cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Health and Sport Journal
ISSN : 2654718X     EISSN : 26562863     DOI : 10.37311/jhsj
Core Subject : Health,
Jambura Health and Sport Journal (JHSJ) is an international peer-refereed research journal published by the faculty of sports and health. The scope of articles published in this journal deals with a broad range of topics, including Sports training science, Physical Education and Sport, Public Health, Biomechanics, Health Sport, Nursing, Pharmaceutical, Sports Nutrition, Sports Therapy and Rehabilitation, Sports Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 118 Documents
PENGARUH STRETCHING LOWER BODY UNTUK MEREDAKAN NYERI AKIBAT LATIHAN INTENSITAS TINGGI Saloko, Bagas Aryo; Ugelta, Surdiniaty; Jajat, Jajat
Jambura Health and Sport Journal Vol 6, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v6i2.26933

Abstract

Stretching adalah teknik relaksasi otot yang dapat meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas otot dan memaksimalkan rentang gerakan persendian. Nyeri terjadi bersama banyak proses penyakit atau bersamaan dengan beberapa pemeriksaan diagnostik atau pengobatan, nyeri sangat mengganggu dan menyulitkan lebih banyak orang dibandingkan suatu penyakit manapun. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh stretching untuk mengurangi nyeri akibat latihan intensitas tinggi pada lower body pada Klub Futsal Jawara FC. Desain penelitian yang digunakan yaitu dengan Quasi experiment dengan rancangan one group pretest posttest design dan menggunakan Uji Wilcoxon. Teknik sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 16 responden. Kriteria yang digunakan yaitu anggota Klub Futsal Jawara FC yang akan bermain pada Jogja Futsal League U-23 dengan latihan instensitas tinggi. Pengukuran tingkat nyeri dengan menggunakan VAS (Visual Analog Scale). Hasil penelitian ini menampilkan bahwa skala nyeri yang dialami responden sebelum dilakukan stretching skala nyeri minimum 2, nilai maksimum 4, dengan rata-rata skala nyeri 2,81±0,544. Hasil penelitian setelah dilakukan stretching Skala nyeri minimum 1, nilai maksimum 4 dengan rata-rata skala nyeri 1,75 ± 0,775. Hasil analisa Bivariat yang digunakan yaitu dengan uji Wilcoxon P value=0,0010,05. Simpulan, stretching berpengaruh untuk mengurangi nyeri akibat latihan intensitas tinggi pada lower body. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa stretching efektif dalam mengurangi nyeri setelah latihan intensitas tinggi pada lower body, yang penting untuk pemulihan otot dan menjaga performa atlet. Disarankan agar stretching dimasukkan dalam rutinitas latihan untuk meminimalkan nyeri dan cedera. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat temuan ini pada populasi yang lebih luas.
MANAJEMEN PERENCANAAN DAN PENGORGANISASIAN CABANG OLAHRAGA UNGGULAN KONI KABUPATEN SINJAI Husain, Andi Baso; Sianto, Moh. Ifkhal; Cakrawijaya, Muhammad Hidayat
Jambura Health and Sport Journal Vol 6, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v6i2.24597

Abstract

Organisasi olahraga di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sinjai, memainkan peran penting dalam pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen cabang olahraga unggulan di bawah naungan organisasi tersebut di Kabupaten Sinjai, dengan fokus pada upaya peningkatan prestasi olahraga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan melibatkan 50 responden, terdiri dari pengurus (28 orang), pelatih (2 orang), dan atlet (20 orang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Perencanaan: Skor tes menunjukkan kategori kurang handal (32,56). Hal ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam aspek penetapan tujuan, perumusan strategi, dan penyusunan program kerja yang lebih terarah dan terukur. Pengorganisasian: Skor tes menunjukkan kategori kurang handal (33,32). Perlu ada peningkatan dalam aspek pendelegasian tugas, koordinasi antar pengurus, pelatih, dan atlet, serta struktur organisasi yang lebih efektif. Penelitian ini merekomendasikan beberapa langkah untuk meningkatkan manajemen cabang olahraga unggulan di Kabupaten Sinjai, antara lain: Penyusunan program kerja yang lebih terarah dan terukur, dengan mempertimbangkan potensi atlet dan sumber daya yang tersedia. Peningkatan koordinasi antar pengurus, pelatih, dan atlet dalam pelaksanaan program latihan dan pertandingan. Pembinaan dan pelatihan berkelanjutan bagi pengurus, pelatih, dan atlet untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme. Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan manajemen cabang olahraga unggulan di Kabupaten Sinjai dapat dioptimalkan untuk mencapai prestasi olahraga yang lebih baik di masa depan.
PENGEMBANGAN SARANA, PRASARANA DAN MANAJEMEN KOLAM RENANG GOR SIDOARJO DALAM PERSIAPAN PORPROV 2023 Hidayatullah, Moch Bagus; Yuliastrid, Dita
Jambura Health and Sport Journal Vol 6, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v6i1.24252

