cover
Contact Name
Syahyuni
Contact Email
yonibanua@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
admin@staialfalahbjb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : 1829717X     EISSN : 26210347     DOI : -
Core Subject : Social,
Scientific journals published twice this year, containing articles raised from the study and analysis-analytical analysis, as well as the results of research around Islamic and community-based disciplines developed. In addition, the purpose of publishing this journal is to enhance and promote the knowledge and skills of academic research, practitioner and student research throughout the world.
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MELALUI MODEL USWATUN HASANAH PADA ANAK USIA DINI Wardati, Anis Ridha; Ridha, Nur Auliatur
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 24, No 1 (2024): Published in March of 2024
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v24i1.315

Abstract

Abstract Education is not just about transferring knowledge but also the transfer of values. Therefore, the Uswatun Hasanah learning model is presented as one of the solutions for developing religious values in children, especially in early childhood, who require guidance to understand religion from a young age. Through qualitative descriptive research methods, including interviews and observations, this article aims to investigate the process of internalizing religious values in early childhood at the Integrated Islamic Early Childhood Education (PAUD) Al Falah and the factors that hinder it. The research findings indicate that (1) the internalization process of Islamic religious education through the Uswatun Hasanah model at PAUD Al Falah is carried out by integrating Islamic religious content related to good and bad into the learning activities, focusing on moral development, and daily practice by teachers, school principals, and other school staff; (2) Several factors that hinder the internalization of Islamic religious education through the Uswatun Hasanah model include: the lack of creativity and evaluation by teachers in developing lessons, students who are difficult to manage due to excessive activity, limited knowledge, and insufficient parental attention to Islamic religious education, as well as an unsupportive home or living environment.  Keywords: Early Childhood, Internalization, Islamic Education, Uswatun Hasanah Model,   Values.  Abstrak Pendidikan itu bukan hanya tentang mentransfer ilmu pengetahuan saja, tetapi juga transfer of value (transfer nilai). Oleh karena itu, model pembelajaran uswatun hasanah hadir sebagai salah satu solusi dalam mengembangkan nilai-nilai keagamaan pada anak, terutama pada anak usia dini yang membutuhkan bimbingan untuk dapat memahami agama sejak dini. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi, artikel ini bertujuan untuk mengetahui proses internalisasi nilai-nilai keagamaan pada anak usia dini di PAUD Islam Terpadu Al Falah serta faktor-faktor penghambatnya. Hasil penelitian menyebutkan (1) Proses internalisasi pendidikan agama Islam melalui model uswatun hasanah di PAUD Islam Terpadu Al Falah dilakukan melalui pengintegrasikan materi agama Islam tentang baik dan buruk ke dalam kegiatan pembelajaran, pembiasaan-pembiasaan yang berfokus pada akhlakul karimah, serta pengamalan dalam keseharian oleh guru beserta kepala sekolah, kepala sekolah dan warga sekolah lainnya (2) Beberapa faktor yang menghambat internalisasi pendidikan agama Islam melalui model uswatun hasanah, yaitu: kurangnya kreatifitas dan evaluasi guru dalam mengembangkan pelajaran, siswa yang sulit diatur karena terlalu aktif, terbatasnya pengetahuan dan kurang perhatian orangtua terhadap anak tentang pendidikan agama Islam, dan lingkungan rumah atau tempat tinggal yang tidak mendukung.  Kata kunci: Anak Usia Dini, Internalisasi, Model Uswatun Hasanah, Nilai-Nilai, Pendidikan Islam.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM MEMBENTUK KARAKTER SUMBER DAYA MANUSIA: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA Fikri, Muhammad; Malihah, Lola
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 24, No 2 (2024): Published in September of 2024
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v24i2.396

