cover
Contact Name
Syahyuni
Contact Email
yonibanua@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
admin@staialfalahbjb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : 1829717X     EISSN : 26210347     DOI : -
Core Subject : Social,
Scientific journals published twice this year, containing articles raised from the study and analysis-analytical analysis, as well as the results of research around Islamic and community-based disciplines developed. In addition, the purpose of publishing this journal is to enhance and promote the knowledge and skills of academic research, practitioner and student research throughout the world.
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
METODE KRITIK MATAN HADIS PERSPEKTIF ULAMA HADIS Akbari, Muhammad Fikri; Hudaya, Hairul; Munawwarah, Hafizhatul
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 25, No 1 (2025): Published in March of 2025
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v25i1.398

Abstract

Hadith scholars agree that the validity of hadith is not only determined by the quality of sanad but also matan. Sanads that have authentic quality are not necessarily also valid eyes. This has implications for the quality of the hadith itself. Therefore, it is important to know how scholars criticize the quality of hadith. This article aims to find out the criticism of matan hadith from the perspective of hadith scholars. This research is a literature review with a qualitative descriptive approach. Data related to the criticism of matan hadith are extracted from the book of hadith science which is then classified and analyzed with content analysis. Research found that criticism of matan is done by comparing hadith with the Qur'an, comparing several hadith histories, comparing hadith with other sciences and examining the linguistic aspects of hadith.Keywords: Criticism Of Matan, Quality Of Hadits, Quality Of Sanad.Ulama hadis sepakat bahwa kesahihan hadis tidak hanya ditentukan oleh kualitas sanad namun juga matan. Sanad yang berkulitas sahih belum tentu matannya juga sahih. Hal ini berimplikasi pada kualitas hadis itu sendiri. Karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana kritik ulama terhadap kualitas hadis. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kritik matan hadis dari perspektif ulama hadis. Penelitian ini merupakan kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data terkait dengan kritik matan hadis digali dari kitab ilmu hadis yang kemudian diklasifikasikan dan dianalisis dengan content analisis. Penelitian menemukan bahwa kritik terhadap matan dilakukan dengan cara membandingkan hadis dengan Alquran, membandingkan beberapa Riwayat hadis, membandingkan hadis dengan ilmu lain dan meneliti aspek kebahasaan hadis. Kata Kunci: Kritik Matan, Kualitas Hadits, Kualitas Sanad.
SUMBER BELAJAR DAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM MENYONSONG ERA 5.0 Surawardi, Surawardi; Mulyanti, Mulyanti; Norlaila, Norlaila; Maisarah, Siti
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 25, No 1 (2025): Published in March of 2025
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v25i1.689

Abstract

The era of Society 5.0 presents a change in learning approaches by integrating technology to improve the quality, effectiveness, and efficiency of learning. In the context of Islamic education, relevant and innovative learning resources can provide wider access to knowledge and facilitate a more interactive and engaging learning process. The use of information technology, especially through the internet, is becoming an important means of accessing information and learning resources related to Islam. In addition, a good Islamic educational environment also plays an important role in improving the learning process. A conducive, inclusive, and Islamic values-based educational environment can create a positive atmosphere and facilitate holistic student growth. This research uses the method of literature study to collect and analyze relevant information from various theoretical and practical sources related to the topic covered. The results show that the use of technology in Islamic education in the Era of Society 5.0 can provide significant benefits, but also raises challenges that need to be overcome. Keyword: Influence, Learning, Progress of Society 5.0. Era Society 5.0 menghadirkan perubahan dalam pendekatan pembelajaran dengan mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan kualitas, efektivitas, dan efisiensi pembelajaran. Dalam konteks pendidikan Islam, sumber belajar yang relevan dan inovatif dapat memberikan akses yang lebih luas ke pengetahuan dan memfasilitasi proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Penggunaan teknologi informasi, terutama melalui internet, menjadi sarana penting dalam mengakses informasi dan sumber daya pembelajaran yang berkaitan dengan Islam. Selain itu, lingkungan pendidikan Islam yang baik juga memainkan peran penting dalam meningkatkan proses pembelajaran. Lingkungan pendidikan yang kondusif, inklusif, dan berbasis nilai-nilai Islam dapat menciptakan suasana yang positif dan memfasilitasi pertumbuhan siswa yang holistik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang relevan dari berbagai sumber teoritis dan praktis yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan Islam di Era Society 5.0 dapat memberikan manfaat yang signifikan, namun juga memunculkan tantangan yang perlu diatasi. Kata Kunci: Kemajuan Society 5.0, Pembelajaran, Pengaruh. 
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN HABIT FORMING PADA MATA PELAJARAN PAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SDN 1 LANDASAN ULIN UTARA Sari, Siska Utami; Rabiaty, Rahmi
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 25, No 1 (2025): Published in March of 2025
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v25i1.680