Abstract

Adanya standar sarana dan prasarana memegang peranan penting dalam keberlangsungan suatu olahraga. Pada kolam renang Gelanggang Olahraga (GOR) Sidoarjo ini memerlukan pengembangan lanjutan dan pengaadaan fasilitas yang minim keterbatasan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengembangan sarana, prasarana, dan manajemen dalam persiapan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Timur 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan mengadopsi metode observasi, yang melibatkan penggunaan teknik wawancara, angket, dan dokumentasi sebagai alat pengumpulan data. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan, Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Sidoarjo, Seksi Prasarana Olahraga Kabupaten Sidoarjo, Koordinator Kolam Renang GOR Sidoarjo, Pengelola Kolam Renang GOR Sidoarjo, Pelatih, Atlet, Pengunjung dengan total subjek sebanyak 23 orang. Teknik analisis data yang diterapkan adalah dengan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan sarana dan prasaran kolam renang GOR Sidoarjo pada kategori baik. Pengembangan manajemen kolam renang GOR Sidoarjo pada kategori sangat baik. Berdasarkan temuan yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pengembangan sarana, prasarana dan manajemen kolam renang GOR Sidoarjo berjalan dengan dan mendapatkan dukungan dari pemerintah dalam pengadaan dan perawatan kolam renang. Diperlukan peningkatan pengadaan sarana dan prasarana kolam renang untuk menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan atlet dan pelatih dalam persiapan PORPROV Tahun 2023, sambil mendorong atlet untuk melatih lebih maksimal guna mencapai prestasi yang membanggakan. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN DERMATITIS KONTAK Lisma, Erna; Arbi, Anwar; Arifin, Vera Nazhira
Jambura Health and Sport Journal Vol 6, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v6i2.26823

Abstract

Dermatitis kontak merupakan salah satu masalah kesehatan kulit yang semakin sering terjadi di Indonesia. Laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa jumlah kasus dermatitis kulit terus meningkat, menggarisbawahi pentingnya upaya pencegahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi upaya pencegahan Dermatitis kontak di masyarakat, Penelitian ini merupakan deskriptif analitis dengan data cross-sectional. Populasi  terdiri dari seluruh masyarakat yang diambil secara acak sebanyak 99 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistik menggunakan aplikasi SPSS dengan uji chi-square. Hasil ini menekankan perlunya program pendidikan kesehatan, intervensi di tempat kerja, dan peningkatan kebersihan pribadi untuk mencegah dermatitis kontak secara lebih efektif. Saran kepada masyarakat, guna meningkatkan kewaspadaan terhadap dermatitis, mencegah kerusakan kulit, dan menggunakan alat pelindung diri di lingkungan kerja yang berisiko tinggi.
PENGARUH KELELAHAN AEROBIK TERHADAP KINEMATIKA GERAKAN LANDING PADA ATLET SEPAK BOLA Nuryansyah, Ilham; Rusdiana, Agus; Hidayat, Iwa Ikhwan; Imanudin, Iman; Badruzaman, Badruzaman; Hardwis, Syam; Haryono, Tono; Umaran, Unun; Syahid, Angga M; Kurniawan, Tian
Jambura Health and Sport Journal Vol 6, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v6i2.26934

