cover
Contact Name
Jafar La Kilo
Contact Email
jafar.chem@ung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jjchem@ung.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Chemistry
ISSN : 26563665     EISSN : 26566834     DOI : 10.34312/jambchem
Core Subject : Science,
Jambura Journal of Chemistry is peer-reviewed and open access journal published by Chemistry Depertment, Faculty Mathematic and Natural Science. Jam.J.Chem that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of chemistry including applied chemistry. Jambura Journal of Chemistry publish two issues (numbers) annually (February and August).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2025): August" : 8 Documents clear
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etil Asetat Daun Katang-Katang (Ipomea Pes-Caprae) Menggunakan Metode Dpph (1,1- Difenil-2-Pikrilhidrazil) Otoluwa, Sri Yulanda; Suleman, Nita; Aman, La Ode
Jambura Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v7i2.24266

Abstract

Tumbuhan katang-katang (Ipomoea pes-caprae) yang hidup merambat dipesisir pantai dengan bunga berbentuk terompet dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan alami karena mampu mengambat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder ekstrak etil asetat daun katang-katang, serta mengetahui nilai aktivitas antioksidan ekstrak daun katang-katang. Metode yang dilakukan dengan metode ekstraksi sebanyak 500 gram serbuk daun katang-katang dimaserasi dengan etil asetat menghasilkan ekstrak kental etil asetat sebanyak 111,682 gram. Uji fitokimia menunjukkan hasil positif mengandung flavonoid, tannin dan triterpenoid. Proses pemisahan dilakukan dengan kromatografi kolom yang diperoleh 115 fraksi. Proses pemurnian dengan cara rekristalisasi. Isolat hasil rekristalisasi berupa kristal jarum berwarna putih dengan berat 10,5 mg. Hasil uji fitokimia diduga bahwa isolat merupakan senyawa flavonoid dan Spektrum FTIR menunjukkan bahwa senyawa yang terkandung dalam isolat murni diduga senyawa flavonoid ditandai dengan adanya gugus fungsi O-H, ikatan hydrogen, ulur alifatik –C-H, ulur keton C=O, ulur C=C, regangan cincin aromatik C=C, tekuk C-H, C-O alkohol, C-O-C dan monosubtitusi dalam cincin aromatik serta C=C aromatik.
Profil Kandungan Kimia dan Potensi Senyawa Aktif Serta Aktivitas Biologi dari Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Asal Manokwari Susilowati, Susilowati; Faisal, Faisal; Murtihapsari, Murtihapsari; Rahmasari, Novia; Ramlah, Ramlah
Jambura Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v7i2.28393

Abstract

 Penelitian ini adalah penelitian tentang Profil Kandungan Kimia Dan Potensi Senyawa Aktif Serta Aktivitas Biologi Dari Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Asal Manokwari. penelitian ini memiliki tujuan jangka pendek atau tujuan umum untuk melihat profil kandungan kimia dan aktivitas biologi ekstrak dari daun pepaya. Ekstrak daun pepaya diperoleh meggunakan metode maserasi yang selanjutnya akan diidentifikasi kandungan senyawa kimianya dengan metode fitokimia dan menggunakan metode radikal bebas DPPH (1.1Diphenyl-2-picrylhidrazyl) untuk mengetahui aktivitas biologi daun pepaya Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan daun pepaya asal kota Manokwari mengandung senyawa aktif alkaloid, Triterpenoid, Steroid dan Falvonoid. Hasil uji aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 sebesar 875.3 ppm.Nilai IC50 yang besarnya lebih dari 200 ppm menandakan bahwa ekstrak daun papaya merupakan antioksidan lemah. Selain aktioksidan, esktrak daun pepaya juga mengandung antibakteri, esktrak daun pepaya (Carica Papaya L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus pada konsetrasi 100% dengan rata-rata diameter zona hambat 6,95 yang termasuk dalam kategori sedang. 
Perbedaan Lama Sakarifikasi dan Konsentrasi Substrat Pada Pembuatan Gula Cair Dari Pisang Tanduk Lestari, Ayu Wiji; Muflihati, Iffah; Mariska, Nurul Putri; Anggraeni, Cerly Nurlita; Affandi, Arief Rakhman; Fitriyana, Vicha; Nurdyansyah, Fafa
Jambura Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v7i2.27600

