cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Health Sciences and Research
ISSN : 26230674     EISSN : 2655643X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jambura Journal of Health Sciences and Research is a health scientific journal which published original articles of public health. This articles Published Twice a year in January and July. Which Focus and Scope in public health issues, including : Epidemiology, Health Education and Promotion, Environmental Health, Occupational Health and Safety, Health Administration and Policy, Biostatistics, Reproductive Health, Hospital Management, Nutrition Science, Health Information System. Moreover, Author can submit articles on any issue relating to public health with editor consideration.
Arjuna Subject : -
Articles 352 Documents
THE EFFECT OF GIVING AMBON BANANA ON HEMOGLOBIN LEVELS OF ADOLESCENT WOMEN Fatmawati Ibrahim; Wawa Amalia Bau; Sri Nurlaily Z
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i1.16749

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi yang banyak terdapat di seluruh dunia, bahkan WHO menyebutkan bahwa anemia merupakan 10 masalah kesehatan terbesar di abad modern ini. Kelompok yang beresiko tinggi menderita anemia salah satunya adalah remaja putri. Kebarauan penelitian ini karena menganalisis pengaruh pemberian pisang ambon terhadap kadar hemoglobin remaja putri. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh pemberian pisang ambon terhadap kadar hemoglobin remaja putri di SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-experiment dengan rancangan penelitian pretest posttest. Analisa data dengan menggunakan uji paired sample t-test. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 114 orang dan sampel berjumlah 32 orang yang diambil dengan menggunkan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi  remaja yang memiliki kadar HB 12g/dl dan kriteria eklusi remaja yang baru sembuh dari sakit dan remaja putri yang tidak teratur mengkonsumsi pisang ambon, serta remaja yang tidak mengkonsumsi Tablet Tambah Darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kadar hemoglobin remaja putri setelah diberikan pisang ambon yakni sebesar 1,07gr/dl dan standar deviasi 1,27. Sedangkan nilai sig (2-tailed) 0,000 0,05. Kesimpulannya terdapat pengaruh pemberian pisang ambon terhadap kadar hemoglobin remaja putri di SMAN 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango.Kata Kunci : Kadar Hemoglobin; Pisang Ambon; Remaja Putri. AbstractAnemia is a nutritional problem that is widely found throughout the world. Even WHO mentions that anemia is the 10 biggest health problem in the modern century. One of the groups at high risk of suffering from anemia is young women. The purpose of this study is because it analyzes the effect of ambon banana administration on the hemoglobin levels of young women. The study aimed to investigate the impact of ambon banana administration on the hemoglobin levels of adolescent girls at Bone Bolango District State High School. This research method uses pre-experiment research with a posttest pretest research design. Data analysis using paired sample t-test. The population in this study was 114 people, and a sample of 32 people was taken using purposive sampling techniques with inclusion criteria for adolescents who had HB levels 12g/dl and exclusion criteria for adolescents who had just recovered from illness and young women who irregularly consumed ambon bananas, as well as adolescents who did not consume Blood Add Tablets. The results showed that the average value or difference in the intermediate hemoglobin level of young women after being given ambon bananas was 1.07gr / dl and the standard deviation was 1.27. While the sig (2-tailed) value of 0.000 0.05 means that Ho is rejected and Ha is accepted. In conclusion, giving ambon bananas affects the hemoglobin levels of young women at SMAN 1 Kabila, Bone Bolango Regency.
ANTIOXIDANT EFFECTIVENESS TEST USING UV-VISIBLE SPECTROPHOTOMETRY IN FORMULATIONS ETHANOL EXTRACT OF KELUBI FRUIT FLESH (Eleiodoxa conferta (Griff.) Burret) MOISTURIZING CREAM PREPARATIONS Kanne Dachi; Sudewi Sudewi; Nilsya Febrika Zebua; Siti Salmiyah; Ika Julianti Tambunan
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i1.17617

