cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
suhartini.ismail@fk.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Perawat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25487051     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Perawat Indonesia (e-ISSN 2548-7051) diterbitkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Perawat Indonesia atau disingkat JPI ini terbit 2 kali setahun. Jurnal ini mempublikasi artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan. Jurnal Perawat Indonesia menerima artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan maternitas; keperawatan medikal-bedah; keperawatan kritis; keperawatan gawat darurat; keperawatan jiwa; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
PENGARUH RANGE OF MOTION ROM ) AKTIF TERHADAP FLEKSIBILITAS SENDI LUTUT PADA LANJUT USIA Indrayana, Tavip; Wahyudi, Teguh
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.402 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i2.224

Abstract

Perubahan fleksibilitas sendi pada lanjut usia dapat ditangani dengan menggunakan latihan Range of Motion (ROM) aktif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan ROM aktif secara signifikan meningkatkan fleksibilitas sendi lutut sebesar 35° pada 43,75% responden dari total sampel. Penelitiam ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh latihan ROM aktif pada ekstremitas bawah terhadap peningkatan fleksibilitas sendi lutut pada lansia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan quasy-eksperiment dengan pendekatan one group pre-test and post-test design.Teknik sampling menggunakan total sampling yaitu sebanyak 25 lansia. Pengkuran dilakukan pada saat hari ke-1, hari ke-4 dan hari ke-8 penelitian dengan menggunakan alat ukur goniometer. Hasil analisa data pada hari ke-1 menunjukkan bahwa rata-rata fleksibilitas sendi lutut pada responden adalah sebesar 117,52o. Selanjutnya analisa pada hari ke-4 menunjukkan adanya peningkatan rata rata fleksibilitas sendi lutut yaitu menjadi 122,24o (meningkat menjadi 4,72o). Pengukuran terakhir juga meperlihatkan adanya peningkatan rata rata fleksibilitas sendi lutut yaitu menjadi 125,88 o (meningkat sebesar 8,36o apabila dibandingkan dengan fleksibilitas sendi lutut hari ke-1yang meningkat sebesar 3,64 o apabila dibandingkan dengan hari ke-2) sehingga dapat disimpulkan bahwa latihan ROM aktif dapat meningkatkan fleksibilitas sendi lutut pada lansia. AbstractChanges of joint flexibility in the elderly can be treated by using active ROM (Range of Motion) exercises. Several studies have shown that active ROM exercises significantly increase the flexibility of the knee joint by 35° among 43.75% of the total sample. The aim of this study was to analyze the effect of active ROM exercises on the lower extremities on increasing the flexibility of the knee joint in the elderly. The Study employed a quasi-experimental approach with One group pre-test and post-test design and ulitilized total sampling method. The Measurrement is carried out on the 1st day, 4th day and 8th day of the study using a goniometer instrument. Data analysis on the 1st day showed that the average ROM among respondents was 117.52o. Furthermore, the analysis on the 4th day showed an increase in the average knee joint ROM, which was 122.24o (increased to 4.72o). The last measurement also showed an increase in the mean angle of the knee joint ROM which was 125.88o (increased by 8.36o when compared to the 1st day ROM and increased by 3.64o when compared to the 2nd day). It can be concluded that active ROM exercise can increase the range of joint motion in the elderly.
KORELASI AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS TIDUR IBU HAMIL: STUDI CROSS-SECTIONAL Rustikayanti, Raden Nety; Anam, Ahmad Khaerul; Hernawati, Yeti
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.245 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i2.313

Abstract

Gangguan tidur yang buruk dapat mengakibatkan komplikasi kehamilan. Gangguan tidur dapat berbeda pada setiap pada setiap ibu hamil bergantung pada aktivitas fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui korelasi aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada ibu hamil. Jenis penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 248, dengan tehnik  purposive sampling sebanyak 97 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil penelitian didapatkan nilai p sebesar 0.003 (p<α). Disimpulkan bahwa aktivitas fisik berkorelasi dengan kualitas tidur pada ibu hamil.
FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN POLA MAKAN IBU MENYUSUI Rahmawati, Anita
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.581 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i2.356

