cover
Contact Name
Syahyuni
Contact Email
yonibanua@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
admin@staialfalahbjb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : 1829717X     EISSN : 26210347     DOI : -
Core Subject : Social,
Scientific journals published twice this year, containing articles raised from the study and analysis-analytical analysis, as well as the results of research around Islamic and community-based disciplines developed. In addition, the purpose of publishing this journal is to enhance and promote the knowledge and skills of academic research, practitioner and student research throughout the world.
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH KHUSUS KAK SETO KOTA TANGERANG SELATAN Mahmud, Fuad Khalis; Mirnawati, Mirnawati; Kusumastuti, Dewi Ekasari
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 23, No 2 (2023): Published in September of 2023
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v23i2.297

Abstract

Abstract The "Kurikulum Merdeka," as a new educational policy, requires extensive references to support its implementation. This research aims to provide an overview and description of the implementation of the "Kurikulum Merdeka" at Kak Seto Special School, with the purpose of serving as a reference for other special schools or exceptional education institutions in implementing the "Kurikulum Merdeka." Primary data for this study were collected from the school principal, curriculum coordinator, and 4th and 6th grade homeroom teachers. Meanwhile, secondary data encompassed school documents and curriculum implementation guidelines. Data collection methods included observation, interviews, and documentation. Data validity was ensured through the triangulation technique of sources and methods. The data analysis process involved data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings revealed that the implementation of the "Kurikulum Merdeka" at Kak Seto Special School consists of six main components. Firstly, the teaching and assessment process begins with the formulation of the Learning Objective Flow (Alur Tujuan Pembelajaran or ATP), Learning Achievement (Capaian Pembelajaran or CP), Learning Objective (Tujuan Pembelajaran or TP), teaching modules, and Individual Education Program (Program Pendidikan Individual or PPI). This is followed by the implementation of teaching and assessment based on the instructional materials previously designed. Secondly, the process of developing the Operational Curriculum of the Educational Unit. Thirdly, the formulation and execution of projects to reinforce the Pancasila student profile, a unique co-curricular activity of the "Kurikulum Merdeka." Fourthly, the collaboration activities with students' parents through parent meetings and inspiring classes. Fifthly, identifying challenges in implementing the "Kurikulum Merdeka" that involve adjustments to the components of the curriculum. Sixthly, efforts to address these challenges through training and discussions. Keyword: Implementation, Independent Curriculum, Kak Seto Special School.  Abstrak Kurikulum Merdeka, sebagai kebijakan pendidikan yang baru, memerlukan referensi yang luas untuk mendukung penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan deskripsi mengenai pelaksanaan Kurikulum Merdeka di Sekolah Khusus Kak Seto, dengan tujuan agar informasi ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi sekolah-sekolah khusus atau sekolah luar biasa dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Data primer dalam penelitian ini dikumpulkan dari kepala sekolah, koordinator kurikulum, serta guru wali kelas 4 dan 6. Sementara itu, data sekunder meliputi dokumen sekolah dan panduan-panduan implementasi kurikulum. Metode pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data dijamin melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Proses analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Khusus Kak Seto terdiri dari enam komponen utama. Pertama, proses pembelajaran dan asesmen dimulai dengan penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), modul pengajaran, dan Program Pendidikan Individual (PPI). Langkah ini diikuti oleh pelaksanaan pembelajaran dan asesmen berdasarkan perangkat pengajaran yang telah dirancang sebelumnya. Kedua, proses penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan. Ketiga, penyusunan serta pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila sebagai kegiatan kokurikuler yang menjadi ciri khas Kurikulum Merdeka. Keempat, pelaksanaan kegiatan kolaborasi dengan orang tua siswa melalui pertemuan orang tua dan kelas inspiratif. Kelima, mengidentifikasi kendala dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang melibatkan penyesuaian dengan komponen-komponen Kurikulum Merdeka. Keenam, upaya dalam mengatasi kendala-kendala tersebut melalui pelatihan dan diskusi. Kata kunci: Implementasi, Kurikulum Merdeka, Sekolah Khusus Kak Seto.
Persepsi Ulama Banjarmasin terhadap Produk BNI Emas iB Hasanah BNI Syariah Komarudin, Parman
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 21, No 2 (2021): Published in September of 2021
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v21i2.166

