cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ecosystem@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa Lt. 5 Gedung B Jl. Urip Sumohardjo Km.4 Makassar Indonesia 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ecosystem
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 14113597     EISSN : 25277286     DOI : https://doi.org/10.35965/eco.v21i1
Jurnal Ilmiah Ecosystem merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki ISSN 1411-3597 (print) dan ISSN 2527-7286 (online) diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Bosowa Jurnal Ilmiah Ecosystem menerbitkan artikel yang pada bidang ekonomi, manajemen, hukum, sosial, education, sastra, pertanian, perikanan dan kelautan, pendidikan, teknik, psikologi, teknologi informasi dan ilmu umum lainnya. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 586 Documents
Hubungan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan Tonsilitis Akut pada Anak: Tinjauan Literatur Sistematis Sriwati Palaguna
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8060

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada anak dan sering berhubungan dengan tonsilitis akut. Patogen penyebab ISPA, seperti rhinovirus, adenovirus, dan Group A b-hemolytic Streptococcus, sering terdeteksi pada jaringan tonsil. Kedua penyakit ini memiliki etiologi yang saling berkaitan, terutama akibat infeksi virus dan bakteri saluran napas atas. ISPA berperan penting dalam memicu dan memperberat tonsilitis akut pada anak. Upaya pencegahan melalui peningkatan kebersihan, status gizi, dan deteksi dini ISPA diperlukan untuk menekan angka kejadian tonsilitis akut. Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the leading causes of morbidity in children and is frequently associated with acute tonsillitis. Pathogens responsible for ARI, such as rhinovirus, adenovirus, and Group A b-hemolytic Streptococcus, are commonly detected in tonsillar tissue. These two conditions share a closely related etiology, primarily due to viral and bacterial infections of the upper respiratory tract. ARI plays a significant role in triggering and exacerbating acute tonsillitis in children. Preventive efforts through improved hygiene, nutritional status, and early detection of ARI are essential to reduce the incidence of acute tonsillitis.
 Dampak Aktivitas Konstruksi Terhadap Kualitas Air Dan Kebisingan Lingkungan: Studi Kasus Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh Mohammad Rauzam; Mohamad Haifan
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8119

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak aktivitas konstruksi Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh terhadap parameter lingkungan fisik berdasarkan data pemantauan selama empat bulan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan metode studi kasus berbasis data hasil uji laboratorium terakreditasi. Parameter yang dianalisis meliputi kualitas air permukaan (TSS, TDS, pH, DO, BODs, total coliform), kualitas air tanah, kebisingan lingkungan, dan kandungan logam berat pada sedimen. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas konstruksi berkontribusi terhadap peningkatan nilai TSS di titik hilir akibat pekerjaan tanah dan mobilisasi material, sementara parameter kimia air lainnya relatif stabil dan berada dalam baku mutu yang berlaku. Kebisingan meningkat secara temporer selama operasi alat berat. Kandungan logam berat sedimen berada pada konsentrasi rendah tanpa indikasi akumulasi signifikan. Secara keseluruhan, dampak lingkungan fisik bersifat fluktuatif dan dapat dikendalikan melalui implementasi pengelolaan lingkungan yang konsisten. Penelitian ini memperkuat bukti empiris bahwa fase konstruksi bendungan didominasi oleh dampak fisik berupa sedimen dan kebisingan dibandingkan perubahan kimia air secara sistemik. This study aims to analyze the impact of construction activities of the Rukoh Dam diversion structure on physical environmental parameters based on four months of environmental monitoring data. The research employed a descriptive-analytical approach using a case study method based on accredited laboratory testing results. The analyzed parameters included surface water quality (TSS, TDS, pH, DO, BODs, total coliform), groundwater quality, environmental noise levels, and heavy metal concentrations in sediment. The results indicate that construction activities contributed to increased TSS levels at the downstream monitoring point due to earthwork operations and material mobilization, while other chemical water quality parameters remained relatively stable and within the applicable environmental quality standards. Noise levels increased temporarily during heavy equipment operation. Heavy metal concentrations in sediment were found to be low, with no indication of significant accumulation. Overall, the physical environmental impacts were fluctuating in nature and remained controllable through consistent implementation of environmental management measures. This study strengthens empirical evidence that the construction phase of dam projects is predominantly characterized by physical impacts, particularly sedimentation and noise, rather than systemic chemical alterations in water quality.
