cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
suhartini.ismail@fk.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Perawat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25487051     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Perawat Indonesia (e-ISSN 2548-7051) diterbitkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Perawat Indonesia atau disingkat JPI ini terbit 2 kali setahun. Jurnal ini mempublikasi artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan. Jurnal Perawat Indonesia menerima artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan maternitas; keperawatan medikal-bedah; keperawatan kritis; keperawatan gawat darurat; keperawatan jiwa; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
PENGARUH REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA widiyono, widiyono
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.037 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i2.594

Abstract

Daun salam (Eugenia polyantha Wight) yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai pelengkap bumbu dapur juga mempunyai khasiat sebagai obat. Dalam pengobatan, daun salam digunakan untuk pengobatan kolesterol tinggi, kencing manis (diabetes mellitus), tekanan darah tinggi (hipertensi), sakit maag (gastritis), diare dan kandungan kimianya mempunyai aktivitas sebagai obat asam urat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design, serta rancangan penelitian yang akan digunakan penulis adalah one group pre test-post test design. Sampel penelitian adalah lansia di Posyandu Ngembat Padas Sragen yaitu sebanyak 36 orang lansia. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk yang dilanjutkan analisis dengan menggunakan uji statistik parametric dengan  paired sample t-test. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji statistik parametric dengan paired samplet-test dengan paired test menunjukan p-value = 0,001 < α (0,05). dengan hasil uji t-test dengan selisih -2,51 (IK95%-3,03 sampai -1,99) yang berarti H0 ditolak berarti menunjukan adanya perbedaan asam urat pre test dan post test diberikan rebusan daun salam pada lansia di Posyandu Lansia Desa Ngembat Padas Sragen dengan nilai mean sebelum diberikan rebusan daun salam 7,264 setelah diberikan menjadi 4,750, nilai minimum sebelum diberikan rebusan daun salam 6,1 setelah diberikan menjadi 3, dan nilai maksimum sebelum diberikan rebusan daun salam 12,4 menjadi 7,1. Ada perbedaan signifikan pada asam urat yang di derita lansia penderita asam urat di Posyandu Lansia Desa Ngembat Padas Sragen  post test pemberian rebusan daun salam
THE RELATIONSHIP BETWEEN SPIRITUALITY AND PERSONALITY TYPE WITH PSYCHOLOGICAL WELL-BEING TEENAGER IN SMP NEGERI 1 BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA Supriyadi, Supriyadi; Saifudin, I Made Moh. Yanuar; Hartono, Burhanuddin
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.2 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i3.635

Abstract

Remaja sebagai aset bangsa merupakan masa peralihan dari anak-anak kedewasa. Masa peralihan ini sering memunculkan permasalahan seperti kenakalan remaja. Kenakalan terjadi karena rehdahnya psychological wellbeing sehingga remaja tidak mampu beradaptasi pada masa perkembangannya dengan baik. psychological wellbeing dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia, spiritualias dan tipe kepribadian. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan psychological well-being remaja di SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul Yogyakarta. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling didapatkan sample sebanyak 58 orang. Analisis data menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan korelasi jenis kelamin (p=766), usia (p=0.030), spiritualitas (p=0.000) dan tipe kepribadian (p=0.015) dengan psychological well-being remaja di SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul Yogyakarta.
GAMBARAN STIGMA MASYARAKAT TERHADAP PASIEN GANGGUAN JIWA DI DESA BUKU Akbar K, Fredy; Darmiati, Darmiati; Wati, Isma
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.132 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i3.705

