cover
Contact Name
Jafar La Kilo
Contact Email
jafar.chem@ung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jjchem@ung.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Journal of Chemistry
ISSN : 26563665     EISSN : 26566834     DOI : 10.34312/jambchem
Core Subject : Science,
Jambura Journal of Chemistry is peer-reviewed and open access journal published by Chemistry Depertment, Faculty Mathematic and Natural Science. Jam.J.Chem that publishes original research articles, review articles, as well as short communication in all areas of chemistry including applied chemistry. Jambura Journal of Chemistry publish two issues (numbers) annually (February and August).
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
Toksisitas Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum Conyzoides L.) sebagai Insektisida Nabati terhadap Mortalitas Hama Ulat Spodoptera Frugiperda Rumape, Opir; Ischak, Netty Ino; Ishak, Siti Amalisa
Jambura Journal of Chemistry Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v5i1.19584

Abstract

Daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai insektisida nabati karena daunnya mengandung senyawa-senyawa metabolit sekunder. Senyawa metabolit sekunder inilah yang dapat membuat keracunan pada hama Spodoptera frugiperda. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak metanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan daun bandotan serta menghitung mortalitas dan mengukur tingkat toksisitas ekstrak melalui konsentrasi kematian (LC50) dengan 6 macam konsentrasi yaitu 0%; 1%; 2,5; 5%; 7,5% dan 10% selama 48 jam. Metode yang digunakan pada penelitian ialah maserasi, fraksinasi, uji fitokimia, menghitung data mortalitas dan diolah melalui analisis probit untuk mendapatkan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak metanol positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid dan saponin. Pada ekstrak fraksi etil asetat positif senyawa flavonoid, terpenoid dan saponin sedangkan pada ekstrak fraksi n-heksan positif senyawa flavonoid, steroid, terpenoid dan saponin. Hasil rata-rata mortalitas berturut-turut ditunjukan pada ekstrak metanol 100%, ekstrak fraksi n-heksan 89% dan fraksi etil asetat 67%. Nilai LC50 yang didapat pada ketiga ekstrak berturut-turut ialah 1,48% (metanol), 5,3% (fraksi etil asetat) dan 3,5% (fraksi n-heksan) yang mana ekstrak daun bandotan mengandung senyawa-senyawa yang efektif dijadikan sebagai insektisida nabati.
Kajian QSAR Berbasis Machine Learning dalam Desain Antimalaria Senyawa Turunan Quinolon-4(1H)-imine Jafar La Kilo
Jambura Journal of Chemistry Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v5i1.22423

Abstract

Study on antimalarial activity of 22 quinolon-4(1H)-imine derivatives by using Quantitative Structure-Activity Relationships (QSAR) has been performed. Electronic and molecular descriptors were used in Quantitative Structure-Activity Relationships (QSAR) model and it was obtained from Hartree-Fock (HF) molecular orbital calculation with 6-31G basis set. QSAR analysis has been performed by multiple linear regression (MLR) method. The best equation of QSAR model on this study is: pEC50 = -4,177 + (37,902 x qC3) + (171,282 x qC8) + (9,061 x qC10) + (125,818 x qC11) + (-149,125 x qC17) + (191,623 x qC18), with statistical parameters, n = 22; r2 = 0,732; SEE = 0,248; Fcal/Ftab = 2,443 and PRESS = 0,925. The best equation can applied to design and predict new compounds with higher antimalarial activity.
Pembuatan Label Indikator Ekstrak Secang (Caelsapinia sappan L.) Menggunakan Carrier Jenis Kitosan, Pati, dan Kertas Kurniawan, Muhammad Fakih; Fitrilia, Tiana; Nacing, Nursyawal; Chosida, Hikmah Nur
Jambura Journal of Chemistry Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v5i1.12766