Memperpanjang Umur Simpan Buah Menggunakan Edible Coating: Tinjauan Literatur Tentang Metode, Bahan, dan Aplikasinya Hisam Mansur; Naela Salsabila
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8176

Abstract

Edible coating merupakan teknologi yang memiliki potensi besar untuk memperpanjang umur simpan buah dengan membentuk lapisan pelindung tipis dan dapat dikonsumsi bersama dengan buah. Lapisan ini berfungsi sebagai penghalang fisik terhadap kerusakan mekanis, kehilangan kelembapan, pertukaran gas, dan kontaminasi mikroba, sehingga memperlambat proses degradasi fisiologis dan biokimia. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan teknologi pelapis makanan dan aplikasinya dalam penyimpanan buah pascapanen. Tinjauan ini membahas berbagai metode aplikasi edible coating, termasuk pencelupan, penumpukan lapis demi lapis, penyemprotan, dan pengolesan. Bahan baku yang umum digunakan dikategorikan menjadi bahan berbasis protein, lipid, dan polisakarida. Penerapan lapisan pelindung telah diteliti secara luas untuk berbagai jenis buah, seperti stroberi, apel, lemon, labu, dan terong. Studi yang ditinjau menunjukkan bahwa lapisan pelindung yang dapat dimakan efektif dalam mengurangi kehilangan berat, menekan proses oksidasi, mempertahankan kualitas buah, dan memperpanjang umur simpan selama penyimpanan. Temuan ini menyoroti potensi teknologi edible coating sebagai alternatif ramah lingkungan dan aman untuk penyimpanan buah pascapanen. Edible coating is a postharvest technology with significant potential to extend the shelf life of fruits by forming a thin, consumable protective layer on the fruit surface. This layer functions as a physical barrier against mechanical damage, moisture loss, gas exchange, and microbial contamination, thereby slowing down physiological and biochemical deterioration processes. This literature review aims to describe the development of edible coating technology and its application in postharvest fruit preservation. The review discusses various edible coating application methods, including dipping, layer-by-layer deposition, spraying, brushing. The commonly used raw materials for edible coatings are categorized into protein, lipid and polysaccharide-based materials. The application of edible coatings has been widely reported for different types of fruits, such as strawberries, apples, lemons, pumpkins, and eggplants. The reviewed studies indicate that edible coatings are effective in reducing weight loss, suppressing oxidative processes, maintaining fruit quality, and extending shelf life during storage. These findings highlight the potential of edible coating technology as an environmentally friendly and safe alternative for postharvest fruit preservation.
Analisis Tingkat Kerusakan Perkerasan Jalan Menggunakan Metode Bina Marga Pada Ruas Jalan RM Diarso Soegondo Kabupaten Luwu Abd Tegar; Andi Fathussalam B Andi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan tingkat kerusakan perkerasan jalan serta menentukan prioritas penanganannya pada ruas Jalan RM Diarso Soegondo, Desa Wiwitan, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei visual dengan pendekatan metode Bina Marga. Ruas jalan sepanjang 3,5 km dibagi menjadi beberapa segmen pengamatan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan, luas kerusakan, serta tingkat kerusakan perkerasan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menentukan nilai kondisi jalan dan urutan prioritas penanganan berdasarkan nilai Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kerusakan dominan yang ditemukan adalah lubang, retak kulit buaya, dan amblas. Nilai kondisi jalan rata-rata yang diperoleh sebesar 3,60 yang menunjukkan kondisi jalan berada dalam kategori rusak. Berdasarkan perhitungan kelas LHR sebesar 5 dan nilai kondisi jalan tersebut diperoleh nilai urutan prioritas sebesar 8,4 sehingga penanganan yang direkomendasikan adalah pemeliharaan rutin. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi instansi terkait dalam perencanaan pemeliharaan jalan. This study aims to analyze the types and levels of pavement damage and to determine the priority of maintenance on the RM Diarso Soegondo Road section located in Wiwitan Village, Lamasi District, Luwu Regency. The research was conducted using a visual survey method with the Bina Marga approach. The 3.5 km road segment was divided into several observation segments to identify the types of damage, the extent of damage, and the level of pavement deterioration. The collected data were then analyzed to determine the road condition value and the priority order for maintenance based on the Average Daily Traffic (ADT) value. The results showed that the dominant types of damage found were potholes, alligator cracking, and depressions. The average road condition value obtained was 3.60, indicating that the road is in a damaged condition category. Based on the calculation of the ADT class value of 5 and the road condition value, the priority order value obtained was 8.4, indicating that the recommended treatment is routine maintenance. The results of this study are expected to serve as a reference for relevant agencies in planning road maintenance in the area.
