cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa Lt. 5 Gedung B Jl. Urip Sumohardjo Km.4 Makassar Indonesia 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277286     DOI : https://doi.org/10.35965/eco.v21i1
Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 586 Documents
Perencanaan Saluran Drainase Menggunakan Metode Rasional dan Persamaan Manning di Dusun Situndukang Kabupaten Luwu Utara Nining Pasae; Syaifullah Syaifullah; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8694

Abstract

Drainase merupakan infrastruktur penting dalam pengendalian limpasan air permukaan pada kawasan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dimensi saluran drainase di Dusun Situndukang, Desa Lara, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis hidrologi dan hidraulika. Data yang digunakan meliputi data curah hujan, luas daerah tangkapan air, serta data jumlah penduduk untuk menghitung debit air limbah domestik. Analisis debit limpasan dilakukan menggunakan metode rasional, sedangkan kapasitas saluran dihitung menggunakan persamaan Manning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit rencana aliran sebesar 144,264 m³/detik. Berdasarkan hasil analisis hidraulika diperoleh dimensi saluran drainase dengan lebar bawah (b) sebesar 0,90 m, lebar atas (B) sebesar 1,00 m, tinggi saluran (H) sebesar 0,80 m, dan tinggi muka air (h) sebesar 0,75 m. Dimensi saluran tersebut dinilai mampu menampung debit aliran yang terjadi pada kawasan penelitian. Drainage is an important infrastructure for controlling surface runoff in residential areas. This study aims to design the dimensions of a drainage channel in Situndukang Hamlet, Lara Village, South Baebunta District, North Luwu Regency. The research employed a quantitative descriptive method with hydrological and hydraulic analysis approaches. The data used included rainfall data, catchment area size, and population data to calculate domestic wastewater discharge. Runoff discharge analysis was conducted using the Rational Method, while the channel capacity was calculated using the Manning equation. The results showed that the design discharge was 144.264 m³/s. Based on the hydraulic analysis, the drainage channel dimensions obtained were a bottom width (b) of 0.90 m, a top width (B) of 1.00 m, a channel height (H) of 0.80 m, and a water depth (h) of 0.75 m. These channel dimensions are considered capable of accommodating the flow discharge occurring in the study area
Analisis Kapasitas Saluran Drainase Dan Limpasan Permukaan Pada Saluran Sekunder Jalan Belimbing Kecamatan Wara Kota Palopo Rahmat Kausar; Indrajaya Indrajaya; Muarif Muarif
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8695

Abstract

Drainase merupakan salah satu infrastruktur penting dalam mengendalikan limpasan air hujan pada kawasan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas saluran drainase eksisting dan limpasan permukaan pada saluran sekunder di Jalan Belimbing Kecamatan Wara Kota Palopo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis hidrologi dan hidraulika. Analisis curah hujan dilakukan menggunakan distribusi Gumbel dan Log Pearson Tipe III untuk memperoleh curah hujan rencana, sedangkan debit banjir rencana dihitung menggunakan metode rasional. Selanjutnya kapasitas saluran eksisting dihitung dan dibandingkan dengan debit banjir rencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit banjir rencana pada periode ulang 2 tahun sebesar 0,29 m³/det, periode ulang 5 tahun sebesar 0,46 m³/det, dan periode ulang 10 tahun sebesar 0,57 m³/det. Sementara itu kapasitas saluran eksisting hanya berkisar antara 0,22–0,24 m³/det. Hal ini menunjukkan bahwa kapasitas saluran drainase eksisting tidak mampu menampung debit banjir rencana sehingga diperlukan perencanaan ulang saluran drainase agar dapat menampung limpasan air hujan secara optimal. Drainage is an important infrastructure in controlling rainwater runoff in urban areas. This study aims to analyze the capacity of the existing drainage channel and surface runoff in the secondary drainage channel on Belimbing Street, Wara District, Palopo City. The research method used was a quantitative approach through hydrological and hydraulic analysis. Rainfall analysis was carried out using the Gumbel and Log Pearson Type III distributions to determine the design rainfall, while the design flood discharge was calculated using the Rational method. Furthermore, the capacity of the existing channel was calculated and compared with the design flood discharge. The results showed that the design flood discharge for the 2-year return period was 0.29 m³/s, for the 5-year return period was 0.46 m³/s, and for the 10-year return period was 0.57 m³/s. Meanwhile, the capacity of the existing drainage channel ranged only from 0.22 to 0.24 m³/s. These results indicate that the existing drainage channel capacity is insufficient to accommodate the design flood discharge; therefore, a redesign of the drainage channel is required to optimally convey rainwater runoff.