Abstract

Ekstrak secang mengandung senyawa bazilein yang berpotensi sebagai label indikator karena sensitif terhadap perubahan pH. Jenis carrier berpengaruh terhadap kualitas label indikator. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis carrier terbaik untuk label indikator ekstrak secang. Penelitian ini mengunakan tiga jenis carrier (kitosan, kertas, dan pati). Parameter uji meliputi respon label terhadap NaOH dan NH3, ketebalan, kadar air, dan stabilitas warna label selama penyimpanan. Data dianalisis dengan ANOVA dengan taraf nyata 5%. Ekstrak secang yang dihasilkan memiliki warna kuning dan nilai pH 5. Respon label indikator terhadap NaOH dan uap NH3 untuk jenis carrier kertas dan pati lebih baik daripada carrier kitosan dengan perubahan warna kuning menjadi merah. Uji stabilitas ketebalan didapatkan carrier kitosan dan kertas lebih stabil daripada pati. Kadar air label dengan carrier kertas didapatkan paling rendah yaitu berkisar 3,65% sampai 5,60%. Jenis carrier kertas memiliki stabiltas warna paling baik selama penyimpanan lima hari pada suhu ruang.
Analisis Migrasi Cemaran Bisphenol-A (BPA) Kemasan Plastik Polocarbonat (PC) pada Produk Air Minum dalam Kemasan Galon di Wilayah Kota Makassar Gusnawati, G.; Munira, Munira; Rachmanto, Muhammad Resky; Ramadhani, Uni
Jambura Journal of Chemistry Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jambchem.v5i1.19799

Abstract

ABSTRAK Polycarbonate (PC) adalah jenis plastik yang umum digunakan oleh masyarakat. Salah satu jenis plastik polikarbonat digunakan untuk mendaur ulang wadah galon berlabel kode plastik nomor 7. Bisphenol-A (BPA) dan fosgen (karbonil diklorida/COCl2) bercampur untuk membuat polikarbonat, zat sintetis. Galon mengalami pemanasan dengan terkena paparan matahari yang memungkinkan mengaktifkan zat BPA yang terkandung di dalam kemasan galon yang dapat menyebabkan bisphenol-A bermigrasi kedalam air. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis migrasi perbandingan kandungan bisphenol-A (BPA) pada kemasan galon merek produk nasional dan merek produk lokal label polikarbonat (PC) yang beredar di wilayah kota Makassar dengan metode analisis spektrofotometri ultraviolet (UV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel galon baru sebagai kontrol yang disimpan dalam ruangan (sample A) dan yang dijemur dibawah sinar matahari selama 7 hari (sample B) tidak mengandung bisphenol-A. Sampel galon merek produk nasional (sampel C) yang dilakukan pengujian duplo mengandung bisphenol-A masing-masing C1 0.030 ppm dan C2 0.031 ppm, dan galon produk lokal (sampel D) D1 0.043 ppm dan D2 0.044 ppm. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa galon polikarbonat berkode plastik no.7 yang beredar di pasaran wilayah makassar baik produk lokal maupun produk nasional mengandung bisphenol-A tapi masih memenuhi batas maksimal 0.6 ppm berdasarkan persyaratan Peraturan BPOM No HK.03.1.23.07.11.6664 sehingga aman untuk digunakan. Kata kunci: Galon; Polikarbonat, Bisphenol-A, AMDK ABSTRACT Polycarbonate (PC) is a common kind of plastic used by the public. One kind of polycarbonate plastic is utilized for recycling gallon containers labeled with the number 7 plastic code. Bisphenol-A (BPA) and phosgene (carbonyl dichloride/COCl2) mix to create polycarbonate, a synthetic substance. The heating that occurs when a gallon is exposed to sunlight allows the bisphenol-A (BPA) substance that is present there to be activated, which can then cause bisphenol-A (BPA) to migrate into the water. This study uses an ultraviolet (UV) spectrophotometric analysis method to examine the migration of bisphenol-A (BPA) content in gallon packaging with polycarbonate (PC) labels that are being used by national and local product brands in the Makassar city area. As a control, the new gallon sample that was stored indoors (sample A) and dried outdoors for seven days (sample B) was found to be free of bisphenol-A (BPA), according to the results. Duplo testing was done on the gallon sample of the national product brand (sample C), and the results showed that sample C1 contained 0.030 ppm of bisphenol-A (BPA) and sample C2 contained 0.031 ppm. Duplo testing was done on the gallon sample of the local product brand (sample D), and the results showed that sample D1 contained 0.043 ppm of bisphenol-A (BPA) and sample D2 contained 0.044 ppm. The conclusion from the results of this study is that gallons of polycarbonate with plastic code no.7 circulating in the Makassar area, both products with local and national brands, contain bisphenol-A (BPA). However, it still meets the maximum limit of 0.6 ppm from the Regulation of the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) No. HK.03.1.23.07.11.6664, so it is safe to use. Keywords: Galon; Policarbonat, Bisphenol-A, AMDK
Penapisan Fitokimia dan Uji Efek Antidiabetes Fraksi Kloroform Biji Buah Matoa (Pometia pinnata) Pada Mencit (Mus musculus) Hasan, Hamsidar
Jambura Journal of Chemistry Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v5i1.21863