Abstract

Kebutuhan nutrisi ibu menyusui lebih besar dibandingkan ibu hamil atau ibu tidak menyusui tetapi tidak semua ibu menyusui telah menerapkan pola makan yang baik karena dipengaruhi banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan pola makan ibu menyusui. Desain penelitian cross sectional dengan populasi berjumlah 178 ibu menyusui di Pustu desa Sepanjang Gondanglegi Kabupaten Malang. Sampel sebanyak 33 diambil dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal yang berhubungan signifikan dengan pola makan adalah pengetahuan ibu (p=0,023), sedangkan faktor eksternalnya budaya berpantang makan (p=0,001) dan informasi nutrisi laktasi (p=0,008). Faktor internal yang tidak menunjukkan hubungan signifikan yaitu usia ibu (p=0,206), pendidikan ibu (p=0,143), pekerjaan ibu (p=0,574), urutan bayi (p=0,934) dan faktor eksternal sosial ekonomi/pendapatan (p=0,557). Pengetahuan nutrisi laktasi terbentuk dari informasi yang pernah diperoleh ibu dan akan diterapkan dalam pola makannya karena semua ibu pasti mengingikan bayinya tumbuh sehat. Diharapkan ibu menyusui mencari informasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang nutrisi masa menyusui.  Abstract Internal And External Factors Releated to Dietary Habit of Breastfeeding Mother. The nutritional demand of breastfeeding mothers are greater than pregnant woman or non breastfeeding mothers, but not all breastfeeding mother have good dietary habit because they are influenced by many factors. This study aim to determine the internal and external factors associated with dietary habit of breastfeeding mothers. A cross sectional study with a population of 178 breastfeeding mothers in Pustu Sepanjang Village, Gondanglegi, Malang. The research Sample of 33 mothers by purposive sampling. Data collection used questionnaire and analysis using chi-square test with α=0,05. The results was internal factors of maternal knowledge have significantly related to the diet (p=0,023), while external factors were eating abstinence culture (p=0,001) and lactation nutritional information (p=0,008). Internal factors didn’t show a significant relationship was maternal age (p=0,206), maternal education (p=0,143), maternal occupation (p=0,574), infant order (p=0,934) and socioeconomic external factor (p=0,557). Lactation nutrition knowledge was formed from information. Mothers will adopt a diet according to her knowledge because all mothers would want their babies to grow up healthy. Breastfeeding mothers are expected to find information to increase their knowledge.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP PENANGANAN MASALAH PSIKOLOGIS DAN SPIRITUAL PADA PASIEN PASCA BENCANA: A COMPARATIVE STUDY Husna, Cut; Elvania, Jeni
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.489 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i2.511

Abstract

Bencana dapat berdampak pada masalah fisik, psikologis, psikososial dan spiritual. Dampak psikologis dapat berupa depresi, marah, putus asa, bunuh diri dan post trauma stress disorder (PTSD). Gangguan spiritual dapat berupa menyalahkan Tuhan, menghindari interaksi dengan orang lain dan merasa bersalah. Hal ini membutuhkan pengetahuan dan sikap perawat dalam penanganan masalah psikologis dan spiritual tersebut. Jenis penelitian adalah comparative study dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 124 perawat di Ruang Penyakit Dalam (n=92) dan Ruang Rawat Bedah (n=32). Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti dalam bentuk skala Dichotomous terdiri dalam 22 pernyataan dan Likert scale terdiri dari 24 pernyataan. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Data penelitian dianalisis menggunakan analisa bivariat dengan uji independent sample t-test. Hasil penelitian tidak ada perbedaan pengetahuan perawat dalam penanganan masalah psikologis (p-value 0,106 α=0,05) dan spiritual (p-value 0,059 α=0,05). Ada perbedaan sikap perawat dalam penanganan masalah psikologis (p-value 0,001 α=0,05) dan spiritual (p-value 0,008 α=0,05). Hasil penelitian dapat direkomendasikan kepada pembuat kebijakan untuk meningkatkan program pendidikan dan pelatihan terkait masalah psikologis dan spiritual untuk meningkatkan kompetensi dan sikap profesional perawat dalam memberikan asuhan keperawatan untuk respons bencana. 
PENGALAMAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA STROKE DENGAN HEMIPARESE DI RSUD H.A.SULTHAN DAENG RADJA BULUKUMBA Nurhidayah, Irfanita; Nismah, Nismah; Tombong, Andi Baso; Yullyzar, Yullyzar; Kasih, Laras Cyntia
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.91 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i2.530