Abstract

This research discusses the implementation of the habit-forming learning model in the subject of Islamic Religious Education (PAI) in shaping students' character at SDN 1 Landasan Ulin Utara. The purpose of this research is to evaluate the implementation of the habit-forming learning model in the subject of Islamic Religious Education (PAI) in shaping students' character, as well as to identify supporting and inhibiting factors that affect the implementation of the learning model at SDN 1 Landasan Ulin Utara. The type of this research is field research with research subjects consisting of PAI teachers and sixth-grade students. The object of this research is the implementation of the habit-forming learning model in PAI subjects in character building for students at SDN 1 Landasan Ulin Utara. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation techniques.The research results show that the implementation of the habit-forming learning model in the PAI subject to shape students' character at SDN 1 Landasan Ulin Utara includes several practices applied by teachers, such as greeting, reciting prayers, reading short surahs, performing congregational Dhuha prayers, performing congregational Dhuhr prayers, as well as getting used to reading Surah Yasin and Asmaul Husna, reciting the Quran, respecting differences in race, ethnicity, and religion, and valuing classmates' opinions in the learning context. Supporting and inhibiting factors in this process include Student self-readiness, good leadership and teacher examples, parental support and social environment support in the character formation process through the habit-forming learning model. Keywords: Character, Habit Forming, Implementation. Penelitian ini membahas implementasi model pembelajaran habit forming pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter siswa di SDN 1 Landasan Ulin Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi implementasi model pembelajaran habit forming pada mata pelajaran PAI dalam pembentukan karakter siswa, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi implementasi model pembelajaran di SDN 1 Landasan Ulin Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan subjek penelitian yang terdiri dari guru PAI dan siswa kelas VI. Objek penelitian ini adalah implementasi model pembelajaran habit forming pada mata pelajaran PAI dalam pembentukan karakter siswa di SDN 1 Landasan Ulin Utara. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran habit forming pada mata pelajaran PAI dalam membentuk karakter siswa di SDN 1 Landasan Ulin Utara mencakup beberapa praktik yang diterapkan oleh guru, seperti mengucapkan salam, membaca doa, membaca surah-surah pendek, melaksanakan shalat dhuha berjamaah, shalat dzuhur berjamaah, serta membiasakan membaca surah Yasin dan asmaul husna, mengaji, saling menghargai perbedaan ras, suku, dan agama, serta menghargai pendapat teman dalam konteks pembelajaran. Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses ini meliputi kesiapan diri siswa, kepemimpinan dan teladan guru yang baik,  dukungan orang tua dan lingkungan sosial dalam proses pembentukan karakter melalui model pembelajaran habit forming. Kata Kunci: Habit Forming, Implementasi, Karakter.
POLA ASUH PASUTRI MILENIAL DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN PADA ANAK DI DESA PINTU AIR KECAMATAN PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT Saufiyani, Saufiyani; Rabiaty, Rahmi
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 25, No 2 (2025): Published in September of 2025
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v25i2.935

