cover
Contact Name
mida
Contact Email
mida05unisda@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mida05unisda@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam
ISSN : 26209004     EISSN : 26208997     DOI : -
Core Subject :
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam contains scientific studies on education in Madrasas or Elementary Schools, educational innovations, and educational thinking in the form of: 1) Research results, 2) Conceptual ideas, 3) Literature studies, and practical experience.
Arjuna Subject : -
Articles 116 Documents
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PROGRAM TCB DI SD DARUL HIKAM BANDUNG Siti Zuliana; Rani Aulia Mawardhani; Widya Dinda Risti; Erisa Sindyana; Elya Umi Hanik
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v5i2.3139

Abstract

This study aims to identify the role of schools in implementing character education through the Darul Hikam program, namely the Taqwa Character Building (TCB) program. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques in the form of observation, documentation and literature study. Based on the results of the study, it can be concluded that in the implementation of character education through the TCB program at SD Darul Hikam , we can see that in their daily life, SD Darul Hikam implements a motivational ceremony or apple, goes to class, reads it before learning activities begin, performs dhuha prayers, study activities, perform the obligatory prayers, eat lunch together and continue the task of studying until it is finished. In the TCB program, the teacher acts as a role model for students . The TCB program is classified into 7 characters, namely sincere, intelligent, caring, patient, trustworthy, disciplined, and sincere. These seven (7) characters are implemented gradually from month to month. By carrying out each month students can understand and practice it gradually. Because instilling character and morals takes a long time, especially for elementary school-aged children.
YAHQI: SEBAGAI METODE PEMBELAJARAN HAFALAN HADIS BAGI SISWA KELAS IV SDI CENDEKIA ASSALAM BANGILAN TUBAN Siti Effi Nur Ummah; Zulfatun Anisah; Vita Fitriatul Ulya; Ahmad Suyanto
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v5i2.3154

Abstract

This study aims to determine 1) Hadith memorization learning process through the Yahqi Method for fourth grade students of SDI Cendekia Assalam Bangilan Tuban, 2) The results of hadith memorization through the Yahqi Method for fourth grade students of SDI Cendekia Assalam Bangilan Tuban, and 3) Supporting and inhibiting factors in learning. memorization of hadith through the Yahqi Method Fourth grade students of SDI Cendekia Assalam Bangilan Tuban. In this study, researchers used descriptive qualitative methods, data collection techniques used in this study include observation, interviews, and documentation. After that, the data was analyzed by reducing the data, displaying the data, then verifying it. The results of this study indicate that 1) The process of memorizing hadith through the Yahqi Method includes the implementation of memorizing hadith learning carried out on Mondays and Fridays after the Duha prayer, 2) The implementation of memorizing hadith learning using special techniques, and 3) how to deliver learning materials using jiharka and rhythmic rhythms. movement with 4 steps. The results of learning to memorize hadith through the Yahqi Method showed students were able to memorize 14 hadiths in one semester. Supporting factors in learning to memorize hadith include 1) The material is suitable to be applied at the age of children, 2) using movements that are in accordance with the meaning, 3) using rhythms that increasingly liven up the atmosphere, and 4) Children memorize easily and quickly. While the inhibiting factors in learning to memorize hadith through the Yahqi Method are 1) limited time and 2) various narrators making children often confused and forgetting. Keywords: Learning, Hadith Memorization, Yahqi Method
WAWASAN PENDIDIKAN (PENDIDIKAN DAN PENDIDIK) Adib Fatoni
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v3i1.1841