Abstract

Stroke merupakan gangguan suplai darah akibat pembuluh darah yang pecah maupun tersumbat dan merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Namun belum ada penelitian yang membahas secara kualitatif mengenai pengalaman keluarga dalam merawat anggota keluarga stroke dengan hemiparese. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman keluarga dalam merawat anggota keluarga stroke dengan hemiparese di RSUD H.A.Sulthan Daeng Radja Bulukumba. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan desain fenomenologi.  Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 6 orang dengan kriteria keluarga yang memiliki anggota keluarga stroke dengan hemiparese. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam pada subjek terpilih (In-depth Interviews) dan uji analisis data yang digunakan adalah Tematik Analisis. Hasil analisis penelitian ditemukan empat tema yaitu: Tema 1: Respon Psikologis (Perasaan kaget dan cemas) (keterbatasan kehidupan sosial dan keikhlasan menjalani peran). Tema 2: Kepuasan merawat paisen (Keinginan untuk meningkatkan cara merawat pasien dan Hambatan yang mempengaruhi kepuasan dalam merawat pasien). Tema 3: Bentuk latihan atau intervensi untuk penderita stroke di rumah (Terapi obat dan Terapi komplementer). Tema 4: Dukungan total (Dukungan finansial, Dukungan pengobatan, dan Dukungan moril). Pengalaman keluarga dalam merawat pasien stroke menimbulkan perasaan cemas, sedih, keterbatasan kehidupan sosial serta beban finansial yang meingkat. Berdasarkan hal tersebut  itu keluarga  harus dilibatkan dalam rencana rehabilitasi untuk pasien stroke dan kesejahteraan mereka harus juga diberi perhatian secara memadai.
HUBUNGAN SUPERVISI TERHADAP PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Yullyzar, Yullyzar; Hadisah, Nurul; Nurhidayah, Irfanita
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.219 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i2.532

Abstract

Salah satu upaya dalam meningkatkan mutu pelayanan adalah pelaksanaan asuhan keperawatan harus sesuai dengan standar dimana dimulai dari pengkajian diagnose, pelaksanaan dan evaluasi disertai dengan dokumentasinya. Untuk meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan membutuhkan system manajerial keperawatan yang dapat mengarahkan perawat dalam menghasilkan asuhan keperaatan yang optimal dan berkualitas. Supervisi merupakan bagian dari fungsi pengarahan yang berperan untuk mempertahankan agar segala kegiatan yang telah terprogram dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan supervisi dengan pelaksanaan asuhan keperawatan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Desain penelitian dengan cross sectional. Jumlah sampel 131 responden dengan tehnik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pelaksana supervisi (p-value = 0,002), sasaran supervisi (p-value = 0,004), frekuensi supervisi (p-value = 0,000), tujuan supervisi (p-value = 0,002) dan teknik supervisi (p-value = 0,000) dengan pelaksanaan asuhan keperawatan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan supervisi (p-value = 0,000) dengan pelaksanaan asuhan keperawatan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh. Untuk kepala ruangan untuk melakukan supervisi sesuai dengan standar secara teratur dan terjadwal.
DAMPAK POSITIF PEMBELAJARAN ONLINE DALAM SISTEM PENDIDIKAN KEPERAWATAN PASCA PANDEMI COVID 19 Sugiarto, Angga
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.729 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i3.555