Abstract

Gangguan jiwa adalah sindrom pola perilaku individu yang berkaitan dengan suatu gejala penderitaandan pelemahan didalam satu atau lebih fungsi penting dari manusia, yaitu fungsi psikologik, perilaku,biologik, gaangguan tersebut mempengaruhi hubungan antara dirinya sendiri dan juga masyarakatStigma yang terus tumbuh dimasyarakat dapat merugikan dan memperburuk bagi yang terkena labelsosial ini.Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran stigma masyarakat terhadap pasiengangguan jiwa.Penelitian ini menggunakan kuisioner, untuk mengetahui hasil dari stigma masyarakatterhadap pasien gangguan jiwa. Dalam penelitian ini sampel yang akan diambil yaitu berjenis kelaminperempuan yang berusia 25-40 tahun ke atas dengan jumlah sampel sebanyak 30 sampel. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini yaitu metode Deskriptif, metode deskriptif disini adalah salah satujenis metode penelitian yang menyajikan gambaran lengkap untuk mendeskripsikan, menjelaskanyang menjadi objek penelitian.
PENGARUH SELF CARE ACTIVITIES PADA PASIEN DIABETES MELITUS TERHADAP KEJADIAN NEUROPATI DIABETIKUM Selano, Maria Karolina; Tri Sulistyowati, Maria Agustina Ermi; Nono, Emirensiana Anu
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.078 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i3.715

Abstract

International Diabetes  Federation (IDF) Atlas 2017 melaporkan bahwa epidemi diabetes di Indonesia masih menunjukkan kecenderungan meningkat. Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Seiring dengan bertambahnya jumlah penderita diabetes,  maka penderita diabetes  harus melakukan pengaturan diri terhadap penyakit dalam bentuk perawatan diri agar kadar glukosa berada pada level normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh self care activities pada pasien diabetes melitus terhadap kejadian neuropati diabetikum yang merupakan salah satu komplikasi mikrovaskuler di Puskesmas yang ada di Kota Semarang. Adapun desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study yang dilakukan terhadap 84 responden. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer. Populasi penelitian ini adalah pasien diabetes melitus baik tipe 1 maupun tipe 2. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner  The Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) untuk menilai self care activities yang meliputi pengaturan pola makan (diet), pemantauan gula darah, terapi obat, perawatan kaki dan latihan fisik (olahraga)  serta  melakukan pengukuran sensitifitas kaki dengan menggunakan monofilament test untuk menentukan kejadian neuropati diabetikum. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan komputer menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian didapatkan 71 responden (84,5 %) patuh dalam melakukan self care activities, 46 responden (54,8%) mengalami neuropati diabetikum. Berdasarkan hasil uji analisa hubungan kedua variabel ditemukan nilai Asymp Sig 0,942 (P-value = 0,005). Karena nilai 0,942 > 0,005, maka dapat disimpulkan tidak ada pengaruh yang signifikan antara self care activities dengan kejadian neuropati diabetikum.
TANTANGAN ETIK PADA PERAWAT DALAM PENANGANAN PASIEN DI MASA PANDEMIK COVID-19: SCOPING REVIEW Pashar, Imran; Ismail, Suhartini; Edward, I; Sarinti, Sarinti
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.061 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i3.732