Abstract

Buah kelubi (Eleiodoxa conferta (Griff.) Burret)  adalah tanaman buah yang mengandung senyawa flavonoid sangat bermanfaat untuk kulit. Kebaruan penelitian ini karena peneliti melakukan pengujian efektivitas antioksidan menggunakan spektrofotometri uv-visible pada formulasi ekstrak etanol daging buah kelubi dalam sediaan krim pelembab kulit. Tujuan penelitian untuk menganalisis ekstrak etanol daging buah kelubi yang diformulasikan kedalam sediaan krim pelembab pada beberapa variasi konsentrasi yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan eksperimental dengan bahan uji daging buah kelubi yang di maserasi menggunakan penyari etanol 96% diformulasikan kedalam krim pelembab menggunakan konsentrasi 1,5%, 2,0%, 2,5% serta blanko. Hasil pengujian pada sediaan krim pelembab menunjukkan bahwa ekstrak etanol daging buah kelubi (Eleiodoxaconferta (Griff.) Burret) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan krim pelembab yang homogen dengan tipe emulsi M/A serta mempunyai nilai pH yang sesuai denga pH kulit fisiologis manusia yaitu nilai pH sediaan krim pelembab sesaat setelah dibuat adalah 6,1-6,5 dan pH sediaan krim pelembab setelah dilakukan Cycling test adalah 6,0-6,3. Sediaan krim pelembab dengan konsentrasi ekstrak etanol daging buah kelubi sebesar 2,5% adalah sediaan terbaik yang mampu memberikan kelembaban pada kulit sukarelawan dengan nilai 56 dimana nilai tersebut dikategorikan  “Hidrasi”, dengan persen pemulihan kelembapan pada kulit sebesar 28,04% selama 4 minggu pemakaian dengan kategori antioksidan sedang (IC50= 118,4903 ppm) dan blanko tergolong sebagai antioksidan yang sangat lemah (IC50= 243,0549 ppm). Kesimpulannya sediaan krim pelembab ekstrak etanol daging buah kelubi tidak menimbulakan efek mengiritasi kulit.Kata Kunci: Antioksidan; Ekstrak etanol; Buah kelubi; Krim pelembab.AbstractKelubi fruit (Eleiodoxa conferta (Griff.) Burret) is a fruit plant that contains flavonoid compounds that are very beneficial for the skin. The novelty of this study is that researchers tested the effectiveness of antioxidants using UV-visible spectrophotometry on the formulation of ethanol extract of kelubi fruit flesh in skin moisturizing cream preparations. The purpose of the study was to analyze ethanol extract of kelubi fruit flesh formulated into a moisturizing cream preparation at several concentration variations that have activity as antioxidants and do not cause irritation to the skin. The study used descriptive and experimental methods with test materials for kelubi fruit flesh which was macerated using 96% ethanol filtering formulated into a moisturizing cream utilizing a concentration of 1.5%, 2.0%, 2.5%, and blanks. The test results on moisturizing cream preparations showed that ethanol extract of kelubi fruit flesh (Eleiodoxaconferta (Griff.) Burret) can be formulated in the dosage form of a homogeneous moisturizing cream with an M / A emulsion type and has a pH value that is under the pH of human physiological skin, namely the pH value of the moisturizing cream preparation shortly after it is made is 6.1-6.5, and the pH of the moisturizing cream preparation after the cycling test is 6.0-6.3. A moisturizing cream preparation with a concentration of ethanol extract of kelubi fruit flesh 2.5% is the best preparation that can provide moisture to the skin of volunteers with a value of 56 where the value is categorized as "Hydration," with a moisture recovery percent on the skin of 28.04% for 4 weeks of use with a moderate antioxidant category (IC50 = 118.4903 ppm) and blanks classified as very weak antioxidants (IC50 = 243.0549 ppm). In conclusion, preparing the moisturizing cream of ethanol extract from kelubi fruit flesh does not cause an irritating effect on the skin.
FACTORS AFFECTING THE COMPLETENESS OF THE VACCINE COVID-19 IN PEOPLE WITH NON-COMMUNICABLE DISEASES AT THE TWANO HEALTH CENTER Asriati Asriati; Lisda Oktavia M. Pamangin; Helen Try Juniasti
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i1.16904

