cover
Contact Name
L.M. Zainul
Contact Email
zainul@uniba-bpn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
identifikasi@uniba-bpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota balikpapan,
Kalimantan timur
INDONESIA
IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan
Published by Universitas Balikpapan
ISSN : 2460187X     EISSN : 26561891     DOI : -
Jurnal Identifikasi adalah Jurnal Karya Ilmiah terbuka untuk umum dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal yang diterbitkan telah melalui proses editing. Penggunan informasi dalam tulisan ini bebas dengan menyertakan link sumbernya. Jurnal Identifikasi memiliki bidang kajian keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang pekerjaan melipuri industri perminyakan dan gas bumi, tambang, transportasi,rumah sakit, dan bidang pekerjaan lainnya serta kajian di bidang lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 460 Documents
PENERAPAN BUDAYA 5R (RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN) PADA WAREHOUSE PT. COSL INDO BALIKPAPAN Mulyanto, Eka Anzani Paradita Cahya; Hardiyono, Hardiyono; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.749

Abstract

Di sektor industri hulu Migas, warehouse vital namun rentan risiko kecelakaan kerja yang mengganggu produksi. Meskipun 5R penting meminimalkan bahaya, ketiadaan panduan atau Standar Operasional Prosedur (SOP) jelas mengenai 5R di Warehouse PT. COSL INDO Balikpapan dapat menyebabkan inkonsistensi dan potensi gangguan operasional. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan budaya 5R di Warehouse PT. COSL INDO Balikpapan. Manfaat penelitian ini menjadi bahan evaluasi serta masukan pada PT. COSL INDO Balikpapan khususnya mengenai penerapan budaya 5R. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil pencapaian penerapan konsep 5R dengan persentase pencapaian sebesar 50% dan dikategorikan Tidak baik. Hal ini disebabkan keterbatasan area, belum optimalnya pelabelan dan penyimpanan, kurangnya prosedur pembuangan, penempatan alat kebersihan belum tetap, serta disiplin personil dan activity board yang belum merata. Kesimpulannya, budaya 5R sudah diterapkan,namun masih memerlukan peningkatan signifikan melalui optimalisasi ruang, prosedur, penataan, peningkatan disiplin, serta integrasi 5R ke dalam sistem dan perubahan pola pikir pekerja.
ANALISIS SAFETY BEHAVIOR DI WAREHOUSE PT. COSL INDO BALIKPAPAN Parhan, Agatha Patricia; Yuliana, Lina; Luqmantoro, Luqmantoro
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.750

Abstract

Perkembangan industri mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas produk, namun seringkali mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dimana perilaku tidak aman (unsafe behavior) menjadi penyebab utama kecelakaan kerja. Di Warehouse PT. COSL INDO Balikpapan, penerapan Keselamatan Berbasis Perilaku atau Behavior Based Safety (BBS) masih terbatas pada safety morning briefing dan belum memiliki standar yang baku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan safety behavior dan mengidentifikasi perilaku tidak aman pada pekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan DOIT (Define, Observe, Intervene, Test) dari E. Scott Geller. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan lima pekerja yang terdiri dari empat operator lapangan dan satu mekanik spesialis peralatan. Hasil penelitian menunjukkan nilai Safe Behavior Index (SBI) pada aspek individu sebesar 71,42% (Cukup Aman), aspek perilaku 54,54% (Kurang Aman), dan aspek lingkungan 83,33% (Cukup Aman). Ditemukan bahwa penyebab utama perilaku tidak aman adalah faktor kenyamanan pribadi dan efisiensi waktu yang mengesampingkan prosedur keselamatan. Kesimpulannya, tingkat perilaku keselamatan di Warehouse PT. COSL INDO Balikpapan masih memerlukan intervensi segera, terutama pada aspek perilaku pekerja untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UNSAFE ACTION PADA PEKERJA KONSTRUKSI PROYEK PEMBANGUNAN DI PT. JAYA MAKMUR RAYA Chandra, Adya; Yuliana, Lina; Zainul, L.M.
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.752