Abstract

Muncul tantangan etik utama bagi perawat selama pandemi COVID-19 yang teridentifikasi yakni adanya isolasi sosial, tugas perawatan yang semakin berat dan akses pelayanan yang dituntut untuk selalu adil selama pengobatan. Tantangan etik adalah hal yang umum terjadi dalam praktik keperawatan klinis. Tantangan etik  mengacu pada dilema etika dan konflik etika serta skenario lain yang membuat perawat berada  pada pilihan yang sulit. Tujuan dari review adalah untuk meringkas bukti dari tantangan etik pada perawat dalam penanganan pasien di masa pandemik COVID-19. Artikel ini dirancang menggunakan metode scoping review. Pencarian artikel dilakukan menggunakan data base dari Sciencedirect, Scopus, EBSCO, dan ProQuest yang terbit dalam pada bulan Januari sampai September tahun 2020 dengan kata kunci “COVID-19” AND “Nurse” AND “ethic challenges” OR “Issue Ethic” OR “Dilemma ethic. Munculnya berbagai masalah terkait etik dalam praktik perawatan pasien COVID-19 membuat perawat mengalami lebih banyak kesulitan, tanggung jawab dan tantangan  akibatnya berdampak terhadap kualitas pelayanan didalam ruang perawatan intensif dan isolasi. Hasil penelitian ditemukan 3 tema, yaitu 1) tanggung jawab perawat, 2) tantangan etik selama perawatan, 3) beban kerja selama perawatan. Kesimpulan dari review ini adalah Tantangan etik yang dihadapi perawat selama perawatan di masa pandemik COVID-19 yakni pasien dengan COVID-19 yang berbeda penangannya dengan pasien lainnya, terdapatnya ketidaksetaraan, tingginya tuntutan etika professional, dan kompetensi kerja yang berubah-ubah. Selain itu hak pasien yang terlupakan, kurang perhatian pada etik professional dan perawat selalu dihadapkan pada situasi yang membingunkan. 
KONDISI LANJUT USIA YANG MENGALAMI HIPERKOLESTEROLEMIA DI POS PELAYANAN TERPADU ( POSYANDU ) LANJUT USIA DESA BETENGSARI, KARTASURA : PILOT STUDY Widiyono, Widiyono; Aryani, Atik; Dyah Herawati, Vitry
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.305 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v5i1.759

Abstract

Latar belakang: Hiperkolesterolemia berhubungan dengan bertambahnya usia dan merupakan faktor utama yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Kejadian hiperkolesterolemia pada lansia berhubungan dengan asupan makanan berlemak dan faktor lainnya. Dampak hiperkolesterolemia adalah 80% pasien meninggal mendadak akibat serangan jantung. Tujuan:  Mengetahui gambaran kondisi lansia yang mengalami hiperkolesterolemia di Posyandu lansia Desa Betengsari, Kartasura. Metode: Penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dan merupakan pilot study. Total jumlah sampel adalah 29 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen untuk mengukur kadar kolesterol adalah GCU (Glukosa Colesterol Urid acid) merk EasyTouch. Hasil: semua responden memiliki riwayat kolesterol tinggi,, sebanyak 23 respponden (79,3%) berjenis kelamin perempuan, sebanyak 26 responden (89,7%) memiliki pola makan diet lemak jenuh, sebanyak 29 responden (100%) melakukan aktivitas fisik olah raga dan sebanyak 3 responden (10,3%) memiliki kebiasaan merokok. Kesimpulan penelitian ini 100 % lansia memiliki riwayat kolesterol tinggi. Saran diperlukan intervensi yang tepat untuk mengatasi hiperkolesterolemia. Selain pemberian terapi farmakologi (obat normolipidemia), perawat dapat memberikan terapi komplementer herbal yaitu rebusan daun salam yang terbukti efektiv untuk mengurangi kadar kolesterol dalam darah. 
PENGARUH TERAPI BEKAM KERING KOMBINASI AKUPRESSURE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI PRIMER Candrawati, Sang Ayu Ketut; Sukraandini, Ni Komang
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.887 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v5i1.761