Abstract

Abstract One of the main objectives of national education is to increase piety to God Almighty. In order to achieve this goal, the role of religious education becomes very strategic. Schools as formal institutions that organize educational activities must have objectives that are in line with the goals of national education. This paper is a literature review that aims to analyze the role of religious education in the formation of human resource character. The data in this paper is in the form of secondary data obtained from literature data in the form of books, articles and previous research results that have been published in scientific journals. The findings in this paper are in the form of the role of schools as formal educational institutions that provide education, the role of teachers who teach religious education plays a role in shaping the character of students. Religious education teaches faith, obedience, and worship procedures, teaches moral formation and example that will become a habit. Discipline, mutual respect, respect and tolerance behavior are very important to be applied from early education. In order to become a habit that will always be applied by students wherever they will be. Of course, good habits are not only for now, but will continue to be carried out sustainably in the future. So that it will produce a quality next generation of the nation.  Keywords: Character Building, Human Resources, Religious Education. AbstrakSalah satu tujuan utama pendidikan nasional adalah meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut peran pendidikan agama menjadi sangat strategis. Sekolah sebagai lembaga formal yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan harus memiliki tujuan yang sejalan dengan tujuan pendidikan nasional tersebut. Tulisan ini merupakan sebuah tinjauan pustaka yang bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan agama dalam pembentukan karakter sumber daya manusia. Data dalam tulisan ini berupa data sekunder yang diperoleh dari data kepustakaan berupa buku, artikel dan hasil penelitian terdahulu yang telah dipublikasikan di jurnal ilmiah. Temuan dalam tulisan ini berupa peran sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan, peran guru yang mengajarkan pendidikan agama sangat berperan dalam pembentukan karakter peserta didik. Pendidikan keagamaan mengajarkan keimanan, ketaatan, beserta tata cara ibadahnya, mengajarkan pembinaan akhlak dan keteladanan yang akan menjadi sebuah kebiasaan. Perilaku disiplin, saling menghargai, menghormati dan perilaku toleransi sangat penting untuk diterapkan sejak pendidikan dini. Agar menjadi sebuah kebiasaan yang akan selalu diterapkan peserta didik dimana pun nanti berada. Tentunya kebiasaan baik itu bukan hanya untuk saat ini saja, tetapi akan terus dilakukan secara berkelanjutan di masa depan. Sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.  Kata Kunci: Pembentukan Karakter, Pendidikan Agama, Sumber Daya Manusia. 
PERKEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH 2013-2023 (STUDI DI MADRASAH TSANAWIYAH) Nuwairah, Khaleyda Mariza
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 23, No 2 (2023): Published in September of 2023
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v23i2.272

Abstract

Abstract Education in Indonesia has experienced a recession from the Dutch colonial era to the present day. In an education that is part of an important aspect is curriculum. Since the era of the new order has undergone eight curriculum changes, from the curriculum of 1968 to the now thr curricular independent study. Each curriculum has its own characteristics, including the Curriculum 2013. The Method of research carried out is the study of the library by taking reference sources of books and journal articles relevant to the title. The results of the study show in the 2013 curriculum or the independent curricular there is definitely an evolution in terms of curricula based on the continous development of iptek. Than for the islamic religion education subjects that exist in Madrasah consist of four groups all regulated by the regulation of the Minister of Religion under the auspices of the Ministry of Religions.  Keywords: Curriculum, Education, Madrasah.  Abstrak Pendidikan di Indonesia telah mengalami pasang surut dari zaman penjajah Belanda hingga sekarang. Dalam sebuah pendidikan, yang termasuk dalam aspen penting yaitu Kurikulum. Sejak zaman orde baru telah mengalami delapan kali perubahan kurikulum, dari kurikulum tahun 1968 sampai sekarang kurikulum merdeka belajar. Setiap kurikulum yang dijalankan tentunya memiliki ciri tersendiri termasuk kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka belajar. Metode penelitian yang dilakukan berupa kajian kepustakaan dengan mengambil sumber rujukan buku dan artikel jurnal yang relevan dengan judul yang diangkat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada kurikulum 2013 ataupun kurikulum merdeka tentunya ada perkembangan dalam hal kurikulum berdasarkan terus berkembangnya iptek. Lalu mata pelajaran pendidikan Agama Islam yang terdapat pada Madrasah terdiri dari empat rumpun semuanya diatur oleh peraturan Menteri Agama di bawah naungan Kementerian Agama. Kata Kunci: Kurikulum, Madrasah, Pendidikan.
PENDIDIKAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN PADA KEGIATAN HARI BESAR ISLAM DI DESA MANARAP TENGAH HANDIL BAHALANG KECAMATAN KERTAK HANYAR Surawardi, Surawardi; Pradina, Nabila
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 24, No 1 (2024): Published in March of 2024
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v24i1.403

