cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa Lt. 5 Gedung B Jl. Urip Sumohardjo Km.4 Makassar Indonesia 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277286     DOI : https://doi.org/10.35965/eco.v21i1
Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 532 Documents
Tinjauan Kecepatan Aliran Disekitar Pier Jembatan (Studi Kasus: Jembatan Ruas Noling-Padang Tujuh Kecamatan Bua Ponrang Kabupaten Luwu) Yuniar, Sucifa Thita; Syaifullah, Syaifullah; Indrajaya, Indrajaya; Waluyo, Waluyo; Sulistiono, Sulistiono
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6706

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecepatan aliran disekitar pier jembatan Ruas Noling-Padang Tujuh Kecamatan Bua Ponrang Kabupaten Luwu. Dari hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakstabilan aliran. Hal ini ditandai dengan perubahan kecepatan aliran yang naik dan turun secara tidak teratur dalam waktu pengamatan yang singkat. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan aliran maksimum di bagian hulu sungai sebesar 1,7 m/s, kecepatan aliran maksimum di sekitar pier jembatan sebesar 2,3 m/s dan kecepatan aliran maksimum di bagian hilir sungai sebesar 1,6 m/s. Pola ini menunjukkan bahwa kondisi aliran tidak mencapai kestabilan hidraulik, sehingga kemungkinan besar terjadi transisi antara aliran laminar dan turbulen. The purpose of this study was to determine the flow velocity around the pier of the Noling-Padang Tujuh Bridge in Bua Ponrang District, Luwu Regency. The results showed flow instability. This was characterized by irregular changes in flow velocity that rose and fell within a short observation period. The results showed that the maximum flow velocity in the upstream part of the river was 1.7 m/s, the maximum flow velocity around the bridge pier was 2.3 m/s, and the maximum flow velocity in the downstream part of the river was 1.6 m/s. This pattern indicates that the flow conditions did not reach hydraulic stability, so that a transition between laminar and turbulent flow was likely to occur.
Kedudukan Guru Sebagai Pendidik Mutakhir, Nur Said; Abdullah, Subhan; Saprin, Saprin; Yuspiani, Yuspiani
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6707

Abstract

Guru profesional harus memenuhi persyaratan sebagai manusia yang bertanggung jawab dalam bidang pendidikan dan dalam waktu yang sama dia juga mengembang sejumlah tanggung jawab dalam bidang pendidikan. Guru sebagai pendidik bertanggung jawab mewariskan nilai-nilai dan norma-norma kepada generasi muda sehingga terjadi proses pelestarian dan penerusan nilai. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang diambil dari berbagai sumber yang telah ada sebelumnya. Data sekunder yang diperlukan berupa data dokumen tambahan, dimana data ini berguna untuk memberikan informasi penelitian. Hasil menunjukkan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru profesional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, bangsa, negara, dan agamanya. Tugas dan tanggung jawab guru adalah mengajar atau menyampaikan kewajiban kepada peserta didik. Professional teachers must meet the requirements as responsible human beings in the field of education and at the same time they also develop a number of responsibilities in the field of education. Teachers as educators are responsible for passing on values and norms to the younger generation so that the process of preserving and continuing values occurs. The data used is secondary data. Secondary data is data taken from various sources that already exist. The secondary data required is in the form of additional document data, where this data is useful for providing research information. The results show that teachers are professional educators with the main task of educating, teaching, guiding, directing, training, assessing, and evaluating students in early childhood education through formal education, basic education, and secondary education. Professional teachers should be able to shoulder and carry out responsibilities as teachers to students, parents, society, nation, state, and religion. The duties and responsibilities of teachers are to teach or convey obligations to students.
Model Rainwater Harvesting Untuk Pemenuhan Air Bersih Pada Wilayah Hunian Rawan Kekurangan Air Bersih Di Perumahan Imbara 4, Kota Palopo Andini, Andini; Fathussalam B., Andi; Sudirman, Sudirman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6708