Abstract

Gula cair banyak dipilih oleh industri makanan dan minuman karena kelebihannya yang tidak mudah mengkristal, lebih praktis, dan mudah dilarutkan, serta dapat mempercantik tampilan produk seperti pada industri roti. Pisang, khususnya pisang tanduk, dengan kandungan karbohidrat dan pati yang tinggi memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi gula cair melalui proses hidrolisis enzimatik dengan menggunakan enzim α-amilase dan glukoamilase. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh kondisi proses konsentrasi substrat dan lama proses sakarifikasi terhadap pembuatan gula cair dari pisang tanduk dengan menggunakan metode enzimatis dengan penambahan enzim glukoamilase pada proses sakarifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) model faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah waktu sakarifikasi (6 jam dan 8 jam) dan faktor kedua adalah konsentrasi substrat (15%, 20% dan 25%). Penggunaan waktu sakarifikasi dan jumlah konsentrasi substrat berpengaruh secara signifikan terhadap viskositas, kadar abu, dan intensitas warna. Perlakuan terbaik adalah waktu sakarifikasi selama 8 jam dan konsentrasi substrat pati 25% (b/v) yang menghasilkan nilai viskositas sebesar 41,50 mPa.s, nilai kadar abu 0,35%, dan nilai L*, a*, dan b* berturut-turut sebesar 47,27±0,12cd, 0,30±0,03a, dan 2,25±0,03b.
Analisis Kadar Parasetamol dan Kafein Dalam Sediaan Tablet Menggunakan Metode Spektrofotometri Derivatif Zero Crossing Rosaldi, Hikmah; Pulungan, Ainil Fithri; Ridwanto, Ridwanto
Jambura Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v7i2.24392

Abstract

The development of drugs in the form of combination tablets at this time has increased a lot; combining drugs in a tablet preparation can provide an increasing reaction and ability. This makes combining drugs such as Paracetamol and caffeine an effective combination in the pharmaceutical field. Paracetamol is an antipyretic analgesic drug that can be combined with caffeine which can be used in therapy with a combination of these drugs. The objective of this research was to ascertain the concentration of a combination of paracetamol and caffeine in a tablet formulation by employing a zero cross-derivative spectrophotometric method. In this study, solvent optimization was carried out with 17 categories of solvent selection, and acetate: methanol (30:70) was selected using the zero cross-derivative methods with a dA / d plot utilizing the maximum wavelength of paracetamol 258 nm and caffeine 288 nm, because there was an actual wavelength shift in this analysis. To validate the determination of the level of the zero cross-derivative method using the second absorption in the ace solvent (30:70 acetate: methanol). Spectrophotometric analysis of zero crossing derivatives of a mixture of paracetamol and caffeine found that paracetamol levels in tablet A were 95.24 8.47%, in tablet B of 92.86 0%, and in tablet C of 96.5 0%, while the caffeine content was 104.89 0%, 102.09 0%, and 91.6 0%. According to USP 30 NF 25 (2007), it can be concluded that the test results of the composition of paracetamol and caffeine in tablets meet the requirements.
Studi In Silico pada Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) Menghambat α-Amylase dan α-Glukosidase sebagai Antidiabetes Ramadhani, Andini Novita; Amelia, Fitri; Rahmayani, Sherly
Jambura Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v7i2.24224

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan kelainan metabolisme glukosa yang ditandai dengan gangguan sekresi dan resistensi insulin. Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dan komplikasinya merupakan penyakit tidak menular dengan angka kematian yang tinggi. Daun A. muricata dapat digunakan sebagai antidiabetes tipe 2. Daun sirsak mengandung senyawa aktif berupa senyawa alkaloid, karbohidrat, saponin, protein dan asam amino, fitosteroid, kumarin, quinon, minyak dan lemak, serta fenolik dan flavonoid yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menghambat α-Amylase dan α-Glukosidase. Untuk mengetahui aktivitas penghambatannya, dilakukan molekuler docking menggunakan protein dengan PDB ID : 3BAJ dan PDB ID : 5NN5 yang akan diinteraksikan dengan senyawa aktif yang terkandung dalam ekstrak metanol daun sirsak. Senyawa Octadecanoic acid dan Eicosanoic acid mempunyai afinitas pengikatan yang baik terhadap α-amilase. Sedangkan pada α-Glukosidase senyawa yang mempunyai afinitas pengikatan paling baik adalah n-Hexadecanoic acid. Senyawa asam n-Hexadecanoic acid berpotensi untuk dikembangkan sebagai antidiabetes.
Analisis Logam Terlarut dari Ekstraksi Bijih Limonit Siuna Pou, Siti Nurhalizah; Rumape, Opir; Musa, Weny J.A
Jambura Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v7i2.28515