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang biasa disebut hiperglikemia akibat kekurangan sekresi insulin. Secara empiris tanaman matoa (Pometia pinnata) sudah digunakan sebagai obat penurun kadar gula darah dan secara ilmiah telah terbukti bahwa matoa dapat menghambat enzim α-glukosidase. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metabolit sekunder apa saja yang terkandung pada fraksi kloroform biji buah matoa dan bagaimana efek antidiabetes fraksi kloroform biji buah matoa pada mencit (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan metode uji toleransi sukrosa dengan konsentrasi larutan sukrosa 90%. Uji aktivitas antidiabetes dilakukan menggunakan hewan uji mencit jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok 1 merupakan kelompok kontrol negatif (Na-CMC 1%), kelompok 2 merupakan kelompok kontrol positif (Acarbose), kelompok 3 merupakan kelompok uji 1 (Dosis 100 mg/kg BB), kelompok 4 merupakan kelompok uji 2 (Dosis 200 mg/kg BB), dan kelompok 5 merupakan kelompok uji 3 (Dosis 300 mg/kg BB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi kloroform biji buah matoa (Pometia pinnata) mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid dan alkaloid. Selain itu juga, fraksi kloroform biji buah matoa terbukti dapat menghambat penyerapan sukrosa dimana total penghambatan terbesar terjadi pada dosis 300 mg/kg BB yakni 134,67 mg/dL, lalu dosis 200 mg/kg BB yakni 165,66 mg/dL, dan terakhir pada dosis 100 mg/kg BB yakni 186,67 mg/dL. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa fraksi kloroform biji buah matoa memiliki aktivitas antidiabetes.
Penentuan Kondisi Optimum Proses Blanching Terhadap Mutu Tepung Kelapa (Desiccated Coconut) Paputungan, Mardjan; Monoarfa, Wanda; Suleman, Nita
Jambura Journal of Chemistry Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v5i1.17135

