cover
Contact Name
L.M. Zainul
Contact Email
zainul@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
identifikasi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 2460187X     EISSN : 26561891     DOI : -
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya. Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
EFEKTIVITAS LATIHAN PENYELAMATAN DI RUANG TERBATAS PEKERJAAN PEMBERSIHAN TANGKI PADA AREA KILANG DI BALIKPAPAN Tangkilisan, Gerry Rayhard; Zulfikar, Iwan; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.690

Abstract

Keselamatan kerja di ruang terbatas, khususnya tangki penyimpanan di kilang minyak, memiliki risiko kecelakaan yang tinggi, dengan sekitar 40% insiden di sektor minyak dan gas disebabkan oleh kurangnya pelatihan dan prosedur penyelamatan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas latihan penyelamatan di ruang terbatas pada pekerjaan pembersihan tangki di Kilang Balikpapan. Fokus utama penelitian adalah pada waktu respon, pengetahuan, dan keterampilan tim penyelamat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain pre-experimental, melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan efektivitas yang signifikan yaitu pengetahuan ti meningkat, keterampilan meningkat dari 80% menjadi 90%, dan waktu respon meningkat dari 50% menjadi 83% dengan waktu total penyelamatan berkurang dari 20 menit menjadi 15 menit 40 detik. Meskipun hasilnya positif, perbaikan lebih lanjut diperlukan dalam variasi skenario latihan dan koordinasi antar tim untuk meningkatkan efektivitas secara berkelanjutan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA BAGIAN PEMASANGAN KABEL FIBER OPTIK DI CV. MUSTIKA FIBER Zahri, Muhammad Irvan; Rusba, Komeyni; Siboro, Impol
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.691

Abstract

Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri merupakan suatu tindakan dalam pencegahan kecelakaan kerja terutama di fasilitas layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang dilakukan di CV. Mustika Fiber. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan memberikan kuisioner yang melibatkan 40 orang pekerja. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja bagian pemasangan kabel fiber optik di CV. Mustika Fiber dengan nilai signifikan 0,000. Terkait pengetahuan pekerja yang kurang pengetahuan tentang alat pelindung diri, maka perlu dilakukan edukasi secara continue dan melakukan pengawasan terhadap pekerja dalam penggunaan alat pelindung diri. Terkait sikap pekerja yang kurang mengenai penggunaan alat pelindung diri, maka perlu diberikan pelatihan dan simulasi bahaya di tempat kerja agar para pekerja lebih sadar risiko dari pekerjaan itu sendiri. Serta perusahaan harus mampu menyediakan alat pelindung diri yang nyaman, sesuai standar, dan tidak mengganggu produktivitas.
ANALISIS BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN FISIK PADA TENAGA KERJA DI PEKERJAAN PENGURASAN BAK DAN PERBAIKAN DI IPAL MARGASARI KOTA BALIKPAPAN Baihaki, Muhammad; Siboro, Impol; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.693

Abstract

Beban kerja adalah tugas yang harus diselesaikan oleh pekerja sesuai dengan kapasitasnya dalam waktu tertentu. Kelelahan fisik merupakan kondisi menurunnya daya tubuh akibat aktivitas kerja yang berat dan berulang. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kelelahan fisik pada tenaga kerja di IPAL Margasari Kota Balikpapan. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Variabel yang digunakan yaitu beban kerja dan kelelahan fisik. Beban kerja diukur dengan metode Cardiovascular Load (CVL) dan kelelahan fisik dengan Subjective Self Rating Test (SSRT) dari IFRC. Sampel berjumlah 33 responden dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan beban kerja dominan dalam kategori rendah (75,8%) dan kelelahan fisik dominan dalam kategori rendah (51,5%). Hasil regresi menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,857 dan nilai signifikansi 0,024 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara beban kerja terhadap kelelahan fisik. Nilai R Square sebesar 0,153 menunjukkan bahwa beban kerja memengaruhi kelelahan fisik sebesar 15,3%. Sedangkan sisanya 84,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Saran yang diberikan adalah perusahaan disarankan untuk menyediakan alat bantu angkut seperti katrol atau troli dalam proses pengurasan bak yang melibatkan aktivitas fisik berat, serta melakukan pemantauan rutin terhadap beban kerja karyawan melalui evaluasi atau survei agar risiko kelelahan fisik dapat diminimalkan dan kinerja tetap optimal.
EVALUASI PENGELOLAAN LIMBAH LATHE SCRAP DI PT XYZ Wicaksono, Muhammad Arif; Mulya, Widya; Saputra, Dharma
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.695