Abstract

Latar Belakang: hipertensi adalah salah satu penyakit silent killer yang banyak dijumpai di Indonesia dan menduduki urutan keenam dari 12 penyakit tidak menular. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah di atas 140/90 mmHg. Komplikasi penyakit hipertensi sangat berpengaruh terhadap penyakit kardiovaskuler dimana, 45% kematian disebabkan karena penyakit jantung dan 51% karena stroke. Bekam kering dan akupresur merupakan bagian dari terapi komplementer.  Bekam kering adalah tindakan non invasif, menggunakan cupping pada titik-titik meridian, berfungsi memperbaiki mikrosirkulasi pembuluh darah. Akupresur adalah rangsangan pada titik-titik saraf tubuh. Terapi bekam kering cocok dikombinasikan dengan akupresur, karena pada penderita hipertensi selain gangguan sirkulasi juga sering ditandai sakit kepala, sehingga bisa diatasi dengan pijat akupresur titik meridian GV 20 baihui yang efektif untuk mengurangi nyeri. Tujuaan penelitian: mengetahui adanya pengaruh terapi bekam kering kombinasi akupresur terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi primer. Studi ini adalah Quasi Eksperimen dengan bentuk rancangan pre-post test with control group design. Jumlah sampel 30 pasien hipertensi primer yang diambil dengan purposive sampling. Data diukur dengan tensi digital merk onemed. Analisis data menggunakan independent T Test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh signifikan antara tekanan darah sistole pada kelompok intervensi setelah diberikan bekam kering kombinasi akupressure dengan kelompok kontrol dengan p.value 0,007<0,05. Serta ada pengaruh signifikan antara  tekanan  darah  diastole pada kelompok intervensi setelah diberikan bekam kering kombinasi akupresur dengan kelompok kontrol dengan p value 0,000<0,05. Terapi bekam kering kombinasi akupresur direkomendasi sebagai terapi alternatif atau terapi penunjang dalam perawatan pasien hipertensi primer.Latar Belakang: hipertensi adalah salah satu penyakit silent killer yang banyak dijumpai di Indonesia dan menduduki urutan keenam dari 12 penyakit tidak menular. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah di atas 140/90 mmHg. Komplikasi penyakit hipertensi sangat berpengaruh terhadap penyakit kardiovaskuler dimana, 45% kematian disebabkan karena penyakit jantung dan 51% karena stroke. Bekam kering dan akupresur merupakan bagian dari terapi komplementer.  Bekam kering adalah tindakan non invasif, menggunakan cupping pada titik-titik meridian, berfungsi memperbaiki mikrosirkulasi pembuluh darah. Akupresur adalah rangsangan pada titik-titik saraf tubuh. Terapi bekam kering cocok dikombinasikan dengan akupresur, karena pada penderita hipertensi selain gangguan sirkulasi juga sering ditandai sakit kepala, sehingga bisa diatasi dengan pijat akupresur titik meridian GV 20 baihui yang efektif untuk mengurangi nyeri. Tujuaan penelitian: mengetahui adanya pengaruh terapi bekam kering kombinasi akupresur terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi primer. Studi ini adalah Quasi Eksperimen dengan bentuk rancangan pre-post test with control group design. Jumlah sampel 30 pasien hipertensi primer yang diambil dengan purposive sampling. Data diukur dengan tensi digital merk onemed. Analisis data menggunakan independent T Test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh signifikan antara tekanan darah sistole pada kelompok intervensi setelah diberikan bekam kering kombinasi akupressure dengan kelompok kontrol dengan p.value 0,007<0,05. Serta ada pengaruh signifikan antara  tekanan  darah  diastole pada kelompok intervensi setelah diberikan bekam kering kombinasi akupresur dengan kelompok kontrol dengan p value 0,000<0,05. Terapi bekam kering kombinasi akupresur direkomendasi sebagai terapi alternatif atau terapi penunjang dalam perawatan pasien hipertensi primer.
UPAYA PENANGANAN GANGGUAN AKTIVITAS PADA PENDERITA GAGAL JANTUNG SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Ryandini, Felicia Risca; Noviyanti, Laura K
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.461 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i3.766

