cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JFIOnline
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi molekuler, bioteknologi, farmasi klinik,farmasi komunitas, farmasi pendidikan, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN SIROSIS HEPATIK ENSEFALOPATI DI RUMKITAL Dr. RAMELAN SURABAYA Suharjono, .; Rusdiana, Silvia; Lestiono, .; Bagiyo, Harry
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v5i1.31

Abstract

Hepatic Encephalopathy  is a neuropsychiatric disorder that occurs due to liver damage, especially in  such as cirrhosis hepatic. Most cases of HE are caused by toxic substances such as ammonia. The aim of this study was to identify the profile and pattern of drug use as for HE patients. A retrospective-prospective method was used with a descriptive analysis. Samples taken from October 2008-February 2009 for the retrospective (n = 9) and March 2008-June 2009 for prospective (n = 15) in Room A1, A2, B1 and B2 Department of Internal Medicine Rumkital Dr. Ramelan.   Of 24 patients, 14 patients were male and 10 patients were female.The main therapeutic options for HE patients include parenteral nutrition of the BCAA that were given in 19 people (79.17%); flumazenil, levodopa, bromocriptine, L-ornithine-L-aspartate, citicholine, piracetam; antibiotics also was given such as kanamycin in 19 people (79.17%), neomycin 1 person (4.17%) and metronidazole 2 people (8:33%),  and 3rd generation cephalosporin ie ceftriaxone in 16 people (66.67%). and lactulose in 15 people (66.67%).   ABSTRAK Ensefalopati Hepatik (EH) adalah gangguan neuropsikiatrik yang terjadi karena kerusakan liver  terutama pada sirosis hepatic. Sebagian besar kasus EH disebabkan zat-zat toksik diantaranya ammonia. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi profil dan pola penggunaan obat sesuai indikasi pasien EH. Pada penelitian ini digunakan metode retrospektif-prospektif dengan analisis deskriptif. Sampel diambil pada Oktober 2008-Februari 2009 untuk retrospektif (n=9) dan Maret 2008-Juni 2009 untuk prospektif (n=15) di Ruang A1, A2, B1 dan B2 Departemen Penyakit Dalam dan ECU Rumkital Dr. Ramelan . Obat yang digunakan adalah parenteral nutrition , yaitu : BCAA 19 orang (79.17%), flumazenil, levodopa, bromokriptin, L-ornitin-L-aspartat, sitikolin, pirasetam. antibiotik yang diberikan dalam penelitian adalah kanamisin 19 orang  (79.17%), neomisin 1 orang (4.17 %) dan metronidazol 2 orang (8.33%). Antibiotik lain yang banyak digunakan yaitu seftriakson sebanyak 16 orang (66.67%). laktulosa digunakan pada 15 orang (66.67%).
OPTIMASI ASAM OLEAT, PROPILEN GLIKOL DAN IONTOFORESIS TERHADAP TRANSPOR TRANSDERMAL PROPRANOLOL HCL Hendriati, Lucia; Nugroho, Akhmad Kharis
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v6i1.95