Evaluasi Kinerja Operasi Dan Pemeliharaan Saluran Irigasi Sekunder Rinjani Di Desa Taripa Kecamatan Angkona Kabupaten Luwu Timur Desy Pasandak; Indrajaya Indrajaya; Syaifullah Syaifullah
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasi dan pemeliharaan saluran irigasi sekunder Rinjani di Desa Taripa, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan terhadap beberapa komponen penilaian yaitu kondisi fisik infrastruktur irigasi, kinerja pelayanan air, serta kinerja kelembagaan pengelola irigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik infrastruktur jaringan irigasi mengalami kerusakan sebesar 2,39% dan masih berada dalam kategori sangat baik. Tingkat kecukupan air mencapai 90% yang termasuk kategori sangat cukup, sedangkan tingkat ketepatan pemberian air sebesar 72% yang tergolong baik. Selain itu, kinerja kelembagaan pemerintah dalam pengelolaan irigasi memperoleh nilai 75% yang menunjukkan kondisi yang memadai. Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa kinerja operasi dan pemeliharaan saluran irigasi sekunder Desa Taripa memperoleh skor 3,5 yang termasuk dalam kategori sangat baik. This study aims to evaluate the performance of operation and maintenance of the Rinjani secondary irrigation channel in Taripa Village, Angkona District, East Luwu Regency. The research method used is a quantitative descriptive approach with data collection through field observations, interviews, and documentation. The analysis was conducted on several assessment components, namely the physical condition of irrigation infrastructure, water service performance, and the institutional performance of irrigation management. The results show that the physical condition of the irrigation network infrastructure experienced damage of 2.39% and is still categorized as very good. The level of water adequacy reached 90%, which falls into the very adequate category, while the accuracy level of water distribution was 72%, categorized as good. In addition, the institutional performance of the government in irrigation management obtained a score of 75%, indicating an adequate condition. Overall, the evaluation results show that the performance of operation and maintenance of the secondary irrigation channel in Taripa Village obtained a score of 3.5, which is classified as very good.
Analisis Penggunaan Semen Dan Abu Sekam Padi Sebagai Filler Pada Campuran Aspal Beton AC-WC Piqi M Piqi; Jusmidah Jusmidah; Haerianti Haerianti; Sudirman Sudirman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan filler dari semen dan abu sekam padi terhadap mutu campuran aspal beton AC-WC. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan membuat benda uji sesuai dengan standar pengujian Marshall. Variasi kadar aspal yang digunakan berkisar antara 5,0% hingga 7,0% untuk menentukan kadar aspal optimum (KAO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal optimum diperoleh sebesar 6,75% yang memberikan nilai terbaik pada parameter Marshall. Selanjutnya dilakukan variasi campuran filler semen dan abu sekam padi. Campuran dengan komposisi 6% abu sekam padi dan 2% semen menghasilkan nilai stabilitas tertinggi sebesar 911,79 kg dan Marshall Quotient (MQ) sebesar 398,02 kg/mm serta memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara stabilitas dan VFB serta antara komposisi filler dan nilai MQ. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan komposisi filler mempengaruhi performa mekanis campuran AC-WC. This study aims to analyze the effect of using cement and rice husk ash as filler materials on the quality of Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) mixtures. The research employed an experimental method by preparing test specimens based on the Marshall testing standard. The asphalt content variation ranged from 5.0% to 7.0% in order to determine the Optimum Asphalt Content (OAC). The results showed that the optimum asphalt content was obtained at 6.75%, which provided the best values for the Marshall parameters. Furthermore, variations of cement and rice husk ash filler were tested. The mixture with a composition of 6% rice husk ash and 2% cement produced the highest stability value of 911.79 kg and a Marshall Quotient (MQ) of 398.02 kg/mm, meeting the specifications of Bina Marga 2018. The Pearson correlation test results indicated a relatively strong relationship between stability and VFB, as well as between filler composition and MQ values. These findings indicate that variations in filler composition influence the mechanical performance of AC-WC mixtures.