Abstract

Tepung kelapa merupakan kelapa parut kering yang diolah dari daging buahnya. Kelapa memiliki kandungan serat 58% lebih tinggi dibandingkan dengan tepung terigu. Penelitian ini bertujuan mengetahui suhu dan waktu blanching yang optimum untuk menghasilkan komponen mutu yang baik bagi produksi tepung kelapa di PT. Tri Jaya Tangguh Gorontalo. Variasi suhu blanching yang digunakan ialah 80°C, 85°C, 90°C, dan variasi waktu blanching 5, 10, 15, 20, 25 menit. Parameter yang digunakan adalah Rendemen total, uji organoleptic, uji pH, kadar protein, kadar lemak, kadar asam lemak bebas (FFA), kadar serat kasar, dan kadar air. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan yang terbaik adalah pada sampel suhu 80°C selama 10 menit yang menghasilkan komponen mutu rendemen total 49,98%, organoleptic warna dan aroma (3,00) dengan kriteria cukup disukai oleh panelis, pH 6,30, kadar air 3,02%, kadar protein 6,01%, kadar serat kasar 62,64%, kadar FFA 0,14%, dan kadar lemak 62,07%. Data tersebut sudah sesuai dengan SNI 01-3715-2000 sehingga dapat di katakan tepung kelapa dengan perlakuan suhu 80°C selama 10 menit merupakan perlakuan terbaik untuk menghasilkan produk tepung kelapa dengan mutu yang berkualitas.
Ekstraksi, Analisis Kuantitatif dan Bioaktivitas Virgin Coconut Oil (VCO) Salimi, Yuszda K; Syarbin, Ruslun A. R.; Yusuf, Novalita; Paputungan, Mardjan; Mohamad, Erni
Jambura Journal of Chemistry Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v5i1.21713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi Virgin Coconut Oil (VCO) dengan metode CEVCO (Cold Extaction Virgin Coconut Oil), FEVCO (Fermentation Extraction Virgin Coconut Oil), IEVCO (Inducement Extraction Virgin Coconut Oil), PEVCO (Papaya Extraction Virgin Cococnut Oil) dan NEVCO (Nanas Extraction Virgin Cococnut Oil). Pengujian kualitas berbagai metode ekstraksi VCO secara kuantitatif dianalisis sifat fisikokimia, analisis komposisi asam lemak dengan Kromatografi gas – spektrofotometri Massa (GC-MS), bioaktivitas daya hambat bakteri dengan metode difusi sumuran dan bioaktivitas antioksidan dengan metode diphenil pikril hidrazil (DPPH). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan terbaik pada uji fisikokimia dengan metode CEVCO (kadar air 0,0044, asam lemak bebas 0,0029, bilangan peroksida 0,0012, bilangan iod 6,4719, bilangan penyabunan 255,25 dan pH 6) dan metode FEVCO, IEVCO memenuhi syarat standar nasional Indonesia (SNI). Hasil analisis komposisi asam lemak yang terbaik pada metode IEVCO yaitu terdapat asam laurat, asam palmitat, asam kaproat, asam kaprilat dan asam kaprat. Hasil pengujian organoleptik pada metode CEVCO memiliki kualitas yang terbaik dari segi warna, rasa dan aroma. Hasil pengujian daya hambat terhadap bakteri S. aureus sebesar (15,64) dan bakteri E. coli (15,90) pada metode IEVCO dengan konsentrasi 33,33% dan lama waktu 3 jam. Hasil pengujian bioaktivitas antioksidan metode NEVCO memiliki nilai IC50 45 dengan kategori aktivitas antioksidan sangat kuat.
Isolasi Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etil Asetat Daun Bidara (Ziziphus mauritiana) Bialangi, Nurhayati; Sahami, Ulin; Musa, Weny J.A.; Kunusa, Wiwin Rewini; Aman, La Ode
Jambura Journal of Chemistry Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v5i1.16022