Abstract

AbstractIslamic holiday activities carried out by some people, especially in Manarap Tengah Handil Bahalang Village, Kertak Hanyar District, Banjar Regency, South Kalimantan Province, are very interesting to study considering the conditions with religious values, this is of course beneficial for religious and social life as well as having a good relationship. charity. The values of commemorating religious holidays in the community in the village of Manarap Tengah Handil Bahalang include the following values, namely the value of faith, the value of worship and the value of morals/mu'amalah. Therefore, it is very important to inculcate religious values, especially through religious activities such as Islamic holidays in order to build a nation that is peaceful and harmonious and prosperous in accordance with religious teachings. Islamic holidays that are held in the village of Manarap Tengah Handil Bahalang are Islamic New Year or 01 Muharram, Ashura Day 10 Muharram, Maulid Nabi, Isra Mi'raj, Nuzulul Qur'an or the night of 17 Ramadan, Eid Al-Fitr and Eid Al-Adha.The supporting and inhibiting factors for the education of religious values in the activities of Islamic holidays in the Middle Manarap Village, Handil Bahalang. First, the supporting factors include: the interest and participation of the community in participating in the implementation of Islamic holidays. Second, the inhibiting factor is the heterogeneous environment of the surrounding community where there are still pro and con attitudes about the commemoration of the Islamic holiday. On the basis of these findings, it is necessary to have an attitude of empathy and sympathy for all people in maintaining the tradition of commemorating Islamic holidays, because it contains many educational values of religious values and social values / muamalah which are very useful in boosting the economic movement of Muslims and the people. Keywords: Education, Muamalah, Religious, Social, Values. Abstrak Kegiatan hari besar Islam yang dilakukan oleh sebagian masyarakat, khususnya di Desa Manarap Tengan Handil Bahalang Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Propinsi Kalimanatan Selatan, sangat menarik untuk diteliti mengingat syarat dengan nilai nilai keagamaan,hal ini tentu saja bermanfaat bagi kehidupan beragama dan bermasyarakat serta bermu’amalah. Adapun nilai-nilai peringatan hari besar keagamaan  pada masyarakat yang terdapat di  Desa Manarap Tengah Handil Bahalang mencakup nilai nilai sebagai berikut yakni nilai  akidah, nilai ibadah dan nilai akhlak/mu’amalah. Maka dari itu penting sekali adanya penanaman nilai keagamaan khususnya melalui kegiatan keagamaan seperti hari besar Islam dalam rangka membangun bangsa yang damai dan harmonis serta berkemakmuran sesuai dengan ajaran agama. Kegiatan hari besar Islam yang dilaksanakan di Desa Manarap Tengah Handil bahalang adalah tahun baru Islam atau 01 muharram, hari asyura 10 muharram, maulid Nabi, isra mi’raj, nuzulul quran atau malam 17 ramadhan, hari raya idul fitri dan hari raya idul adha. Adapun faktor pendukung dan penghambat pendidikan nilai-nilai keberagamaan pada kegiatan hari besar Islam di Desa Manarap Tengah Handil Bahalang. Pertama faktor pendukung diantaranya: adanya minat dan partisipasi masyarakat  dalam mengikuti pelaksanaan hari besar Islam. Kedua, faktor penghambatnya yaitu lingkungan dari masyarakat sekitar yang heterogen yang masih terdapat adanya sikap pro dan kontr akan adanya peringatan hari hari besar Islam tersebut. Atas dasar temuan inilah diperlukan adanya   sikap empati dan simpati bagi segenap masyarakat dalam  mempertahankan  tradisi peringatan hari hari besar Islam, karena di dalamnya banyak mengandung pendidikan nilai nilai  keberagamaan dan nilai sosial/muamalah  yang sangat bermanfaat dalam mendongkrak pergerakan ekonomi umat Islam dan kerakyatan . Kata Kunci:  Keberagamaan, Muamalah, Nilai-Nilai, Pendidikan, Sosial. 
KESENIAN HADRAH: MEMBANGUN KARAKTER ISLAMI SISWA MELALUI NILAI PENDIDIKAN ISLAM DI PONDOK PESANTREN AL FALAH PUTERA BANJARBARU Ahmadi, Ahmadi; Rabiaty, Rahmi
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 24, No 2 (2024): Published in September of 2024
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v24i2.545