Pengaruh Tempering Terhadap Kekerasan Dan Struktur Mikro Pisau Tradisional Berbahan Bearing Bekas Ahmad Thamrin Dahri; Ferry Christo
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8688

Abstract

Tempering baja adalah suatu proses dimana baja sebelumnya keras atau normal biasanya dipanaskan pada temperatur dibawah temperatur kritis dan didinginkan dengan laju pendinginan tertentu, terutama untuk menambah keuletan (ductility) dan ketangguhan (toughness), tetapi juga untuk menambah grain size of matrix. Baja di temper dengan pemanasan kembali sesudah dikeraskan untuk mencapai nilai spesifik sifat mekanik dan juga untuk relieve quenching stress dan untuk menjamin dimensi yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat mekanik dan struktur mikro pisau tradisional yang terbuat dari bering bekas, setelah melalui proses tempering 3500 C dan ditahan selama 60 menit. Pada penelitian ini menggunakan Universal Tensile Test 100 kN, dan Mikroskop optik metalografi.Adapun hasil dari penelitian ini adalah: (1) kekuatan tarik media pendingin Udara 1.500,172 N/mm2, Air 691.288 N/mm2, Oli 598.791 N/mm2, Air garam 633.394 N/mm2, Air Batang Pisang 126,524 N/mm2, dan metode patahannya yaitu patah getas. (2) Struktur mikro yang muncul yaitu, Ferrit, Perlit, Sementit, dan Martensit. Dari hasil analisa, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa kegetasan serta keuletan baja, dipengaruhi oleh struktur mikro yang muncul karena adanya perlakuan yang diberikan sebelumnya. Tempering is a heat-treatment process in which previously hardened or normalized steel is reheated to a temperature below the critical range and then cooled at a controlled rate. The primary purpose is to improve ductility and toughness, while also stabilizing the microstructure and relieving residual stresses induced by quenching to ensure dimensional stability. This study aims to evaluate the mechanical properties and microstructure of traditional knives manufactured from used bearing steel after tempering at 350°C with a holding time of 60 minutes. Mechanical testing was carried out using a 100 kN Universal Tensile Testing Machine, and the microstructure was examined using an optical metallographic microscope. The tensile strength results for each cooling medium were: air cooling 1,500.172 N/mm², water 691.288 N/mm², oil 598.791 N/mm², salt water 633.394 N/mm², and banana-stem water 126.524 N/mm². The observed fracture mode was predominantly brittle fracture. Microstructural observations revealed the presence of ferrite, pearlite, cementite, and martensite. The analysis indicates that the brittleness and ductility of the steel are strongly influenced by the resulting microstructure formed due to the applied heat-treatment conditions.
Analisis Sistem Distribusi Air Bersih Di Desa Komba, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara Zulkifli Armansyah; Indrajaya Indrajaya; Muarif Muarif
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting sistem distribusi air bersih serta merumuskan strategi pengelolaannya di Desa Komba, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengelolaan sistem distribusi air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara internal Desa Komba memiliki beberapa kekuatan, antara lain ketersediaan sumber air alami dari mata air Salu Buta dan Donga Langi dengan debit air yang relatif stabil, sistem distribusi yang memanfaatkan gravitasi sehingga tidak memerlukan energi listrik, serta partisipasi masyarakat yang tinggi dalam pembangunan dan pemeliharaan jaringan distribusi. Secara eksternal, terdapat peluang berupa dukungan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam pengembangan infrastruktur air bersih. Berdasarkan hasil analisis SWOT, pengembangan sistem distribusi air bersih di Desa Komba memerlukan strategi yang berfokus pada optimalisasi sumber daya air yang tersedia serta peningkatan infrastruktur distribusi agar pelayanan air bersih dapat lebih merata bagi masyarakat. This study aims to analyze the existing condition of the clean water distribution system and to formulate management strategies in Komba Village, Rongkong District, North Luwu Regency. This research employed a qualitative approach with data collection techniques including field observations, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the SWOT method (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) to identify internal and external factors influencing the management of the clean water distribution system. The results indicate that internally Komba Village has several strengths, including the availability of natural water sources from the Salu Buta and Donga Langi springs with relatively stable water discharge, a gravity-based distribution system that does not require electrical energy, and strong community participation in the construction and maintenance of the distribution network. Externally, there are opportunities in the form of support from both local and central governments in the development of clean water infrastructure. Based on the SWOT analysis results, the development of the clean water distribution system in Komba Village requires strategies that focus on optimizing available water resources and improving distribution infrastructure in order to provide more equitable clean water services for the community.