Abstract

This study aims to analyze the perception of the Banjarmasin ulema towards the BNI Emas iB Hasanah product offered by BNI Syariah. This research is qualitative field research with a case study approach. The authors collected primary data through structured interviews with five Banjarmasin scholars, to be analyzed using descriptive techniques. The results showed that one of the five scholars who became the object of this research stated that the product was haram because gold is a usury item that cannot be the object of buying and selling installments, while four of the five scholars agreed that the use of installment buying and selling contracts in gold transactions as practiced by BNI Syariah on the BNI Emas iB Hasanah product, the law is permissible because the gold in this product is a commodity item that can be an object of buying and selling according to the direction of the DSN Fatwa Number 77 of 2010 concerning the Sale and Purchase of Gold in Cashless.Keywords: BNI Syariah; BNI Emas iB Hasanah; Banjarmasin Ulama's Perception.
POLA PENGASUHAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK DI DESA JUMBA AMUNTAI HULU SUNGAI UTARA Rabiaty, Rahmi; Rahman, M. Maulidi
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 23, No 2 (2023): Published in September of 2023
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v23i2.292

Abstract

Abstrak:Penelitian ini membahas tentang “Pola Pengasuhan Orang Tua Dalam Mendidik Anak Di Desa Jumba Amuntai Hulu Sungai Utara”. Orang tua sebagai pendidik pertama dan contoh bagi anak nya di lingkungan keluarga, sedari kecil merupakan usia yang paling tepat untuk pembentukan karakter seorang anak. Jika pada masa ini karakter anak dapat di bentuk, maka pada saat dia dewasa akan menjadi generasi yang berkarakter kuat. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah Pola pengasuhan orang tua dalam mendidik anak di desa Jumba Amuntai Hulu Sungai Utara. Faktor pendukung dan penghambat pola pengasuhan orang tua dalam mendidik anak di desa Jumba Amuntai Hulu Sungai Utara. Berdasarkan fokus masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pengasuhan orang tua dalam mendidik anak di desa Jumba Amuntai Hulu Sungai Utara. Serta untuk mengetahui  faktor pendukung dan penghambat nya Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua dan anak di desa Jumba Rt. 01, Rw. 01, Amuntai Hulu Sungai Utara.Sedangkan objek penelitian ini adalah pola pengasuhan orang tua dalam mendidik anak di desa Jumba Amuntai Hulu Sungai Utara. Serta faktor pendukung dan penghambatnya.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan data dilakukan dengan pengumpulan data, klasifikasi data, editing dan interpretasi data, selanjutnya di analisis secara deskriftif kualitatif dan mengambil kesimpulan dengan menggunakan teknik induktif.Berdasarkan hasil penelitian, di ketahui bahwa Pola Pengasuhan Orang Tua Dalam Mendidik Anak Di Desa Jumba Amuntai Hulu Sungai Utara ada beberapa pola pengasuhan yang di lakukan orang tua yaitu otoriter (keras), otoritatif (mendukung), permissive (membiarkan) dan uninvolved (acuh) di lingkungan keluarga mereka. sedangkan Faktor Pendukung Dan Penghambat Pola Pengasuhan Orang Tua Dalam Mendidik Anak tergantung kondisi kepribadian orang tua, lingkungan, komunikasi, pendidikan, kesibukan, dan keadaan ekonomi orang tua tersebut.   Kata kunci : Pola Pengasuhan, orang tua, mendidik anak
Asimilasi Budaya Dalam Pernikahan Antara Suku Banjar Dan Suku Dayak Fitrianoor, Wahyu
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 21, No 2 (2021): Published in September of 2021
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v21i2.155

