cover
Contact Name
Indra Rukmana
Contact Email
indra@iaiig.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalwarna@iaiig.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. cilacap,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Warna
ISSN : 26151642     EISSN : 25500058     DOI : -
Jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan anak usia dini dengan pengajarannya melalui media seni dan budaya. Terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli. Memuat tulisan yang menyangkut gagasan atau pemikiran, hasil penelitian pendidikan anak usia dini, seni, budaya pariwisata berbasis edukasi dan pengajarannya.
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
TARI SAMA’ MAULAWIYYAH DAN MAKNA SUFISTIKNYA Abdullah, Latif
Jurnal Warna Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tasawuf telah menjadi istilah bagi masyarakat yang tumbuh berdasar perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi. Sehingga kita menemukan makna tasawuf yang berbeda dalam setiap kurun waktu, bahkan hal itu bisa jadi dari setiap orang sufi juga mengalami perbedaan. Lebih dari itu, sangat mungkin terjadi seorang sufi yang satu dengan yang lain dalam satu kurun juga mempunyai definisi yang tak sama. Sebab, masing-masing sufi itu menuturkan definisinya sesuai apa yang dirasakan dalam eksperimennya, maupun intuisi (dzauq) yang diterima.Perkembangan tasawuf dimulai setelah abad pertama Islam sebagai sebuah perlawanan terhadap semakin meningkatnya penyelewengan-penyelewengan dan perwujudan-perwujudan yang keliru dari ajaran-ajaran Islam, terutama yang dilakukan oleh penguasa saat itu. Para penguasa dan raja-raja sering kali menggunakan nama Islam untuk melegitimasi tujuan-tujuan mereka. Atau mengesampingkan aspek-aspek ajaran-ajarannya yang tidak sesuai dengan tujuan-tujuan atau gaya hidup mewah mereka. Sejak itu dan seterusnya, sejarah mencatat adanya kebangkitan kembali, pembaharuan, dan militansi yang semakin berkembang diantara kelompok-kelompok muslim yang tulus diseluruh wilayah Islam yang luas. Bangsa Arab pra Islam melakukan ritual kepercayaan mereka dengan melakukan gerakan berputar disela-sela ritual mengelilingi Ka’bah. Gerakan ini dibarengi dengan tarian, nyayian, teriakan-teriakan dan seruan-seruan yang membentuk sebuah festifal. Setelah kedatangan Islam maka Thawaf disekeliling Ka’bah ditetapkan dan dibuanglah tradisi menari, menyanyi, dan berteriak, bahkan mengharamkannya. Dan diganti dengan doa-doa yang baru yang sesuai dengan kedudukan dan tempat simbol yang disucikan orang-orang Islam ini.Tarekat Maulawiyah adalah tarekat yang dikenal baik dibarat maupun ditimur, karena kekhasan tarian Darwis berputarnya yang biasa dilakukan dengan durasi yang panjang. Syaikh Muhammad Kamal Al-Din Al-Hariri Zadah dalam Tibyan Wasail Al-Haqaiq Fi Bayani Salasil Al-Tharaiq menjelaskan tentang pondasi dasar tarekat Maulawiyya. Gerakan tari yang dilakukan para sufi Maulawi tidak lain adalah ekspresi kondisi ruhani para Darwisy/ sufi maulawi. Adakalanya juga gerakan tubuh ini bersifat spontanitas efek dari bersentuhan langsung dengan objek tertentu. Sebagi contoh tatkala membaca Al-Qur’an kadang seseorang bergoyang kekanan-kiri secara berulang-ulang ini adalah hasil dari peresapan dan hadirnya hati tatkala membacanya.
MENGETAHUI THE MASCOTS SEBAGAI IDENTITAS KEBUDAYAAN INDONESIA MELALUI KAJIAN VISUAL DAN MUSIK Haeril, Fachmi Khadam; Ali, Arhamuddin
Jurnal Warna Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengetahui The Mascots sebagai Identitas Kebudayaan Indonesia Melalui Kajian Visual dan Musik merupakan karya tulis yang bertujuan untuk meneliti dua aspek, yaitu unsur kebudayaan yang terdapat dalam karya The Masocts, dan proses mengetahui karya tersebut sebagai identitas kebudayaan Indonesia.  Studi kasus ini menganalisis aspek visual dan musikal yang kemudian dianalisis menggunakan konsep pengetahuan Aquinas dan kesan Leibniz. Penelitian ini menyimpulkan bahwa The Mascots memuat unsur visual dan musikal yang berasal dari berbagai macam latar belakang kebudayaan Indonesia. Selain itu, mengetahui karya ini sebagai identitas kebudayaan Indonesia yang kaya akan keberagaman diketahui dengan cara mengungkap aspek universal, yaitu kesatuan karya yang mengandung unsur-unsur spesifik sebagai ciri dari paduan keberagaman.
