cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Murobbi: Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 25794191     EISSN : 25806963     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 217 Documents
Rekonsiliasi Tradisi dan Modernitas: Dinamika Habituasi Literasi Keagamaan di MI Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Ummu Salamah; Ahmad Hanif Fahruddin
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): September
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v10i2.4553

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fenomena rekonsiliasi antara tradisi pendidikan salaf dan tuntutan modernitas melalui dinamika habituasi literasi keagamaan di MI Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Fokus utama kajian ini adalah menganalisis formulasi habituasi serta strategi implementasi integrasi kurikulum pesantren ke dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dihimpun melalui teknik triangulasi yang mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habituasi literasi keagamaan diinternalisasi secara sistematis melalui dimensi kognitif, afektif, dan praktikal yang terbagi dalam fase fondasi, menengah, hingga mahir. Implementasi integrasi kurikulum yang didukung oleh pengembangan modul ajar mandiri serta metode tradisional (Sorogan dan Bandongan) terbukti mampu menghasilkan capaian signifikan, di mana 80% siswa kelas VI telah mencapai kompetensi dalam mendekonstruksi makna teks kitab kuning tanpa harakat (kitab kosongan) . Penelitian ini menegaskan bahwa rekonsiliasi kurikuler yang holistik menjadi kunci dalam menjaga otentisitas sanad keilmuan pesantren di tengah formalisasi pendidikan nasional.
Efektivitas Konten Dakwah Tiktok dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Islam Siswa Naila Ziyadatur Rohmah; Dian Kusuma Wardani; Aufia Aisa
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): September
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v10i2.4554

Abstract

Digital da’wah can be understood as the dissemination of Islamic teachings through technolog based media that are easily accessible to the public, including students. This study aims to analyze the influence og Islamic da’wah content on TikTok on the religious understanding of seventh grade students at SMP Negeri 1 Tembelang. In addition, it examines both the positive and negative impact arising from students’ habits of consuming such content. The main focus of this research is to determine the extent to which exposure to digital da’wah contributes to students’ understanding of Islamic teaching, both in terms of knowledge and behavioral changes. This study uses a quantitative method with a simple linear regression approach involving 32 seventh grade students. The result show that TikTok based da’wah content has a positive and significant effect on students’ Islamic understanding (p = 0.003 < 0.05). the regression coefficient (0.750) indicates that increased exposure to da’wah content is associated with higher levels of religious understabding. Additionally, the findings reveal that the positive impact outweigh the negative ones, particularly in improving students’ awareness to act in accordance with Islamic teachings.
Visualisasi Teologis Trilogi Tasawuf Dalam Kifayatul Atqiya: Kajian Karakter Siswa Madrasah Sholikhah, Zaimatus; Ibnu Waqfin, Mohammad Saat
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): September
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v10i2.4690

Abstract

Era disrupsi menghadirkan berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia, namun pada saat yang sama juga menimbulkan tantangan terhadap pembentukan karakter generasi muda. Fenomena degradasi moral, menurunnya kesadaran religius, serta lemahnya pengendalian diri menunjukkan pentingnya pendidikan karakter yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual. Artikel ini bertujuan mengkaji urgensi pendidikan karakter melalui implementasi nilai-nilai akhlak tasawuf yang terkandung dalam Kitab Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Ashfiya’ karya Sayyid Abu Bakar bin Muhammad Syatha’ ad-Dimyathi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis terhadap konsep-konsep tasawuf yang relevan dengan pembentukan karakter religius. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep syariat, thariqat, dan hakikat yang digambarkan melalui metafora perahu, samudra, dan mutiara membentuk suatu kerangka pendidikan spiritual yang utuh. Internalisasi nilai dilakukan melalui tahapan takhalli, tahalli, dan tajalli yang berorientasi pada penyucian jiwa, pembiasaan akhlak terpuji, serta penguatan kesadaran ketuhanan. Dengan demikian, nilai-nilai akhlak tasawuf dalam Kitab Kifayatul Atqiya’ memiliki relevansi yang kuat sebagai paradigma pendidikan karakter di era disrupsi karena mampu menyeimbangkan perkembangan intelektual dengan kematangan moral dan spiritual
Analisis Efektivitas Penggunaan Platform Game-Based Learning terhadap Motivasi Belajar Siswa di Era Digital Hesty Rabi'ah; Jasiah Jasiah
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): September
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v10i2.4709