Abstract

The purposes of this study were to evaluate the influences of oleic acid, propylene glycol andiontophoretic on the transport of propranolol HCl and to know optimum formula. Eightconditions were prepared according to 23 factorial design emplyoing oleic acid, propyleneglycol, and iontophoretic. Enhancement effect on transport of propranolol HCl wasinvestigated across hairless rat skin. The study was carried out by using vertical diffusioncell. Transport of propranolol HCl across membrane was determinedspectrophotometrically. Data were analysed based on compartment modeling to determinetransport kinetics and then the optimum formula was proposed. The transport kinetics ofpropranolol HCl followed first order. Oleic acid and propylene glycol increased the potentialof the drug to difuse (AD) but had no effect on drug release rate from donor compartement tomembrane (Ka) and from membrane to acceptor compartment (KR). Iontophoretic increasedKa and decreased KR. Based on values of Ka, AD, KR, optimum formula containing oleicacid, propylene glycol and iontophoretic which have the percentage and current density of4,8%, 20% and 0,11 mA/cm2, respectively.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh asam oleat, propilen glikol dan iontoforesisterhadap parameter transpor transdermal propranolol HCl dan mengetahui komposisiformula optimum. Delapan formula disusun berdasarkan desain faktorial 23 denganmenggunakan pemacu transpor asam oleat, propilen glikol dan iontoforesis. Pengujianpenetrasi dilakukan secara in vitro menggunakan sel difusi. Kulit tikus sebagai membranmengalami praperlakuan dengan asam oleat dan propilen glikol, diikuti dengan iontoforesis.Jumlah propranolol HCl yang tertranspor ditetapkan dengan metode spektrofotometri.Analisis data menggunakan modeling berbasis kompartemen dilanjutkan dengan pemilihanformula optimal. Transpor propranolol HCl dijelaskan melalui model tiga kompartemen.Asam oleat dan propilen glikol meningkatkan potensi obat tertranspor (AD), namun tidakmempengaruhi kecepatan absorbsi dari kompartemen donor ke kulit (Ka) maupunkecepatan pelepasan dari kulit ke kompartemen reseptor (KR). Arus iontoforesismeningkatkan harga Ka dan menurunkan KR. Berdasarkan harga parameter Ka, AD dan KR,komposisi formula optimum adalah asam oleat 4,8%, propilen glikol 20% dan iontoforesis0,11% mA/cm2.
Kandungan Kimia dan Aktivitas Sitotoksik Ekstrak dan Fraksi Herba Anting-anting terhadap Sel Kanker Payudara MCF-7 Febriyanti, Maya; Supriyatna, .; Abdulah, Rizky
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.469 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v7i1.152

Abstract

Acalupha indica, belongs to Euphorbiaceae family, is annual herb which distributed widely in Asia, including Indonesia. Extract and fraction of Acalypha indica were sreened for phytochemical constituents and investigated for its cytotoxicity against human breast cancer MCF-7 using MTT assay. Ethanolic extract of A.indica showed cytotoxicity against MCF-7 with an IC50 225 μg/ml. While for the fraction, ethyl acetate fraction showed best cytotoxicity compared to n-hexane and water fraction with an IC50 387 μg/ml. Phytochemical screening to the ethyl acetate fraction showed that the fraction contain flavonoids, polyphenols, monoterpenes and sesquiterpenes, triterpenoids, and quinones.Keywords : Acalypha indica, cytotoxicity, MCF-7, MTT assay
Ekspresi dan Kadar GABA pada Palatum Sekunder Mencit Prenatal dengan Paparan Diazepam di Periode Organogenesis Yulia, Rika; Kuntoro, Kuntoro; Santoso, Heru; Darmanto, Wim
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 7, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v7i4.213

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan ekspresi dan kadar Neurotransmitter Gamma-aminobutyric acid (GABA) pada palatum mencit prenatal, yang terpapar diazepam di periode organogenesis. Paparan diazepam di periode organogenesis menyebabkan tidak terjadinya penyatuan lempeng palatum  sehingga terjadi celah palatum. GABA berperan dalam pembentukkan palatum. Duapuluh tujuh (27) ekor mencit (Mus musculus) betina, bunting, yang sudah diketahui umur dan berat badannya digunakan dalam penelitian ini. hewan coba dibagi menjadi tiga (3) kelompok : kelompok kontrol, diberi aquades, kelompok uji I diberi injeksi diazepam 8 mg/kg/BB dan kelompok uji II diberi injeksi diazepam 16 mg/kg/BB setiap hari. Pemberian secara intraperitonial di periode organogénesis, yaitu gestasi hari ke 9 sampai 15. Hasil pemeriksaan imunohistokimia, tidak terjadi peningkatan jumlah sel yang mengekspresikan GABA, tapi pemeriksaan kadar menggunakan Elisa Reader, memperlihatkan terjadinya peningkatan kadar GABA pada kelompok uji. Análisis hasil menunjukkan bahwa paparan diazepam di periode organogénesis menyebabkan terjadinya peningkatan kadar GABA jaringan palatum pada mencit prenatal yang mengalami celah palatum.
Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 Oleh Apoteker Wahyuningrum, Retno; Wahyono, Djoko; Mustofa, Mustofa; Prabandari, Yayi Suryo
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5127.266 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v9i1.550