Abstract

AbstractPeople's fanaticism in tribal becomes reference in marriage, because they think tribal background is related to someone’s characteristic and religious understanding. Migration flow for economic activities brings Banjarese to Palangkaraya who then socialize with Dayak people. There are then many marriages between these two tribes, either because of economic, social, or theological factors. Each of the two tribes are having contradiction in customs of marriage. This difference can be seen from the strong influence of Islam in Banjarese culture, while the Dayak culture is still strongly influenced by Kaharingan tradition.This research aims to assess the cultural assimilation between Banjar and Dayak tribes in Palangkaraya, and its implication for the marriages of Banjarese and Dayak with research focuses of: (1) The cultural assimilation of Banjar and Dayak ethnic groups in Palangkaraya from the perspectives of Islamic Law and Positive Law, (2) The cultural assimilation of Banjarese and Dayak in Palangkaraya from the perspective of social exchange theory, (3) The implications of cultural assimilation of Banjar and Dayak tribes in the married life from the perspective of legal compliance theory. This research is classified into field research type using the sociological-empirical approach. The data collection was done by depth interview technique, documentation and observation. Technical analysis of the data is done by using data collection, data reduction, synthetic, and data verification. Research information is obtained from religious leaders, traditional leaders, academicians, cultural observers, cultural practitioners, and spouses of Dayak and Banjar tribes.There are three findings in this research. First, Islam greatly influences this assimilation, especially in filtering anything that deviates from Islamic teachings, as well as having a positive impact on the strength of emotional hubs, and awareness of legal norms, second, the occurrence of assimilation due to relations of economic, social, religious, philosophical, and the marriage itself, by combining both customs in marriage rituals. Social exchange theory states that the balance on cost, reward, and profit that support this assimilation keep being harmonious. Based on this study the mutualism symbiosis created is due to good economic relations. Although they feel a shift towards the traditional values because they interact with the new culture, mutual respect for customary values and norms both with a high tolerance attitude. Third, from the perspective of legal compliance theory, the level of legal compliance of the community is classified into three levels: compliance, identification, and internalization, the people involved in assimilation are in the identification level, because they are less maximum in carrying out what is not their custom because of contradictory family doctrines, but there is still solidarity between them despite the differences. Keywords: Banjar Tribe, Dayak Tribe, Marriage Custom. AbstrakRasa fanatisme kesukuan yang masih kental di masyarakat menjadikan sebuah acuan dalam pernikahan, karena menurut mereka latarbelakang kesukuan berkaitan dengan karakteristik dan pemahaman keagamaan seseorang. Arus migrasi untuk kegiatan ekomoni membawa suku Banjar ke Kota Palangkaraya, yang akhirnya berbaur dengan suku Dayak di wilayah tersebut. Pernikahan kedua suku ini pun banyak terjadi, baik itu karena faktor ekonomi, sosial, dan teologis. Masing-masing dari kedua suku ini sangat kontras dalam budaya pernikahan. Perbedaan ini dapat dilihat dari pengaruh Islam yang kuat pada budaya Banjar dan budaya Dayak yang masih kental dengan ajaran Kaharingan.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asimilasi budaya antara suku Banjar dan Dayak yang telah terjadi di Kota Palangkaraya, dan implikasinya terhadap kehidupan pasangan Banjar dengan Dayak tersebut dalam kehidupan berumahtangga dengan fokus penelitian mencakup: (1) bagaimana asimilasi budaya  masyarakat suku Banjar dan suku Dayak di Kota Palangkaraya perspektif  hukum Islam dan hukum positif. (2) bagaimana asimilasi budaya masyarakat suku Banjar dan Dayak di kota Palangkaraya perspektif teori pertukaran sosial, (3) bagaimana implikasi asimilasi budaya suku Banjar dan Dayak dalam kehidupan rumah tangga perspektif teori kepatuhan hukum.Penelitian ini tergolong jenis penelitian lapangan, dengan pendekatan sosiologis-empiris. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi. Teknis analisa data dengan pengumpulan data, reduksi data, sintesisasi, dan verifikasi data. Informasi penelitian didapat dari tokoh agama, tokoh adat, akademisi pemerhati budaya, praktisi budaya, dan pasangan suku Banjar dengan suku Dayak.Ada tiga temuan dalam penelitian ini. Pertama, asimilasi budaya masyarakat suku Banjar dan suku Dayak di Kota Palangkaraya perspektif hukum Islam dan hukum positif, ialah tidak seluruh dari budaya yang sejalan dengan Islam, tetapi Islam berperan sebagai filter dari apa saja yang melenceng dari ajarannya, sehingga memberikan dampak yang positif terhadap kesadaran kepada hukum positif, kedua asimilasi ini dalam perspektif teori pertukaran sosial merupakan perbauran yang sudah lama terjalin, dikarenakan hubungan ekonomi, sosial, agama, filosofi, dan pernikahan itu sendiri, dengan adanya keseimbangan pada cost, reward, dan profit yang membuat asimilasi ini terus harmonis. Berdasarkan kajian ini  simbiosis mutualisme yang tercipta ini dikarenakan hubungan perekonomian yang baik, saling menghormati nilai dan norma adat keduanya dengan sikap toleransi yang tinggi, walaupun mereka merasa adanya pergeseran pada nilai-nilai leluhur karena bergesekkan dengan budaya yang baru. Ketiga implikasi asimilasi budaya ini perspektif teori kepatuhan hukum, menyatakan bahwa kepatuhan hukum pasangan antar suku ini berada di level identification, karena kurang maksimalnya dalam menjalankan apa yang bukan adat mereka, hal ini disebabkan oleh doktrin keluarga yang bersifat kontradiktif, akan tetapi masih adanya solidaritas antara mereka walaupun di tengah perbedaan tersebut. Kata Kunci: Adat dalam Pernikahan,  Suku Banjar, Suku Dayak.
KETANGGUHAN KELANGSUNGAN PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN DARUL ILMI BANJARBARU DI MASA PANDEMI COVID 19 Surawardi, Surawardi; Amaliyah, Amaliyah; Munawarah, Munawarah; Fitria, Nur Fadillah
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 23, No 2 (2023): Published in September of 2023
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v23i2.305