Abstract

Abstract Millennial married couples play a crucial role in instilling religious values in their children through appropriate parenting practices. These parenting practices significantly influence character formation and provide consistent role models, fostering morality and religiosity in children in the modern era. This study aims to determine the parenting practices of millennial married couples in instilling religious values in children. Furthermore, it also aims to identify supporting and inhibiting factors in their implementation. This study employed a qualitative approach with descriptive methods. The subjects were millennial married couples and their children, while the objects were the parenting practices of millennial married couples in instilling religious values and the factors influencing them. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through classification, editing, and interpretation, as well as qualitative descriptive analysis with inductive conclusions drawn. The results show that there are three types of parenting styles used by millennial couples in instilling religious values in their children: democratic, authoritarian, and permissive. The democratic style is reflected in parents who guide their children with open communication, set examples, and present religious activities in an engaging manner. The authoritarian style emphasizes strict religious rules and strong parental control. Meanwhile, the permissive style is characterized by full freedom given to the child with minimal rules and lack of supervision in religious practices. Supporting factors include parental role modeling, routine family worship, and the use of religious media. On the other hand, inhibiting factors include children’s fatigue from school activities, lack of parental supervision, and the dominance of digital entertainment such as online games. Keywords: Children, Millennial Couples, Religious Values, Parenting Style. Abstrak Pasutri milenial memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak melalui pola asuh yang tepat. Pola asuh ini sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter serta pemberian teladan yang konsisten, demi pembinaan akhlak dan religiusitas anak di era modern seperti saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh pasutri milenial dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pasutri milenial dan anak-anak mereka, sedangkan objek penelitian adalah pola asuh pasutri milenial dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses klasifikasi, penyuntingan (editing), interpretasi data, serta dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk pola asuh yang diterapkan pasutri milenial dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan pada anak, yaitu pola asuh demokratis, otoriter, dan permisif. Pola asuh demokratis tampak pada orang tua yang membimbing anak dengan komunikasi terbuka, memberikan teladan, serta mengemas kegiatan ibadah secara menyenangkan. Pola otoriter dicirikan dengan penekanan pada aturan ibadah yang tegas serta kontrol yang ketat terhadap pelaksanaannya. Sementara itu, pola permisif ditandai dengan pemberian kebebasan penuh kepada anak tanpa banyak aturan dan minim pengawasan terhadap praktik keagamaan anak. Faktor-faktor pendukung dalam proses penanaman nilai keagamaan meliputi keteladanan orang tua, rutinitas ibadah bersama, serta pemanfaatan media keagamaan. Adapun faktor-faktor penghambatnya antara lain kelelahan anak akibat aktivitas sekolah, kurangnya pendampingan dari orang tua, serta dominasi hiburan digital seperti permainan (game) online. Kata Kunci: Anak, Nilai-Nilai Keagamaan, Pasutri Milenial, Pola Asuh.
FENOMENA GHOSTING SEBAGAI PEMICU PERCERAIAN DI INDONESIA Jaidi, Muhammad
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 25, No 2 (2025): Published in September of 2025
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v%vi%i.695

