cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PANGAN
ISSN : 08520607     EISSN : 25276239     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
PANGAN merupakan sebuah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Pusat Riset dan Perencanaan Strategis Perum BULOG, terbit secara berkala tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 807 Documents
Addressing Soil Salinity Stress in Rice Farming: Insights from Tirtayasa District, Banten Province, Indonesia Hasrianda, Erwin Fajar
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v33i1.798

Abstract

Soil salinity stress poses a major obstacle to rice farming and food security in Indonesia, especially in the Tirtayasa sub-district, Banten Province. This condition is exacerbated by climate change and global warming. A field study was conducted to examine the impact of salt stress on rice farming and gain insights from farmers in salin-affected areas to develop salt-tolerant rice varieties. The research included measurements of soil salinity levels, soil pH, visual documentation of rice plant health, and microscopic observations. The results showed an increasing land area affected by salt stress over the years in the Tirtayasa region. Morphological analysis indicated that Inpari 32 rice plants exposed to salinity had fewer roots, even at moderate salinity levels, resulting in a significant decrease in yields up to 100 percent. Farmers also lacked effective methods to cope with salt stress in their fields. Although the market provides salt-tolerant rice cultivars, farmers observe that their yields are not comparable to non-tolerant varieties. This study highlights the urgency of developing salt-tolerant rice varieties in line with the preferences of local farmers to enhance food resilience in Indonesia. These findings provide additional information on salin soil in Banten and the need to develop a salt-tolerant rice variety to overcome salin-stress challenges in agriculture. 
Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Keputusan Adopsi Padi Organik dan Perbandingan Pendapatannya di Jawa Timur Firdaus, Mohammad Wahyu; syafrial, Syafrial; Nugroho, Tri Wahyu Nugroho
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v33i1.835

Abstract

Penggunaan bahan dan obat-obatan kimia pada aktivitas pertanian memberikan dampak negatif terhadap kesehatan manusia, lingkungan dan keberlangsungan ekosistem. Pertanian organik menjadi salah satu opsi untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan dari pemakaian bahan dan obat-obatan kimia tersebut dan mendukung visi pertanian berkelanjutan. Sehingga perlu upaya untuk meningkatkan adopsi pertanian organik secara lebih luas. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama, mengestimasi faktorfaktor yang memengaruhi adopsi pertanian padi organik dan membandingkan pendapatan usahatani pertanian padi organik dan non organik. Sebanyak 114 petani di Jawa Timur terlibat sebagai responden. Tujuan pertama diestimasi menggunakan Regresi Logistik dan tujuan kedua menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan faktor tingkat pendidikan, pengalaman, luas lahan, pekerjaan di luar pertanian dan keikutsertaan dalam kelompok tani berpengaruh signifikan (p<0,01, 0,05 dan 0,10) terhadap keputusan adopsi pertanian padi organik. Tingkat pendapatan usahatani padi organik adalah Rp33.977.299/panen/ hektare sedangkan usahatani padi non organik adalah Rp21.015.933/panen/hektare Total biaya dan tingkat pendapatan usahatani padi organik dan non organik berbeda secara signifikan (p<0,01). Melalui hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan adopsi pertanian organik merupakan salah satu implikasi kebijakan untuk meningkatkan pendapatan petani.
Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Padi di Pesisir di Kabupaten Kendal: Kerentanan, Tantangan dan Peluang: Pendahuluan, Metode Riset, Hasil dan Diskusi, Kesimpulan, Daftar Pustaka Oelviani, Renie; Susilowati, Indah; Dinar Iskandar, Deden; Waridin, Waridin
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v33i1.836

