cover
Contact Name
L.M. Zainul
Contact Email
zainul@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
identifikasi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 2460187X     EISSN : 26561891     DOI : -
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya. Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
ANALISIS PENCAHAYAAN DI GUDANG PT PLN NUSA DAYA BALIKPAPAN Leksono, Dio Pujo; Sari, Iin Pratama; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.721

Abstract

Pencahayaan merupakan faktor penting dalam keselamatan dan produktivitas kerja di area pergudangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis intensitas cahaya dan tata letak armatur lampu di gudang PT PLN Nusa Daya Balikpapan. Pengukuran dilakukan secara kuantitatif pada tiga waktu berbeda (08.00, 12.00, 16.00 WITA) selama enam hari. Hasil menunjukkan rata-rata pencahayaan lantai satu 83,11 lux, lantai dua 98,16 lux, dan lantai tiga 102,52 lux, sementara standar yang ditetapkan berada pada kisaran 100–200 lux. Tata letak armatur satu baris dengan empat lampu belum mampu mendistribusikan cahaya secara optimal. Perhitungan menunjukkan kebutuhan tambahan hingga 12 lampu dengan konfigurasi tiga baris sejajar. Kesimpulannya, pencahayaan yang kurang standar dan tata letak tidak efisien berpotensi menurunkan efektivitas kerja dan meningkatkan risiko kecelakaan. Penataan ulang armatur serta penambahan jumlah lampu sesuai SNI 6197:2020 direkomendasikan untuk mendukung lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.
ANALISIS PENYIMPANAN LIMBAH MEDIS PADAT PADA RUMAH SAKIT XYZ Kamule, Leon Jonas; Sari, Iin Pratama; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.722

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesesuaian penyimpanan limbah medis padat di Rumah Sakit XYZ, berdasarkan Permen LHK Nomor 56 Tahun 2015. Limbah medis padat (B3) memerlukan pengelolaan ketat. Metode kualitatif deskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi (checklist) dan wawancara mendalam. Hasil observasi menunjukkan kepatuhan 85% dalam penyimpanan limbah. Ketidaksesuaian meliputi: (1) penyimpanan limbah infeksius melebihi batas dua hari (pengangkutan tiga hari sekali), (2) tidak adanya sistem drainase/bak kontrol, dan (3) kurangnya pencahayaan. Pada Aspek K3, kepatuhan hanya 55%, dengan masalah seperti ketiadaan alarm kebakaran dan pintu darurat, kotak P3K kosong, serta absennya prosedur spill kit. Disimpulkan bahwa penyimpanan limbah medis padat di Rumah Sakit XYZ belum sepenuhnya memenuhi standar teknis dan K3. Rekomendasi meliputi peningkatan infrastruktur, kepatuhan batas waktu penyimpanan, serta penyediaan dan pemeliharaan peralatan K3 esensial untuk menjamin lingkungan kerja yang aman dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
ANALISIS PENGAWASAN KERJA DAN PROGRAM K3 TERHADAP PRODUKTIVITAS PEKERJA DI PT. KUTAI BALIAN NAULI Sani, Christian Glorianus; Siboro, Impol; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.724

Abstract

Produktivitas pekerja merupakan indikator penting dalam keberhasilan operasional perusahaan. Dalam industri dengan risiko tinggi seperti pengolahan kelapa sawit, pengawasan kerja dan penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi kunci untuk menjaga keselamatan dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari pengawasan kerja serta penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap peningkatan produktivitas tenaga kerja di divisi produksi PT. Kutai Balian Nauli. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda. Sampel berjumlah 30 responden yang diambil melalui total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan skala Likert dan data dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pengawasan kerja maupun program K3 berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas, baik secara parsial maupun simultan. Program K3 memiliki pengaruh dominan dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 58,9%. Kesimpulannya, pengawasan kerja yang efektif dan pelaksanaan program K3 yang optimal secara nyata meningkatkan produktivitas pekerja. Oleh karena itu, perusahaan perlu terus memperkuat kedua aspek tersebut untuk mencapai kinerja yang maksimal.
ANALISIS POSTUR TUBUH TERHADAP TINGKAT KELUHAN MSDs PADA PETUGAS BAGASI PT SARI RAHAYU BIOMANTARA Ramadhan, Fahmi Muhammad; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.726