Abstract

Covid-19 dapat menjadi lebih berbahaya jika diderita oleh kelompok lanjut usia dan mereka memiliki penyakit bawaan (komorbid) seperti hipertensi, diabetes, jantung, asma, kanker, dan gagal ginjal. Di Papua, 14% penduduk Lansia telah menerima vaksin Covid-19. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang faktor yang mempengaruhi kelengkapan vaksin Covid-19 pada penderita penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penderita penyakit tidak menular (PTM) untuk lengkap menerima vaksin Covid-19. Jenis penelitian menggunakan survey cross sectional. Sampel adalah penderita PTM sebanyak 100 responden yang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson, uji korelasi Spearman, dan uji regresi linier berganda dengan Confidence Interval 95% / a= 0,05. Hasil bahwa terdapat faktor perceived benefit (p=0,000), risk perception (p=0,000), trust (p=0,000), dan attitude (p=0,000) adalah faktor yang berhubungan dengan niat penderita PTM melakukan vaksinasi Covid-19. Analisis multivariat menemukan faktor attitude (p=0,000) merupakan faktor yang paling berpengaruh pada niat penderita PTM melakukan vaksinasi Covid-19. Kesimpulan faktor yang paling berpengaruh terhadap niat penderita PTM untuk melakukan vaksinasi Covid-19 adalah faktor attitude. Kata kunci: Lansia; Penyakit Tidak Menular; Vaksin Covid-19. AbstractCovid-19 can become more dangerous if it is suffered by the elderly and they have congenital (comorbid) diseases such as hypertension, diabetes, heart, asthma, cancer, and kidney failure. In Papua, 14% of the elderly population has received the Covid-19 vaccine. The novelty of this study is that it examines the factors that affect the completeness of the Covid-19 vaccine in people with non-communicable diseases. This study aims to determine the factors influencing people with non-communicable diseases (NCDs) to receive the Covid-19 vaccine fully. This type of research uses cross-sectional surveys. The sample was 100 respondents, with NCDs took using by Accidental Sampling technique. Data analysis using Pearson correlation test, Spearman correlation test, and multiple linear regression test with 95% Confidence Interval / a= 0.05. The result that there are perceived benefit factors (p=0.000), risk perception (p=0.000), trust (p=0.000), and attitude (p=0.000) are factors related to the intention of NCD sufferers to vaccinate against Covid-19. A multivariate analysis found that the attitude factor (p=0.000) was the most influential in the choice of NCD sufferers to vaccinate against Covid-19. In conclusion, the factor that most influences the intention of NCD sufferers to vaccinate against Covid-19 is the attitude factor. Keywords: Elderly; Non-communicable Diseases; Covid-19 vaccine.
COMPARISON OF BLEEDING TIME AND CLOTTING TIME IN WOMEN AGAINST ABO BLOOD TYPE Hasrimayana Hasrimayana; Aryadi Arsyad; Muhammad Husni Cangara
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i1.17690

