cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jmm@malahayati.com
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Medika Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23556757     EISSN : 25493582     DOI : https://doi.org/10.33024/jmm.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; Kesehatan Masyarakat. JMM mempunyai akses terbuka, diterbitkan 4 kali per tahun untuk mempromosikan original research, case report dan review analisis di bidang yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini diakui secara nasional dan terindeks Google scholar. JMM merupakan platform Publikasi Ilmiah Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dengan nomor terdaftar eISSN 2549 - 3582 (Online). Diterbitkan Oleh: Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati email: jmm@malahayati.ac.id
Articles 476 Documents
Hubungan Kesiapan Belajar Mandiri Dan Motivasi Dengan Nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Pada Mahasiswa Angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Sety, Salwa Fawwaz; Anggraini, Marisa; Hatta, Muhammad; Lutfianawati, Dewi
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.21509

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam memastikan pencapaian nilai akademik yang baik bagi mahasiswa, salah satunya pada Fakultas Kedokteran. Keberhasilan proses pendidikan ditentukan oleh tinggi rendahnya prestasi belajar mahasiswa yang dilihat dari nilai evaluasi belajar. Untuk mencapai indeks prestasi yang baik, tidak terlepas dari faktor yang mempengaruhi, salah satunya kesiapan belajar mandiri dan motivasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kesiapan belajar mandiri dan motivasi dengan IPK pada mahasiswa angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Populasi yang digunakan adalah 126 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2021, dengan sampel sebanyak 68 mahasiswa yang dipilih melalui metode random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner MSLQ dan SDLRS, dan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil menunjukkan kesiapan belajar mandiri tinggi (85,3%) dan tingkat motivasi tinggi (91,2%), dan hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,901 dan p=0,255 atau > 0,05. Tidak terdapat hubungan antara kesiapan belajar mandiri dan motivasi dengan nilai IPK pada mahasiswa angkatan 2021 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil prestasi akademik mahasiswa kedokteran, tidak hanya kesiapan belajar mandiri dan motivasi.
Hubungan Manajemen Konflik Dengan Kinerja Perawat Di Rumah Sakit Islam Purwokerto Nursyam, Fuad Afif; Kurniawan, Wasis Eko; Susanti, Indri Heri
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.20052

Abstract

Konflik di semua lingkup di organisasi merupakan sebuah suatu hal yang wajar terjadi dan dapat menghambat suatu pekerjaan. Perawat merupakan tenaga kesehatan yang paling sering memberikan jasa pelayanan di rumah sakit. Konfik di dalam pelayanan kesehatan menjadi tantangan yang tidak dapat dihindari lagi dalam hubungan kerja perawat dan anggota tim layanan kesehatan lainnya. Konflik dalam sebuah pelayanan kesehatan dapat mempengaruhi tinggi rendahnya kinerja perawat dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan manajemen konflik dengan kinerja perawat pada Rumah Sakit Islam Purwokerto. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 54 perawat yang diambil menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian adanya hubungan yang signifikan antara manajemen konflik terhadap kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Islam Purwokerto dengan p-value 0,048 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi 0,271 yang artinya kategori hubungan lemah. Angka koefisien korelasi diatas bernilai positif, sehingga semakin baik konflik management maka kinerja perawat semakin tinggi. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara manajemen konflik dengan kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Islam Purwokerto. 
Penilaian Risiko Jatuh Pada Lansia Dengan Two-Level Quick Steadi Algorithm Dan Faktor Intrinsik Dan Ekstrinsik Yang Berhubungan Dewi, Syamsumin Kurnia; Na'ima, Aisyah Lifsantin; Rofiatun, Rofiatun; Alimah, Siti
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.18398