Abstract

ABSTRAK : Diabetes Melitus (DM) tipe 2 tergolongdalam penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup, perlu kerja sama antara dokter, perawat, ahli gizi, farmasis/apoteker, psikolog dengan pasien dan keluarganya dalam upaya pengelolaan penyakit tersebut. Peran praktisi kesehatan dalam pengelolaan penyakit DM tipe 2 adalah memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien menurut pedoman tatalaksana pengelolaan penyakit. Peraturan Menteri Kesehatan tahun 2014 nomor 30, 35, dan 58 tentang standar pelayanan kefarmasian di puskesmas, apotek, dan rumah sakit menuntut apoteker untuk meningkatkan kompetensinya dalam implementasi asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). Peran yang harus ditingkatkan tidak hanya terbatas pada pengelolaan obat, tetapi juga pada pemberian layanan farmasi klinik, salah satunya adalah konseling. Konseling yang dilakukan apoteker pada pasien bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran, dan kepatuhan sehingga terjadi perubahan perilaku dalam penggunaan obat dan menyelesaikan masalah yang dihadapi pasien.
EFEK HEPATOPROTEKTIF REBUSAN AKAR TAPAK LIMAN PADA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI DENGAN KARBON TETRAKLORIDA Purnasari, Santi; Azizahwati, .; Ariani, Retno
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v4i2.13

Abstract

Tapak liman (Elephantopus scaber Linn) has long been known as medicinal plant, and had been proved to have hepatoprotective activity.           This work was conducted to reveal the effective dose of tapak limanâ??s root decoct as hepatoprotector. Twenty four rats was distributed randomly into six groups, normal or negative control, positive control, three treated groups each receiving decoct of tapak limanâ??s root with doses of 0.1 g/200 g bw, 0.2 g/200 g bw, and 0.4 g/200 g bb, and the sixth group was treated with Hepasil® in dose of 0.19 g/200 g bw. All groups were treated for eight days, and at the end of day-8 all groups were treated with carbon tetrachloride in dose of 0.40 mg/g bw, and then sacrificed 48 hours later. The plasma ALT were measured using Reitman-Frankle colorimetry and lipid peroxide level in plasma and hepar were measured using Placer-Cushman-Johnson colorimetry. Results showed that the best dose showing highest hepatoprotective activity was 0,4 g/200 g bb. ABSTRAK Tapak liman (Elephantopus scaber Linn) telah lama dikenal sebagai tumbuhan obat, dan telah terbukti memiliki daya hepatoprotektif. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dosis efektif dari rebusan akar tapak liman sebagai hepatoprotektor. Dua puluh empat ekor tikus dibagi secara acak dalam enam kelompok. Kelompok I kontrol normal, dan kelompok II kontrol positif. Kelompok III, IV, V, kelompok perlakuan yaitu masing-masing mendapat rebusan akar tapak liman dengan dosis 0,1 g/200 g bb, 0,2 g/200 g bb, 0,4 g/200 g bb. Kelompok VI kontrol pembanding yang diberikan obat Hepasil® dengan dosis 0,19 g/200 g bb. Tiap kelompok mendapatkan perlakuan selama 8 hari, kemudian diberi karbon tetraklorida dengan dosis 0,40 mg/g bb dan 48 jam berikutnya dibedah. Pengamatan dilakukan melalui aktivitas ALT plasma dengan metode kolorimetri Reitman-Frankle dan kadar peroksida lipid plasma serta hati dengan metode kolorimetri Placer-Cushman-Johnson. Berdasarkan pengamatan aktivitas ALT plasma dan kadar peroksida lipid plasma serta hati diketahui bahwa rebusan akar tapak liman dengan dosis 0,4 g/200 g bb memiliki efek hepatoprotektif paling baik.
PENGARUH PELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN APOTEK DI KABUPATEN TEGAL Setiawan, Didik; Hasanmihardja, Moeslich; Mahatir, Ashief
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v5i2.44