Abstract

AbstractThis study discusses "Hadrah Art: Building Islamic Character of Students through Educational Values at Al Falah Putera Islamic Boarding School, Banjarbaru". The purpose of this study is to describe the art of hadrah in building Islamic character of students through educational values at Al Falah Putera Islamic Boarding School, Banjarbaru. The subjects of this study were teachers/mentors and students of the hadrah group. The object of this study is the values of Islamic education in hadrah art and the factors that influence hadrah art to form Islamic character of students at Al Falah Putera Islamic Boarding School. Data collection for this study used observation, interview and documentation techniques. While data processing techniques were carried out by data classification, editing, and data interpretation. Then the data is presented and analyzed using descriptive data analysis techniques and inductive conclusion drawing. Based on the research results, it is known that the value of Islamic education in the art of hadrah at the Al Falah Putera Islamic Boarding School has three Islamic educational values, namely the values of iʻtiqa ̃diyyah, khuluqiyyah, and ʻamaliah. From these three educational values, the character of the students can be formed in the form of religious, tolerant, disciplined, friendly/communicative and socially caring characters. Thus, the art of hadrah not only functions as art, but also as an effective means of character education. Keyword: Character, Hadrah Art, Islamic Education Values. AbstrakPenelitian ini membahas tentang “Kesenian Hadrah : membangun Karakter Islami siswa melalui nilai pendidikan Di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru”. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesenian hadrah dalam membangun karakter Islami siswa melalui nilai pendidikan di pondok pesantren Al Falah Putera Banjarbaru. Subjek penelitian ini adalah guru/pembimbing dan santri grub hadrah. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan Islam dalam kesenian hadrah serta faktor yang mempengaruhi dalam kesenian hadrah untuk membentuk karakter Islami siswa di pondok Pesantren Al Falah Putera. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan data dilakukan dengan cara klasifikasi data, editing, dan interpretasi data. Kemudian data tersebut disajikan dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data secara deskriftif dan pengambilan simpulan secara induktif.Berdasarkan hasil penelitian, maka diketahui bahwa nilai pendidikan Islam dalam kesenian hadrah di Pondok Pesantren Al Falah Putera mempunyai tiga nilai pendidikan Islam, yaitu nilai iʻtiq diyyah, khuluqiyyah, dan ʻamaliah. Dari ketiga nilai pendidikan tersebut, maka dapat terbentuk karakter pada santri berupa karakter religius, toleransi, disiplin, bersahabat/komunikatif dan peduli sosial. Dengan demikian, kesenian hadrah tidak hanya berfungsi sebagai seni, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter yang efektif. Kata kunci: Karakter, Kesenian Hadrah, Nilai-Nilai Pendidikan Islam.
MENINGKATKAN AKTIVITAS, KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN MAKE A MATCH BERBASIS STEAM Kamila, Nisa; Annisa, Muhsinnah
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 24, No 1 (2024): Published in March of 2024
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v24i1.331