Abstract

Lonjakan perubahan metode pembelajaran terjadi cukup signifikan pada pandemi Covid-19. Setelah masuknya Covid-19 di Indonesia, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menghilangkan pembelajaran tatap muka sementara. Pandemi Covid-19 telah menciptakan tantangan berikutnya dalam pendidikan keperawatan. Mahasiswa keperawatan, dilarang berpartisipasi dalam kesempatan belajar tatap muka dan pengalaman klinis "langsung". Dunia pendidikan keperawatan meresponnya dengan melakukan proses pembelajaran online melalui elearning (pembelajaran elektronik) yang dikembangkan oleh perguruan tinggi masing-masing dan sumber belajar online lainnya yang tersedia di dunia maya. Untuk mengakomodasi mahasiswa keperawatan yang dalam bahaya tidak maju dalam studi akademis mereka dan untuk menyelesaikan gelar. Kajian pustaka bertujuan untuk mengetahui gambaran metode pembelajaran selama pandemi. Pencarian literatur menggunakan database pubMed dan google scholar dengan kata kunci: pembelajaran online dan pendidikan keperawatan. Hasilnya adalah 5 jurnal periode 2016-2019 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil dari 5 jurnal yang dilihat secara lengkap melalui studi pustaka ini diperoleh 5 jurnal. Kesimpulan dari tinjauan pustaka ini adalah bahwa inovasi dan pengembangan serta penerapan dalam proses pembelajaran merupakan lompatan yang signifikan dalam budaya pembelajaran online. Implementasi dari filosofi Merdeka Belajar - Kampus Merdeka.
PERAN KOMUNITAS SEKOLAH TERHADAP PENGURANGAN RISIKO BENCANA DI YOGYAKARTA Indriasari, Fika Nur; Kusuma, Prima Daniyati
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.057 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i2.556

Abstract

AbstrakSektor pendidikan memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang diakibatkan oleh terjadinya bencana dan pencegahan bahaya bencana. Sekolah merupakan lembaga tempat berbagi pengetahuan dan keterampilan, sehingga harapan bahwa sekolah menjadi panutan dalam melakukan pencegahan bencana menjadi tinggi. Guru dan tenaga kependidikan di sekolah adalah komponen yang paling penting untuk menciptakan sekolah aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapsiagaan komunitas sekolah sebagai salah satu upaya dalam pengurangan resiko bencana. Design penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan one group pre and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru dan tenaga non kependidikan di SLB N Pembina Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p > 0,001 yang berarti tidak ada perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Selisih nilai mean pre dan post adalah 1,46 yang menunjukkan adanya peningkatan kesiapsiagaan setelah diberikan pelatihan, namun masuk dalam kategori lemah. Sebagian besar responden pernah mengikuti pelatihan sebanyak 40 orang (76,9%). Dari data tersebut, secara umum aspek pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi, pengetahuan komunitas sekolah sudah sangat bagus. Namun ada beberapa guru dan tenaga non kependidikan yang belum mendapatkan pelatihan siaga bencana sebanyak 12 orang (23,1%). Beberapa guru menyatakan bahwa mereka yang belum mendapatkan pelatihan adalah guru baru. Oleh karena itu, perlu adanya pengintegrasian pengurangan risiko bencana ke dalam kurikulum sekolah. Simulasi atau pelatihan diharapkan berkelanjutan setiap 3-6 bulan sekali.Kata kunci : komunitas sekolah, pelatihan, siaga bencana Abstract Education sector has an important role to face some challenges due to occurence of disaster and mitigation hazards of disaster. A school is one of the place for knowledge and skill sharing, so then the hope that the school is become a centre for example in accordance with mitigation of disaster is high. Teacher and educational staff are the important parties to create a safe school. The main objective of this research is to find out the readiness of school community to reduce the risk of disaster. The design of this research is quasi experiment with the plan of one group pre and post test design. The population of this research is all teachers and staffs at SLB N Pembina Yogyakarta. Technique of sampling collection is purposive sampling. The result of this reasearch is the value of p>0.001 which means no different or similar result before and after training. Discrepancy of mean value in between pre and post test is 1.46 which means there is positive impact of mitigation readiness after training eventhought small number. Most of the respondences have ever joint in training (40 peoples – 76.9%). Based on the data, the knowledge of the readiness to face earthquake in scholl community is good. There is a few teachers and staffs which havent got any training (12 peoples – 23.1%). Most of them are new teachers. The integration of mitigation for risk disaster within school curriculum is required. Simulation or training is advised to perform regulary every 3-6 month.Keywords: School community, Training, Readiness to face a disaster
PERBANDINGAN WAKTU TUNGGU DAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA Herry Setiawan; Jannah, Miftakhul; Rizany, Ichsan; Setiawan, Herry
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.474 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i2.577

