cover
Contact Name
Siti Rohmah
Contact Email
sitirohmah@ub.ac.id
Phone
+6281913731008
Journal Mail Official
novafiaji@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Published by Universitas Brawijaya
Focus and Scope WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter is published by the Center of Character Building Subject, Brawijaya University. WASKITA has been published offline since July 2017 and online since April 2019. In the next publication, this journal will be published twice a year on April and on October. WASKITA accepts research and conceptual papers related to values education and character building. Those values are mores, philosophical, religious, social, linguistic and literature, civil and nationalistic values. This journal also accepts literature review, book review, in depth interview of influential figure or seminar note related to values education and character building.
Articles 141 Documents
REFLEKSI KONDISI EKO-SOSIO-KULTURA KOTA MALANG MELALUI KITAB PARARATON Ardi Wina Saputra
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.172 KB) | DOI: 10.21776/ub.waskita.2020.004.01.2

Abstract

Kondisi ekologis kota Malang pada akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020 sangat mengkhawatirkan. Pemberitaan di media massa baik secara luring maupun daring adalah buktinya. Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan kondisi eko sosio kultura kota Malang melalui Kitab Pararton. Metode yang digunakan untuk merefleksikan adalah metode site of memory. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi ekologis masyarakat Malang pada era Pra Kerajaan Singhasari. Semoga penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan refleksi sekaligus literatur dalam pembelajaran di sekolahan guna mewujudkan kesadaran ekologis masyarakat Malang sejak menempuh pendidikan.
KONSEP KEBERSIHAN MASYARAKAT KAMPUNG NAGA DALAM PERSPEKTIF ECO-PHILOSOPHY Rufus Goang Swaradesy
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.191 KB) | DOI: 10.21776/ub.waskita.2020.004.01.3

Abstract

Masyarakat Kampung Naga merupakan contoh masyarakat adat yang senantiasa menjalin hubungan harmonis antar manusia, alam, dan leluhur. Keharmonisan akan trilogi kehidupan (manusia, alam, dan leluhur) tercermin dalam konsep pembagian kawasan Kampung Naga menjadi tiga kawasan yakni kawasan suci, kawasan bersih, dan kawasan kotor. Tulisan ini merupakan tulisan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah anggota masyarakat Kampung Naga yang masih memegang teguh adat istiadat. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik sampling purposeful. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui Eco-philosophy terlihat ada hubungan yang mendasar pada manusia berkaitan dengan alam di Kampung Naga. Manusia merupakan pusat dari ketiga kawasan ini karena manusia sebagai penggerak sekaligus penjaga keharmonisan. Kebersihan dijadikan sarana relasi antar ketiga kawasan dan lebih dari itu, kebersihan menjadi pusat relasi manusia bahkan sebagai amanah yang senantiasa diturunkan ke generasi selanjutnya.
SISTEM KEKERABATAN DALAM MEMBANGUN INFRASTRUKTUR DI NAGARI NAN TUJUAH Andi Setiawan; Rafiqa Saputri
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2020.004.01.1

Abstract

Pemerintahan nagari merupakan pemerintahan paling rendah dalam struktur pemerintahan di Provinsi Sumatera Barat. Dalam pemerintahan nagari terdapat tiga lembaga yaitu lembaga eksekutif yang terdiri dari Wali Nagari, Perangkat Nagari dan Wali Jorong, sedangkan lembaga yudikatif terdiri dari lembaga kemasyarakatan Kerapatan Adat Nagari (KAN), dan lembaga legislative terdiri dari BAMUS Nagari. Suku yang mendiami hampir seluruh daerah di Provinsi Sumatera Barat adalah suku Minangkabau yang menggunakan sistem matrilineal. Selain itu tanah yang ada di Sumatera Barat kebanyakan adalah tanah ulayat yang dimiliki suku/kaum yang tersebar didaerah-daerah. Oleh karena itu penelitian ini berfokus pada proses pembangunan infrastruktur di Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Tujuan penelitian ini melihat bagaimana tanah ulayat suku/kaum di Nagari Nan Tujuah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Antropologi Politik oleh Georges Balandier. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa dalam proses penyusunan pembangunan infrastruktur di Nagari Nan Tujuah masih dipengaruhi oleh adat yang berlaku. Peran dari niniak mamak suku/kaum sangat berpengaruh dalam keputusan hibah tanah yang akan digunakan dalam pembangunan infrastruktur baik jalan maupun irigasi dan bangunan. 
PROSPEK TANAH ADAT DALAM MENGHADAPI PEMBANGUNAN NASIONAL Muhammad Irfan Hilmy
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.648 KB) | DOI: 10.21776/ub.waskita.2020.004.01.4

