cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Health and Sport Journal
ISSN : 2654718X     EISSN : 26562863     DOI : 10.37311/jhsj
Core Subject : Health,
Jambura Health and Sport Journal (JHSJ) is an international peer-refereed research journal published by the faculty of sports and health. The scope of articles published in this journal deals with a broad range of topics, including Sports training science, Physical Education and Sport, Public Health, Biomechanics, Health Sport, Nursing, Pharmaceutical, Sports Nutrition, Sports Therapy and Rehabilitation, Sports Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 118 Documents
MANAJEMEN STRES ATLET PUSLATDA DIY DITINJAU DARI JENIS KELAMIN, OLAHRAGA INDIVIDU, DAN OLAHRAGA TIM Nugroho, Agung; Irianto, Djoko Pekik; Lismadiana, Lismadiana; Arga, Muhammad Wahyu
Jambura Health and Sport Journal Vol 6, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v6i2.26891

Abstract

Bidang olahraga merupakan salah satu objek yang tidak dapat terhindar dari kajian stres, dalam bidang olahraga terdapat individu yaitu seorang atlet yang berupaya untuk mencapai prestasi terbaiknya. Hal tersebut sangat dimungkinkan bahwa akan menimbulkan datangnya stres pada setiap individu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa tingkat stres atlet puslatda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Atlet yang dituju yaitu semua atlet cabang olahraga yang mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda). Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan survei berupa angket Kessler Psychological Distres Scale (K10). Penelitian ini mempunyai sampel sebanyak 506 atlet baik laki-laki maupun perempuan, terdiri dari 31 Cabang Olahraga (Cabor) dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan terdapat kecenderungan bahwa atlet dan pelatih berjenis kelamin perempuan lebih rentan terhadap tingginya serangan stres, serta atlet pada jenis olahraga individu akan lebih cenderung lebih rentan terserang stres. Oleh karena itu fungsi pelatih harus bisa memahami dan mengerti keadaan yang dialami oleh para atletnya dari berbagai aspek dan keadaan, seperti terkait perbadaan gender antara laki-laki dan perempuan, serta perbedaan jenis olahraga yaitu olahraga individu maupun olahraga tim. Begitupun dengan pelatih itu sendiri harus bisa mengontrol stres yang ada dan memperhatikan aspek-aspek yang sangat mungkin menjadi sebuah pertimbangan khusus dalam menanggulangi stres guna mencapai prestasi terbaik.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCEGAHAN PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA MASYARAKAT Aulia, Fajar; Aramico, Basri; Hasnur, Hanifah
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i1.30395

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit yang cukup serius. Penyakit ini terjadi terkait tidak optimalnya kerja pankreas untuk memproduksi insulin. Diabetes adalah penyebab kematian nomor enam di dunia, sehingga menjadi fokus utama para pemimpin global dalam upaya mengatasi permasalahan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai berbagai faktor yang berkaitan dengan upaya pencegahan diabetes melitus di kalangan masyarakat yang dilayani oleh Puskesmas Ulee Kareng, Banda Aceh, pada tahun 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pegawai Puskesmas Ulee Kareng, sedangkan sampel yang diambil berjumlah 100 responden melalui teknik Accidental Sampling. Penelitian dilaksanakan antara 18 Maret hingga 10 Juni 2024, dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Analisis data dilakukan menggunakan software SPSS dengan uji univariat dan bivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara edukasi (P = 0.015), pemantauan gula darah (P = 0.021), aktivitas fisik (P = 0.000), dan pola makan (P = 0.000) dengan upaya pencegahan diabetes melitus di masyarakat wilayah Puskesmas Ulee Kareng, Banda Aceh, pada tahun 2024. Temuan ini mengindikasikan bahwa semua variabel tersebut berkontribusi terhadap pencegahan diabetes melitus. Oleh karena itu, bagi individu yang menderita diabetes melitus, penting untuk tetap aktif secara fisik, mengonsumsi makanan sehat, dan melakukan kontrol gula darah secara teratur, dengan harapan dapat menurunkan angka kejadian diabetes melitus di wilayah Puskesmas Ulee Kareng, Banda Aceh.
STUDI KUALITATIF PELAKSANAAN PROGRAM PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE Muhaddisin, Muhaddisin; Arbi, Anwar; Nazhira, Vera
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i1.30409