Abstract

The purpose of this study was to examine the correlation between implementation of pharmaceutical care at pharmacies and the level of pharmacyâ??s customer satisfaction in Tegal regency. This research is observational analytic study. Research conducted at 5 pharmacies in the districts of Tegal using area random sampling techniques and for pharmacy consumers used Accidental sampling techniques to the 400 respondents from April 16th to May 30th, 2009. The data used are primary data obtained through surveys of the distribution of questionnaires. Analysis method tho obtain the correlation between two variable is pearson product moment. The results showed a profile in the pharmacy service pharmacy Tegal regency good enough, shown by the presence of the pharmacist every day in the pharmacy and pharmacists in the active role of pharmacy services at the pharmacy. Satisfaction evaluation for patients resulting that patient are very satisfied at responsivines dimensions, reliability, and Empathy. While on assurance and tangibles dimensions into the category of content. From the analysis it can be concluded there was no significant influence of pharmacy services with the level of customer satisfaction in a pharmacy in Tegal regency.   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan pelayanan kefarmasian di apotek terhadap tingkat kepuasan konsumen di wilayah kabupaten Tegal. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik. Penelitian dilakukan pada 5 apotek di kabupaten Tegal menggunakan teknik area random sampling dan untuk konsumen apotek digunakan teknik accidental sampling kepada 400 responden pada 5 apotek tersebut sejak tanggal 16 April hingga dengan 30 Mei 2009. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui survey yaitu dengan alat berupa kuisioner. Análisis hubungan antara kedua variabel dilakukan dengan menggunakan uji korelasi pearson product moment.Hasil penelitian menunjukan profil pelayanan kefarmasian di apotek kabupaten Tegal sudah cukup baik, ditunjukan dengan kehadiran apoteker setiap hari di apotek serta peran aktif apoteker dalam pelayanan kefarmasian di apotek. Untuk penilain kepuasan pasien, di peroleh hasil sangat puas pada dimensi responsivines, reliability, dan empathy. Sedangkan pada dimensi assurance dan tangibles masuk dalam kategori puas. Dari hasil uji statistik korelasi, dapat disimpulkan tidak ada pengaruh yang signifikan secara statistik antara pelayanan kefarmasian dengan tingkat kepuasan konsumen apotek di kabupaten Tegal.
AKTIVITAS ANTIMIKROBA METABOLIT BIOAKTIF MIKROBA ENDOFITIK TANAMAN TRENGGULI (Cassia fistula L.) Kumala, Shirly; Shanny, Fransisca; Wahyudi, Priyo
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 3, No 2 (2006)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v3i2.76

Abstract

Endophytic microbes are microorganisms that live symptomatically within the living tissue of host plants. Microbe as fungi, yeast and bacteria can associate with the plant; they can help the metabolism of the host plant and produce the potential secondary metabolite. The aims of this experiment were to investigate endophytic microbes that live in the Cassia fistula L (Trengguli) plant and their ability to produce bioactive metabolite as anti microbial agents. Direct seed inoculating technique was used by putting the plant sample on the surface of Nutrient Agar. The agar diffusion method using paper disc was applied to assay the anti microbial activity of bioactive metabolite. The results showed 7 isolate of bacteria had the anti microbial activity toward Staphylococcus aureus, Bacillus subtillis, Escherichia coli, Salmonella typhi and Candida albicans. Endophytic bacteria can be found in Cassia fistula L plant, which can produce potential bioactive metabolite as anti microbial agent. ABSTRAK Mikroba endofit adalah mikroorganisme yang hidup secara simptomatis di dalam jaringan hidup tanaman inangnya. Mikroba tertentu, misalnya jamur, ragi dan bakteri dapat berasosiasi dengan tanaman tersebut; mikroba-mikroba ini dapat membantu metabolisme tanaman inangnya dan memproduksi metabolit sekunder yang potensial. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki mikroba endofit yang tumbuh di dalam jaringan Trengguli (Cassia fistula L), dan kemampuannya untuk memproduksi  metabolit bioaktif  yang memiliki aktivitas antimikrobial. Dalam penelitian ini digunakan teknik inokulasi langsung dengan jalan meletakkan sampel tanaman langsung di atas permukaan Nutrient Agar. Metoda difusi agar menggunakan cakram kertas digunakan untuk menetapkan aktivitas antimicrobial dari metabolit aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 isolat bakteri memiliki aktivitas antimikrobial terhadap Staphylococcus aureus, Bacillus subtillis, Escherichia coli, Salmonella typhi dan Candida albicans. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa di dalam jaringan tanaman Cassia fistula L dapat ditemukan bakteri endofit yang dapat memproduksi metabolit bioaktif sebagai senyawa antimicrobial.
Aktivitas Antioksidan dan Penghambat Xantin Oksidase dari Ekstrak Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) Kristanty, Ruth Elenora; Mun'im, Abdul; Katrin, .
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6, No 3 (2013)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.683 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v6i3.133