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komponen-komponen Theory of Planned Behavior (TPB), yang meliputi sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku, dengan frekuensi terjadinya tindakan tidak aman (unsafe action) di lingkungan kerja para pekerja konstruksi PT. Jaya Makmur Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan total 36 responden yang dipilih secara purposif. Proses pengumpulan data dilakukan melalui kombinasi metode kuesioner terstruktur dan observasi langsung di lapangan, sehingga informasi yang diperoleh lebih komprehensif. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman untuk menguji kekuatan hubungan antarvariabel. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara ketiga variabel TPB dengan unsafe action: sikap (rho -0,478, Sig. 0,003), norma subjektif (rho 0,406, Sig. 0,014), dan persepsi kontrol perilaku (rho -0,367, Sig. 0,028). Secara agregat, faktor-faktor TPB juga berkorelasi negatif signifikan (rho -0,411, Sig. 0,013). Implikasi dari temuan ini adalah bahwa peningkatan sikap positif pekerja terhadap keselamatan, penguatan tekanan sosial yang mendorong perilaku aman, serta peningkatan keyakinan terhadap kemampuan kontrol diri secara konsisten akan berkontribusi pada penurunan kecenderungan pekerja melakukan tindakan yang berisiko terhadap keselamatan.
HUBUNGAN PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP SAFE BEHAVIOR PADA PEKERJA FABRIKASI DI PT. REKAYASA INDUSTRI Fuadi, Yan; Yuliana, Lina; Nugroho, Marcelino
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.753

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sangat krusial dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, terutama pada industri berisiko tinggi seperti pekerjaan fabrikasi.Tingginya angka kecelakaan akibat (Unsafe Behavior) menunjukkan bahwa penerapan sistem K3 harus mencakup pendekatan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara elemen-elemen Penerapan K3 yakni Kebijakan, Pelatihan, Pengawasan, Penggunaan Alat Pelindung Diri, dan Budaya K3 terhadap (Safe Behavior) di PT. Rekayasa Industri penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan (Cross sectional). Data dikumpulkan dari 37 responden menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha ≥ 0,6). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Spearman rho dengan tingkat signifikansi 0,05 dan interval kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara masing-masing variabel Penerapan K3 dengan Perilaku Aman pekerja. Nilai koefisien korelasi Spearman adalah: Kebijakan K3 r =( 0,728), p-value = (0,01), Pelatihan K3 r = (0,724), p -value=(0,01), Pengawasan r = (0,776), p -value =( 0,01), Penggunaan APD r = (0,675) p-value= (0,01), dan Budaya K3 r = (0,718) p-value=( 0,01). Secara keseluruhan, Penerapan K3 memiliki korelasi positif kuat dengan Safe Behavior (r = (0,800) p-value= (0,04), menunjukkan bahwa semakin baik penerapan K3, semakin tinggi tingkat perilaku aman yang ditunjukkan oleh pekerja.
ANALISA RISIKO KECELAKAAN KERJA DI RIG JACK UP DENGAN MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS Putra, Vico Mandala; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya dan menilai tingkat risiko kecelakaan kerja di Rig Jack-up menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Penelitian dilakukan di rig milik PT XYZ yang bergerak di bidang pengeboran migas lepas pantai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kuantitatif dengan observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen terkait. Bahaya diidentifikasi berdasarkan pendekatan 4M+1E (Manusia, Mesin, Material, Metode, dan Lingkungan), dan tingkat risiko dianalisis menggunakan matriks AS/NZS 4360:2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tahapan kerja di Rig Jack-up memiliki potensi bahaya, dengan risiko tertinggi ditemukan pada proses preloading dan jacking operation. Risiko utama mencakup kesalahan komunikasi, kelalaian dalam penggunaan alat pelindung diri (APD), serta kerusakan alat mekanik. Pengendalian risiko dilakukan melalui pelatihan intensif bagi kru, pengawasan ketat, komunikasi dua arah yang efektif, dan penerapan safety barrier pada area rawan. Penilaian risiko menunjukkan sebagian besar risiko berada pada tingkat rendah hingga sedang, namun tetap memerlukan tindakan mitigasi yang terus-menerus. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan JSA sebagai alat efektif dalam identifikasi dan pencegahan kecelakaan kerja di lingkungan rig. Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan pelatihan keselamatan, digitalisasi dokumen JSA, dan penggunaan teknologi monitoring risiko untuk meningkatkan efektivitas pengendalian bahaya.
PENERAPAN RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN PADA GUDANG DI PT. REKAYASA MULIA RAHARJA Gupara, Median Sefri; Mulya, Widya; Sari, Iin Pratama
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.757