Analisis Desain Struktur Dermaga Jetty Menggunakan STAAD.Pro Pada Proyek PT Bumi Mineral Sulawesi Nur Fitria Zalikhah; Sudirman Sudirman; Muhammad Fikri; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain Dermaga jetty menggunakan aplikasi STAAD.Pro yang dapat menahan beban operasional dan kondisi laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan desain teknis dengan mengacu pada SNI, ACI, dan buku pedoman terkait pelabuhan. Pemodelan struktur menggunakan bantuan aplikasi STAAD.Pro untuk mendapat gaya dalam pada setiap elemen struktur. Dari hasil desain aplikasi STAAD.Pro dan perhitungan penulangan menunjukkan bahwa, pelat arah x dengan ukuran 5000 mm x 400 mm dengan tulangan D16-216 mm sebanyak 23 batang dan pelat arah y dengan ukuran 7000 mm x 400 mm dengan tulangan D16-216 mm sebanyak 32 batang. Untuk tulangan lapangan balok pada dimensi 600 mm x 800 mm dengan tulangan D12-226 mm sebanyak 3 batang dan tulangan tumpuan balok pada dimensi 600 mm x 800 mm dengan tulangan D12-160 mm sebanyak 4 batang. Untuk tiang pancang dermaga menggunakan beton dengan diameter 800 mm dan memiliki tulangan utama D20-50 mm sebanyak 16 batang. Dengan menggunakan mutu baja 420 Mpa dan mutu beton 40 Mpa. Dari hasil nilai gaya dalam seperti momen, gaya geser, dan gaya aksial maksimum yang terjadi pada setiap elemen struktur masih berada di bawah batas izin material sehingga struktur dermaga jetty dinyatakan aman. Dengan demikian, penggunaan STAAD.Pro mempermudah proses perhitungan dan memberikan hasil akurat dalam mendesain struktur dermaga jetty. This study aims to design a jetty using the STAAD.Pro application to withstand operational load dan sea conditions. The research method used is quantitative and technical design, referring to SNI, ACI, and port-related manuals. Structural modeling was performed using the STAAD.Pro application to obtain the internal forces in each structural element. The design result using the STAAD.Pro applicatrion and reinforcement calculations indicate that the x-direction plate with dimensions of 5000 mm x 400 mm with D16-216 mm reinforcement bars and y-direction plate with dimensions of 7000 mm x 400 mm with 32 D16-216 mm reinforcement bars. For beam field reinforcement in dimensions of 600 mm x 800 mm with 3 D12-226 mm reinforcement bars and beam support reinforcement in dimensions of 600 mm x 800 mm with 4 D12-160 mm reinforcement bars. For the pier piles using concrete with a diameter of 800 mm and has 16 D20-50 mm main reinforcement bars. Using 420 Mpa steel and 40 Mpa concrete. From the result of the value of internal forces such as moments, shear forces, and maximum axial forces that occur in each structural element are still bellow the material permit limit so that the jetty pier structure is declared safe. Thus, the us of STAAD.Pro simplifies the calculation process and provides accurate results in designing the jetty pier structure.