Abstract

Abstract The aim of this learning is to increase student activity, their concern for the environment and their learning outcomes. This research uses a classroom action research method carried out in two cycles. Each cycle consists of two meetings. Data collection in this research was carried out using test and non-test methods. The results of the research in cycle I teacher recapitulation were 83% (good), and in cycle 2 the teacher managed to achieve the highest score with a percentage of 94% (very good). Classical student activity in cycle 1 was 71% (active), and in cycle 2 it increased again to 92% (very active). The classical character of caring for the environment (affective) in cycle 1 got 71% (beginning to develop), and 93% (entrenched) in cycle 2. The percentage of students' classical psychomotives increased classically at each meeting. In cycle 1 it got 71% (good), and experienced an increase of 86% (very good) in cycle 2. Learning outcomes in cycle 1 got 64% (incomplete) classically, and in cycle 2 it increased to 93% (complete) . It can be concluded that students become more active when Problem Based Learning and STEAM-based Make A Match, care more about the environment, and improve their learning outcomes.  Keywords: Activities, Environmentally Caring Character, Learning Outcomes, Make a Match, Problem Based Learning, STEAM.  Abstrak Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan aktivitas siswa, kepedulian mereka terhadap lingkungan dan hasil belajar mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes dan nontes. Hasil penelitian pada rekapitulasi guru siklus I mendapatkan 83% (baik) , dan pada siklus 2 guru berhasil mencapai skor tertinggi dengan persentase 94% (sangat baik). Klasikal aktivitas siswa pada siklus 1 mendapatkan 71% (aktif), dan pada siklus 2 meningkat lagi menjadi 92% (sangat aktif). Klasikal karakter peduli lingkungan (afektif) pada siklus 1 mendapatkan 71% (mulai berkembang), dan 93% (membudaya) pada siklus 2. Klasikal psikomotik siswa meningkat persentasenya secara klasikal pada setiap pertemuan. Pada siklus 1 mendapatkan 71% (baik), dan mengalami peningkatan 86% (sangat baik) pada siklus 2. Hasil belajar pada siklus 1 memperoleh 64% (tidak tuntas) secara klasikal, dan pada siklus 2 mengalami peningkatan menjadi 93% (tuntas). Dapat disimpulkan bahwa siswa menjadi lebih aktif ketika Problem Based Learning dan Make A Match berbasis STEAM, lebih peduli terhadap lingkungan, dan meningkatkan hasil belajarnya.  Kata Kunci: Aktivitas, Karakter Peduli Lingkungan, Hasil Belajar, Make a Match, Problem Based Learning, STEAM.
SINKRITISME, TASAMUH, DAN MODERASI: TANTANGAN SERTA PELUANG DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT INKLUSIF Malik, Hifdzul
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 24, No 2 (2024): Published in September of 2024
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v24i2.487

Abstract

AbstractMaintaining harmony among religious people is with an attitude of tolerance. Tolerance is not just about respecting each other. However, it is also about working together and helping in creating a harmonious atmosphere. As there is no religion that espouses hatred and violence, so it is important for us to refrain from prejudice and hatred. There are three concepts that can be used to maintain the harmony of syncretism, tsamuh, and moderation, of these three concepts are expected to be able to create an inclusive society.As for some of the challenges and opportunities in creating an inclusive society of the three concepts of syncretism, tsamuh, and moderation, among them the challenges to be faced are the misunderstanding between groups caused by lack of effective communication, the hegonomic factors of certain groups, and the negative impact of technological development and globalization. While the opportunities that can be taken are the level of public awareness related to living in harmony so that this can help in building good communication in the midst of differences, utilizing technology as a means of preaching and spreading the message of peace and tolerance. In creating an inclusive society requires cooperation and commitment from various parties. Keywords: Diversity, Openness, Social, Tolerance. AbstrakMenjaga keselarasan antar umat beragama adalah dengan sikap toleransi. Toleransi disini tidak sekedar menghormati satu sama lain. Namun, juga tentang bekerja sama dan membantu dalam menciptakan suasana yang harmonis. Seperti tidak adanya agama yang menganjarkan kebencian dan kekerasan, sehingga penting bagi kita untuk menahan diri dari prasangka dan kebencian. Ada tiga konsep yang dapat digunakan untuk menjaga keselarasan tersebut yaitu sinkritisme, tsamuh, dan moderasi, dari ketiga konsep ini diharapkannya mampu menciptakan masyarakat inklusif.Adapun beberapa tantangan dan peluang dalam menciptakan masyarakat inklusif dari tiga konsep sinkritisme, tsamuh, dan moderasi diantaranya tantangan yang akan dihadapi adalah dengan adanya kesalah pahaman antar kelompok yang disebabkan kurang efektifnya komunikasi, ada nya faktor hegonomi kelompok tertentu, dan dampak negatif dari perkembangan teknologi dan globalisasi. Sedangkan peluang yang dapat ditempuh adanya tingkat kesadaran masyarakat terkait hidup rukun sehingga ini mampu membantu dalam membangun komunikasi yang baik di tenggah-tenggah perbedaan, memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah dan menebar pesan perdamaian dan toleransi. Dalam menciptakan masyarakat yang inklusif perlu kerjasama dan komitmen dari berbagai pihak. Kata Kunci: Keberagaman, Keterbukaan, Sosial, Toleransi.
SINERGISITAS GURU DAN ORANGTUA SERTA MASYARAKAT DALAM MENGANTISIPASI PEMAKAIAN OBAT-OBATAN TERLARANG DI KALANGAN SISWA DI MTsN SE-KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN Aisyah, Siti; Suraijiah, Suraijiah
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 24, No 1 (2024): Published in March of 2024
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v24i1.402

