cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 476 Documents
Pneumonia Pada Pasien Anak Di Rumah Sakit Umum DR. Moewardi Surakarta Sebelum Dan Selama Pandemi COVID-19 Rabbani, Gefaritza; Putra, David Anggara; Andarini, Ismiranti; Pribadi, Eddy Teguh; Pristiawan, Pristiawan; Endraputra, Navy
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.18488

Abstract

Indonesia sebagai negara berkembang terus menghadapi tantangan yang signifikan dalam mengurangi kasus dan kematian akibat pneumonia pada anak-anak. Rumah Sakit Umum Dr. Moewardi, rumah sakit rujukan di Surakarta, menangani banyak kasus pneumonia anak. Namun, munculnya pandemi COVID-19 membawa tantangan baru, termasuk kebutuhan untuk menyesuaikan prosedur perawatan kesehatan dan prioritas layanan, yang kemungkinan mempengaruhi penanganan kondisi non-COVID seperti pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pengobatan pneumonia pada anak sebelum dan selama pandemi, untuk mengevaluasi apakah pandemi tersebut berdampak positif atau negatif terhadap kualitas perawatan. Metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional digunakan untuk menganalisis perbedaan kasus pneumonia anak di RS Dr. Moewardi antara tahun 2019 dan 2021. Hasilnya mengungkapkan pergeseran penting dalam karakteristik dan pola insiden pneumonia anak. Pada tahun 2019, kasus lebih sering, terutama pada anak-anak di bawah lima tahun. Sebaliknya, tahun 2021 melihat lebih sedikit kasus tetapi proporsi anak yang lebih tua yang terkena dampak lebih tinggi. Selanjutnya, jumlah pasien yang dirawat di PICU menurun, sementara lebih banyak anak dirawat di bangsal umum, HCU, dan NICU. Perubahan signifikan juga diamati dalam kultur bakteri. Pada tahun 2019, Acinetobacter baumannii dan Klebsiella pneumoniae dominan, tetapi pada tahun 2021, prevalensinya menurun dan Pseudomonas aeruginosa muncul sebagai patogen baru. Temuan ini menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 tidak hanya memengaruhi pola pengobatan tetapi juga etiologi pneumonia pada anak-anak, kemungkinan karena perubahan protokol kesehatan, penggunaan antibiotik, dan tindakan pengendalian infeksi.
Efektivitas Konsumsi Minuman Kunyit Dan Rebusan Jahe Merah Terhadap Penurunan Nyeri Perineum Pada Ibu Nifas Apriliani, Feni Iltari; Hidayani, Hidayani; Hanifa, Fanni; Purnamasari, Asri Desrina; Nurhaeti, Eti; Bayu, Retno; Asih, Fitri Nur; Noviana, Rieke; Apriyani, Rani; S, Sri Mulyani Dewi; Puspita, Sherly Shanta
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.17217

Abstract

Ruptur perineum menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan pada ibu nifas, sehingga menyulitkan mereka dalam merawat diri sendiri dan bayinya. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) tahun 2009, terdapat sekitar 2,7 juta kasus ruptur perineum pada ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan pendekatan Study Case Literature Review (SCLR) dengan melibatkan 10 sampel eksperimen yang dibagi ke dalam dua kelompok intervensi: lima ibu nifas diberikan minuman kunyit, dan lima lainnya diberikan rebusan jahe merah. Intervensi dilakukan dengan pemberian 200 ml minuman sebanyak dua kali sehari (pagi dan sore) selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil observasi menunjukkan bahwa pada kelompok minuman kunyit (responden 1–5), dua responden (responden 1 dan 3) mengalami penurunan nyeri sebesar 6 poin, sedangkan tiga responden lainnya (responden 2, 4, dan 5) mengalami penurunan sebesar 5 poin. Sementara itu, seluruh responden pada kelompok rebusan jahe merah (responden 6–10) mengalami penurunan nyeri yang konsisten dan signifikan sebesar 6 poin. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa rebusan jahe merah lebih efektif dibandingkan minuman kunyit dalam menurunkan intensitas nyeri perineum pada ibu nifas.
Hubungan Antara Pengetahuan Tenaga Kesehatan Puskesmas Dengan Perilaku Pengolahan Limbah Medis Setiawan, Muhamad Rizky; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Karima, Nisa; Sutarto, Sutarto
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.19206