Abstract

Waktu tunggu yang lama adalah salah satu komponen yang menyebabkan ketidakpuasan pasien. Metode penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental dengan desain post test only control group. Jumlah sampel adalah 70, instrumen kuesioner kepuasan dan lembar observasi waktu tunggu. Uji analisis menggunakan uji-T dan uji Mann Whitney. Lokasi penelitian di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu kepuasan rata-rata pasien online adalah 107,31 dan pasien offline adalah 105,89. Ada perbedaan dalam kepuasan pasien online dan pasien offline (p = 0,001). Waktu tunggu rata-rata untuk pasien online adalah 50,3 menit dan pasien offline adalah 165,46 menit. Ada perbedaan waktu tunggu untuk pasien online dan pasien offline di rawat jalan di Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura (p-value 0,003). Ada perbedaan kepuasan pasien rawat jalan sebesar 16,08. Kepuasan pasien online dan waktu tunggu telah mencapai kepuasan SPM (90%) dan waktu tunggu <60 menit sementara kepuasan offline belum mencapai SPM.
STUDI KASUS: OBSERVASI PERBAIKAN LUKA PADA PASIEN WOUND DEHISCENCE DENGANNEGATIVE PRESSURE WOUND THERAPY (NPWT) DI RUANG KEMUNING V RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG Budiawan, Heri; Nugroho, Cahyo; Inriyana, Ria; Rahayu, Urip; Ibrahim, Kusman; Mustari Aji, Nandang
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.218 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v5i1.580

Abstract

Manajemen bedah dengan sistem tekanan negatif atau negative pressure wound therapy (NPWT) ini dapat menjadi pendekatan baru untuk mengurangi komplikasi luka seperti wound dehiscence. Didapatkan beberapa penelitian mengenai perbaikan luka setelah dilakukan intervensi NPWT, namun sedikit yang mengungkap secara keseluruhan dengan memaparkan berdasarkan data demografi, faktor-faktor wound dehiscence, dan observasi perbaikan luka pada pasien wound dehiscence dengan NPWT. Metode yang digunakan yaitu informed consent, pengumpulan data melalui data primer dan sekunder, lalu dokumentasi. Kriteria inklusi pada studi kasus ini yaitu responden dengan usia >18 tahun, post operasi dengan infeksi akut, infeksi luka post operasi < 3 minggu, dan terpasang NPWT. Didapatkan sampel pada studi kasus ini terdiri dari 2 orang. Data demografi menunjukkan bawa jenis kelamin, usia, lama rawat dan lokasi luka berpengaruh terhadap perbaikan luka. Faktor-faktor wound dehiscence terdapat pengaruh yaitu hipoalbumin, anemia, imobilisasi, dan penyakit penyerta, dimana untuk penyakit penyerta hanya terdapat pada pasien 2. Pengkajian luka pada post NPWT hari ke 6 yaitu lokasi, eksudat, kulit sekitar luka, dan terapi mempengaruhi terhadap perbaikan luka. Simpulan, perbaikan luka pada pasien 1 post pemasangan NPWT terlihat derajat perbaikan yang signifikan ditandai dengan adanya granulasi, pengurangan eksudat sesuai dengan konsep tahapan perbaikan luka. Namun pada pasien 2 pada post 6 hari pemasangan NPWT belum terlihat adanya perbaikan yang signifikan ditandai dengan belum terlihatnya adanya granulasi pada luka tersebut. Keterlambatan perbaikan luka pada pasien 2 dikaitkan dengan faktor penyakit penyerta (diabetes mellitus tipe 2), status vaskularisasi dan oksigenasi.

Page 7 of 20 | Total Record : 192