Abstract

The fruits of andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) are well known in North Sumatera and commonly used as seasoning for Batak traditional cuisine. Aims of this study were to determine the scavenging activity of free radicals and xanthine oxidase inhibitory activity from the andaliman fruit extracts after macerated garually in petroleum ether, dichloromethane, ethyl acetate, n-butanol, and methanol. Activity assay were evaluated in vitro by using DPPH and enzyme xanthine oxidase. The result showed that n-butanol extract has medium antioxidant activity with IC50 values of 53.51 μg/mL and methanol extract has strong antioxidant activity with IC50 values of 26.39 mg/mL. Xanthine oxidase inhibitory activity of the extract given by n-butanol and methanol are very strong with IC50 values of 3.69 μg/mL and 4.03 μg/mL. Keywords : antioxidant, free radical, xanthine oxidase, Zanthoxylum acanthopodium DC.  
HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR DAN AKTIFITAS SENYAWA TURUNAN AGLIKON CURCULIGOSIDA A SEBAGAI ANTIKANKER Nursamsiar, Nursamsiar; Ibrahim, Slamet; H.Tjahjono, Daryono
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v7i2.171

Abstract

Curculigosida A adalah senyawa bioaktif utama dari congkok (Curculigo orchioides) yang diketahui mempunyai aktivitas biologi. Studi Hubungan Kuantitatif Struktur dan Aktivitas (HKSA) telah dilakukan untuk mengetahui variabel atomik dan molekuler (deskriptor) yang berpengaruh terhadap aktifitas antikanker turunan aglikon curculigosida A. Pemilihan deskriptor dilakukan dengan metoda Hansch, perhitungan deskriptor dilakukan dengan program Molecular Operating Environment (MOE 2009.10), dan pemodelan molekul serta optimasi geometri dilakukan dengan metoda semi empirik AM1 Hyperchem 8.01. Derivat senyawa baru hasil perancangan didoking pada reseptor hER-α untuk melihat afinitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model persamaan HKSA antikanker turunan aglikon curculigosida A yang terbaik dengan program SPSS 19.0 mengikuti persamaan: logIC50 = â?? 4.805(±1.246) + 1.486(±0.593)AM1_LUMO + 0.726(±0.132)logs â?? 4.10-5(±23.10-5)AM1_E + 23.10-5(±5.797.10-6)AM1_Eele + 2.2323(±0.327)mr, dengan AM1_LUMO = energi LUMO; logS = logaritma kelarutan; AM1_E = energi total; AM1_Eele = energi elektronik, dan mr = refraktivitas molar. Modifikasi aglikon curculigosida A berdasarkan analisis farmakofor dan skema topless, menyarankan sejumlah senyawa baru untuk disintesis, dan senyawa 3,5-dihydroxybenzyl-3,5-dihydroxybenzoate (senyawa 3) dan 2,5-dihydroxy-4-nitrobenzyl-2,6-dimethoxy-4-nitro-3-(trifluoromethyl) benzoate (senyawa 25) diprediksi mempunyai aktivitas antikanker lebih baik dibanding aglikon curculigosida A dengan IC50 (teoritis) masing- masing sebesar 0,35 dan 2,45.10â??11µM Â