Abstract

Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan primer menyelenggarakan berbagai layanan termasuk perawatan rawat inap dan menghasilkan limbah medis dari berbagai aktivitas perawatan. Masalah limbah medis yang ditemukan meliputi kelalaian dalam penyimpanan sampah infeksius, penumpukan sampah di fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tenaga kesehatan dengan perilaku pengolahan limbah medis di Puskesmas Gedong Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 77 tenaga kesehatan. Kriteria inklusi, yang mencakup tenaga kesehatan di Puskesmas Gedong Air Kota Bandar Lampung dan bersedia menandatangani lembar persetujuan penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (89,6%) dan perilaku pengolahan limbah medis yang baik (55,8%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tenaga kesehatan dengan perilaku pengolahan limbah medis (ρ=0,009). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan tenaga kesehatan memiliki kontribusi penting dalam membentuk perilaku pengolahan limbah medis yang baik.
Literature Review: Peran Anestesi Vibrasi Pada Prosedur Tindakan Kosmetik Rudijanto, Yohanes; Nathania, Kezia; Gunadi, Julia Windi; Sanjaya, Ardo
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.18236

Abstract

Minat terhadap tindakan kosmetik telah mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Namun tindakan kosmetik dapat menimbulkan rasa nyeri yang berlebih. Telah tersedia berbagai metode untuk mengurangi rasa nyeri, salah satunya adalah pemberian stimulus vibrasi. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui efek dan signifikansi anestesi vibratorik dalam mengurangi rasa nyeri pada tindakan kosmetik. Metode yang digunakan adalah review terhadap tujuh artikel dari jurnal internasional yang diterbitkan pada tahun 2014-2024. Artikel didapatkan dari mesin pencarian PubMed dengan kata kunci ‘vibratory anesthesia’, ‘cosmetic procedure’, dan ‘vibration anesthesia device’. Dari studi pustaka didapatkan hasil bahwa anestesi vibratorik aman dan efektif dalam mengurangi nyeri pada berbagai tindakan kosmetik seperti dermal filler di wajah, injeksi steroid interlesional pada keloid, staple removal, dan suture removal. Stimulasi vibrasi dapat diberikan secara tunggal maupun bersamaan dengan metode analgesik lain, baik dalam waktu bersamaan maupun beberapa saat sebelum dilakukan tindakan. Stimulai vibrasi diberikan dengan alat Vibration Anesthesia Device (VAD).
Uji Degradasi Limbah Merah Allura Dan Tetrasiklin Menggunakan Katalis Kalsium Oksida (CaO) Putra, Muhammad Satria Mandala; Lestari, Yovita Endah; Husein, Saddam; Nurkhalika, Rachmi
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.20939