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder serta mengetahui aktivitas antioksidan yang terkandung dalam ekstrak etil asetat daun Z. mauritiana. Tahap isolasi diawali dengan ekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etil asetat. Uji fitokimia menunjukkan ekstrak etil asetat positif mengandung flavonoid, tanin dan terpenoid. Proses pemisahan dilakukan menggunakan kromatografi lapis tipis dengan campuran eluen n-heksana : etil asetat (9:1 dan 8:2) dilanjutkan dengan kromatografi kolom. Fraksi-fraksi yang diperoleh dilakukan proses pemurnian menggunakan metode rekristalisasi. Isolat nomor 14 diduga murni berupa kristal jarum berwarna hijau kekuningan sebanyak 4,5 mg. Uji kemurnian menggunakan KLT dua dimensi dengan eluen pertama n-heksana : etil asetat (8:2) dan eluen kedua kloroform : metanol (9:1) diperoleh satu bercak noda tunggal. Spektrum UV-Vis menunjukkan adanya gugus kromofor tak jenuh C=C (251 nm) dan kromofor C=O (283 nm). Sedangkan, spektrum IR menunjukkan adanya gugus ulur OH gugus, ulur C-H alifatik, gugus tekuk C-H, gugus fungsi C=O, C=C dan gugus fungsi ulur C-O. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa kemampuan reduktif dari ekstrak daun Z. mauritiana yang berbeda secara signifikan jika dibandingkan dengan standar vitamin C. Ekstrak daun Z. mauritiana memiliki aktivitas lebih rendah (IC50 489.9936 "μg/ml" ) dibandingkan dengan standar vitamin C.
A Comparative Study of Pseudomonas aeruginosa and Bacillus subtilis Ability in Biodegradation Process of Kerosene Contaminated Soil Paramata, Mulyani Zahra
Jambura Journal of Chemistry Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v5i1.22305

Abstract

Kerosene is a type of hydrocarbon commonly known as paraffin oil which is usually used as a home heating fuel, lamp and asphalt solvent. The presence of kerosene in the asphalt production can potentially cause environmental pollution, one of which affects soil conditions. Some bacteria that have specific ability to degrade hydrocarbon content in soil are called hydrocarbonoclastic bacteria. Pseudomonas Aeruginosa and Bacillus Subtilis are two types of bacteria that belong to the type of hydrocarbonoclastic bacteria. This study aims to compare the ability of the two types of bacteria to decrease the concentration of kerosene in this case measured as Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) on artificial soil with a ratio of sand to asphalt material containing kerosene of 75:25 for 10 days of testing. Other supporting parameters used in this study were temperature, pH, water content. Based on the results of the study, the temperature and pH values of the soil measured for 10 days ranged between the normal and optimum ranges for the biodegradation process. Meanwhile, the soil media had low water content compared to the optimum conditions for the biodegradation process. However, hydrocarbon compounds still naturally degraded due to environmental factors even though the rate of degradation was slow. Based on the descriptive analysis method, it was found that the ability of Pseudomonas Aeruginosa in degrading kerosene was 54.67% and for Bacillus Subtilis it was 62.62%. It can be seen that there was a difference in the ability of the two types of bacteria in descriptive analysis, but different results were obtained in the results of statistical analysis where there is no significant difference between the two types of bacteria on the total percentage of TPH reduction in the soil.
Uji Kandungan Formalin dan Boraks pada sampel Ikan Asin Taupik, Muhammad; Isa, Ishak; Ramadani Putri Papeo, Dizky; Kasim, Sesha Ramadhani
Jambura Journal of Chemistry Vol 6, No 1 (2024): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v6i1.27260

Abstract

Salted fish is a well-known dish in Indonesia. Nationally, salted fish is one of the important fishery products, with almost 65% of fishery products being processed and preserved through salting. Formalin is a solution of 30- 50% formaldehyde gas (CH2O), commonly used for embalming, disinfecting, and as an antiseptic, as well as in plastics, antifreeze, paper, carpet, textile, construction materials, paint, and furniture industries. Borax is a chemical compound known as sodium tetraborate (Na2B4O7 10 Hâ‚‚O). Borax or boric acid is usually used in making detergents and antiseptics. The purpose of this research is to identify the presence of formalin and borax in salted fish and to determine the levels of formalin and borax in salted fish. This research employed qualitative analysis, using the permanganate, citric acid, and chromotropic acid methods for formalin detection. Turmeric paper, flame test, and AgNO3 precipitation methods were used for borax detection. Meanwhile, the quantitative analysis was conducted using the UV-Vis Spectrophotometry method. Based on the qualitative research results, all four samples tested negative for formalin, while one sample tested positive for borax. Consequently, the sample that tested positive for borax underwent quantitative analysis, revealing a borax level of 0,0975 g/kg in sample B.

Page 7 of 11 | Total Record : 102