Abstract

AbstractThe continuity of learning for students is very important, especially during the Covid-19 pandemic, because after all students must continue to develop in the learning process optimally. The author is interested in researching how the resilience of the Continuation of Learning at the Darul Ilmi Banjarbaru Islamic Boarding School During the Covid 19 Pandemic. The method used is descriptive qualitative. The qualitative approach in this study is based on Phenomenological Research or the results of observations through interviews related to data that are not in the form of numbers, but in the form of a description of the resilience of the continuity of learning at the Darul Ilmi Banjarbaru Islamic Boarding School during the Covid-19 period. The results of the study stated that the learning system continues to be maximized by the Islamic boarding school so that it can provide knowledge for its students. In addition to the obstacles faced in the learning system, the Islamic boarding school also always monitors and pays attention to the health of all students by providing complete nurses and medicines to always maintain the health conditions of the students.Keywords: Covid 19, Resilience, Strategy/Learning System.AbstrakKeberlangsungan belajar pada peserta didik sangat penting terutama pada masa pandemic Covid-19, karena bagaimanapun peserta didik harus terus berkembang dalam proses pembelajaran secara optimal. Penulis tertarik untuk meneliti bagaimana Ketangguhan Kelangsungan Pembelajaran Pondok Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru Di Masa Pandemi Covid 19. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini didasarkan pada Phenomenological Research atau hasil observasi melalui wawancara yang  berkaitan dengan data yang tidak berbentuk angka, namun berupa penjabaran mengenai ketangguhan kelangsungan pembelajaran pondok pesantren Darul Ilmi Banjarbaru di masa covid-19. Hasil penelitian menyebutkan bahwa sistem pembelajaran terus dimaksimalkan oleh pihak pondok pesantren agar bisa memberikan ilmu untuk para santri-santrinya. Selain mengenai kendala-kendala yang dihadapi pada sistem pembelajaran, pihak pondok pesantren juga selalu mengawasi dan memperhatikan kesehatan seluruh para santri dengan menyediakan perawat dan obat-obatan yang lengkap untuk selalu menjaga kondisi kesehatan para santri. Kata Kunci: Covid 19, Ketangguhan, Strategi/Sistem Pembelajaran.
Reward And Punishment Dalam Pendidikan Disiplin Shalat Lima Waktu Anak Pegawai Negeri Sipil Abdi, Zainul; Majdi, Muhammad
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 22, No 1 (2022): Published in March of 2022
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v22i1.168