Abstract

Kelompok darah ABO dan jenis kelamin yang berbeda dapat memberikan hasil yang berbeda dari waktu perdarahan dan waktu pembekuan. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang perbandingan bleeding time dan clotting time pada wanita terhadap golongan darah ABO. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan waktu perdarahan dan waktu pembekuan pada wanita berdasarkan golongan darah ABO. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional dan sampel total 115 subjek. Pengukuran waktu perdarahan menggunakan metode duke, waktu pembekuan menggunakan metode slide dan golongan darah menggunakan metode aglutinasi slide. Penelitian ini menggunakan uji komparatif numerik dengan one way ANOVA, dilanjutkan dengan analisis post hoc untuk membandingkan waktu perdarahan dan waktu pembekuan antara golongan darah ABO. Hasil penelitian ini menunjukkan waktu perdarahan pada golongan darah B yang secara signifikan lebih lama dibandingkan golongan darah lainnya (p=0,001). Sementara itu, waktu pembekuan pada golongan darah B secara signifikan lebih lama dibandingkan golongan darah lainnya (p= 0,001). Kesimpulan bahwa wanita dengan golongan darah B memiliki waktu perdarahan dan waktu pembekuan yang jauh lebih lama daripada golongan darah lainnya.Kata Kunci: Waktu pendarahan; Waktu pembekuan; Golongan darah ABO. AbstractDifferent ABO blood groups and sexes can give different results from bleeding and clotting times. This study's novelty is that it examines the comparison of bleeding time and clotting time in women to the ABO blood type. This study aimed to compare bleeding and clotting time in women based on ABO blood type. This study is a descriptive study with a cross-sectional design and a total sample of 115 subjects. Measure bleeding time using the duke method, clotting time using the slide method, and blood type using the slide agglutination method. This study used a comparative numerical test with a one-way ANOVA, followed by post hoc analysis to compare bleeding and clotting time between ABO blood types. This study showed that the bleeding time in blood type B was significantly longer than in other blood types (p=0.001). Meanwhile, the clotting time in blood type B is considerably longer than in different blood types (p= 0.001). In conclusion, women with blood type B have much longer bleeding and clotting times than other blood types.Keywords: Bleeding time; Freezing time; ABO Blood type. 
EFFECT OF EGGSHELL SUSPENSION ADMINISTRATION AGAINST PULMONARY FIBROSIS OF WHITE RATS (RATTUS NORVEGICUS) BLEOMYCIN-INDUCED Nur Amalia Alif; Aryadi Arsyad; Arif Santoso
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i1.17847

Abstract

AbstrakFibrosis paru adalah gangguan paru-paru yang menunjukkan pembentukan jaringan paru yang melibatkan infiltrasi sel inflamasi, proliferasi fibroblas, spesies oksigen reaktif (ROS) dan akumulasi matriks ekstraseluler yang berlebihan di parenkim paru-paru. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti tentang efek pemberian suspensi cangkang telur terhadap fibrosis paru tikus putih yang diinduksi bleomisin. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek anti-fibrotik dan anti-inflamasi dari suspensi kulit telur pada model fibrosis paru tikus. Penelitian percobaan dengan rancangan post-test only control group menggunakan wirar jantan Rattus norvegicus dengan berat 200-250 g sebanyak 25 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok (n = 5). Pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan histopatologi paru-paru yang dianalisis menggunakan metode Ashcroft yang dimodifikasi dan menghitung Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran histopatologis paru-paru pada K1 tidak menemukan fibrosis sedangkan pada kelompok K2 fibrosis paru berkembang derajat 6 hingga 7 dengan massa fibrotik besar ≥50% bidang visual. Pengurangan luas fibrosis pada kelompok P1 dan P2 menjadi derajat 4 sampai 5. Sedangkan, pada kelompok P3 derajat fibrosis adalah 2 sampai 3. Hasil ini menunjukkan bahwa area fibrosis paru menurun dengan meningkatnya dosis suspensi kulit telur. Nilai NLR untuk semua kelompok dinyatakan dalam batas normal (4). Kesimpulan bahwa suspensi kulit telur memiliki efek anti-fibrotik dan anti-inflamasi pada model fibrosis paru-paru tikus yang disebabkan oleh bleomycin.Kata Kunci: Bleomisin; Fibrosis; Histologi; NLR. AbstractPulmonary fibrosis is a lung disorder that indicates the formation of lung tissue involving infiltration of inflammatory cells, the proliferation of fibroblasts, reactive oxygen species (ROS), and excessive accumulation of the extracellular matrix in the lung parenchyma. The novelty of this study is that it examines the effect of eggshell suspension administration on bleomycin-induced white rat pulmonary fibrosis. This study aims to prove eggshell suspension's anti-fibrotic and anti-inflammatory effects in models of rat pulmonary fibrosis. In this study, a histopathological examination of the lungs was carried out, which was analyzed using the modified Ashcroft method and calculated the Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR). The experimental research with a post-test-only control group design using Rattus norvegicus male wire weighing 200-250 g, as many as 25 mice divided into five groups (n = 5). The results showed that the histopathological picture of the lungs in K1 did not find fibrosis.Reduction of fibrosis area in groups P1 and P2 to degrees 4 to 5. In contrast, in the K2 group, pulmonary fibrosis developed degrees 6 to 7 with a sizeable fibrotic mass of ≥50% visual field. Meanwhile, in the P3 group, the degree of fibrosis is 2 to 3. These results show that the area of pulmonary fibrosis decreases with increasing doses of eggshell suspension. NLR values for all groups are expressed within normal limits (4). The conclusion is that eggshell suspension has anti-fibrotic and anti-inflammatory effects on a model of rat lung fibrosis caused by bleomycin.Keywords: bleomycin; Fibrosis; Histology; NLR.
ANALISIS BAHAN KIMIA OBAT DALAM JAMU PEGAL LINU MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI GAS - SPEKTROMETRI MASSA Rahmawaty Hasan; Moh. Rasyid Kuna; Siti Asiyah Ismail
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i2.16876