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi potensi penerapan sistem rainwater harvesting (RWH) sebagai solusi pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah hunian yang rawan kekurangan air, khususnya di Perumahan Imbara 4 Kota Palopo. Tujuan utama dari penelitian ini adalah: (1) Menilai potensi air hujan yang dapat dikumpulkan berdasarkan curah hujan lokal dan luas atap rumah warga; (2) Merancang sistem RWH yang efisien, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kondisi fisik serta sosial ekonomi masyarakat setempat; dan (3) Menganalisis tingkat pemahaman, persepsi, dan kesiapan masyarakat dalam menerapkan teknologi RWH di lingkungan hunian mereka. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam penerapan teknologi alternatif penyediaan air bersih yang berkelanjutan di kawasan perumahan dengan ketersediaan air terbatas. This study aims to evaluate the potential application of a rainwater harvesting (RWH) system as a solution to meet clean water needs in residential areas prone to water scarcity, particularly in Imbara 4 Housing, Palopo City. The main objectives of this research are: (1) To assess the potential of rainwater that can be collected based on local rainfall and the roof area of residents' homes; (2) To design an efficient, environmentally friendly RWH system adapted to the physical and socio-economic conditions of the local community; and (3) To analyze the level of awareness, perception, and readiness of the community in implementing the RWH technology in their neighborhood. The results of this research are expected to serve as a reference for the implementation of alternative technologies for sustainable clean water supply in areas with limited water availability.
Model Center For The Study of Evaluation–University of California, Los Angeles Dalam Evaluasi Program Pembelajaran Al-Quran Dengan Metode Ummi di SDIT Azzahrah Gowa Jusniati, Jusniati H; Rasyid, Muhammad Nur Akbar; Mania, Sitti
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6709

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menilai efektivitas Program Pembelajaran Al-qur’an yang diterapkan dengan metode UMMI di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Azzahrah Gowa, dengan menggunakan model evaluasi CSE-UCLA (Center for the Study of Evaluation–University of California, Los Angeles). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa: (1) system assessment menunjukkan adanya kebutuhan dan dukungan kuat terhadap penguasaan baca tulis Al-qur’an sejak dini; (2) dari sisi program planning, Ustad/Ustadzah telah mendapatkan pelatihan sertifikasi metode UMMI dan sarana pendukung tersedia cukup memadai; (3) program implementation pembelajaran berjalan sesuai dengan standar operasional metode UMMI, meskipun masih terdapat tantangan dalam hal konsistensi pelaksanaan; dan (4) dari segi program improvement, terdapat peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca Al-qur’an peserta didik secara tartil dan sesuai makhraj. (5) pada program certification dari segi kualitas telah teruji sesuai visi dan misi Ummi foundation, dan dampak terlihat dari hasil akhir peserta didik sesuai target tingkatan level rendah dan level tinggi. Study This aim For evaluate the effectiveness of the implemented Al - Quran Learning Program with UMMI method at Azzahrah Integrated Islamic Elementary School (SDIT) Gowa, with using the CSE-UCLA (Center for the Study of Evaluation–University of California, Los Angeles) evaluation model. Data collection is carried out through observation, interviews, distribution questionnaire, and studies documentation. Evaluation results show that : (1) assessment system show existence needs and support strong to mastery read write the Qur'an since early ; (2) from side program planning , Ustad/ Ustadzah has get training certification UMMI methods and facilities supporters available Enough adequate ; (3) program implementation learning walk in accordance with standard operational UMMI method , although Still there is challenge in matter consistency implementation ; and (4) of aspect improvement program , there is improvement significant in ability Reciting Al- Qur'an participant educate in a way tartil and appropriate makhraj . (5) in the certification program from aspect quality has tested in accordance Ummi Foundation's vision and mission, and impact seen from results end participant educate according to the target levels of low and high levels.
Tinjauan Prasarana Dasar Kawasan Permukiman Perkotaan Kelurahan Tangkoli Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo Indrajaya, Indrajaya; Natsir, Rakhmawati; Rusida, Rusida
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6710