Abstract

This study aims to analyze the education of five daily prayers with the reward and punishment method for civil servant children, due to the tight work schedule that will affect interactions with children. So education for the five daily prayers with the reward and punishment method will show the efficiency of activities with the results obtained to keep paying attention to the problem of praying five times for their children. Data collection techniques used in this study were documentation, interviews, and observation. The subjects in this study were parents who worked as civil servants who had children and carried out prayer discipline education for children. While the object of this research is the discipline of five daily prayers with the reward and punishment method for the children of civil servants who were analyzed descriptively and qualitatively. The results of the study on the discipline of praying five times with the reward and punishment method for children of civil servants. The implementation of disciplined education with the reward method from the MF family is 1) verbal, 2) nonverbal, 3) buying what you like. Families D and A are also the same 1) giving rewards, 2) verbally. Meanwhile, the implementation of disciplined education using the punishment method from the MF family did not carry out the punishment because the child obeyed. Families D and A have applied the punishment stage, namely physical punishment (pinch).Keywords: Rewards for Punishment children, Prayer Discipline Education, PNS children.
ANALISIS KOMPARATIF METODE ISTINBATH AHLUL HADIS DAN AHLURRA’YI DALAM KEPUTUSAN PERADILAN ISLAM Jaidi, Muhammad; Jalaluddin, Jalaluddin; Azhari, Fathurrahman; Hamdi, Fahmi
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 24, No 2 (2024): Published in September of 2024
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v24i2.481