Abstract

PerMenKes RI No. 007 Tahun 2012 tentang Registrasi Obat Tradisional mengatur tentang dilarangnya obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat hasil isolasi atau sintetik berkhasiat obat. Jamu pegal linu merupakan salah satu jenis jamu yang sering ditambahkan bahan kimia obat (BKO). Bahan kimia obat yang biasa ditambahkan ke dalam jamu tradisional diantaranya adalah obat golongan NSAID yaitu fenilbutazon. Kebaruan penelitian karena menganalisis kandungan bahan kimia dalam jamu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis adanya kandungan dan kadar fenilbutazon dalam jamu pegal linu. Metode penelitian untuk analisis kualitatif sebagai identifikasi adanya kandungan fenilbutazon menggunakan Kromatografi Lapis Tipis dengan fase gerak n-heksan: etil asetat (4:1) serta analisis kuantitatif menggunakan Liquid Chromatography-Mass Spectrometry dengan fase terbalik dengan sistem elusi isokratik fase gerak ultrapure water : asetonitril (90:10% v/v) pada laju alir 0,2 mL/menit dan volume injeksi 10 µL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat sampel positif mengandung fenilbutazon yakni sampel A, C, D, dan E. Analisis kuantitatif didapatkan kadar fenilbutazon dalam sampel A sebanyak 0,63/7 g, pada sampel C sebesar 0,72 g/7 g, pada sampel D sebesar 0,19 g/7 g dan pada sampel E sebesar 0,75 g/7 g. Empat jenis jamu pegal linu tersebut menyalahi PerMenKes RI No. 007 Tahun 2012 terkait adanya larangan kandungan bahan kimia obat sintetik berkhasiat obat dalam obat tradisional. Kesimpulan penelitian yakni terdapat empat jenis jamu yang mengandung bahan kimia obat fenilbutazon.
EFFECT OF AVOCADO JUICE (Persea americana Mill) ON CHOLESTEROL REDUCTION IN THE ELDERLY Lidia Widia; Devina Yolanda; M. Akbar Ramadhan; Istiatun Mawarni
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i2.17917