Abstract

Menurut penelitian yang dilakukan oleh World Resources Institute bahwa terjadi kesenjangan antara perusahaan dan masyarakat adat dalam memperoleh kesempatan untuk mendapatkan hak dalam penguasaan lahan. Dengan luas lahan sekitar 24.000 hektar milik masyarakat adat dan berbanding terbalik dengan 37 juta hektar lahan konsesi mengancam kedudukan tanah adat yang belum diakui lainnya. Tujuannya penulisan artikel ini adalah mengetahui eksistensi tanah adat dalam bertahan di era pembangunan ekonomi saat ini. Tulisan ini membahas Citra Lingkungan Masyarakat Nusantara, Pengakuan Terhadap Masyarakat Adat Atas Tanah Adat, dan Prospek Tanah Adat Dalam Pembangunan Ekonomi Nasional. Oleh karenanya, analisa diperlukan untuk mengetahui bagaimana prospek tanah adat dalam pembangunan nasional. Dalam hasil analisa ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi turut berperan besar dalam menggeser eksistensi tanah adat.  
PERAN NEGARA MENGHADAPI PROBLEMATIKA HAK ASASI MANUSIA (HAM) DALAM LINGKUNGAN HAYATI Franciscus Xaverius Wartoyo
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.183 KB) | DOI: 10.21776/ub.waskita.2020.004.01.5

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini untuk menjelaskan secara kontekstual antara pelanggaran HAM dan terjadinya bencana lingkungan yang disebabkan oleh pelanggaran tersebut. Pelanggaran dilakukan oleh sebagian orang maupun kelompok. Pelanggaran tersebut memberikan dampak negative bagi kepentingan banyak orang, seperti pencemaran udara ataupun air yang disebut pelanggaran lingkungan hayati. Pelanggaran HAM berupa pencemaran lingkungan hayati menimbulkan dampak fisik maupun psikis pada masyarakat di sekitar lingkungan tersebut, merupakan tindakan melanggar hukum. Tidak ada yang salah dalam kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah maupun penegakkan Undang-Undang PPLH oleh KLHK. Problematika tersebut timbul karena sebagian individu atau kelompok dalam sebuah organisasi, lembaga, maupun instansi yang hanya mementingkan kepentingannya sendiri-sendiri. Usaha meminimalisir problematika hak asasi manusia dan supaya tidak tumpang tindih dalam undang-undang lingkungan hidup dan pertambangan maka negara menyusun UU PPLH. Undang-Undang tersebut membuka ruang dan instrumen hukum seluas-luasnya bagi pihak yang ingin menegakkan hukum lingkungan.  Sesuai dengan UU PPLH, penegakkan hukum lingkungan dapat diselesaikan dengan beberapa alternatif hukum sehingga hak asasi manusia bisa terpenuhi.
MEREFLEKSI DEMOKRASI PASCA PILPRES 2019 DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN UMUM Wibowo Wibowo
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.443 KB) | DOI: 10.21776/ub.waskita.2020.004.01.6

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kondisi demokrasi di Indonesia setelah pemilihan presiden (pilpres) 2019 dalam mewujudkan tujuan negara, yakni kesejahteraan umum. Landasan implementasi demokrasi Indonesia atau yang disebut dengan Demokrasi Pancasila telah diatur dalam sila ke 4 dan ke 5 Pancasila kemudian dijabarkan dalam UUD NRI 1945. Sejauh ini, bangsa Indonesia telah berdemokrasi sebanyak dua kali pasca Indonesia merdeka, sejak era Presiden Soekarno dan berakhir pasca Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan kembali terulang sejak era Presiden B.J. Habibie hingga era Presiden Jokowi. Artikel ini menggunakan metode literature review dan menyajikan data secara deskritif. Berdasarkan telaah review literature yang mendalam penulis menyimpulkan beberapa hal penting proses dan refleksi demokrasi Indonesia saat ini antara lain: (1) Proses demokrasi di era reformasi telah memberikan kesempatan kepada rakyat untuk belajar demokrasi yang sebenarnya. Masyarakat mulai mengenal demokrasi dengan ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan publik, seperti memanfaatkan media sosial sebagai media beraspirasi; (2) Untuk menerapkan demokrasi yang substansial perlu peran pendidikan politik bagi sumber daya manusia (SDM) Indonesia; (3) Kepemimpinan dalam demokrasi Pancasila memerlukan komitmen dan karakter dari pemimpin di tingkat lokal hingga nasional supaya mampu mewujudkan kesejahteraan umum.
Jalan Kematian Demokrasi: Book Review "Bagaimana Demokrasi Mati" Destriana Saraswati
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.261 KB) | DOI: 10.21776/ub.waskita.2020.004.01.7