Abstract

Penelitian ini berfokus pada evaluasi kinerja kalsium oksida (CaO) yang disintesis dari cangkang kerang dan cangkang telur ayam sebagai katalis dalam proses degradasi limbah yang mengandung zat warna sintetik Merah Allura dan antibiotik tetrasiklin. Kedua senyawa organik tersebut merupakan polutan persisten yang umum ditemukan dalam limbah industri dan dapat membahayakan lingkungan. Metode penelitian meliputi sintesis katalis CaO serta karakterisasi menggunakan teknik XRD, FTIR, dan SEM. Spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk menguji aktivitas katalis dalam proses degradasi limbah, dengan variasi waktu penyinaran (0–150 menit) pada konsentrasi limbah tetap sebesar 50 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CaO memiliki potensi sebagai katalis yang efektif, ditunjukkan dengan perubahan warna limbah Merah Allura dan tetrasiklin dari pekat menjadi agak bening, serta persen degradasi masing-masing mencapai 93% dan 67% setelah 150 menit. Berdasarkan temuan ini, CaO dinilai sebagai katalis yang menjanjikan untuk pengolahan limbah yang mengandung senyawa organik persisten. Efisiensi degradasi yang tinggi serta kemudahan sintesis dan regenerasi menjadikan CaO sebagai alternatif menarik dibandingkan katalis konvensional. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengidentifikasi produk samping degradasi dan menguji stabilitas jangka panjang katalis CaO dalam kondisi operasi nyata.
Keratitis Eksposur Hingga Gangguan Penglihatan: Spektrum Dampak Keterlambatan Rujukan Pasien Tiroid Ke Dokter Mata: Laporan Kasus Wardani, Sabrina Indri; Idrus, Elfa Ali; Mustaram, Arief Akhdestira; Kartiwa, Raden Angga
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.19602

Abstract

Distiroid Eksoftalmus atau penyakit mata tiroid (Thyroid Eye Disease; TED) merupakan komplikasi penyakit Graves pada mata. Pasien dapat menunjukkan berbagai gejala, termasuk terganggunya fungsi penglihatan yang ireversibel dan keterbatasan aktivitas harian jika tidak diobati. Kami menyajikan seri kasus yang terdiri dari dua kasus TED. Kasus pertama adalah anak berusia 14 tahun dengan penyakit Graves yang rutin kontrol di unit endokrinologi, dengan keluhan eksoftalmus dan lagoftalmus bilateral, serta keterbatasan gerakan mata pada mata kiri. Penglihatan mata kiri menurun akibat infeksi. Kasus kedua adalah seorang pria berusia 32 tahun dengan TED dengan temuan keratitis eksposur, keratopati, dan prolaps iris. Mata kanan tidak memiliki persepsi cahaya dan mata kiri terancam prolaps isi bola mata. Pendekatan multidisiplin dan penilaian klinis yang komprehensif, termasuk pemeriksaan mata, pada pasien gangguan hormon tiroid wajib dilakukan untuk mencegah komplikasi yang tidak dapat dipulihkan.
Hubungan Rasionalitas Terapi Antidiabetes Terhadap Kontrol Gula Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rahma, Cinta Alicia; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Aditya, Muhammad; Berawi, Khairun Nisa
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.19096

Abstract

Diabetes merupakan penyakit metabolik kronik yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi insulin dalam jumlah cukup atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksinya secara efektif sehingga terjadi hiperglikemia. Penatalaksanaan terapi diabetes merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan terapi diabetes yang rasional berdasarkan kriteria 4T yaitu diagnosis yang akurat, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat interval pemberian untuk mencapai kadar gula darah terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan rasionalitas terapi antidiabetik dengan pengendalian gula darah prandial. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan menggunakan data rekam medis. Data tersebut kemudian dianalisis dengan uji univariat. Hasil penelitian menunjukkan distribusi rasionalitas pemberian obat berdasarkan tepat diagnosis sebanyak 63 pasien (100%) , tepat indikasi sebanyak 38 pasien (60,3%) dan tidak tepat indikasi sebanyak 25 pasien (39,7%),  tepat dosis sebanyak 63 pasien (100%) dan tepat interval pemberian obat sebanyak 63 pasien (100%).
Analisis Kadar Vitamin C Pada Perasan Kulit Pisang Kepok, Pisang Ambon, Dan Pisang Mas Dewi, Mentari Ciecilia; Nofita, Nofita; Adina, Anugrah Budipratama
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.19902