Abstract

Kolesterol merupakan senyawa lemak berlilin yang diproduksi oleh tubuh organ hati dan sebagian lainnya didapatkan dari makanan. Namun, bila berlebihan akan menimbulkan risiko penyakit, seperti diabetes mellitus, stroke, aterosklerosis, dan penyakit jantung koroner. Kadar kolesterol total dapat dikategorikan menjadi normal dibawah 200mg/dl, batas tinggi 200-239 mg/dl. Kolesterol banyak diderita oleh para lansia dikarenakan factor usia yang semakin lama badan akan semakin malas digerakkan. Studi pendahuluan menunjukkan data terdapat 156 lansia yang terkena kolesterol. Terapi non farmakologi dengan pemberian jus buah alpukat dipercaya dapat menurunkan kolesterol. Kebaruan penelitian ini karena peneliti ingin melihat pengaruh pemberian jus alpukat terhadap penurunan kolesterol pada lansia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh jus alpukat terhadap penurunan kolesterol. Pemberian jus alpukat dengan takaran 1 buah alpukat ukuran sedang (300 gr) ditambah air 100 cc dan jus diberikan kepada lansia yang tidak mengkomunikasikan obat penurunan kolesterol diberikan 1 kali/hari setelah makan pagi  selama 7 hari berturut-turut kemudian di observasi pengamatan kolesterol pre-test dan kolesterol post-test. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan pre and posttest without control pada jumlah sampel sebanyak 20 orang yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dan sudah mendapatkan persetujuan etik. Hasil penelitian uji wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan nilai pretest kadar kolesterol ≥200 mg/dl sebanyak 20 lansia (100%) dan nilai posttest 17 orang (85%) mengalami penurunan kadar kolesterol, pvalue 0,001 (0,05). Kesimpulan bahwa ada pengaruh jus alpukat terhadap penurunan kadar kolesterol pada lansia. Kata Kunci : Jus Alpukat; Kadar Kolesterol; Lansia. AbstractCholesterol is a waxy fat compound produced by the body of the liver; some of it is obtained from food. However, if it is excessive, it will pose a risk of diseases such as diabetes mellitus, stroke, atherosclerosis, and coronary heart disease. Total cholesterol levels can be categorized into a standard below 200mg/dl and a high limit of 200-239 mg/dl. Cholesterol is suffered by many older adults because of the age factor that the longer the body will be lazy to move. Preliminary studies showed data on 156 older adults affected by cholesterol. Non-pharmacological therapy with the administration of avocado fruit juice is believed to lower cholesterol. The novelty of this study is that researchers want to see the effect of avocado juice administration on cholesterol reduction in the elderly. The purpose of this study was to analyze the effect of avocado juice on cholesterol reduction. Avocado juice with a dose of 1 medium-sized avocado (300 gr) plus 100 cc water and juice was given to the elderly who did not communicate cholesterol reduction drugs given 1 time/day after breakfast for 7 consecutive days, then observed observation of pretest cholesterol and post-test cholesterol. The research design used quasi-experiments with pre and post-test without control on a total sample of 20 people who were selected based on purposive sampling techniques and had obtained ethical approval. The results of the Wilcoxon test study showed that there was a difference in the pretest value of cholesterol levels ≥200 mg/dl in as many as 20 elderly (100%), and the post-test value of 17 people (85%) experienced a decrease in cholesterol levels, pvalue 0.001 (0.05). The conclusion is that there is an influence of avocado juice on the reduction of cholesterol levels in the elderly.Keywords: Avocado Juice; cholesterol levels; Elderly.
CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIOR OF THE COMMUNITY IN AYUH RIVER, SOUTH BARITO REGENCY CENTRAL KALIMANTAN Mas'ud Ruga Idris; Fitryane Lihawa; Marike Mahmud
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i2.14343