Dampak Aktivitas Pertambangan Terhadap Kualitas Air: Kajian Literatur Mengenai Air Asam Tambang, Sedimen, Dan Kontaminasi Logam Berat Nurhania Nurhania; Gilank Anugrah
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kegiatan penambangan terhadap kualitas air berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur (literature review) yang bersumber dari berbagai jurnal ilmiah, prosiding, laporan penelitian, serta peraturan terkait pengelolaan lingkungan pertambangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui proses pengumpulan, reduksi, pengelompokan, dan sintesis hasil penelitian yang berkaitan dengan air asam tambang, sedimen, dan logam berat. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan penambangan berkontribusi signifikan terhadap penurunan kualitas air melalui terbentuknya air asam tambang yang menyebabkan penurunan pH perairan. Selain itu, aktivitas penambangan juga meningkatkan kekeruhan dan Total Suspended Solid (TSS) akibat erosi lahan tambang serta meningkatkan konsentrasi logam berat seperti Fe, Mn, Hg, Pb, dan Cu pada badan air dan sedimen. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak ekologis dan risiko kesehatan bagi masyarakat di sekitar wilayah pertambangan. Oleh karena itu, diperlukan penerapan pengelolaan lingkungan pertambangan yang berkelanjutan serta pemantauan kualitas air secara berkala untuk meminimalkan dampak negatif kegiatan penambangan. This study aims to analyze the impacts of mining activities on water quality based on findings from previous studies. The research employs a qualitative approach using a literature review method, drawing on various scientific journals, conference proceedings, research reports, and regulations related to mining environmental management. Data analysis was conducted descriptively through the processes of data collection, reduction, categorization, and synthesis of research findings related to acid mine drainage, sediments, and heavy metals. The results of the review indicate that mining activities significantly contribute to the decline in water quality through the formation of acid mine drainage, which leads to a decrease in the pH of water bodies. In addition, mining activities increase water turbidity and Total Suspended Solids (TSS) due to erosion of mining areas and also increase the concentration of heavy metals such as Fe, Mn, Hg, Pb, and Cu in water bodies and sediments. These conditions have the potential to cause ecological impacts and health risks for communities living near mining areas. Therefore, the implementation of sustainable mining environmental management and regular water quality monitoring is necessary to minimize the negative impacts of mining activities.
Analisis Kebutuhan Prasarana Persampahan Di Desa Langkearaya, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur Indrajaya; Rusida Rusida; Nafsiah Aswawi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan prasarana persampahan di Desa Langkearaya, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis timbulan sampah untuk memproyeksikan kebutuhan prasarana persampahan selama 10 tahun ke depan. Data yang digunakan meliputi jumlah penduduk, timbulan sampah per kapita, serta kapasitas sarana pengelolaan sampah. Hasil analisis menunjukkan bahwa timbulan sampah masyarakat Desa Langkearaya diproyeksikan mencapai 40.688 liter/hari dalam periode perencanaan. Berdasarkan hasil tersebut, kebutuhan prasarana persampahan meliputi 3.255 unit tempat sampah rumah tangga, 26 unit gerobak pengangkut sampah, dan 15 unit Tempat Penampungan Sementara (TPS). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan pengelolaan persampahan yang lebih efektif dan berkelanjutan di Desa Langkearaya. This study aims to analyze the needs for waste management infrastructure in Langkearaya Village, Towuti District, East Luwu Regency. The research employs a quantitative approach using a waste generation analysis method to project the required waste management infrastructure over the next ten years. The data used include population size, per capita waste generation, and the capacity of existing waste management facilities. The results indicate that the projected waste generation in Langkearaya Village will reach 40,688 liters per day within the planning period. Based on this projection, the required waste management infrastructure includes 3,255 household waste bins, 26 waste collection carts, and 15 Temporary Waste Storage Facilities (TPS). The findings of this study are expected to serve as a basis for planning a more effective and sustainable waste management system in Langkearaya Village.