Abstract

Abstract This article aims to conduct a comparative analysis of the istinbath (legal deduction) methods used by two groups in Islamic jurisprudence, namely Ahlul Hadis and Ahlurra’yi, and their implications for Islamic court decisions. The research method used is a literature study with a qualitative approach. Ahlul Hadis is a group that emphasizes the use of the hadith of the Prophet Muhammad SAW as the main source in extracting the law. They believe that the hadith of the Prophet is the second source of Islamic law after the Quran, so they highly uphold the authority of the hadith and reject the excessive use of ra’yu (reason). On the other hand, Ahlurra’yi is a group that emphasizes the use of ra’yu (reason) in establishing the law. They believe that ijtihad (independent reasoning) using human intellect is important and necessary, especially in responding to new problems that are not explicitly regulated in the Quran and hadith. The difference in the istinbath method between Ahlul Hadis and Ahlurra’yi has implications for the differences in the legal products produced by the two groups, which in turn also affect the decisions of Islamic courts. In the context of court decisions, the difference in the istinbath method can lead to differences in the interpretation and application of the law, which can impact the disparity of decisions between judicial institutions.   Keywords: Ahlul Hadis, Ahlurra’yi, Islamic Judiciary, Istinbath. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap metode istinbath (penggalian hukum) yang digunakan oleh dua kelompok dalam fikih Islam, yaitu Ahlul Hadis dan Ahlurra’yi, serta implikasinya terhadap keputusan peradilan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Ahlul Hadis merupakan kelompok yang menekankan pada penggunaan hadis Nabi Muhammad SAW sebagai sumber utama dalam menggali hukum. Mereka meyakini bahwa hadis Nabi adalah sumber hukum Islam yang kedua setelah Al-Quran, sehingga mereka sangat menjunjung tinggi otoritas hadis dan menolak penggunaan ra’yu (nalar) yang berlebihan. Di sisi lain, Ahlurra’yi adalah kelompok yang lebih menekankan pada penggunaan ra’yu (nalar) dalam menetapkan hukum. Mereka berpandangan bahwa ijtihad dengan menggunakan akal pikiran manusia merupakan sesuatu yang penting dan dibutuhkan, terutama dalam merespons permasalahan-permasalahan baru yang tidak secara eksplisit diatur dalam Al-Quran dan hadis. Perbedaan metode istinbath antara Ahlul Hadis dan Ahlurra’yi ini berimplikasi pada perbedaan produk hukum yang dihasilkan oleh kedua kelompok, yang selanjutnya juga mempengaruhi putusan-putusan peradilan Islam. Dalam konteks keputusan peradilan, perbedaan metode istinbath ini dapat menimbulkan perbedaan penafsiran dan penerapan hukum, sehingga dapat berdampak pada disparitas putusan antar lembaga peradilan.  Kata Kunci: Ahlul Hadis, Ahlurra’yi, Istinbath, Peradilan Islam.
ETIKA GURU DAN PESERTA DIDIK MENURUT K.H HASYIM ASY’ARI DALAM KITAB ADAB ĀL-‘ĀLIM WĀL MUTĀ’ĀLLIM Rabiaty, Rahmi; Nurjannah, Ridha
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 24, No 1 (2024): Published in March of 2024
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v24i1.392

Abstract

Abstract This research discusses the ethics of teachers and students according to K.H. Hasyim Asy'ari in the Book of Adabul'Ālim Wāl Mutā'āllim and its relevance to the current educational context. This type of research is library research, this research was carried out using a qualitative descriptive approach and used content analysis techniques. In his book Adabul 'Ālim Wāl Mutā'āllim, KH Hasyim Asy'ari stated that teachers must have ethics, as follows: being devoted to Allah, being wara', being humble, istiqomah, having credibility and capacity as an 'alim and mu'allim , have the skills and authority to convey knowledge to students, have a professional attitude in all aspects required in the learning process. Students must have the following manners in studying, namely: religiousness, tolerance, hard work, responsibility, patience, obedience and good manners.Therefore, the book Adabul'Ālim Wāl Mutā'āllim can be said to have preceded the recommendation for character education which is currently quite popular in the world education system. This is the important relevance of the book Adabul'Ālim Wāl Mutā'āllim for modern education today, namely the importance of creating a conducive, harmonious and dignified learning atmosphere. By implementing this ethic, it is hoped that a relationship of mutual respect will be created between teachers and students, a positive learning environment, and improving the quality of the learning process. This ethic can also form good character and personality in students, as well as encourage enjoyable learning between teachers and students.  Keywords: Ethics, Student, Teacher, The Book Adabul 'Alim Wal Muta'allim. Abstrak Penelitian ini membahas tentang etika Guru dan Peserta didik menurut K.H. Hasyim Asy’ari dalam Kitab Adabul‘Ālim Wāl Mutā’āllim dan relevansinya dengan konteks pendidikan sekarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriftif kualitatif serta menggunakan teknik analisis isi (Content Analysis). Dalam kitabnya Adabul‘Ālim Wāl Mutā’āllim, KH Hasyim Asy’ari mengemukakan bahwa guru harus memiliki etika, sebagai berikut : bertaqwa kepada Allah, bersikap wara’, rendah hati, istiqomah, memiliki kredibilitas dan kapasitas sebagai seorang ‘alim dan mu’allim, memiliki kecakapan dan kewibawaan menyampaikan ilmu kepada peserta didik, memiliki sikap profesional pada keseluruhan aspek yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Adapun murid harus memiliki adab-adab berikut ini dalam menuntut ilmu yaitu: religius,toleransi, kerja keras, tanggungjawab, sabar, patuh, dan sopan santun.Oleh karena itu, kitab Adabul‘Ālim Wāl Mutā’āllim bisa dikatakan telah mendahului anjuran pendidikan karakter yang saat ini cukup populer dalam sistem pendidikan dunia. Inilah relevansi penting dari kitab kitab Adabul‘Ālim Wāl Mutā’āllim bagi pendidikan modern saat ini, yaitu sangat pentingnya untuk menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, harmonis, dan bermartabat. Dengan menerapkan etika ini, diharapkan tercipta hubungan yang saling menghormati antara guru dan murid, lingkungan belajar yang positif, dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Etika ini juga dapat membentuk karakter dan kepribadian yang baik pada murid, serta mendorong pembelajaran yang menyenangkan antara guru dan murid.  Kata Kunci: Etika, Guru, Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim, Murid.
KEPEMIMPINAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN AL-QUR’AN: EKSPLORASI MODEL DAN GAYA KEPEMIMPINAN Subhan, Ah.
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 24, No 2 (2024): Published in September of 2024
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v24i2.412