Abstract

Provinsi Lampung dikenal sebagai daerah penghasil pisang dengan produksi tinggi, dan saat ini menempati peringkat ketiga di Indonesia setelah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kandungan nutrisi pisang seperti air, karbohidrat, lemak, protein, serta vitamin C dan B juga sebagian terdapat pada kulitnya. Vitamin C berperan sebagai antioksidan yang membantu menetralisir radikal bebas yang dapat merusak sel dan jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan kadar vitamin C pada perasan kulit pisang kepok, ambon, dan mas. Nira dari kulit pisang diekstrak, disegel, dan dibiarkan selama 24 jam. Analisis kadar vitamin C dilakukan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan secara kualitatif menggunakan larutan NaOH 10% dan FeSO₄ 5% pada waktu penyimpanan 12, 120, dan 360 jam. Hasil penelitian menunjukkan kadar vitamin C tertinggi sebesar 292 mg/100 g pada pisang kepok setelah 120 jam, 447 mg/100 g pada pisang ambon setelah 12 jam, dan 231,4 mg/100 g pada pisang mas setelah 360 jam. Berdasarkan uji Kruskal-Wallis, terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kadar vitamin C sampel kulit pisang dibandingkan dengan kelompok kontrol (p = 0,025 < 0,05).
Efek Konsumsi Buah Tin (Ficus carica L.) Terhadap Sistem Pencernaan: Studi Pada Masyarakat Perkotaan Syamsu, Rachmat Faisal; Putri, Riski Astriani; 'Aisy S.Day, Siti Rahadatul
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.19146

Abstract

Buah tin (Ficus carica L.) secara tradisional digunakan sebagai pencahar alami dan untuk mengatasi berbagai gangguan saluran cerna seperti kolik, gangguan pencernaan, sembelit, dan hilangnya nafsu makan. Buah ini merupakan sumber yang kaya akan vitamin, mineral, karbohidrat, senyawa fenolik, serta serat pangan. Penelitian menunjukkan bahwa buah tin memiliki berbagai khasiat biologis, seperti antikonvulsan, antialergi, antiinflamasi, antihiperglikemik, dan antikanker, serta berpotensi untuk terapi hati. Selain itu, ekstrak buah tin juga menunjukkan aktivitas antioksidan, antitumor, antivirus, antibakteri, antiikterik, dan dapat membantu penyembuhan penyakit kulit.
Hubungan Luas Lesi Foto Toraks Pasien Tuberkulosis Paru Dengan Waktu Konversi Sputum Basil Tahan Asam Ramadhian, Muhammad Ricky; Nadhifa, Farin; Nareswari, Shinta; Mustofa, Syazili
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.18797

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular yang disebabkan karena adanya infeksi pada parenkim paru oleh Mycobacterium tuberculosis (M. tb). Salah satu modalitas dalam mendiagnosis TB adalah pemeriksaan spesimen dahak menggunakan pemeriksaan basil tahan asam (BTA) serta pemeriksaan radiologi dengan foto toraks. Dalam pemeriksaan foto toraks, lesi TB paru dapat dibagi menjadi lesi minimal, lanjut sedang, dan sangat lanjut. TB dikenal sebagai penyakit dengan durasi pengobatan yang lama, terbagi menjadi fase intensif dan lanjutan. Dalam mengevaluasi pengobatan, dilakukan pemeriksaan sputum BTA di akhir setiap fase untuk menilai status konversi sputum. Luas lesi diduga berperan dalam durasi konversi sputum BTA. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah terdapat hubungan antara luas lesi foto toraks pasien TB paru dengan waktu konversi sputum BTA. Desain penelitian ini adalah analitik observasional menggunakan data rekam medis dan laman Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Sebanyak 55 orang yang diteliti diambil dengan teknik total sampling. Data kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil yang diperoleh adalah bahwa 52,7% pasien TB paru memiliki luas lesi sangat lanjut dan 61,8% pasien TB paru mengalami konversi selama fase intensif. Analisis bivariat memberikan hasil P-value < 0,001. Kesimpulan penelitiaan ini adalah luas lesi foto toraks pasien TB paru berhubungan dengan waktu konversi sputum BTA di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek pada tahun 2020-2023.