Abstract

  Sektor pertanian di wilayah pesisir mengalami kerentanan dalam produksi, terutama disebabkan oleh salinitas, dampak dari perubahan iklim. Meskipun permasalahan kemanusiaan di bidang pertanian merupakan hal yang penting, data sosio-ekonomi pertanian pesisir masih terbatas. Artikel ini memberikan gambaran dan menganalisis sosial ekonomi pertanian pesisir di Kabupaten Kendal untuk mengisi kesenjangan yang ada. Kerentanan, tantangan, dan peluang di sektor ini dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur pada akhir tahun 2022 dan awal 2023 yang ditujukan untuk 183 petani terdampak salinitas di Kabupaten Kendal. Hasilnya menunjukkan bahwa pertanian pesisir menghadapi kerentanan, menurunnya produksi padi dan pendapatan petani, serta terbatasnya akses petani terhadap teknologi budidaya padi di lahan salin. Sebagian besar petani ingin terus bertani padi dengan kondisi yang ada karena bertani adalah mata pencaharian utama mereka. Namun, masih dibutuhkan penerapan teknologi untuk pertanian dan mata pencaharian berkelanjutan. Petani membutuhkan mitigasi teknis untuk bertahan dan melanjutkan usaha pertaniannya. Upaya adil untuk meningkatkan pertanian dalam mengelola dan meningkatkan produksi sebagai upaya keberlanjutan dan ketahanan sangatlah penting. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sinergi antara pemangku kepentingan pusat dan daerah dari berbagai lembaga.
Pengelolaan Beras sebagai Cadangan Pangan dari Perspektif Word Trade Organization (WTO) Mamoriska, Sonya; Cahyaningsih, Eny
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v33i1.838

Abstract

   Sebagai anggota WTO, pengelolaan cadangan pangan di Indonesia harus memenuhi ketentuanketentuan yang ditetapkan dan disepakati di antara anggota WTO. Penelitian ini memiliki tujuan: (i) memahami dan menjelaskan bagaimana pelaksanaan pengelolaan beras sebagai cadangan pangan di Indonesia; (ii) memahami dan menjelaskan pengelolaan cadangan pangan menurut WTO; (iii) memberikan gambaran tentang pengelolaan cadangan pangan di negara lain; dan (iv) memberikan pilihan untuk mekanisme pengelolaan PSH yang tidak/minimal mendistorsi pasar dan produksi untuk diusulkan sebagai solusi permanen. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan untuk menilai hukum normatif dengan meninjau aturan yang relevan terkait dengan Pengaturan Subsidi Pertanian berdasarkan Perjanjian WTO dan Praktik di Indonesia, serta menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka de Minimis masih di bawah 10 persen, maka pengelolaan beras sebagai cadangan beras pemerintah telah memenuhi ketentuan WTO jumlah subsidi tidak melebihi batas ambang de Minimis. Dalam menerapkan PSH, beberapa negara memprioritaskan pembelian dari petani dalam negeri dengan harga yang ditetapkan pemerintah, program distribusi pangan kepada kelompok sasaran tertentu, atau subsidi kepada konsumen untuk memenuhi permintaan pasar ketika harga atau permintaan pasar sedang tinggi namun mekanisme pelepasan stok cenderung berbeda. Negara-negara Uni Eropa dan Amerika pernah memiliki memiliki program PSH, namun saat ini berubah ke arah dukungan pendapatan yang lebih langsung dan insentif untuk produksi yang berorientasi pasar, dengan mengurangi atau menghilangkan penggunaan PSH. Mengikuti Keputusan Bali adalah solusi permanen yang mungkin dapat mempertimbangkan fleksibilitas yang lebih besar meliputi batas dukungan yang diberikan, keterlibatan program baru, cakupan produk dengan disertai persyaratan yang lebih ketat. Para anggota dapat memutuskan untuk tidak menentang mekanisme penyelesaian sengketa LDCs. Transparansi adalah elemen penting yang mendasari Perjanjian Pertanian termasuk program PSH.
Persepsi Konsumen terhadap Serbuk Minuman Tempeuntuk Kesehatan (Consumer Perceptions of Tempe Drink Powder for Health) Astawan, Made; Laut, Bimaris Tranoya; Aries, Muhammad
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i1.844

