive strength of concrete using nickel slag at the same age was 20.36 MPa. At 28 days, the compressive strength of concrete without nickel slag (normal concrete) was 20.25 MPa, while the compressive strength of concrete using nickel slag was 20.78 MPa. The results of this compressive strength test indicate an increase in compressive strength from concrete without nickel slag (normal concrete) to concrete using nickel slag. Therefore, it can be concluded that nickel slag can be used as an alternative material to replace fine aggregate to increase the compressive strength of concrete.
Pengaruh Penambahan Slag Nikel Sebagai Agregat Halus Pada Kuat Tekan Beton Hidayat, Fuad Rahmat; Amin, Michail; Sudirman, Sudirman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan slag nikel terhadap agregat halus, pada umur beton 7 hari dan 28 hari. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilakukan di laboratorium Struktur dan Bahan Fakultas Teknik, Universitas Andi Djemma. Sebanyak 40 sampel beton berbentuk silinder berukuran 10x20 cm diuji yang terdiri dari 10 sampel beton normal, 10 sampel beton dengan variasi persentase 25%, 10 sampel beton dengan variasi persentase 50%, dan 10 sampel beton dengan variasi persentase 75%. Hasil pengujian kuat tekan beton rata – rata untuk beton normal tanpa penambahan slag nikel umur 7, adalah 28.51 Mpa. Kuat tekan beton rata – rata pada umur 7 hari dengan subtitusi slag nikel sebanyak 25% adalah sebesar 28.71 Mpa. Kuat tekan beton rata – rata pada umur 7 hari dengan subtitusi slag nikel sebanyak 50% adalah sebesar 29.12 Mpa. Kuat tekan beton rata – rata pada umur 7 hari dengan subtitusi slag nikel sebanyak 75% adalah sebesar 29.32 Mpa. Sedangkan pada hasil pengujian kuat tekan beton rata – rata untuk beton normal tanpa penambahan slag nikel umur 28, adalah 28.86 Mpa. Kuat tekan beton rata – rata pada umur 28 hari dengan subtitusi slag nikel sebanyak 25% adalah sebesar 28.99 Mpa. Kuat tekan beton rata – rata pada umur 28 hari dengan subtitusi slag nikel sebanyak 50% adalah sebesar 29.12 Mpa. Kuat tekan beton rata – rata pada umur 28 hari dengan subtitusi slag nikel sebanyak 75% adalah sebesar 30.58 Mpa. This study aims to determine the effect of adding nickel slag to fine aggregate on concrete aged 7 days and 28 days. The method used was an experimental method conducted in the Structure and Materials Laboratory of the Faculty of Engineering, Andi Djemma University. A total of 40 cylindrical concrete specimens with a diameter of 10 cm and a height of 20 cm were tested, consisting of 10 normal concrete samples, 10 concrete samples with a 25% variation, 10 concrete samples with a 50% variation, and 10 concrete samples with a 75% variation. The average compressive strength test result for normal concrete without nickel slag addition at 7 days was 28.51 MPa. The average compressive strength at 7 days with 25% nickel slag substitution was 28.71 MPa. The average concrete compressive strength at 7 days with 50% nickel slag substitution was 29.12 MPa. The average concrete compressive strength at 7 days with 75% nickel slag substitution was 29.32 MPa. Meanwhile, the average compressive strength test results for normal concrete without nickel slag addition at 28 days were 28.86 MPa. The average compressive strength of concrete at 28 days with 25% nickel slag substitution was 28.99 MPa. The average compressive strength of concrete at 28 days with 50% nickel slag substitution is 29.12 MPa. The average compressive strength of concrete at 28 days with 75% nickel slag substitution is 30.58 MPa.
Strategi Penanganan Kawasan Pemukiman Kumuh Kelurahan Pontap Kecamatan Wara Timur Kota Palopo Ependi, Muhammad; Fathussalam B, Andi; Tenri, Andi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7982