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terkait ketersediaan prasarana dasar kawasan permukiman perkotaan Kelurahan Tangkoli Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif sedangkan metode penelitian yang digunakan melalui survey lapangan, wawancara dan dokumentasi. Persepsi masyarakat terkait tingkat ketersediaan prrasarana dasar di kawasan permukiman perkotaan Kelurahan Tangkoli kurang memadai sebagai kawasan permukiman perkotaan. Hal ini disebabkan oleh karena beberapa prasarana dasar yang kurang memadai seperti prasarana jalan dan prasarana sanitasi. Meskipun begitu terdapat prasarana yang sudah dikatakan baik seperti prasarana drainase dengan persentase 53,1%. Prasarana persampahan dengan persentase 57,9% dan prasarana air bersih dengan persentase 63,2%. The purpose of this study is to determine public perceptions regarding the availability of basic infrastructure in the urban residential area of Tangkoli Village, Maniangpajo District, Wajo Regency. The type of research is descriptive quantitative, while the research methods used include field surveys, interviews, and documentation. Public perceptions regarding the level of availability of basic infrastructure in the urban residential area of Tangkoli Village are inadequate as an urban residential area. This is due to the inadequate availability of several basic infrastructures such as road infrastructure and sanitation infrastructure. However, there are infrastructures that are considered good, such as drainage infrastructure with a percentage of 53.1%. Waste infrastructure with a percentage of 57.9% and clean water infrastructure with a percentage of 63.2%.
Optimalisasi Evaluasi Program Sistem Informasi Akademik Berbasis Model Responsive-Countenance Di Perguruan Tinggi Djafar, Chece; Mania, Sitti; Rasyid, Muhammad Nur Akbar
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6711

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan perguruan tinggi dalam mengoptimalkan evaluasi program Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) yang selama ini belum sepenuhnya responsif terhadap kebutuhan pengguna dan pemangku kepentingan. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program SIAKAD menggunakan model Responsive-Countenance yang menitikberatkan pada aspek konteks (antecedents), proses (transactions), dan hasil (outcomes) secara menyeluruh dan adaptif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa SIAKAD telah memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan efisiensi layanan akademik, namun masih terdapat kendala pada infrastruktur teknologi, pelatihan pengguna, dan responsivitas layanan Helpdesk yang perlu diperbaiki. Model Responsive-Countenance terbukti efektif dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program secara kontekstual dan memberikan gambaran yang komprehensif bagi pengambilan keputusan. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan peningkatan fasilitas teknologi, pelatihan berkelanjutan, serta penguatan komunikasi antara pengelola sistem dan pengguna. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada cakupan data yang terbatas pada satu perguruan tinggi dan dominasi data kualitatif, sehingga disarankan penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas dan metode campuran untuk hasil yang lebih generalisasi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan evaluasi program SIAKAD yang lebih responsif dan efektif di masa depan. How This study is driven by the necessity for higher education institutions to optimize the evaluation of the Academic Information System (SIAKAD), which has not yet fully addressed the needs of its users and stakeholders. The aim of this study is to evaluate the implementation of the SIAKAD program using the Responsive-Countenance model, which emphasizes contextual aspects (antecedents), processes (transactions), and outcomes in a comprehensive and adaptive manner. A qualitative method with a case study approach was employed, utilizing interviews, observations, and documentation for data collection. The evaluation findings reveal that SIAKAD has contributed positively to enhancing the efficiency of academic services; however, challenges remain in terms of technological infrastructure, user training, and Helpdesk responsiveness. The Responsive-Countenance model has proven effective in identifying contextual strengths and weaknesses, offering a comprehensive framework for informed decision-making. Recommendations include the enhancement of technological facilities, continuous user training, and improved communication between system administrators and users. This study is limited by its focus on a single university and the predominance of qualitative data. Therefore, future research should adopt a broader scope and utilize mixed methods to achieve more generalizable results. These findings are expected to serve as a foundation for developing a more responsive and effective evaluation approach for the SIAKAD program.
Model Survey Dan Analisis Penanganan Presevasi Jembatan Sungai Sampeang Kecamatan Bajo Barat Gafur, Abdul; Indrajaya, Indrajaya; Sudirman, Sudirman; Arnol, Irwan; Muarif, Muarif
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6712