Analisis Laju Erosi Menggunakan Metode RUSLE Pada Area Penambangan Pasir Batu Di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah Dwi Mayanti Mega Lesmana
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju erosi pada area penambangan pasir batu di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali menggunakan metode Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis parameter erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), faktor penutup lahan (C), serta tindakan konservasi tanah (P). Data diperoleh melalui pengukuran lapangan, analisis laboratorium, serta pengolahan data spasial menggunakan metode overlay peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat bahaya erosi di wilayah penelitian didominasi oleh kategori sangat berat dengan 19 satuan lahan, kategori sedang sebanyak 4 satuan lahan, kategori ringan sebanyak 2 satuan lahan, dan kategori sangat ringan sebanyak 1 satuan lahan. Berdasarkan hasil tersebut, upaya konservasi lahan direkomendasikan melalui penanaman vegetasi seperti pohon aren yang mampu menahan erosi pada daerah lereng dengan curah hujan tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan lahan pertambangan yang lebih berkelanjutan. This study aims to analyze the rate of soil erosion in sand and gravel mining areas in Selo District, Boyolali Regency, using the Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE) method. The research employed a quantitative approach by analyzing several parameters, including rainfall erosivity (R), soil erodibility (K), slope length and steepness (LS), land cover factor (C), and conservation practice factor (P). The data were obtained through field measurements, laboratory analysis, and spatial data processing using map overlay techniques. The results indicate that the erosion hazard level in the study area is dominated by the very severe category with 19 land units, followed by the moderate category with 4 land units, the light category with 2 land units, and the very light category with 1 land unit. Based on these findings, land conservation efforts are recommended through the planting of vegetation such as sugar palm trees, which are capable of reducing erosion in sloping areas with high rainfall. The results of this study are expected to serve as a basis for more sustainable management of mining land.
Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Proyek Menggunakan Metode Earned Value Pada Proyek Revitalisasi SMP Negeri 3 Bua Kabupaten Luwu Aesyar Farib; Jusmidah Jusmidah; Haerianti Haerianti
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v26i1.8693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja biaya dan waktu pada proyek Revitalisasi SMP Negeri 3 Bua Kabupaten Luwu menggunakan metode Earned Value. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data progres proyek dan laporan biaya pelaksanaan. Analisis dilakukan dengan menghitung indikator kinerja proyek yaitu Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), dan Actual Cost of Work Performed (ACWP). Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai Cost Performance Index (CPI) sebesar 1,00 yang menunjukkan bahwa biaya proyek sesuai dengan anggaran yang direncanakan. Sementara itu nilai Schedule Performance Index (SPI) sebagian besar lebih dari 1 yang menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek berjalan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode Earned Value dapat digunakan sebagai alat evaluasi kinerja proyek yang efektif dalam mengendalikan biaya dan waktu pelaksanaan proyek konstruksi. This study aims to analyze the cost and schedule performance of the Revitalization Project of SMP Negeri 3 Bua, Luwu Regency, using the Earned Value method. This research employed a quantitative approach utilizing project progress data and project cost reports. The analysis was conducted by calculating project performance indicators, namely Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), and Actual Cost of Work Performed (ACWP). The results of the analysis indicate that the Cost Performance Index (CPI) value is 1.00, which shows that the project cost is in accordance with the planned budget. Meanwhile, the Schedule Performance Index (SPI) value is mostly greater than 1, indicating that the project implementation is progressing faster than the planned schedule. These findings demonstrate that the Earned Value method can be used as an effective project performance evaluation tool in controlling cost and schedule in construction project implementation.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 1 (2026): Ecosystem Vol. 26 No 1, Januari - April Tahun 2026 Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025 Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025 Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025 Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024 Vol. 24 No. 2 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 2, Mei - Agustus Tahun 2024 Vol. 24 No. 1 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 1, Januari - April Tahun 2024 Vol. 23 No. 3 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 3, September - Desember Tahun 2023 Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023 Vol. 23 No. 1 (2023): ECOSYSTEM Vol. 23 No 1, Januari - April Tahun 2023 Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022 Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022 Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022 Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021 Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021 Vol. 21 No. 1 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 1, Januari - April Tahun 2021 Vol. 20 No. 3 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 3 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 2 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 19 No. 03 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 3 September - Desember 2019 Vol. 19 No. 2 (2019): ECOSYSTEM VOL.19 NO 2 Mei - Agustus 2019 Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019 Vol. 18 No. 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Januari-April 2018 Vol. 18 No. 2 (2018): ECOSYSTEM VOL 18 NO. 2 Mei - Agustus 2018 Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018 Vol. 17 No. 3 (2017): Vol 17 No 3 (2017): September-Desember 2017 Vol. 17 No. 2 (2017): Vol 17 No 2 (2017): Mei-Agustus 2017 Vol. 17 No. 1 (2017): Vol 17 No 1 (2017): Januari-April 2017 Vol. 16 No. 3 (2016): Ecosystem Vol 16 No 3, Oktober-Desember 2016 Vol. 16 No. 2 (2016): Ecosystem Vol. 16 No 2, Mei - Agustus 2016 Vol. 16 No. 1 (2016): Ecosystem Vol 16 No 1, Januari-April 2016 More Issue