Abstract

         Meningkatnya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjalani gaya hidup sehat. Tren ini mendorong industri pangan untuk memproduksi makanan maupun minuman yang lebih sehat. Serbuk Minuman Tempe (SMT) merupakan salah satu produk olahan tempe yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol dan menjaga tekanan darah tetap normal. Akan tetapi, studi terkait persepsi konsumen terhadap manfaat kesehatan SMT masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi konsumen terhadap SMT dengan metode survei menggunakan instrumen kuesioner. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik dan persepsi konsumen. Analisis chi-kuadrat dan korelasi Rank Spearman digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antara karakteristik responden dan variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan persepsi konsumen terhadap SMT sangat positif, ditandai dengantingginya minat konsumen untuk mencoba serta kesediaan mereka membayar lebih mahal untuk produk tersebut. Responden juga menyukai atribut rasa, aroma, tekstur, dan warna SMT, serta menilai sertifikasi produk sebagai aspek yang sangat penting. Karakteristik umur memiliki hubungan positif dengan minat mencoba produk SMT (Rs=0,171). Tingkat pendidikan berhubungan positif dengan preferensi tempat pembelian (Rs=0,171), sementara tingkat pengetahuan berhubungan positif dengan manfaat SMT (Rs=0,208). Selain itu, rentang pendapatan memiliki hubungan signifikan terhadap harga produk per kemasan (Rs=0,256). Hasil ini menunjukkan bahwa potensi pasar SMT yang menjanjikan sebagai produk kesehatan.             The increasing mortality rate due to cardiovascular disease has raised public awareness of the importance of living a healthy lifestyle. This trend has encouraged the food industry to produce healthier food and beverages. Tempe Drink Powder (TDP) is a processed tempe product that can potentially lower cholesterol levels and maintain normal blood pressure. However, studies on consumer perceptions of TDP’s health benefits remain limited. This study aimed to evaluate consumer perceptions of TDP using a survey method with a questionnaire instrument. Data were analyzed quantitatively using descriptive statistics to describe consumer characteristics and perceptions. Chi-square analysis and Spearman’s Rank correlation were used to identify relationships between respondent characteristics and research variables. The results showed that consumer perception of TDP were positive, marked by high consumer interest and willingness to pay more for the product. Respondents also liked TDP’s taste, aroma, texture, and color attributes and considered product certification a highly important aspect. Age characteristics positively correlated with interest in trying TDP products (Rs = 0.171). Educational level was positively related to purchase place preference (Rs=0.171), while knowledge level was positively related to perceived benefits of TDP (Rs=0.208). In addition, income range had a significant relationship with product price per pack (Rs=0.256). These results indicated that the TDP market potential is promising as a health product.
Preferensi Konsumen terhadap Pembelian Gula Pasirdi Kabupaten Jember (Consumer Preferences for Purchasing Granulated SugarIn Jember Regency) Magfiroh, Illia Seldon
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i1.854