Abstract

Transformasi pendidikan di era digital menuntut inovasi pembelajaran yang relevan bagi generasi Z dan Alpha. Tantangan utama yang dihadapi pendidik saat ini adalah penurunan atensi serta rendahnya keterlibatan siswa dalam model pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Game-Based Learning (GBL) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa serta mengidentifikasi elemen permainan yang paling berpengaruh terhadap dorongan belajar mereka. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan melakukan analisis sistematis terhadap berbagai artikel ilmiah serta jurnal terkait teknologi gim dalam pendidikan. Data dianalisis melalui proses reduksi, sintesis, dan komparasi untuk menghasilkan kesimpulan komprehensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan GBL sangat efektif dalam meningkatkan motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. Elemen permainan seperti poin, level, tantangan, dan papan peringkat (leaderboards) terbukti menciptakan atmosfer belajar yang interaktif dan kompetitif. Selain itu, fitur umpan balik instan membantu siswa memantau progres belajar, yang secara langsung meningkatkan rasa percaya diri sekaligus mereduksi kebosanan terhadap materi kompleks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Game-Based Learning merupakan instrumen strategis untuk mengubah paradigma belajar menjadi lebih menyenangkan. Keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kemampuan pendidik dalam mengintegrasikan konten kurikulum ke dalam mekanika permainan yang tepat.
Analisis Etika Digital dan Tantangan Pendidik dalam Memfilter Informasi Internet Demi Membentuk Karakter Siswa Cerdas Nadziratul Athiyyah; Jasiah Jasiah
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): September
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v10i2.4711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan teknologi informasi yang pasif di era digital membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan, terutama terkait penyebaran informasi yang tidak terfilter dan degradasi moral. Menganalisis urgensi etika digital serta peran strategis pendidik dalam memfilter informasi internet sebagai upaya membentuk karakter siswa yang cerdas dan berintegritas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur terkait literasi digital, peran guru penggerak, dan pendidikan nilai. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidik harus berperan sebagai agen perubahan yang tidak hanya menguasai teknologi seperti AI dan media digital, tetapi juga menjadi kurator informasi dan teladan dalam penerapan etika digital. Strategi penguatan karakter melalui empat pilar literasi digital etika, budaya, keterampilan, dan keamanan terbukti efektif dalam membantu siswa memilah informasi yang valid dan positif. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi antara kecerdasan teknologi dan fondasi etika sangat krusial untuk melahirkan generasi yang cerdas secara digital namun tetap berpijak pada nilai-nilai moral.
Kewajiban Belajar Dalam Islam dan Integrasi Ilmu Agama-Ilmu Umum: Sebuah Kajian Pustaka Multidisipliner Adhitama Alim Amanullah
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): September
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v10i2.4715

Abstract

This study examines the significance of a multidisciplinary approach within the framework of Islamic education. The persistent dichotomy between religious sciences and secular disciplines has emerged as a substantive concern in contemporary scholarship, particularly in the context of modern intellectual development. Within Muslim communities, the normative obligation to pursue religious knowledge remains deeply entrenched; however, the imperative of engaging with broader fields of inquiry is frequently marginalized in educational discourse. Employing a qualitative methodology grounded in library research, this study draws upon a range of scholarly sources to substantiate the necessity of interdisciplinary engagement for Muslim learners. The analysis reveals that the Islamic conception of learning extends well beyond the boundaries of religious instruction, encompassing diverse domains of knowledge that are equally indispensable. Exposure to multiple disciplines equips students with refined analytical capacities and enables more nuanced and thorough identification of emerging issues under investigation. Ultimately, the ability to engage with complex problems through a multidisciplinary lens and to adopt multiperspectival modes of inquiry represents a critical intellectual disposition for Muslim individuals striving to articulate an Islam that is responsive and relevant across changing historical contexts. Keywords: Dichotomy, Education, Integration, Multidisciplinary.
Transformasi Pendidikan Islam Awal: Rekonstruksi Paradigma Pendidikan Profetik Bagi Pendidikan Islam Kontemporer M. Wafiq Al Maliki; Muawanah Muawanah; Septiana Purwaningrum
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): September
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v10i2.4858

Abstract

Contemporary Islamic education faces fundamental challenges, including a crisis of educational orientation, the secularization of knowledge, the dominance of a pragmatic-instrumentalist paradigm, moral degradation, and technological disruption, which have weakened the integration of spiritual, intellectual, and social dimensions. These conditions require reconstruction of a more integrative and transformative educational paradigm. This study aims to reconstruct a prophetic educational paradigm grounded in early Islamic educational practices and to formulate a transformation model for contemporary Islamic education that addresses global challenges effectively. The study employs a qualitative library research approach. Data were collected from relevant primary and secondary sources and analyzed through content analysis, involving data reduction, categorization, interpretation, and synthesis. Findings show that early Islamic education was founded on tawhid, integrating faith, knowledge, action, and ethics, while encompassing humanization, liberation, and transcendence. Based on these findings, this study reconstructs the prophetic educational paradigm and develops a conceptual model for transforming Islamic education through reconstructing educational goals, epistemology, curriculum, pedagogy, and institutional culture. The study affirms that the prophetic paradigm remains substantively relevant for developing contemporary Islamic education that is integrative, transformative, and civilized, while enriching Islamic educational theory through integrating historical, epistemological, axiological, and practical dimensions within a unified conceptual framework.