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nilai kondisi pada jembatan dan menentukan indikasi penaganan preervasi yang akan di lakukan pada jembatan Sungai Sampeang. Adapun jenis penelitian yang di lakukan adalah kuantitatif dengan metode Brigh Manajemen Sistem (BMS), yaitu motode survey yang di gunakan untuk memperoleh atau mengumpulkan data informasi tentang populasi yang besar menggunakan sample yang relatif lebih kecil, atau metode dengan observasi lapangan dengan mengamati kondisi fisik jembatan, melakukan koesioner dan identifikasi kepada komponen jembatan dan analisi kondisi padan elemen maupun komponen utama jembatan. Adapun milai kondisi pada jembatan sungai sanpeang yang berada di Desa Sampeang Kecamatan Bajo Barat yakni nilai kondisi 3. Adapun indikasi penanganan yang di lakukan yakni Rehabilitasi. The purpose of this study is to determine the condition value of the bridge and determine the indications for preservation handling that will be carried out on the Sampang River Bridge. The type of research conducted is quantitative with the Bridge Management System (BMS) method, namely the survey method used to obtain or collect information data about a large population using a relatively smaller sample, or a method with field observation by observing the physical condition of the bridge, conducting questionnaires and identification of bridge components and analysis of the condition of the elements and main components of the bridge. The condition value of the Sampeang River Bridge in Sampeang Village, West Bajo District is 3. The indication for handling is rehabilitation.
Studi Penerapan Polyurethane (Pu) Pada Perbaikan Retakan Beton Pada Pelat Lantai Bangunan Fakultas Teknik Universitas Andi Djemma Sudirman, Sudirman; Iqbal, Muh.; Trisakti, Trisakti; Fikri, Muhammad
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6713

Abstract

Penelitian bertujuan mengevaluasi efektivitas penggunaan Polyurethane (PU) grouting injeksi dalam memperbaiki beton retak melalui uji laboratorium dan aplikasi lapangan. Tujuan utama penelitian adalah menilai pengaruh PU dengan variasi konsentrasi 25%, 50%, dan 75% terhadap kuat tekan beton K-250 serta daya tahan terhadap rembesan air. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa PU 50% paling efektif mengurangi rembesan air dengan kadar 1,87%, dibanding PU 25% (2,54%) dan PU 75% (3,20%). Namun, semua variasi PU tidak meningkatkan kuat tekan beton, yakni berkisar antara 4,33–4,58 MPa, lebih rendah dari beton normal K-250. Studi lapangan pada pelat lantai II Fakultas Teknik Universitas Andi Djemma menunjukkan metode injeksi PU spoid efektif menutup retakan <2 mm dan lebih praktis serta ekonomis dibanding metode tekanan tinggi. Kesimpulannya, PU grouting cocok untuk perbaikan beton non-struktural yang fokus pada pengurangan rembesan air, tetapi tidak direkomendasikan untuk meningkatkan kekuatan tekan. This study evaluated the effectiveness of Polyurethane (PU) injection grouting in repairing cracked concrete through laboratory tests and field applications. The main objective of the study was to assess the effect of PU with various concentrations of 25%, 50%, and 75% on the compressive strength of K-250 concrete and its resistance to water seepage. Laboratory test results showed that 50% PU was the most effective in reducing water seepage with a content of 1.87%, compared to 25% PU (2.54%) and 75% PU (3.20%). However, all PU variations did not increase the compressive strength of concrete, which ranged from 4.33–4.58 MPa, lower than normal K-250 concrete. Field studies on the second floor slab of the Faculty of Engineering, Andi Djemma University showed that the PU spoid injection method was effective in closing cracks <2 mm and was more practical and economical than the high-pressure method. In conclusion, PU grouting is suitable for non-structural concrete repairs that focus on reducing water seepage, but is not recommended for increasing compressive strength.
Evaluasi Kebijakan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2024 Menggunakan Model CIPP di KPU Kabupaten Luwu Aqsha, Adly; Rasyid, Muhammad Nur Akbar; Mania, Siti
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6714