Abstract

             Gula pasir merupakan bahan pokok yang digunakan sebagai pemanis dan pengawet dalam minuman. Bagi produsen atau pemasar, penting untuk mengetahui preferensi dan kesukaan konsumen terhadap produk yang mereka pasarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi dan tingkat kepuasan konsumen terhadap pembelian gula pasir di Kabupaten Jember. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Jember dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah Multiatribut Fishbein dan Customer Satisfaction Index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen terhadap gula pasir di wilayah pedesaan Kabupaten Jember, berdasarkan perhitungan sikap konsumen (A0) terhadap 12 atribut gula pasir, mencerminkan adanya atribut dengan nilai sikap positif hingga negatif. Preferensi konsumen terhadap gula pasir di wilayah pedesaan Kabupaten Jember yaitu harga, kemudahan memperoleh gula pasir, jenis gula pasir curah, kebersihan gula pasir, warna, ukuran pembelian satu kilogram, ukuran kristal, ukuran pembelian kurang dari satu kilogram, merek, iklan dan kemasan lebih dari satu kilogram. Nilai indeks kepuasan konsumen gula pasir di wilayah pedesaan Kabupaten Jember sebesar 72,25 persen. Nilai tersebut berada dalam kriteria puas yang berarti secara umum konsumen gula pasir di wilayah pedesaan merasa puas terhadap produk gula pasir yang dikonsumsi.               Granulated sugar is a staple ingredient used as a sweetener and preservative for drinks. Asproducers or marketers, it is important to understand consumers’ preferences regarding the products. This research aimed to determine consumer preferences and satisfaction with purchasing granulated sugar in Jember Regency. This research was conducted in Jember Regency. The samples used consisted of 120 respondents. The data analysis method were Fishbein Multiattribute and Customer Satisfaction Index. The research results showed that consumer preferences for granulated sugar in the rural areas of Jember Regency, based on consumer attitude calculations (A0) towards 12 sugar attributes, included attributes with both positive and negative attitude values. Consumer preferences for granulated sugar in rural areas of Jember Regency were price, ease of obtaining granulated sugar, bulk granulated sugar, cleanliness of granulated sugar, colour, purchase size of one kg, crystal size, purchase size less than one kg, brand, advertising and packaging more than one kg. The consumer satisfaction index value for granulated sugar in the rural area of Jember Regency was 72.25 percent. The value falls within the satisfied criteria, which means that granulated sugar consumers in rural areas are generally satisfied with the granulated sugar products they consume.
Dampak Pembangunan Infrastruktur Pertanian terhadapKesejahteraan Rumah Tangga Petani Padi di Malang (The Impact of Agricultural Infrastructure Development on The Welfareof Rice Farming Household in Malang) Ramadhani, Desi; Suhartini, Suhartini; Tri Wahyu Nugroho; Abdul Wahib Muhaimin; Agustina Shinta Hartati Wahyuningtyas
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i1.859

Abstract

         Pemerintah menginvestasikan dana besar dalam pembangunan infrastruktur guna meningkatkan kesejahteraan petani di daerah pedesaan yang rentan terhadap kemiskinan. Infrastruktur pertanian, seperti jalan, irigasi, dan fasilitas penyimpanan, memainkan peran penting dalam meningkatkan pendapatan dan menurunkan pengeluaran rumah tangga petani. Namun, dampak pembangunan infrastruktur tidak merata di seluruh kelompok pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak infrastruktur terhadap kesejahteraan rumah tangga petani dengan menggunakan metode Unconditional Quantile Regression (UQR) di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, dengan 100 responden yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur memiliki dampak positif dan signifikan terhadap pendapatan petani di semua kuantil. Rumah tangga dengan pendapatan tinggi (kuantil ke-80) merasakan dampak yang lebih besar, terutama dalam bentuk peningkatan akses ke pasar dan pengurangan biaya transportasi. Sebaliknya, dampak terhadap pengeluaran lebih signifikan pada rumah tangga berpendapatan rendah (kuantil ke-20), mencerminkan peningkatan akses terhadap kebutuhan dasar. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan yang heterogen dalam pembangunan infrastruktur. Kebijakan yang memprioritaskan akses ke pasar dan fasilitas dasar akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani berpendapatan rendah serta meningkatkan ketahanan ekonomi desa. Hal ini sangat penting dalam mengurangi ketimpangan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di pedesaan.             The government has made substantial investments in infrastructure to enhance the welfare of farmers in rural areas, which remain vulnerable to poverty. Agricultural infrastructure, including roads, irrigation systems, and storage facilities, is crucial in improving farmers’ household income and expenditure. However, the impact of infrastructure development is not evenly distributed across different income groups. This study aimed to analyze the effect of agricultural infrastructure on the welfare of rural farming households using the Unconditional Quantile Regression (UQR) method. The research was conducted in Gondowangi Village, Wagir District, Malang, involving 100 randomly selected respondents. The findings revealed that agricultural infrastructure positively and significantly influences household income across all income quantiles. Households with higher incomes (80th quantile) benefited more from infrastructure, primarily through improved market access and reduced transportation costs. Conversely, the effect on household expenditure was more pronounced among lower-income households (20th quantile), reflecting improved access to basic needs. These results highlight the importance of a heterogeneous approach in agricultural infrastructure development. Policies prioritizing better access to markets, transportation, and essential services can significantly benefit low-income farming households while enhancing rural economic resilience. This approach is crucial for reducing inequality and fostering sustainable rural development.
Vermikompos untuk Mengurangi Cekaman Suhu Tinggi dalamProduksi Bawang Merah di Lahan Pesisir (Vermicompost to Reduce High Temperature Stress in Shallot Productionin Coastal Areas): Review Ayat, Taufik Hidayat; Fahrurrozi; Sumardi; Novianto
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i1.861