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. DBD di Indonesia menjadi masalah kesehatan yang memerlukan penanganan serius. Puskesmas Montasik Kabupaten Aceh Besar melaksanakan program pengendalian DBD dengan tujuan untuk mengurangi prevalensi penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pengendalian DBD di Puskesmas Montasik pada tahun 2024. Penelitian ini bersifat kualitatif, dilaksanakan pada 14 hingga 24 Juli 2024, dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Kepala Puskesmas, Kepala Program DBD, dan lima Bidan Desa. Data yang dikumpulkan mencakup aspek input, proses, dan output dari program pengendalian DBD. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan normatif, empiris, dan kesenjangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pengendalian DBD di Puskesmas Montasik belum sepenuhnya efektif. Tidak ada kebijakan khusus dalam pelaksanaannya, dan sumber pendanaan program berasal dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik. Sarana dan prasarana masih tergantung pada Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Meskipun program ini terstruktur dengan baik, pelaksanaannya terkendala oleh rendahnya partisipasi masyarakat, kurangnya pelatihan untuk petugas kesehatan, dan ketidakteraturan dalam kegiatan gotong royong. Saran dari penelitian ini adalah agar Puskesmas Montasik meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kebersihan lingkungan, mempercepat respons terhadap laporan kasus DBD, serta mengadakan pelatihan khusus bagi bidan desa dan petugas lainnya. Selain itu, penting untuk menggalakkan kegiatan gotong royong rutin guna mengurangi potensi sarang nyamuk di wilayah kerja Puskesmas Montasik pada tahun 2024.
PENGARUH LATIHAN FLEKSIBILITAS (SPLIT) TERHADAP TINGGI TEKNIK TENDANGAN DOLLYO CHAGI PADA ATLET TAEKWONDO Hariadi, Nopi; Febiyola, Sherly Ardista; Nopiana, Rina; Hariadi, Hariadi; Suryansah, Suryansah
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i1.30240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh latihan fleksibilitas terhadap tinggi tendangan Dollyo Chagi. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan pretest dan posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Atlet Taekwondo Dojang STC (Spensaker Taekwondo Club) sebanyak 20 atlet. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan menggunakan kriteria tertentu dan yang memenuhi syarat sebanyak 15 atlet Dojang STC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh latihan fleksibilitas (split) terhadap tinggi tendangan Dollyo Chagi, dapat dilihat dari hasil peningkatan rata-rata pretest maupun posttest. Rata-rata pretest adalah 6,27, kemudian setelah diberikan perlakuan selama 16 pertemuan dengan latihan fleksibilitas (split) terjadi peningkatan yaitu menjadi 7,6 dan hasil uji t-Test menunjukkan nilai Thitung Ttabel atau 10,583 2,144. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa latihan fleksibilitas (split) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tendangan Dollyo Chagi. Penelitian ini memberikan kontribusi untuk tambahan wawasan dan referensi bagi pelatih maupun atlet dalam mempertimbangkan salah satu faktor keberhasilan dalam melakukan teknik tendangan Dollyo Chagi yang tinggi yaitu dengan latihan fleksibilitas (split) dan latihan ini dapat dimasukkan dalam program latihan di Dojang STC.
ANALISIS KONDISI FISIK LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU Rezeki, Tamara; Agustina, Agustina; Fahdhienie, Farrah
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i1.30407

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Puskesmas Jaya Baru mencatat 33 kasus TB dari 2021 hingga September. Studi ini bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi fisik lingkungan rumah berdampak pada kasus TB paru-paru di daerah tersebut pada tahun 2022. Penelitian observasional analitik yang dirancang dengan desain case-control ini melibatkan dua belas responden kasus dan dua puluh empat kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kejadian tuberkulosis paru-paru dan kepadatan hunian, ventilasi, pencahayaan alami, kelembapan udara, jenis lantai, dan dinding. Analisis multivariat menunjukkan faktor risiko pada kepadatan hunian (OR: 0,16), ventilasi (OR: 3,86), pencahayaan alami (OR: 5,50), kelembapan (OR: 3,50), dan jenis lantai (OR: 4,86). Penelitian ini mengimplikasikan bahwa petugas kesehatan, khususnya di bidang promosi kesehatan, memiliki peran penting dalam memberikan penyuluhan mengenai faktor risiko TB paru. Edukasi yang tepat dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, mendorong pencegahan, deteksi dini, dan menekan angka penularan TB paru di komunitas.
STUDI PERBANDINGAN GAYA KEPEMIMPINAN PELATIH DAN POSISI BERMAIN TERHADAP KECOCOKAN HUBUNGAN PELATIH-ATLET SEPAKBOLA REMAJA Al Faridzi, Anelka Pratama; Fitri, Mustika; Subarjah, Herman; Apriady, Hilmy
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i1.30639