Abstract

Abstract This study aims to examine the Ghosting phenomenon as a trigger for divorce among Generation Z in Indonesia, focusing on its psychological impact on victims and gender dynamics within relationships. Using a mix-method approach, quantitative data was obtained from the 2024 statistics of the Ministry of Religion, which showed that Ghosting accounted for 8.4% of 408,347 divorce cases, while qualitative data was collected through in-depth interviews with 1,500 Millennial and Gen Z respondents across 12 major cities. The findings reveal that Ghosting reflects poor communication patterns and emotional instability, worsening marital conflicts in the digital age. Urbanization and technological access have exacerbated this trend, with West Java recording the highest number of cases (88,842). The research highlights the importance of premarital education and effective communication modules to help couples navigate modern challenges such as instant culture, economic pressures, and lack of emotional understanding. Psychological factors like low self-esteem and social anxiety also emerged as predictors of Ghosting behavior. Although this study provides insights into the relationship between Ghosting and divorce, its limitations lie in the minimal exploration of local cultural contexts and longitudinal analysis. Therefore, further research is needed to develop holistic and inclusive solutions. Keywords: A Trigger for Divorce, In Indonesia, The Phenomenon of Ghosting. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena Ghosting sebagai salah satu pemicu perceraian di kalangan Generasi Z di Indonesia, dengan fokus pada dampak psikologisnya terhadap korban serta dinamika gender dalam hubungan. Menggunakan pendekatan mix-method, data kuantitatif diperoleh dari statistik Kementerian Agama tahun 2024 yang menunjukkan bahwa Ghosting menyumbang 8,4% dari total 408.347 kasus perceraian, sementara data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 1.500 responden Milenial dan Gen Z di 12 kota besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ghosting mencerminkan pola komunikasi buruk dan ketidakstabilan emosional yang meningkatkan risiko keretakan rumah tangga, terutama di era digital. Urbanisasi dan akses teknologi juga memperburuk tren ini, dengan Jawa Barat mencatat kasus tertinggi (88.842 kasus). Penelitian ini menyoroti pentingnya edukasi pranikah dan modul komunikasi efektif untuk membantu pasangan menghadapi tantangan modern seperti budaya instan, tekanan ekonomi, dan minimnya pemahaman emosional. Faktor psikologis seperti harga diri rendah dan kecemasan sosial turut menjadi prediktor perilaku Ghosting. Meskipun penelitian ini memberikan wawasan tentang hubungan antara Ghosting dan perceraian, keterbatasannya terletak pada minimnya eksplorasi konteks budaya lokal dan analisis longitudinal. Oleh karena itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk menghasilkan solusi holistik yang inklusif. Kata Kunci: Fenomena Ghosting, Pemicu Perceraian, Indonesia.
SOSOK DOSEN IDEAL DALAM PERSPEKTIF GEN Z PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ANGKATAN 2023 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ANTASARI BANJARMASIN Surawardi, Surawardi; Saputri, Annaya Nur; Zahrah, Annisa; Mauijah, Assyifaul; Anugrah, Muhamad Ridha; Rizqianto, Muhammad Hirzi
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 25, No 2 (2025): Published in September of 2025
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v25i2.916

Abstract

Abstract This study aims to describe students' views on the ideal lecturer figure in the context of higher education. Based on the results of interviews with several respondents, it was found that the ideal lecturer is described as a figure who is motivating and inspiring, charismatic and professional, interactive in delivering material, adaptive to the development of the times, humanistic and not a "killer", disciplined and responsible, and able to relate lecture material to real experiences. These findings indicate that students appreciate a pedagogical approach that focuses not only on knowledge transfer, but also on character building and positive interpersonal relationships. Keywords: Higher Education, Humanistic Approach, Ideal Lecturer, Learning Interaction, Lecturer Character. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pandangan mahasiswa terhadap sosok dosen ideal dalam konteks pendidikan tinggi. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa responden, ditemukan bahwa dosen ideal digambarkan sebagai sosok yang memotivasi dan menginspirasi, berkarismatik serta profesional, interaktif dalam penyampaian materi, adaptif terhadap perkembangan zaman, humanis dan tidak bersikap “killer”, disiplin serta bertanggung jawab, dan mampu mengaitkan materi perkuliahan dengan pengalaman nyata. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa menghargai pendekatan pedagogis yang tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembangunan karakter dan hubungan interpersonal yang positif. Kata Kunci: Dosen Ideal, Interaksi Pembelajaran, Karakter Dosen, Pendekatan Humanis, Pendidikan Tinggi.
EVALUASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM: TINJAUAN TAFSIR DAN HADITS TARBAWI Fadliyanur, Fadliyanur
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 25, No 2 (2025): Published in September of 2025
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v25i2.941