Abstract

Di sektor Baggage Handling System ini masih banyak pekerjaan yang dilakukan secaramanual, sehingga para pekerja sering melakukan pekerjaan dengan postur tubuh yang keliruatau tidak ergonomis seperti, membungkuk, jongkok, dan berlutut.Jenis penelitian yang akandilakukan adalah penelitian Observasional dengan metode kualitatif yang dilakukan untukmengetahui gambaran mengenai risiko Musculoskeletas Disorders (MSDs) pada pekerjaBaggage Handling. Berdasarkan hasil penelitian tingkat risiko postur kerja yang dilakukandengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assesment (REBA) dengan menilai posturtubuh pekerja di Baggage Handling System yang berjumlah 5 pekerja, dan hasil dari 3 pekerjaBaggage Handling system memiliki tingkat risiko sedang dan 2 pekerja memiliki tingkat risikoyang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 5 pekerja menunjukkanbahwa 5 pekerja pada proses Baggage Handling System (100%) mengalami keluhan MSDsdengan tingkat keluhan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tingkat risiko postur kerja pekerjamenggunakan metode Rapid Entire Body Assesment (REBA), pada proses pengangkatan 3pekerja berada pada level tingkat risiko sedang dan 2 pekerja berada di level tinggi. Tindakanrisiko ini dipengaruhi oleh sikap kerja yang tidak alamiah dan fasilitas kerja yang kurangmemadai. Berdasarkan hasil penilaian tingkat keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs)dengan menggunakan kuisioner Nordic Body Map (NBM) dengan tingkat rasa sakit yangdirasakan pada 28 titik tubuh. Diketahui keluhan terbanyak yang dirasakan pekerja ada padabagian tengkuk atas, pinggang, pinggung sebanyak 5 pekerja.
EVALUASI PENERAPAN SISTEM TANGGAP DARURAT SEBAGAI KESIAPAN LANGKAH PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI PT BUMI INTAN GEMILANG Marsanda, Maharani Friska; Zainal, Isradi; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem tanggap darurat sebagai kesiapan dalam penanggulangan kebakaran di PT Bumi Intan Gemilang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Evaluasi dilakukan terhadap organisasi tanggap darurat, prosedur evakuasi, pelatihan, serta sarana proteksi kebakaran aktif dan pasif. Hasil menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi standar sesuai dengan Permen PU No. 26 Tahun 2008 dan Permen PU No. 20 Tahun 2009. Seluruh aspek sistem tanggap darurat dinilai “sesuai” dan mendukung kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam peningkatan keselamatan kerja dan pencegahan risiko kebakaran.
HUBUNGAN INTENSITAS PENCAHAYAAN WORKSHOP TERHADAP KELELAHAN MATA PEKERJA PT. BALIKPAPAN READY MIX PILE Rahman, Fariz Aditya; Zainul, L.M.; Zulfikar, Iwan
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas pencahayaan workshop terhadap kelelahan mata pekerja PT. Balikpapan Ready Mix Pile. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan cross-sectional dengan sampling jenuh (total sampling) sebanyak 35 pekerja. Data dikumpulkan melalui pengukuran intensitas cahaya menggunakan lux meter dan kuesioner Visual Fatigue Index (VFI). Hasil menunjukkan 24 titik (68,6%) tidak memenuhi nilai ambang batas pencahayaan. Hasil kuesioner 1 responden (2,9%) mengalami kelelahan mata berat, 16 responden (45,7%) sedang, dan 18 responden (51,4%) ringan. Uji normalitas menunjukkan data pencahayaan tidak berdistribusi normal, sehingga digunakan uji Spearman. Hasil uji korelasi nilai signifikasi 0,638 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas pencahayaan dan kelelahan mata. Temuan ini menekankan pentingnya pengendalian pencahayaan yang sesuai standar untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan kerja.
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP KENYAMANAN VISUAL PADA CATERING DI PT. DJULITA Baraja, Ryan Bari; Mulya, Widya; Sari, Iin Pratama
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.730