Abstract

         Bawang merah (Allium Cepa L.) merupakan komoditas sayuran hortikultura populer yang berperan sebagai sumber nutrisi dan pemberi cita rasa masakan di Indonesia. Konsumsi bawang merah per kapita masyarakat Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, namun produksinya mengalami penurunan sejak tahun 2021. Pemanfaatan lahan marginal di kawasan pesisir merupakan alternatif strategis untuk meningkatkan produksi bawang merah. Salah satu kendala dalam produksi bawang merah di kawasan ini adalah cekaman suhu tinggi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan vermikompos untuk mengurangi cekaman suhu tinggi dalam produksi bawang merah di lahan pesisir. Vermikompos adalah pupuk organik yang dihasilkan dari proses penguraian bahan organik oleh cacing tanah, terutama cacing Lumbricus yang mampu menjaga suhu dan kelembapan tanah secara optimal dengan memperbaiki aerasi tanah serta meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air. Vermikompos mengandung unsur hara makro dan mikro seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), magnesium (Mg), besi (Fe), tembaga (Cu), dan mangan (Mn) yang bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil panen. Penggunaanvermikompos dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi cekaman suhu tinggi pada produksi bawang merah di wilayah pesisir dengan meningkatkan kualitas fisik tanah, biologi tanah dan sifat kimia tanah. Aplikasi vermikompos pada lahan di wilayah pesisir mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil bawang merah.             Shallot (Allium Cepa L.) is a popular horticultural vegetable commodity that serves as a source of nutrients and culinary flavor in Indonesia. Per capita consumption of shallots among Indonesian people has increased from year by year, however, its production has decreased since 2021. Utilization of marginal land in coastal areas is a strategic alternative to increase shallot production. One of the major challenges in shallot production in these area is high temperature stress. This article aims to examine the use of vermicompost to reduce high temperature stress in shallot production on coastal areas. Vermicompost is an organic fertilizer produced through the decomposition of organic matter by earthworms, especially Lumbricus, which can maintain optimal soil temperature and humidity by improving soil aeration and enhancing water retention. Vermicompost contains macro and micronutrients such as nitrogen (N), phosphorus (P), potassium (K), magnesium (Mg), iron (Fe), copper (Cu), and manganese (Mn), which are beneficial for increasing plant growth and yields. The use of vermicompost can be an effective solution to overcome high temperature stress in shallot production in coastal areas by improving the physical, biology, and chemical properties of the soil. Application of vermicompost on coastal lands has been shown to improve both the productivity and quality of shallot yields.
Preferensi Konsumen terhadap Daging Sapi di Kabupaten Jember:Suatu Analisis Konjoin (Consumer Preferences for Beef in Jember Regency: A Conjoin Analysis) Zainuddin, Ahmad; Rahman, Rena Yunita; Suciati, Luh Putu; Magfiroh, Illia Seldon; Setyawati, Intan Kartika
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i1.890