Abstract

Abstract The synergy between teachers, parents and the community in anticipating the problem of illegal drugs in the three educational institutions, namely at MTsN 3 and MTsN 4 as well as MtsN 1, is going quite well, but of course it is very urgent and necessary to continue to carry out various anticipatory efforts as has been done. This is done, considering that the use of illegal drugs is included in the category of serious violations which have a very negative impact on the future of our generation's children.The steps taken by the three educational institutions in an effort to anticipate the abuse of illegal drugs are correct, as proven by the hard work of the school in collaborating with various parties, especially with parents/guardians of students, by continuously reminding parents/guardians of students to continue to supervise their children. - their children, as well as providing knowledge and understanding of the dangers and negative impacts if their children are exposed to these illegal drugs, either in person or through WAG online media. Then apart from that, the school also collaborates with the Police, BNN and the Community Health Center who are invited and brought in by the school at certain times to provide education, including regarding the dangers and negative impacts of being involved in the abuse of illegal drugs. The efforts that have been made by the school have succeeded in reducing, in fact, in a fairly long period of time there were no more forms of illegal drug abuse in the two schools. However, synergy must continue to be built between schools, families and communities in saving children.The factors that support and hinder the building of synergy in anticipating the abuse of illegal drugs at MTsN 3 are First; Supporting factors include; (1) Collaboration with competent parties such as PUSKESMAS and local POLRES in providing counseling; (2) Raised awareness of parents to participate in providing attention to their children; and (3) Collaboration from all components in the school helps build awareness among students to stay away from drugs and the like. Second; Inhibiting factors include; (1) Currently, it is very difficult to overcome the influence of social media or cellphones on student behavior; and (2) There is still a lack of supervision by some parents regarding their children's interactions outside of school.  Keywords: Anticipation, Illegal Drugs, Synergy, Teachers and Parents. Abstrak Sinergitas antara Guru, orangtua dan masyarakat dalam mengantisipasi permasalahan obat-obatan terlarang di ketiga  lembaga pendidikan yaitu di MTsN 3 dan MTsN 4 serta MtsN 1, berjalan cukup baik, akan tetapi tentu saja sangat mendesak dan perlu untuk terus dilakukan berbagai upaya antisipasi seperti yang sudah dilakukan tersebut, mengingat penggunaan obat-obatan terlarang ini termasuk dalam kategori jenis pelanggaran berat yang sangat berdampak buruk bagi masa depan anak generasi kita. Langkah yang diambil ketiga lembaga pendidikan tersebut dalam upaya mengantisipasi penyalahgunaan obat-obatan terlarang sudah tepat, terbukti kerja keras pihak sekolah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, terutama dengan pihak orangtua/wali siswa, dengan terus mengingatkan para orangtua/wali siswa untuk terus mengawasi anak-anak mereka, serta memberikan pengetahuan dan pemahaman akan bahaya dan dampak buruk jika anak-anak mereka terpapar obat-obat terlarang tersebut, baik dipertemuan secara langsung atau lewat sarana media online WAG. Kemudian selain itu pihak sekolah juga melakukan kerjasama dengan pihak Kepolisian, BNN dan pihak Puskesmas yang diundang dan didatangkan pihak sekolah pada waktu-waktu tertentu untuk memberikan penyuluhan, diantaranya terkait dengan bahaya dan dampak buruk dari terlibat dalam penyalahgunaan obat-obat terlarang tersebut. Upaya yang sudah dilakukan pihak sekolah telah berhasil mengurangi, bahkan dalam kurun waktu yang cukup lama tidak didapatkan lagi bentuk penyalahgunaan obat-obatan terlarang pada kedua sekolah tersebut.   Meskipun demikian sinergitas harus dibangun terus menerua antara sekolah dan kelaurga serta masyarakat dalam menyelamatkan anak anak .Adapun  faktor yang mendukung dan menghambat terhadap terbangunnya sinergitas dalam mengantisifasi penyalahgunaan obat-obatan terlarang di MTsN 3 ini adalah Pertama; Faktor yang mendukung antara lain; (1)Adanya kerjasama dengan pihak yangkompetenseperti PUSKESMAS dan POLRES setempat dalam memberikan penyuluhan; (2) Terbangunnya kesadaran orangtua uutuk turut serta memberikan perhatian kepada anak-anaknya; dan (3) Adanya kerjasama dari semua komponen di sekolah turut serta membangun kesadaran kepada siswa agar menjauhi narkoba dan sejenisnya.Kedua; Faktor yang menghambat antara lain; (1) Saat ini, sangat sulit mengatasi pengaruh media sosial atau HP terhadap prilaku siswa;  dan (2) Masih kurangnya pengawasan dari sebagian orang tua siswa terhadap pergaulan anaknya di luar sekolah.  Kata Kunci: Guru dan Orang Tua, Mengantisipasi, Obat Obat Terlarang, Sinergisitas.                           
UPAYA GURU DALAM MEMBANGUN KESADARAN BELAJAR DI SEKOLAH FORMAL PADA SISWA MA DARUL ILMI BANJARBARU Wardati, Anis Ridha; Putri, Vivi Alida
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 25, No 1 (2025): Published in March of 2025
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v25i1.674