Abstract

Perkembangan industri yang pesat menuntut penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang optimal, khususnya dalam pengelolaan area gudang. Gudang yang tidak tertata dengan baik dapat menjadi sumber bahaya, meningkatkan risiko kecelakaan kerja, dan menurunkan efisiensi serta produktivitas perusahaan. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, rapi, dan efisien adalah konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan prinsip 5R di gudang PT. Rekayasa Mulia Raharja, sebuah perusahaan jasa di bidang konstruksi, perbaikan mesin, dan elektrikal yang berlokasi di Balikpapan.Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari tiga informan utama yang terlibat langsung dalam pengelolaan gudang. Penilaian dilakukan dengan skala kategori yang mengukur tingkat keterlaksanaan masing-masing aspek 5R. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek Resik dan Rajin sudah masuk dalam kategori sangat baik dengan persentase masing-masing sebesar 85%. Aspek Ringkas dan Rawat berada dalam kategori baik dengan persentase 70%. Sementara itu, aspek Rapi masih berada pada kategori tidak baik dengan persentase hanya 50%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan 5R di gudang PT. Rekayasa Mulia Raharja belum maksimal secara keseluruhan. Hambatan terbesar terletak pada kurangnya media penyimpanan, tidak adanya denah penyimpanan, dan rendahnya kesadaran karyawan dalam menjaga kerapian area kerja. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sarana dan pembentukan budaya kerja disiplin yang berkelanjutan untuk menunjang efektivitas penerapan 5R secara menyeluruh.
PENERAPAN KESELAMATAN PEKERJAAN PENGANGKATAN PIPA SPRINKLER PADA PT. REKAYASA MULIA RAHARJA DI BALIKPAPAN Setiawan, Muhammad Rafly; Liku, James Evert Adolf; Pongky, Patunru
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.759

Abstract

Pengangkatan pipa merupakan pekerjaan yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan kerja, terutama jika tidak tidak dilakukan sesuai dengan standar operasional dan ketentuan K3. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselamatan kerja dalam proses pengangkatan pipa sprinkler di PT. Rekayasa Mulia Raharja dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui observasi langsung dan wawancara terhadap lima informan yang terlibat dalam pekerjaan pengangkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa sumber dan kejadian bahaya pada setiap tahapan kerja, seperti miskomunikasi antarpekerja, kondisi pekerja yang mengantuk, dan cuaca buruk. Pengendalian risiko dilakukan berdasarkan Hierarki pengendalian bahaya, meliputi eliminasi, subtitusi, Rekayasa, administrasi, penggunaan alat pelindung diri (APD). Rekomendasi dari penelitian ini adalah melakukan skrining atau daily checkup kepada pekerja, menambah alat bantu handy talky (HT), serta penegakan disiplin penggunaan APD.
ANALISIS SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF PADA PT. WULANDARI BANGUN LAKSANA TBK Rahmat, Anugrah Aulia; Hardiyono, Hardiyono; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.761