Abstract

KONSEPSI MUSYAWARAH DALAM SERAT KANCIL KRIDHAMARTANA JILID I SEBAGAI SUMBER NILAI BAGI PERILAKU BERDEMOKRASI PENYELENGGARA NEGARA Emi Setyaningsih; Prisca Kiki Wulandari; Destriana Saraswati
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 5, No 1 (2021): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2021.005.01.2

Abstract

Konsepsi Musyawarah dalam Serat Kancil Kridhamartana Jilid I sebagai Sumber Nilai Bagi Perilaku Berdemokrasi Penyelenggara Negara. Penelitian ini bermaksud untuk menggali nilai musyawarah yang terdapat dalam Serat Kancil Kridhamartana jilid I. Serat Kancil Kridhamartana jilid I ini adalah salah satu versi naskah Serat Kancil yang ditulis dalam lingkup tradisi (keraton) Pakualaman. Melalui penelusuran yang lebih mendalam terhadap naskah ini setidaknya kita menemukan salah satu nilai luhur budaya bangsa, yakni musyawarah mufakat yang bisa dijadikan landasan perilaku berdemokrasi aparatur penyelenggara negara. Mengingat hingga saat ini, perilaku berdemokrasi aparatur penyelenggara kita masih jauh dari nilai-nilai demokrasi yang substansial. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan menggunakan model penelitian filsafat yaitu historis faktual mengenai naskah. Pada proses analisis data penelitian, peneliti menggunakan unsur-unsur metodis, yaitu interpretasi, idealisme, komparasi, dan deskripsi. Hasil penelitian ini menjabarkan bahwa Serat Kancil Kridhamartana jilid I mengandung nilai musyawarah mufakat sebagai pedoman dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Permusyawaratan sebagai sebuah nilai sekaligus prosedur ternyata tidak berdiri sendiri melainkan terkait dengan nilai-nilai yang lain, yakni nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan. Nilai-nilai musyawarah yang terdapat dalam Serat Kancil Kridhamartana jilid I ini sangat relevan sebagai fundamen etik untuk mewujudkan perilaku berdemokrasi penyelenggara negara yang lebih baik.
MITOLOGI SENI REOG PONOROGO VS KAMPANYE PERLINDUNGAN SATWA ANIMAL WALFARE MELALUI PRAKTIK REKAYASA SOSIAL Jusuf Harsono; Slamet Santoso; Yusuf Adam Hilman
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 4, No 2 (2020): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2020.004.02.4

Abstract

The Mythology of Ponorogo’s Reog vs The Animal Walfare Campaign through Social Engineering Practice. Community beliefs in using tiger’s skin considered as an important thing for Ponorogo’s Reyog artist. However, this intensely opposed to Animal Welfare Conception. Therefore, it needs against the reality of deconstruction. This study seeks to change the Ponorogo’s Reyog artist mindset. It can be change slowly by Social Engineering. This study using a qualitative methodology with the approach of phenomenology. Informants in this review are craftsman of Reyog and the artist. The study obtained the procedure of making craft, Dhadhak Merak (Barongan). By using substitute material, the cost are difference. It is cheaper. The dissemination of information through media-related making craft Dhadhak Merak (Barongan) Subtitusi made. Through the medium of as a newspaper, that readily in were missing by the community is a form of campaign As Social-Engineering practices of measurable.
REVOLUTION OF MENTAL IN THE PERSPECTIVE OF PANCASILA EDUCATION Alif Lukmanul Hakim; Wahyu Dwi Yulianto
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 5, No 1 (2021): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2021.005.01.3

Abstract

Revolution of Mental in The Perspective of Pancasila Education. This scientific writing merely aims to study further the meaning of mental revolution existing in Indonesia as one of such either program or what later is called national movement in order for the nation itself to generate the nation’s next generation possessing the great and real character of Pancasila. To say more, the study of mental revolution also has an objective or goal for the youth to be able to compete and face actively the change of the global world characteristically based on Pancasila perspective. This study takes the critical view of the young generation who shows almost little or no respect to the application of the value of Pancasila in their daily. In other words, the jubilee tends to ignore the moral value of behavior  containing Pancasila. The study then applies the qualitative methode through the study of literature which is then processed using descriptive analysis. This qualitative study furthermore derives the analysis of mental revolution from the perspective of Pancasila education: background, process, and goal of mental revolution itself. To conclude as the last point, it is obtained that the meaning of Pancasika education exceeds the meaning of mental revolution itself, which means thay mental revolution is merely one of such many aspects learnt from the education of Pancasila

Page 5 of 15 | Total Record : 141