Abstract

Hidup sehat merupakan suatu hal yang harus diterapkan oleh setiap orang, karena manfaat kesehatan yang sangat penting bagi setiap manusia, mulai dari konsentrasi dalam bekerja dan beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian bertujuan menganalisis perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat di bantaran Sungai Ayuh. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang mendeskripsikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat. Jumlah desa sebanyak 5 (lima) desa yaitu; Kayu Umban, Sire, Patas I, Patas II, Muara Singan. Lokasi sampling air Sungai Ayuh dilakukan pada bagian hulu sungai, bagian tengah (lokasi pemukiman) dan bagian hilir sungai. PHBS difokuskan pada perilaku masyarakat yang berhubungan dengan pemanfaatan air. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa PHBS cukup baik pada 5 (lima) desa yang menjadi sampel survey persentase pemenuhan parameter syarat PHBS (PP Kemenkes RI Nomor: 2269/MENKES/PER/XI/2011). Pada aspek perilaku buang air besar sembarangan (JSP), Ketersediaan JSP terbanyak di desa  Kayumban. Aspek  Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT) mayoritas warga telah menyediakan tempat pembuangan sampah  rumah tangga  terbanyak di desa Patas 2 yaitu 89%. Dalam hal pengelolaan Air Minum Rumah tangga yang aman dan sangat memadai berada di desa Kayumban yaitu 97%. Aspek cuci tangan pakai sabun mayoritas warga telah melakukan cuci tangan pakai sabun terbanyak berada di desa Sire 37%.  Kesimpulan menunjukan bahwa parameter kunci perilaku PHBS cukup baik pada 5 (lima) desa yang menjadi survey penelitian.Kata kunci: Perilaku Hidup Bersih; Masyarakat Bantaran Sungai; Sungai Ayuh. AbstractHealthy living is something that must be applied by everyone, because the health benefits are very important for every human being, starting from concentration in work and activities in daily life. The study aims to analyze the clean and healthy living behavior of people on the banks of the Ayuh River. The method used is descriptive quantitative which describes the clean and healthy living behavior (PHBS) of the community. The number of villages is 5 (five) villages, namely; Sling Wood, Sire, Patas I, Patas II, Muara Singan. The water sampling location of the Ayuh River is carried out in the upper reaches of the river, the middle part (residential location) and the lower reaches of the river. PHBS is focused on community behavior related to water utilization. The results of this study show that PHBS is quite good in 5 (five) villages that are survey samples of the percentage of meeting the PHBS requirements parameter (PP Kemenkes RI Number: 2269 / MENKES / PER / XI / 2011). In the aspect of open defecation behavior (JSP), jsp availability is highest in Kayumban village. Aspects of Household Waste Management (PSRT) the majority of residents have provided the most household waste disposal sites in Patas 2 village, which is 89%. In terms of safe and very adequate household drinking water management, it is in Kayumban village, which is 97%. The aspect of washing hands with soap the majority of residents who have washed their hands with soap is the most in Sire village 37%.  The conclusion shows that the key parameters of PHBS behavior are quite good in 5 (five) villages that are research surveys.Keywords: Clean Living Behavior; Riverbank Society; Ayuh River.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAENA KOTA JAYAPURA Katarina Lodia Tuturop; Natalia Paskawati Adimuntja; Kristina Hutasoit
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i2.17530

Abstract

Kusta merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang menyerang berbagai bagian tubuh. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti tentang faktor risiko kejadian penyakit kusta di wilayah kerja puskesmas waena kota jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian penyakit kusta di wilayah kerja Puskesmas Waena, Kota Jayapura. Jenis penelitian adalah observasional, dengan rancangan case control study. Populasi penelitian adalah penderita Kusta yang berkunjung ke Puskesmas Waena tahun 2020–2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dimana jumlah sampel kasus dan control sebanyak 44 orang dengan perbandingan 1:1. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariate menggunakan uji regresilogistik. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa ada pengaruh antara riwayat kontak (p=0,00; OR=21,42), kebiasaan mencuci tangan (p=0,03; OR=4,91), kebiasaan meminjam pakaian (p=0,00; OR=12,00), kebiasaan membersihkan lantai rumah (p=0,00;OR=16,88), dengan kejadian penyakit kusta, dan tidak ada risiko antara kebiasaan mandi (p=0,48; OR=1,09), kebiasaan menggunakan handuk (p=0,31; OR=2,57), kebiasaan mengganti seprai, sarung bantal dan selimut (p=0,06; OR=4,08), kebiasaan mencuci rambut (p=0,74; OR=1,52), kebiasaan tidur bersama (p=0,09; OR=4,38) dengan kejadian penyakit kusta. Hasil analisis multivariat menunjukkkan bahwa variabel yang paling dominan terhadap kejadian penyakit kusta adalah riwayat kontak (p=0,00;OR=17,44). Kesimpulan bahwa Ada risiko antara riwayat kontak, kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan meminjam pakaian, kebiasaan membersihkan lantai rumah, dengan kejadian penyakit kusta, dan tidak ada risiko antara kebiasaan mandi, kebiasaan menggunakan handuk, kebiasaan mengganti seprai, sarung bantal dan selimut, kebiasaan  mencuci rambut, kebiasaan tidur bersama dengan kejadian penyakit kusta. 
PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN BAKTERI Dermacoccus nishinomiyaensis DAN Micrococcus luteus DENGAN EKSTRAK BIJI SALAK (Salacca zalacca (Geartn.) Voss) Muflihah Fujiko; Khaliza Maulidea; Vriezka Mierza; Sumardi Sumardi
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i2.18361