Abstract

Abstract Evaluation in education is a crucial aspect for measuring the success of the learning process. In the context of Islamic education, evaluation is not only interpreted as a literal assessment, but also encompasses the concept of tests or trials with spiritual and moral dimensions. The purpose of this study is to analyze the meaning of evaluation in Islamic education based on the interpretation of the Qur'an and the hadith of tarbawi. The method used is textual analysis of Qur'anic verses (e.g., Surah Al-Ankabut/29:2-3, Surah Al-Baqarah/2:155, Surah An-Naml/27:40), as well as related hadiths that discuss cognitive, affective, and psychomotor aspects. Furthermore, the quality of the exams was evaluated. The results show that evaluation in Islamic education encompasses a comprehensive assessment of faith, patience, and good deeds, all of which are forms of testing from Allah SWT. These findings indicate that evaluation serves not only as a tool for measuring learning achievement but also as a means of self-purification and improving the quality of a Muslim's faith. Keywords: Assessment, Evaluation, Examination, Islamic Education, Tarbawi Hadith Tarbawi Tafsir. Abstrak Evaluasi dalam pendidikan merupakan aspek krusial untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran. Dalam konteks Pendidikan Islam, evaluasi tidak hanya diartikan sebagai penilaian harfiah, tetapi juga mencakup konsep ujian atau cobaan yang memiliki dimensi spiritual dan moral. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengertian evaluasi dalam pendidikan Islam berdasarkan tafsir Al-Qur'an dan hadits tarbawi. Metode yang digunakan adalah analisis teks dari ayat-ayat Al-Qur'an (misalnya, QS. Al-Ankabut/29: 2-3, QS. Al-Baqarah/2: 155, QS. An-Naml/27: 40), serta hadits-hadits terkait yang membahas aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Selain itu, kualitas ujian dievaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi dalam Pendidikan Islam mencakup penilaian komprehensif terhadap iman, kesabaran, dan amal perbuatan, yang semuanya merupakan bentuk ujian dari Allah SWT. Penemuan ini mengindikasikan bahwa evaluasi tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur capaian belajar, tetapi juga sebagai sarana pemurnian diri dan peningkatan kualitas keimanan seorang Muslim. Kata Kunci: Evaluasi, Hadits Tarbawi, Pendidikan Islam, Penilaian, Tafsir Tarbawi, Ujian.
PENDIDIKAN AKHLAK PADA KEGIATAN PENDIDIKAN KARAKTER MATERI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI SMPN 10 BANJARBARU Nurul Qomariyah; Muhammad Baidhawi
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 25 No. 2 (2025): Published in September of 2025
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v25i2.950

Abstract

This study discusses "Ethical Education in Character Education Activities on Islamic Cultural History at SMPN 10 Banjarbaru." The purpose of this study was to determine how Moral Education is implemented in Character Education Activities on Islamic Cultural History at SMPN 10 Banjarbaru and to identify the supporting and inhibiting factors. The subjects in this study were two Islamic Religious Education teachers involved in Moral Education in Character Education Activities on Islamic Cultural History. The object of this research is Character Education Activities in Islamic Cultural History. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Moral Education in Character Education activities in Islamic Cultural History at SMPN 10 Banjarbaru, along with the supporting and inhibiting factors. The author used observation, interviews, and documentation techniques to collect data. Data processing techniques included editing, classification, and interpretation, using descriptive and qualitative methods, followed by analysis. Conclusions were drawn using deductive methods. Based on the research results, it is known that Moral Education in Character Education Activities in Islamic Cultural History at SMPN 10 Banjarbaru has been implemented effectively. The moral education gained through Islamic Cultural History has also been applied by students, including the values ​​of Shidiq, Tabligh, Amanah, and Fathonah. This implementation is not only within the school environment but also in daily life. Supporting and inhibiting factors include the Islamic Religious Education (PAI) teacher as the facilitator of the Islamic Cultural History material and the teaching staff as the facilitator, the Character Education Activities, and the students.