Abstract

Masa Pandemi Covid 19  ini memberikan berbagai dampak bagi kehidupan manusia salah satunya adalah bagi penderita penyakit gagal jantung dalam melakukan manajemen perawatan dirinya. Gangguan aktivitas yaitu fatigue merupakan suatu tanda dan gejala yang paling sering dirasakan dan akan mempengaruhi kualitas hidup pasien tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas progressive muscle relaxation (PMR) terhadap fatigue pada gagal jantung. Penelitian ini menggunakan Quasi-Eksperimental Design dengan Randomized Kontrol Group Pretest-Posttest Design. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik Probability Sampling yaitu Simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Fatique Assessment Scale (FAS). Uji statistik menggunakan uji t dependen untuk melihat tingkat fatigue sebelum dan setelah intervensi dan uji t independen untuk melihat selisih tingkat fatigue pada pengukuran awal dan akhir pada kedua kelompok. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara nilai fatigue responden sebelum dan setelah diberikan intervensi (p value 0.0001) dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan anatar nilai fatigue sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kontrol (p value 0.621). Hasil uji statistic antar kelompok didapatkan nilai p value 0.0001 sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai fatigue responden pada kelompok intervensi dan kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PMR efektif untuk mengatasi masalah fatigue pada penderita gagal jantung. Saran bagi peneliti selanjutnya perlu dikembangkan metode dengan dengan pendekatan fisik (PMR) dan emosional (psiskis) untuk meningkatkan kapasitas fisik bagi penderita gagal jantung.
The Reliability of Vibration based mobile phone in Detecting Peripheral Neuropathy in Patient with Diabetic Foot Ulcers Jasmin, Muh; Yusuf, Saldy; Amrullah, Fitria; Arifuddin, Fitrawati
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.393 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v5i1.803

Abstract

The aim of this study was to evaluate the reliability of mobile phone vibrations in detecting peripheral neuropathy in diabetic foot wound patients between the nurse and the patient's family. The design of this study was a pilot study with a cross sectional study approach. The study was conducted on 37 respondents in four wound care clinics in Makassar City and its surroundings. The instrument used is a mobile phone vibration using the vibrations-test application. Interater reliability analysis test used cohen's kappa test. The results showed that 67.6% of the patients did not feel the vibrations of the mobile phones performed by the nurses, while 70.3% of the patients did not feel the vibrations of the cellphones carried out by the family. Interrater reliability examination of diabetic feet using a mobile phone vibration shows an almost perfect agreement, namely (k = 0.973). The reliability of mobile phone vibrations using the vibrations-test application is quantitatively reliable. Thus, mobile phone vibrations can be used as an alternative screening tool to detect neuropathy in Diabetes Mellitus patients in the community.
TINJAUAN LITERATUR:TERAPI SPIRITUAL (DOA DAN RELAKSASI) UNTUK PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Ida Vitani, Raimonda Amayu; Ongebele, Martha Gita; Setyaningrum, Niken
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.26 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i3.808

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan suatu kelainan metabolik dari distribusi glukosa yang tidak bisa menghasilkan hormon insulin secara optimal sehingga meningkatkan kadar glukosa darah. Penatalaksanaan pada  pasien diabetes selain terapi farmakologi ada juga terapi non farmakologi yaitu terapi komplementer dalam hal ini terapi spiritual doa dan relaksasi. Terapi spiritual memberikan efek relaksasi yang dapat menurunkan produksi hormon kortisol dan hormon epinefrin sehingga dapat meningkatkan hormon endorfin untuk menurunkan gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Studi ini bertujuan untuk mengetahui terapi spiritual (doa dan relaksasi) pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Metode yang digunakan adalah literature review. Pencarian artikel didapatkan dari Google scholar dan Google search dalam rentang waktu tahun 2010 sampai tahun 2020. Pencarian artikel disesuaikan dengan kriteria inklusi dan ekslusi, kemudian dilakukan review. Artikel yang direview adalah artikel tentang terapi spiritual doa dan relaksasi pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Terdapat 11 artikel yang masuk kedalam analisa untuk dilakukan tinjauan literatur. Artikel – artikel tersebut menjelaskan manfaat doa dan relaksasi bagi pasien diabetes mellitus tipe 2 yaitu menurunkan gula darah dengan cara menghasilkan efek relaksasi yang dapat menekan produksi hormon kortisol dan meningkatkan hormon endorpin untuk menurunkan gula darah. Terapi spiritual yang terdiri dari doa, sholat, zikir, relaksasi nafas dalam dan relaksi benson dapat menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2.

Page 8 of 20 | Total Record : 192