Abstract

Tingginya prevalensi jatuh pada lansia berdampak pada tingginya morbiditas dan mortalitasnya. Penting dilakukan penilaian dan identifikasi faktor yang berhubungan dengan risiko jatuh lansia untuk mencegah kejadian jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko jatuh pada lansia dan faktor intrinsik dan ekstrinsik yang berhubungan. Suatu studi cross-sectional dilaksanakan di “PUSAKA Wahyu Teratai” Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta, pada bulan Desember 2023- Januari 2024. Populasi penelitian adalah lansia peserta PUSAKA Wahyu Teratai yang berusia 65 tahun ke atas. Subjek dipilih melalui teknik purposive sampling. Penilaian risiko jatuh dilakukan dengan Two-Level Quick-STEADI Algorithm (TLQSA). Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan Chi Square (χ2). Hasil menunjukkan mayoritas subjek perempuan (53,7 %), berusia 65-75 tahun (65,9%), kawin (51,2%), tingkat pendidikan SD (65,9%), bekerja (56,1%), tinggal bersama keluarga (97,6%), tidak ada riwayat jatuh sebelumnya (80,5%), tidak ada gangguan berjalan/ keseimbangan (73,2%), menderita hipertensi (48,78%), tidak mengonsumsi obat rutin (87,8%), serta memiliki risiko jatuh (61,0%). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa jenis kelamin (OR 2,74, 95%CI: 1,38-5,41), riwayat jatuh (OR 1,94, 95%CI: 1,39-2,70), gangguan berjalan/ keseimbangan (OR 2,14, 95%CI: 1,46-3,14), serta riwayat penyakit kronik (OR 2,72, 95%CI 1,16-6,38) memiliki nilai p <0,005. Kesimpulan: Jenis kelamin, riwayat jatuh, gangguan berjalan/ keseimbangan, serta riwayat penyakit kronik berhubungan dengan risiko jatuh pada lansia berusia ≥65 tahun.
Analisis Multifaktorial Determinan Stunting Pada Balita Usia 6-59 Bulan: Studi Kasus-Kontrol Di Wilayah Kerja Puskesmas Perlang Kabupaten Bangka Tengah Manurung, Meka Lisbet
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.22167

Abstract

Salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia adalah stunting, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Perlang yang menunjukkan angka kejadian cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab stunting pada anak usia 6–59 bulan di daerah penelitian. Menggunakan metode desain case control, penelitian dilakukan pada Juni 2024-Juni 2025 dengan melibatkan 150 anak yang melakukan kunjungan posyandu, terdiri dari 42 kasus stunting dan 108 kontrol non-stunting, yang dipilih melalui consecutive sampling. Pengujian data dengan analisis regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian stunting berkolerasi signifikan terhadap jenis kelamin laki-laki (p=0,032; OR:2,1; IK:1,06-4,15), tidak mendapatkan air susu ibu (ASI) eksklusif (p=0,028; OR:2,3; IK:1,09-4,85), Bayi Berat Lahir Rendah (p=0,041; OR:3,2; IK:1,05-9,74), serta tingkat pengetahuan ibu yang rendah (p=0,016). Kesimpulan: Faktor determinan yang berpengaruh terhadap kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Perlang meliputi jenis kelamin, status pemberian ASI eksklusif, berat badan lahir, dan pengetahuan ibu. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi berbasis keluarga dan edukasi kesehatan dalam upaya pencegahan stunting.
Anak Usia 3 Tahun Dengan Gastroenteritis Akut Disertai Dehidrasi Ringan Sedang Dan Tonsilofaringitis Akut : Laporan Kasus Pinilih, Astri; Saragih, Jovani Ruth Nadia; Rosa, Yolanda; Sitinjak, Fransisca Jaquline; Yuswanita, Ajeng; Barinda, Mayla Fikhansa; Triana, Muhamad Afgan; Rizky, Hidayatul; Farida, Nesti Diah
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.20190