Abstract

Nikel adalah unsur logam yang penggunannya telah banyak diketahui di industri. Untuk memanfaatkan nikel yang terdapat di Indonesia  agar memiliki nilai ekonomis yang tinggi maka dilakukan pengolahan mineral dengan proses ekstraksi menggunakan asam sulfat . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi optimum asam sulfat, suhu optimum dan rasio solid:liquid terhadap ekstraksi bijih limonit Siuna. Sampel dipreparasi kemudian dianalisis menggunakan X-Ray Flourecence (XRF), X-Ray Diffraction (XRD) dan Atomic Abssortion Spectroscopy (AAS). Hasil analisis XRF menunjukkan unsur nikel (Ni) dengan berat sampel 3,37 %,unsur besi (Fe) dengan berat 50,12% dan unsur mangan (Mn) dengan berat 1,82%. XRD menunjukkan mineral dominan yang terdapat dalam sampel bijih nikel limonit yang diperoleh dari Siuna adalah mineral goethite (FeO(OH)) dan kuarsa (SiO2) dan untuk analisis AAS kondisi terbaik proses ekstraksi bijih limonit dalam media sulfat diperoleh pada konsentrasi 2,25 M,rasio solid:liquid 125:500 g/mL dan suhu 95ËšC dalam waktu 4 Jam dengan persen terekstraksi nikel 93,9%, besi 95,5% dan mangan 34,5% .
Sintesis dan Karakterisasi Komposit TiO2/Fe2O3 Menggunakan Ekstrak Sargassum sp untuk Fotokatalisis Degradasi Rhodamin B Ferdian, Rasyid; Maulida, Alifiani; Putri, Desy Harlina; Jihandini, Syahwa; Aritonang, Anthoni Batahan
Jambura Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v7i2.26669

Abstract

Telah dilakukan sintesis komposit TiO2/Fe2O3 dengan metode sol-gel berbasis kimia ramah lingkungan menggunakan ekstrak sargassum sp. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan senyawa didalam ekstrak sargassum sp dalam pembentukan komposit TiO2/Fe2O3 berukuran nano menggantikan asetilaseton yang bersifat toksik. Sintesis komposit TiO2/Fe2O3 dilakukan menggunakan metode sol-gel dengan prekursor TTIP dan Fe(NO3)3.9H2O disertai penambahan variasi massa ekstrak sargassum sp (0,25g; 0,50g dan 0,75g). Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan adanya pita serapan pada bilangan gelombang 500-400 cm-1 yang menandakan terbentuk Fe2O3 diatas permukaan TiO2. Hasil XRD menunjukkan puncak difraksi TiO2 pada 2θ (25,37°, 37,95°, 48,09°, 54,09°, 54,99° dan 62,77, namun hasil adanya puncak difraksi Fe2O3 pada difraktogram XRD. Terjadi penurunan energi celah pita (Eg) pada TiO2 (3,26 eV) menjadi (2,64 eV) setelah membentuk komposit TiO2/Fe2O3. Uji aktivitas efesiensi degradasi Rhodamin B(RhB) dilakukan pada sinar tampak, dan diperoleh efesiensi degradasi sebesar 42,09%.
Computational Study of the Influence of Structure on Antioxidant Activity and Drug Score of Coumarin Derivatives Bakti, Andi Budi; Martoprawiro, Muhamad Abdulkadir
Jambura Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v7i2.27350

Abstract

The presence of reactive oxygen species (ROS) in the body must be maintained at low concentrations, excessive ROS and an inability to neutralize them can lead to oxidative stress. Coumarin, a secondary metabolite in plants, is used in pharmacology as an antioxidant agent. This study aims to identify the effects of the type, number, and position of substituents on coumarin derivatives's antioxidant activity and drug score using DFT methods. Computational tools, including ORCA software and OSIRIS Property Explorer, were employed. The results indicate that the number and position of electron-donating substituents, such as OCH3, enhance antioxidant activity, while electron-withdrawing substituents, like CHO, decrease it. Additionally, the presence of conjugated double bonds in the pyrone ring causes electron delocalization, complicating electron transfer. The compound 6,7-dimethoxyhydrocoumarin (hydroscoparone) shows potential as a new antioxidant due to its energy gap similar to commercial antioxidants like ascorbic acid and TBHQ, and a drug score of 0.5 with very low toxicity risk. However, further research is needed to confirm that this compound can be used as an effective antioxidant without side effects.

Page 1 of 1 | Total Record : 8