Pengaruh Penggunaan Fly Ash Sebagai Filler Terhadap Karakteristik Marshall Campuran Aspal AC-BC Berdasarkan Analisis Kepadatan Mutlak Nur Fadila; Jusmidah Jusmidah; Haerianti Haerianti; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik campuran aspal AC-BC dengan pemanfaatan fly ash dari Asphalt Mixing Plant (AMP) PT. Piranti Jagad Raya sebagai bahan pengisi (filler) melalui pengujian kepadatan mutlak dan parameter Marshall. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Variasi kadar fly ash yang digunakan dalam campuran yaitu 0%, 2%, 4%, dan 6%. Parameter yang dianalisis meliputi stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Bitumen (VFB), kepadatan, serta Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada campuran dengan kepadatan 75 × 2 tumbukan, variasi fly ash sebesar 0% dan 6% memenuhi spesifikasi teknis, sedangkan variasi 2% dan 4% tidak memenuhi beberapa parameter Marshall. Pada campuran dengan kepadatan 400 × 2 tumbukan, variasi 0%, 4%, dan 6% memenuhi spesifikasi teknis, sedangkan variasi 2% tidak memenuhi beberapa persyaratan. Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kepadatan normal dan kepadatan mutlak dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05, yang menunjukkan tingkat hubungan yang sangat kuat. This study aims to analyze the characteristics of Asphalt Concrete–Binder Course (AC-BC) mixtures by utilizing fly ash from the Asphalt Mixing Plant (AMP) of PT. Piranti Jagad Raya as a filler material through absolute density testing and Marshall parameters. This research employed an experimental method. The variations of fly ash content used in the mixture were 0%, 2%, 4%, and 6%. The parameters analyzed included stability, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Bitumen (VFB), density, and Marshall Quotient (MQ). The results showed that for mixtures with a compaction level of 75 × 2 blows, the fly ash variations of 0% and 6% met the technical specifications, while the 2% and 4% variations did not meet several Marshall parameters. For mixtures with a compaction level of 400 × 2 blows, the variations of 0%, 4%, and 6% met the required specifications, whereas the 2% variation did not satisfy several requirements. The correlation analysis results indicated a positive and significant relationship between normal density and absolute density with a significance value of less than 0.05, indicating a very strong correlation between the two variables.
Pengaruh Curing Air Payau Dan Air Tawar Terhadap Kuat Tekan Mortar Menggunakan Pasir Sungai Lamasi Nesha Trisedya Amru; Sudirman Sudirman; Muhammad Fikri; Indrajaya Indrajaya
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman (curing) menggunakan air payau dan air tawar terhadap kuat tekan mortar dengan menggunakan agregat halus dari Sungai Lamasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan benda uji berbentuk kubus berukuran 5 × 5 × 5 cm sesuai dengan standar SNI 03-6825-2002. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur mortar 7 hari dan 28 hari. Jumlah benda uji yang digunakan sebanyak 32 sampel yang terdiri atas variasi perendaman air tawar dan air payau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortar yang menggunakan pasir Sungai Masamba memiliki nilai kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan mortar dengan pasir Sungai Lamasi. Pada umur 28 hari, kuat tekan mortar dengan pasir Sungai Masamba dalam perendaman air tawar mencapai 251,298 kg/cm² (20,50 MPa), sedangkan mortar dengan pasir Sungai Lamasi hanya mencapai 156,687 kg/cm² (12,75 MPa). Perendaman menggunakan air payau menyebabkan penurunan kuat tekan pada kedua jenis mortar, yaitu sebesar 9,72% pada pasir Masamba dan 51,74% pada pasir Lamasi. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik butiran agregat dan tingkat penyerapan air dari masing-masing pasir. This study aims to analyze the effect of curing using brackish water and fresh water on the compressive strength of mortar using fine aggregate from the Lamasi River. The research employed an experimental method using cube-shaped specimens measuring 5 × 5 × 5 cm in accordance with the SNI 03-6825-2002 standard. Compressive strength testing was conducted at mortar ages of 7 and 28 days. A total of 32 specimens were prepared, consisting of variations of fresh water and brackish water curing. The results show that mortar using Masamba River sand has a higher compressive strength compared to mortar using Lamasi River sand. At the age of 28 days, the compressive strength of mortar with Masamba sand cured in fresh water reached 251.298 kg/cm² (20.50 MPa), while mortar with Lamasi sand only reached 156.687 kg/cm² (12.75 MPa). Curing using brackish water resulted in a decrease in compressive strength in both types of mortar, namely 9.72% for Masamba sand and 51.74% for Lamasi sand. This difference is influenced by the characteristics of aggregate particles and the water absorption capacity of each sand type.