THE SILENT PIECE (4’ 33”) KARYA JOHN CAGE: SUATU TELAAH IKONOGRAFI DAN IKONOLOGI ERWIN PANOFSKY Ichsan, Ichsan
Jurnal Warna Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

4’33” merupakan buah kontemplatif dari John Cage yang membuatnya tak berhenti dibicarakan sampai hari ini, karya yang juga sering disebut the Silent Piece ini merupakan karya musik yang sepenuhnya “diam” - tak ada satupun nada yang dibunyikan. Karya fenomenal ini diciptakan pada tahun 1949, kemudian ditampilkan pertama kali pada tahun 1951 oleh pianis ternama kala itu, David Tudor. Telaah ikonografi dan ikonologi yang dipakai sebagai sudut pandang dalam tulisan ini bermaksud untuk mencoba mengaplikasikan konsep yang lazim diperuntukkan untuk menganalisis karya seni rupa untuk kemudian diaplikasikan dalam karya musik. Adapun hasil dari telaah studi kasus pada karya 4’ 33” ini meliputi deskripsi ikonografi, analisis ikonografi, dan interpretasi ikonologi.
MUSIK KERONCONG SEBAGAI MEDIA PENANAMAN SIKAP ANTI KORUPSI (Studi Kasus Pada Festival Musik Keroncong “Jangan Korupsi” di Bogor) Rukmana, Indra; Ali, Arhamuddin
Jurnal Warna Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus korupsi di Indonesia sudah membudaya. Segala lini kehidupan baik itu keagamaan, pendidikan, kebudayaan dll, sudah terjangkit korupsi. Berbagai kasus korupsi sudah banyak terjadi, seperti korupsi pembuatan patung anti korupsi di Pekanbaru, penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi KPK, kasus Setya Novanto dan masih banyak lagi. Kondisi tersebut menyebabkan banyaknya lahir gerakan untuk melawan budaya korupsi. Salah satu gerakan tersebut dilakukan dalam bidang musik. Seperti yang dilakukan Sekolah Pilar di Bogor, ada satu kegiatan festival musik keroncong dengan melombakan lagu-lagu keroncong yang bertema “Jangan Korupsi”. Maka dari itu, peneltian ini akan mencari dua hal, yaitu alasan memilih musik keroncong sebagai media penanaman sikap anti korupsi, serta mengetahui cara musik keroncong dijadikan media penanaman sikap anti korupsi. Studi kasus ini akan mengumpulkan data kualitatif dari hasil pengamatan, wawancara, analisis dokumen. Data akan dianalisis menggunakan teknik trianggulasi dan di dialogkan dengan konsep musik dan gerakan politik dari Cogan dan Kelso
UPAYA MENINGKATKAN APRESIASI PEMBELAJARAN SENI TARI MELALUI PENERAPAN METODE THINK-PAIR-SHARE DI SMA N 2 NGAGLIK, SLEMAN, YOGYAKARTA Sari, Ayu Permata; Rukmana, Indra
Jurnal Warna Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan hasil pembelajaran seni tari di SMA N 2 Ngaglik dalam pembelajaran tari Robyong melalui metode Think-Pair-Share. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA I SMA N 2 Ngaglik berjumlah 100 orang. Luaran yang di targetkan disini adalah meningkatkan keberhasilan kreatifitas belajar siswa melalui perbaikan proses pembelajaran yang menekankan pentingnya peran guru selaku pengelola kegiatan siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan metode Think-Pair-Share. Waktu penelitian ini selama 1 Tahun, terhitung dari bulan Januari hingga Desember 2019.Prosedur penelitian terdiri dari 4 tahap yaitu : (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, (4) refleksi dan evaluasi. Pelaksanaan tindakan sebanyak 2 Siklus. Siklus I, menyampaikan tari Robyong, tentang ragam-ragam gerak tari Robyong. Tindakan Siklus II, selanjutnya pelaksanaan metode Think-Pair-Share, yaitu membagi siswa menjadi 3 kelompok, kemudian memberikan ragam yang berbeda disetiap kelompoknya dan mempresentasikannya di depan kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket, pengamatan dan penampilan subjek penelitian pada proses penilaian.
PELAKSANAAN NILAI KARAKTER RELIGIUS PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TAMAN KANAK-KANAK PLUS MARHAMAH PARUPUK TABING PADANG Rahmadani, Melia; Mahyuddin, Nenny
Jurnal Warna Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to look at the description of the implementation of religious character values in children aged 4-6 years at TK Plus Marhamah Parupuk Tabing Padang. Researchers look at the implementation of religious character values from several aspects that exist (beliefs, worship, appreciation, and knowledge). Descriptive research, with a qualitative approach. To find out what the description of the implementation of religious character values in children aged 4-6 years in Kindergarten Plus Marhamah Parupuk Tabing Padang. Subjects in the study were children aged 4-6 years who were in class B1 TK Plus Marhamah Parupuk Tabing Padang. Informants from the study are Kindergarten Plus Marhamah Parupuk Tabing Padang teacher. The results showed that the implementation of religious character values in children aged 4-6 years developed well. Where the child is able to believe in the existence of God through His creation, the child can carry out daily worship, the child can fervently pray before learning, the child is able to know the way and order of worship.