Abstract

           Kebutuhan produk ternak khususnya daging sapi di Kabupaten Jember terus mengalami peningkatan pada beberapa periode terakhir. Dalam memutuskan untuk membeli daging sapi, konsumen mempertimbangkan beberapa atribut yang merupakan ekspresi dari preferensi konsumen. Berdasarkan hal itu, penelitian mengenai preferensi konsumen terhadap daging sapi di Kabupaten Jember menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan di pasar tradisional dan pasar modern di Kabupaten Jember. Sampel diambil secara insidental dengan memilih 120 orang responden konsumen daging sapi yang berbelanja di pasar tradisional dan supermarket. Preferensi konsumen daging sapi dianalisis menggunakan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen daging sapi di Kabupaten Jember menyukai atribut daging sapi yang bertekstur empuk, berwarna merah cerah, tidak berlemak, ukuran potongan daging sapi yang besar, aroma segar, ukuran pembelian 1-2 kg, dan harga daging sapi yang relatif murah yaitu berkisar antara Rp100.000,00 – Rp120.000,00. Atribut yang paling dipertimbangkan dalam mengonsumsi daging sapi adalah harga. Untuk mengakomodasi variasi preferensi konsumen, produsen perlu menawarkan varian produk daging sapi yang berbeda dengan harga yang berbeda. Sebagai regulator, pemerintah perlu menjaga stabilitas harga daging sapi di pasar untuk mengendalikan inflasi.              The demand for livestock products, especially beef in Jember Regency has continued to increase in recent periods. In deciding to buy beef, consumers consider several attributes that are an expression of consumer preferences. Based on this, research on consumer preferences for beef in Jember Regency is important to conduct. This study was conducted in traditional and modern markets in Jember Regency. Samples were taken incidentally by selecting 120 beef consumer respondents who shopped at traditional markets and supermarkets. Beef consumer preferences were analyzed using conjoint analysis. The results showed that beef consumers in Jember Regency preferred beef attributes that were tender in texture, bright red in color, with no fat, large beef cut size, fresh aroma, purchase size of 1-2 kg, and relatively cheap beef prices ranging from Rp100,000,00 - Rp120,000,00. The most considered attribute in consuming beef was price. To accommodate variations in consumer preferences, producers need to offer different variants of beef products at different prices. As a regulator, the government needs to maintain the stability of beef prices in the market to control inflation.
Eksplorasi Parasitoid dan Cendawan Entomopatogen pada LarvaSpodoptera frugiperda (Smith) (Lepidoptera:Noctuidae) HamaTanaman Jagung di Kabupaten Sigi dan Donggala / Exploration of Parasitoids and Entomopathogenic Fungi on LarvaeSpodoptera frugiperda (Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) Pests of Cornin Sigi and Donggala Districts Syarifuddin, Rifni Qadriani; Anshary, Alam; Yunus, Moh; Rahman, Abdul; Edy, Nur; Syarifuddin, Rifni Nikmat
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i2.867