Evaluasi Kinerja Operasi Dan Pemeliharaan Saluran Irigasi Tersier Menggunakan Metode Participatory Rapid Appraisal (PRA) di Desa Lalong, Kecamatan Walenrang Muh. Ardiat Nur Alif; Jusmidah Jusmidah; Syahrul Ramadhan
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasi dan pemeliharaan saluran irigasi tersier di Desa Lalong, Kecamatan Walenrang dengan menggunakan metode Participatory Rapid Appraisal (PRA). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang dilengkapi dengan data kuesioner berskala Likert serta data kualitatif yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata skor kuesioner untuk setiap indikator serta menginterpretasikan hasil berdasarkan kategori penilaian kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek operasional memperoleh skor rata-rata sebesar 3,84 yang termasuk dalam kategori baik. Aspek pemeliharaan memperoleh skor rata-rata sebesar 3,12 yang termasuk dalam kategori cukup, sedangkan aspek partisipasi memperoleh skor rata-rata sebesar 3,54 yang termasuk dalam kategori baik. Secara keseluruhan, kinerja operasi dan pemeliharaan saluran irigasi tersier di Desa Lalong berada pada kategori cukup hingga baik. Meskipun distribusi air ke lahan pertanian relatif berjalan lancar, kegiatan pemeliharaan saluran masih bersifat insidental dan partisipasi petani dalam kegiatan pemeliharaan belum merata. This study aims to evaluate the performance of operation and maintenance of tertiary irrigation channels in Lalong Village, Walenrang District using the Participatory Rapid Appraisal (PRA) method. This research employed a quantitative descriptive approach supported by Likert-scale questionnaire data and qualitative data obtained through field observations, interviews, and Focus Group Discussions (FGD). Data analysis was conducted by calculating the mean score of the questionnaire responses for each indicator and interpreting the results based on performance assessment categories. The results indicate that the operational aspect obtained an average score of 3.84, which falls into the good category. The maintenance aspect obtained an average score of 3.12, which is classified as moderate, while the participation aspect obtained an average score of 3.54, which is categorized as good. Overall, the performance of operation and maintenance of tertiary irrigation channels in Lalong Village is classified as moderate to good. Although water distribution to agricultural land generally runs smoothly, channel maintenance activities are still incidental and farmers’ participation in maintenance activities has not been evenly distributed.
Analisis Kerusakan Perkerasan Jalan Menggunakan Metode Bina Marga Dan Road Condition Index (RCI) Pada Ruas Jalan Balo-Balo, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur Muh Ikhsan; Indrajaya Indrajaya; Sudirman Sudirman
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan tingkat kerusakan perkerasan jalan pada ruas Jalan Balo-Balo di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur dengan menggunakan metode Bina Marga dan Road Condition Index (RCI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kondisi jalan secara langsung di lapangan sepanjang 1 km yang dibagi menjadi beberapa segmen pengamatan. Data yang diperoleh meliputi jenis kerusakan jalan, dimensi kerusakan, serta volume lalu lintas harian rata-rata (LHR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kerusakan yang ditemukan pada ruas jalan tersebut antara lain lubang, amblas, dan retak kulit buaya yang tersebar pada beberapa segmen pengamatan. Berdasarkan analisis metode Bina Marga, kondisi perkerasan jalan pada lokasi penelitian tergolong dalam kategori rusak sedang. Sementara itu, berdasarkan metode Road Condition Index (RCI), nilai rata-rata kondisi jalan pada STA 0+000 hingga STA 1+000 sebesar 3,88, sedangkan pada arah sebaliknya diperoleh nilai 5,08, yang menunjukkan bahwa kondisi jalan berada pada kategori buruk hingga sedang dengan permukaan jalan yang tidak rata dan terdapat beberapa lubang. This study aims to analyze the types and levels of road pavement damage on the Balo-Balo road section in Wotu District, East Luwu Regency using the Bina Marga method and the Road Condition Index (RCI). This research employed a quantitative approach through direct field surveys conducted along a 1 km road segment which was divided into several observation sections. The data collected included types of road damage, dimensions of the damage, and the average daily traffic volume (ADT). The results indicate that the types of damage found on the road section include potholes, depressions, and alligator cracking, which are distributed across several observation segments. Based on the Bina Marga method analysis, the pavement condition at the research location is categorized as moderately damaged. Meanwhile, according to the Road Condition Index (RCI) method, the average road condition value at STA 0+000 to STA 1+000 is 3.88, while in the opposite direction the value is 5.08. These values indicate that the road condition falls into the poor to moderate category, characterized by uneven pavement surfaces and the presence of several potholes.