Abstract

Salak merupakan kelompok tumbuhan angiospermae yang tumbuh dan tersebar di Indonesia. Biji salak diketahui memiliki kandungan senyawa tanin, kuinon, monoterpen, seskuiterpen, alkaloid dan polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan dan antibakteri. Tumbuhan yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri saat ini banyak diteliti dan dikembangkan menjadi suatu produk atau diperlukan untuk pengobatan terbaru karena terjadinya resistensi terhadap antibiotik. Bakteri patogen merupakan salah satu bakteri yang resisten terhadap antibiotik seperti bakteri Gram + yang dapat menyebabkan infeksi serius. Bakteri Micrococcus luteus dan Dermacoccus nishinomiyaensis merupakan bakteri Gram + yang dapat berkembang biak pada kulit, mukosa, jaringan pernafasan dan jaringan otak. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang hambatan prtumbuhan bakteri Dermacoccus nishinomiyaensis dan Micrococcus luteus dengan ekstrak biji salak (Salacca zalacca (Geartn.) Voss) Adanya aktivitas antibakteri dari biji salak terhadap pertumbuhan bakteri Micrococcus luteus dan Dermacoccus nishinomiyaensis merupakan tujuan dari penelitian ini. Metode penelitian yang dilakukan meliputi identifikasi tumbuhan, ekstraksi sampel secara maserasi, analisis golongan senyawa kimia secara Kromatografi Lapis Tipis (KLT), dan pengujian antibakteri dengan metode difusi sumuran. Hasil analisis golongan senyawa kimia dengan metode KLT menunjukkan ekstrak etanol biji salak mengandung senyawa polifenol, alkaloid, triterpenoid dan steroid. Hasil uji aktivitas antibakteri memperlihatkan adanya daerah hambat terhadap pertumbuhan bakteri Micrococcus luteus dan Dermacoccus nishinomiyaensis pada konsentrasi 100 mg/ml. Kesimpulan ekstrak etanol dari biji salak memiliki aktivitas antibakteri yang dihubungkan dengan kandungan senyawa kimianya.Kata kunci: Antibakteri, Biji Salak, Dermacoccus nishinomiyaensis, Micrococcus luteus, Salacca zalacca (Geartn.)

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2026): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 4 (2025): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 3 (2025): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 2 (2025): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 4 (2024): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 3 (2024): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 2 (2024): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 6, No 1 (2024): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 4 (2023): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4, No 3 (2022): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4, No 2 (2022): Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 4, No 2 (2022): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4, No 1 (2022): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 4 (2022): SPECIAL EDITION JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 3, No 2 (2021): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 3, No 1 (2021): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 2, No 2 (2020): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 2, No 1 (2020): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 1, No 2 (2019): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH Vol 1, No 2 (2019): July Vol 1, No 1 (2019): JANUARI More Issue