Abstract

Sepak bola merupakan salah satu jenis olahraga yang paling digemari saat ini dan menjadi tempat kompetisi baik tingkat regional maupun internasional di dunia. Kelelahan aerobik sering kali mempengaruhi performa teknis pemain, yang dapat berujung pada peningkatan risiko cedera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kelelahan aerobik terhadap kinematika gerakan landing pada atlet Sepak bola. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan 12 atlet laki-laki dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sepak bola Universitas Pendidikan Indonesia. Instumen pada penelitian ini yaitu alat pengukur kadar asam laktat, treadmill (bruce test) tes landing, kamera, perangkat lunak Kinovea versi 0.9.4 dan SPSS versi 26.0. Parameter yang diamati pada penelitian ini mencakup sudut knee kanan dan kiri, sudut plantar kanan dan kiri. Hasil test menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah kelelahan pada beberapa parameter yang di ukur: kadar asam laktat sig 0,000 0,005; sudut knee kanan 0,000 0,05; sudut knee kiri 0,000 0,05; plantar kanan 0,000 0,05; sudut plantar kiri 0,000 0,05. Berdasarkan analisis data dan teori pembahasan, dapat disimpulkan dalam sudut-sudut sendi, seperti lutut dan pergelangan kaki, sebelum dan sesudah kelelahan aerobik. Hasil ini mengindikasikan bahwa kelelahan aerobik dapat mempengaruhi teknik landing, yang berpotensi meningkatkan resiko cedera.
EVALUASI POSTURAL PROGRAM PENANGANAN DISEASE HERNIA NUKLEUS PULPOSUS DI IFIT INDONESIA JAKARTA PUSAT Neli Anggraini, Neli Anggraini; Gemael, Qorry Armen; Izzuddin, Deden Akbar; Setiawan, Muhammad Arief; Wijaya, Habibi Hadi
Jambura Health and Sport Journal Vol 6, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v6i2.26530

Abstract

Low Back Pain (LBP) terjadi sekitar 30%-80% pada bagian tulang belakang, penyebabnya Hernia Nuckleus Pulposus (HNP). Penanganannya dilakukan dengan program latihan yaitu stabilitas inti. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi postural program pada penanganan Desease Hernia Nucleus Pulposus (HNP) di I-FIT Indonesia Jakarta Pusat. Jenis penelitian ini menggunakan model evaluasi context, input, process, dan product (CIPP). Metode yang digunakan yaitu mixed methods. Jumlah populasi pada penelitian 15 orang sedangkan sampel yang digunakan yaitu 1 postural expert, 2 coach dan 12 member (HNP). Teknik pengambilan data instrument pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Hasil dari evaluasi postural program hernia nukleus pulposus  memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dapat dirasakan langsung pada member, sehingga lebih banyak memiliki ruang gerak. Selain itu juga peneliti menyarankan dalam pelaksanaan program latihan terlebih dahulu disesuaikan dengan level fitness member, sehingga keberhasilan latihan efektif dalam menangani HNP.
KELENGKAPAN INFORMED CONSENT POLIKLINIK BEDAH UMUM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Yanti, Ni Komang Wijiani; Yulianti, Mega Sara
Jambura Health and Sport Journal Vol 6, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v6i1.23722

Abstract

Rekam medis sangat penting untuk proses informed consent sebagai persetujuan tindakan medis. Ketidaklengkapan dalam pengisian informed concent dapat menghambat proses pengajuan klaim kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelengkapan informed consent pada poliklinik bedah umum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Jenis penelitian observasional deskripftif. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan check list lalu dilakukan analisis secara deskriptif. Populasi penelitian yaitu 808 dokumen rekam medis. Sampel yang digunakan sebanyak 89 sampel diambil dengan metode simple random sampling. Penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan pengisian formulir informed consent pada item diagnosis 100% lengkap, terdapat kategori tidak lengkap pada tindakan kedokteran, tata cara, indikasi tindakan dan alternatif dan risiko, pemberi produk. Berdasarkan hasil tersebut maka disarankan rumah sakit melakukan sosialisasi kepada tenaga kesehatan khususnya dokter terkait pentingnya kelengkapan pengisian formulir informed consent untuk mencapai standar pelayanan minimal 100% dan mengurangi angka ketidaklengkapan dalam pengisian berkas rekam medis demi meningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit.
HUBUNGAN KELINCAHAN DAN KOORDINASI TERHADAP KEMAMPUAN DRIBBLE BOLA BASKET Wulandari, Ayu Indah; Wicaksono, Anggit; Karjadi, Moch Senoadji
Jambura Health and Sport Journal Vol 6, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v6i2.26935