Abstract

        Spodoptera frugiperda J. E Smith atau ulat grayak jagung (UGJ) merupakan salah satu hamautama pada tanaman jagung yang menyebabkan serangan parah sehingga tanaman menjadi rusak dan mati. Parasitoid dan cendawan entomopatogen merupakan musuh alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan UGJ. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mengidentifikasi parasitoid dan cendawan entomopatogen pada larva UGJ tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di tiga desa pada Kabupaten Sigi dan Donggala. Identifikasi parasitoid dan entomopatogen pada larva UGJ dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan purposive sampling, dengan adanya kotoran yang menyerupai serbuk gergaji pada tanaman jagung sebagai kriteria pengambilan sampel di lahan budidaya tanaman jagung. Sampel yang dikumpulkan sebanyak 20 larva/lokasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu ditemukan dua jenis parasitoid larva yaitu Megaselia scalaris dan Winthemia trinitatis, serta satu jenis cendawan entomopatogen yaitu Aspergillus sp.              Spodoptera frugiperda J. E. Smith, commonly called corn armyworm (UGJ), is one of the main pests on corn plants, which has severe attacks that cause damage and death of plants. Parasitoids and entomopathogenic fungi are natural enemies that can be used to control UGJ. This research aimed to find and identify parasitoids and entomopathogenic fungi found in UGJ larvae on corn plants. This research was conducted in three villages located in Sigi and Donggala Regencies. Identification of parasitoids and entomopathogens in UGJ larvae was carried out at the Pest and Disease Laboratory, Faculty of Agriculture, Tadulako University. This research used a survey method with purposive sampling, with the presence of dirt resembling sawdust on corn plants as a sampling criterion on corn cultivation land; the samples collected were 20 larvae/location. The results obtained from this research were that two types of parasitoid larvae were found, namely Megaselia scalaris and Winthemia trinitatis, as well as one type of entomopathogenic fungus, namely Aspergillus sp.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN Vol. 34 No. 1 (2025): PANGAN Vol. 33 No. 3 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 2 (2024): PANGAN Vol. 33 No. 1 (2024): PANGAN Vol. 32 No. 3 (2023): PANGAN Vol. 32 No. 1 (2023): PANGAN Vol. 31 No. 3 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 2 (2022): PANGAN Vol. 31 No. 1 (2022): PANGAN Vol. 30 No. 3 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 2 (2021): PANGAN Vol. 30 No. 1 (2021): PANGAN Vol. 29 No. 3 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 2 (2020): PANGAN Vol. 29 No. 1 (2020): PANGAN Vol 29, No 1 (2020): PANGAN Vol 28, No 3 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 3 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 2 (2019): PANGAN Vol 28, No 2 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol. 28 No. 1 (2019): PANGAN Vol 28, No 1 (2019): PANGAN Vol 27, No 3 (2018): Vol 27, No 3 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 3 (2018): PANGAN Vol 27, No 2 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 2 (2018): PANGAN Vol 27, No 1 (2018): PANGAN Vol. 27 No. 1 (2018): PANGAN Vol 26, No 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 3 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 2 (2017): PANGAN Vol 26, No 2 (2017): PANGAN Vol. 26 No. 1 (2017): PANGAN Vol 26, No 1 (2017): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol 25, No 3 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 3 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 2 (2016): PANGAN Vol 25, No 2 (2016): PANGAN Vol 25, No 1 (2016): PANGAN Vol. 25 No. 1 (2016): PANGAN Vol 24, No 3 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 3 (2015): PANGAN Vol 24, No 2 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 2 (2015): PANGAN Vol. 24 No. 1 (2015): PANGAN Vol 24, No 1 (2015): PANGAN Vol. 23 No. 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 3 (2014): PANGAN Vol 23, No 2 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 2 (2014): PANGAN Vol 23, No 1 (2014): PANGAN Vol. 23 No. 1 (2014): PANGAN Vol. 22 No. 4 (2013): PANGAN Vol 22, No 4 (2013): PANGAN Vol 22, No 3 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 3 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 2 (2013): PANGAN Vol 22, No 1 (2013): PANGAN Vol. 22 No. 1 (2013): PANGAN Vol. 21 No. 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 4 (2012): PANGAN Vol 21, No 3 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 3 (2012): PANGAN Vol 21, No 2 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 2 (2012): PANGAN Vol 21, No 1 (2012): PANGAN Vol. 21 No. 1 (2012): PANGAN Vol 20, No 4 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 4 (2011): PANGAN Vol 20, No 3 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 3 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 2 (2011): PANGAN Vol 20, No 2 (2011): PANGAN Vol. 20 No. 1 (2011): PANGAN Vol 20, No 1 (2011): PANGAN Vol 19, No 4 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 4 (2010): PANGAN Vol 19, No 3 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 3 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 2 (2010): PANGAN Vol 19, No 2 (2010): PANGAN Vol. 19 No. 1 (2010): PANGAN Vol 19, No 1 (2010): PANGAN Vol 18, No 4 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 4 (2009): PANGAN Vol 18, No 3 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 3 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 2 (2009): PANGAN Vol 18, No 2 (2009): PANGAN Vol 18, No 1 (2009): PANGAN Vol. 18 No. 1 (2009): PANGAN Vol. 17 No. 3 (2008): PANGAN Vol 17, No 3 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 2 (2008): PANGAN Vol 17, No 1 (2008): PANGAN Vol. 17 No. 1 (2008): PANGAN Vol 16, No 1 (2007): PANGAN Vol. 16 No. 1 (2007): PANGAN Vol. 15 No. 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 2 (2006): PANGAN Vol 15, No 1 (2006): PANGAN Vol. 15 No. 1 (2006): PANGAN More Issue