Abstract

Abstrak Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap perubahan zaman. Fungsi dan tujuan pendidikan nasional tercantum dalam UU No. 20 tahun 2003 bab II pasal 3. Keunggulan suatu bangsa tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam, melainkan pada keunggulan sumber daya manusia, yaitu tenaga terdidik yang mampu menjawab tantangan-tantangan yang sangat cepat. Kenyataan ini sudah lebih dari cukup untuk mendorong pakar dan praktisi pendidikan melakukan kajian sistematik untuk membenahi atau memperbaiki sistem pendidikan nasional. Agar lulusan sekolah mampu beradaptasi secara dinamis dengan perubahan dan tantangan itu, pemerintah melontarkan berbagai kebijakan tentang pendidikan yang memberikan ruang yang luas bagi sekolah dan masyarakat untuk menentukan program dan rencana pengembangan sendiri sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing. Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan karena sasarannya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, pendidikan juga merupakan alur tengah pembangunan dari seluruh sektor pembangunan. Pendidikan di Indonesia merupakan pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia, baik terstruktur maupun tidak terstruktur. Pendidikan dapat diperoleh melalui pendidikan formal, pendidikan informal dan pendidikan nonformal. Ki Hajar Dewantara menyebutnya sebagai Tri Pusat Pendidikan yang terdiri dari pendidikan informal (keluarga), pendidikan formal (sekolah) dan pendidikan nonformal (masyarakat).1 Diperlukan kerja sama yang baik dan berkelanjutan antara ketiga pihak tersebut dalam mencapai tujuan pendidikan yang menghendaki tercapainya kehidupan anak-anak bangsa yang cerdas, berkarakter, kreatif, inovatif dan mempunyai konsep disiplin diri. Keberhasilan suatu proses pendidikan tidak terlepas dari peran pendidik. Pendidik menduduki posisi penting sebagai sutradara yang merencanakan, mengatur dan mengendalikan jalannya proses pendidikan. Semboyan Ki Hajar Dewantara menggambarkan betapa pentingnya posisi pendidik yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Semboyan ini memiliki arti bahwa setiap pendidik harus bisa menjadi contoh dan panutan bagi anak didiknya.
PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS MULTIKULTURAL Sauqi Futaqi
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v5i2.3252

Abstract

Abstract This paper attempts to formulate the principles of multicultural-based curriculum development. This principle is indispensable in the process of curriculum formulation in the context of the national education system, especially in the midst of a multicultural Indonesian society. This paper aims to find the principles that will be used as the basis for curriculum development. Through several relevant literature reviews, there are two categories of principles, namely general and specific. The general principles relate to the domain of curriculum development in general. While the special principles relate to multicultural insight. Keywords: Principles, Curriculum Development, Multicultural. Abstrak Tulisan ini berupaya merumuskan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum berbasis multikultural. Prinsip ini sangat diperlukan dalam proses perumusan kurikulum dalam konteks sistem pendidikan nasional, terlebih di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural. Tulisan ini bertujuan menemukan prinsip-prinsip yang akan dijadikan dasar bagi pengembangan kurikulum. Melalui beberapa kajian pustaka yang relevan, ada dua kategori prinsip, yakni umum dan khusus. Prinsip umum berhubungan dengan domain pengembangan kurikulum pada umumnya. Sedangkan prinsip khusus berhubungan dengan wawasan multikultural. Kata Kunci: Prinsip, Pengembangan Kurikulum, Multikultural
IMPLEMENTASI MEDIA BALOK IQRA’ DALAM KEMAMPUAN MEMBACA HURUF HIJAIYAH ANAK KELOMPOK A TK ASIYIYAH BUSTANUL ATHFAL TEJOASRI LAREN LAMONGAN Nikmah, Khoirotun; Maghfiroh, Lailatul; Shoimah, Retno Nuzilatus
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2022): July 2022
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v5i2.3288