Abstract

Kawasan kumuh merupakan salah satu permasalah yang harus diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi penanganan permukiman kumuh di Kelurahan Pontap Kecamatan Wara Timur Kota Palopo agar tercipta permukiman yang bersih dan sehat. Metode penelitian yang digunakan dalam adalah penelitian kuantitatif. Berdasarkan hasil Analisis SWOT nilai untuk faktor internal yaitu 0,17 sedangkan nilai untuk faktor eksternal yaitu 0,18. Dari hasil kuadran SWOT menghasilkan model strategi untuk penanganan Kawasan permukiman kumuh yaitu Memanfaatkan gotong royong sebagai motor pembangunan salah satunya “Satu gang satu taman kecil dengan swadaya warga”. Mendorong investasi di kawasan strategis dengan menawarkan pelatihan digital untuk pelaku UMKM. Pemanfaatan cakupan pelayanan jalan lingkungan yang memadai sebagai dasar untuk mempercepat pelaksanaan program pemerintah dalam penanganan kawasan kumuh. Slum areas are one of the problems that must be addressed.This study aims to develop a strategy for handling slum settlements in Pontap Village, Wara Timur District, Palopo City in order to create clean and healthy settlements. The research method used in this study is quantitative research. Based on the results of the SWOT analysis, the value for internal factors is 0.17 while the value for external factors is 0.18. From the results of the SWOT quadrant, a strategic model for handling slum areas is produced, namely Utilizing mutual cooperation as a motor of development, one of which is "One alley, one small park with community self-help". Encouraging investment in strategic areas by offering digital training for MSMEs. Utilizing adequate environmental road service coverage is part of the basis for accelerating the implementation of government programs in handling slum areas.
Pengaruh Penggunaan Agregat Abu Batu Terhadap Campuran Aspal AC-BC Kecamatan Basse Sang Tempe Utara Kabupaten Luwu Wanda, Wanda; Jusmidah, jusmidah; Haerianti, Haerianti; Sudirman, Sudirman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis karakteristik campuran aspal AC-BC yang menggunakan material abu batu dari Bastem. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen tentang penelitian pengaruh penggunaan agregat abu batu gunung Bastem terhadap campuran aspal AC-BC. Abu batu diperoleh dari desa Bonglo Kec.Bastem Utara, Kabupaten Luwu. Setelah dilakukan variasi kadar aspal dari 5,0% hingga 7,0%, diperoleh kadar aspal optimum (KAO) sebesar 6,75%, yang menunjukkan hasil terbaik terhadap nilai-nilai parameter Marshall. Selanjutnya, dilakukan pengujian terhadap beberapa variasi campuran Abu batu Bastem. Campuran dengan komposisi 0%,25%,50%75%,100% terbukti memberikan nilai stabilitas tertinggi 913,761 kg dan MQ sebesar 406,942 kg/mm, serta memenuhi seluruh persyaratan Bina Marga 2018. Hasil pengujian agregat yang dilakukan di dapatkan karakteristik agregat terhadap campuran lapis perkerasan Laston AC-BC semuanya memenuhi spesifikasi SNI 2018, pemeriksaan yang dilakukan terdiri dari Analisa saringan, berat isi, berat jenis dan penyerapan. This study aims to identify and analyze the characteristics of AC-BC asphalt mixes using stone ash material from Bastem. The type of research conducted is quantitative with an experimental method on the study of the effect of using Bastem mountain rock ash aggregates on the AC-BC asphalt mixture. Rock ash was obtained from Bonglo village, North Bastem District, Luwu Regency. After varying the asphalt content from 5.0% to 7.0%, the optimum asphalt content (KAO) was 6.75%, which showed the best results for the Marshall parameter values. Furthermore, testing was carried out on several variations of the Bastem rock ash mixture. The mixture with a composition of 0%, 25%, 50%, 75%, 100% is proven to provide the highest stability value of 913.761 kg and MQ of 406.942 kg / mm, and meets all the requirements of Bina Marga 2018. The results of the aggregate testing carried out obtained aggregate characteristics for the Laston AC-BC pavement mixture all meet the SNI 2018 specifications where the examinations carried out consist of sieve analysis, unit weight, specific gravity and absorption.
Analisis Nilai Kondisi Dan Sisa Umur Jembatan : Studi Kasus Jembatan Ponrang Kabupaten Luwu Yosiana, Yosiana; Jusmidah, Jusmidah; Sudirman, Sudirman; Patandjengi, Aswara A.
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7984