Abstract

Teknik dasar dribble sering digunakan pada proses latihan dan kompetisi pada bola basket. kelincahan serta koordinasi merupakan bagian penting yang mempengaruhi teknik dasar dribble. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kelincahan dan koordinasi terhadap kemampuan dribble siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 14 Semarang. Studi ini menggunakan analisis data deskriptif dan korelasi. Populasi pada penelitian ini adalah siswa ekrakurikuler bola basket berjumlah 12 orang siswa. Instrumen tes yang digunakan pada penelitian ini adalah kelincahan di ukur menggunakan tes Shuttle Run dan koordinasi diukur menggunakan tes lempar tangkap bola tenis. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara Shuttle Run terhadap kemampuan dribble dan tidak terdapat hubungan antara Lempar tangkap bola terhadap kemampuan dribble. Selain itu terdapat pengaruh shuttle run dan Lempar tangkap bola tenis secara simultan terhadap dribble. Sehingga dapat dikatakan bahwa kelincahan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan dribble siswa, sedangkan koordinasi tidak. Oleh karena itu, program latihan yang fokus pada peningkatan kelincahan direkomendasikan untuk meningkatkan kemampuan dribble siswa dalam bermain Bola basket.
KEMAMPUAN KESEIMBANGAN DAN KOORDINASI PADA SISWA KELAS 3 DAN 4 SEKOLAH DASAR Wawan, Wawan; Siantoro, Gigih; Khamidi, Amrozi
Jambura Health and Sport Journal Vol 6, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v6i2.26840

Abstract

Keseimbangan dan koordinasi merupakan komponen penting dalam perkembangan motorik anak, yang berperan signifikan dalam berbagai aktivitas fisik sehari-hari. Penelitian ini meneliti bagaimana kemampuan keseimbangan dan koordinasi pada siswa kelas 3 dan 4 Sekolah Dasar (SD) Khadijah Wonokromo Surabaya dipengaruhi oleh faktor usia dan perkembangan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan keseimbangan dan koordinasi (mata dan tangan) pada siswa kelas 3 dan 4 SD Khadijah Wonokromo Surabaya. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif, penelitian ini melibatkan 32 siswa laki-laki berusia 9-11 tahun sebagai sampel yang dipilih melalui cluster sampling. Instrumen yang digunakan meliputi tes keseimbangan dengan balok titian dan one-leg stand, serta tes koordinasi melalui kegiatan menendang dan melempar bola. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa kelas 4 memiliki kemampuan keseimbangan dan koordinasi yang lebih baik dibandingkan siswa kelas 3, yang diduga dipengaruhi oleh faktor fisik, indera penglihatan, fokus, serta tingkat kematangan mental. Penelitian ini menyarankan studi lanjutan terkait perbedaan kemampuan antara siswa laki-laki dan perempuan, serta pentingnya perhatian pendidik terhadap perkembangan anak dalam melatih keseimbangan dan koordinasi.
FREKUENSI ANGKAT DAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN THORACIC OUTLET SYNDROME BURUH KAPAL PELABUHAN Fitrah, Nurul; Tarigan, Sylva Flora Ninta; Mahdang, Putri Ayuningtias
Jambura Health and Sport Journal Vol 6, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v6i2.25270

Abstract

Kasus Thoracic Outlet Syndrome (TOS) adalah kondisi medis yang terjadi akibat kompresi saraf atau pembuluh darah di area antara tulang selangka dan tulang rusuk pertama. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan frekuensi angkat dan postur kerja dengan keluhan thoracic outlet syndrome pada buruh kapal dipelabuhan penyeberangan Gorontalo. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu 50 buruh kapal. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data dikumpulkan menggunakan pengukuran roos test, kuesioner dan formulir rula selanjutnya dianalisis menggunakan uji chi square dengan nilai alpha 0,005. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 27 responden dengan frekuensi angkat tinggi (25) responden dengan jumlah responden yang mengalami keluhan TOS sebanyak 19 responden (70,4%) dan terdapat 8 responden (29,6%) dengan frekuensi angkat tinggi tidak mengalami keluhan TOS sedangkan postur kerja, terdapat 22 responden dimana postur kerja kategori sangat berisiko sebanyak 19 responden (86,4,6%) mengalami keluhan TOS dan 3 responden (13,6%) yang tidak mengalami keluhan TOS. Simpulan terdapat hubungan antara frekuensi angkat dan postur kerja dengan keluhan TOS pada buruh kapal di pelabuhan penyeberangan Gorontalo. Saran bagi pekerja, diharapkan melakukan pemanasan dan peregangan sebelum bekerja terutama otot leher, bahu, dan punggung, istirahat yang cukup untuk memulihkan otot yang lelah dan menggunakan alat bantu angkat jika beban terlalu berat.

Page 8 of 12 | Total Record : 118