Abstract

Abstract The problem found in the implementation in the world of education is the lack of teacher innovation in teaching. In relation to learning media. TK Aisyiyah Bustanul Athfal Tejosri has many learning media, one of which is Educational Game Tools (APE) that supports the learning process, for example the Iqra' Block media. The purposes of this paper are: (1) to determine the use of iqra' blocks in learning the ability to read hijaiyah letters (2) to determine the improvement in the development of hijaiyah letters reading skills. In this study, researchers used the Class Action Research (CAR) method. The researcher applied learning using Iqro' Blocks for two cycles, the first cycle was the process of introducing the media, and the second cycle starting with learning to use the media by playing quizzes. The results showed that the increase in reading hijaiyah letters through iqra' blocks in the pre-cycle had a percentage value of 18.2% of children's mastery, in the first cycle the percentage of children's mastery was 45.5% and in the second cycle the percentage value was greatly increased by 100%. . Thus, it can be concluded that the iqra 'block media can improve the ability to read hijaiyah letters of group A children of Aisyiyah Bustanul Athfal Tejosri. Keyword: Iqra' Block Media, Reading, Hijaiyah Letters. Abstrak Permasalahan yang ditemukan dalam pelaksanaan di dunia pendidikan adalah kurangnya inovasi guru dalam mengajar. Dalam kaitannya dengan media pembelajaran. TK Aisyiyah Bustanul Athfal Tejosri banyak memiliki media pembelajaran salah satunya Alat Permainan Edukatif (APE) yang mendukung proses pembelajaran, contohnya media Balok Iqra'. Adapun tujuan penulisan ini adalah: (1) untuk mengetahui pengunaan balok iqra’ dalam pembelajaran kemampuan membaca huruf hijaiyah (2) untuk mengetahui peningkatan perkembangan kemampuan membaca huruf hijaiyah. Dalam penelitian ini, peneliti mengunakan metode Penelitian Tindak Kelas (PTK). Peneliti menerapkan pembelajaran menggunakan Balok Iqro' selama dua siklus, siklus yang pertama merupakan proses pengenalan media, dan siklus kedua dimulai pembelajaran menggunakan media tersebut dengan cara bermain kuis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, peningkatan membaca huruf hijaiyah melalui balok iqra’ pada pra siklus memiliki nilai presentase ketuntasan anak sebanyak 18,2%, pada siklus I presentase ketuntasan anak sebanyak 45,5% dan pada siklus II memiliki nilai presentase sangat meningkat sebanyak 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan media balok iqra’ dapat meningkatkan kemampuan membaca huruf hijaiyah anak kelompok A TK Aisyiyah Bustanul Athfal Tejosri. Kata kunci: Media Balok Iqra', Membaca, Huruf Hijaiyah
MEMPERKUAT KOMPETENSI MULTIKULTURAL SISWA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL Sauqi Futaqi
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 4 No 1 (2021): January 2021
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v4i1.3857

Abstract

Global developments and problems force Islamic educational institutions to play their role, and this is a formidable challenge, especially in the economic and science and technology fields. However, in the midst of these formidable challenges, there are actually a number of potentials that can be developed. In addition to the historical advantages of the values and characteristics of Islamic education in Indonesia as a moderate Islamic education, at the same time it actually contains a spirit of progress. This spirit of progress can be seen from the value base of moderation which actually provides opportunities for progress. It's just a matter of how to manage these values and characteristics into a mainstay competency to give birth to various advantages. The study in this paper wants to conceptualize multicultural competencies which are considered to be one of the important competencies in facing global competition. In addition, this study also wants to emphasize that multicultural competence is not only understood in the context of social harmony, but must be developed into an Islamic education strategy in bringing about change and progress without destroying the human order. While multicultural competence can be understood as cultural and social capital for the success of Islamic education graduates, it can also be understood in terms of capital for the development of Islamic educational institutions in creating diverse and globally competitive advantages
PENDIDIKAN KARAKTER PRESPEKTIF AL-QURAN HADITS NABI MUHAMMAD SAW anggi fitri chaniago
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v3i1.827

Abstract

ABSTRAK Pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Allah, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Tulisan ini bertujuan untuk Memahami formulasi konsep pendidikan karakter prespektif Al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Melalui telaah pemahaman secara tekstual dan kontekstual. Permasalahan yang ada dijawab melalui penelitian kepustakaan (library research). Data-data dikumpulkan dari berbagai referensi; baik primer, sekunder, maupun data pendukung. Data-data yang ada dianalisis dengan pendekatan hermeneutik dengan cara content analysis (analisis isi). Hasil penelitian menunjukkan Hadis-hadis yang diangkat dalam penelitian ini mengandung karakter atau perilaku manusia terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungannya. Beberapa konsep pendidikan karakter yang dapat diungkap dari Al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad SAW tersebut adalah Pertama, landasan pendidikan karakter, Kedua. Konsep pendidikan karakter dalam islam. Ketiga, Tahap-tahap pembentukan pendidikan karakter. Keempat, Metode Iinternalisasi pendidikan karakter. Kelima, Peran Guru dan orang tua dalam pendidikan karakter.
PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN MODELLING MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI KELIING DAN LUAS BANGUN PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG KELAS III PADA MI AL BASHOR LAMONGAN Nilna iqbal Dzakiyyyah
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v3i1.1837