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu risiko yang dapat mengancam keselamatan penghuni, kerusakan aset, serta mengganggu operasional suatu bangunan, terutama pada pusat perbelanjaan yang memiliki tingkat mobilitas tinggi dan kepadatan aktivitas. PT. Wulandari Bangun Laksana, Tbk yang mengelola gedung E-Walk Balikpapan menjadi objek penting untuk dikaji dari aspek sistem proteksi kebakaran aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian dan keandalan sistem proteksi kebakaran aktif yang diterapkan di gedung tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan checklist, wawancara mendalam terhadap informan dari bagian HSE, engineering, dan operasional, serta telaah dokumen internal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif secara umum telah diterapkan dengan cukup baik, meliputi instalasi APAR, hydrant, sprinkler, alarm kebakaran, dan detektor asap. Namun demikian, masih terdapat beberapa ketidaksesuaian dengan standar yang berlaku, seperti tidak dilakukannya pemeriksaan rutin alarm kebakaran minimal satu kali dalam setahun, tidak adanya tanda reflektif pada jalur akses mobil pemadam kebakaran, serta belum tersedianya kunci khusus untuk sprinkler cadangan. Tingkat keandalan keseluruhan berada pada kategori “cukup”, sehingga diperlukan perbaikan pada aspek pemeliharaan dan penandaan jalur evakuasi serta akses kebakaran untuk meningkatkan efektivitas sistem proteksi kebakaran aktif di gedung tersebut.
HUBUNGAN ANTARA USIA PEKERJA DAN MASA KERJA DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN PT. SINGLURUS PRATAMA SITE ARGOSARI Antul, Rafli Norzaki; Zainal, Isradi; Mappangile, Andi Surayya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.763

Abstract

Latar belakang : Lingkungan kerja yang padat tuntutan, tekanan waktu, dan risiko pekerjaan tinggi seperti di sektor pertambangan dapat memicu stres kerja pada karyawan. Jika tidak ditangani dengan baik, stres kerja dapat berdampak pada keselamatan kerja, produktivitas, dan kesehatan mental pekerja. Tujuan penelitian : untuk mengetahui hubungan antara usia dan masa kerja dengan stres kerja pada karyawan PT. Singlurus Pratama Site Argosari. Metode : Penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan desain Cross-Sectional. Sampel berjumlah 95 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner DASS-42 dari Lovibond dan Lovibond (1995) untuk mengukur tingkat stres kerja. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori usia paling dominan adalah ≥ 25 tahun sebanyak 86 orang (90,5%) dan masa kerja ≥ 5 tahun sebanyak 87 orang (91,6%). Tingkat stres kerja paling banyak berada pada kategori sedang sebanyak 31 responden (32,6%). Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara usia (p = 0,037) dan masa kerja (p = 0,014) dengan stres kerja. Regresi logistik menunjukkan bahwa usia ≥ 25 tahun berisiko 7 kali dan masa kerja ≥ 5 tahun berisiko 3,6 kali mengalami stres kerja berat. Kesimpulan : Ada hubungan antara usia dan masa kerja dengan tingkat stres kerja pada karyawan PT. Singlurus Pratama Site Argosari.
EFEKTIVITAS PENYIMPANAN DAN PENGANGKUTAN LIMBAH B3 MEDIS PADAT DI RUMAH SAKIT RESTU IBU BALIKPAPAN Sari, Novita Kurnia; Sari, Iin Pratama; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyimpanan dan pengangkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) medis padat di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan, berdasarkan Permen LHK No. 56 Tahun 2015 dan Permen LHK No. 06 Tahun 2021. Latar belakang menunjukkan peningkatan limbah medis B3 yang tidak terkelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan, dengan data Kementerian Kesehatan RI (2023) menunjukkan 60% fasilitas kesehatan belum memenuhi standar penyimpanan dan pengangkutan. Metode penelitian melibatkan observasi langsung dan wawancara. Hasil observasi menunjukkan tingkat kesesuaian 65% untuk penyimpanan dan 92% untuk pengangkutan. Temuan utama dalam penyimpanan meliputi: ketidaksesuaian dalam klasifikasi kelompok limbah, kurangnya simbol/label dan jumlah wadah yang cukup, tidak adanya fasilitas pendingin untuk limbah patologis, drainase yang terhalang, wadah tanpa penutup, pengikatan limbah yang tidak standar ("telinga kelinci"), dan kantong limbah yang terbuka. Sementara itu, dalam pengangkutan, ketidaksesuaian utama adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak lengkap oleh petugas. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam sistem pengelolaan limbah medis padat B3 di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan untuk meningkatkan keamanan dan kepatuhan terhadap standar yang berlaku.