Abstract

Learning awareness in formal schools is a crucial factor in improving the quality of education and shaping independent and responsible students. Teachers play a strategic role in fostering this awareness by providing motivation, implementing engaging teaching methods, and creating a conducive learning environment. This study employs a qualitative descriptive method using interviews and observations to explore teachers' efforts in cultivating students' learning awareness at MA Darul Ilmi Banjarbaru. The findings indicate that the strategies implemented include improving teaching quality, reinforcing positive discipline habits, and receiving support from the school and family environment. However, there are several inhibiting factors, such as students' lack of motivation, limited facilities, and a demanding academic schedule. Through synergy between teachers, schools, and parents, students' learning awareness can be optimally enhanced to support their academic achievement and character development. Keywords: Formal School, Learning Awareness, Teacher Efforts. Kesadaran belajar di sekolah formal merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk siswa yang mandiri serta bertanggung jawab. Guru memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ini melalui pemberian motivasi, metode pembelajaran yang menarik, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi untuk mengeksplorasi upaya guru dalam menumbuhkan kesadaran belajar siswa di MA Darul Ilmi Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru  yang diterapkan meliputi peningkatan kualitas pengajaran, pembiasaan disiplin positif, serta dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga. Namun, terdapat faktor penghambat seperti kurangnya motivasi siswa, keterbatasan fasilitas, dan padatnya jadwal kegiatan. Dengan sinergi antara guru, sekolah, dan orang tua, kesadaran belajar siswa dapat ditingkatkan secara optimal untuk mendukung pencapaian akademik dan pengembangan karakter mereka. Katakunci:Kesadaran Belajar, Sekolah Formal, Upaya Guru. Katakunci:Kesadaran Belajar, Sekolah Formal, Upaya Guru.
PENDIDIKAN AKHLAK ANAK PANTI ASUHAN DI KABUPATEN TAPIN Mahfuz, Ahmad
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 25, No 1 (2025): Published in March of 2025
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v25i1.547