Abstract

Di dunia industri terkait pengelolaan limbah B3 masih banyak pelanggaran yang dilakukan oleh oknum yang mementingkan keuntungan semata tanpa peduli aspek keselamatan baik untuk pekerja maupun lingkungan sekitar. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun karena sifat dan/atau kosentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan,keberlangsungan hidup makhluk hidup lainnya. Salah satu limbah B3 adalah limbah yang dihasilkan dari proses pembubutan yang sering disebut lathe scrap, limbah B3 lathe scrap jika tidak dikelola dengan baik akan menghasilkan bahaya serta kerusakan limgkungan. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian terkait pengelolaan limbah limbah B3 lathe scrap di PT XYZ sebagai perusahaan yang menghasilkna limbah B3 lathe scrap. Penelitian ini menggunkan metode kualitatif yang bertujuan mengetahui hasil evaluasi pengelolaan limbah B3 lathe scrap untuk kegiatan penyimpanan limbah B3 lathe scrap. Dari hasil evaluasi dengan wawancara serta observasi yang dilakukan peneliti terkait penyimpanan limbah B3 lathe scrap di PT XYZ didapatkan hasil yang masih kurang dalam penerapannya yaitu dari 27 poin penilaian hanya terdapat 3 poin sesuai denga persentase 11% dan sisanya 24 poin tidak sesuai dengan persentase 89%.
ANALISA DAMPAK KEBISINGAN TERHADAP KINERJA PETUGAS GROUND HANDLING DI BANDARA SAMS SEPINGGAN-BALIKPAPAN Rahmawan, Agit; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kebisingan yang ada di area apron bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dan melakukan analisa dari dampak yang di timbulkan oleh kebisingan tersebut terhadap kinerja dari petugas ground handling. kebisingan didefinisikan sebagai: " Bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan". Hal ini menunjukkan bahwa kebisingan tidak hanya terkait dengan tingkat kebisingan itu sendiri, tetapi juga dengan dampaknya terhadap kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Kebisingan yang berulang terjadi di area kerja dapat mempengaruhi kinerja mereka. Data primer yang di hasilkan berupa pengukuran tingkat kebisingan pada ke 3 zona dengan perhitungan sebanyak 4 kali yaitu pada jam 08.00 WITA, 12.00 WITA, 16.00 WITA, DAN 20.00 WITA serta pengisian google form yang dilakukan oleh 30 responder. Sementara data sekunder diperoleh dari peraturan yang membahas tentang kebisingan seperti Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas (NAB). Hasil dari perhitungan kebisingan diperoleh rata – rata kebisingan sebesar 94,5 dB, dimana tingkat kebisingan tertinggi yaitu 125,6 dB dan terendah 80,7 dB. Data primer dan sekunder yang diperoleh menghasilkan nilai uji korelasi pearson sebesar r -0,68976 yang artinya tipe korelasi negative sangat kuat. Hal ini menunjukan semakin tinggi tingkat kebisingan maka kinerja petugas ground handling semakin menurun.
EVALUASI TOOLBOX MEETING PADA PEKERJA KAPAL DI PT BAROKAH GEMILANG PERKASA BALIKPAPAN Augusto, Andhika Yoshua; Zainal, Isradi; Yuliana, Lina
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.699

Abstract

Dokumen Toolbox meeting merupakan bagian penting dalam sistem manajemen keselamatan kerja, khususnya di lingkungan kerja berisiko tinggi seperti kapal Self Propelled Oil Barge (SPOB). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelaksanaan toolbox meeting pada kapal SPOB milik PT Barokah Gemilang Perkasa Balikpapan dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran kru terhadap keselamatan kerja. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa toolbox meeting telah dilaksanakan secara rutin, namun masih terdapat kekurangan dalam interaksi dua arah, keterlibatan peserta, dan dokumentasi formal. Wawancara dengan kru kapal mengungkap bahwa sebagian kru memahami tujuan toolbox meeting, namun pelaksanaannya sering dilakukan secara terburu-buru dan kurang efektif. Kendala utama yang ditemukan meliputi tekanan waktu operasional, kurangnya pelatihan komunikatif bagi pemimpin toolbox meeting, serta rendahnya partisipasi aktif dari kru. Setelah dilakukan evaluasi dan perbaikan, terdapat peningkatan dalam struktur pelaksanaan, dokumentasi, dan interaksi selama toolbox meeting. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan toolbox meeting yang baik dapat menjadi alat komunikasi keselamatan yang efektif dan berkontribusi dalam membentuk budaya kerja yang aman. Penelitian ini memberikan rekomendasi agar perusahaan menyusun SOP toolbox meeting yang lebih terstruktur, melakukan pelatihan rutin, dan meningkatkan motivasi kru melalui penghargaan partisipatif.
ANALISIS KELUHAN SICK BUILDING SYNDROME PADA KANTOR ADMINISTRASI DI PT. XYZ BALIKPAPAN Wahyudi, Irvan; Sari, Iin Pratama; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.700