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswasetelah diterapkan metode modeling pada mata pelajaran matematika materi keliling danluas persegi di MI Al bashor lamongan. Dengan metode modelling diharapkan dapatmendorong siswa meninggkatkan minat belajar. Desain penelitian menggunakan metodePTK dengan hasil pada siklus I ketuntasan belajar 72% dengan nilai rata-rata siswa 74.Pada siklus ke II ketuntasan mencapai 81% dengan nilai rata-rata siswa 77. Dilihat darihasil penelitian terlihat epenerapan metode modeling dapat menningkatkan hasil belajarmatematika materi keliling bangun persegi dan persegi panjang di MI Al bashor lamongan
PENERAPAN STRATEGI DICTOGLOS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCERITAKAN KEMBALI PERISTIWA SEJARAH Handayani, Adhita Dwi
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v3i1.1838

Abstract

Abstrak : Latar belakang penelitian ini berawal dari sebuah proses pembelajaranyang dilakukan oleh guru yang mengajar di kelas tinggi. Dalam prosespembelajarannya tersebut guru jarang menggunakan media pembelajaran dan strategipembelajaran yang unik untuk menunjang proses pembelajarannya. Cara yangdigunakan guru dalam proses pembelajaran adalah dengan metode ceramah saja,sehingga cara guru mengajar membuat siswa mengalami kebosanan, bicara sendiri,mengantuk, bercerita dengan teman sebangkunya, dan siswa tidak tertarik denganpembelajaran tersebut. Apalagi mata pembelajaran pada saat itu adalah tentang sejarahIndonesia. Pada akhirnya banyak siswa yang tidak dapat menerima konseppembelajaran pada hari itu. Sedangkan dalam kurikulum 2013 siswa dituntut untukberfikir kreatif, aktif dan produktif serta siswa terlibat langsung dengan prosespembelajaran. Hal ini mengakibatkan penurunan siswa dalam pemahaman akan materitentang sejarah, maka perlu adanya pemecahan masalah yaitu penggunaan strategidictoglos. Tujuan peneliti ini untuk mengkaji aktivitas guru dan siswa selama prosespembelajaran dengan menggunakan strategi dictoglos. Dengan menggunakan strategidictoglos siswa lebih senang dan antusias dalam proses pembelajaran. Penelitian inimenggunakan Penelitian Tindakan Kelas.
KANTIN KEJUJURAN SEBAGAI SARANA PENANAMAN SIFAT JUJUR PADA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH TINGKAT DASAR Tri Ratna Dewi; Miftahur Rohmah; Rely Kurniawan
MIDA : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/mida.v3i1.1839

Abstract

AbstrakTujuan dari penulisan artikel ini untuk mengetahui bagaimana pengelolaan kantin kejujuransebagai sarana untuk menanamkan sifat jujur kepada peserta didik. Kantin kejujuran merupakan kantinyang tidak sama seperti kantin biasanya, pada kantin kejujuran tidak ada pelayanan jual beli, peserta didikketika membeli melayani dirinya sendiri, dengan diterapkannya kantin kejujuran disekolah pastinyamemberikan dampak pada sifat jujur peserta didik yakni dampak pada kejujuran ketika berbicara, jujurketika bermuamalah, jujur ketika berjanji. Pihak sekolah tentu mendukung sepenuhnya denganpengembangan kantin kejujuran ini. Menanamkan pendidikan akhlak sejak dini, diperlukan sarana danmedia yang tepat dalam rangka mentransformasikan pendidikan tersebut kepada anak didik. Salah satusarana yang dapat digunakan untuk mengajarkan dan membiasakan kejujuran kepada anak didik adalahmelalui penerapan kantin kejujuran.

Page 6 of 12 | Total Record : 116