Abstract

Latar Belakang: Gastroenteritis akut (GEA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada anak, dengan dehidrasi sebagai komplikasi yang sering terjadi. Tonsilofaringitis akut (TFA) juga merupakan infeksi saluran pernapasan atas yang umum pada anak-anak. Kombinasi kedua kondisi ini dapat menjaga kondisi klinis pasien dan membutuhkan tatalaksana yang tepat. Laporan Kasus: Anak berusia 3 tahun datang dengan keluhan demam naik turun selama tiga hari, disertai mual, muntah, batuk, pilek, badan lemas, dan nafsu makan menurun. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda-tanda dehidrasi ringan hingga sedang, bibir kering, serta hiperemis pada dinding faring dengan pembesaran tonsil T2/T2. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan neutrofil dan keton dalam urin, yang mengindikasikan kemungkinan dehidrasi. Diagnosa yang ditegakkan adalah GEA dengan dehidrasi ringan-sedang dan TFA. Pasien mendapatkan terapi rehidrasi intravena, antipiretik, antiemetik, antibiotik, serta suplementasi zinc dan probiotik. Setelah beberapa hari perawatan, kondisi pasien membaik, dengan penurunan frekuensi muntah dan diare, serta peningkatan nafsu makan. Kesimpulan: Penatalaksanaan yang cepat dan tepat pada kasus GEA dengan dehidrasi serta TFA sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Terapi rehidrasi, suportif, dan farmakologis sesuai indikasi dapat mempercepat proses pemulihan pasien. 
Wanita Usia 55 Tahun Dengan Neuralgia Pasca Herpes Zooster : Laporan Kasus Amaroisa, Neilan; Marsanda, Widi; Bagyayani, Salman Alfarisy; Marciano, Romi; Efriyansyah, Rahmat; Firmansyah, Maulid Elang
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.19983

Abstract

Neuralgia pasca herpes (PHN) adalah nyeri neuropatik persisten setelah infeksi herpes zoster, sering terjadi pada lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup. Seorang wanita berusia 55 tahun mengalami nyeri panas, perih, dan menetap pada dahi kiri hingga kelopak mata kiri selama tiga minggu setelah ruam herpes zoster membaik. Nyeri disertai alodinia dan hiperalgesia yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Diagnosis ditegakkan secara klinis dan pasien mendapatkan terapi pregabalin, karbamazepin, serta mecobalamin untuk mengurangi nyeri dan mendukung regenerasi saraf, disertai analgesik tambahan serta proteksi lambung. Kasus ini menegaskan bahwa PHN dengan gejala neuropatik khas memerlukan deteksi dini dan tata laksana yang tepat untuk menurunkan keparahan nyeri, mencegah dampak kronis, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Efektivitas Delayed Cord Clamping Terhadap Parameter Hematologi Neonatus Cukup Bulan Di TPMB Kecamatan Sako Kota Palembang Tisnawati, Riya; Retno, Sri Nowo; Wulandari, Eka Tri; Jamaan, Taufik; Wulandari, Ririn
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.21552

Abstract

Sebagai prosedur yang sederhana dan aman, DCC bermanfaat terhadap status hematologis pada bayi baru lahir cukup bulan. Waktu optimal DCC belum diketahui dengan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas DCC terhadap parameter hematologi pada neonatus cukup bulan di TPMB Kecamatan Sako Kota Palembang. Jenis penelitian eksperimen semu dengan post-test only control group design. Sebanyak 36 bayi diambil secara acak menggunakan teknik consecutive sampling terbagi menjadi 18 bayi pada masing-masing kelompok, yaitu kelompok ICC dan DCC. Sampel darah bayi diambil pada 48 jam pertama setelah kelahiran. Analisis menggunakan uji parametrik independent t test. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbandingan rata-rata kadar hemoglobin (Hb) darah vena, hemoglobin (Hb) darah tali pusat, dan hematokrit (Ht) pada kelompok DCC lebih tinggi dibandingkan kelompok ICC. Rata-rata kadar bilirubin total pada kelompok DCC lebih rendah dibandingkan kelompok ICC. Terdapat perbedaan kadar Ht (p value 0,000), kadar Hb darah vena (p value 0,000), tidak ada perbedaan kadar Hb tali pusat (p value 0,125) dan tidak terbukti meningkatkan kadar bilirubin total (p value 0,269) pada 48 jam pertama kelahiran. Praktik ini sebaiknya dilakukan secara rutin sebagai standar dalam persalinan normal tanpa penyulit dan cukup bulan sesuai langkah pada APN.
Pengaruh Usia Dengan Kejadian Proliferatif Dan Non Proliferatif Retinopati Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Bintang Amin Urrahmi, Lisa; Kriswiastiny, Rina; Dharmawan, Akhmad Kheru; Prasetya, Toni
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.20094