Abstract

Pencahayaan yang tidak memenuhi standar di lingkungan kerja dapat mengurangi kenyamanan visual dan membahayakan keselamatan kerja. PT. Djulita sebagai penyedia layanan katering membutuhkan tingkat pencahayaan yang memadai untuk mendukung pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intensitas pencahayaan terhadap kenyamanan visual pekerja. Pada pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan metode pengukuran cahaya menggunakan lux meter, dan penyebaran kuesioner kepada 30 responden. Analisis data dilakukan dengan uji ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pencahayaan berkisar antara 150,0 hingga 218,6 lux, belum memenuhi standar minimal yaitu 250 lux sampai dengan 300 lux . Sebagian besar pekerja mengeluhkan kelelahan mata dan ketidakseimbangan distribusi cahaya. Uji statistik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari intensitas cahaya, waktu pengamatan, dan interaksi keduanya terhadap tingkat kenyamanan visual pada area dapur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pencahayaan yang tidak memenuhi standar berdampak negatif terhadap kenyamanan visual, sehingga perbaikan sistem pencahayaan sangat dibutuhkan
EVALUASI KESELAMATAN PEKERJAAN PENGELOLAAN AIR ASAM TAMBANG PADA PENAMBANGAN BATU BARA PT. SINGLURUS PRATAMA SITE ARGOSARI DI SAMBOJA Allo, Welem Yahya Taruk; Zulfikar, Iwan; Liku, James Evert Adolf
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.731

Abstract

Pengelolaan air asam tambang (AAT) merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan pertambangan batu bara karena dapat menimbulkan dampak lingkungan dan risiko terhadap keselamatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keselamatan pekerjaan pada proses pengapuran dalam pengelolaan air asam tambang di PT. Singlurus Pratama Site Argosari, Kecamatan Samboja. Penilaian risiko dilakukan dengan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menentukan tingkat risiko pada setiap tahapan pekerjaan pengapuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi bahaya yang signifikan selama proses pengapuran, seperti paparan debu kapur, terpeleset di area basah, serta kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD) secara konsisten. Penerapan prosedur operasional standar (SOP) di lapangan belum sepenuhnya dilaksanakan oleh seluruh pekerja. Tingkat risiko yang di identifikasi bervariasi dari rendah hingga tinggi, dengan risiko tertinggi berasal dari paparan debu kapur terhadap saluran pernapasan dan mata. Perusahaan disarankan untuk meninjau kembali efektivitas SOP dan sistem keselamatan kerja yang diterapkan guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh pekerja yang terlibat dalam pengelolaan Air Asam Tambang.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD BERIMAN BALIKPAPAN Prawira, Ivan Arya; Zainal, Isradi; Mappangile, Andi Surayya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.732

Abstract

Tuntutan pekerjaan yang tinggi dan kompleksitas tugas dapat meningkatkan beban kerja dan berpotensi menimbulkan stres kerja. Jika tidak ditangani dengan baik, stres kerja dapat berdampak pada kualitas pelayanan serta keselamatan pasien. Untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan stress kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Beriman Balikpapan. Penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan desain Cross-Sectional. Populasi seluruh perawat di ruang rawat inap RSUD Beriman Balikpapan sejumlah 56 teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner beban kerja dari Nursalam (2017) dan kuesioner stres kerja menggunakan kuesioner Expanded The Nursing Stress Scale. Uji korelasi menggunakan Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukan tingkat beban kerja yang paling dominan adalah beban kerja sedang sebanyak 36 perawat (64,3%) dan tingkat stres kerja yang paling dominan adalah stres kerja sedang sebanyak 29 perawat (29%). Hasil uji statistik didapatkan nilai signifikan 0,000 atau <0,05 maka Ha diterima. Ada hubungan antara beban kerja dengan tingkat stres kerja perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Beriman Balikpapan.
HUBUNGAN SHIFT KERJA TERHADAP STRES KERJA PADA OPERATOR DUMP TRUCK PT. JAYA MINING PACIFIC Malik, Syahrul; Zainal, Isradi; Surayya, Andi
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.733

Abstract

Industri pertambangan merupakan sektor dengan tingkat risiko kerja yang tinggi, baik secara fisik maupun psikologis. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental pekerja adalah sistem shift kerja, terutama pada pekerjaan yang beroperasi selama 24 jam penuh. Shift kerja yang tidak sesuai dengan ritme biologis manusia dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hidup dan berujung pada stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara shift kerja dengan tingkat stres kerja pada operator dump truck di PT. Jaya Mining Pacific. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 40 responden menggunakan teknik total sampling. Data shift kerja diperoleh dari data sekunder perusahaan, sementara data stres kerja dikumpulkan menggunakan kuesioner HSE Management Standards Indicator Tool. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebanyak 35% responden mengalami stres kerja kategori rendah, 27,5% sedang, 30% tinggi, dan 7,5% sangat tinggi. Responden shift malam memiliki proporsi stres tinggi dan sangat tinggi tertinggi dibandingkan shift pagi dan siang. Hasil uji inferensial menggunakan Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara shift kerja dan stres kerja dengan nilai korelasi (r = -0,821) dan signifikansi (p = 0,000).