Abstract

AbstractThis research aimed to explore effective leadership models and styles at the al-Qur'an Al-Hidayah Kuala Kapuas Institution, which has programs including Taman Pendidikan al-Qur’an, Tahfiz al-Qur'an, and Formal Education Early age. It was founded in 2003, the institution had succeeded in producing Qur'anist generations who were fluent in reading the Qur'an at an early age and had achieved achievements in the Kapuas Regency. It used a qualitative field research approach. Then, data collection techniques were carried out using non-participant observation, interviews, and documentation. The data were analyzed through several stages, namely; display data, reduction, and concluding. The main research findings regarding leadership models and styles at the Al-Hidayah Kuala Kapuas Al-Qur'an Education Institute had three elements of leadership model, namely, leader-member relations, and teachers following the directions given by the leader. Task structure, providing procedural solutions to obstacles. Position power, providing regular forums, evaluating and supporting recommendations from teachers. Meanwhile, the leadership style contained four dimensions, namely, Idealized influence, equal treatment for all teachers, Inspirational motivation, holding competitions between teachers and students as well as familiarizing teachers giving prizes to students, Simultaneous intellectual, holding weekly meetings to prepare for teaching and learning and making learning props together, Individualized consideration, inviting all teachers to exchange opinions about learning problems. Keywords: Al-Qur'an Educational Institution, Leadership Model, Leadership Style.  AbstrakPenelitian ini bertujuan, menggali model dan gaya kepemimpinan yang efektif di Lembaga al-Qur’an al-Hidayah Kuala Kapuas. Mempunyai program pendidikan antara lain Taman Pendidikan Al-Qur’an, Tahfiz al-Qur’an dan pendidikan anak usia dini pada jalur Formal. Lembaga yang berdiri sejak tahun 2003 ini, telah berhasil mencetak generasi qur’ani yang fasih membaca al-Qur’an untuk usia dini  dan meraih prestasi di Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi non-partisipan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahap penyajian data, reduksi dan penarikan kesimpulan. Temuan utama penelitian tentang model dan gaya kepemimpinan di Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Al-Hidayah Kuala Kapuas, memiliki tiga unsur model kepemimpinan yaitu, leader-member relations, para guru mengikuti arahan yang diberikan oleh pemimpin. Task structure, memberikan solusi prosedural terhadap kendala. Position power yaitu, menyediakan forum rutinan, mengevaluasi dan mendukung rekomendasi dari guru. Adapun gaya kepemimpinan, memuat empat dimensi yaitu, Idealized influence, perlakuan sama untuk semua guru. Inspirastion motivation, mengadakan Lomba antar guru dan murid juga membiasakan guru memberikan hadiah bagi siswa, Intelectual simultan, Melaksanakan rapat mingguan untuk persiapan belajar-mengajar dan membuat alat peraga pembelajaran bersama, Individualized consideration, Mengajak semua guru bertukar pendapat tentang masalah pembelajaran. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Lembaga Pendidikan al-Qur’an, Model Kepemimpinan.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI PROGRAM AMTSILATI PADA KEMAMPUAN BACA KITAB SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERA BANJARBARU Muhammad, Muhammad; Wahid, Abdul
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 23, No 2 (2023): Published in September of 2023
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v23i2.262