Abstract

Kadar glukosa darah yang tinggi di atas normal adalah ciri khas dari penyakit metabolik yang dikenal sebagai Diabetes  Melitus (DM). Jika tidak terkontrol dengan baik, kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi serius, salah satunya adalah retinopati diabetik. Retinopati diabetik (RD) merupakan komplikasi pada pembuluh darah kecil di retina yang terjadi akibat paparan glukosa darah tinggi dalam jangka panjang. Mengetahui pengaruh usia dengan kejadian proliferatif dan non proliferatif Retinopati Diabetik pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Bintang Amin tahun 2024. Jenis penelitian ini merupakan Analitik Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan diambil dari data sekunder lembar rekam medik. Dari 101 sampel, pasien dengan usia <45 tahun 14 orang (13,9%), usia 45-64 tahun 70 orang (69,3%) dan usia >64 tahun 17 orang (16,8%). Pasien retinopati diabetik kategori PDR sebanyak 51 orang (50,5%) dan pasien retinopati diabetik kategori NPDR sebanyak 50 orang (49,5%). Hasil uji pengaruh usia dengan kejadian proliferatif dan non proliferatif retinopati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 dalam penelitian, nilai aSig. (2-tailed) terdapat hasil p= 0,145 (p>0,05) maka didapatkan hasil yang tidak signifikan, artinya tidak terdapat pengaruh antara usia dengan kejadian proliferatif dan non proliferatif retinopati diabetik
Rinosinusitis Kronis Et Causa Deviasi Septum Nasal : Laporan Kasus Kandita, Reisya Tiara; Doewes, Razi Haekal
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.19168

Abstract

Rinosinusitis kronik adalah peradangan pada hidung dan sinus paranasal yang ditandai dengan adanya dua atau lebih gejala, salah satunya berupa hidung tersumbat atau kongesti hidung dan adanya cairan yang keluar dari hidung baik dari anterior maupun posterior, yang disertai gejala tambahan berupa rasa nyeri atau tekanan pada wajah dan penurunan atau kehilangan penciuman. Deviasi septum nasal  merujuk pada kelengkungan septum ke satu sisi yang disertai deformitas struktur garis tengah. Telah dilaporkan seorang pasien perempuan berusia 54 tahun di RSUD dr. R. Soetijono Blora dengan diagonsa rinosinusitis kronis et causa deviasi septum nasal berdasar anamnesis hidung tersumbat, lendir kental berwarna kekuningan, berbau busuk, nyeri pada wajah. Pemeriksaan fisik tampak mukosa hiperemis dan edema, sekret mucous dimeatus media, hipertrofi concha inferior, septum deviasi ke arah sinistra, post nasal drip, dan nyeri tekan maksila, pemeriksaan CT-scan didapat sinusitis maksilaris bilateral dengan deviasi septum nasal ke arah sinistra, dan diberikan penanganan pengobatan medis dan tindakan operatif.
Korelasi Waist To Hip Ratio (WHR) Dengan Skor Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) Dan Diabetic Neuropathy Examination (Dne) Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Pangestu, Dhila Luna; Sina, Muhamad Ibnu; Purwaningrum, Ratna; Amroisa, Raden Ayu Neilan
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.20337

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 ialah penyakit metabolisme yang timbul dari resistensi insulin dan disfungsi sel beta pankreas. Pencetus DMT2 ialah pola makan dan aktivitas fisik. Yang ditandai dengan obesitas dan persentasi lemak tubuh, terutama tersebar di daerah perut. Neuropati diabetik (ND) ialah timbulnya gejala terjadinya disfungsi saraf pada penderita diabetes mellitus (DM). Tujuan untuk mengetahui korelasi Waist To Hip Ratio (WHR) skor Diabetic Neuropathy Symptom (DNS) Diabetic Neuropathy Examination (DNE) pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Tahun 2025. Jenis studi yang diterapkan ialah metode analitik korelatif dengan metode cross sectional sebanyak 35 orang. Hasil terdapat hubungan yang signifikan antara WHR dan skor DNS dan DNE nilai p value WHR dan DNS adalah <0,001 dan skor r korelasi yakni 0,892 korelasi yang sangat kuat. Sedangkan, nilai p value untuk skor WHR terhadap DNE sebesar <0,006 dan nilai r korelasi 0,453 korelasi yang  sedang.