Abstract

Hubungan antara pelatih dan atlet merupakan faktor penting dalam perkembangan atlet remaja, dengan kepemimpinan pelatih memainkan peran kunci dalam membentuk dinamika tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan dan membandingkan gaya kepemimpinan otoriter dan demokratis terhadap kompatibilitas hubungan pelatih-atlet dalam sepak bola remaja. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki apakah posisi bermain berkontribusi terhadap perbedaan dalam hubungan pelatih-atlet. Metode kuantitatif komparatif dengan pendekatan cross-sectional digunakan, melibatkan 30 atlet sepak bola berusia 12-17 tahun. Data dikumpulkan menggunakan Leadership Scale for Sport (LSS) untuk mengukur persepsi atlet terhadap kepemimpinan pelatih dan Coach-Athlete Relationship Questionnaire (CART-Q) untuk menilai kualitas hubungan pelatih-atlet. Analisis data dilakukan dengan independent sample t-test dan one-way ANOVA menggunakan SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara gaya kepemimpinan demokratis dan otoriter terhadap kompatibilitas hubungan pelatih-atlet (p 0,05). Kepemimpinan demokratis memiliki nilai rata-rata hubungan pelatih-atlet yang lebih baik dibandingkan kepemimpinan otoriter (MD=4.824). Namun, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dalam hubungan pelatih-atlet berdasarkan posisi bermain atlet (p 0,05). Studi ini memberikan wawasan bagi pelatih dalam mengadopsi gaya kepemimpinan yang lebih inklusif untuk meningkatkan hubungan dengan atlet dan mendukung perkembangan mereka dalam olahraga.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN PREZI TERHADAP KREATIVITAS MAHASISWA PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI Ladjar, Maria Andriani Barek; Wijaya, I Nyoman Wahyu Esa; Neolaka, Erwin Sarnoto
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i1.30390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Media Pembelajaran Prezi Terhadap Kreativitas Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Penjaskesrek FKIP semester II dan IV Undana sebanyak 200 orang mahasiswa. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dimana sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu, yaitu sampel merupakan mahasiswa aktif semester II dan IV memiliki perangkat laptop, notebook atau perangkat yang menunjang praktik media pembelajaran, dan memiliki pemahaman dasar tentang pengaplikasian device laptop maupun notebook. Sampel penelitian sebanyak 40 orang. Sebelum dan setelah diberikan perlakukan melalui Media Pembelajaran Prezi, dilakukan tes penugasan dengan cara mahasiswa membuat media pembelajaran dengan kreativitas mereka sendiri untuk mengukur kemampuan kreativitas. Sehingga diperoleh dua data yaitu data pre-test dan data post-test. Maka design penelitian yang digunakan yaitu One Group Pre-Post Test Design. Temuan dari penelitian ini terdapat pengaruh dari media pembelajaran prezi terhadap kreativitas dan besarnya pengaruh diperoleh melalui uji regresi sederhana yang menunjukan nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,608 yang memiliki arti bahwa pengaruh variabel bebas (media Prezi) terhadap variabel terikat (kreativitas) adalah sebesar 60,8 %. Maka dapat disimpulkan bahwa, media pembelajaran Prezi dapat digunakan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa. Implikasinya dari penelitian ini, sampel penelitian sudah dibekali oleh kreativitas melalui media pembelajaran prezi yang bisa berguna selama proses perkuliahan maupun kelak saat sudah terjun di dunia pendidikan sebagai seorang guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK).
MANAJEMEN SUMBER DAYA OLAHRAGA PADA CABANG OLAHRAGA BELA DIRI: LITERATURE REVIEW Putri, Ariza; Rasyid, Rosyeni
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i1.30609