FORMULASI STRATEGI PENGEMBANGAN MUSEUM HUTA BOLON SIMANINDO B.T Sirait, Markus
Jurnal Warna Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Warna
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Huta Bolon adalah sebuah perkampungan di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir yang memiliki perpaduan potensi alam dan budaya sehingga dibuka menjadi museum umum. Penurunan tingkat kunjungan wisatawan dalam empat tahun terakhir berdampak pada pengelolaan museum tersebut. Diperlukan strategi pengembangan sebagai upaya mengalokasikan sumber daya dan potensi yang dimiliki dalam meningkatkan performa dan produktifitas pengelolaannya untuk dapat kembali menarik minat kunjungan wisatawan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor internal dan eksternal dalam upaya pengembangan museum, kemudian merumuskan formulasi strategi pengembangan Museum Huta Bolon. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis menggunakan analisis SWOT.
SISTEM PELARASAN GITAR KLASIK LAMPUNG PEPADUN Barnawi, Erizal; Hasyimkan, Hasyimkan; Hernanda, Agung Hero
Jurnal Warna Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Warna
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gitar Klasik Lampung or Peting Tunggal is an acculturation music between Portuguese music and Lampung music. The form of acculturation is the guitar instrument from Portuguese and lyrics, the tuning system, and grenek from Lampung Pepadun people's culture and intelligence. Gitar Klasik Lampung Pepadun is also known as a type of vocal instrument performance art which has long been an instrument of expression and a part of people's lives that are currently following the times.Until now, Gitar Klasik Lampung Pepadun has developed very rapidly due to the presence of indirect social media to promote this art. Finally, many young people have emerged to learn and show their expertise on Instagram and their personal Facebook. Already began to emerge sanggar's from the original village of Lampung who studied and became a pioneer of the Gitar Klasik Lampung Pepadun.Gitar Klasik Lampung Pepadun has a different tuning system than the standard guitar. The tuning system is called Stem Pal, Stem Kembang kacang, Stem Be, Stem sanak mewang, and Stem hawayang. Excerpts (tetti ') consist of tetti' pal, Tetti' kembang kacang, tetti' Stambul, tetti' Keroncong Pandan, tetti' Tiga serangkai, tetti' Las Bas, tetti' Sanak Mewang di Ejan, tetti' Sai Kris, Tetti 'Hawayang' and Sandung.
KAJIAN SYAIR PADA WARAHAN KLASIK TENTANG GAMOLAN INSTRUMEN MUSIK TRADISIONAL LAMPUNG Hasyimkan, Hasyimkan; Barnawi, Erizal; Hakim, Uswatul
Jurnal Warna Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Warna
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gamolan is a traditional Lampung musical instrument, Gamolan came from West Lampung which was influenced by African, Arabic, Indian, Chinese and European cultures, as well as Sumatra.  Gamolan comes from the word begamol which means gathering which has three poems about gamolan including the story of warahan Radin Jambat, the oral literature of the Pubian and Tanggamus people.This research answers the problem of how classical gamolan poetry in Lampung.  The goal is to be missed background gamolan poetry.  The method used is descriptive qualitative analysis with the expected results that books can be made, submitted to journals and obtained copyright.
STAR LIGHTING SEBAGAI VENDOR TATA CAHAYA PADA KONSER ARTIS DI SULAWESI SELATAN Syam, Suandi
Jurnal Warna Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Warna
Publisher : IAIIG Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STAR LIGHTING adalah salah satu vendor tata cahaya di kota Makassar yang banyak digunakan diberbagai kebutuhan dalam Seni Pertunjukan, khususnya Konser dalam setiap acara yang dilaksanakan di Sulawesi Selatan yang dimana acara tersebut banyak menghadirkan arti-artis Daerah maupun Nasional. Dalam setiap penanganan tata cahaya (lighting) pada  suatu acara  konser, vendor Star Lighting tentunya mempunyai strategi dalam mengkonsep lampu-lampu dalam menangani setiap acara agar terlihat megah, maksimal dan professional dalam penanganannya. Berdasarkan rumusan masalah bagaimana strategi dan faktor penghambat dalam menangani event artis di Sulawesi Selatan, Banyaknya event yang pernah ditangani  oleh vendor Star Lighting menjadikan Star Lighting salah satu vendor terbaik di Sulawesi selatan. Hal ini dibuktikan dari banyaknya peminat event organizer dalam menggunakan jasa Star Lighting untuk memaksimalkan acaranya. Star Lighting tidak hanya dikenal di daerah Sulawesi Selatan namun di Provinsi lain pun Star Lighting cukup diperhitungkan dan memiliki nama besar. Hal ini dapat dilihat dari beberapa acara yang pernah ditangani antara lain: di Provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua, dan Kalimantan.