Abstract

Children need to be educated as fully as possible, so that they become complete individuals, so that moral education in children is a guide that is in accordance with the teachings of the Islamic religion so that children become perfect human beings. Moral education for children in orphanages is non-formal education which also applies moral education, especially as children can be supervised in their daily lives because they are in an orphanage environment. The purpose of this research is that researchers want to know the moral education of children in orphanages in Tapin Regency. This can be seen from the point of view of the objectives of moral education, educators or caregivers, students or foster children, moral education materials or materials for foster children, moral education methods and the moral education environment. The research was carried out at 4 orphanages in Tapin Regency by looking at each sub-district representative, namely Budi Akhlakul Karimah, Siti Khadijah, Miftahussalam and Izzul Hasan Orphanages.The results of national research illustrate that the objectives of moral education for children in orphanages in Tapin Regency are in accordance with educational objectives. Then the educator, who is meant as a caregiver for orphanage children, has a role as a teacher in guiding daily moral education. Then, in research studies, the material for moral education is about honesty, tolerance and courtesy. The caregiver's method of moral education is taught by example and habituation. This exemplary and habituation method can also be combined with other methods such as emotional, functional and rational experiences. However, the advice method is the mainstay method for every caregiver. Keywords: Moral Education, Moral Education Orphanage Children, Orphanage Children, The Moral Environment Of Orphanage Children.                     Anak perlu dididik semaksimal mungkin, supaya menjadi pribadi yang utuh, sehingga pendidikan akhlak pada anak adalah sebuah tuntunan yang sesuai ajaran agama islam agar anak menjadi insan yang sempurna. Pendidikan akhlak pada anak panti asuhan yang merupakan pendidikan nonformal yang juga menerapkan pendidikan akhlak, terlebih keseharian anak dapat di awasi karena dalam lingkungan panti asuhan. Tujuan dilakukannya penelitian ini ialah peneliti ingin mengetahui pendidikan akhlak anak panti asuhan yang ada di Kabupaten Tapin. Hal ini dapat dilihat berdasarkan sudut pandang tujuan pendidikan akhalaknya, pendidik atau pengasuh, peserta didik atau anak asuh, materi atau bahan pendidikan akhlak anak asuh, metode pendidikan akhlak serta lingkungan pendidikan akhlak. Penelitian dilaksanakan pada 4 Panti asuhan yang ada di Kabupaten Tapin dengan melihat pada masing-masing perwakilan kecamatan yaitu Panti asuhan Budi Akhlakul Karimah, Siti Khadijah, Miftahussalam dan Izzul Hasan. Adapun hasil penelitian menggambarkan bahwa Tujuan pendidikan akhlak anak panti asuhan di Kabupaten Tapin sudah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Kemudian pendidik yang dimaksud pengasuh anak panti memiliki peran sebagai guru dalam membimbing pendidikan akhlak sehari-hari. kemudian dalam kajian penelitian yang menjadi materi pendidikan akhlak adalah tentang jujur, toleransi dan sopan santun. Adapun metode pengasuh dalam pendidikan akhlak tersebut diajarkan dengan metode keteladanan dan pembiasaan. Metode keteladanan dan pembiasaan tersebut, bisa juga dikombinasikan dengan metode yang lain seperti emosional, fungsional pengalaman dan rasional,. Namun, metode nasihat merupakan metode andalan setiap pengasuh. Kata Kunci: Anak Panti Asuhan, Lingkungan Akhlak Anak Panti Asuhan, Pendidikan Akhlak, Pendidikan Akhlak Anak Panti Asuhan.