Abstract

AbstrackThe influence of the organizational culture of the extracurricular program in improving the ability to read turat books at the Al Falah Islamic Boarding School Putera Banjarbaru is the focus of this journal. The purpose of this study was to analyze the influence of organizational culture on the extracurricular activities of the Amtsilati program in improving reading skills at Al Falah Putera Banjarbu Islamic Boarding School. This research was conducted using a qualitative descriptive method. In this study, data were obtained through observation and interviews with subjects involved in Al Falah Putera Islamic Boarding School. The results showed that the influence of organizational culture on the extracurricular activities of the Amtsilati program at Al Falah Putera Islamic Boarding School Banjarbaru, including positive Islamic-based habits, memorizing and understanding the rules of Arabic grammar, learning management and deepening programs to understand the Koran and the yellow book, had an impact significant positive effect on student and teacher productivity. Internal and external factors influence the implementation of extracurricular cultural activities at Al Falah Islamic Boarding School Putera Banjarbaru. This organizational culture is also a strategic solution in increasing understanding, learning the yellow book. So that in the end, the Al Falah Putera Islamic Boarding School can strengthen the implementation of this culture and apply it to other programs. , the head of the hostel, as well as teachers and students participating in the Amtsilati program at Al Falah Putera Islamic Boarding School. The results showed that the organizational culture of the Amtsilati program at the Al Falah Putera Islamic Boarding School had become a respectable culture among students. This method provides many benefits for all students. Keywords: Amtsilati Method, Islamic Boarding School Organizational Culture. AbstrakPengaruh budaya organisasi program Amtsilati dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru menjadi fokus jurnal ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi pada kegiatan ekstrakulikuler program Amtsilati dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini, data diperoleh melalui pengamatan dan wawancara dengan subjek yang terlibat di Pondok Pesantren Al Falah Putera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh budaya organisasi pada kegiatan ekstrakulikuler program Amtsilati di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, termasuk kebiaasan positif yang berbasis Islami, dengan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi pada kegiatan pembelajaran berup amenghapal dan memahami kaidah tata bahasa Arab, manajemen pembelajaran yang didelegasikan kepada para santri senior, maka program ini memiliki dampak positif yang signifikan pada produktivitas siswa dan pengajar. Faktor internal dan eksternal mempengaruhi pelaksanaan kegiatan budaya kegiatan ekstrakulikuler di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru. Budaya organisasi ini juga menjadi solusi strategis dalam peningkatan pemahaman, pembelajaran kitab kuning. Sehingga pada akhirnya, Pondok Pesantren Al Falah Putera dapat memperkuat pelaksanaan budaya tersebut dan mengaplikasikannya pada program-program lainnya Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian melalui pimpinan Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, administrator bidang kurikulum, administrator urusan siswa, departemen, guru tingkat Tajhizi, kepala asrama, serta guru dan siswa yang berpartisipasi dalam program Amtsilati di Pondok Pesantren Al Falah Putera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi program Amtsilati di Pondok Pesantren Al Falah Putera telah menjadi budaya yang gemari di kalangan santri. Metode ini memberikan banyak manfaat bagi semua siswa. Kata Kunci: Budaya Organisasi Pesantren, Kepemimpinan, Metode Amtsilati.