Analisis Kondisi Perkerasan Jalan Menggunakan Metode Road Condition Index (RCI) Dan Pavement Condition Index (PCI) Pada Ruas Jalan Rantemario Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur Huswa Huswa; Muhammad Fikri; Muhammad Rafdy
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi perkerasan jalan pada ruas Jalan Rantemario Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur dengan menggunakan metode Road Condition Index (RCI) dan Pavement Condition Index (PCI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei kondisi jalan secara langsung di lapangan sepanjang 1.000 meter yang dibagi menjadi beberapa segmen pengamatan. Data yang dikumpulkan meliputi jenis kerusakan jalan, dimensi kerusakan, serta kondisi permukaan jalan pada setiap segmen. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis kerusakan yang ditemukan pada ruas jalan tersebut antara lain retak kulit buaya, retak pinggir, lubang, dan tambalan. Berdasarkan hasil analisis metode RCI diperoleh nilai rata-rata sebesar 4,59 yang menunjukkan bahwa kondisi jalan termasuk dalam kategori jelek dengan permukaan jalan tidak rata dan terdapat beberapa lubang. Sementara itu, hasil analisis menggunakan metode PCI menunjukkan nilai rata-rata sebesar 23,7 yang termasuk dalam kategori serius, sehingga diperlukan tindakan rekonstruksi jalan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan bagi instansi terkait dalam menentukan program pemeliharaan dan perbaikan jalan secara tepat This study aims to analyze the pavement condition of the Rantemario road section in Tomoni District, East Luwu Regency using the Road Condition Index (RCI) and Pavement Condition Index (PCI) methods. This research employed a quantitative approach through a direct field survey conducted along a 1,000-meter road segment which was divided into several observation sections. The data collected included the types of road damage, dimensions of the damage, and pavement surface conditions in each segment. The results of the analysis show that the types of damage found on the road section include alligator cracking, edge cracking, potholes, and patches. Based on the analysis using the RCI method, the average value obtained was 4.59, indicating that the road condition falls into the poor category, characterized by uneven pavement surfaces and the presence of several potholes. Meanwhile, the analysis using the PCI method resulted in an average value of 23.7, which is classified as serious, indicating that road reconstruction is required. The results of this study are expected to serve as a reference for relevant agencies in determining appropriate road maintenance and rehabilitation programs.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026 Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025 Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025 Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025 Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024 Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024 Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023 Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023 Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023 Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022 Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022 Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022 Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021 Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021 Vol. 21 No. 1 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 1, Januari - April Tahun 2021 Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019 Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019 Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019 Vol. 18 No. 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Januari-April 2018 Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018 Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018 Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017 Vol. 17 No. 2 (2017): Vol 17 No 2 (2017): Mei-Agustus 2017 Vol. 17 No. 1 (2017): Vol 17 No 1 (2017): Januari-April 2017 Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016 Vol. 16 No. 2 (2016): Ecosystem Vol. 16 No 2, Mei - Agustus 2016 Vol. 16 No. 1 (2016): Ecosystem Vol 16 No 1, Januari-April 2016 More Issue