Abstract

Jembatan merupakan infrastruktur vital yang harus selalu dipastikan dalam kondisi aman, namun seiring waktu jembatan mengalami penurunan kondisi akibat berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi serta sisa umur jembatan Ponrang Kabupaten Luwu berdasarkan Bridge Management System (BMS). Metode penelitian yang digunakan adalah mix methods dengan penggabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui observasi lapangan dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis menggunakan sistem penilaian Bridge Management System (BMS). Hasil penelitian ini menunjukkan jembatan Ponrang mengalami kerusakan ringan dengan Nilai Kondisi (NK) 2. Berdasarkan dari data nilai kondisi jembatan secara keseluruhan dengan Nilai Kondisi (NK) 2 maka sisa umur jembatan Ponrang diperkirakan sekitar 19 tahun lagi, dengan rekomendasi penanganan berupa pemeliharaan rutin atau berkala. Bridges are vital infrastructure that must always be ensured to be in safe condition, but over time bridges experience deterioration due to various factors. This study aims to analyze the condition and remaining life of the Ponrang Bridge in Luwu Regency based on the Bridge Management System (BMS). The research method used is a mix of quantitative and qualitative methods. Data was collected through field observations and documentation, which was then analyzed using the Bridge Management System (BMS). The results of this study indicate that the Ponrang Bridge has minor damage with a Condition Mark (CM) of 2. Based on the overall bridge condition rating with a Condition Mark (CM) of 2, the remaining life of the Ponrang Bridge is estimated to be approximately 19 years, with recommended handling measures including routine or periodic maintenance.
Tinjauan Operasi Keselamatan Konstruksi Pada Proyek Preservasi Jalan Lamasi – Tolemo Ruas Seriti – Salupao Ruas Salupao-Bululondong Lamasi Walenrang Kabupaten Luwu Atika, Zahrah Farizah Dwi; Sudirman, Sudirman; Fathussalam B, Andi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan operasi keselamatan konstruksi pada proyek Preservasi Jalan Lamasi Tolemo, Ruas Seriti Salupao, Ruas Salupao Bululondong Desa Lamasi. Metode yang digunakan adalah mix method. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan instrumen SMKK (Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi), Analisis SWOT, serta IBPRP (Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Peluang) dan AKK (Analisis Keselamatan Konstruksi). Simpulan dari penelitian ini adalah: (1) Penerapan operasi keselamatan konstruksi pada proyek preservasi jalan di Kabupaten Luwu telah berjalan cukup baik, namun masih terdapat kekurangan terutama pada aspek kedisiplinan penggunaan APD, dokumentasi, dan sosialisasi keselamatan. (2) Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi yang tepat adalah strategi S-O (Strength-Opportunities) dengan memanfaatkan dukungan regulasi dan komitmen penyedia jasa untuk meningkatkan budaya keselamatan di lapangan. (3) Strategi pengembangan keselamatan konstruksi meliputi peningkatan pelatihan tenaga kerja, pengawasan yang lebih ketat, serta penerapan manajemen keselamatan yang terdokumentasi dengan baik. The This study aims to: (1) determine the implementation of construction safety operations on the Lamasi Tolemo Road Preservation Project, Seriti Salupao Section, and Salupao Bululondong Section in Lamasi Village. The method used in this study is mixed method. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, documentation, and questionnaires. Data analysis techniques used the SMKK (Construction Safety Management System) instrument, SWOT analysis, as well as IBPRP (Hazard Identification, Risk Assessment, and Opportunities) and AKK (Construction Safety Analysis). The conclusions of this study are: (1) The implementation of construction safety operations on the road preservation project in Luwu Regency has been running quite well, but there are still shortcomings, especially in aspects of discipline in the use of PPE, documentation, and safety socialization. (2) The results of the SWOT analysis indicate that the appropriate strategy is the S-O (Strength-Opportunities) strategy, leveraging regulatory support and service provider commitment to improve safety culture in the field. (3) Construction safety development strategies include increased workforce training, stricter supervision, and the implementation of well-documented safety management.
Dinamika Remote Job Di Indonesia: Tinjauan Literatur Tentang Implikasi Terhadap Manajemen Sumber Daya Manusia Purnama, Ika Rezki; Azzahrah, Andi Nur Azizah Fajry; Akmal, Muh.; Salsabila, Nur Azizah
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7986

Abstract

Transformasi digital dan pengalaman pandemi COVID-19 mempercepat adopsi pekerjaan jarak jauh dan kerja hybrid di Indonesia. Tinjauan literatur ini bertujuan mengkaji implikasi remote job terhadap fungsi manajemen sumber daya manusia di Indonesia. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terarah terhadap publikasi nasional dan internasional terkait remote job, job hybrid, dan praktik MSDM. Hasil sintesis menunjukkan bahwa remote job dapat meningkatkan kinerja, produktivitas, kepuasan kerja, dan work–life balance melalui fleksibilitas dan otonomi, tetapi juga memunculkan tantangan dalam pengelolaan kinerja berbasis output, keterlibatan karyawan, kesehatan mental, keamanan data, serta kekosongan pengaturan spesifik. Disimpulkan bahwa praktik MSDM di Indonesia perlu bertransformasi dengan memanfaatkan perspektif teori Job Demands–Resources, Social Exchange, Self-Determination, dan kerangka Ability–Motivation–Opportunity untuk merancang kebijakan dan praktik kerja jarak jauh yang berkeadilan dan berkelanjutan. Digital transformation and the COVID-19 pandemic have accelerated the adoption of remote and hybrid work in Indonesia. This article examines the implications of remote work for human resource management (HRM) functions in Indonesia. A directed literature review was conducted using relevant national and international publications on remote work, hybrid work, and HRM practices. The synthesis indicates that remote work can enhance performance, productivity, job satisfaction, and work–life balance through flexibility and autonomy, yet it also generates challenges in output-based performance management, employee engagement, mental health, data security, and the absence of specific regulations. The study concludes that HRM practices in Indonesia must be transformed by drawing on the Job Demands–Resources, Social Exchange, and Self-Determination theories and the Ability–Motivation–Opportunity framework to design sustainable remote work policies and practices.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025 Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025 Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025 Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024 Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024 Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023 Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023 Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023 Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022 Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022 Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022 Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021 Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021 Vol. 21 No. 1 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 1, Januari - April Tahun 2021 Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019 Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019 Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019 Vol. 18 No. 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Januari-April 2018 Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018 Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018 Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017 Vol. 17 No. 2 (2017): Vol 17 No 2 (2017): Mei-Agustus 2017 Vol. 17 No. 1 (2017): Vol 17 No 1 (2017): Januari-April 2017 Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016 Vol. 16 No. 2 (2016): Ecosystem Vol. 16 No 2, Mei - Agustus 2016 Vol. 16 No. 1 (2016): Ecosystem Vol 16 No 1, Januari-April 2016 More Issue