Abstract

Sick Building Syndrome (SBS) merupakan kumpulan gejala kesehatan yang dialami oleh penghuni gedung, terutama di lingkungan kerja tertutup, yang umumnya membaik setelah meninggalkan ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keluhan SBS pada Ruang Airport Operation Kantor Administrasi PT. XYZ Balikpapan dengan fokus pada parameter karbon dioksida (CO₂). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 12 informan yang merupakan karyawan di ruang tersebut. Hasil pengukuran menunjukkan kadar CO₂ sebesar 1453 ppm, melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) 1000 ppm sesuai regulasi kesehatan lingkungan. Hasil wawancara mengidentifikasi 17% keluhan terkait gejala SBS seperti pusing, mudah lelah, dan ketidaknyamanan di hidung, yang umumnya membaik setelah keluar ruangan. Faktor utama penyebab SBS diidentifikasi sebagai kurangnya ventilasi memadai, tidak adanya ventilasi silang, dan durasi pengukuran kualitas udara yang tidak sesuai standar. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan sistem ventilasi dan pengadaan tanaman penyerap CO₂ untuk meningkatkan kualitas udara dan mencegah SBS di lingkungan kerja.
IMPLEMENTASI EMERGENCY RESPONSE PLAN KEADAAN DARURAT DI PT.XYZ Hakim, Muhammad Putra Auliya; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.703

Abstract

Industri minyak dan gas memiliki risiko tinggi terhadap keadaan darurat seperti kebakaran dan tumpahan bahan kimia. PT. XYZ, sebagai kilang minyak besar di Indonesia, perlu menerapkan Emergency Response Plan (ERP) yang efektif untuk memastikan keselamatan operasional dan perlindungan lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi penerapan prosedur ERP di PT. XYZ dengan metode deskriptif-kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan tingkat kesesuaian implementasi ERP adalah 83.33% untuk Hierarchy of Command, 87.5% untuk Sumber Daya & Logistik, dan 100% untuk Pelatihan & Simulasi serta Standar & Regulasi. Meskipun ERP berjalan baik, terdapat kekurangan dalam aksesibilitas dokumen bagi mitra kerja dan sertifikasi Fireman yang belum merata. Perbaikan di area ini diperlukan untuk meningkatkan efektivitas ERP.
PENERAPAN KESELAMATAN PADA PEKERJAAN PEMBERSIHAN RESERVOIR DI PERUMDA TIRTA MANUNTUNG BALIKPAPAN Fauzan, Afif Nur; Siboro, Impol; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.706

Abstract

Pekerjaan pembersihan reservoir termasuk dalam kategori pekerjaan berisiko tinggi karena dilakukan di ruang terbatas yang memiliki potensi bahaya seperti kekurangan oksigen, gas beracun, dan keterbatasan akses evakuasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pekerjaan pembersihan reservoir di Perumda Tirta Manuntung Balikpapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan checklist. Analisis dilakukan terhadap tiga aspek utama yaitu penerapan K3 di ruang terbatas, kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD), dan identifikasi bahaya. Selain itu, dilakukan penilaian risiko menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control) serta pemetaan risiko melalui matriks risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 di lokasi kerja belum sepenuhnya optimal. Rata-rata tingkat kesesuaian dari ketiga aspek checklist adalah sebesar 61,11%, yang termasuk dalam kategori cukup. Tingkat kepatuhan penggunaan APD tergolong tinggi sebesar 83,33%, namun identifikasi bahaya masih rendah yaitu 42,86%. Dari hasil HIRARC, ditemukan bahwa sebagian besar aktivitas memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi. Beberapa risiko tinggi yang ditemukan antara lain kekurangan oksigen, tidak adanya petugas standby, dan kemungkinan ledakan gas. Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukan perbaikan dari sisi teknis dan manajerial untuk menekan potensi kecelakaan kerja.
ANALISIS INTENSITAS PENCAHAYAAN PADA KANTOR XYZ BALIKPAPAN Sihotang, Filemon; Sari, Iin Pratama; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.707

Abstract

Penerangan yang memadai di tempat kerja sangat berpengaruh dalam mendukung kenyamanan, keselamatan, dan efektivitas kerja. Studi ini bertujuan mengevaluasi tingkat intensitas cahaya di Kantor XYZ Balikpapan berdasarkan acuan dari Permenaker No. 5 Tahun 2018. Proses pengambilan data dilakukan di dua ruang dengan total luas 91 m² menggunakan alat lux meter pada tiga rentang waktu yang berbeda: pukul 08.00, 12.00, dan 16.00 WITA. Rata-rata intensitas pencahayaan yang tercatat di Ruang 1 adalah 235,56 lux, sementara Ruang 2 mencatatkan 257,17 lux—keduanya masih di bawah standar minimum yang dipersyaratkan, yaitu 300 lux. Analisis terhadap susunan armatur lampu juga menunjukkan bahwa distribusi cahaya belum maksimal. Oleh sebab itu, diperlukan penyesuaian ulang tata letak dan penambahan armatur lampu agar pencahayaan sesuai dengan ketentuan standar. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi sebagai referensi dalam upaya perbaikan kualitas pencahayaan guna mendukung lingkungan kerja yang lebih nyaman dan produktif.