Abstract

Manajemen sumber daya olahraga memiliki peran penting dalam pengembangan atlet dan pencapaian prestasi, terutama dalam cabang olahraga bela diri seperti karate, judo, taekwondo, dan kickboxing. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aspek-aspek manajemen sumber daya olahraga yang mempengaruhi kinerja atlet bela diri, dengan meninjau literatur yang relevan. Faktor-faktor utama yang dibahas meliputi dukungan finansial, fasilitas pelatihan, kualitas pelatih, kesejahteraan mental atlet, dan kepemimpinan yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka, dengan mengumpulkan artikel dari database ilmiah seperti Scopus, PubMed, dan Google Scholar, menggunakan kata kunci seperti "Manajemen", "Sumber Daya", "Olahraga", dan "Bela Diri". Data yang diperoleh dianalisis untuk menyimpulkan berbagai strategi manajemen yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan atlet. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen yang buruk, seperti ketidaktersediaan dana yang cukup, fasilitas yang tidak memadai, dan kurangnya dukungan terhadap transisi karier atlet pasca-kompetisi, dapat menghambat kemajuan atlet dan olahraga bela diri secara keseluruhan. Kepemimpinan transformasional yang baik, yang mendorong kohesi tim dan motivasi atlet, terbukti meningkatkan performa, meskipun olahraga bela diri sering kali dianggap sebagai cabang individu. Selain itu, perhatian terhadap kesejahteraan psikologis, seperti melalui praktik mindfulness, dapat mengurangi stres dan meningkatkan kinerja atlet. Penelitian ini menyarankan perlunya sistem manajerial yang terstruktur dan terkoordinasi untuk mengatasi tantangan yang ada, terutama di negara berkembang. Keberhasilan jangka panjang dalam olahraga bela diri memerlukan perhatian holistik terhadap aspek finansial, pelatihan, fasilitas, kepemimpinan, dan kesejahteraan mental atlet.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN TANTANGAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI DALAM PENGUKURAN KECEPATAN TENDANGAN PADA LATIHAN PENCAK SILAT Hidayat, Syarif; Setyawati, Heny; Rahayu, Setya; Haryono, Sri
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i1.30217

Abstract

Kecepatan tendangan merupakan indikator penting dalam penilaian performa atlet pencak silat, dan meskipun metode manual terbatas oleh akurasi dan efisiensi, teknologi modern dapat memberikan solusi yang lebih akurat dan efisien dalam pengukurannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pelatih pencak silat di Indonesia terhadap kebutuhan dan tantangan dalam penerapan teknologi pengukuran kecepatan tendangan. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 214 pelatih pencak silat yang disurvei secara daring menggunakan kuesioner berbasis Google Forms. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatih menyadari pentingnya teknologi dalam mengukur kecepatan tendangan (rata-rata skor 3,10), meskipun mereka juga menghadapi hambatan dalam hal biaya, pelatihan, dan aksesibilitas (rata-rata skor 2,96). Penerimaan terhadap penggunaan teknologi cukup positif, dengan skor rata-rata 3,08, namun keterbatasan pengalaman penggunaan teknologi masih menjadi kendala. Teknologi terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pengukuran dan memberikan dampak positif pada motivasi serta evaluasi atlet. Penelitian ini merekomendasikan langkah-langkah strategis untuk mengatasi hambatan seperti subsidi biaya, pelatihan intensif, dan peningkatan aksesibilitas teknologi. Secara keseluruhan, implementasi teknologi dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi pengukuran kecepatan tendangan, yang pada akhirnya akan mendukung peningkatan kualitas pelatihan dan performa atlet pencak silat di Indonesia.
PENGARUH MODEL LATIHAN KIDS’ ATHLETICS TERHADAP KESEIMBANGAN, KELINCAHAN, DAN KOORDINASI ANAK USIA 6-7 TAHUN Kardi, Ipa Sari; CS, Ansar; Asri, Astini; Mubarak, Muhammad Fitrah; Oktavian, Irfan Deny; Yudistira, Indra; Logo, Yermia; Mirin, Mikdol
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v7i1.30296

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model latihan Kids' athletics meliputi latihan crocodile river, socorro, dan meo duoi chuot terhadap keseimbangan, kelincahan, dan koordinasi anak usia 6-7 tahun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain penelitian One-Group Pretest-Postest Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria anak usia 6-7 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) fase A (kelas 1 dan 2) meliputi: tes keseimbangan berdiri dengan satu kaki, tes kelincahan dengan lari bolak balik, dan tes koordinasi dengan lempar tangkap bola tenis. Teknik analis data menggunakan uji t-test. Hasil uji t-test ditemukan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada keseimbangan, kelincahan, dan koordinasi dengan nilai P-value 0.05. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa model latihan Kid's Athletics (crocodile river, socorro, dan meo duoi chuot) dapat meningkatkan keseimbangan, kelincahan, dan koordinasi siswa usia 6-7 tahun. Sebagai catatan dan saran bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) untuk memasukkan program Kid's Athletics bersama dengan program lainnya untuk memfasilitasi siswa dalam meningkatkan dan memaksimalkan keseimbangan, kelincahan, dan koordinasi siswa. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah model latihan Kid's Athletics dapat diterapkan oleh guru PJOK dengan memasukkan program Kid's Athletics bersama dengan program lainnya untuk memfasilitasi siswa dalam meningkatkan dan mengoptimalkan keseimbangan, kelincahan, dan koordinasi siswa, khususnya siswa usia 6-7 tahun.

Page 10 of 12 | Total Record : 118