Abstract

Pemutakhiran data pemilih merupakan aspek krusial dalam penyelenggaraan pemilu demokratis, namun masih terdapat kesenjangan penelitian dalam evaluasi kebijakan di tingkat kabupaten. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi kebijakan pemutakhiran data pemilih Pemilu 2024 di KPU Kabupaten Luwu menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) dari Stufflebeam. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus evaluatif, melibatkan 10 partisipan dari berbagai stakeholder. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi. Hasil evaluasi menunjukkan konteks kebijakan didukung regulasi memadai namun menghadapi tantangan akurasi data kependudukan. Input sumber daya mencukupi dengan keterbatasan kualifikasi petugas. Proses implementasi mengikuti pedoman teknis dengan koordinasi baik antar instansi. Produk berupa Daftar Pemilih Tetap (DPT) menunjukkan peningkatan kualitas dibanding pemilu sebelumnya. Rekomendasi meliputi penguatan sinkronisasi data kependudukan, peningkatan kapasitas petugas, optimalisasi teknologi informasi, dan penguatan mekanisme monitoring evaluasi berkelanjutan. Voter data updating is a crucial aspect in organizing democratic elections, yet research gaps remain in policy evaluation at the district level. This study aims to evaluate the implementation of voter data updating policy for the 2024 General Election at Luwu District Election Commission using Stufflebeam's CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The research methodology employs a qualitative approach with evaluative case study design, involving 10 participants from various stakeholders. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, then analyzed using triangulation techniques. Evaluation results show that policy context is supported by adequate regulations but faces challenges in population data accuracy. Resource input is sufficient with limitations in officer qualifications. Implementation process follows technical guidelines with good inter-agency coordination. The product, Final Voter List (DPT), shows quality improvement compared to previous elections. Recommendations include strengthening population data synchronization, improving officer capacity, optimizing information technology, and strengthening continuous monitoring and evaluation mechanisms.
Analisis Perilaku Tarik Belah Beton dengan Inovasi Serat Batang Mendong Sebagai Material Tambahan Alami Manga, Jufri; Matana, Hernita; Soga, Dewindri
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6716

Abstract

Perkembangan teknologi material telah mendorong lahirnya material komposit yang merupakan kombinasi dari dua atau lebih material dengan sifat berbeda, salah satunya adalah serat alam. Serat alam dari tumbuhan, seperti serat batang mendong, dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam beton untuk meningkatkan sifat mekanis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat batang mendong terhadap kuat tarik belah beton. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan mutu rencana beton f’c = 25 MPa dan menggunakan variasi penambahan serat mendong sebesar 1%, 2%, dan 3% terhadap volume beton. Benda uji berbentuk silinder berukuran 15 cm × 30 cm, dan pengujian dilakukan pada umur 28 hari sesuai SNI 7656:2012. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tarik belah beton normal sebesar 1,56 MPa, sementara pada variasi 1%, 2%, dan 3% berturut-turut menurun menjadi 1,14 MPa, 0,90 MPa, dan 0,88 MPa. Penurunan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan serat batang mendong, semakin menurun pula daya tahan beton terhadap gaya tarik lateral yang dihasilkan. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan distribusi serat yang tidak merata dan pengaruh ikatan antar serat dan pasta semen yang kurang optimal. The development of material technology has led to the emergence of composite materials, which are combinations of two or more materials with differing properties. One such material component is natural fiber, commonly derived from plants, animals, or minerals. Plant-based fibers, such as banana peel fiber, pineapple fiber, ramie, sugarcane bagasse, and others, have shown potential for improving concrete performance. This study focuses on the effect of adding mendong (Fimbristylis globulosa) stem fibers as a natural admixture on the split tensile strength of concrete. An experimental method was employed using concrete with a target compressive strength of 25 MPa and fiber addition variations of 1%, 2%, and 3% by volume. Cylindrical specimens measuring 15 cm × 30 cm were tested at 28 days following SNI 7656:2012. The test results showed that the split tensile strength of normal concrete was 1.56 MPa, while the strengths for the 1%, 2%, and 3% fiber additions were 1.14 MPa, 0.90 MPa, and 0.88 MPa, respectively. These results indicate a decreasing trend in tensile strength with increased fiber content. The reduction is likely due to uneven fiber distribution and suboptimal bonding between the fibers and cement paste.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025 Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025 Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024 Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024 Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023 Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023 Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023 Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022 Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022 Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022 Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021 Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021 Vol. 21 No. 1 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 1, Januari - April Tahun 2021 Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019 Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019 Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019 Vol. 18 No. 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Januari-April 2018 Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018 Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018 Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017 Vol. 17 No. 2 (2017): Vol 17 No 2 (2017): Mei-Agustus 2017 Vol. 17 No. 1 (2017): Vol 17 No 1 (2017): Januari-April 2017 Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016 Vol. 16 No. 2 (2016): Ecosystem Vol. 16 No 2, Mei - Agustus 2016 Vol. 16 No. 1 (2016): Ecosystem Vol 16 No 1, Januari-April 2016 More Issue